Brother & Sister [Chapter 11]

 Brother and sister

Author : Kim Raemi

Tittle : Brother & Sister [Chapter 11]

Genre : Family, Fluff

Length : Chapter

Rating : T

Ini hanya fiktif belaka

Cast :

  • Lee Jieun (IU)
  • Mark Tuan
  • Jeon Jungkook
  • Kang Yoora

 

 Brother & Sister [Chapter 1] | Brother & Sister [Chapter 2]|Brother & Sister [Chapter 3] |Brother & Sister [Chapter 4]|Brother & Sister [Chapter 5]Brother & Sister [Chapter 6] | Brother & Sister [Chapter 7]Brother & Sister [Chapter 8] | Brother & Sister [Chapter 9] | Brother & Sister [Chapter 10]

Trailer Fanfic Brother & Sister

CHAPTER 11

Bell tanda pulang pun berbunyi, semua murid serempak bergegas untuk meninggalkan kelas. Hingga kelas tampak hanya beberapa orang, dimana Jieun sudah berjalan lebih dulu keluar kelas dan Mark baru saja memakai ransel miliknya seraya ingin menyusul  Jieun. Namun seseorang menahan langkahnya “Waeyo, Jeon Jungkook?” tanya Mark yang sadar akan Jungkook sudah berdiri tepat dihadapannya.

“Bisa kita bicara sebentar?” pinta Jungkook membuat Mark mengerutkan keningnya dengan ucapan Jungkook, namun terlihat jelas raut wajah keseriusan Jungkook dan dijawab oleh anggukan Mark.

Masih didalam kelas dimana keduanya masih berdiri diposisi sama seperti tadi, mereka hanya menunggu beberapa teman sekelas yang meninggalkan kelas. Setelah memastikan semuanya tak ada dikelas Mark langsung berkata “Apa yang ingin kau bicarakan?”

“Jauhi Jieun” ujar Jungkook

Mendengar hal tersebut Mark mengerutkan keningnya “Mwo??” ia tampak bingung dengan ucapan Jungkook.

“Jika kau berada didekat Jieun, itu akan semakin membuat Jieun dikerjai oleh Yoora” kata Jungkook dengan tatapan keseriusannya.

Mark tersenyum kecut “Ya, apa sekarang kau mencoba melindunginya? Atau hanya kebalikannya?” kata Mark yang sudah tahu akan sifat seorang Jungkook.

“Gheurae aku ingin melindunginya, aku pun tahu Mark. Kesepakatanmu dengan Yoora agar Jieun tidak dikeluarkan, kau berpacaran dengannya” ujar Jungkook membuat Mark membulatkan kedua matanya.

“Neo, eottoke arraseo?” pekik Mark karena hanya dirinya dan Yoora yang tahu akan hal ini.

Jungkook cukup teringat saat disebuah club tari, dimana ia pulang terlambat setelah membantu Kangin sonsaengnim. Tanpa sengaja ia mendengar percakapan antara Yoora dengan kedua temannya.

“Yoora-ya, bagaimana kau dan Mark berpacaran?” tanya Seora

“Gheurae, bagaimana bisa sedang Mark tak menyukaimu?” tanya hana disambut tatapan tajam Yoora.

“Sebuah kesepakatan, jika aku dapat membujuk orangtuaku agar Jieun tak dikeluarkan. Dia harus menjadi kekasihmu” ujar Yoora dengan enteng

“Jinjjayo? Jadi yang membuat Jieun tak jadi dikeluarkan karenamu juga, aigo pantas saja dengan mudah dia bisa kembali lagi kesekolah” ujar Hana disambut senyuman puas Yoora, mendengar hal tersebut Jungkook hanya mengelengkan kepalanya saja.

Helaan napas berat keluar dari mulut Mark ketika mendengar cerita Jungkook “Waeyo? Lagi pula jika kau tahu pun tak akan ada yang berubah, tak ingat saat  dulu kau memintaku untuk menjadi kekasih Yoora. Padahal kau begitu menyukainya, namun kau mengorbankan hatimu demi membuatnya bahagia? Sedang sekarang kau meminta padaku untuk menjauhi Jieun?”

Jungkook terdiam teringat akan masalalu dimana ia pernah meminta Mark untuk menjadi kekasih Yoora. “Gheurae, aku ingat. Aku bersikap seperti ini hanya tak ingin Jieun terluka karenamu dan kau melakukan semua demi Jieun, karena kau menyukainya?”

“Aniyo, aku tak menyukai Jieun” ujar Mark dengan santai namun sukses membuat Jungkook menarik kerah seragam Mark.

“Ya, Kau berpacaran dengan Yoora. Lalu kau pergi bersama Jieun, apa yang ada dipikiranmu Mark. Kau ingin mempermainkan hatinya??” ujar Jungkook yang kian mencengkram kerah Mark.

Namun dengan paksa Mark melepaskan tangan Jungkook dari kerahnya “Pertama tak mungkin bagiku untuk menyukai Jieun, kedua tak mungkin bagiku menjauhi Jieun. Karena tugasku adalah untuk melindunginya, waeyo? kau bersikap seperti ini seolah-olah Jieun adalah milikmu, kau menyukainya?” tanya Mark dengan lantang dan tak segan menatap tajam Jungkook.

Jungkook terdiam mendengar ucapan Mark, tak pelak ia pun manatap Mark “Gheu……” belum sempat Jungkook berkata Mark sudah memotong.

“Waeyo? Kenapa kau begitu lama menjawab? Aku tahu kau masih belum bisa melepas Yoora dan meyakinkan hatimu. Selama ini kau bersikap baik dan menolong semua orang yang dikerjai Yoora, hanya untuk menutupi kesalahannya. Termasuk Jieun, apa kau sadar perlakuan baikmu padanya dapat membuatnya salah paham. Jangan mempermainkan hatinya” kata Mark penuh penekanan membuat Jungkook tak mampu berkata, karena semua ucapan Mark memang benar. Bahkan beberapa siswi yang kerap ditolong terkadang salah paham akan sikap Jungkook.

“Kau mengatakan ingin melindunginya? Tidak ingat ketika Yoora menjadi kekasihmu, saat ia dikepung oleh para senior kau dimana? Kau justru sibuk dengan organisasi osismu. Apa dengan cara ini kau melindungi Jieun, agar aku menjauh dari Jieun???” kembali Mark berkata penuh penekanan.

“Gheurae, yang kau ucapkan memang benar! Aku bersikap menolong orang-orang yang dikerjai Yoora untuk menutupi kesalahannya, kau tahu? Karena aku merasa bersalah padanya, tak menjaganya dengan baik” ujar Jungkook yang berbicara penuh emosi.

Bahkan keduanya saling bertukar tatap “Karena itupun kau menjauhiku? Karena rasa bersalahmu padanya dan ia menyukaiku. Bahkan jelas-jelas aku sudah mengatakan padamu kalau aku tak menyukainya” ujar Mark teringat dimana mereka cukup dekat, semenjak Yoora menyukai Mark seakan tak ada kata teman diantara Mark dan Jungkook.

“Aniyo, karena aku malu padamu Mark. Aku merasa kalau diriku adalah pecundang” ujar Jungkook

Mark mengalihkan pandangannya dari tatapan Jungkook, ia menghelakan napasnya “Apapun alasanmu aku tak perduli, aku hanya meminta padamu untuk tidak mempermainkan hati Jieun” kata Mark.

Jungkook hanya menatap Mark, ia paham akan sikap Mark “Tak mungkin bagiku untuk…..” belum sempat Jungkook berkata, namun ekpresi kaget Mark membuat ucapan Jungkook tertahan.

“Jieun-ah” pekik Mark yang menyadari kehadiran Jieun diambang pintu kelas, spontan Jungkook pun menoleh kearah Jieun.

Saat Jieun ingin menuruni anak tangga, ia sadar jika Mark tak mengikutinya. Alhasil ia kembali untuk kekelas, namun tampak jelas Mark dan Jungkook saling bertukar tatap. Hingga teman-teman yang lain pergi dan keadaan sudah sepi, terdengar jelas Jungkook dan Mark berbicara serius. Jieun benar-benar dibuat tak percaya dengan ucapan yang terlontar dari dua pria ini.

“Ige mwoya? Ucapan yang kalian katakan…” Jieun tampak tak mampu berkata-kata “Jungkook-ssi, waeyo? jadi semua sikap baikmu selama ini padaku semata-mata hanya untuk menutupi kesalahan Yoora?”

“Aniyo, Jieun-ah….” Jungkook belum selesai bericara, namun Jieun sudah memotongnya.

“Geumanhae! Berhentilah membuatku salah paham akan sikapmu dan berharap lebih padamu. Mulai sekarang berhenti untuk membantuku, sesulit apapun itu aku akan mengatasinya sendiri. Lebih baik kau kejar cintamu itu dibanding kau mengurusi urusan orang lain” Kata Jieun penuh penekanan membuat Jungkook tak mampu berkata apa-apa dan ingin berlalu meninggalkan kelas ini.

“Jieun-ah” Panggil Mark

Jieun spontan menoleh dan berkata “Dan kau Mark, jangan berbicara denganku” tanpa berkata apa-apa lagi Jieun meninggalkan kelas.

Mendapati hal ini Jungkook dan Mark menghelakan napas beratnya, sesaat Mark berlalu dari kelas berniat mencari sosok Jieun. Sedang Jungkook perasaan bersalah pada Jieun menyeruak begitu saja, sesungguhnya rasa simpati yang diberikan selama ini seakan berubah seiring ia mengenal Jieun lebih jauh.

****

Sebuah polaroid bergambarkan dua orang pria dengan seragam, pada polaroid tersebut tampak jelas senyum cerah dan saling rangkul menunjukkan sisi kedekatan kedua pria tersebut. Mark tengah menatap polaroid yang masih disimpannya setelah dua tahun berlalu, banyangn masalalu seakan kembali begitu saja.

Didalam kelas 1-B seorang guru tengah menerangkan materinya, namun tak semua memperhatikan pelajaran tersebut karena wajah bosan tersirat jelas dari beberapa murid. Bahkan Mark tampak menguap berkali-kali “Ya berhentilah menguap” ujar Jungkook mendapati teman sebangkunya bersikap demikian.

“Aku bosan” kata Mark kembali menguap

“Kau pikir hanya kau saja yang bosan, aku pun sama sepertimu” ujar Jungkook  yang menunjukkan rasa bosannya.

Mark ingin menimpali ucapan Jungkook, namun guru yang tengah memberi penerngan tampak mentap kedua siswa ini “Ya, kalian berdua bisa tenang. Jangan berbincang disaat aku menerangkan” ujar guru tersebut membuat Mark dan Jungkook terdiam.

Namun Mark memutar bola matanya “Sam, aku ingin ketoilet” kata Mark sambil melirik kearah Jungkook dan cukup dipahami olehnya.

“Aku juga sam”seru Jungkook

Mendapati hal ini guru tersebut cukup mengerutkan keningnya “Aigo kalian, yasudah cepat ketoilet lalu kembali lagi. Arasseo”

Mendengar ucapan tersebut, Mark dan Jungkook langsung keluar kelas. Sesaat dikoridor kelas, keduanya saling bertukar tatap “Kajja” saling merangkul mereka bukan pergi ketoilet melainkan kantin sekolah. Hal ini merupakan kebiasaan mereka, dikantin bukan hanya mereka saja melainkan siswa dari kelas lain pun berada dikantin pada saat jam pelajaran.

###

 “Ya, Jeon Jungkook. Bagaimana bisa kau menyukai Kang Yoora?” ujar Mark tampak tak percaya akan pengakuan Jungkook yang menyukai seorang siswi penyandang dana terbesar disekolah ini.

“Waeyo?” tanya Jungkook.

“Aniyo, hanya saja kau tahu kan akan sikapnya itu.”kata Mark yang memang kerap mengatakan pada Jungkook kalau ia tak menyukai sikap Yoora.

“Arasseo. Tapi jangan menilai seseorang dari apa yang kita lihat, seburuk-burukny seseorang pasti memiliki sisi baik bukan?” ujar Jungkook yang disambut senyuman Mark, ia cukup memahami seorang Jungkook.

“Eungg.. Sebagai teman aku hanya dapat mendukung, Jungkook hwaiting” ujar Mark seraya menepuk punggung Jungkook.

“Tentu kau harus mendukungkku, arasseo” tekan Jungkook

“Ne… Tapi tidak lupa kau harus mentraktirku jika sudah berpacaran dengannya” ujar Mark asal membuat Jungkook menatap tajam.

“Aisshhh selalu saja seperti itu”protes Jungkook namun disambut tawaan oleh Mark, hingga keduanya saling tertawa satu sama lain.

####

Mark tengah berbicara dengan Jaebum mengenai team baseballnya, namun cukup beberapa siswa dan siswi yang bergosip akan Jungkook sudah berpacaran dengan Yoora.

“Jinjjayo? Jungkook?” tanya Jaebum setengah tak percaya, bahkan Jackson dan Taehyung pun spontan menatap Mark.

“Ya, Mark bukan kau dekat dengan Jungkook? semua benar atau hanya gosip, bagaimana bisa ia berpacaran dengan Yoora” Tanya Jackson

Belum sempat menjawab, tampak jelas Jungkook yang tengah mengejar Yoora menyetarakan langkahnya dengan Yoora seraya membenari rambut Yoora dan tersenyum penuh ceria. Pemandangan tersebut seolah jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan Jackson.

“Bukan gosip, tapi fakta” ujar Taehyung yang tak percaya dengan pemandangan tersebut.

Mark tak berkomentar apa-apa, ia hanya tersenyum senang mendapati cinta Jungkook yang terbalaskan. Sesaat ia pun meraih ponselnya dan memberi pesan singkat pada Jungkook.

Ya! Ingat janjimu Jeon Jungkook

-Mark-

Arasseo.. Ditempat biasa

-Jungkook-

Shireo, aku tak ingin makan Jajangmyun

-Mark-

Ya! Berhentilah untuk menawar

-Jungkook-

Ya! Jangan pelit-pelit dengan teman

-Mark-

Sial

-Jungkook-

Mark tak membalas ia justru tersenyum puas mendapati pesan Jungkook,  bahkan tampaknya ketika ia berjalan bersama Yoora tak menyadari keberada Mark. Hingga ia menyadari dilorong sekolah, Jungkook menoleh kearah Mark sontak keduanya mengepalkan tangannya seakan ingin memberi tinju. Hal yang kerap dilakukan dua pria ini, namun senyuman tak luput dari keduanya.

####

Semenjak hari itu kedua cukup disibukkan dengan urusan masing-masing, Mark sibuk dengan team baseballnya dan Jungkook sibuk dengan organisasi osisny, bahkan ia kerap disibukkan dengan Yoora yang sering bertingkah akan kekuasaannya.

Namun tak segan Mark dan Jungkook bertemu untuk bermain game bersama, bukan hanya mereka saja yang bermain game bersama dari kelas lain pun ikut bermain. Tapi Mark selalu meminta pada yang lain agar tak membahas sikap seorang Yoora untuk menghargai Jungkook, meski pun membahas Jungkook tak pernah memperdulikan hal tersebut ia hanya memandang Yoora sebagai seseorang yang ia sukai.

Hingga suatu hari satu sekolah dibuat heboh karena tindakan senior yang mengepung Yoora karena sikap angkuhnya. Saat itu cukup banyak siswa dan siswi  yang setengah berlari menuju lapangan basket, tidak dengan Mark yang diam saja dikoridor kelas.

“Mark, kau tak ingin melihat?” tanya Jaebum

Mark mengelengkan kepalanya “Aniyo, aku tidak tertarik” Jaebum cukup mengerti akan sikap Mark yang enggan ikut campur urusan orang.

Dalam diam, ia menatap ponsel dan memberi pesan singkat pada Jungkook.

“Neo eoddi? Pasti kau sudah mendengar dan dapat kupastikan kau tengah menolongnya. Good luck”

Hanya pesan tersebut yang diberikan Mark, ia pun berjalan menuju kantin dan memang harus melewati ruang lapangan basket. Tanpa sengaja ia menatap kearah lapangan dimana orang-orang hanya menyaksikan Yoora yang tengah dikerumuni, bahkan disirami air oleh senior. Mark mengertukan keningnya mendapati hal ini “Jungkook eoddi?” pikir Mark menyadari tak ada Jungkook dilapangan.

“Ya! Kang Yoora sikapmu benar-benar membuat orang muak!!” tekan seorang senior, bahkan tak segan ia menyirami Yoora dengan susu dan kali ini kerah Yoora tampak ditarik oleh senior siswa.

Mendapati hal ini Mark hanya menatap orang-orang sekitar yang hanya menonton tanpa membantu Yoora, karena memang tak ada yang berani melawan senior kecuali Yoora. Namun tampaknya senior sudah kesal akan sikap Yoora dan memberinya pelajaran. Ketika senior tersebut  ingin meluncurkan tamparan pada Yoora, dengan cepat Mark menahan tangan senior tersebut membuat seisi lapangan tercengang, Yoora pun tak percaya dengan tindakan Mark.

“Geumanhae! Apa seperti contoh yang diberikan senior pada juniornya” kata Mark dengan lantangnya membuat senior tersebut menatap kesal Mark.

“Ya, kau ingin menjadi pahlawan kesiangan. Minggir” kata senior siswa tersebut.

“Ya, tidak sadar kau seorang namja. Kenapa kau bersikap seperti ini? Bukankah seorang namja seharusnya melindungi yeoja, bukan sebaliknya.” Mendapati ucapan Mark, spontan senior tersebut melepaskan kerah Yoora. Ia sadar akan ucapan Mark dan ia cukup menghargai perkataan Mark, tanpa berkata apa-apa senior tersebut mengajak segerombolan teman-temannya untuk menghentikan hal ini seraya berlalu meninggalkan tempat ini.

Saat itu orang-orang yang menyaksikan hanya  diam dan cukup takjub dengan tindakan Mark. Mereka pun meninggalkan lapangan ini, hingga Mark ingin meninggalkan Yoora tangannya ditahan tampak jelas Yoora menatapnya sendu “Gomawo Mark”

“Aku menolongmu bukan karena aku peduli, melainkan aku menghargai kau kekasih temanku Jungkook” kata Mark

Yoora hanya diam saja mengerti akan ucapan Mark, merasa iba Mark melepaskan almamter miliknya pada Yoora dan tanpa berbicara apa-apa Mark hendak meninggalkan Yoora.

Disisi lain Jungkook menyaksikan kejadian tersebut, perlakuan Mark yang benar-benar menakjubkan. Entah kenapa saat itu ia bukan menghampiri Mark, ia justru bersembunyi karena malu akan dirinya yang disibukan oleh organisasinya. Sebenarnya ia pun baru membaca pesan Mark, presentasi pada rapat organisasi tak dapat dengan mudah untuknya membuka ponsel.

###

Semenjak itu pun Mark justru dibuat tak tenang dengan sikap Yoora yang begitu baik padanya. Bahkan Yoora kerap memberinya makan siang namun ditolak oleh Mark, ia pun mendengar kalau Yoora dan Jungkook berpisah. Semenjak kejadian tersebut pun Jungkook tampak menjauhinya, tanpa berbicara lebih dulu Jungkook bertukar tempat duduk dengan Taehyung. Mark cukup bingung dengan sikap Jungkook, ia ingin berbicara dengan Jungkook namun begitu jelas ia menghindari Mark.

Hingga Yoora secara gamblang mengatakan menyukai Mark, sungguh tak masuk akal. Bahkan untuk pertama kalinya seorang Jungkook mau berbicara dengan Mark lagi “Apa kau gila? Menyuruhku agar menerima cinta Yoora?” kata Mark tak percaya akan ucapan Jungkook menyuruhnya untuk menerima cinta Yoora.

“Yoora sangat menyukaimu”

“Apa karena Yoora menyukaiku, kau menghindariku?”

“Aniyo”

Mark cukup frustasi dengan sikap Jungkook “Ya, meski kau temanku. Jika kau melakukan ini dan mengorbankan hatimu. Aku tetap tak ingin melakukannya, lagi pula aku memang tak menyukai Yoora”

“Jebal Mark, untuk kebahagian Yoora”ujar Jungkook menatap penuh permohonan pada Mark, Mark benar-benar dibuat tak percaya akan sikap Jungkook.

“Shireo”kali ini keduanya bertukar tatap tajam, bukan tatapan cerah yang pertemanan yang biasa dilakukan keduanya. Kali ini tatapan yang berbeda, bahkan rahang Jungkook seakan mengeras. Tanpa berkata apa-apa lagi Mark meninggalkan Jungkook.

###

Mengingat hal tersebut membuat Mark menghelakan napas beratnya, ia pun meremas polaroid dan melempar asal dikamarnya. “Aku cukup menyesal menolong yeoja itu” gumam Mark dan kali ini ia berjalan kebalkon untuk menghirup udara segar malam, ia justru menatap balkon kamar Jieun yang bersebelahan dengannya. Sejak tadi Jieun tak berbicara dengan Mark, bahkan saat makan malam pun tampak tak ada pembicaraan dari mereka. Lebih tepatnya Jieun justru menghindari Mark yang ingin berbicara dengannya.

Hingga disadari oleh Mark, pintu balkon Jieun telah dibuka dan begitu jelas Jieun yang keluar kamar. “Jieun-ah” spontan Mark ingin menghampiri balkon Jieun.

Namun ketika sadar akan Mark dengan cepat Jieun memutar tubuhnya untuk kembali memasuki kamar, seakan menghindari percakapan diantara keduanya “Jieun-ah, tidak bisa kita berbicara sebentar?” tak mengubris ucapan Mark, Jieun justru menutup rapat jendela balkon “Kalau saja ia tak mendengar percakapanku dengan Jungkook, aisshh”

Selama ini Mark kerap memberi saran pada Jieun akan sikap Jungkook, tanpa memberitahu secara langsung sebenarnya. Tak ingin adiknya terluka akan cintanya pada Jungkook, namun ia semakin bersalah karena hal tersebut justru terlontar dari mulutnya sendiri.

^^^^

-Kediaman Jeon-

Diwaktu yang sama dimana Jungkook tengah berbaring diranjang dan menatap ponsel, tanpa sadar ia terus menatap sebuah foto selca dimana pertama kali ia pergi bersama Jieun bahkan foto tersebut ia jadikan wallpaper pada ponselnya.

“Geumanhae! Berhentilah membuatku salah paham akan sikapmu dan berharap lebih padamu. Mulai sekarang berhenti untuk membantuku, sesulit apapun itu aku akan mengatasinya sendiri. Lebih baik kau kejar cintamu itu dibanding kau mengurusi urusan orang lain” ucapan Jieun masih terngiang jelas dibenaknya, bahkan ia berusaha mencerna ucapan yang dilontarkan Jieun. Entah kenapa ia merasa tak rela Jieun berkata demikian.

Awal memang Jungkook bersikap semata-mata karena Yoora, namun entah sejak kapan pandangannya berubah terhadap Jieun. Beberapa kali ia mencoba menghubungi Jieun, namun tak satu pun diterima olehnya bahkan tak segan Jungkook tengah mengetik pesan untuk Jieun.

‘Jieun-ah angkat telponku’ baru Jungkook mengetik, namun ia mengelengkan kepalanya dan menghapusnya kembali ‘Jieun-ah bisa kita bertemu’ kembali Jungkook menghapusnya ‘Mianhae…’ lagi-lagi Jungkook menghapusnya. “Kau tak boleh menjadi pecundang Jungkook, kau harus berbicara dengannya besok secara langsung” gumam Jungkook berusaha meyakinkan dirinya.

Ia berusaha memejamkan matanya, namun ia merasa gelisah dan kembali menatap layar ponsel. Hanya itu yang dilakukan Jungkook sejak tadi, pikirannya melayang.

Tanpa disadari ibunya yang memperhatikan sikap Jungkook dari pintu kamar mengelengkan kepalanya “Ada apa dengan anak itu” ujar Tn.Jeon yang merupakan ayah Jungkook.

“Molla, aku belum pernah melihatnya segelisah ini sebelumnya. Meski ia dicampakan Yoora, terlebih lagi aku mendengar ia menemui Haraboji” ujar Ny.Jeon

“Jinjjayo? Dia menemui ayah lagi? Untuk apa? Untuk membela wanita itu lagi? Aigo mau sampai kapan ia dibutakan cinta” Tn.Jeon tampak frustasi akan sikap anaknya.

“Aniyo. Haraboji mengatakan Jungkook tampak berubah dan ia justru membela teman sekelasnya dibanding Yoora” ujar Ny.Jeon

“Jinjjayo???” spontan Tn.Jeon menatap istrinya dengan tatapan tak percaya akan sikap Jungkook yang sudah berubah.

****

 Mark baru saja keluar kamar dan bersiap untuk sarapan, ketika keluar ia hanya mampu menatap pintu kamar Jieun yang masih tertutup rapat. “Apa dia sudah dibawah?” pikir Mark yang langsung bergegas kelantai bawah. Namun dimeja makan hanya terdapat ayah dan ibunya “Jieun eoddi? Apa dia belum turun?” tanya Mark

“Aniyo, dia sudah sarapan dan pergi kesekolah pagi-pagi sekali” jawab ibu Jieun

“Mwooo???” Mark tampak tak percaya sampai sejauh ini Jieun menghindarinya “Eomma, appa. Bagaimana bisa dia meninggalkanku” gerutu Mark.

Namun kedua orangtuanya justru menatap Mark “Seharusnya, kami bertanya padamu. Apa kalian bertengkar? Kenapa Jieun pergi kesekolah lebih dulu?” tanya ayahnya.

Mark terdiam tak mungkin baginya menceritakan semua disekolah pada orangtuanya. “Molla…. eomma, appa. Aku berngkat dulu, annyeong” ujar Mark yang mengalihkan pembicaraan dan setengah berlari keluar rumah.

Mendapati hal ini ayah dan ibunya bertukar tatap, tatapan yang tak biasa tersirat dari ibunya sebuah tatapan sendu “Waeyo yeobo?” tanya ayah Mark

“Ottokhe? Harus bagaimana lagi membuat mereka bersatu layaknya adik dan kakak, sedang mereka selalu bertengkar sepert ini” ujar ibu Jieun dengan lirih.

“Ghwencana, kita harus terus berusaha mempersatukan mereka.” ujar ayah memberi semangat kembali, karena setahu orangtua mereka Mark dan Jieun tak pernah akur kerap bertengkar. Maka dari itu ibunya membelikan jaket couple atau barang-barang yang sama agar keduanya dapat bersatu menunjukkan kasih sayang kakak dan adik.

^^^

Dengan tatapan kosong Jieun berjalan memasuki gerbang sekolah, namun cukup disadarinya Jungkook tengah berdiri digerbang sekolah. Spontan keduanya bertukar tatap, dalam hitungan detik Jieun mengalihkan pandangan dan seolah tak melihat Jungkook, ia berjalan lurus tanpa menatap Jungkook yang tengah menatapnya.

Mendapati hal ini Jungkook diam membeku, ia memang kerap mendapat perlakuan demikian oleh Yoora namun berbeda dari Yoora kali ini ia merasa teriris dan tak rela akan sikap acuh tak acuh Jieun padanya. Ia berdiri digerbang sekolah memang berniat menunggu Jieun, tapi sepertinya Jieun sangat marah padanya. Tanpa pikir panjang setengah berlari Jungkook mengejar Jieun  dan berdiri tepat dihadapannya menghalangi langkah Jieun.

“Waeyo? Kau masih marah denganku karena sikap baikku dan pertolonganku padamu hanya karena Yoora, sesungguhnya…” belum sempat Jungkook melanjutkan ucapannya, Jieun sudah memotong.

“Aniyo, untuk apa aku marah. Bukankah sesama teman harus saling tolong-menolong, lagi pula tak ada salahnya jika menutupi kesalahan demi orang yang kita cintai” ujar Jieun membuat Jungkook terdiam dan menghelakan napas, Jungkook ingin berucap namun Jieun lebih dulu berkata “Jungkook-ssi, aku sibuk. Kau menghalangi langkahku”

Ucapan Jieun tampak tak biasanya ia menunjukkan rasa acuh tak acuhnya pada Jungkook, tanpa menunggu jawaban Jungkook. Jieun sudah berjalan melewati Jungkook, bahkan Jieun berjalan cepat seakan menghindari Jungkook. Tak tinggal diam Jungkook mengikuti Jieun dari belakang menuju kelas.

Hingga dikelas belum sempat Jieun menaruh tas, Jungkook kembali ingin menghampiri Jieun. Namun dari ambang pintu tampak jelas Mark yang tengah menatapnya tajam, Jieun sungguh frustasi dengan dua pria tersebut. “Sehun-ah, bisa kita bertukar tempat” ujar Jieun membuat seisi kelas dibuat bingung, bahkan tak segan mereka menatap kearah Jieun, Mark dan Jungkook secara bersamaan.

“Ne?” Sehun tampak tak percaya dengan ucapan Jieun, namun seakan mengerti Sehun berdiri “Duduklah Jieun-ah”

Belum Jieun berjalan kekursi Sehun yang berada didepan, saat itu Mark justru menahannya. “Aniyo, dia tidak akan bertukar duduk denganmu” tekan Mark meraih tas Jieun dan menaruh dikursinya.

“YA!!!” tekan Jieun.

“Aku tidak perduli meski kau tak ingin berbicara denganku, bagaimanapun kau adalah teman sebangku” ujar Mark membuat Jieun tak bisa berkata-kata dan mau tak mau ia duduk disebelah Mark.

Jungkook yang menyaksikan hal ini hanya menatap Mark yang tengah menatapnya juga. “Waeyo? Bukankah Jieun pun tak ingin berbicara denganmu” kata Mark

Jungkook hanya menghelakan napasnya mendengar ucapan Mark yang memang benar Jieun tampak tak ingin berbicara dengannya. Saat itu ia hanya menatap sendu Jieun dan duduk dikursinya, seisi kelas tak mengerti dengan keadaan tersebut namun sukses membuat Yoora mengepalkan tangannya. Bahkan beberapa teman dikelas cukup bertanya-tanya ‘Ada apa dengan mereka?’.

^^^^

Jam makan siang sudah tiba, kelas 3-A memang sudah selesai pengambilan nilai olahraganya. Bahkan tak jarang yang kembali kekelas untuk mengambil bekalnya, sama seperti Jieun yang hanya mengambil bekal makan siang dan langsung kekantin.

Beberapa murid mulai keluar, namun tiba-tiba Mark yang memasuki kelas mencari sosok Jieun dengan ekpresi gelisahnya “Jieun eoddi?”  tanyanya pada seisi kelas, namun tak ada jawaban dari teman-temannya justru mereka menatap bingung Mark termasuk Jungkook yang baru memasuki kelas.

“Ya, apa kalian tuli. Jieun eoddi?” tekan Mark dengan nada lantangnya membuat seisi kelas kaget.

“Kantin, sepert biasa ia kekelas hanya membawa bekalnya dan kekantin” jawab salah seorang teman sekelasnya, tanpa berkata apa-apa lagi Mark justru berlari keluar kelas.

Pengambilan nilai baru saja selesai, Jieun kembali menghindari Mark dan menuju kelas lebih dulu. Tanpa sengaja Mark mendengar percakapan Yoora “Ya, apa kau sudah menaruh bumbu udang pada makanannya?” tanya Yoora pada Hana

“Tentu saja, semua beres” seru hana disambut senyuman puas oleh Yoora.

Mendengar hal tersebut Mark tak mampu berkata apa-apa, ia hanya memikrkan Jieun dan langsung berlari menuju kelas.

Mengingat hal tersebut membuat rahang Mark mengeras, namun hal utama bertemu Jieun dan jangan sampai ia memakan bekal tersebut.

Disisi lain Jungkook cukup bingung dengan sikap Mark, ia menatap Mark dari luar kelas. ‘Ada apa sebenarnya?’ batin Jungkook bertanya-tanya.

Tapi tiba-tiba ….

“Yoora, tapi bagaimana jika Jieun memakan bekalnya yang sudah kita taburi bumbu udang. Katamu ia memiliki alergi udang, hal buruk tak akan terjadi padanya kan?” tanya Hana tampak khawatir.

“Kau tenang saja, mungkin itu hanya akal-akalannya saja untuk mencuri perhatian Mark dan Jungkook” kata Yoora

Jungkook yang mendengar jelas percakapan Yoora, ia menatap tajam Yoora dengan tatapan kesalnya. Tanpa pikir panjang ia pun berlari menuju kantin.

Namun hal tersebut membuat Yoora semakin geram dan meremas jemarinya, akan tindakan Jungkook yang tak pernah dilakukan untuknya. Bahkan untuk pertama kalinya Jungkook menatapnya dengan kesal.

****

-TBC-

 

Preview Chapter 12

“Waeyo? Aku masih lapar”

“Jinjjayo? Kau melakukan ini dengan sengaja? Wae???”

Jieun benar-benar muak akan sikap Yoora, tanpa ragu ia meraih segelas air yang berada dimeja dan melemparkan air tersebut tepat diwajah Yoora.

****

“Markeu, neo eoddi?”

“Kau pasti kesini karena kesepian dirumah tanpaku, benar?”

“Ya, hal ini bukan berarti aku sedang mengatakan sebuah pengakuan.”

“Ya, apa kau menyusup kekamarku?”

***

“Waeyo? Kenapa kau begitu marah padaku Jieun-ah?” gumam Jungkook

****

“Oppa, antarkan aku pulang”

“Aku benar-benar akan meminta pada orangtuaku untuk mengeluarkan Jieun”

“Haruskah aku kembali lagi dan mengantarkannya pulang?”

“Ya, Mark. Sudah berapa lama kau tak latihan baseball? Hari ini kau harus ikut latihan”

***

“Hari ini Han Sonsengnim tak dapat masuk dan dapat dipastikan jam pelajaran ke 3 kosong”

“Perpustakaan” ujar Jieun

“Kiyowo” gumamnya menatap Jieun yang begitu tenang terlelap.

^^^^

“Ya, kenapa kau tak menghubungiku kalau disaat pelajaran terakhir mau dimulai”

“Ige mwoya?”

“Ya, kau mencatat semunya?”

“Kau tunggu digerbang, aku ketoilet sebentar”

“Jungkook? Yoora?” gumam Mark

“Jungkook-ah bisa kau mengatakan pada kakekmu untuk mengeluarkan Jieun dari sekolah”

 

A/N: Jika komen mencapai 20 komen dipart ini sampai hari selasa, kemungkinan saya akan post Chapter 12 dihari rabu gimana? Jadi untuk para sider yang hanya membaca tanpa komen, sebaiknya sedikit saja tinggalkan jejak kalian  baik di page facebook atau diblog ini. karena saya pun cek viewer pada FF ini lumayan ratingnya, namun komennya tak sesuai dengan viewer. Saya ga minta banyak buat yang baca FF ini cukup tinggalkan jejak kalian. Namun jika sampai hari selasa komen tak mencapai target, saya post sesuai runtime fanfic ini setiap hari Minggu. Terima kasih ^^

Satu lagi saya berterima kasih sekali untuk kalian yang setia menunggu FF ini dan komen terus disetiap part, saya benar-benar menghargai kalian sekali lagi terima kasih untuk teman-teman blogger yang sudah mau mambaca FF ini dan meninggalkan jejak kalian ^^

Regard: Kim Raemi

31 thoughts on “Brother & Sister [Chapter 11]

  1. Ayu Hadir! hahaa.. duh kok jadi gini, gak tega sama jk. oh jadi mark sama jk dulu temen. duh yoora kapan tobat? bentar lg mau lebaran lho *eh.. Semangat author-nim..😀

    • haloooooo ayuuuuuuuu🙂🙂
      iya JK sama mark dulu temenan hihi
      tau tuh yoora udah lebaran juga /?/?/?
      iyaaaa aku semangat kok hehe
      makasih yaaa ayu kamu selalu komen di FFku hehe makasih🙂🙂

  2. maaf ya eonni, chap 9 & 10 kmarin aku bca ff nya tpi nggak coment krn kuota menepis jaringax lalod sngat jdi bru comment di chap ini lgi:-(
    ff nya makin seru, oh trnyata mark jungkook dlu nya sahabatan ya,, slalu aja wanita yg mmbuat segalanya jdi rumit, jdi ingat the heirs heheh..fighting trus ya eonni, aku slalu update kok😀

  3. Ish jungkook perlu diapain yah tuh bocah biar ngomong sama jieun ,kesel sendiri jadinya
    Oh markeu sama jungkook dulunya temenan tapi gara2 c yoora jadi ga saling sapa ,yoora kapan baiknya nih cewe

  4. Omaigattt yooraaa ihhh!! Dia kok ngeselin banget sih?? Kok bisa dulu jungkook kesengsem sama diaa.. duuh gak ngerti deeh
    dan ini aduuh, punya sodara kayak mark ini kayaknya hidup tuh enak banget ada yg ngelindungin awwwawww😍 tapi kalo aku punya sodara gitu ya sikat ajaa, ehhh jieun beda siih
    Wkwkw duuh maaf aku nyuuampaah, gak usah bingung mau nge reply gimana, pokoknya semangat terus yaaa 😊

    • hihi iyaa aku pun mau kalo punya kakak kaya Mark udah ganteng dilindungin lagi hehe
      dijadiin pacar aja ya sekalian, kan ganteng gitu Mark hehe
      gpp kok aku malah seneng baca komenmu
      iya semangat kok
      makasih yaaaaa🙂🙂

  5. rasain tuhh Jungkook Di cuekin Jieun emang enak heheg
    maknya cepet sadar kek hehe
    Yoora dasar cewek nyebelin dasar gila, aku gak tau Jungkook bisa suka sama tuh cewek ngeliat apanya ?
    cepet dilanjt ya Thor hehe

  6. ditunggu dimana yoora semakin menggila thor .. hahaha justru disitu serunya pas yoora gilagilaan ngerjain jieun haha lanjut thorrrrr

  7. duh jk jadinya mau apa sih ;~;
    sukses tambah buat kepo itu preview errrrr
    gak bisa ya mark sama jieunnya yg jadian ? Wkwkwk😂😂

  8. emm Sider tuh emang jahat thor. gk menghargai sama sekali, mang di kiranya buat ff dengan di ketik plus pakai mikir lagi jalan crta gmna. mang di kiranya mudah. padahal cuma di suruh ninggalin jejak aj susah amat. klu bagus bilang, klu kurang bagus jga bilang. jadi kan bisa di perbaiki lagi. bener gak Kim Raemi? #Aduhjadisekaliancurcolgini .haha.
    seperti biasa. aku pasti ninggalin jejak. ceritanya bgs bangt. Tuh Jungkook tinggal bilang suka sama Jieun aj. susah amat. apa perlu aku yg bilangin hehe. gak nyambung ya aku?

    • iya rey kadang nyesek ya liat statistik diblog T.T
      bener bangat buat FF kalo lagi ada ide enak ngetiknya, kalo kaga ada ide mikir keras bangat kadang kalo ga sesuai hati dihapus lagi T.T
      gpp curcol juga, kamu author ya?
      iya aku selalu seneng baca komenmu, ayoo bujuk Kook buat ngaku sama jieun hihi
      makasih ya reyna🙂🙂

  9. Ririn hadir hehehe sorry thor baru baca ini beneran kelupaan biasanya paling standby mantengin ini fanfic hehehe…ditunggu updatean selanjutnya bingung mau komen apa makin kesini makin bagus kok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s