Brother & Sister [Chapter 9]

 Brother and sister

Author : Kim Raemi

Tittle : Brother & Sister [Chapter 9]

Genre : Family, Fluff

Length : Chapter

Rating : T

Ini hanya fiktif belaka

Cast :

  • Lee Jieun (IU)
  • Mark Tuan
  • Jeon Jungkook
  • Kang Yoora

 

 Brother & Sister [Chapter 1] | Brother & Sister [Chapter 2]|Brother & Sister [Chapter 3] |Brother & Sister [Chapter 4]|Brother & Sister [Chapter 5]Brother & Sister [Chapter 6] | Brother & Sister [Chapter 7]Brother & Sister [Chapter 8]

Trailer Fanfic Brother & Sister

CHAPTER 9

 Diruangan kepala sekolah Jieun dan Mark saling bertukar tatap, kemudian mereka pun menatap kepala sekolah. “Aku menggantikan orangtuaku untuk menjadi wali Jieun” kata Mark dengan yakin.

Jisu sonsaengnim hanya tersenyum “Syukurlah” ujarnya membuat Jieun dan Mark mengerutkan keningnya “Pertama meski aku tahu kau adalah kakak tiri Jieun, tetap saja kau seorang pelajar dan tak bisa menjadi wali dari murid sekolah ini Mark” kembali Jisu sonsaengnim berucap karena yang mengetahui Mark dan Jieun bersaudara hanya kepala sekolah serta wali kelas saja.

Mark tampak menghelakan napasnya “Keundae sam…” belum sempat Mark ingin mengeluarkan argumennya Jisu sonsaengnim sudah memotongnya.

“Kedua, ada bagusnya surat peringatan itu tak kau berikan pada orangtuamu kalian. Karena aku akan merasa sangat bersalah dan malu pada kedua orangtua kalian perihal pihak sekolah tak jadi mengeluarkan Jieun.” ujarnya

Sontak Jieun dan Mark membulatkan matanya “Ne????” hanya kata itu yang keluar dari mulut mereka, namun lain halnya dengan Mark yang cukup mencerna ucapan Jisu sonsaengnim.

“Jieun-ah Mianhaeyo atas ucapanku kemarin padamu, pihak sekolah mencabut pengeluaran sekolahmu dan kau dapat kembali bersekolah seperti biasanya. Mianhae” ujar Jisu sonsaengnim dengan tulus meminta maaf pada Jieun.

Masih tak percaya Jieun mengerjapkan kedua matanya “Jinjjayo? Sekolah mencabut pengeluaranku?”

Jisu sonsaengnim tersenyum, begitu juga dengan Mark yang tak menutupi rasa senangnya senyuman pun mengembang dari bibir Mark “Tentu saja” ujar Jisu sonsaengnim meyakinkan.

“Syukurlah, kamsahamnida sonsaengnim” ujar Jieun tak menutupi rasa bersyukurnya dan senang mendengar hal tersebut.

Disambut anggukan dan senyuman Jisu sonsaengnim, namun sesaat mimiknya berubah seketika “Keundae… siapa yang menyuruhmu kemarin untuk pulang setelah menerima surat peringatan?” tanya Jisu sonsanegnim menatap curiga.

Jieun dan Mark bertukar tatap seraya memutar bola mata mereka “Itu… ku pikir….” belum sempat Jieun mengucapkan kalimatnya, Jisu sonsaengnim sudah bersua.

“Tidak ada alasan untuk hal ini, karena kalian ketahuan kabur dari sekolah. Kalian harus dihukum dan wali kelas kalianlah yang akan memberi hukuman pada kalian”

Mendengar hal ini Jieun sontak protes “Sam, bagaimana bisa? Aku disuruh Mark untuk menunggu disungai… upss…” spontan Jieun menggantungkan kalimat dan membekap mulutnya, namun dengan cepat Mark menatapnya tajam.

“Ya, kau menghianatiku?” ujar Mark dengan nada terkesan kecewa.

“Aniyo…” Jieun langsung menyilangkan kedua tangannya.

“Ahh jinjja, bagaimana bisa aku mempunyai adik sepertinya” gerutu Mark seakan frustasi dengan sikap Jieun.

“Ya, oppaa…..” belum sempat Jieun protes akan ucapan Mark tadi, Jisu sonsaengnim yang cukup frustasi dengan tingkah kedua muridnya.

“YA! Kalian jika ingin berdebat sebaiknya jangan disini” ujar Jisu sonsaengnim membuat Jieun dan Mark terdiam “Kalian boleh keluar dan menerima hukuman dari Kangin sonsaengnim. Arasseo” penuh penekanan Jisu sonsaengnim mengucapkan kalimat tersebut.

Jieun dan Mark menghelakan napas beratnya seraya berkata “Ne…” sambil menundukkan tubuhnya mereka meninggalkan ruangan kepala sekolah. Mendapati hal ini Jisu sonsaengnim tersenyum tipis akan sikap Mark dan Jieun, begitu juga dengan Jieun dan Mark yang sudah berada diluar ruangan keduanya tersenyum satu sama lain.

^^^^

Dikelas tampak berisik karena jam pelajaran pertama tak ada guru yang memasuki kelas ini dikarenakan guru tersebut memang sedang sakit dan tak ada yang menggantikannya. Hingga murid dikelas ini pun bebas bersenda gurau, bahkan beberapa murid yang memasuki kelas tengah bergosip “Ya, kalian sudah mendengar kabar baru? Sekolah menarik pengeluaran Jieun” ujar Chaeun

Sontak semua yang mendengarnya membulatkan mata mereka “Chaeun-ah, Jinjjayo? Dari mana kau mendengar ?” tanya Jackson seakan tak percaya.

“Ne, tadi aku tak sengaja keruang guru dan mendengar kalau Jieun tak jadi dikeluarkan” jelasnya lagi, namun kali ini semua mata sontak menatap kearah Yoora.

“Daebak, bagaimana bisa Jieun mengalahkan nenek lampir itu… upss” seru Taehyung dan langsung membekap mulutnya, karena tampak jelas Yoora menatapnya tajam, tidak dengan teman-teman yang lain menahan tawa mereka.

Dalam diam Yoora tampak bingung dengan hal ini ‘Bagaimana bisa? Sedangkan aku belum bericara sedikitpun pada eomma dan appa untuk pembatalan pengeluaran Jieun’ batin Yoora penuh tanya, namun ia spontan menatap kearah Jungkook dimana senyuman kecil terpancar dari seorang Jungkook. Hingga Jieun dan Mark memasuki kelas, begitu jelas senyuman Jungkook semakin mengembang matanya pun tertuju pada Jieun ‘Ige mwoya Jeon Jungkook’ kembali batin Yoora bertanya-tanya.

Tepat Jieun dan Mark memasuki kelas, spontan pembicaraan dikelas berhenti seketika. Namun Jackson dan Taehyung justru berseru “Chukaeyo uri Jieun-ah”

“Mwoya???” ujar Jieun tampak bingung dengan ucapan temannya ini.

“Kami sudah mendengarnya, selamat datang kembali dikelas Jieun-ah” ujar Jungkook disambut senyuman teman-teman yang lain, terkecuali Yoora yang menatap tajam Jieun entah apa yang ada dipikirannya.

Jieun tak tahu harus berkata apa, hanya senyuman yang dapat Jieun berikan. Ia masih bersyukur karena beberapa temannya yang tampak menunjukkan rasa peduli padanya, bahkan tak ragu Jieun berjalan menuju kursi miliknya. Begitu juga dengan Mark yang berjalan dibelakang Jieun, namun Yoora spontan berdiri tepat dihadapan Mark “Arasseo.. Aku akan menepati janjiku” kata Mark yang melewati Yoora begitu saja.

Yoora menghelakan napas beratnya, ia seolah meyakinkan dirinya dan menatap Jungkook yang tengah menatapnya dengan curiga ‘Ghwencana Yoora, kau harus memanfaatkan keadaan ini. Gheurae, ghwencana Mark tak akan tahu’ batin Yoora

^^^^^

 “Sam, bagaimana bisa hukumannya seperti ini?” protes Mark mendapati dirinya bersama Jieun berada tepat dihalaman belakang sekolah dengan alat pemotong rumput yang diberikan oleh Kangin sonsaengnim.

“Masih bagus aku menghukum kalian hanya untuk memotong rumput, dibanding kalian bercocok tanam” ujar Kangin sonsaengnim

“Keundae sam….” belum sempat Jieun protes sudah lebih dulu ditatap tajam Kangin sonsaengnim.

“Ingin kutambah hukuman kalian?” ujar Kangin sonsaengnim tersenyum dengan manis namun memaksakan.

Spontan Jieun dan Mark berseru “Aniyoooooo”

Kangin hanya tersenyum mendapati seruan mereka “Lakukan dengan baik, arasseo”

“Ne….” seru Jieun dan Mark, saat itu juga Kangin sonsaengnim meninggalkan keduanya untuk melaksanakan hukuman mereka. Dengan malas keduanya memulai memotong rumput, namun bagaimana pun mereka harus mengerjakannya agar mereka dapat pulang.

“Aigo, apa Kangin sonsaengnim tak ingin meringankan hukuman ini? halaman ini begitu luas dan rumputpun cukup tinggi, aku ingin pulang” gerutu Jieun disela-sela memotong rumput.

“Maka dari itu jangan mengeluh saja, cepat kerjakan” sahut Mark membuat Jieun mengerucutkan bibirnya.

“Kalau saja waktu itu kau tidak kabur….” ujar Jieun yang langsung menggantungkan kalimatnya karena Mark sudah menatapnya tajam.

“Wae? Wae? Kau ingin mengkhianatiku?” ujar Mark

Dengan cepat Jieun menjawab “Aniyo, kalau saja kau tidak kabur saat itu karenaku. Kau mungkin tak akan dihukum seperti ini, mianhae…”

Seketika Mark terdiam dan menatap Jieun “Aigo, apa yang kau bicarakan Lee Jieun. Aku tampak tak mengerti dengan ucapanmu” ujar Mark bohong seolah mengalihkan pembicaraan.

“Aisshh, aku baru sadar kalau aku mempunyai kakak yang benar-benar bodoh” ujar Jieun disambut tatapan tajam oleh Mark.

“Ya, apa yang kau katakan coba ulangi lagi?” dengan jahil Mark melempar potongan rumput kearah wajah Jieun.

“YAK!!!!” protes Jieun dengan kejahilan Mark.

“Cepat ulangi lagi? Kau benar-benar menguji kesabaranku Lee Jieun” gurau Mark dan kembali dengan jahil melempar potongan rumput kearah Jieun.

Tak tinggal diam Jieun berdiri “Kau yang menguji kesabaranku Mark Tuan” Jieun pun siap melemparkan potongan rumput kearah Mark, namun dengan cepat Mark menghindar dan tertawa puas.

“Hahahaha tidak kena”

“Aisshh, eoh Kangin sonsaengnim” seru Jieun membuat Mark tertuju kearah yang tengah Jieun lihat, namun saat itu juga Jieun langsung melemparkan potongan rumput kearah Mark, menerima hal tersebut dan menyadari kalau Jieun mengkelabuhinya saat itu juga Mark menatap tajam. Tapi sukses membuat Jieun tertawa puas “Hahahaha”

“Ya, Lee Jieun! kau benar-benar mengkhianatiku, terima ini” Mark pun tak mau kalah dan mengejar Jieun yang berusaha menghindar, keduanya pun tertawa lepas dengan tindak kejahilan ini.

Dari jarak yang lumayan tanpa sengaja Jungkook menyaksikan pemandangan tersebut. Tak seperti biasanya, Jungkook akan mengalihkan pandangan tapi kali ini ia justru menghampiri mereka yang asik melempar rumput entah apa yang ada dipikiran Jungkook.

Hingga saat ini Jungkook berada didekat Jieun dan Mark, spontan ia berseru “Jieun-ah” seketika Mark dan Jieun menghentikan aksi mereka seraya menatap Jungkook.

“Eoh, Jungkook-ah. Waeyo?” tanya Jieun

“Sepertinya aku menggangu kalian yang sedang asik” ujar Jungkook melontarkan kalimat klisenya.

“Ne?” Jieun mengerutkan keningnya dengan ucapan Jungkook, lain halnya dengan Mark yang hanya tersenyum tipis.

Jungkook mengelengkan kepalanya “Aniyo, untukmu” Jungkook justru menyodorkan sebotol air meneral pada Jieun.

Tanpa ragu Jieun meraih air mineral dan berkata “Gomawoyo Jungkook-ah” disambut anggukan dan senyuman Jungkook.

Namun Mark menatap Jungkook “Ya! Kau membawa air hanya satu? Tanpa melihat aku bersama Jieun, bukankah teman sekelas harus saling tolong menolong” ujar Mark seakan sengaja bertanya demikian.

Jungkook sontak menatap Mark, ia pun memutar bola matanya dan berkata  “Ahh mian, aku tak mengingatmu. Lagi pula kau seorang namja, jadi kau mampu menahan rasa hausmu bukan?” belum sempat Mark ingin bersua, Jungkook pun kembali berbicara “Jieun-ah, aku duluan. Jangan lupa habiskan minuman itu arasseo”

Hanya anggukan yang diberikan Jieun mendapati tingkah Jungkook yang berlalu meninggalkannya, meski sebelumnya ia menatap kearah Mark.

“Aigo, apa-apaan namja itu….” gerutu Mark namun sesaat ia tersenyum tipis seakan menyadari sesuatu dan menatap Jieun yang tengah meneguk air mineral tersebut.

“Igo” menyadari tatapan Mark, Jieun justru menyodorkan air mineral tersebut pada Mark.

“Tanpa kau memberikannya pun aku akan mengambilnya lebih dulu dari tanganmu” ujar Mark meraih air mineral tersebut yang sudah diminum Jieun, lalu meneguknya.

Jungkook yang tengah berjalan tanpa sengaja menoleh kearah Mark dan Jieun, ia cukup menyaksikan Jieun memberikan minuman yang sudah diminumnya pada Mark “Aisshh bagaimana bisa dia memberikan minuman yang sudah diminumnya pada Mark. ahhhh” gerutu Jungkook sambil mengacak rambutnya dengan frustasi.

****

Jieun dan Mark tengah berjalan memasuki pintu utama sekolah, berbeda dari biasanya. Mereka berjalan berdampingan entah apa yang ada dipikiran keduanya, namun tiba-tiba seseorang berseru “Chagiya” saat itu tampak jelas sipemilik suara menggamit tangan Mark. Yoora memang berada dibelakang Mark dan menyaksikan dimana Jieun berjalan bersama Mark.

Jieun membulatkan matanya mendengar ucapan Yoora pada Mark, bahkan cukup jelas tak ada protesan Mark ketika digamit oleh Yoora tampak tak biasa untuk Jieun. Biasanya Mark akan menepis gamitan Yoora dan berjalan lebih dulu, tapi kali ini terlihat berbeda.

 “Chagiya kajja, kita harus kekelas lebih dulu” ujar Yoora yang langsung menarik tangan Mark, bahkan kali ini Mark tampak menuruti ucapan Yoora. Ia hanya menatap Jieun sebentar dan mengikuti langkah Yoora yang tengah menggamitnya.

Mendapati hal ini Jieun diam membeku menatap punggung Mark bersama Yoora yang kian menjauh. Ia benar-benar tak percaya dengan pemandangan ini “Ige mwoyaa???” spontan Jieun berkata demikian.

“Aku setuju dengan ucapanmu ketika melihat pemandangan ini” ujar Jackson yang tiba-tiba berdiri disamping Jieun.

“Kkkk~ sepertinya kau belum tahu Jieun, mungkin kau akan semakin kaget jika mengetahuinya” ujar Taehyung yang juga berdiri disamping Jieun.

“Mwoya???” tanya Jieun

“Yoora memberitahu diline Group sekolah, kalau dia berpacaran dengan Mark.” ujar Jackson

“Jinjjayo??” pekik Jieun tak percaya

“Ne, mungkin dia pikir line Group sekolah adalah papan pengumuman /?” ujar Taehyung

“Ahhh tidak sekalian saja yeoja itu membuat banner pengumuman didepan sekolah, kalau pacarnya adalah Mark.” ujar Jackson dengan gurauannya membuat Jieun menahan tawa.

“Keundae, bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Jieun tampak tak percaya dengan pemandangan tadi.

“Molla.. awal pun kami tak mempercayainya, tapi sepertinya pemandangan tadi membuat semua cukup mempercayai pengumumannya itu” ujar Taehyung

Jieun hanya mampu terdiam mencerna ucapan teman-temannya ini, satu pertanyaan dalam benaknya adalah ‘Apa yang ada dipikiranmu Mark?’ ia tampak tak paham dengan keadaan ini. Namun matanya justru menatap Jungkook yang tengah terarah pada Mark dan Yoora, tatapan datar begitu jelas dari ekpresi yang ditunjukan Jungkook. Tapi itu justru membuat Jieun khawatir, entahlah ia pun tak mengerti ‘Jungkook-ah, ghwencanayo?’ terlintas ucapan tersebut dibenak Jieun.

^^^^

Jieun tengah asik memakan makan siangnya dikantin, namun pemandangan didepan cukup mengusik hatinya. Dimana Mark bersama Yoora tengah makan bersama, hal yang tak biasa Mark berada dikantin saat makan siang. Bukan hanya Jieun yang menyaksikan pemandangan tersebut, sama seperti yang lain seisi kantin pun cukup menatap kearah Yoora dan Mark dengan tatapan tak percaya.

“Aisshh aku benar-benar tak paham dengan arah pikiranmu Markeu” gerutu Jieun disaat mulutnya masih penuh dengan  makanan, bahkan tak segan ia kembali menyantap makanananya dengan kesal. Tatapannya pun terus tertuju kearah Yoora yang saat ini ingin menyuapi Mark “Aisshhh tak bisa dibiarkan” spontan Jieun mengebrak meja makan membuat beberapa disekitar menatapnya, namun tak ia perdulikan.

“Mwoya? Apa yang tak bisa dibiarkan?” ujar seseorang yang duduk tepat disamping Jieun.

Menyadari orang tersebut adalah Jungkook sontak Jieun terdiam dan berkata “Aniyo”

Jungkook tersenyum tipis dan menatap arah pandangan Jieun “Bukan hanya kau saja tak mempercayainya Jieun-ah, nado…” kata Jungkook yang kali ini menatap kearah Mark dan Yoora.

“Ne, bagaimana bisa terjadi sedangkan Mark biasanya bersikap acuh tak acuh pada Yoora….” ujar Jieun menatap tak percaya

“Waeyo? Apa kau cemburu karena mereka berpacaran?” tanya Jungkook

“Ne?????” pekik Jieun dengan pertanyaan Jungkook, ia pun kembali berkata “Aniyo, bagaimana mungkin aku cemburu pada mereka. seharusnya aku yang bertanya hal demikian padamu”

“Ne?” kali ini justru Jungkook dibuat bingung dengan ucapan Jieun.

Perlahan namun pasti Jieun menyentuh dada Jungkook membuatnya diam membeku “Igo, manhi appo?” tanya Jieun, tak ada jawaban dari Jungkook. Hingga Jieun pun kembali bertanya “Melihat Yoora dan Mark berpacaran, neo jinjja ghwencana??”

Dalam diam Jungkook memperhatikan ekpresi khawatir Jieun, ia paham maksud yang diucapkan Jieun hingga senyuman pun mengembang dari bibirnya “Ehmm, setelah kau menyentuh hatiku semua akan baik-baik saja” kata Jungkook, bahkan sukses membuat Jieun melepaskan tangannya yang berada didada bidang Jungkook.

“Ya, berhentilah bergurau. Aku bertanya seperti itu karena kutahu kau sangat menyukai Yoora, pasti hal ini sangat menyakitkan untukmu” ujar Jieun seakan menganggap ucapan Jungkook gurauan dan menatapnya penuh khawatir.

Tak ada jawaban dari Jungkook, ia hanya memberikan senyuman terbaiknya dan mengacak lembut rambut Jieun “Habiskan makananmu” perintahnya membuat Jieun tak mengerti dengan sikap Jungkook, seolah tak memperdulikan Jiieun kembali menyantap makanannya. Dalam diam Jungkook cukup menatap Jieun dengan lekat “Justru aku khawatir jika kau merasa cemburu pada hubungan mereka Jieun-ah” gumam Jungkook dalam hati.

*****

Dengan ransel yang sudah dikenakannya Jieun dan Mark yang baru saja keluar dari kamar siap untuk pergi kesekolah, setelah tadi keduanya sudah menyantap sarapan. Sejak kemarin rasa penasaran Jieun begitu menyeruak terhadap Mark, bahkan kali ini ia terus menatap kearah Mark yang tampak merapikan almamater sekolah.

“Wae? Kenapa menatapku seperti itu?” ujar Mark yang sadar akan tatapan Jieun.

“Ya, Markeu justru aku yang seharusnya bertanya padamu” ujar Jieun yang kian menghampiri Mark.

Mark cukup bingung dengan sikap Jieun, namun ia sadar kalau kedua orangtuanya tengah memperhatikan mereka dari lantai bawah “Markeu?? Oppa, oppa” protes Mark seraya memberi isyarat pada Jieun kalau kedua orangtua mereka tengah memperhatikan.

Sadar hal itu Jieun tersenyum memaksakan “Gheurae. Oppa bukankah diantara saudara tak boleh ada kerahasiaan? Benar????” ujar Jieun penuh maksud dan membuat Mark menatapnya curiga.

“Ne? Wae??” tanya Mark

Jieun tersenyum puas dan berkata “Bagus! Kalau begitu katakan padaku kenapa kau bisa berpacaran dengan Kang Yoo-ra” penuh penekanan Jieun mengucapkan kalimat tersebut.

Mark sudah menduga Jieun akan bertanya hal seperti ini, seketika Mark memutar bola matanya seakan berpikir apa yang harus ia jawab. “Ya, cepat katakan uri oppa….” kembali Jieun berucap dan merangkul Mark seraya menggamit leher Mark agar memberi jawaban.

Menerima perlakukan ini spontan Mark membukukkan tubuhnya dan berusaha melepaskan gamitan tangan Jieun “Aigo uri dongsaeng sepertinya sangat penasaran” ujar Mark

Jieun justru semakin menggamit leher Mark “Cepat katakan uri oppa”

“Ya! Ya! Ya! Lepaskan kau ingin membunuhku dengan cara seperti ini?” gurau Mark namun sukses membuat Jieun melepaskan gamitan tangannya pada leher Mark.

“Mian…” dengan datar Jieun berucap, tapi sebaliknya Mark dengan mudah menggamit leher Jieun “YA!!!!!” teriak Jieun akan perlakuan Mark

“Kau bertanya seperti itu seolah-olah kau telah cemburu, katakan jika kau cemburu karena hal itu” kata Mark

Jieun justru mengerutkan keningnya “Ya, bagaimana mungkin aku cemburu padamu, aisshh lepaskan” sahut Jieun berusaha melepaskan gamitan Mark.

Namun Mark tak membiarkan itu terjadi, hingga ia berkata “Jinjjayo???” dari lantai bawah ayah dan ibunya hanya dapat mengelengkan kepala menyaksikan tingkah kedua anaknya ini.

“Jinjja!!” tekan Jieun dan berhasil terlepas dari gamitan Mark dengan sekuat tenaganya “Aku hanya tak mengerti dengan jalan pikiranmu atau jangan-jangan kau diam-diam menyukainya?” ujar Jieun asal

Tapi sukses membuat Mark menatap tajam Jieun “Aissh jangan sembarangan berasumsi! Mana mungkin aku menyukai yeoja yang sudah menyakiti adik…….” spontan Mark membekap mulutnya sendiri tak ingin melanjutkan kata-katanya.

Jieun cukup mencerna ucapan Mark dan membuatnya terdiam, namun sesaat ia berkata “Keundae wae? Bagaimana kalian bisa berpacaran? bahkan kau belum meminta ijin pada adikmu ini untuk berpacaran dengannya? Ahhhh aku tidak mengijinkan”

Mendapati hal ini Mark tersenyum kecil “Gheurae. Katakan padanya kalau adik dari Mark tak setuju dengan hubungan tersebut, mungkin dengan begitu aku akan terlepas dari jeratannya” ujar Mark sukses membuat Jieun mengerutkan keningnya tak mengerti dengan maksud ucapannya.

“Mwoya? Aku tak mengerti dengan ucapanmu” tanya Jieun dengan polos dan mengerjapkan kedua matanya.

Mark menatap Jieun frustasi “Lupakan, kita berangkat sekolah” tanpa menunggu respon Jieun, Mark sudah berjalan lebih dulu dari Jieun.

Namun Jieun seakan teringat sesuatu dan menyetarakan langkahnya dengan Mark menuruni anak tangga rumah “Ya, kau berpacaran dengan Yoora membuat hati Jungkook terluka” ujar Jieun tiba-tiba sontak Mark menghentikan langkahnya, entah apa yang ada dipikiran Jieun hingga berbicara seperti itu dan tanpa menunggu respon Mark, ia berjalan cepat melewati Mark.

“Aigo, perasaanmu tampaknya terlalu dalam dengan namja itu sampai membela seperti ini” gerutu Mark dengan lantang, namun Jieun tak menggubris “Ya, uri dongsaeng kau benar-benar ingin mengkhianatiku?” teriak Mark dengan kalimat klisenya.

Jieun menoleh “Gheurae! Karena oppa sudah mengkhianatiku lebih dulu” tekan Jieun menimpali dengan kalimat klise.

Mark terdiam paham akan ucapan Jieun “Gheurae aku mengkhianatinya duluan” sadar Mark akan dirinya yang berpacaran dengan Yoora yang kerap mengerjainya. Namun ia tersenyum kecil dengan tingkah Jieun, ia meraih lollipop candy yang ada dimeja makan dan langsung mengejar Jieun seraya memberikan lollipop candy pada Jieun. Sedang kedua orangtuanya yang masih berada dirumah tampak menghelakan napas mereka dan mengelengkan kepala.

****

Beberapa hari sudah berlalu semenjak beredarnya Mark dan Yoora berpacaran, Yoora cukup menyita waktu Mark disekolah. Ketika makan siang Yoora meminta Mark untuk menemaninya, memang tak ada protesan dari seorang Mark hanya saja beribu pertanyaan cukup terlintas ketika melihat keduanya. Bahkan tak segan Yoora kerap menggamit tangan Mark, namun Mark hanya diam saja bak fosil yang dapat dibawa kemanapun oleh Yoora.

Semenjak itupun hari-hari disekolah Jieun pun tampak berubah, dimana biasanya Yoora kerap mengerjainya beberapa hari ini Jieun dapat menjalani sekolah dengan tenang. Justru membuat Jieun semakin tak mengerti dengan keadaan ini, hingga Mark yang jarang bersamanya membuatnya merasa ada yang kurang dalam dirinya.

Baru saja Mark dan Jieun berjalan menuju gerbang sekolah, namun tiba-tiba Yoora langsung menggamit Mark “Oppa, antarkan aku pulang”

****

-TBC-

Preview Chapter 10

“Aniyo, ice americano 2”

“Jungkook-ah gomawoyo”

Eoh, Jungkook-ah bagaimana bisa kau..?”

“Arasseo, haruskah aku pindah rumah agar bisa pulang bersamamu setiap hari”

“Gheurae, anggap saja ucapanku adalah gurauan”

***

“Oppa, besok hari minggu. Dapat kita berkencan?”

“Jangan ganggu hari mingguku”

****

“Eoddiga?”

“Aku sangat lapar, eomma tidak memasak. Aku akan membeli makanan diluar” jelas Jieun

“Aku ikut” kata Mark

“Ige mwoya? Jajangmyun?”

“Ya. Markeu, Jieun-ah apa yang kalian lakukan disini?”

Mendengar ucapan tersebut spontan Mark dan Jieun menoleh betapa kaget dirinya mendapati Taehyung, Jackson dan Bambam yang berada disatu kedai dengannya.

“Aigo, tentu saja kami mau makan. Kalian sedang berkencan?”

***

“Oppa, belikan aku ice cream cup”

“Sekali lagi kau mengatakan aku pelit, aku benar-benar tak akan membelikanmu”

***

“Kemarin dikedai makan, kami bertemu dengan Mark dan Jieun yang sedang makan bersama”

“Ya, apa kalian berkencan dibelakang Yoora?”

“Jika tidak bagaimana bisa kalian memakai jaket baseball couple dan membeli ice cream”

“YA LEE JIEUN”

****

“Bisa kita bicara sebentar?” pinta Jungkook membuat Mark mengerutkan keningnya dengan ucapan Jungkook

RCL OK

21 thoughts on “Brother & Sister [Chapter 9]

  1. gk papa telat juga thor, malah kalo bisa bulan puasa postingnya malem aja.. yoora pinter ya memanfaatkan peluang, ah ini sih fix jungkook pindah ke lain hati. bingung, bingung dah tuh jieun.. ada beberapa yg typo ya?.. ditunggu next.nya hwaiting!

    • wah lebih efisien malem kah postingnya??
      iya yoora bisa bangat
      hihi jungkook pindah ke lain hati
      iya udah aku perbaiki, makasih ya udah ngasih tau hehe
      siapppp semangat, makasih ya ayu🙂🙂

  2. udah chalp 9 aja ya hehhe
    kaynya aku ketinggaln nihh,
    Jungkoook kaynya suka Jieun deh cuma masih bingung aja sama persaanya ke Yoora,
    author itu Mark ntr suka ma Jieun ga sihh atau cuma nganggep adik aja
    kalo endnya Jieun sama Jungkook
    Mark gak usah sama siapa2 aja ya Thor hehhe gak usah sama Yoora gak rela aku
    ditunggu chap selnjtnya hwaiting🙂

  3. Sorry thor baru komen sekarang,kemarin paketan nipis jadi cuma bisa baca aja nggak sempet komen hehehe saking penasarannya sama ini fanfic sampe sabtu kemarin udah ngecek dan agak ngedumel gara2 si author belum update ternyata yg salah aku gak liat hari hahahha #sakinggaksabarannya makin kesini makin seru, dan berharap updatenya dipercepat…makasih rhor buat ceritanya

  4. Aaaaaaaaa gimana dong gimana dong gimanaaaa. Beneran deh makin bingung itu mark-jieun kenapaaa. Jangan doong, kasian ortu kalian naakk, sadaarr.
    Huhuhu, gak sabar nunggh hari minggu TT semangaaaat

  5. ah thor pinter bgt sh bikin cemistri ny,,tuh jieun kyak ny mulai kehilangan mark ya! Tpi jungkook-jieun jga so sweet, pokok ny hwaiting ya thor!!

  6. Ah udah chapter 9, kok gak rela yah mark sama yoora, jungkook kayak nya udah berpindah ke hati jieun deh…. /sok tau bgt. btw sorry baru komentar sekarang,
    Ditunggu kelanjutannya thor…….

  7. ige mwoya? kalau Jieun juga cemburu sama Mark. Andwae. Jieun ama Kookie aj.hehe. klu pun Jieun ama Mark. Mereka kan udah jadi saudara. mungkin aja mereka bersatu. kalau salah satu ortu mereka ada yg meninggal atau paling tidak cerai. gak mungkin kan? wah bnyak amat pertanyaan’a nih.hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s