Look at me [Chapter 3]

poster-look-at-me

Author : Kimraemi

Tittle : Look at me [Chapter 3]

Genre : Family,Friendship, Romance, Drama

Rating : PG 17

Length : Chaptered

Summary : Harapan memang tak sesuai realita, namun sepenggal harapan untuk terlihat menjadi pacuan hidup agar dapat menggapainya.

A/N : Huruf italic pada awal Fanfic merupakan Flasback mereka, jadi setiap chapter saya buat flashback mereka lebih dulu baru kemasa sekarang. Biar kalian ga bingung bacanya . mohon dibaca dulu :) 

Ini hanya fiktif belaka

Cast :

  • IU / Lee Jieun
  • Jeon Jungkook
  • Nam Joohyuk
  • Kim Taehyung

 

 Look at me [Prologue] | Look at me [Chapter 1] | Look at me [Chapter 2]

 [Fanfic Trailer] Look at me

 ‘Look at me’

 

Lollipop Candy

“Ayo cepat diminum. Jika tidak, akan kuberi hukuman” seru senior yang tengah mengospek juniornya. Mereka diharuskan meminum cairan yang terasa begitu pahit.

“Ughh”  nyaris semua calon mahasiswa dan mahasiswi yang ingin memuntahkan kembali minuman tersebut,  namun mau tak mau mereka menelannya karena jika tidak diminum hukuman lebih dari ini harus diterima.

Hingga istirahat pun tiba, semua calon mahasiswa dan mahasiswi langsung meninggalkan area lapangan.

“Jieun-ah ghwencana? ” Tanya Taehyung yang memperhatikan wajah pucat Jieun.

“Eummm.. Ghwencana. Taehyung-ah aku kebelakang dulu, bisa kau belikan aku air minum ” kata Jieun dan bergegas kebelakang fakultas hukum.

“Aku beli dulu, kau tunggu saja dibelakang” seru Taehyung yang juga berlari menuju kantin.

Dibelakang fakultas Jieun merasa mual dan ingin muntah namun tak bisa dikeluarkan “Waeyo, rasa pahitnya masih sangat melekat dilidah”” gumam Jieun tanpa sadar seseorang tengah menatapnya, ia tak tahu dibelakang fakuktasnya ada orang lain pikirnya sepi.

Seorang pria tampan dan tinggi berada disampingnya, sepertinya ia seorang senior . Hingga tampak jelas pria itu hanya menatap Jieun dan ia membuka lollipop candy siap disantap olehnya. “Lollipop candy” Gumam Jieun mengingat lidahnya yang terasa pahit akan terasa enak jika ia menyantap lollipop candy, namun Jieun menggelengkan kepalanya .

Melihat reaksi Jieun yang tampak menginginkan lollipop pria itu tampak tersenyum simpul dan ia pun langsung menyantap lollipop tersebut. Jieun cukup kecewa pikirnya pria ini rela memberikan lollipop itu padanya,  namun “Igo.. ” pria itu menyodorkan lollipop candy  yang masih terbungkus pada Jieun.

“Jinjjayo? “

“Ehmm.. Aku punya banyak, ambil saja”

Jieun tersenyum sumringah “Gomawoyo sunbaenim” 

“Ehmm” hanya itu yang keluar dari mulut pria tersebut dan berlalu meninggakkan Jieun .

“Gomawoyo” Jieun masih saja mengucapkan kata itu, meski sebelumnya ia menatap buku pria tersebut yang terterakan sebuah namanya ‘Nam Joohyuk’.

‘Semenjak itu nama Joohyuk selalu ada dibenak ku’ Lee Jieun

******

Half Cafe

Jieun memasuki cafe dimana sebuah lagu BTS –! ! (그래도 좋은 날이 많기를 mengalun merdu di cafe ini. Ia menengadah kesegala arah mecari sosok Jungkook “Aisshh apa bocah itu menipuku” Gumam Jieun

“Hoi nuna ” seru seorang pria dengan topi kupluk dari arah tengah melambaikan tangannya pada Jieun, sadar pria tersebut adalah Jungkook tanpa ragu Jieun menghampirinya.

img_20161018_141041

“Kupikir kau menipuku lagi”  ujar Jieun yang langsung duduk dihadapan Jungkook.

“Eiii sudah kukatakan, aku akan menepati janji”

“Bagus jika kau masih punya rasa tanggung jawab”

Jungkook hanya tersenyum “Kalau begitu pesankan aku minum dulu”

“Ne??? Dari tadi kau belum memesan minuman? “

“Aku pun baru datang, lagi pula aku hanya ingin mainan ku yang memesan minuman untukku” ujar Jungkook tersenyum simpul.

Jieun cukup frustasi dengan ucapan Jungkook, mau tak mau dia hanya menuruti saja dan memesankan minuman untuk Jungkook.

“Kalau begitu berikan informasinya sekarang juga dan berikan kado ini pada Joohyuk sunbae” Jieun tampak tak ingin membuang waktunya.

“Aigo, nuna satu ini tak sabaran sekali” Jungkook mengelengkan kepalanya dan menatap kado tersebut “Aku penasaran dengan isi kado ini” Jungkook langsung meraih dan dengan santai membuka kotak kado tersebut.

“Andhwaeeeeee, kau tak boleh membukanya”protes Jieun ingin meraih kado tersebut, namun sayangnya Jungkook sudah membukanya.

Jungkook tertegun dengan isi kado tersebut “Seolma…..” gumamnya pelan.  Namun sesaat “HAHAHAHAHHAHA” Jungkook tertawa terbahak “Jadi kau memberikan lollipop candy? Hahahaha babo, kupikir kau memberi hadiah mewah. Sungguh ini lucu hahahaha”

“Ya berikan padaku” protes Jieun ingin meraih lollipop tersebut namun Jungkook merentangkan tangannya agar Jieun tak dapat meraih.

“Tak akan kuberikan” kata Jungkook

“Aisshh lollipop itu milikku, berikan padaku” Jieun berdiri hendak meraih lollipop itu ditangan Jungkook. Namun Jungkook menyembunyikannya dan justru Jungkook menggenggam tangan Jieun, tanpa sadar jarak mereka pun cukup dekat .

“Aku tak akan memberi lollipop ini, tapi jika kau mau aku sedang mengemut permen dan aku bisa memberikan padamu” Jungkook menunjukkan permen yang ada dimulutnya.

“NE???? ” pekik Jieun tak percaya, ketika Jieun hendak ingin duduk saat itu Jungkook justru mencium Jieun dengan catatan memberikan permen yang ada dimulutnya kemulut Jieun.

Tanpa sadar banyak anak mata tertuju pada mereka, tampak Taehyung yang memang berniat menyusul Jieun spontan terhenti. Ia tertegun dari luar jendela, ia pun memutar tubuhnya pergi begitu saja tak ingin melihat pemandangan tersebut.

“Yaaaaaa!  Micheosseo” protes Jieun dengan kesal

Jungkook menanggapi dengan santai “Duduk, tak boleh protes!  Ingat perjanjian, menuruti keinginan dengan catatan aku dapat melakukan apapun sesuka hatiku”

“Aissshhh bocah ini ” Jieun tampak ingin meruntuk kekesalan pada Jungkook,  namun ia tak dapat berbuat apa-apa.

“Kau tahu, Joohyuk hyung sangat menyukai lollipop ini? ” tanya Jungkook tiba-tiba.

“Sebenarnya aku kurang begitu tahu, hanya saja lollipop seperti itu Joohyuk  sunbae pernah memberikannya padaku dan beberapa kali kulihat dia kerap memakan lollipop itu. Karena hal itupun aku menyukai Joohyuk sunbae”

“Saat masih kecil, ibu Joohyuk hyung selalu memberikan lollipop ini padanya. Maka dari itu ia sangat menyukainya, ia pun kerap memberikannya padaku. Jadi akupun menyukainya” kata Jungkook dan dengan santai memakan lollipop tersebut

“Ya!  Jeon Jungkook itu untuk Joohyuk sunbae” tekan Jieun semakin kesal dengan Jungkook.

“Apa semua kadomu itu lollipop ini? ” tebak Jungkook

“Seolma~ bagaimana kau tahu? “

“Sudah ketebak , kau bukan seseorang yang kreatif “

Jieun semakin frustasi dengan ucapan Jungkook “ahhh bocah ini… “

“Apa kau tak mencoba memberikan semisal makan siang, pudding, cake” Jieun terdiam sejenak, ketika ingin berbicara Jungkook lebih dulu berkata “Ya. Jangan bilang kau tak bisa memasak”

Jieun menatap tajam “Jangan sembarangan berbicara kau”

“Hahaha..  Kau tahu tipe ideal Joohyuk hyung?  pintar memasak. “

“Jinjja? “

“Tentu dan tampaknya kau tak masuk dalam kriterianya”

“Aisshhhh bocah ini” kesal Jieun, namun ia teringat “Keundae, jika aku membuat makanan untuknya. Apa dia akan memakannya? Lollipop saja tidak diterima apalagi makanan buatanku, kau tahu kan dia tak pernah menerima pemberian para yeoja”

Jungkook tampak menghelakan napas dan setengah tidak ikhlas ia berucap “Sesuai perjanjian, aku akan membantumu. Jadi berikan makanan itu padaku, aku akan memberikannya pada Joohyuk hyung. Dia tak mungkin menolak pemberianku”

“Jinjjayo??? ” dengan sumringah Jieun berucap membuat Jungkook mengerutkan keningnya “Ahh gomawoyo adik ipar “

“Aisshh yeoja ini, aku membantu belum tentu menerimamu sebagai kakak iparku. Bodoh dan satu hal itu tak gratis “

Jieun tersenyum sesaat “Arasseo… Keundae, jika aku memberikan padamu. Tidak akan kau makan kan? “

“Aisshh yeoja ini, awasi aku saat memberikannya pada Joohyuk hyung puas kau” kali ini justru Jungkook cukup frustasi dengan Jieun “Sampai disini saja informasinya , aku mau pulang” Jungkook beranjak dari kursinya.

Jieun tersenyum mantap “Ne… ” hanya kata itu yang keluar dari mulut Jieun, tak dapat dipungkiri ia merasa senang.

Sedang Jungkook yang baru saja dari kasir, ia hanya tersenyum simpul dan berlalu.

****

Taehyung tengah menatap diri dicermin, tampak dirinya sudah rapi siap bergegas kuliah. Namun bayangan saat di half cafe terbayang begitu saja, ia menghelakan napas beratnya “Ghwencana Taehyung-ah, ghwencana” Taehyung seakan menyemangati dirinya sendiri dan keluar kamar.

“Sudah rapi,  ada kuliah pagi ?” Sapa ibunya tengah sarapan pagi bersama ayahnya.

“Ne, eomma. Aku langsung menjemput Jieun dan sarapan disana”

“Baiklah, hati-hati” kata ibunya

“Kau belajar yang benar dikampus karena penerus perusahaanku adalah kau dan aku sudah menentukan jadwal les managemenmu. Jangan buang-buang waktu dengan permainan basketmu itu. ” ujar ayah Taehyung perkataan yang kerap didengar olehnya.

“Ne appa” hanya itu yang keluar dari mulut Taehyung .

“Taehyung-ah hwaiting” seru ibunya membuat senyuman mengembang dibibir Taehyung, ia pun menundukan kepalanya dan berlalu menuju rumah Jieun.

Rumah Jieun memang tak jauh dari rumahnya, hanya berbeda block saja.  “Kau jangan membuang-buang waktu dengan permianan basketmu itu.” Gerutu Taehyung menirukan suara bass ayahnya dan menunjukkan wajah abstrudnya.

Ia kerap bersikap demikian jika diceramahi ayahnya “Aisshh ayah macam apa selalu melarang anaknya ughh” kembali Taehyung bergerutu hingga dia sadar sudah memasuki rumah Jieun dan ia mencium wangi kimbab.

Taehyung memang sudah biasa memasuki rumah Jieun tanpa permisi, hingga keadaan sepi pun sudah tampak biasa bagi rumah Jieun. Bahkan kali ini ia menuju dapur “Nona , tak ingin ku bantu? ” ujar seorang pelayan dirumah Jieun

“Ghwencana ahjjuma, aku ingin melakukan sendiri” ujar Jieun dengan senyuman sumringahnya.

“Morning chagiya, morning Kang ahjjuma ” sapa Taehyung disambut senyuman hangat Kang ahjjuma, ia pun langsung menatap meja makan, dimana terdapat sekotak tempat makan dengan kimbab “Eoh, kau yang membuat kimbab ini?”

“Jangan menyentuhnya” kata Jieun masih sibuk membuat kimbab

 ” Aku ingin coba”

“Andhwaeeee” pekik Jieun ingin meraih kimbab yang sudah jadi , namun terlambat Taehyung sudah memakannya…

“Mashita” kata Taehyung tanpa dosa dan tersenyum sumringah.

“Aisshh sudah kukatakan jangan disentuh Kim Taehyung” kesal jieun

“Waeyo?” dengan polos ia bertanya demikian

“Kau tahu,aku membuat ini untuk Joohyuk sunbae. Ahhh kimbabnya jadi berkurang”

Taehyung mengangguk mengerti “Ohh..  Mau kumuntahkan lagi? “

“YAK!!! ” pekik Jieun langsung meraih kotak makan itu dari hadapan Taehyung.

“Bodoh, mana mungkin aku bisa memuntahkan makanan yang sudah masuk keperutku.” Ujar Taehyung dan kembali berucap “Kau memberikan itu memangnya akan diterima olehnya? “

“Jungkook yang akan memberikannya, setidaknya Joohyuk sunbae memakan makanan buatanku meski melalui orang lain”

Mendengar nama itu entah kenapa Taehyung tampak panas “Kau mempercayainya akan memberikan makanan itu pada Joohyuk sunbae?”

“Percaya tidak percaya, aku akan mengawasinya”

Taehyung mengangguk mengerti “Jadi hari ini kita tak masuk kelas pagi? ” menyadari Jieun yang belum mandi dan setengah jam lagi mata kuliah dimulai.

“Ne… “

“Baiklah kalau begitu” Taehyung meraih tasnya bergegas

“Eoddi? “

“Tidur”

“Kau sudah sarapan? “

“Belum “

“Mau kubuatkan nasi goreng? “

“Tentu calon istriku” sahut Taehyung menuju kamar tamu yang biasa ia gunakan untuk tidur dirumah Jieun.

“Aisshh geu namja, seenak jidat berucap” gerutu Jieun mengelengkan kepala dan  tersenyum hal yang biasa baginya Taehyung seperti ini, jika Jieun tak mengikuti mata kuliah maka Taehyung pun akan melakukan hal yang sama.

###

Jungkook menatap kesal kotak makan yang tengah dipegangnya “Bagaimana bisa dia memakai kotak makan berwarna pink motif sakura seperti ini” gerutu Jungkook mencari sosok Joohyuk dan Jieun memang mengikutinya dari belakang dengan jarak yang cukup terjangkau. Tapi tetap saja kotak bekal ini membuat Joohyuk curiga “Aku harus beralasan apa, sungguh yeoja itu merepotkan sekali. Kau harus membayarnya dengan mahal”

Sesaat Jungkook mendapati sosok Joohyuk yang tengah duduk ditaman dan cukup jelas beberapa gadis tampak ingin memberi hadiah pada Joohyuk, kembali penolakan yang diberikan Joohyuk.

“Oii hyung, rupanya kau disini?” Jungkook langsung duduk dihadapan Joohyuk.

“Ya, tumben sekali kau kesini. Ada apa?”

“Tentu saja, karena aku merindukanmu”

Joohyuk tersenyum dan mengacak rambut Jungkook “Aisshhh bocah ini, kau tak sedang merayuku untuk mendapatkan sesuatu yang ingin kau beli kan?” tebak Joohyuk

“Aniyo, aku hanya ingin mengajakmu makan siang dengan ini” Jungkook membuka kotak makan yang berisikan kimbab, namun Joohyuk tampak menatap kotak makan tersebut “Sebenarnya ada seorang yeoja yang tergila-gila denganku dan memberi kotak bekal ini. Tampaknya enak jika makan bersamamu hyung”

Dari sisi lain Jieun yang bersembunyi di semak-semak mendengar hal tersebut tampak mengeluarkan tanduknya “Bocah itu apa-apaan mengarang cerita semacam itu. Sial aku akan protes lihat saja”

“Geurae protes saja” seru Taehyung yang membuat Jieun kaget.

“Ya!!!”

“Aku pun ingin melihat, Joohyuk sunbae memakannya atau tidak. Jika gagal bocah itu harus menghentikan permainan ini” ujar Taehyung menatap kearah Jungkook.

Sedang Joohyuk  menatap Jungkook “Kekasih barumu?” goda Joohyuk

Jungkook memutar bola matanya “Aniyo, lebih tepatnya mainan baru”

“Bocah ini, benar-benar” Joohyuk menggelengkan kepalanya.

“Sudah hyung cepat dicicipi”

Tanpa ragu Joohyuk menyantap kimbab tersebut, meski tampak ada yang tengah ia pikirkan. “Mashita” ujar Joohyuk menunjukkan dua ibu jarinya.

“Jinjja?” Jungkook sedikit melirik kearah Jieun, dapat dipastikan senyuman mengembang dari gadis itu setelah mendengar ucapan Joohyuk.

“Ehmmm, kekasih barumu pintar memasak.”

“Eiiiii sudah kukatakan….” belum melanjutkan ucapan Jungkook sudah di potong Joohyuk.

“Arasseo, tidak perduli kau menyebutnya apa. Tapi sepertinya aku tak perlu memasak lagi untukmu, kimbab ini sangat enak” goda Joohyuk

“Bagiku masakan yang enak adalah masakanmu hyung”

“Bocah ini, kau rasakan saja sendiri kimbab ini” Joohyuk menyuapi kimbab tersebut pada mulut Jungkook.

“Ya…” Jungkook ingin protes namun ketika ia mengunyah kimbab tersebut ‘Jinjja mashita’ batin Jungkook.

Joohyuk tersenyum mendapati ekpresi kaget Jungkook “Otte? Enak bukan?”

“Euhmm, biasa saja.” dusta Jungkook

“Aigo bocah ini, indera pengecapnya sedang gangguan. Jelas-jelas ini sangat enak”

“Jika kau suka, untukmu saja hyung dan habiskan” kata Jungkook

“Jinjja?” Jungkook menjawab dengan anggukan mantap, tampak jelas Jieun mengacungkan ibu jarinya kearah Jungkook. Ia hanya tersenyum simpul, hingga Jisoo yang datang dan duduk disamping Joohyuk.

“Eoh? Jungkook-ah rupanya kau disini” sapa Jisoo disambut senyuman Jungkook “Ahh.. Jungkook kemarin aku melihatmu di half cafe”

Mendengar nama Half cafe Jungkook membulatkan matanya “Jinjja? Mungkin kau salah liat hyung” tukas Jungkook

“Eiiii aku sungguh melihatmu dan mencium……” belum melanjutkan ucapannya mulut Jisoo sudah disuapi kimbab oleh Jungkook.

“Sebaiknya kau mencicipi kimbab itu juga hyung” kata Jungkook

Namun justru Joohyuk menatap curiga pada dua orang pria ini “Ya, apa katamu Jisoo? Apa bocah ini mencium seorang gadis?”

Spontan Jungkook menatap Jisoo yang ingin bersua “Hyung, pasti kimbabnya sangat enakkan. Kau harus mencicipinya lagi” tak segan Jungkook menyuapi dua kimbab pada Jisoo, alhasil Jisoo hanya menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Joohyuk.

“Hahahahaha benar rupanya?” kembali Joohyuk bertanya dijawab anggukan Jisoo “Hahahaha bocah ini sejak kapan mencium gadis, setahuku meski dia berkencan dengan para gadis. Tak ada satupun dari mereka yang diciumnya, aigo bocah ini rupanya sudah besar aigo….”

Joohyuk mengacak-acak rambut Jungkook dan tertawa terbahak tampak puas mendapati ekpresi terjebak Jungkook. “Geumanhae, Jisoo hyung. Kau jangan percaya ucapannya” sambil menangkis tangan Joohyuk.

“Ya, apa itu ciuman pertamamu?” goda Joohyuk

“Aisshhh tentu saja tidak, itu bukan ciuman pertamaku. Jangan asal bicara kau hyung” dusta Jungkook menyangkal ucapan Joohyuk

Seakan tak puas Joohyuk berdiri menghampiri Jungkook “Ya, katakan padaku siapa gadis beruntung itu?”

“Beruntung apa maksudmu, sudah kukatakan itu bukan pertama kalinya untukku” protes Jungkook, namun Joohyuk tersenyum dan menggelitik pinggang Jungkook “Ya, hyung hentikan hahaha babo”

“Katakan padaku bocah, baru aku lepaskan” Joohyuk masih menggelitik pinggang Jungkook, kedua orang ini jika dirumah kerap bersikap demikian terlebih tawaan keluar dari mereka tampak lepas.

Melihat momen ini Jisoo hanya tersenyum. Begitu juga dengan Jieun yang tak henti tersenyum menyaksikannya, ia tak percaya Joohyuk dapat tertawa lepas jika bersama Jungkook dan untuk pertama kalinya ia melihat tawa lepas Joohyuk.

Taehyung, entah apa yang ada dipikirannya “Kenapa ciuman pertamanya darimu juga” gumamnya pelan

“Ne?” Jieun mengerutkan keningnya dengan ucapan Taehyung.

“Ahhh, aku mau kekantin membeli minuman segar” ujar Taehyung mengalihkan pembicaraan dan berlalu begitu saja.

Jieun hanya menatap punggung Taehyung yang kian menjauh, ia tak paham dengan maksud ucapan Taehyung.

****

Cuaca pagi ini sangat cerah, secerah hati Jieun dimana selama menuju kampus senyuman terus mengembang dari bibirnya. Membuat Taehyung yang menyaksikan sikap Jieun mengelengkan kepalanya “Gigimu akan kering jika tersenyum terus” ledek Taehyung seakan memudarkan suasana pagi.

“Sial, tidak ada kata-kata bagus untuk menyambut pagi yang cerah”

“Ani, aku rasa kata-kata tadi cocok untukmu”

Jieun mengerucutkan bibirnya, namun sukses membuat Taehyung tersenyum “Bunga sakuranya sudah bermekaran” sadar Jieun menatap bunga sakura yang kian bermekaran.

Begitu juga dengan Taehyung, ia menatap bunga sakura sesaat dan menatap Jieun yang tersenyum ceria. ‘Bermekaran tampak sepertimu sekarang Jieun-ah, aku senang melihat senyummu. Meski disisi lain…..’ batin Taehyung tampak tak mampu berkata-kata lagi.

Disaat bersamaan Jieun menatap kearah depannya dimana Jungkook bersama kedua temannya berjalan diantara bunga sakura “Eoh, Jungkook-ah” seru Jieun langsung menghampiri Jungkook menghalangi langkah pria ini.

“Waeyo?”

“Kotak bekalku, belum kau kembalikan” tagih Jieun

Jungkook tersenyum simpul “Aisshh yeoja ini masih saja mengingatnya, lain kali jangan gunakan kotak berwarna pink bermotif seperti ini” protes Jungkook memberikan kotak bekal itu pada Jieun.

Yugyeom dan Jimin bertukar tatap dengan pemandangan ini, sedang Taehyung hanya menunggu Jieun sampai selesai berbicara dengan Jungkook.

“Arasseo, aku senang kau sudah membuat Joohyuk sunbae tertawa lepas. Hal yang belum pernah kulihat”

“Aisshh, apa namja itu begitu pendiam dikampus?” tak percaya Jungkook.

“Ehmm, berkat kau. Aku dapat melihat sosoknya yang lain dan kau terlihat menggemaskan ketika tertawa Jungkook-ah” sambil berjinjit Jieun mengacak lembut rambut Jungkook dan tersenyum penuh ketulusan.

Mendapati hal ini Jungkook hanya tertegun, mengacak lembut rambutnya merupakan kebiasaan Joohyuk padanya. Entah perasaan apa ini, sentuhan lembut tangan Jieun dikepalanya seakan menghangatkan hatinya.

“Gomawo Jungkook-ah” ucap Jieun membuat Jungkook sadar akan lamunannya menatap Jieun.

“Ingat semua tak gratis”

“Arasseo…” hanya kata itu yang keluar hingga sepucuk bunga sakura jatuh diatas kepala Jungkook “Eoh, chankaman..” Jieun berjinjit hingga jarak keduanya sangat dekat, ia pun meraih bunga sakura dikepala Jungkook.

Lagi-lagi Jungkook hanya menatap Jieun “Lihat bunga sakura yang jatuh dikepalamu tampak indah” Jieun menunjukkan bunga sakura itu pada Jungkook.

Namun Jungkook menggenggam tangan Jieun, ia menatap bola mata Jieun. Entah perasaan apa ini tanpa sadar hatinya tergerak, Jungkook mendekatkan wajahnya tepat dihadapan Jieun membuatnya memejamkan mata. Melihat reaksi Jieun, Jungkook tersenyum simpul dan melepaskan genggamannya.

 “Kau berharap aku menciummu?” goda Jungkook

Spontan Jieun membuka matanya “Aisshhh, jangan berbicara sembarangan”

“Jika tidak kenapa kau memejamkan matamu?” ledek Jungkook

“Aisshhhh sudah kukatakan tidak” protes Jieun ingin memukul Jungkook, namun ia menghindar dan menjulurkan lidahnya.

Jimin dan Yugyeom tersenyum mendapati pemandangan ini, cukup langka bagi mereka melihat Jungkook kekanakan terhadap gadis. Bahkan mereka belum melihat hal seperti ini pada Jungkook.

Sedang Taehyung hanya diam saja entah apa yang ada dipikirannya, namun ia justru menatap kearah seberang dimana seseorang tengah menatap lurus kearah Jieun dan Jungkook .

“Joohyuk hyung” gumam Taehyung

****

-TBC-

Preview Chapter 4

I miss you

“Joohyuk-ah, uljimayo”

“Hyung.. igo…”

“Jungkook-ah….”

***

“Hyung, apa kau melupakan makan malam?”

“Hyung……”

***

“Setidaknya luangkan waktu untukku”

“Eomma, appa sudah pulang?”

“Ne, Jieun-ah lain kali saja makan malamnya. Eomma dan appa pergi dulu”

***

“Sudah jam 10”

Aku segera kesana

“Mau kemana kau?”

“Keundae appa….”

###

“Obat penenang”

“Joha…”

“Menangislah jika membuatmu tenang”

****

“Aisshh mau apa bocah itu”

“Jungkook-ah, benar kau menerimaku?”

“Eoh, Jieun nuna”

“Heii, aku tak menganggap mereka mainan. Hanya kau yang kuanggap mainan”

****

“Oraenmaneya eomma, appa”

“Gomawo uri dongsaeng, kau selalu ada untukku”

“Kau merasa sedih melihat Joohyuk hyung sedih?”

‘Aku menyukai aroma ini’

*****

Seperti apakah kelanjutannya, tunggu chapter 4 yaaa

Di facebook saya buat Vote couple, bagi yang mau vote diblog ini ayooo. Karena kegalauan saya membuat vote ini, galau sama ketiga couple ini /apa coba/

Vote di facebook sudah saya tampung dan sepertinya suara terbanyak berpihak pada Taehyung. Wahh saya makin galau hahaha

 

JOOHYUK X IU

JUNGKOOK X IU

TAEHYUNG X IU

 

Terima kasih buat semua yang sudah membaca dan komen, dengan komen kalian saya bisa semangat hehe

look-at-me-hyuku1

12 thoughts on “Look at me [Chapter 3]

    • any

      boleh kok any vote aja🙂
      makasih ya
      banyak yang vote Taehyung, karena memang dia lebih banyak berkorban hihi

      Joohyuk memang sulit ditebak, seperti apakah sebenarnya perasaan Joohyuk
      tunggu chapter 4 ya any🙂🙂

  1. pertemuan pertama joohyuk-jieun, akhirnya tau juga kenapa jieun suka joohyuk. si jungkook ini emang seenak jidat aja. taehyung nyeri, sakit gmn gitu. yaudah ama taehyung aja author-nim. kan pas tuh judulnya look at me, biar jieun bisa liat taehyung. etapi aku pengen joohyuk-jieun😀 mash misterius ini si joohyuknya

    • haii ayu
      iya pertemuan pertama Joohyuk-Jieun karena lollipop candy dan dia suka Joohyuk semenjak diberi lollipop candy.
      untuk Joohyuk dan Jieun memang mereka masih misterius, tunggu kelanjutannya yaa🙂
      makasih ayu🙂🙂

  2. tetap pada vote yang awal. aku tetap milih sama “TAEHYUNG” gak tau kenapa hatiku malah yg sakit liat taehyung, tapi aku jga suka jungkook ama jieun. sweet bgt malahan. dan joohyuk sgt misterius bgiku.

    • Hallo reyna

      Wah kamu tetap pada vote awal, memang dari sisi Taehyung menyakitkan.

      Jungkook Jieun mereka sweet he he dan Joohyuk seperti apakah sebenarnya? Hehe

      Tunggu chapter 4 yaaa.. Makasih reyna :):)

  3. taehyuuuung authorniiiiiiiiiim
    kasian melihat dia.cintanya bertepuk sebelah tangan dan jieun juga tidak peka peka.he
    tpi aku suka couple joohyuk-jieun.hee binguuuuung..udah lah jieun sendiri aja bisr adiiiil wkkkk

  4. Ciee jungkook mulai ada rasa ni ma jieun…taehyung kshan masa perasaannya d anggp lelucon..dan joohyuk ap slma ini jg dy ngawasin jieun,ahh penasaran next capt ya thor:-)

    • Ayoo apakah Jungkook mulai ada rasa pada Jieun?
      Tebak-tebak apa Joohyuk selama Selena ini ngawasin Jieun.

      Tunggu chapter 4 yaaaa :):):)

      Makasih yaaa nova udah mau baca dan komen ffnya..

  5. Aku mau komen yg kedua kali’a 😁😁😁

    Vote boleh ya ?
    JoohyukXiu soal’a klo mereka jadian pasti penuh misteri,krn gk ada interaksi antara mereka sebelumnya…

    Chapter 4 udh ada kan… Jadi mau baca dulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s