Brother & Sister [Chapter 10]

 Brother and sister

Author : Kim Raemi

Tittle : Brother & Sister [Chapter 10]

Genre : Family, Fluff

Length : Chapter

Rating : T

Ini hanya fiktif belaka

Cast :

  • Lee Jieun (IU)
  • Mark Tuan
  • Jeon Jungkook
  • Kang Yoora

 

 Brother & Sister [Chapter 1] | Brother & Sister [Chapter 2]|Brother & Sister [Chapter 3] |Brother & Sister [Chapter 4]|Brother & Sister [Chapter 5]Brother & Sister [Chapter 6] | Brother & Sister [Chapter 7]Brother & Sister [Chapter 8] | Brother & Sister [Chapter 9]

Trailer Fanfic Brother & Sister

CHAPTER 10

 Beberapa hari sudah berlalu semenjak beredarnya Mark dan Yoora berpacaran, Yoora cukup menyita waktu Mark disekolah. Ketika makan siang Yoora meminta Mark untuk menemaninya, memang tak ada protesan dari seorang Mark hanya saja beribu pertanyaan cukup terlintas ketika melihat keduanya. Bahkan tak segan Yoora kerap menggamit tangan Mark, namun Mark hanya diam saja bak fosil yang dapat dibawa kemanapun oleh Yoora.

Semenjak itupun hari-hari disekolah Jieun pun tampak berubah, dimana biasanya Yoora kerap mengerjainya beberapa hari ini Jieun dapat menjalani sekolah dengan tenang. Justru membuat Jieun semakin tak mengerti dengan keadaan ini, hingga Mark yang jarang bersamanya membuatnya merasa ada yang kurang dalam dirinya.

Baru saja Mark dan Jieun berjalan menuju gerbang sekolah, namun tiba-tiba Yoora langsung menggamit Mark “Oppa, antarkan aku pulang” pinta Yoora hal yang sudah terjadi beberapa hari ini, Yoora meminta agar Mark mengantarnya pulang membuat Jieun pulang sendiri.

Tak ada jawaban dari Mark itu yang dilakukan Mark, ia hanya menatap kearah Jieun dan mengikuti keinginan Yoora meninggalkan Jieun sendirian. “Aiisshh lagi-lagi seperti ini, aku harus pulang sendiri baiklah. Ghwnecana” gumam Jieun penuh penekanan dan berjalan cepat menuju halte bus.

Belum sampai halte bus Jieun menoleh kearah Kafe, ia tersenyum tipis dan membeli sebuah minuman ditempat tersebut. “Ice americano 1” ujar Jieun

Namun seseorang berseru “Aniyo, ice americano 2” spontan Jieun menoleh dan mendapati Jungkook yang berdiri dibelakangnya tersenyum dengan ciri khasnya, seraya menyodorkan kartu miliknya pada kasir.

“Ya, neo….” ujar Jieun tak percaya Jungkook berada dibelakangnya.

“Waeyo???” tak mau kalah Jungkook justru bertanya balik, namun Jieun tak tahu harus menjawab ia hanya melempar senyuman pada Jungkook.

Tak membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu pesanan mereka, karena kasir tersebut pun sudah menyodorkan dua Ice Americano pada mereka. “Jungkook-ah gomawoyo” ujar Jieun sambil menunjukkan minumannya.

Jungkook mengangguk dan tersenyum “Kau langsung pulang” tanyanya

“Ne. Busnya akan datang sebentar lagi, aku pergi duluan Jungkook-ah.” Ujar Jieun yang menatap arloji ditangannya.

“Ahh, ne. Hati-hati” ujar Jungkook , tanpa menjawab Jieun tersenyum dan melambaikan tangan pada Jungkook dengan setengah berlari kehalte bus yang tak jauh dari arah pandanganya.

Jungkook masih menatap Jieun, sebenarnya ia ingin menawarkan untuk mengantarnya pulang. Namun ia ragu apakah Jieun bersedia diantar olehnya, hingga kali ini ia berjalan kearah sekolah. Belum ada dua langkah entah apa yang ada dipikirannya spontan ia memutar tubuh dan berlari kearah halte bus, dimana bus tersebut ingin menutup pintu tapi Jungkook lebih dulu memasuki bus.

Ia pun sontak mencari sosok Jieun, begitu jelas Jieun yang duduk dideretan keempat tengah asik dengan ponselnya. Tanpa ragu Jungkook pun langsung duduk disamping Jieun “Apa di bus kau terlalu sibuk dengan ponselmu” ujar Jungkook membuat Jieun menyadari keberadaan Jungkook.

“Eoh, Jungkook-ah bagaimana bisa kau..?” pekik Jieun tak percaya.

“Waeyo? Apa aku tak boleh menaiki bis?” ujar Jungkook mendapati ekpresi tak percaya Jieun.

“Aniyo, biasanya kau membawa motor atau mobilmu” ujar Jieun

“Aniyo, tadi pergi sekolah aku diantar ibuku”

Mendengar penjelasan Jungkook, Jieun mengangguk mengerti “Keundae, memang arah rumahmu kearah sini?” tanya Jieun.

Jungkook memutar bola matanya tampak bingung untuk menjawab apa, namun dengan cepat ia berkata “Aku ada urusan kearah sini hahaha” jelas Jungkook sambil tertawa garing.

Jieun pun tak bertanya lagi, ia tersenyum mengerti dengan penejelasan Jungkook “Baguslah, dengan begitu aku pun tak pulang sendirian” kata Jieun

“Jika kau mau aku bisa mengantarmu setiap hari naik bus” ujar Jungkook membuat Jieun mengerjapkan kedua matanya, entah kenapa ucapan Jungkook membuat darahnya berdesir dan pipinya pun cukup memanas, namun disisi lain ia tak ingin salah menafsirkan ucapan Jungkook “Waeyo? Apa aku tak boleh mengantarmu? Apa hanya Mark yang boleh mengantarmu?” kembali Jungkook berkata karena melihat Jieun yang hanya diam saja.

Mendapati ucapan Jungkook kembali Jieun dibuat tak percaya“Ya, aku dan Mark pulang bersama pun karena rumah kami yang satu arah” ujar Jieun seakan menjelaskan.

“Arasseo, haruskah aku pindah rumah agar bisa pulang bersamamu setiap hari” ujar Jungkook dengan ekpresi keseriusannya.

Jieun semakin tak mengerti dengan sikap Jungkook, namun spontan ia berkata “Ya, berhentilah bergurau aisshhh”

Seketika ekpresi serius Jungkook berubah frustasi “Gheurae, anggap saja ucapanku adalah gurauan”

Jieun mengerjapkan kedua matanya “Kenapa kau jadi marah seperti ini?” ia menatap bingung pada Jungkook.

“Aniyo, aku tidak marah” ketusnya seraya menyeruput ice americano.

 Jieun hanya mampu mengerutkan keningnya melihat tingkah Jungkook, mendapati ekpresi bingung Jieun saat itu Jungkook tersenyum simpul. Selama perjalanan pulang keduanya pun cukup bersenda gurau hingga Jieun menyadari kalau bus sudah berhenti tepat dihalte bus dekat perumahannya.

“Jungkook-ah, aku duluan” ujar Jieun yang bergegas untuk keluar bus.

“Ehmm, hati-hati” ujar Jungkook yang disambut anggukan Jieun seraya keluar dari bus, sampai diluar bus pun Jieun tampak melambaikan tangannya pada Jungkook dan tak segan Jungkook pun membalas lambaian Jieun bahkan senyuman terus mengembang dari bibir Jungkook padahal bus sudah berjalan dari halte bus Jieun berpijak.

Hingga dipemberhentian halte selanjutnya, Jungkook turun begitu saja dan menelpon seorang penjaga dirumahnya “Kepala Shim, bisa kau membawa pulang motorku disekolah”

“Baik tuan”

“Gomawoyo” sesaat Jungkook menutup telponnya dan menaiki taksi.  Sungguh konyol memang, hal ini pertama kali dilakukan olehnya tapi sukses membuatnya tersenyum simpul.

^^^^

Ditempat lain Mark yang baru saja mengantar Yoora pulang, ia ingin langsung pergi begitu saja dari rumah Yoora namun ditahan “Mampirlah kerumahku dulu oppa” ujar Yoora yang masih menggamit tangan Mark.

“Aniyo, aku langsung pulang” dengan datar Mark melepaskan gamitan Yoora dan ingin bergegas, lagi-lagi ditahan oleh Yoora.

“Oppa, besok hari minggu. Dapat kita berkencan?” ujar Yoora

Mark tersenyum simpul “Itu tidak ada pada persyaratan, cukup disekolah saja status itu berjalan. Jangan ganggu hari mingguku” kata Mark penuh dengan penekanan.

“Keundae oppa….” belum sempat Yoora ingin protes, Mark sudah lebih berjalan menuju gerbang rumah Yoora. Mendapati hal ini Yoora memahami seorang Mark “Arasseo oppa, semoga hari minggumu menyenangkan. Hati-hati” seru Yoora melambaikan tangan pada Mark.

Mendengar seruan Yoora tak digubris oleh Mark, ia justru menghelakan napas beratnya seakan beban berat tengah memikulnya. Sesaat ia menatap layar ponsel yang terdapat satu pesan singkat dari ‘Dongsaeng’.

Ya! Kau, jika 5 menit lagi belum dirumah. Aku akan mengunci rapat pintu rumah

Sontak Mark tersenyum simpul mendapati pesan singkat dari Jieun.

Toko Cake dekat rumah, kau tadi melewatinya bukan? Apa ada cake yang terlihat enak

Mark justru membalas dengan pengalihan pembicaraannya dan dengan cepat Jieun pun membalas pesan tersebut.

Jangan berusaha menyuapku dengan cake, penghianat

Mendapati balasan Jieun, Mark mengerucutkan bibir “Aisshh penghianat? Bocah ini benar-benar.” Gerutu Mark ingin membalas pesan Jieun, namun satu pesan tertera diponselnya yang merupakan dari Jieun.

Strawberry cake terlihat sangat enak

Kali ini Mark mengelengkan kepalanya, menatap tak percaya pesan dari Jieun.  Namun tak dapat di pungkiri sikap lucu Jieun membuat senyuman mengembang dari bibirnya.

****

Tepat didepan pintu kamar Jieun tengah merapikan jaket baseball yang dikenakannya, jaket baseball pemberian ibunya baru kali ini ia kenakan. Mark  yang baru saja keluar kamar menatap bingung “Eoddiga?” tanya Mark cukup disadari tak biasanya Jieun berpergian dihari minggu jika tak ada janji.

“Aku sangat lapar, eomma tidak memasak. Aku akan membeli makanan diluar” jelas Jieun

“Aku ikut” kata Mark yang langsung meraih jaket baseballnya, tanpa sadar ia meraih jaket baseball yang sama dengan Jieun.

Mendapati hal ini Jieun spontan “aniyo, untuk apa kau ikut” protes Jieun

“Ya, kau pikir hanya kau saja yang lapar. Lagi pula banyak kedai disini yang menjual makanan dengan kadar udang cukup tinggi” ujar Mark

“Aku akan mencari kedai dengan makanan tanpa kadar udang” sahut Jieun

“Meski kau sudah lumayan lama tinggal disini, memangnya kau tahu kedai mana saja dengan makanan tanpa kadar udang?” ujar Mark

“Aku akan bertanya pada orang sekitar” sahut Jieun

Mendapati hal ini Mark menghelakan napasnya “Andhwae!!! Kau harus ikut aku, akan ku tunjukan makanan yang enak untukmu.” Tanpa menunggu respon Jieun, Mark langsung meraih tangan Jieun dan mengajaknya kekedai yang jaraknya cukup lumayan dari perumahan. Sedang Jieun mau tak mau mengikuti ucapan Mark yang bernotebane sebagai kakaknya.

^^^

Hingga kali ini keduanya sudah berada disebuah kedai makanan, bahkan pesanan keduanya pun sudah datang. Lebih tepatnya pesanan yang Mark pilihkan untuk mereka, Jieun cukup tak percaya dengan pemandangan dihadapannya “Ige mwoya? Jajangmyun?” pekik Jieun tak percaya

Namun Mark hanya menatap santai  “Waeyo?”

Jieun menghelakan napasnya “Jika kita hanya makan ini, lebih baik tadi memasan saja. Tak perlu berjalan cukup jauh seperti ini” protes Jieun

Mark menatap tajam Jieun, ia meneloyor kening Jieun “Berisik sekali, makanan ini paling aman untukmu. Cepat makan dan habiskan” tekan Mark seakan menunjukkan sisi seorang kakak yang perduli padanya.

“Aisshhh” hanya dengusan yang keluar dari mulut Jieun dan menyantap makanan dihadapannya.

Mark dan Jieun cukup menikmati makanan tersebut, tak pelak Mark yang melihat cara makan Jieun dengan lahap senyuman mengembang dibibirnya. Namun cukup disadari noda makanan berada dibibirnya nyaris mengenai pipinya, spontan Mark meraih tissu dan menyodorkannya pada Jieun “Mwoya??”

Mark menatap frustasi dengan noda dibibir Jieun “Aisshh igo…” Mark pun menghapus noda bibir Jieun dengan tissu “Tidak bisa kau makan dengan benar dan bersih” gerutu Mark

Mendapati hal ini Jieun menatap kesal dan meraih tissu yang ada ditangan Mark “Ya, aku bisa sendiri. Kau pikir aku anak kecil” Jieun pun langsung membersihkan noda pada bibirnya sendiri.

“Aisshhh… Geu yeoja….” belum sempat Mark melanjutkan ucapannya

Tiba-tiba seseorang berkata “Ya. Markeu, Jieun-ah apa yang kalian lakukan disini?”

Mendengar ucapan tersebut spontan Mark dan Jieun menoleh betapa kaget dirinya mendapati Taehyung, Jackson dan Bambam yang berada disatu kedai dengannya.  “Ya, bagaimana kalian bisa disini?” pekik Mark tak percaya, bahkan berkali-kali Jieun meminum air mineralnya.

“Aigo, tentu saja kami mau makan. Kalian sedang berkencan?” ujar Jackson membuat Taehyung dan Bambam bertukar senyum.

Tidak dengan Mark dan Jieun yang membulatkan kedua matanya “Aniyo, kami disini bertemu tidak sengaja” seru Jieun disambut anggukan mantap Mark.

“Gheurae, kami tidak sengaja bertemu” Mark membenarkan ucapan Jieun.

Namun ketiga pria dihadapan mereka tampak menatap curiga “Keundae, bagaimana bisa tidak sengaja bertemu. Kalian mengenakan jaket baseball couple? Kyaaaaaa” seru Taehyung menggoda disambut seruan Bambam dan Jackson.

Seketika Mark dan Jieun bertukar tatap frustasi, mereka tak tahu harus menjawab apa “Ya, jangan mengada-ada. Sebaiknya kalian pesan makanan, bukankah kalian kesini untuk makan” kata Mark seakan mengalihkan pembicaraan.

“Ahh jinjja hampir lupa, kalian tunggu disini kita makan bersama. Kami memesan dulu” ujar Bambam berjalan menuju kasir yang diikuti Jackson dan Taehyung, namun tampak jelas senyuman menggoda yang dilontarkan ketiga pria ini.

Tepat ketiga temannya memesan makanan dikasir, saat itu juga Mark meneguk habis minumanannya “Kajja” kata Mark langsung berdiri yang diikuti oleh Jieun, tanpa berkata apa-apa keduanya berjalan cepat keluar kedai.

Sekiranya mereka sudah jauh dari kedai tersebut, justru keduanya bertukar tatap “Aisshhh” desis kesal keduanya yang menyadari akan jaket baseball couple mereka.

“Ya, seharusnya kau tak memakai jaket baseball itu” tekan Jieun

“Kau pikir aku menyadari jaket yang asal kuambil dari kamar” sahut Mark membela diri

Jieun ingin protes namun ia menatap kedai ice cream “Oppa, belikan aku ice cream cup” ujar Jieun yang tak dapat menahan jika melihat ice cream.

“Ya, kau pikir kau anak kecil merengek minta dibelikan ice cream” protes Mark

“Aisshh bagaimana bisa aku mempunyai seorang kakak yang pelit seperti ini” ujar Jieun membuat Mark menatapnya tajam.

“Sekali lagi kau mengatakan aku pelit, aku benar-benar tak akan membelikanmu” tekan Mark yang langsung masuk kedalam kedai ice cream dan membeli dua ice cream.

Jieun hanya tersenyum puas dengan tindakan Mark, dimana kali ini ice cream coklat sudah ditangannya. “Ahhh mashita” seru Jieun ketika menyantap ice cream coklat, mendapati hal ini Mark hanya mengelengkan kepalanya namun tak luput senyuman mengembang dibibirnya.

Sambil berjalan santai keduanya menikmati ice cream, tapi dengan jahil “Jieun-ah” panggil Mark spontan Jieun menoleh, saat itu Mark menyodorkan ice cream tepat dicuping hidung Jieun.

“Ya Markeu” protes Jieun menerima perlakuan jahil Mark dan menghapus ice cream dihidungnya.

“Hahahaha” hanya tawaan yang keluar dari mulut Mark dan berlari agar Jieun tak membalasnya.

Seperti dugaannya Jieun mengejar Mark dan berusaha membalas aksi jahil kakaknya ini. Namun ditepis olehnya dan membuat tawaan dari keduanya, tanpa mereka sadari seseorang tengah mengambil gambar dari aksi mereka.

****

“Pagi…” sapaan kian terngiang jelas dari kelas 3-A, satu persatu murid memasuki kelas dan menyapa satu sama lain. Bahkan tak segan bersenda gurau sebelum pelajaran dimulai, tak jarang pula melempar kertas terjadi pada kelas ini. Sama halnya dengan Jieun dan Mark yang memasuki kelas, namun Jackson yang menyadari kehadiran keduanya sontak berseru “Aigo pasangan ini, kenapa kalian kabur kemarin?”

Jieun dan Mark sontak bertukar tatap, keduanya menaruh tas seakan tak ada sesuatu yang terjadi kemarin. Namun berbeda halnya dengan yang lain yang menatap bingung Jackson “Ya, apa maksud ucapanmu?” ujar Seora seakan mewakili teman-temannya yang tak paham akan ucapan Jackson.

“Kemarin dikedai makan, kami bertemu dengan Mark dan Jieun yang sedang makan bersama” ujar Taehyung tersenyum menggoda kearah Mark dan Jieun.

Mendengar hal ini spontan semua menatap kearah Jieun dan Mark, sedang keduanya hanya bertukar tatap seraya menghelakan napas frustasi mereka.

“Kami tak sengaja bertemu” jelas Mark namun Jungkook tampak menatap tajam Mark seakan tak percaya, begitu juga dengan Yoora yang menatap tajam Jieun seraya meremas jemarinya.

“Ya, apa kalian berkencan dibelakang Yoora?” ujar Hana tiba-tiba.

“Mwo????” spontan Jieun dan Mark berseru demikian.

“Jika tidak bagaimana bisa kalian memakai jaket baseball couple dan membeli ice cream” ujar Hana yang menunjukkan sebuah foto dimana Jieun dan Mark saat setelah membeli ice cream, bahkan tawaan terpancar jelas dari wajah keduanya.

Spontan semua menatap layar ponsel Hana “Kemarin aku tak sengaja melihat mereka dan langsung mengambil gambar” jelas Hana mengingat kejadian yang ia lihat, tak ada yang bergeming sedikit pun.

Yoora dan Jungkook tampak terdiam mendapati foto tersebut, namun Yoora begitu jelas menunjukkan rasa kesalnya dengan tatapan yang sangat tajam kearah Jieun dan tanpa ragu ia berjalan kearah Jieun.

Mendapati tindakan Yoora, Jungkook pun berjalan kearah Jieun. Karena Yoora dapat melakukan apa saja sesuka hatinya  “YA LEE JIEUN” tekan Yoora dengan intonasi tinggi seraya ingin menampar Jieun, namun dengan cepat Mark menahannya.

Mendapati hal ini semua membulatkan mata mereka, Jungkook tampak menatap kearah Mark dengan tatapan yang sulit diartikan karena ia kalah cepat menahan Yoora. Jieun pun hanya mampu menatap Mark,  bahkan Yoora tak menyangka Mark tengah menahan tangannya.

“Gheumanhae” kata Mark menatap tajam Yoora, menerima tatapan tajam Mark membuat Yoora tak mampu berkutik, hingga Mark mendekat kearah telinga  Yoora “Jika kau melakukan hal lebih pada Jieun, kita akhiri hubungan ini.” ancam Mark dan berlalu keluar kelas.

Tak percaya dengan ucapan Mark, Yoora sontak menatap punggung Mark “Oppa….” saat itu juga Yoora justru mengejar Mark.

Semua menatap tak percaya, namun tak ada satupun yang ingin berkomentar lebih. Mereka memilih kembali duduk, meski beberapa dari lain membicarakan dan menatap Jieun.

Lain halnya dengan Jungkook yang masih berdiri dihadapan Jieun “Ghwencanayo?” tanya Jungkook disambut anggukan dan senyuman Jieun “Jinjjayo? Kau berkencan dengan Mark?” tanya Jungkook kembali.

Jieun sontak menatap Jungkook, namun tatapan Jungkook seakan marah padanya dan membuat Jieun tak mengerti dengan sikap Jungkook. “Aniyo, aku dan Mark tidak sengaja bertemu” jelas Jieun

“Jinjayo? Lalu jaket baseball couple itu?” penuh penekanan dan kemarahan Jungkook bertanya demikian.

Menerima hal ini semakin membuat Jieun bingung dengan sikap Jungkook, ia pun mengerutkan kening “Waeyo? Kenapa kau begitu marah?” ujar Jieun menatap Jungkook.

Menyadari akan sikapnya Jungkook terdiam “Aniyo, kau melukai hati Yoora…” ujar Jungkook asal namun sukses membuat Jieun terdiam.

Entah apa yang ada dipikiran Jieun justru itu membuat hatinya seakan teriris, bahkan ia tak menyangka ‘Sebegitukah kau menyukai Yoora hingga kau tampak marah padaku’ batin Jieun

Jungkook cukup menyadari akan ucapannya, saat itu ia mengigit bibir bawahnya seakan ingin membalikkan keadaan untuk tak mengucapkan kalimat tadi. Bukan itu maksud Jungkook, kenapa ia begitu sulit untuk mengatakan kesungguhan pada Jieun. “Jieun-ah…” panggil Jungkook yang sadar akan Jieun diam saja.

“Ah.. ne” terbata Jieun akan panggilan Jungkook “Mianhae Jungkook-ah, aku dan Mark tak berkencan. Mianhae” Jieun tersenyum memaksakan untuk mengucapkan kalimat tersebut.

Jungkook tampak bingung dengan peraktaan Jieun “Ya, kenapa kau jadi meminta maaf seperti ini”

“Mianhae, karena membuat Yoora terluka justru membuatmu terluka juga” ujar Jieun, Jungkook diam tanpa kata mendengar ucapan Jieun, entah kenapa ia merasa bersalah sudah berkata demikian dan ia merasa menjadi pecundang karena tak mampu berkata sesuai hatinya.

^^^^

 Kantin cukup dipadati siswa dan siswi, Jieun menengadah mencari kursi untuk makan siang. Dari arah tengah kursi terlihat Jungkook melambaikan tangan, seakan memberi isyarat kursi kosong disebelahnya. Tanpa ragu Jieun pun berjalan kearah Jungkook, tanpa disadari Yoora yang memang memperhatikan Jieun saat itu dengan sengaja ia menaruh kakinya tepat didepan Jieun, hingga….

BRUGGGG

Seketika Jieun tersungkur jatuh, sampai bekal miliknya terjatuh bahkan isinya pun sudah berserakan dilantai. Seisi kantin pun menatap kearah Jieun, terutama Jungkook yang langsung berlari kearah Jieun. Bahkan Mark yang memang baru memasuki kantin dan menyaksikan ulah Yoora langsung menghampiri Jieun.

[1] Sedang Jieun menatap kesal Yoora yang tersenyum kecut padanya, ketika ia ingin berdiri tampak jelas Jungkook membantunya “Ghwencana?” tanya Jungkook yang disambut anggukan oleh Jieun “Biar kubelikan makanan dikantin”

“Aniyo, menu hari ini seafood. Pasti kadar udangnya pun sangat banyak, aku memiliki alergi pada udang” ujar Jieun cukup didengar oleh Yoora dan Jungkook mengangguk mengerti.

Kali ini Jieun masih menatap kesal Yoora dan ingin protes, namun Mark mendahuluinya yang memang tengah menatap tajam Yoora seraya menarik tangan Yoora. Membawanya pergi dari kerumunan dikantin dan berhenti tepat dilorong kelas “Waeyo? Kenapa kau melakukan itu pada Jieun?” tanya Mark penuh penekanan.

Yoora pun menatap Mark “Waeyo? Kenapa kau sangat membelanya? Sejak tadi kau terus mengabaikanku” ujar Yoora

Mark tersenyum kecut “Jadi kau melakukan hal tadi hanya untuk mencari perhatianku” tebak Mark membuat Yoora terdiam.

“Aku sangat tak menyukainya, bagaimana dia bisa berkencan denganmu dan kau tampak begitu senang ketika bersamanya.” Medengar ucapan Yoora, Mark mengelengkan kepalanya  “Aku tak akan membiarkan hal ini dan jika kau sampai memutuskan hubungan ini, aku akan membuat Jieun dikeluarkan dari sekolah” tekan Yoora.

Mark menghelakan napasnya, ia benar-benar tak paham akan jalan pikiran seorang Kang Yoora. Ketika Yoora ingin pergi Mark menggenggam tangannya dan menatapnya “Waeyo? Kau pasti tak akan membiarkanku untuk melakukan itu bukan, karena kau memang menyukai Jieun? benar??”

“Jangan melukainya jika kau ingin tetap bersamaku” hanya kalimat tersebut yang terlontar dari mulut Mark membuat Yoora tak bisa berkata apa-apa, saat itu juga Mark berlalu meninggalkan Yoora.

^^^^

Disisi lain diwaktu yang sama Jungkook langsung membawa Jieun kedalam kelas “Jieun-ah, tunggulah disini aku akan membelikan roti atau makanan tanpa kadar udang” ujar Jungkook

“Aniyo, ghwencanayo. Aku dapat menahan rasa lapar ini” ujar Jieun menahan Jungkook.

“Aniyo, kau harus tetap makan. Chankamanyo” kata Jungkook yang tersenyum dan berlalu meninggalkan Jieun didalam kelas.

Cukup lama Jieun menunggu Jungkook, sedari tadi ia hanya membenamkan wajahnya dimeja mengingat perlakuan Yoora padanya dan teringat akan Mark yang menarik Yoora. Hingga disadari oleh Jieun seseorang tampak memasuki kelas “Ya, Jung….” belum melanjutkan kata-katanya ia justru dibuat kaget karena yang memasuki kelas bukanlah Jungkook.

“Waeyo? Kau kecewa bukan Jeon Jungkook yang datang melainkan aku?” ujar Mark yang langsung menaruh sebuah bekal tepat dimeja Jieun.

“Aniyo” sanggah Jieun namun tersirat jelas ekpresi kecewanya yang dapat ditebak oleh Mark, ia pun menatap bekal dihadapannya “Ige mwoya?” tanyanya

“Lihat saja” ujar Mark menunjuk pada bekal tersebut.

Baru disadari oleh Jieun kalau bekal tersebut bernamakan dirinya “Ya, bekal kita tertukar?” ujar Jieun tak percaya dan Mark menganggukkan kepalanya. Memang ketika Mark kekantin, ia berniat untuk menukar bekal miliknya dengan Jieun naasnya Yoora membuat bekal yang dibawa Jieun terjatuh.

“Makan dan habiskanlah, jika tidak eomma akan sangat marah padamu” ujar Mark dengan senyum tulusnya.

“Tapi, kau?” tanya Jieun

“Ghwencana, aku dapat memakan makanan dikantin”  bahkan tanpa diduga Mark mengacak lembut rambut Jieun yang disambut senyuman Jieun.

Jungkook yang memang ingin memasuki kelas spontan terdiam menyaksikan pemandangan tersebut. Untuk pertama kali baginya melihat Mark bersikap demikan pada seorang gadis, ia pun menatap Jieun yang tersenyum riang dengan perlakuan. Jungkook tak mampu berkata apa –apa hanya helaan napas yang keluar dari mulutnya.

^^^^

Bell tanda pulang pun berbunyi, semua murid serempak bergegas untuk meninggalkan kelas. Hingga kelas tampak hanya beberapa orang, dimana Jieun sudah berjalan lebih dulu keluar kelas dan Mark baru saja memakai ransel miliknya seraya ingin menyusul  Jieun. Namun seseorang menahan langkahnya “Waeyo, Jeon Jungkook?” tanya Mark yang sadar akan Jungkook sudah berdiri tepat dihadapannya.

“Bisa kita bicara sebentar?” pinta Jungkook membuat Mark mengerutkan keningnya dengan ucapan Jungkook……..

 

-TBC-

Preview Chapter 11

“Jauhi Jieun” ujar Jungkook

“Ya, apa sekarang kau mencoba melindunginya? Atau hanya kebalikannya?”

“Ya, Kau berpacaran dengan Yoora. Lalu kau pergi bersama Jieun, apa yang ada dipikiranmu Mark. Kau ingin mempermainkan hatinya??”

“Kau mengatakan ingin melindunginya? Tidak ingat ketika Yoora menjadi kekasihmu, saat ia dikepung oleh para senior kau dimana?…

“Jieun-ah”

****

“Ya berhentilah menguap”

“Kau pikir hanya kau saja yang bosan, aku pun sama sepertimu”

“Neo eoddi? Pasti kau sudah mendengar dan dapat kupastikan kau tengah menolongnya. Good luck”

“Aku cukup menyesal menolong yeoja itu” gumam Mark

****

“Molla, aku belum pernah melihatnya segelisah ini sebelumnya. Meski ia dicampakan Yoora….”

***

“Jieun eoddi? Apa dia belum turun?”

“Seharusnya, kami bertanya padamu. Apa kalian bertengkar? Kenapa Jieun pergi kesekolah lebih dulu?”

****

“Ya, apa kau sudah menaruh bumbu udang pada makanannya?”

“Katamu ia memiliki alergi udang, hal buruk tak akan terjadi padanya kan?”

Don’t forget RCL !

-Terima kasih-

19 thoughts on “Brother & Sister [Chapter 10]

  1. Woah thor bkin tambah penasaran,tpi knapa aku ngerasa kependekan ya? Hehe. Pasti karena ff ny seru jd gk krasa deh btw thor aku Jd mkin bingung sma mark,tpi aku ngerasa klo author brusaha ngasih kesan klo prhatian mark tuh cma skedar oppa/dongsaeng,dn endingny jieun sma kookie *SoTauLu #plak,tpi apa itu cma jebakan ya? Aishh, pokoknya hwaiting ya thor!

    • aku baca komentar yang lain banyak yang bilang kependekan maaf ya, aku buat dan tbcny smp disitu hehe
      wah makasih udah bilang FF ini seru hehe *terharu*
      hihi hayo ini jebakan bukan???

  2. kasian mark, padahal tinggal bilang jieun adeknya tapi(?), jungkook tambah panas dan panas.. ditunggu kelanjutannya.. hwaiting! aaa keren banget sih ff.nya

    • hihi iya harusnya Mark bilang kalo Jieun adiknya, tapi apakah Mark bakal ngakuin Jieun adiknya didepan Yoora?
      iya Jungkook semakin panas
      semangat kok hehe
      makasih yaaaaa ayuu

  3. Duhhh makin penasaran….. bingung deh sama mark. Jungkook …. kenapa gitu sihhhh… kasian jieunnya…..
    Ditunggu kelanjutannya…. fighting thor… tapi dipanjangi lagi yah……

  4. woahhh ff nya makin seru…
    susah bnget ya mark bilang nya jieun itu adek nya, kan klo udah bilang gitu yoora pasti gak bakal ganggu jieun lgi tpi klo gak gitu jga gak seru ff nya hehe…semangat trus ya nulis ff nya eonni!!
    maaf bru coment di chap ini, hrus nya coment jga di chap 9 kmarin tpi jaringanx jelek tpi tetap aku selalu ikuti dan baca ff keren eonni ini:-D

  5. Sorry thor baru komen,,ternyata yg mikir ini kependekan nggak cuma aju doang hehehe mungkin gara2 makin kesini makin seru & bikin penasaran…thor bikin jungkook cemburu banget deh,ngeselin lama2 jungkooknya….masa iya yg menderita jieun aja…update soon thor

  6. ah di chapter ini. ngenes bgt liat kebodohan Jungkook. tinggal bilang khawatir dan suka ama Jieun aj kok susah amat. si yoora makin menjadi aja. tuh yang ngasih bumbu udang pasti dia tuh. tsk.
    Mark gentle sih. Tapi masih kurang tegas lagi sama si yoora itu. pokoknya di tunggu aj deh lanjutnya. gk tau nih mau di bawa kemana ceritanya ama authornya.hehe.asal jgn sad ending aj.

  7. Jung kook-ah jujurlah pada jieun tentang perasaanmu 😠 jieun-ah jangan kau menyukai mark. Yoora kapan kau bertaubat untuk tidak menyakiti jieun dan berhenti mengejar mark

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s