Brother & Sister [Chapter 14]

 Brother and sister

Author : Kim Raemi

Tittle : Brother & Sister [Chapter 14]

Genre : Family, Fluff

Length : Chapter

Rating : T

Ini hanya fiktif belaka

Cast :

  • Lee Jieun (IU)
  • Mark Tuan
  • Jeon Jungkook
  • Kang Yoora

 

 Brother & Sister [Chapter 1] | Brother & Sister [Chapter 2]|Brother & Sister [Chapter 3] |Brother & Sister [Chapter 4]|Brother & Sister [Chapter 5]Brother & Sister [Chapter 6] | Brother & Sister [Chapter 7]Brother & Sister [Chapter 8] | Brother & Sister [Chapter 9] | Brother & Sister [Chapter 10] | Brother & Sister [Chapter 11] | Brother & Sister [Chapter 12]Brother & Sister [Chapter 13]

Trailer Fanfic Brother & Sister

CHAPTER 14

Beberapa buku paket yang berada ditangan Jungkook bukanlah menjadi bebannya, ia justru senang membantu guru disekolahnya. Namun tak dapat dipungkiri, kejadian waktu lalu dimana dirinya menemui Jieun dihalte cukup terekam jelas dibenaknya. Bahkan bayangan Mark dan Jieun berjalan bersama membuat dirinya ingin menepis kenyataan “Chingu?” entah kenapa kata itu terasa menyakitkan.

Jungkook yang memang berjalan santai dilorong kelas, tanpa sengaja terarah pada seorang yang melewatinya. Seorang pria paruh baya yang cukup tak asing bagi Jungkook “Ahjjusi?” sapa Jungkook seketika membuat pria tersebut menghentikan langkahnya.

“Jeon Jungkook” sapa pria tersebut yang berusaha mengingat

Jungkook tersenyum “Annyeonghaseyo ahjjusi, rupanya anda masih mengingatku.”

“Aigo, meski aku jarang melihatmu bermain dengan Mark. aku masih mengingat wajah teman-teman Mark” ujar pria yang tak lain tak bukan adalah ayah Mark.

Jungkook terdiam sejenak, namun ia tetap memberikan senyuman terbaiknya “Ahjjusi kesini untuk menemui Mark? Mark berada dikelas” ujar Jungkook.

“Aniyo, aku kesini bukan untuk menemui Mark. aku harus menemui kepala sekolah dan menanyakan surat pengeluaran Jieun, aku sama sekali tak mengerti maksud dari semua ini” ujar Mr.Tuan membuat Jungkook mengerutkan keningnya.

“Keundae, kenapa ahjjusi harus menanyakan surat pengeluaran Jieun?” tanya Jungkook dengan ragu.

“Bagaimana aku tak tinggal diam kalau Jieun anak perempuanku harus menerima surat pengeluaran sekolah” ujar Mr.Tuan

“Jieun anak perempuan ahjjusi?” bahkan Jungkook semakin bingung dengan ucapan Mr.Tuan

“Aigo, apa Mark tak memberitahu teman sekelasnya? Kalau Jieun adalah adiknya?” ujar Mr.Tuan

Sontak saat itu juga Jungkook membulatkan kedua matanya “Ne? Jieun adik Mark?” Jungkook tampak tak percaya akan pernyataan yang diberikan Mr.Tuan

Mr.Tuan hanya tersenyum simpul “Meski Jieun adik tiri Mark, tetap Jieun kuanggap anakku sendiri. Jungkook-ah, aku harus buru-buru keruang kepala sekolah” ujar Mr.Tuan tanpa menunggu repon Jungkook, Mr.Tuan menepuk punggung  Jungkook dan berlalu meninggalkan Jungkook.

Sedang Jungkook masih diam membeku ditempat mencerna ucapan Mr.Tuan yang sukses membuatnya tak percaya sekaligus tak menyangka “Jieun adik tiri Mark?” gumam Jungkook dalam hati dan spontan ia pun berseru “Ige mwoya???? Aisshh” Jungkook cukup mengacak rambutnya dengan keadaan ini.

^^^^

Hingga diruang guru Jungkook baru selesai membantu Jung sonsaengnim merapikan buku paket. Ia pun menatap luar jendela dimana Mr.Tuan tampak meninggalkan sekolah, bahkan ketika Kangin sonsaengnim yang memang berbicara dengan Mr.Tuan memasuki ruangan guru. Tanpa ragu ia menghampiri Kangin sonsaengnim “Sam, apa benar Jieun dan Mark bersaudara?” tanya Jungkook sambil berbisik pada Kangin sonsaengnim.

“Aigo, anak ini kemana saja. Geurae, mereka bersaudara” jawab Kangin sonsaengnim.

Jungkook mengangguk mengerti, entah kenapa ia sampai bertanya kembali pada gurunya padahal sudah jelas Mr.Tuan yang memberi tahu. Tapi batinnya masih terasa mengganjal, hingga ia menyadari kehadiran Jieun yang menengadah mencari seseorang bahkan ia mengacuhkan tatapan yang diberikan oleh Jungkook. Ketika Jieun meninggalkan ruangan guru, saat itu juga Jungkook mengikuti Jieun yang tepat berada di depan ruang kepala sekolah.

“Kau, mencari ayah Mark?” ujar Jungkook yang tampak tahu siapa yang tengah dicari Jieun.

Jieun terdiam sejenak dan berkata “Ne, ahjjusi eoddiseo?”

“Beliau baru saja pulang” ujar Jungkook

“Jinjjayo?” pekik Jieun tak percaya, disambut anggukan oleh Jungkook. Saat itu juga tanpa berkata apa-apa Jieun setengah berlari untuk keparkiran, ketika ia melewati Jungkook dalam sekejap tangannya digenggam erat oleh Jungkook membuat langkah Jieun terhenti.

“Kau dan Mark bersaudara, benar?” ujar Jungkook tiba-tiba dan dalam sekejap Jieun membulatkn kedua matanya, menatap Jungkook yang juga tengah menatapnya.

“Neo… Eottokhe arasseo?” pekik Jieun

“Ayah Mark yang memberitahuku, kalau kalian adalah adi….” belum sempat Jungkook melanjutkan ucapannya, dalam sekejap Jieun membekap mulut Jungkook dengan tangannya membuat Jungkook membulatkan kedua matanya. Namun ia sadar dua orang siswa yang berjalan melewati ruang kepala sekolah membuat Jieun melakukan hal tersebut pada Jungkook.

Ketika dua siswa itu sudah menjauh Jieun melepaskan bekapan tersebut “Mian…” kata Jieun, disambut anggukan mengerti oleh Jungkook “Keundae, bisa kau tidak memberitahu hal ini pada siapapun?” kembali Jieun berucap.

“Waeyo? kenapa aku harus menutupi semua ini?” justru Jungkook bertanya demikian.

Jieun tampak bingung harus menjawab apa “Hal itu adalah kesepakatanku dengan Mark sejak awal bersekolah disini” jujur Jieun

Jungkook menghelakan napasnya cukup frustasi dengan kenyataan ini, namun ia justru teringat akan kemarahan Jieun “Jika aku menutupi semua ini, apa kau masih marah padaku?”

“Ya, sudah kukatakan padamu sejak awal aku tak marah padamu” ujar Jieun

“Jinjja?” tanya Jungkook

“Jinjja! Bukankah waktu itu sudah kukatakan padamu, aku tak marah padamu. Untuk apa seorang tema….” ucapan Jieun terpotong begitu saja dengan ucapan Jungkook.

“Geumanhae, tak usah kau lanjutkan …” Jungkook tampak tahu kalau Jieun akan mengucapkan kata ‘Teman’ itu cukup mengganggu Jungkook dan entah ia merasa tak suka dengan kata tersebut diantara dirinya dengan Jieun “Baiklah, aku akan menutupi semua ini. dengan satu syarat”

Jieun mengerutkan keningnya dengan ucapan Jungkook, namun ia sadar dengan maksud Jungkook “Satu syarat? Kau memanfaatkan keadaan ini?” tanya Jieun

“Gheurae aku memanfaatkan keadaan ini, jika aku tak melakukannya mungkin aku akan menyesal dan aku merasa tak tahan jika kau terus bersikap acuh tak acuh padaku. Aku tak meminta banyak, aku hanya meminta waktumu” jujur Jungkook membuat Jieun tak mengerti dengan sikap pria dihadapannya ini “Minggu ini berkencanlah denganku” kembali Jungkook berucap dengan keyakinannya.

“Ne?” pekik Jieun, mendengar hal tersebut darah Jieun seakan berdesir seketika. Namun ia tak ingin terhanyut dengan sikap Jungkook yang sukses membuatnya tak mampu berkata –kata.

“Diam bertanda setuju, hari minggu pukul 10 pagi aku akan menjemputmu. Arasseo” seru Jungkook, tanpa menunggu respon Jieun saat itu juga Jungkook meninggalkan Jieun.

Mendapati hal ini Jieun tak bisa berbuat apa-apa, ia ingin protes pun tampaknya Jungkook tak mau mendengarkannya. “Aisshh Jeon Jungkook, apa yang sebenarnya kau inginkan” gerutu Jieun mengacak rambutnya.

Disisi lain Jungkook yang berjalan menuju kelas, berkali-kali ia tersenyum penuh kemenangan. “Yes” gumam Jungkook pelan, ia cukup terkikik melihat sikap Jieun yang mengacak rambutnya baginy itu menggemaskan.

^^^^

“Jeongmal jeosonghamnida Mr.Tuan, aku sangat menyesali perihal tersebut. namun masalah sudah selesai, pemilik sekolah tak jadi mengeluarkan Jieun dari sekolah dan Mark pun menjadi wali dari Jieun. Jeongmal Jeosonghamnida” kata-kata dari kepala sekolah terngiang jelas ditelinga Mr.Tuan, berkali-kali ia menghelakan napasnya mengingat hal tersebut,

Bahkan tak pelak kali ini ia menatap kedua anaknya yang berada dihadapannya, ia hanya tak paham dengan kedua anaknya ini “Waeyo? masalah sebesar ini kalian tak memberitahu kami ?” ujar Mr.Tuan menaruh surat pengeluaran Jieun tepat didepan kedua anaknya.

Jieun dan Mark bertukar tatap tak tahu apa yang harus mereka ucapkan, namun sebagai kakak Mark berbicara lebih dulu “Mianhae abojji, aku yang salah” kata Mark

“Geurae kau salah, seharusnya kau memberitahuku dulu akan hal ini sebelum kau menjadi wali Jieun” ujar Mr.Tuan dengan intonasi penuh penekanan.

Mendengar hal tersebut sontak Jieun bersua “Appa, ini bukan salah Mark oppa. Aku yang meminta pada oppa untuk tak memberitahu pada eomma dan appa akan hal ini, Mark oppa sudah banyak membantuku disekolah”

Mark spontan menatap Jieun, kedua orangtuanya pun menatap Jieun “Jinjjayo? Ada seorang siswi mengatakan pada ibu kalian katanya Mark sangat menginginkan Jieun keluar dari sekolah” ujar Mr.Tuan ditatap nanar oleh Ny.Lee

Begitu juga dengan Jieun dan Mark menatap tak percaya akan ucapan ayahnya “Eomma, siapa yang mengatakan hal itu padamu?” tanya Mark

“Teman sekelas kalian, waeyo Mark? Apa kamu belum bisa menerima Jieun sebagai adikmu?” tanya Ny.Lee dengan nada lirih

Mark cukup menatap tak percaya akan ucapan ibunya, seketika Jieun langsung berkata “Eomma, jangan percaya akan ucapan itu. Mark oppa sudah banyak membantuku, mana mungkin ia menginginkan aku keluar dari sekolah”

Namun lain halnya dengan Mark yang berkata “Gheurae, awal aku memang menginginkan Jieun keluar dari sekolah….” Mark menggantungkan kalimatnya dan tampak jelas semua menatap Mark.

Hingga ayahnya pun menatap tajam Mark “Markeu….” tampkak jelas raut wajah geram seakan tak percaya akan ucapan anaknya ini.

“Keundae, meski awal aku menginginkan hal itu. Menerima kenyataan Jieun akan dikeluarkan membuatku merasa kalut, aku mengkhawatirkannya, aku tak menginginkan itu terjadi pada Jieun. Apa aku tak menganggap Jieun sebagai adikku?” ujar Mark membuat keadaan hening, namun Ny.Lee menatap sendu Mark.

“Jinjjayo? Kau benar-benar udah menerima Jieun sebagai adikmu?” tanya Ny.Lee

“Eomma, sedetik saja aku tak mengawasi Jieun disekolah itu akan menjadi penyesalanku seumur hidup” ujar Mark menatap ibunya dan berlalu begitu saja

Spontan semua menatap lirih Mark, hingga air mata Ny.Lee jatuh begitu saja. Bahkan Jieun menatap Mark tak percaya, untuk pertama kali baginya mendengar sebuah pengakun dari seorang Mark. Keadaan hening membuat  pikiran keluarga ini kalut, Mr.Tuan yang berusaha menenangkan Ny.Lee hanya mampu menepuk punggung Ny.Lee sampai ia memberi isyarat pada kedua anaknya untuk kembali kekamar mereka.

Mark dan Jieun yang berada dilantai dua tampak memperhatikan kedua orangtuanya dari atas, bahkan ia mendengar ibunya berkata “Apa ucapan Mark benar? Jika ia berbohong, haruskah kita bercerai?” ayahnya seperti tak mampu berkata apa-apa, ia hanya mampu mengelus punggung istrinya seakan meyakinnya.

Mendengar hal tersebut spontan Jieun dan Mark bertukar tatap tak percaya “Ottoke? Aku tak ingin hal itu terjadi pada eomma dan appa” gumam Jieun

“Ugh~ kau pikir hanya kau saja yang tak ingin hal itu terjadi. Nado~, tapi aku yakin hal itu tak kan terjadi ghwencana” Mark mencoba menengangkan Jieun

“Tapi jika hal itu terjadi ?”

“Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi, memangnya kau akan membiarkan hal itu terjadi” kata Mark dengan yakin

Jieun menatap Mark “Aniyo, aku pun tak akan membiarkan itu terjadi.” Mark menyodorkan tangannya pada Jieun dan tanpa ragu Jieun menyambut tangan Mark.

Keduanya berjabatan dan bertukar tatap seraya berkata “Kita adik dan kakak yang kompak bukan?” sesaat keduanya mengembangkan senyuman dan tak akan membiarkan hal tersebut terjadi pada keluarga mereka.

****

“Ige mwoya??” ujar Ny.Lee yang mendapati makanan sarapan pagi sudah ada tepat dimeja makan dan tertata dengan rapi.

“Waeyo? bukankah ini sarapan buatanmu?” tanya Mr.Tuan langsung duduk dimeja makan seraya meraih roti panggang.

“Aniyo, aku belum menyiapkan sarapan pagi hari ini”

“Jinjjayo?” ujar Mr.Tuan disambut anggukan oleh Ny.Lee, hingga keduanya menyadari siapa pelaku pembuat sarapan pagi ini dan menoleh kearah lantai dua “Aigo… tampaknya ada yang sedang merayu eomma dan appa dengan sarapan pagi ini” seru Mr.Tuan disambut kekehan Ny.Lee

“Aigo, ini bukan seperti sebuah rayuan tapi penyuapan agar mereka tak dimarahi eomma dan appa lebih lanjut. Benar?” seru Ny.Lee

“Geurae, haruskah kami memakan sarapan ini. Jika kami memakan belum tentu kami akan berhenti menceramahi loh…” seru Mr.Tuan

“Ghwencana yeobo, setidaknya jika sarapan pagi ini tak enak. Kami tetap menceramahi mereka, jika makanan ini kami akan memikirkannya kembali.” Ujar Ny.Lee disambut senyuman Mr.Tuan

“Kami akan menikmati sarapan ini” Seru Mr.Tuan yang mulai menyantap sarapan pagi buatan kedua anaknya, tak luput senyuman mengembang dari bibir Mr.Tuan dan Ny.Lee.

Tepat dilantai dua dimana Mark dan Jieun memperhatikan  kedua orangtuanya, keduanya bagun pagi-pagi sekali untuk melaksanakan misi yang sudah direncanakan mereka sejak kemarin. Dari lantai dua mereka mendengar jelas seruan yang dilontarkan oleh ayah dan ibunya, namun mereka hanya diam saja tak ingin ketahuan kalau sebenarnya mereka lah yang membuatkan sarapan pagi. Tapi sepertinya kedua orangtuanya sudah mengetahui hal tersebut, bahkan seruan yang memang tertuju pada Mark dan Jieun begitu jelas dilontarkan kedua orangtuanya.

Mereka memilih diam tak ingin menganggu sarapan pagi kedua orangtuanya, tak pelak Mark dan Jieun melakukan high five karena misinya cukup berhasil hingga senyuman pun terus mengembang dari keduanya. Sampai ponsel Jieun berdering dan sebuah pesan tertera jelas pada layar ponselnya.

Aku akan menjemputmu tepat jam 10. Arasseo

-Jeon Jungkook-

Tampak jelas pesan peringatan untuk Jieun agar dirinya tak lupa jika hari ini ia memiliki sebuah janji dengan Jungkook. Mark cukup sadar dengan pesan tersebut “Dia mengajakmu untuk bertemu? Apa kau belum memaafkannya?” tanya Mark, Jieun diam saja ia hanya mengigit bibir bawahnya tak menjawab pertanyaan Mark “Ketahuilah, sebenarnya yang menolongmu agar tak dikeluarkan dari sekolah adalah Jungkook. Dia membujuk kakeknya untuk membatalkan surat pengeluaranmu, ahh~aku baru tahu kalau Jungkook adalah cucu dari pemilik sekolahan.”

Jieun membulatkan kedua matanya mendengar penuturan Mark “Kau, tidak sedang membuat sebuah karangan cerita kan?” ujar Jieun tampak tak percaya dengan ucapan kakaknya ini.

“Sebenarnya aku tak boleh mengatakannya padamu, tapi aku terlanjur masuk pada situasi ini dan harus mengatakan padamu. Yoora menipuku dan memanfaatkan keadaan tersebut, apa aku tampak sedang mengarang cerita?” ujar Mark.

Jieun hanya mampu menatap Mark, ia tak tahu harus berkata apa situasi ini membuatnya merasa kalut. Bahkan sikap acuhnya pada Jungkook tampaknya cukup keterlaluan, namun benaknya bertanya-tanya kenapa Jungkook sampai melakukan hal tersebut untuknya. Tanpa ragu Jieun membalas pesan singkat Jungkook.

Kau tak perlu menjemputku, langsung bertemu di ‘Lollipop candy shop’. Aku akan menunggumu

Entah kenapa kalimat tersebut ia kirimkan untuk Jungkook, hingga balasan pun tampak jelas pada layar ponsel Jieun.

Aniyo.. Aku akan datang lebih dulu dan menunggumu

-Jeon Jungkook-

Jieun diam sejenak akan balasan dari Jungkook, namun sukses membuatnya tersenyum riang. Ia pun berlalu meninggalkan Mark “Eoddi?” tanya Mark

“Tentu saja rapi-rapi untuk menemuinya” ujar Jieun

Mark hanya mampu tersenyum dan mengangguk mengerti akan ucapan Jieun, sepertinya Mark tak mengetahui kalau Jungkook justru mengajak Jieun berkencan. Jieun pun tak memberitahu pada Mark, karena entah apa yang akan terjadi jika Mark mengetahuinya. Cukup disadari sikap protektif seorang kakak pada adiknya begitu dirasakan oleh Jieun pada Mark.

^^^^

Dua ice americano yang sudah dibeli Jungkook tepat ditaruh pada meja yang berada dekat jendela ‘Lollipop candy shop’. Jungkook memang sudah sampai di Lollipop candy shop yang memang menyediakan kafe untuk pengunjung yang menikmati Lollipop dan cake pada tempat ini, ia pun sengaja membeli beberapa lollipop serta cake untuk Jieun.

Berkali-kali Jungkook menatap kearah luar jendela memastikan kehadiran Jieun, namun sosok Jieun tak kunjung datang. Bahkan ia menatap layar ponselnya pesan singkat sudah buatnya ‘Jieun eoddie?’ namun ia menghapusnya kembali dan bergumam “Aniyo, mungkin dia dalam perjalanan. Keundae ….” Jungkook tampak gelisah lebih tepatnya gugup, ia pun tak mengerti kenapa seperti ini padahal bukan pertama kali baginya untuk berkencan tapi ia merasa kali ini cukup berbeda.

Ia pun kembali menatap layar ponselnya berniat untuk mengirim pesan pada Jieun ‘Jieun-ah….’ namun lagi-lagi ia menghapusnya “Seharusnya aku menjemputnya”  runtuknya seakan tak sabar untuk bertemu Jieun dan menyeruput ice americano.

Sebuah lagu BTS – 이불킥 melantun lembut dikafe ini, Jungkook pun cukup menikmati ice americano sambil menunggu Jieun. Hingga seseorang berseru “Jungkook-ah”.

Suara itu begitu jelas bagi Jungkook, sontak ia menoleh dan berseru “Sudah data……” ucapan Jungkook tertahan begitu saja ketika mendapati sosok Jieun yang berada dihadapannya dengan balutan casualnya namun memiliki kesan cantik “Yeoppo..” gumam Jungkook spontan.

“Ne?” Jieun pun spontan berkata demikian sukses membuat Jungkook kikuk, namun senyuman kecil tergores dari bibir Jieun.

“Aniyo… Kau, begitu lama” ujar Jungkook seakan mengalihkan pembicaraan.

Jieun tersenyum kecil dan duduk tepat dihadapan Jungkook “Mian”

“Ghwencana, lain kali jika kau terlambat mungkin aku akan menghukummu” ujar Jungkook

Jieun mengerucutkan bibirnya “Aissh…. kau berkata seperti itu seolah-olah akan mengajakku berkencan kembali?” ujar Jieun yang cukup sadar akan ucapan Jungkook.

Jungkook mengerjapkan kedua matanya sadar akan ucapannya tadi “Tentu, itu pun jika kau…..”Jungkook menggantungkan kalimatnya entah apa yang ada dipikirannya ia justru mengalihkan pembicaraan “Sebaiknya kau minum saja dulu, ice americano kesukaanmu. Benar?”

Seakan mengerti dengan sikap Jungkook, Jieun sedikit kecewa namun ia tetap menunjukkan senyuman terbaiknya “Ice americano memang yang terbaik” ujar Jieun yang menyeruput minumannya, ia pun menyadari beberapa beberapa lollipop yang dibeli Jungkook berbentuk love semua “Kau membeli semua ini?”

Menyadari akan hal tersebut Jungkook tampak bingung harus berkata apa “Waeyo, bukankah bentuk love terlihat lebih bagus. Kau harus menghabiskannya dan cake itu juga” ujar Jungkook membuat Jieun tersenyum tipis

“Arasseo” ujar Jieun disambut senyuman puas oleh Jungkook.

Bahkan tak pelak Jungkook tersenyum riang mendapati Jieun yang sibuk memakan cake ‘Kiyowo’ batin Jungkook terus memperhatikan Jieun. “Jieun-ah kenapa kau tiba-tiba langsung mengajak bertemu disini? Apa aku tak boleh menjemputmu?”

Jieun langsung mengelengkan kepalanya “Aniyo, hanya saja aku belum memberitahu Mark kalau kau sudah tahu semuanya. Karena ini perjanjianku dengan Mark, jika kau menjemputku dirumah mungkin Mark akan melontarkan pertanyaan yang bertubi-tubi padaku”

Jungkook hanya mengangguk mengerti, ia pun cuku sadar dengan Jieun yang menyantap cake dengan lahap. Hingga dirinya tak sadar cream pada cake tersebut mengenai pipi, mendapati hal itu Jungkook terkekeh “Chankaman” ujar Jungkook yang berdiri dan langsung duduk disamping Jieun.

“Ne?” hanya kata itu yang keluar dari mulut Jieun, kali ini Jungkook justru meraih pipi Jieun dan menghapus noda pada pipi Jieun dengan jemarinya. Mendapati perlakukan ini entah kenapa darah Jieun terasa berdesir, bahkan cukup disadari jarak mereka cukup dekat dan Jungkook  menatapnya dalam “Ghwencana, aku dapat menghapusnya sendiri” sadar Jieun ingin menepis tangan Jungkook.

Namun diluar dugaannya Jungkook justru menggenggam tangan Jieun dengan erat, bahkan Jungkook semakin menatapnya dalam Jieun “Jungkook-ah” gumam Jieun seakan membuat Jungkook tersadar dan reflek melepaskan genggamannya pada Jieun.

“Mian” Jungkook menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan kembali berkata “Kau tampak sudah selesai menyantap cake itu, sebaiknya kita pergi dari sini”

“Eoddi?” tanya Jieun

“Kencan yang sesungguhnya” kata Jungkook seakan menggoda Jieun.

“Ya, kau mencoba menggodaku” ujar Jieun yang sadar akan sikap Jungkook.

“Aniyo, bukankah aku memang mengajakmu untuk berkencan?” ujar Jungkook membuat Jieun diam membeku, namun Jungkook justru menyodorkan tangannya pada Jungkook “Ijinkan aku menggenggam tanganmu” Jieun tampak tak dapat berkata apa-apa, secara reflek ia meraih tangan Jungkook.

Mendapati hal ini Jungkook tersenyum puas dengan jemarinya ia mengenggam tangan Jieun, seraya membawanya keluar dari kafe ini.

^^^^

Jieun dibuat tak percaya dengan Jungkook yang mengajaknya ke taman bermain, ia sedikit terkekeh dengan hal ini “Ya, jangan tertawa.”

“Apa ini kencan sesungguhnya?” Gurau Jieun dan menahan tawa.

Jungkook tampak bingung harus menjawab apa, sebenarnya ketika bersama Yoora belum pernah ia berkencan.Ia pun mencari tempat kencan yang bagus tidak ada yang menarik perhatiannya, hingga ia menetapkan taman bermainlah tujuan “Waeyo kau tak menyukainya? Kita tak perlu bermain permainan ditempat ini pun tak apa” ujar Jungkook.

Jieun mengelengkan kepalanya dan berkata “Aniyo, neomu johayo. Sudah lama aku tak kesini dan sangat disayangkan jika sudah ketempat ini tak menikmati permainannya”

Mendengar hal tersebut Jungkook hanya tersenyum dan tanpa ragu ia mengajak Jieun untuk bermain wahana yang sederhana terlebih dahulu. Bahkan tak disadari oleh keduanya tangan mereka tampak bergenggaman sangat erat.

Dari wahana yang sederhana hingga wahana yang extreme mereka mencobanya, bahkan bianglala pun sudah mereka coba. Raut wajah keduanya tampak tak tersirat rasa lelah, justru senda gurau kerap dilontarkan keduanya dan tak luput senyuman tersirat dari bibir mereka.

“Jieun, haruskah kita naik itu?” tunjuk Jungkook pada perahu bebek.

“Boleh, angin didanau itu tampak sejuk. Tapi aku ingin membeli gulali itu” ujar Jieun menunjuk pada gulali berwarna pink, sempat tak percaya akan keinginan Jieun namun Jungkook hanya tersenyum dan membelikannya gulali yang diinginkan Jieun.

Hingga kali ini keduanya sudah berada diperahu bebek, keduanya mengayuh bersama menuju tengah danau. Benar saja cuaca yang sangat cerah membuat udara pada danau ini terasa sejuk, membuat keduanya menikmati pemandangan danau ini dan Jieun memakan gulali yang dibelikan Jungkook tadi. Bahkan cukup disadari Jungkook menatapnya yang tengah memakan gulali “Waeyo? kenapa menatapku seperti itu? Kau mau?” Jieun menyodorkan gulali itu pada Jungkook.

“Aniyo, kau sangat lucu” ujar Jungkook membuat pipi Jieun merona, menyadari hal itu Jungkook hanya tersenyum dan kembali berkata “Keundae, jika kau menawarkannya boleh juga. Coba suapi aku”

“Ne?” hanya itu yang keluar dari mulut Jieun karena ucapan Jungkook cukup membuatnya tak mampu berkata apa-apa, bahkan Jungkook sudah memberi isyarat agar Jieun menyuapinya. Cukup ragu Jieun ingin menyuapi Jungkook, ketika gulali itu sudah berada didekat mulut Jungkook. entah apa yang ada dipikiran Jieun saat itu dengan jahil Jieun justru tak jadi menyuapi Jungkook dan memakan gulali tersebut.

“Ya neo….” protes Jungkook ketika mendapati sikap Jieun.

“Hahaha” hanya tawaan yang keluar dari mulut Jieun mendapati ekpresi kesal Jungkook.

“Ya, suapi aku atau aku akan menghukummu” ujar Jungkook dengan jahil.

“Aiisshh berhentilah mengatakan akan menghukumku, memangnya kau akan menghukumku seperti apa?” ujar Jieun

“Kau mau tahu?” justru Jungkook melontarkan pertanyaannya pada Jieun, namun tak ada jawaban dari Jieun. Tampak jelas ekpresi bingung Jieun,  saat itu Jungkook meraih tangan Jieun dan menariknya hingga membuat jarak keduanya cukup dekat. Bukan hanya itu disadari oleh Jieun wajah Jungkook tampak begitu jelas tepat dihadapan Jieun, jarak mereka begitu dekat membuat keduanya bertukar tatap hingga perlahan Jungkook semakin mendekat kewajah Jieun namun…..

“Cepat suapi aku atau aku akan melakukannya?” ujar Jungkook membuat Jieun tersadar akan tatapan Jungkook yang membuatnya terhanyut, spontan saat itu juga Jieun langsung menyuapi Jungkook gulali miliknya seraya mengalihkan pandangannya kearah lain tak ingin terhanyut akan tatapan Jungkook. Sedang Jungkook hanya tertawa kecil mendapati tingkah Jieun entah apa yang ada dipikirannya namun ia tampak puas dengan reaksi Jieun. lain halnya dengan Jieun yang cukup merona akan sikap Jungkook tadi, tak dapat dipungkirinya jantungnya berdegup sangat kencang.

Hingga keduanya mengakhiri bermain perahu bebek, kali ini mereka berdua menatap kesegala arah. Nyaris semua permaianan sudah mereka coba, tanpa sadar keduanya berjalan santai ditaman sakura yang memang terdapat pada pusat taman bermain ini. Waktu kian berubah menjadi sore, tapi masih banyak orang-orang yang menikmati pemandangan pada taman sakura yang memang terlihat sangat indah.

“Jieun-ah, haruskah kita mengambil selca disini?” ujar Jungkook karena suasana dan pemandangan ditaman ini tampaklah sempurna, bahkan bunga sakura yang berjatuhan membuatnya terlihat semakin indah.

“Eungg tentu” ujar Jieun menerima usulan Jungkook dan tanpa ragu Jungkook mengeluarkan ponselnya seraya mengambil selca yang lucu bersama Jieun.

Beberapa selca cute yang mereka lakukan justru membuat mereka tertawa satu sama lain. Hingga tanpa sadar seseorang memperhatikan mereka “Jieun-ah” seru orang tersebut memanggil nama Jieun membuat keduanya tersadar dan menoleh pada sumber suara.

“Eoh Hyunwoo-ya” seru Jieun mendapati seseorang yang memanggilnya dan tersenyum sumringah, tampak jelas pula Hyunwoo tersenyum puas mendapati Jieun.

Melihat hal ini Jungkook hanya menatap keduanya entah kenapa ia merasa tak nyaman dengan kehadiran Hyunwoo, hingga Hyunwoo berkata “Syukurlah, kau masih mengenalku. Ku pikir kau melupakan teman sekelasmu ini”

“Tentu saja aku masih mengingatmu, teman sekelas menyebalkan dan super jahil” ujar Jieun mengingat dimana Hyunwoo adalah teman sekelas disekolah lamanya.

“Bogoshipo Jieun-ah” seru Hyunwoo sudah merentangkang tangannya dan siap memeluk Jieun, namun dengan cepat Jungkook berdiri tepat didepan Hyunwoo menghalangi aksinya untuk memeluk Jieun. Alhasil Hyunwoo bukan memeluk Jieun melainkan memeluk Jungkook yang berada dihadapannya.

“Kau tak bisa memeluknya sembarangan” kata Jungkook penuh penekanan, spontan Hyunwoo melepaskan pelukan tersebut dan menatap Jungkook.

Jieun yang menyaksikan hal ini terkikik dan dari balik tubuh Jungkook berkata “Nado bogoshipo Hyunwoo-ya” spontan ditatap tajam Jungkook dalam sekejap Jieun menutup mulutnya rapat-rapat.

“Jieun-ah nuguya?” tanya Hyunwoo menatap Jungkook.

Jieun tersenyum simpul “Uri ching…..” belum sempat Jieun melanjutkan ucapannya sudah dipotong oleh Jungkook.

“Namjachingu. Aku kekasih Jieun” ujar Jungkook tampak menjelaskan diakhir kalimat dan mengenggam erat tangan Jieun.

Mendapati hal ini Jieun menelan ludahnya dan menatap bingung pada Jungkook. Lain halnya dengan Hyunwoo tampak jelas raut wajah kecewa “Ahh.. begitu rupanya, pantas saja dia melarangku memelukmu. Jieun-ah sepertinya aku harus pergi, kau harus jaga kesehatan. Arasseo”  ujar Hyunwoo

“Ne, kau juga” sahut Jieun dan saat itu Hyunwoo mengacak rambut Jieun sebentar seraya berlalu meninggalkan mereka berdua.

Mendapati hal tersebut Jungkook tampak tak suka dan bergerutu “Apa-apaan namja itu sudah jelas-jelas jangan menyentuhnya, tapi dia malah mengacak rambutnya ahhh….”

Tanpa sadar dirinya tengah ditatap oleh Jieun “Ya, waeyo? kenapa kau mengaku-ngaku kekasihku didepan Hyunwoo?” tanya Jieun membuat Jungkook memutar bola matanya.

“Aniyo, hanya saja ia tampak menatapmu berbeda ” ujar Jungkook yang sadar kalau tatapan Hyunwoo bukanlah tatapan seorang teman lama dan tampak jelas dari raut wajahnya rasa rindu pada Jieun begitu berbeda.

“Berbeda? Hyunwoo adalah teman sekelasku disekolah lama, dia merupakan teman dekatku. Bagaimana bisa menatapku dengan berbeda” ujar Jieun

Jungkook hanya menatap frustasi Jieun “Terserah kau, pantas saja kau tak pernah peka perasaanku” ujar Jungkook dan berjalan mendahului Jieun.

Mendapati hal ini Jieun mengerutkan keningnya ‘Ada apa dengannya? Apa dia marah padaku?’ batin Jieun tersenyum simpul dan menyetarakan langkahnya dengan Jungkook  “Jungkook-ah, ada yang ingin kutanyakan padamu?” ujar Jieun yang teringat akan ucapan Mark.

Tanpa menatap Jieun, Jungkook menyahuti ucapannya “Mwoya?”

“Pembatalan pengeluaranku, kau yang melakukannya?” tanya Jieun membuat langkah Jungkook terhenti.

“Aissh, apa Mark yang memberitahumu?” Jungkook tampak frustasi dengan pembahasan ini, namun Jieun menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Jungkook “Aisshh sudah kukatakan padanya untuk tak memberitahumu” Jungkook menghelakan napasnya.

“Waeyo? Kenapa kau melakukan hal itu untukku?”tanya Jieun

Justru kali ini Jungkook menatap Jieun penuh makna “Johayo, Aku menyukaimu, sangat menyukaimu” jujur Jungkook

Jieun membeku begitu saja mendengar pengakuan Jungkook yang begitu tulus tersirat dari matanya, namun entah kenapa hatinya masih ragu akan hal ini “Waeyo? bagaimana bisa kau menyukaiku, sedang ku tahu kau begitu menyukai Yoora” tanya Jieun

“Apa butuh alasan untuk menyukai seseorang?” seakan telak akan ucapan Jungkook, Jieun tak mampu berkata apa-apa. Hingga Jungkook kembali berucap “ Aku merasakan hal yang berbeda darimu, hal yang belum pernah kurasakan sebelumnya dan kau mengubah pandanganku. Hingga hal yang tak pernah kulakukan sebelumnya untuk Yoora namun kulakukan untukmu”

Jieun cukup menatap bola mata Jungkook yang berkata dengan tulus “Keundae…..” belum sempat Jieun melanjutkan ucapannya namun….

Chu~

Jungkook mengecup bibir mungil Jieun sontak membuatnya membulatkan mata mendapati tindakan Jungkook. “Jung—kook-ah” dengan terbata Jieun berucap tak percaya akan tindakan Jungkook.

Seakan paham dengan tatapan Jieun, Jungkook justru semakin menatap dalam Jieun dan meraih dagu Jieun seraya menciumnya penuh kehangatan. Mendapati hal ini Jieun tak mampu berkata apa-apa, ia pun memejamkan matanya membiarkan ciuman ini menuangkan perasaan mereka satu sama lain.

-TBC-

No preview

A/N : Maaf sebelumnya untuk preview chapter 15 tidak ada, karena saya pun belum melanjutkan chapter tersebut. kemungkinan akan tersedat karena jadwal kerja saya, mohon memakluminya. bagaimana pun saya membutuhkan ide buat FF ini ditambah harus ngurus kerjaan * maaf saya curcol dikit* kkkkkkk

Dimohon untuk meninggalkan jejak, siapa tau saya semangat untuk buru-buru lanjutannya . hhihi

11 thoughts on “Brother & Sister [Chapter 14]

  1. aku nungguin banget ini ff nya ><
    hueeeee tambah dibuat penasaran 😭😭
    hyunwoonya lanjut dong thor wkwkwk (iu-hyunwoo shipper😂)
    semangat thor!!!

  2. Yaaayyyy gak ceraaaii jieunmark tetep barengaaan
    Adegan suap suapan bikin deg deg an deh, si jungkook jail amat sihh tapi unyuukk asdfghjkl
    Okee semangaatt, ff ini cepet banget kalo update jadi udah puas banget kok 😉

  3. akhirnya jadian jga^^ IU jungkook sweet deh..
    pdahal ff nya makin seru:-( tpi mau gmna lgi, tdk mudah jga mndapatkn ide, hrus mkir2 dlu..smoga aja kakak cpt dpt ide nya ya biar cpt jga d lanjutin ff nya^^ smngat selalu kerjanya kak, sma nulisnya jga hehehe

  4. aduh ada adegan kissnya. so sweet ah. Jungkook lucu. Jieun terlalu polos ampe gak ngerti klu hyunwoo tuh suka ama dia. Hyunwoo cuma cameo aj nih. hehe. gak apa blm d lanjutin. pokoknya aku nggu aj deh. nyari ide tuh kan gk mudah. ya gk thor? hehe

  5. Wkwkwk.. Ngakak dah, Hyunwoo jd cameo😄
    Seru bgt kk author, keren.. pastinya bakalan nunggu bgt kelanjutannya.. KukIU best couple forever \lebe xD\
    HWAITING!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s