Mystic Messenger Day 5

mystic-messenger-versi1

Author : Summer

Tittle : Mystic Messenger Day 5

Genre : Romance, AU, Fluff, Drama

Length : Chaptered

Summary : “Annyeonghaeyo” | “?”| “Bisa kau membantuku?”| “Nuguseyo?”.  Pesan misterius yang berasal dari sebuah aplikasi, padahal ia tak mengunggahnya. Mungkinkah Hacker yang melakukan hal tersebut?

Cast :

  • Park Haejin as Han Jumin
  • Lee Jongsuk as ZEN
  • IU as Rika as Jieun
  • Song Jaerim as V
  • Yook Sungjae as Seven/707/ Luciel Choi
  • Lee Hyunwoo as Yoosung Kim
  • Lee Hyeri as Kang Jaehee
  • Yoo Seung Ho as Hacker as Saeran

[Spoiler] Mystic Messenger | Mystic Messenger Day 1 [Who Are You?] |Mystic Messenger Day 2 | Mystic Messenger Day 3 | Mystic Messenger Day 4

Fanfic Trailer Mystic Messengers

Mystic Messenger Day 5

Tanpa alasan yang pasti, Jumin menghampiri Jieun lalu memojokkannya pada ruang ganti pada toko tersebut. Sambil memegang baju yang hendak ia coba, Jieun membulatkan matanya. Mata bertemu mata. Tatapan mata Jumin tidak lepas menatap dalam mata Jieun. Jumin mengangkat tangan kanannya dan menyandarkannya pada cermin ruang ganti. Tubuh mereka pun hampir menempel satu sama lain.

“Neon. Nuguya ?”

Tak mendapat jawaban Jieun hanya menatap Jumin keheranan sambil mengerutkan keningnya.

“Isangnim, bagaimana kalau dress yang ini ?” Tanya sang pramuniaga yang tidak melihat apa yang sedang dilakukan Jumin pada Jieun “ahhh, jeoisonghamnida isangnim…” Pramuniaga tersebut membalikkan tubuhnya dengan sedikit wajah cemas. Terlihat dari jauh teman-teman pramuniaganya juga sedikit khawatir kalau Jumin akan marah.

Sadar akan kehadiran karyawannya, Jumin pun menjauhkan diri dari Jieun.

“Berikan padanya.” Hanya itu kalimat yang terucap dari mulut Jumin dan meninggalkan Jieun. Tak perlu memakan waktu lama, Jieun pun keluar dari ruang ganti dimana ia sudah mengenakan dress cantik selutut berwarna biru muda, lengkap dengan detail pita yang tersemat pada pinggangnya.

“Ini sama sekali bukan gaya ku.” Gumam Jieun sambil berkaca dan memutar balik tubuhnya.

“Waahh dress ini sangat cocok untuk mu nona.” Ucap pramuniaga yang sebelumnya melihat mereka dalam ruang ganti.

“Ne ? Begitu kah ?” Tanya Jieun tak percaya diri.

Jieun pun mencoba menanyakan pendapat dari Jumin, yang dari tadi hanya duduk memandang kearah luar toko dengan tatapannya yang kosong.

“Han Jumin ssi?” Panggil Jieun, namun tetap tidak si gubris olehnya

“Jumin ah. Han Jumiiin ?” Kembali Jieun memanggil Jumin.

#flashback#

 

“Jumin ah. Han Jumin ?” Panggil seorang gadis pada Jumin.

 

“Eoh. Rika. Mian. Ada apa ?” Jawab Jumin pada gadis yang memanggilnya tersebut dan ternyata ia adalah Rika

 

“Mwohae ?” Tanya Rika yang melihat Jumin sedang menulis di sebuah buku agenda.

 

“Ahh igo, geunyang. Hmmm” jawab Jumin ragu.

 

“Ahh wae ? Kau mencoba menyembunyikan sesuatu dari ku ya ? Berikan pada ku. Aku ingin lihat.”

 

“Andhwae. Haha kau tidak bisa dan tidak boleh melihatnya.”

 

“Berikaaaan. Jumin ahh yaaa berikan aku mau lihat.”

 

#flashback end#

“YAK !” Seru Jieun dihadapan Jumin

“Eoh, Jieun ssi.” Jawab Jumin dangan pancaran mata yang sedikit berbinar

“Eotthae ?” Tanya Jieun sambil memamerkan dress barunya tersebut

 

Dengan lekat Jumin memperhatikan Jieun, ia memperhatikannya dari atas sampai bawah lalu ke atas lagi.

“Joha.” Ucap Jumin. “Kau bisa membawa dress ini pulang.” Lanjutnya sambil maih terus menatap Jieun

“Jinjja ? Ahhh gomawoyo Han Isangnim.”

#flashback#

 

“Jumin ah, igo eotthae ?” Tanya seorang gadis pada Jumin sambil menunjukkan sebuah bando cantik di kepalanya.

 

“Joha. Kau bisa membawanya pulang Rika ya. Akan ku belikan untukmu.” Jawab Jumin sambil tersenyum.

 

“Jinjja ? Ahhh gomawoyo Han Isangnim.” Jawab Rika sambil tersenyum riang.

 

#flashback end#

 

“Rika ya, kau duluan saja ke mobil tunggu aku disana.” Ucap Jumin pada Jieun dan berlalu ke arah kasir

“Eohh, Rika ?” Jieun nampak bingung dan menghampiri Jumin. “Ya. Nan, Lee Jieun ya Lee Jieun.” Setelah itupun ia keluar menuju mobil Jumin dan masuk kedalamnya.

Tak ada kata yang terucap dari mulut Jumin, namun tatapannya seolah berkata. “Tapi bagi ku kau adalah Rika.”

Jumin pun segera menyusul Jieun ke mobil, para pramuniaga yang heran melihat tingkah laku Jumin tidak seperti biasanya mulai bergosip.

“Yaa, Seol ah, kau lihat tadi ?”

“Ne, aku melihatnya! Ommooo mengapa adegan mereka seperti dalam drama kkk ?” Jawab Seol terkekeh

“Keundae Seol ah,” tanya Min

“Wae ?” Jawab Seol

“Apa kau tidak mendengar gosip, kalau Han Isangnim seorang gay ?” Tanya Min

“Seolma ??” Jawab Seol seakan tidak percaya dengan ucapan temannya tersebut.

###

Tidak banyak bicara, Jumin pun terus fokus menyetir, tidak dengan Jieun yang tampak gelisah melihat Jumin hanya terdiam sejak pergi dari toko baju. Sambil menengok ke kursi belakang, Jieun pun bertanya “Han Jumin ssi, itu semua untuk ku ?”

“Eoh.” Jawab Jumin singkat

“Kau akan mengantar ku pulang kan ?”  Tanya Jieun lagi

“Aniyo.”

“Tapi kauu ??” Jieun kembali bertanya seolah tak percaya dengan ucapan Jumin “yaaa. Kau juga mau membohongi ku ya ?” Ucap Jieun kesal

“Aniyo.” Jawab Jumin dan dia diam sejenak, “pertama aku akan mengajak mu makan malam. Ini sudah sore, kau juga sudah membuat ku harus meninggalkan semua pekerjaan ku, maka dari itu kau harus bertanggung jawab, kedua aku tidak tau rumah mu. Karena saat ini kondisi apartemen Rika sedang tidak aman lebih baik kau tinggal bersama ku, sementara kau tinggal di pent house ku, kau bisa mengumpulkan tamu untuk acara dan assistant Kang bisa mencari tau dimana rumah mu. Ketiga, pesta selesai kau baru ku lepaskan.” Lanjut Jumin panjang lebar.

“Andhwae !! Aniyooo. Shireoooo. Turunkan akuuuu. Yaa jebaaal aku hanya ingin pulaaaang !!” Jieun tampak berontak berusaha melarikan diri dari mobil Jumin.

“Jieun ah.” Ucap Jumin sambil memegang tangan kanan Jieun dan seketika meminggirkan mobilnya. “Jieun ah tatap mata ku. Percayalah pada ku untuk kali ini saja. Aku tidak mau melakukan kesalahan lagi. Aku ingin melindungi mu setidaknya itu yang hanya bisa aku lakukan. Aku tidak mau kehilangan seseorang lagi karena aku terlalu mempercayainya. Bukan aku tak percaya pada mu, keundae.. saat itu aku tidak terlalu kuat, hingga aku tidak bisa mencegahnya dan aku..” penjelasan Jumin terpotong

“Han Jumin ssi. Aku tidak mengerti ucapan mu.”

“Mianhae Jieun ssi, aku terlalu terlarut dalam perasaan ku.” Ucap Jumin melepaskan genggamannya pada Jieun. Ia pun masih menatap kosong jalan yang ada di hadapannya.

“Gaeurae, aku akan tinggal bersama mu sementara waktu.” Jawab Jieun pasrah seolah ia sudah lelah akan perdebatannya dengan Jumin.

“Benarkah ?” Tanya Jumin meyakinkan

“Eooohhh.” Jawab Jieun malas sambil menghelakan nafas dengan berat.

Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju pent house tempat Jumin tinggal, sesampainya disana semua pelayan telah berdiri dan dengan sigap siap melayani Jumin dan Jieun.

“Koki ku akan memasakkan apapun yang kau mau. Kau tinggal sebutkan saja.” Ucap Jumin sambil mendudukkan Jieun pada kursi meja makan

“Hmm, bulgogi ? Aku mau bulgogi, ramyun pedas lengkap dengan kimchi.” Ucap Jieun dengan semangat.

“Ne ?” Tanya Jumin keheranan

“Wae ? Apa ada yang salah ? Kau bilang koki mu akan masak apapun yang aku mau kan ?” Jawab Jieun

“Aniyo, keundae ku pikir kau akan meminta dimasakkan masakan western,” Jelas Jumin sambil tersenyum

“Ommoo, yaaaa Han Isangnim. Kau tersenyum. Sepanjang perjalanan kau sama sekali tidak tersenyum.” Ledek Jieun

“Benar kah ? Aku tersenyum ?” Tanya Jumin tak pecaya dan menatap Jieun yang di balas anggukan kepala oleh Jieun.

Sambil menunggu masakan siap di hidangkan, Jumin banyak menjelaskan bagaimana cara mengumpulkan para tamu untuk pesta nanti, Jumin pun banyak memberikan referensi tamu pada Jieun. Pada awalnya Jieun memang terlihat tidak antusias dengan organisasi ini. Namun, dengan gaya khas Jumin dalam memimpin perusahaannya Jieun pun mulai tumbuh rasa semangat untuk mencari para tamu.

“Ohh, jadi aku harus pintar ‘merayu’ mereka ya ?” Tanya Jieun

“Ne, seperti seorang sales. Kau harus pintar mencari tau apa yang menjadi kesukaan para tamu. Sebagian besar tamu datang karena ingin melihat Zen dari dekat. Jika memang itu alasan mereka, kau harus yakin kan mereka kalau Zen akan datang dan menjamu mereka.” Jelas Jumin.

“Ohh lalu, apakah banyak juga tamu yang datang karena mu ?”

“Tentu. Kebanyakan dari mereka ingin mengajak ku berkerja sama dalam hal bisnis. Meskipun tidak ada hubungannya dengan perusahaan ku, aku tetap harus menghargai mereka seperti kolega.” Jelas Jumin kembali

“Yaa, Han Jumin ssi. Kau sangat mengagumkan.” Puji Jieun sambil mengadahkan tangannya pada dagu dan menatap Jumin lalu tersenyum.

“Jaega ?” Tanya Jumin sedikit gugup dan terlihat agak salah tingkah. “Ohh, makanan mu sudah datang.” Ucap Jumin mengalihkan pembicaraan.

Para pelayan menata makanan dengan rapi, meskipun Jieun meminta masakan khas Korea, tetapi tetap saja di buat semenarik mungkin dan terlihat sangat istimewa.

“whoaaa sudah lama sekali aku ingin mencoba bagaimana rasanya. Seumur hidup ku di UK aku sama sekali belum mencicipi makanan Korea.” Ucap Jieun yang nampak nafsu dengan makanan di hadapannya

“Jeongmalyo ?” Tanya Jumin kaget

“Eung. Apa kau setiap hari memakan masakan seperti ini ?” Tanya Jieun kembali. Sambil mau menyuap ramyun kemulutnya.

“Sejujurnya. Belum. Aku pun belum pernah makan ini sebelumnya. Aku jarang dirumah. Aku lebih sering menghabiskan waktu ku di luar dan makan di luar.” Jawab Jumin sambil meneguk segelas wine favoritnya.

“Ohh begitu.. aaahhh aaaauuu atteuugoo.” Tanpa sadar ramyun yang masih panas di lahapnya begitu saja, alhasil lidah dan bibir Jieun pun seperti terbakar kepanasan.

“Yaa, kau tidak apa-apa ? Pelayan tolong cepat ambil kan es batu dan bawa kipas.” Perintah Jumin panik.

“Ahhh gwenchanaa. Kau ini berlebihan sekali.”

“Kau membuat ku khawatir.” Ucap Jumin sambil berdiri dan mengambil mangkuk ramyun milik Jieun.

“Yaaa! Mau kau apakan ? Aku kan belum selesai makan bahkan aku belum memakannya.” Protes Jieun

“Sudah kau diam saja duduk disitu.” Perintah Jumin dan tidak lama kemudian pelayan pun memberikan segelas air dingin dan kipas untuk Jieun.

Sambil menunggu, dengan heran Jieun memperhatikan Jumin yang meniup-niup ramyun miliknya. Tidak perlu menunggu lama Jumin pun menggeser kursinya kesebelah Jieun.

“Igo mogo,” ucap Jumin yang terlihat akan menyuapi Jieun

“Huh ???” Jieun mengerutkan dahinya.

“buka mulut mu jika tidak aku yang akan memakannya.” Tantang Jumin membuka mulutnya seolah akan memakan ramyun tersebut.

“Aaaaaaa.” Jieun membuka mulutnya lebar-lebar seolah meminta disuapi Jumin.

“Aigo kwoyeowo.” Celetuk Jumin sambil tertawa kecil, berbeda dengan Jieun yang tampak malu diperlakukan seperti itu terlebih para pelayan memperhatikannya dan tersenyum melihat mereka berdua.

Ponsel Jumin berdering, terlihat pada layar panggilan masuk dari Assistant Kang,

“ohh, chamkanmanyo.” Ucap Jumin pada Jieun sambil meletakkan mangkuk ramyun dimeja “ne, Assistant Kang, musen iriseo ?” Tanya Jumin

“ HAN ISANGNIM, DANGSIN EODDISIMNIKA ?”

Terdengar dengan sangat jelas sebuah teriakan dari ponsel Jumin, hingga Jumin pun harus menjauhkan ponselnya dari telinga.

“Waeyo ? Aku di pent house ku.”

“Aiigooo mengapa kau begitu santai menjawab pertanyaan ku ? Lihat berapa meeting yang kau cancel hari ini ?”

 

“Oh itu, kau bisa mengaturnya kembali kan ?” Jawab Jumin tanpa perasaan, kembali seperti Jumin yang biasanya.

“Aigooo. Kau tidak bisa berkutik lagi Han Isangnim. Aku sudah di dalam lift menuju pent house mu.”

 

“Begitu kah ? Kalau begitu matikan saja teleponnya.”

Tuuuut tuuuut tuuuut

Secara sepihak Jumin pun mematikan sambungan telepon dengan Kang Jaehee, tidak lama kemudian.

Ting Tong..

Suara bell dari lift berbunyi..

Saat pintu lift terbuka..

“Ahh waegaeraeyo Han Isangnim, bisa tidak kalau kau mengerti sedikiiit saja—“ belum selesai Jaehee berbicara Jumin sudah memotongnya.

“Assistant Kang, pelankan nada bicara mu. Aku sedang ada tamu.” Ucap Jumin sambil menutup bibirnya sendiri dengan jari.

“Tamu ? Nugu..simnika ?” Jaehee pun masih belum sadar dengan kehadiran Jieun di pent house Jumin, “annyeonghaseyo” sapa Jieun pada Jaehee yang membuyarkan semua pikirannya.

“Hhaaaahh” Jaehee terhenyak, dengan sangat terkejut ia menutup mulutnya dengan kedua tangan sehingga ia menjatuhkan semua dokumen yang ia pegang sejak tadi.

###

Di Studio

 

Zen nampak benar-benar menghabiskan harinya untuk berlatih vokal. Hingga senja datang, ia masih saja berlatih.

“Yaa yaa Zen ssi, geumanhae. Kau bisa menyakiti tenggorokan mu kalau kau seperti ini terus. Beristirahatlah. Lagi pula aku lapar.” Ucap sang pelatih vokal

“Ne hyung. Aheemm heemm.” Ucap Zen dengan suaranya yang mulai serak.

“Eheeyy, lihat suara mu jadi seperti ini kan ? Tunggu disini akan ku ambilkan air hangat.” Sang pelatih pergi menuju pantry

“Hhhh, Han Jumiiinn.” Ucapnya kesal sambil “ahh, benar. Kemana pria itu membawa Jieun ? Apakah Jieun sudah aman sekarang ? Ahhh aku sangat khawatir padanya.”

Zen has entered the chatroom—

 

Zen

Jieun ahh

Jieuunn

Apa kau disana ?

 

Yoosung⭐ has entered the chatroom—

 

Yoosung

Hyuuung

Ada apa kau mencari Jieun nuna

 

Zen

Kau tidak tau ? Siang tadi Jieun menghilang dari apartemen Rika, saat aku menemukannya, Jumin hyung membawanya dia pergi. Dan kini aku sangat khawatir!

 

Yoosung

😱😱😱😱

Eotheokhae??

Jumin hyung, apa Jieun nuna sedang bersama mu ?

 

707 has entered the chatroom—

 

707

Beepboooob beeebooooob

Seven yang datang untuk menyelamatkan Jieun nuna, keundae..

Neoo

NEOOO

Neoooo

Zen hyung

Kau membawanya lagi dari ku !

😤😤

😡

💩

 

Zen

Yaaak ! Apa apaan kau dengan emoji seperti itu !! Kau ini benar-benar

 

Jieun has entered the chatroom—

 

Jieun

Yedeul ah

Geumanhae

Aku baik baik saja

 

Zen

JIEUUUNNN !!!

KAU DIMANA ??

AKU MENGKHAWATIRKAN MUUU !!

 

707

Nunaaaaaa

Apa kau sudah sampai di pent house Jumin hyung ?

 

Zen

😳

Pent house

Jumin hyung ?

 

Yoosung

Waegeurae ? Waegeurae ?

Apa yang aku tidak tahu ?

😭😭😭

 

Jieun

Ne Seven ssi, aku sudah di pent house Jumin sekarang.

Untuk menghawatirkan aku, kamshahamnida.

Zen

Jieun ah, dimana kau tidur ?

Beritahukan aku segera jika ia macam-macam dengan mu. Ok ?

Telepon aku. Jangan ragu ! Atau aku perlu menjemput mu ?

 

Han Jumin has entered the chatroom—

 

Han Jumin

Annyeong !

Kau tidak perlu menjemputnya, dan ia kini sedang bersama ku di kamar.

 

Zen

😳

Mworago ?

 

Yoosung

Annyeong ?

Heol tak biasanya ia menyapa dengan seperti itu. Ada yang salah dengan mu ?

 

Zen

Yoosung !

Itu tidak penting sekarang.

Yang paling penting

Jieun !!

Pulangkan Jieun !!

 

Han Jumin

Tenangkan lah dirimu Zen.

 

Zen

Bagaimana aku bisa tenang jika seorang wanita dewasa berada di kamar pria dewasa dan pria itu adalah KAU HAN JUMIN !!

 

707

Memang apanya yang salah ?

Mereka kan bukan sepasang kekasih apa yang harus kau khawatirkan ?

Lagi pula Jieun nuna aigoooooo ia galaaaak sekali. Jika ia memelototi mu seolah ia mau memakan mu !

Hahahahha

 

Yoosung

Seven hyung, kau pernah bertemu Jieun nuna ? Dimana ? Kapan ? Mengapa kau tidak cerita pada ku ? Mengapa kau tidak mengajak ku ?

 

707

karenaa

Karenaa

Karenaaa akuuuu

Hahahhahaha

 

Yoosung

Yaaaaa !!!

 

Han Jumin

Kalian berisik sekali, kalian bisa saja mengganggu Jieun yang akan tidur

 

Jieun

Ahh, aniyo. Aku belum mau tidur. Aku hanya memperhatikan percakapan kalian saja.

Zen, kau tidak perlu khawatir. Aku bisa menjaga diri ku dan Jumin tidak akan melakukan sesuatu pada ku.

Percayakan pada ku.

 

Zen

Aku percaya pada mu tapi TIDAK PADANYA !!

 

Kang Jaehee has entered the chatroom—

 

Kang Jaehee

Ehem

Selamat malam semua

 

Yoosung

Jaehee nunaaaaa

Nunaaa nunaaa

Apa kau juga pernah bertemu Jieun nuna ?

 

Kang Jaehee

Uhm,

Bagaimana aku menjelaskannya

 

Yoosung

Ahhh ppaalliii ceritakan pada ku.

 

Kang Jaehee

Aku pun tak menyangka akan bertemu dengan Jieun ssi secepat ini. Kupikir kita akan bertemu pada saat pesta nanti. Keundae, Yoosung ah.

 

Yoosung

Nee nee ??

 

Kang Jaehee

Aku tidak tau, apakah kau harus bertemu dengan Jieun atau tidak.

Maafkan aku, aku harus menyelesaikan pekerjaan ku.

Jieun ssi, tolong jaga diri mu dan aku menitipkan Han Isangnim pada mu.

Keureom.

 

Kang Jaehee has leave the chatroom—

 

Yoosung

Aku tidak mengerti maksudnyaaaaaa 😭😭😭

 

Jieun

Nado, aku pun tak paham mengapa Jaehee ssi menitipkan Jumin pada ku.

 

Han Jumin

Jieun ssi, sebaiknya kau tidur.

Matikan ponsel mu, ahh masih aneh rasanya memandang mu di tempat tidur ku saat ini. Seorang gadis berada di tempat tidur ku.

 

707

Heool

Kalian tidur bersama ?

 

Jieun

ANIYA !!

Jangan dengarkan Jumin !!

 

Han Jumin

Jieun ah, aku akan menghampiri mu. Matikan ponsel mu atau aku akan merebutnya.

 

Han Jumin has leave the chatroom—

 

Jieun

Yedeul ah.

Nan kanta..

Jaljaaa~~~

 

Jieun has leave the chatroom—

 

Yoosung

Mereka ?

Apa Jieun nuna akan baik baik saja.

Aku merasa

Jumin hyung tidak seperti biasanya.

Ia terdengar seperti.

SEORANG PLAY BOY YANG AKAN MEMANGSA KORBANNYA !!!!

Eotheokhae eotheokhae!! Zen hyuuung yaaa hyuuuung kau kemana ???

 

Zen

Mian mian Yoosung ah, aku habis dari toilet.

MWOOOI ???!!!!! Mereka tidur bersamaa ??

 

707

Mwoi ??

Typo detected

 

Zen

Ahhh!! Tidak bisa ku biarkan. Jumin hyuung !! Yaaa Han Jumin kembali kau !! Ahh aku akan menyusulnya !!

 

707

Zen hyung..

 

Zen

Eohh?? Wae ??

 

707

Kau ingin menyusulnya sekarang ??

 

Zen

Tentuu !! Aku harus menjemput Jieun

 

707

Tapi fans mu. Sudah berkumpul di depan studio tempat mu latihan.

 

Zen

Eohh ?? Eotheokhae arro ??

 

707

Hacking ..

God 707 !!

Beraksii !!

Aku menghack cctv studio mu berlatih dan kiniii. Aku bisa melihat mu. Yaa Hyung kau sungguh berkeringat. Dan whoaaaa tubuh mu sangat keren !! Cepat lah pakai baju mu hyung ! Hahahha

 

Zen

Seolmaaa !!!

Yaaaa !!!

Stalker !!!

Sesaeng !!!

Neoooo..

LUCIEL !!!

BERHENTI MEMATA-MATAI KUUUU !!!

 

Zen has leave the chatroom—

 

Yoosung

Hyuuuung daebaaak !!

Kau sungguh-sungguh meng-hack cctv studio latihan Zen hyung ?

 

707

Aniya. Tentu saja tidak

 

Yoosung

Lalu bagaimana kau bisa ??

 

707

Hey apa kau lupa kalau aku seorang agen rahasia ? Hahahahha

 

707 has leave the chatroom—

 

Yoosung

😒😑

ahhhhh organisasi ini membuat ku frustasi!!!

Lebih baik aku bermain LOLOL

 

Yoosung⭐ has leave the chatroom—

 

###

 

Di pent house

“Jieun ssi. Apa kau tidak bisa tidur ? Mengapa kau masih terjaga ?” Tanya Jumin yang sedang duduk di beranda kamar sambil meminum wine

“Bagaimana aku bisa tidur kalau ada pria menatap ku seperti itu.” Jawab Jieun sambil menarik selimutnya kuat-kuat.

“Ahh, mianheyo.” Jawab Jumin sambil tersenyum lalu bangkit dari kursinya. Perlahan tapi pasti Jumin pun menghampiri Jieun, dengan mengenakan piyama model kimono tersebut Jumin melepaskan tali pengikat piyamanya.

“yaa yaa, mau apa kau. Mengapa kau mendekat ?!” Tanya Jieun ketakutan

Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Jumin, ia terus saja memandang Jieun dan semakin mendekat. Kini dada Jumin sedikit terlihat oleh Jieun.

“Yaaaak !! Baju muu !!” Ucapnya sambil menutup matanya.

Dengan matanya yang tertutup Jieun tak sadar bahwa kini wajah Jumin sudah tepat di atasnya wajahnya, kedua tangannya berada di samping kanan dan kiri tubuh Jieun menopang tubuhnya, Jumin pun mengangkat kaki kirinya ketepi tempat tidur dan melewati kaki kaki Jieun yang terpaku terdiam. Kini tubuhnya sudah hampir berada tepat diatas tubuh Jieun.

“Mengapa kau menutup mata mu ?” Tanya Jumin sambil menatap tajam mata Jieun.

***

Tbc

6 thoughts on “Mystic Messenger Day 5

  1. wuahhh.. paling suka klu liat mereka pada gabung di chat room. lucu2 gmna gtu.. yakk Han jumin yg cool kenapa jdi otak yadong gtu.haha. di tunggu thor kelanjutan’a. adegan romance’a jga ya.hehe

    • Hey Reyna, Summer disini.😀
      iyaa, di game nya sendiri pun mereka rame banget kalo udah kumpul di chat😛
      haha hayooo apa yang bakal di lakuin Jumin ke Jieun ??
      gomawo yaa Reyna untuk komennya ^^

    • Hallo Ayu, author Summer disini. Haha iyaaa Zen histeris bgt panik campur khawatir itu dia jadi aja begitu.
      Cobaaa tebak Jumin mau ngapain kira2 ?? 😁😁
      Iyaaa masih membingungkan yaa antara Jieun sama Rika..

      Terima kasih banyak Ayu sudah mau baca dan komen, jangan bosen untuk chapter selanjutnya yaa. Semangat untuk kamu!

      Readers are vitamin for me^^

    • Hallo Ruki, author Summer disini. Hehehe terima kasih banyak yaa Ruki sudah membaca dan meninggalkan komen. Semoga suka dan di tunggu untuk chapter berikutnya yaa..

      Readers are vitamin for me ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s