Brother & Sister [Chapter 16 END]

 Brother and sister

Author : Kim Raemi

Tittle : Brother & Sister [Chapter 16 END]

Genre : Family, Fluff

Length : Chapter

Rating : T

Ini hanya fiktif belaka

Cast :

  • Lee Jieun (IU)
  • Mark Tuan
  • Jeon Jungkook
  • Kang Yoora

 

 Brother & Sister [Chapter 1] | Brother & Sister [Chapter 2]|Brother & Sister [Chapter 3] |Brother & Sister [Chapter 4]|Brother & Sister [Chapter 5]Brother & Sister [Chapter 6] | Brother & Sister [Chapter 7]Brother & Sister [Chapter 8] | Brother & Sister [Chapter 9] | Brother & Sister [Chapter 10] | Brother & Sister [Chapter 11] | Brother & Sister [Chapter 12]Brother & Sister [Chapter 13] | Brother & Sister [Chapter 14]Brother & Sister [Chapter 15]

Trailer Fanfic Brother & Sister

CHAPTER 16 

Sedari tadi sosok Jieun belum memasuki kelas juga, bahkan bell sekolah sebentar lagi akan berbunyi. Rasa khawatir menyeruak pada diri Mark dan Jungkook,  mereka tampak menatap Yoora.

“Omo, asap apa itu dari gudang belakang” seru Jackson yang memang duduk dekat jendela dan tanpa sengaja melihat keluar. Spontan seisi kelas menatap kearah luar kelas.

“Tenang anak-anak, aku akan mengecek. Itu seperti asap gas air mata, siapa yang menyalakan digudang. Benar-benar kurang kerjaan sekali” ujar Kangin sonsaeng keluar kelas.

Keadaan kelas justru semakin bising dengan asap dari gudang, Mark dan Jungkook semakin khawatir dengan adanya hal ini.

“Sebaiknya kau mengaku saja Yoora” ujar Hana seakan tak tahan dengan tingkah Yoora, sontak semua menatap kearah Yoora.

“Mwoo? Apa maksud ucapanmu hana? ” Yoora menatap tajam Hana memberi isyarat agar Hana diam.

“Sebenarnya gas airmata itu Yoora yang melakukannya… ” belum sempat melanjutkan.

“Diam kau hana!  Kau ingin berkhianat dariku” potong Yoora dan penuh penekanan berucap pada Hana.

“Yoora mengurung Jieun didalam gudang dengan gas air mata” tutur Sara yang mewakili Hana.

Sontak semua membulatkan mata dan menatap kearah Yoora, terutama Mark dan Jungkook tampak tersirat kegeraman pada gadis tersebut.  Namun Yoora justu menatap Sara dengan kesal.

“Sara kau! ” kesal Yoora dan ingin menampar Sara namun ditahan oleh Jungkook

“Belum puas dengan tindakanmu, temanmu sendiri mau kau tampar. Micheseo” ujar Jungkook dengan tatapan tajamnya.

Mark yang sangat geram ia menarik kerah Yoora “Tindakan bodoh apalagi yang kau lakukan pada Jieun, berikan kunci gudang itu sekarang juga” tatapan tajam begitu jelas dari diri Mark “BERIKAN! ” tekan Mark

Untuk pertama kali bagi Yoora melihat Mark semarah ini,bahkan seisi kelas pun tak ada yang berani bersua. Dengan bergetar Yoora memberikan kunci pada Mark,  tanpa pikir panjang Mark meraihnya dan berlari kearah gudang yang diikuti Jungkook dari belakamg.

Bukan hanya mereka, seisi kelas pun berlari kerarah gudang. “Apa kau tak takut sama sekali dengan keadaan Jieun? ” ujar Hana yang berlalu keluar kelas dan menarik Sara,  disisi lain keduanya tampak tersenyum puas melihat keadaan Yoora.

Sedang Yoora ia meremas kedua tangannya, perasaan takut menyelimutinya begitu saja. Hati kecilnya tak ingin melakukan itu, tapi ego nya jauh lebih besar. Dengan ragu Yoora pun menuju gudang.

“Kunci gudang disini hilang” ujar Hang seonsaengnim

“Mwo bagaimana bisa? ” pekik Kangin sonsengnim dengan beberapa guru dan petugas yang sudah ada didepan gudang.  Namun mereka dibuat kaget dengan kehadiran murid kelasnya “Kalian kenapa kesini” seru Kangin seonsaengnim

Tampak tak perduli justru Mark langsung menyelak Kangin dan membuka pintu gudang “kunci itu kan” sadar Kangin sonsaengnim,  tak ada jawaban dari Mark karena ia sangat panik begitu juga dengan dengan Jungkook.

Namun beberapa murid menceritakan kronologinya pada Kangin,  helaan napas frustasi yang diberikan Kangin ketika mendengarnya.

BRAKKKKK

Pintu terbuka begitu saja dan asap keluar membuat semua terbatuk. Lain halnya dengan Mark dan Jungkook tak perduli dengan asap hanya satu kata yang keluar dari mulut keduanya “Jieun” mereka harus menemukan Jieun secepatnya.

Dibantu oleh para guru yang memasuki gudang, tepat di dekat lemari tampak jelas Jieun yang sudah tergelatak tak berdaya “JIEUN-AH” seru Mark dan Jungkook.

Tanpa basa-basi Mark langsung membopoh Jieun keluar gudang. “Sebaiknya langsung bawa kerumah sakit,  aku akan menyiapkan mobil” kata Jungkook

Mark hanya mengangguk, ketika Mark melewati Yoora langkahnya terhenti begitu saja dan menatap Yoora tajam “Jika terjadi sesuatu pada adikku,  aku tak segan akan menuntutmu” kata Mark dengan lantang dan mengikuti arah Jungkook, mendengar hal itu Jungkook hanya tersenyum.

Lain halnya dengan teman-teman yang mendengar ucapan Mark spontan berseru “ADIK?!?”

“Kenapa kaget, Jieun dan Mark memang kakak beradik” ujar Kangin sonsaengnim dan menatap yoora ” Kau ikut aku kekantor, kenapa kau selalu membuat ulah Kang Yoora”

Tak ada ucapan dari Yoora ,ucapan Mark tadi membuatnya tak percaya. ‘Jieun dan Mark bersaudara’ pikiran Yoora justru kearah itu dan tangannya semakin gemetar ketakutan.

####

Mark dan Jungkook hanya mampu menatap Jieun yang belum juga sadarkan diri. Setelah beberapa waktu lalu dokter mengatakan Jieun tidak apa-apa, meski asap pada gas air mata yang membuatnya sesak dokter sudah memberi suntikan pada Jieun.

“Aku sudah menghubungi orangtuamu Mark,  sebentar lagi mereka akan datang” ujar Kangin sonsaengnim memang ikut kerumah sakit

“Aigo sam, kenapa kau harus menghubungi mereka disaat Jieun belum sadar” protes Mark

Pletakkk

Satu pukulan mendarat tepat dikepala Mark “Sammmm” kesalnya

“Bocah ini, disaat adiknya seperti ini masih saja bergurau. Kau takut kena Marah orangtuamu? “

“Dimarahi sudah biasa, hanya saja mereka akan mengintrogasiku dengan pertanyaan yang bertubi-tubi”

“Kau, tenang saja aku akan menjelaskan semuanya pada orangtuamu”

Mark hanya mengangguk mengerti,  namun matanya tertuju pada Jungkook yang tak luput dari Jieun. Bahkan ia terus menggenggam tangan Jieun “Namja ini sudah kukatakan jangan genggam tangan Jieun masih saja…. ” gerutu Mark, namun Kali ini ia tak bisa protes karena ia sadar Jungkook adalah pria yang disukai Jieun.

“Kenapa kau tak pernah jujur akan persaudaraanmu dengan Jieun” ujar Jungkook membuka pembicaraan mereka.

“Wae?  Kau senang kan kalau aku dan Jieun bersaudara”

“Aku lebih senang ketika kau berkata jujur didepan yang lain. “

Mark mengerutkan keningnya, namun ia sadar ucapan Jungkook tak ada rasa kaget akan persaudaraan dirinya dengan Jieun “Seolma~ jangan bilang kau?? “

“Ehmmm..  Aku sudah tahu, saat ayahmu kesekolah dan memberitahuku”

“Aisshh sudah kuduga”

“Kenapa kau harus menutupinya?  Apa kau tak suka Jieun saat itu? “

“Aku tak pernah membencinya, hanya saja saat itu aku belum bisa menerima kenyataan.” Entah kenapa ia jadi bercerita pada Jungkook, Jungkook pun tampak mengerti dengan keadaan Mark “Perlahan aku menerimanya dan selalu ingin menjaganya layak seorang kakak.. Yogiyo, bisa kau lepaskan genggaman tanganmu pada Jieun. Aku tak suka jika ada namja yang asal mengenggam tangan adikku”

Seketika keadaan serius tampak buyar dengan pernyataan Mark diakhir kalimat “Aisshhh..  Geu namja ” desis Jungkook

Disaat bersamaan Jieun sadarkan diri membuat Mark dan Jungkook tersentak, satu kalimat yang keluar dari mulut mereka “Syukurlah” merasa lega dengan sadarnya Jieun dan tersenyum,  mereka memang tak melontarkan pertanyaan karena sadar akan keadaan Jieun.

Hingga orangtua Mark datang dan benar saja pertanyaan bertubi-tubi hinggap diotak Mark.  Namun Kangin sosaengnim menjelaskan semuanya,  meski pun begitu rasa panik menyelimuti kedua orangtua.

*****

“Rubah sikapmu Yoora jika kau terus seperti ini, kau akan merusak nama baik keluarga kita” ujar ayah Yoora ketika keluar dari ruang kepala sekolah.

“Yeobo jangan memarahi Yoora” ujar ibunya

“Kau jangan memanjakannya, Sekarang ia harus di skorsing selama seminggu. Memalukan sekali” ujar ayahnya tampak kecewa pada Yoora.

Yoora hanya diam saja, ia tak tahu harus berkata apa ” Aku mau ketoilet, nanti aku menyusul” tanpa menunggu jawaban orangtuanya, sambil tertunduk Yoora berjalan menuju toilet.

Namun banyak anak mata dari kelas lain menatap kearahnya “Dia masih berani  kesekolah? “

“Jika aku jadinya, aku akan malu dan tak akan mau menampakkan diri”

“Tebal muka sekali, tak ingat apa yang dilakukan kemarin”

Gunjingan akan Yoora teringang jelas ditelinganya,  bahkan tadi dikelasnya pun banyak yang membicarakannya dan menatap sinis. Hingga didalam toilet ia menutup rapat dah terduduk disalah satu toilet wanita, airmatanya jatuh begitu saja.  “Hiks.. Hiks… “

Namun terdengar derap kaki dan tawaan memasuki toilet.

“Dia diskorsing selama seminggu, apa masuk akal? ” suara tersebut Yoora tampak mengenalnya,  ia membuka sedikit pintu toilet dan mendapati Hana dan Sara. Namun ia tak keluar membiarkan mereka bergunjing akan dirinya,  Yoora sadar itu…

“Tidak adil, seharusnya dia dikeluarkan. “

“Benar! Padahal kita sudah menyebarkan kebenaran dia anak adobsi, kupikir dia akan mengamuk disekolah dan langsung dikeluarkan. Taunya dia menuduh Jieun yang jelas-jelas membantunya waktu itu,  yeoja itu.. “Ujar Hana , ia memang melihat kejadian  dimana Yoora dipukuli saat digang.

“Kau pun sengaja memberitahu didepan umum, agar Yoora terlihat benar-benar bersalah didepan yang lain? ” ujar sara

“Ne.. Setidaknya, dia punya rasa bersalah setelah apa yang dilakukkannya. Tapi sepertinya…. ” belum melanjutkan

Yoora yang mendengar hal tersebut langsung menggebrak pintu kamar mandi “Mwoya?  Wae?  Kenapa kalian melakukan ini padaku? Penghianat” yoora tampak ingin memberi tamparan namun ditepis oleh Hana.

“Seharusnya aku yang bertanya, apa kau belum jera juga dengan tindakanmu? “

“Ku pikir kalian berbeda dari teman yang lain. Ternyata.. “

” Siapa yang tahan lama-lama denganmu,  sikapmu membuat orang muak. Seharusnya kau sadar itu, kekuasaan pun tak selamanya bertahan perlahan orang-orang yang kau ambil karena kekuasaanmu akan menghindar satu persatu. Termasuk kami” kata Hana

Yoora terdiam dan tak sanggup membendung air matanya “Wae?  Seharusnya aku tak mempercayai seorang teman. Karena kalian aku menuduh Jieun, Ya!  Kalian harus meminta maaf pada Jieun”  Yoora mencengkram kerah Hana.

“Tsk!  Tanpa kau suruh pun kami akan meminta maaf dan seharusnya kaulah yang meminta maaf pada Jieun. Karena ulahmu membuatnya terluka, terlebih Mark adalah kakak Jieun. Harapan cintamu pun tak akan ada lagi Yoora,  ahh..  Kau kan memang tak pernah terbalaskan”

Yoora semakin terdiam perlahan melepaskan cengkraman pada Hana,  saat itu juga ia benar-benar tak kuasa akan sikapnya itu. Ia pun teringat dimana Jieun bersikap baik padanya, meski ia sudah mengerjainya berkali-kali. Sungguh ia malu pada Jieun…

####

Cahaya matahari yang menembus jendela kamar Jieun,  membuatnya mengerutkan kening.  Dimana Jieun tampak masih terjaga dari tidurnya,  hingga ia membuka mata.  Terlihat Mark yang berdiri didekat Jendela kamarnya dan membaca buku,  ia pun menegaskan pandangannya. Menyadari Jieun yang terbangun Mark tersenyum tulus “Sudah bangun? “

Jieun masih setengah sadar “Jam berapa ini? “

“10.00”

“Oh… ” angguk Jieun, namun seketika ia membulatkan matanya “MWO???? Aku kesiangan kesekolah” Jieun ingin beranjak dari ranjang.

“Ya!  Kau masih sakit tak boleh bangun!! ” tekan Mark membuat Jieun tak jadi “Aishh apa kau tak ingat kau sedang sakit,  aigo apa yang sebenarnya si Yoora lakukan sampai adikku seperti ini” lanjut Mark dengan geram.

“Aisshh berlebihan, aku mengingatnya. Tapi aku merasa tubuhku sudah baikan” ujar Jieun, ia mengingat kejadian kemarin.

“Sudah baikan palamu” Mark meneloyor kening Jieun pelan “Wajahmu masih pucat. Kau bilang tak apa-apa”

Jieun hanya mengerucutkan bibirnya “Lalu kau, kenapa tak pergi kesekolah?”

“Dia meliburkan diri, katanya ingin menjaga kau. Sama seperti namja ini” seru ibunya yang memasuki kamar Jieun dan diikuti oleh seseorang dari belakang.

“Jungkook?” Pekik Jieun tak percaya dan tersenyum sumringah “Bagimana bisa?? “

Ibunya tersenyum “Karena sudah terlalu malam ia menunggumu dirumah sakit, jadi ia menginap dirumah dan tidur bersama Mark” jelas ibunya.

“Jinjja? ” ibunya mengangguk mantap.

“Eomma, seharusnya eomma tidak usah mengijinkannya menginap” ujar Mark menatap tajam Jungkook.

“Aigo anak ini.. Seharusnya kita berterima kasih pada Jungkook sudah mau menjaga Jieun”

“Ahhh aku tak percaya semua ini” gerutu Mark seakan tak terima

Jungkook hanya tersenyum simpul dan terarah pada Jieun “Kau harus sarapan dulu” menaruh nampan makanannya tepat dimeja yang disediakan di ranjang Jieun.

“Dan ini obatnya,  kau juga harus meminumnya” ujar ibunya yang menyiapkan obat untuk Jieun “Aku penasaran sebenarnya, kau dan Jieun berpacaran? “

Seketika Jungkook dan Jieun bertatapan sebentar tampak jelas wajah mereka memerah.

“Eomma, jangan mengada-ada. Mereka berdua tak berpacaran dan tak akan pernah, aku tak akan membiarkannya” ujar Mark penuh dengan penekanan

“Aigo kau ini kenapa Markeu? Tampaknya kau yang harus berpacaran ” ledek ibunya dan meninggalkan kamar Jieun.

“Aisshh eomma… Aku hanya ingin manjaga Jieun dari para namja” protes Mark Mendengar itu Jieun dan Jungkook hanya tertawa,  baru disadari olehnya Jungkook yang duduk diranjang Jieun “Dan kau jangan duduk diranjang Jieun”

“Aigo, geu namja! Wae? Memang kenapa jika aku duduk diranjang Jieun?” pekik Jungkook tak percaya

“Pokoknya tidak boleh” Mark justru menarik tangan Jungkook.

“Wae? Apa aku hanya boleh duduk diranjang kamarmu? Tidak ingat semalam kita tidur bersama” goda Jungkook spontan Mark melepaskan tangan Jungkook dan teringat kejadian semalam.

“Ya!!!  Kenapa Kau menendangku kelantai? ” Mark ingat benar kejadian tersebut membuatnya ingin memukul Jungkook, namun ia tak kuasa dengan rasa kantuknya dan tertidur dilantai.

“Salahmu sendiri, tidur tidak pakai mendengkur bisa?  Hahahaha” ujar Jungkook sambil tertawa mendengar dengkuran Mark.

Saat itu juga Mark melemparkan bantal kearah wajah Jungkook “Sial kau”

Tak mau kalah Jungkook pun melakukan hal yang sama “YAAAA!!” protes Mark tak terima.  Jieun hanya tersenyum melihat tingkah kedua pria ini.

****

Dihalaman sekolah Jieun dan Yoora saling bertukar tatap, sebelumnya Yoora mencegat Jieun ketika ingin pulang. Namun Jieun tak sendiri, dari jarak yang tak jauh Jungkook dan Mark memantau kearah mereka. Memastikan Yoora tak akan berbuat hal yang macam-macam, Jieun pun bingung kenapa Yoora ingin berbicara dengannya.

“Mianhae jieun-ah ” tutur Yoora dengan nada parau dan menunduk,  namun ia sadar tatapan Jieun “Aku tahu betapa sulit bagimu menerima maaf dariku dan terlalu mudah bagiku meminta maaf setelah apa yang kulakukan padamu ” Yoora tampak berkaca-kaca tersirat kelas rasa penyesalan, sedang Jieun hanya diam saja hari ini ia dikejutkan dengan permintamaafan Hana dan Sara. Justru saat ini Yoora melakukan hal yang sama.

“Mianhae, Jieun-ah mianhae.. Aku benar-benar merasa bersalah padamu. Mian” tampak jelas air kata Yoora membasahi pipi. Jieun masih diam saja tak mengeluarkan sepatah katapun, justru perlahan Jieun menghampiri Yoora dan memeluknya erat.

Mendapati hal ini Yoora membulatkan matanya tak percaya, namun membuat Yoora merasa nyaman dan membalas pelukan Jieun ” Mian… ” sambil terisak Yoora berucap.

Mark dan Jungkook yang menyaksikan hal itu hanya diam saja “Semudah itu dia minta maaf, kuharap dia benar-benar menyesal dan tak menganggu Jieun” ujar Mark

“Tampaknya Yoora sangat menyesal, belum pernah aku melihatnya seperti ini” ujar Jungkook

“Syukurlah… “

*****

-Beberapa hari kemudian-

“Mark kau sudah memesan bungai  mawar putih di toko dekat rumah?” Tanya Jieun saat menaruh tasnya diatas meja menandakan keduanya baru sampai.

“Belum”

“Ya!  Bagaimana kita akan membuat kejutan untuk anniversary eomma dan appa jika bunga saja belum kau pesan. Ingat ini rencanamu” teriak Jieun

“Arasseo, arasseo! Aku seorang namja tak mungkin memesan bunga. Kau saja yang memesan, dekorasi aku urus” ujar Mark

“Ya!  Oppa, enak saja kau hanya mengurus dekorasi” protes Jieun

Mendapati keadaan ini seisi kelas hanya menghelakan napas “Aisshh si kakak beradik itu, bisa tidak pagi-pagi tak membuat keributan” ujar Jackson sambil mengelengkan kepalanya.

“Aku bersedia membantu, akan kupesankan bunga itu” ujar Jungkook yang ikut masuk dalam pembicaraan Mark.

“Jinjja? ” Tanya Jieun

“Andhwae, sepulang sekolah langsung kubeli bunga itu puas kau” ujar Mark

“Aigo, geu namja… ” Jungkook tampak biasa dengan sikap Mark yang seperti ini “Kalau begitu aku akan membantu mendekorasi” lanjut Jungkook seakan tak jera.

“Ya!!!!… ” belum sempat bicara Jieun menyumpal mulut Mark dengan roti.

“Akan lebih baik jika ada yang membantu, kita tak bisa Mendekor berdua saja.  Jungkook-ah gomawo atas tawaranmu” ujar Jieun

Jungkook tersenyum simpul ” Ne.. ” Jungkook mengacak lembut rambut Jieun dan berjalan menuju kursinya.

“Ughh selalu saja kau membela namja itu dibanding kakakmu sendiri ” gerutu Mark

“Aigo, kau marah padaku? “

“Bodo” Mark mengalihkan pandangannya keluar jendela

“Oppa” bujuk Jieun

“Bodo, tak dengar” Mark bertingkah seperti anak kecil.

“Aisshh..  Oppa, sebaiknya kita tanya pada eomma .jam berapa mereka pulang agar kita dapat menyiapkan semuanya” ucapan Jieun diabaikan begitu saja oleh Mark, alhasil Jieun mengerucutkan bibirnya “Baiklah, aku yang akan bertanya pada eomma” lanjut Jieun

Dibalik itu Mark hanya tersenyum tipis,  dan Jieun mengirim pesan singkat pada ibunya..

(Jieun)

Eomma.. Hari ini pulang jam berapa?

Disaat Jieun mengirim pesan, tampaknya pelajaran dikelasnya sudah dimulai. Karena Jung sonsaengnim sudah berada dikelas dn seperti biasa “buka buku paket kalian”

Tampak jelas balasan dari ibunya dan tanpa ragu Jieun membuka pesan tersebut.

(Eomma)

Mian, uri adeul. Hari ini eomma dan appa akan pulang terlambat, ada beberapa hal yang harus kami urus dipengadilan.

Jieun membulatkan matanya membaca pesan ibunya “Mark baca ini? “

“Mwo??? ” pekik Mark tak percaya dengan balasan ibunya,  saat itu Mark juga membalas pesan ibunya dengan ponsel Jieun.

(Jieun)

Eomma, apa Sekarang kau dan appa sedang dipengadilan?

(eomma)

Ne ~

Seketika Jieun dan Mark bertukar tatap, entah apa yang ada dipikiran mereka “ANDHWAEEEEE” teriak keduanya

Semua menatap kearah dia kakak-beradik ini “Ya kalian jangan teriak-teriak ditengah pelajaran”

Ucapan Jung sonsaengnim tampak tak digubris “Ini tak bisa dibiarkan, kita harus menghentikan mereka.” Kata Mark meraih tasnya

“Kau benar oppa,semudah itukah mereka mau menelantarkan kita.  Andhwae” kata Jieun yang juga meraih tasnya.

“Mereka mengatakan tak akan melakukannya, tapi sekarang dipengadilan. Penghianat” kata Mark

“Ya, mau kemana kalian? ” seru Jung sonsaeng melihat Jieun dan Mark yang keluar kelas,  namun tak digubris oleh keduanya mereka justru berlari “Ya! Kalian mau kabur dari pelajaranku” teriak Jung sonsaengnim

Seisi kelas hanya mengerutkan keningnya dengan tingkah Mark dan Jieun.  Sedang Jungkook yang melihatnya spontan meraih tas ingin mengukuti Jieun namun….  “Mau kemana kau Jeon Jungkook?  Kau tidak bisa kabur, akan kulaporkan pada kakekmu jika kau kabur” ujar Jung sonsaengnim, alhasil Jungkook tak dapat berkutik dan mengurungkan niatnya.

####

Digedung pengadilan Jieun dan Mark  menengadah kesegala arah mencari sosok orangtua mereka. Banyak yang menatap kearah mereka, bahkan security menghampiri mereka. “Haksaeng, untuk apa kalian disini? Kalian tak bisa masuk sembarangan “

“Jebal ahjjusi,  kami mencari orangtua kami. Mereka akan bercerai dan kami harus menghentikannya” dengan wajah memelas Jieun dan Mark berucap demikian

Mendengar hal itu security tersebut merasa iba “baiklah, tapi kalian jangan asal masuk kedalam ruang sidang sembarangan”

“Ne, khamsahamnida” sesaat para security itu meninggalkan mereka berdua.

“Jieun, Mark? Kenapa kalian bisa berada disini? “Seru seseorang dan suaranya tampak asing bagi mereka.

“Eomma” seru Jieun langsung memeluk ibunya

“Appa” seru Mark yang memeluk ayahnya.

Mendapati hal ini ayah dan ibunya bertukar tatap heran “Wae?  Kenapa kalian melakukan ini pada kami” lirih Jieun

“Apa maksudmu Jieun-ah? ” tanya ibunya

“Kata perceraian waktu itu bukan kah kalian hanya ingin mengancam kami, tapi kenapa sekarang kalian melakukan hal itu pada kami? ” ujar Mark dengan nada suara yang parau.

Kembali ayah dan ibunya bertukar tatap tampak mengerti maksud anak-anaknya. Justru keduanya tersenyum “Ya, apa kalian kesini mengira appa dan eomma akan bercerai?” Tanya ayah

“Gheurae dan kami akan menghentikannya” ujar Jieun dan Mark bersamaan.

“Eomma, appa. Kumohon jangan lakukan itu, hari ini adalah anniversary kalian. Kami sudah merencanakan surprise untuk anniversary kalian, kalian tak mungkin melakukan itu kan, lagi pula aku dan Mark oppa saling menyayangi” ujar Jieun

Mark pun menimpali “Ne eomma,appa.. Aku menyayangi Jieun layaknya adikku sendiri dan aku akan menjaganya dengan baik. Yakseo”

Kedua orangtuanya hanya tertawa melihat tingkah anak-anaknya “Tampaknya kalian salah paham, eomma dan appa disini untuk menjadi saksi tabrak lari yang kami lihat kemarin” ujar ibunya.

“JINJJA??? ” Pekik Jieun dan Mark tak percaya

“Aigo uri adeul tampak khawatir dengan kami sampai bolos sekolah, asal kalian tahu kami menyayangi kalian dan tak mungkin kami melakukan hal itu” ujar ayah disambut senyuman ibunya.

Jieun dan Mark dapat bernapas lega dengan kenyataan ini, namun tampaknya bukan mereka yang memberi kejutan pada orangtuanya. Justru merekalah yang menerima kejutan.

“Kali ini kami membiarkan kalian berbolos, Mari kita rayakan anniversary dengan makan bersama. Kajja” seru ayahnya yang merangkul kedua anaknya,  Saat itu senyuman mengambang dari keluarga ini.

*****

“Ya angkat kedua tangan kalian” Seru Kangin seongsaengnim pada Jieun dan Mark.

“Ne.. ” seru keduanya yang memang tengah menerima hukuman karena kabur dari kelas,  dari dalam terlihat teman sekelas mereka menahan tawa.

“Kalau saja tak kabur mungkin kita tak akan menerima hukuman ini” ujar Jieun menatap Mark.

“Wae?  Kau menyalahkanku?” Tanya Mark dengan tatapan horrornya.

Namun saat itu Kangin sonsaengnim langsung bersua “Jangan memulai untuk beradu mulut. Kalian bersaudara tidak ada akur-akurnya”

Seketika Jieun dan Mark terdiam begitu saja, menutup mulut mereka rapat-rapat. Tapi tiba-tiba seorang berdiri disamping Jieun dan merentangkan tangannya “Ya Jeon Jungkook, kenapa kau disini? ” pekik Kangin sonsaengnim menyadari Jungkook melakukan hal yang sama seperti Jieun dan Mark.

“Ya, jika kau hanya ingin mencari perhatian Jieun sebaiknya pergi saja” kata Mark spontan Jungkook menatap tajam dan tak perduli.

“Sam hukum aku, kemarin akupun mencoba kabur. Jadi hukum aku” kata Jungkook

“Apa-apaan bocah ini” gumam kangin sonaaengnim

Lain halnya dengan Jieun “Ya, kau jangan melakukan ini” kata Jieun

Jungkook hanya tersenyum dan berkata “Ghwencanayo Chagiya… “

Mendengar hal itu spontan Mark berteriak “MWOOOO?  CHAGIYA?” Mark tampak tak percaya namun..  “Seolma~ jangan katakan kali berpacapan? “

Jungkook tersenyum “Ne.. Hyungnim”

“ANDHWAEEE” teriak Mark ingin menarik kerah Jungkook namun ditahan oleh Kangin sonsaengnim.

“Aisshh bocah ini, tetap pada posisi kalian dan kau Jungkook karena sudah membuat keributan. Kau tetap seperti ini sama seperti mereka”

“Ne sammmm” seru Jungkook yang justru senang

“Aku masuk kedalam, tapi jika kalian membuat keributan. Aku akan menambah hukuman kalian” ujar kangin sonsaengnim memasuki kelas.

Sedang Mark masih menatap tajam Jungkook dan Jieun “Aku sudah menduganya sejak awal, tapi kalian kenapa tak memberitahuku tentang hubungan kalian? ” ujar Mark

Jungkook teringat dimana ia menyatakan perasaannya pada Jieun saat itu..

[Chapter 14]“Jung—kook-ah” dengan terbata Jieun berucap tak percaya akan tindakan Jungkook.

Seakan paham dengan tatapan Jieun, Jungkook justru semakin menatap dalam Jieun dan meraih dagu Jieun seraya menciumnya penuh kehangatan. Mendapati hal ini Jieun tak mampu berkata apa-apa, ia pun memejamkan matanya membiarkan ciuman ini menuangkan perasaan mereka satu sama lain.

Sesaat keduanya melepaskan ciuman dan tersipu malu, bahkan Jungkook menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Aku belum pernah mencium seorang yeoja dan jantungku sangat berdegup kencang” ujar Jungkook memegang dadanya.

“Jinjjayo?” ujar Jieun seakan tak percaya akan pengakuan Jungkook.

“Aigo, bagaimana bisa kau tak mempercayai kekasihmu sendiri?” ujar Jungkook

Jieun cukup bingung dengan ucapan Jungkook “Ne?” kata itu keluar begitu saja dari mulut Jieun.

“Mulai sekarang kau adalah kekasihku” ujar Jungkook

Kali ini Jieun tampak tercengang dengan penuturan Jungkook “Ne????” kembali ia berucap demikian namun kali ini terlihat sangat kaget.

“Waeyo? apa kau menolakku?” tanya Jungkook

Spontan Jieun mengelengkan kepalanya dan memeluk Jungkook “Aniyo, aku pun sangat menyukaimu” akui Jieun membuat Jungkook membalas pelukan tersebut dan mengacak rambut Jieun “Keundae, jika Mark tahu mungkin ia tak merestui kita” mendadak Jieun teringat Mark, terlebih dengan sikap Mark yang cukup posesif sebagai seorang kakak.

“Ghwencana, biarkan dia tahu dengan sendirinya” ujar Jungkook disambut anggukan mengerti oleh Jieun “Kajja” Jungkook pun menyodorkan tangannya pada Jieun dan kali ini tanpa ragu Jieun menerimanya membiarkan Jungkook mengenggam erat jemarinya.

Keduanya pun berjalan diantara pepohonan sakura, genggaman yang terkait pada mereka seakan tak ingin lepas justru sambil tersenyum “Kau mau makan apa? Kita harus mencari resto tanpa kadar udang, adakah resto terdekat tanpa kadar udang disini” ujar Jungkook sibuk dengan celotehnya dan cukup disadari oleh Jieun sikap perhatian Jungkook tampak jelas baginya sukses membuatnya tersenyum riang.

 Jungkook tersenyum simpul mengingat kejadian waktu lalu “Kami hanya ingin kau tahu sendiri Hyungnim” kata Jungkook

“YAK!  BERHENTI MEMANGGILKU HYUNGNIM”

“Ne hyungnim” timpal Jungkook

“YA!!!!! “

Mendapati hal ini Jieun hanya menepuk keningnya frustasi, bagaimana bisa kakak dan kekasihnya selalu beradu mulut jika bersama.

****

-Beberapa hari kemdian-

Ting tong

Bell rumah Jieun berbunyi pertanda seseorang berkunjung kerumahnya.  Jieun yang sibuk memilih pakaian masih didalam kamar, sedang Mark sibuk dengan tontonan larva kesukaannya.

“Mark, buka pintu” perinta ibunya

“Ne, eomma.. ” Mark beranjak dari kursi “Dihari minggu seperti ini siapa yang datang” gerutunya sambil membuka pintu dan..

“Aiiishhhh” desisan keluar begitu saja dari mulut Mark dan tamu yang tak lain tak bukan adalah Jungkook.

“Kenapa harus namja ini yang keluar? “

“Kenapa harus namja ini yang datang? ” keduanya saling mengeluarkan gerutu pedas.

“Mau apa kau kesini? ” Tanya Mark

Belum sempat Jungkook menjawab dari dalam ibu Mark berseru “Rupanya Jungkook, ayo masuk..”

“Eomma” Mark masih menahan pintu, namun ibunya menarik Mark.

“Biarkan dia masuk Mark” mau tak mau Mark membiarkan Jungkook masuk.

“Eommoni untukmu” Jungkook menjulurkan sebuket bunga lily.

“Mwoya???  Eommoni?? ” pekik Mark, ibunya hanya mengelengkan kepala melihat sikap Mark.

Tampak tak memperdulikan Mark “Aigo, yeoppoda. Gomawo Jungkook-ah” ibu Mark menerima dengan senang hati bunga pemberian Jungkook.

“Eomma, jangan asal menerima pemberian orang lain” ujar Mark

“Aigo anak ini,  kau tak usah hiraukan. Duduklah Jieun sedang rapi-rapi, kalian mau berkencan bukan. Aihh manisnya” ujar ibunya menggoda Jungkook membuatnya tersipu malu.

“Mwoya?  Berkencan? Andhwae”

“Mark geumanhae, lebih baik kau bantu eomma .kajja ” ujar ibunya menarik paksa Mark kearah dapur,  sebelumnya berteriak “Jieun-ah, Jungkook sudah datang”

Seketika Mark memutar tubuhnya “Ya,eoddi?” Tanya ibunya.

“Kamar ugghh” jawab Mark, tampak jelas wajah kesalnya. Namun ibunya hanya tersenyum karena tingkah Mark yang kekanakan.

Selang beberapa saat Jieun turun dari kamarnya dengan setelan casualnya namun terlihat cantik. “Mian menunggu lama”

“Ghwencana, yeoppoda” ujar Jungkook sukses membuat Jieun merona.

Sesaat mereka berpamitan pada orangtua Jieun, ketika mereka ingin membuka pintu.

“Chankamanyo” seru Mark dengan setelan yang sudah rapi, ia menghampiri Jieun dan Jungkook “Kajja, kencan tak boleh hanya berdua. Harus ada orang ketiga”

“Mwo???? ” pekik Jieun dan Jungkook

Namun Mark tak menghiraukan, ia justru menggamit paksa kedua orang disampingnya dan tersenyum puas akan tindakannya.

****

#EPILOGUE

6 bukan kemudian

 

Universitas Taewon

Motor sport berwarna hitam terparkir jelas didepan fakultas Ekonomi.

“Ya,  Markeu.. Kenapa kau tak parkir didepan fakultasmu saja, fakultas teknik” ujar seorang gadis melepas helmnya.

“Aku mau mengantarkanmu dulu sampai kelas, memastikan tak ada yang memgganggumu” kata Mark

“Lagi-lagi kau seperti ini, kau pikir aku anak kecil!? “

“Berisik,  cepat masuk kekelasmu” ujar Mark langsung menarik tangan Jieun.

Setelah kelulusan mereka diterima difakultas yang sama,  begitu juga dengan Jungkook. Tapi pergi kekampus atau pulang Mark tak pernah mengijinkan Jungkook untuk mengantarnya, mereka memang baru sebulan memulai perkuliahan. Namun sama halnya saat ini dimana Mark selalu mengantar Jieun kekelas, sontak semua menatap kearah mereka. Bahkan tak segan gosip miring beredar tentang mereka.

“Aku dengar kekasihnya Jungkook anak design, kenapa dia selalu pergi dengan Mark si anak teknik itu. “

“Mereka itu pacaran”

“Lalu anak design itu? “

“Pacarnya juga”

Mendengar itu Jieun ingin sekali melemparinya dengan sepatu “Ya. Lepaskan genggamanmu” protes Jieun

“Tutup telingamu jika kau tak ingin mendengar celoteh mereka ” kata Mark yang masih menggenggam erat tangan Jieun

“Aku sudah memberitahu mereka kalau kita bersaudara”

“Bodoh.. Tak akan ada yang percaya” ujar Mark

“Kau benar dan itu sangat menyebalkan, jadi kumohon jangan perlakukanku seperti ini ” pinta Jieun

“Aku seperti ini untuk melindungumu, dengan hal ini tak ada pria asing yang mendekatimu” kata Mark

“Aku sudah ada Jungkook, kau tak perlu seperti ini”

“Arasseo, aku tak perduli dan aku hanya ingin melindungi adikku ” ujar Mark

Jieun hanya menatap kesal “keras kepala” runtuk Jieun kearah Mark, namun tak digubris oleh Mark.

Hingga sesampainya dikelas, hanya ada beberapa mahasiswi yang datang “Kau yakin kelas yang ini? ” Tanya Mark menatap curiga

“Tentu,  sepertinya belum semua yang datang”

“Baiklah, kutinggal. Jika mata kuliah selesai hubungiku”

“Arasseo uri oppa ” ujar Jieun

Mark hanya mengangguk mengerti hendak meninggalkan Jieun, namun ia memutar tubuhnya dan mengacak rambut Jieun “Rambutmu berantakan” gurau Mark dan meninggalkan Jieun.

“Apa-apaan dia,  justru rambutku semakin berantakan isshhh” gerutu Jieun

Sesaat Mark pergi Jieun keluar kelas dan mendapati Jungkook yang memang menunggunya sejak tadi dilantai 2, ia memang menyaksikan dimana Mark menggenggam Jieun sampai kelas itu sudah biasa dilihatnya. Setelah memastikan Mark pergi, ia pun turun untuk menemui Jieun.

“Kau benar tak ada jadwal kuliah? ” Tanya Jungkook memastikan

“Ne, dosennya tak dapat masuk hari ini” kata Jieun

Jungkook hanya tersenyum dan menggenggam erat tangan Jieun, betapa sulitnya bagi mereka untuk berduaan saja. Sikap overprotective Mark cukup dimaklumi oleh Jungkook, karena ia pun sadar semua untuk kebaikan Jieun..

****

Jungkook menghentikan mobilnya tepat didepan rumah Jieun dan Mark. “Sudah sampai? Kencan yang melelahkan” seru Mark dan langsung keluar mobil.

Ya.. Lagi-lagi Mark selalu ikut pada saat Jieun dan Jungkook berkencan,  aturan tersebut sudah dibuat Mark jika Jungkook mau berkencan dengan Jieun tapi catatan Mark harus ikut. Jika tidak, maka tidak ada kata kencan untuk mereka. Maka mau tak mau Jieun dan Jungkook mengikuti keinginan Mark.

Kali ini sama halnya dengan Mark, Jungkook dan Jieun pun keluar mobil.  “Kuberi waktu kalian 5 menit untuk berdua, waktu habis Jieun harus masuk” tegas Mark masuk kedalam rumah lebih dulu.

Saat itu Jungkook langsung memeluk Jieun “Ugghh bogoshipeo”

“Ya, kita sudah seharian bersama” ujar Jieun

Namun Jungkook menatap Jieun “Aku ingin kita berkencan berdua saja” guman Jungkook

“Nado~” mengerucutkan bibirnya.

Namun….

Chu~

Jungkook mengecup bibir Jieun sebentar dan menatapnya, keduanya tersenyum satu sama lain.  Jungkook pun kembali mencium Jieun dengan lembut, keduanya tampak hanyut dalam perasaan rindu mereka entahlah tapi itu yang mereka rasakan.

Hingga…

“WAKTU HABIS, JIEUN MASUK! “teriak Mark dari dalam, membuat keduanya menghela napas.

****

Fin~

Akhirnya selesai juga Fanfic Brother & Sister ini,  maaf ya kemarin-kemarin sempat ngegantungin ini FF. Terima kasih yang udah ngasih semangat buat lanjut FF ini, terima kasih sudah mau menunggu lama FF ini dan terima kasih untuk kalian yang setia ngikutin FF ini sampai ending.. 

Terima kasih juga yang sudah bersedia meninggalkan jejak setelah membaca, komen-komen kalian berharga bangat buat saja dan merupakan motivasi saya untuk melanjutkan FF tersebut. sekali lagi terima kasih blogger semoga suka dengan endingnya, gimana endingnya ? ga gantung kan? hehehe

banyak typo yang belum saya perbaiki, tapi sudah saya perbaiki. maaf ya kalo masih ada typo soalnya saya ngetik ini lewat HP hihi 

 

8 thoughts on “Brother & Sister [Chapter 16 END]

  1. Hahaha mark butuh pacar itu mah sama aku aja atuh kekeke ,kasian jieun ama jungkook engga bisa berduaan
    Ternyata orangtua mereka ga cerai ,keluarga yang lucu
    Engga kerasa udah end aja chingu ,ditunggu ff lainnya😀 hwaiting

  2. baca eps terakhir bner2 puas banget. kocak bgt kedua saudara itu. Mark mau aja jadi anti nyamuk kedua pasangan itu. kemana2 ikut mulu. kasian. jones sih. hehe. oy ff super duper bgt thor. tapi masih bnyak typo walau bisa di maklumi. pasti author’a buat’a buru2 dan belum si periksa lagi. tapi wajar kok ff tanpa typo itu berasa ad yg kurang hehe.

    • makasih udah puas sama endingnya hehe
      memang banyak typo aku soalnya ngetik lewat HP waktu itu, maaf ya terganggu sama typo. tapi sudah aku perbaiki hehe
      makasih ya reyna udah baca FFnya dan komen 🙂🙂

  3. wah, happy ending..
    sy suka.. sy suka…
    keren😀
    tapi coba si mark ketemu cewe idamannya jadi nda perlu ganggu adeknya yg lagi kencan,,
    tabahin ceritanya lagi dong sist please buat si mark biar nda jomblo🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s