Brother & Sister [Chapter 7]

Brother and sister

Author : Kim Raemi

Tittle : Brother & Sister [Chapter 7]

Genre : Family, Fluff

Length : Chapter

Rating : T

A/N : Dipart ini ada permainan baseballnya, tapi saya memang kurang terlalu paham akan baseball. Jadi kalau ada kesalahan mohon maaf hehe

Ini hanya fiktif belaka

Cast :

  • Lee Jieun (IU)
  • Mark Tuan
  • Jeon Jungkook
  • Kang Yoora

 

 Brother & Sister [Chapter 1] | Brother & Sister [Chapter 2]|Brother & Sister [Chapter 3] |Brother & Sister [Chapter 4]|Brother & Sister [Chapter 5]Brother & Sister [Chapter 6]

Trailer Fanfic Brother & Sister

CHAPTER 7

“Mark kau tak boleh kemana-mana, dirumah seperti biasa jaga adikmu Jieun. arasseo” ujar ayahnya ketika ingin pergi pada proyek kerja.

“Yeobo, apa kau tidak berlebihan. Mark punya urusan pribadi, siapa tahu dia ingin berkencan dengan kekasihnya.” Ujar Ibunya yang tampak mengerti urusan remaja saat ini.

“Sekalipun ia berkencan, ia harus mengajak Jieun bersamanya” ujar ayahnya membuat ibunya mengelengkan kepalanya, bahkan Jieun dan Mark hanya bertukar tatap seakan sudah biasa akan ucapan ayahnya ini.

“Eomma, appa kalian tenang saja aku akan menjaga Jieun dengan baik” ujar Mark yang spontan merangkul Jieun membuat ayah dan ibunya tersenyum puas, saat itu juga kedua orangtua mereka berlalu begitu saja meninggalkan kedua anaknya.

Ketika Mark dan Jieun memastikan kedua orangtuanya sudah pergi, saat itu juga Mark melepaskan rangkulannya dan menatap Jieun yang juga tengah menatapnya. Tampak isyarat mata terpancar jelas dari kedua mata mereka, spontan keduanya pun setengah berlari memasuki rumah dan mencopot semua foto keluarga dirumah ini.

“Ahhh hal seperti ini benar-benar merepotkan saja” gerutu Mark meraih sebuah foto keluarga yang terpajang jelas diruang tengah.

“Salah kau kenapa mengiyakan ucapan mereka” ujar Jieun

Mark menatap tajam Jieun “Tak ada pilihan lagi, jika kau menjadiku ‘Yes or Not’?” tanya Mark, namun Jieun hanya memutar bola matanya ia pun tampak paham dengan posisi Mark.

“Arasseo! Ya, kau yang pindahkan foto besar itu. Aku tak mungkin dapat memindahkannya” ujar Jieun

“Aiisshh geu yeoja” sambil bergerutu Mark mengerjakan apa yang dikatakan Jieun.

Tak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka memindahkan beberapa foto yang ada dirumah ini. Hingga keduanya tanpa sadar masih terduduk diruang tengah “Ya, apa kau tak bersiap-siap?” ujar Mark

“Untuk apa?” tanya Jieun polos

“Tasmu bodoh” spontan Jieun mengerti, ia langsung meraih tas dan ingin menaruh sepatunya tepat didalam pintu masuk, belum sempat Jieun menaruh sepatu sebuah bel berbunyi begitu saja.

Ting tong …….

“Nugu?” tanya Mark

“Aku, Jungkook” seru Jungkook dari luar pintu.

Spontan Mark dan Jieun membulatkan matanya, dengan cepat Jieun menaruh sepatunya didalam pintu masuk dan terduduk tepat diruang tengah seolah menandakan dirinya baru datang.

“Masuklah” kata Mark

Tanpa ragu Jungkook memasuki rumah Mark, belum ada selangkah memasuki rumah Bambam yang baru datang langsung merangkul Jungkook. “Baru datang?” ujar Bambam disambut senyuman Jungkook.

“Eoh, apa sudah ada yang datang selain kami?” tanya Jungkook pada Mark seraya memasuki rumah Mark dan menyadari sepasang sepatu yang tergeletak didepan pintu.

Seketika Mark memuta bola matanya “Ahhhhh ne….” Mark mengarahkan matanya pada Jieun yang sudah ada diruang tengah.

“Eoh, Jieun-ah kau sudah datang rupanya?” seru Bambam menghampiri Jieun.

Sontak Jieun berdiri dan berseru “Hahahaha tentu” ia pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Belum sempat duduk sebuah seruan menggema diruangan ini “Kami datanggggg” tampak jelas Jackson dan Taehyung yang baru datang menghampiri mereka.

“Sepertinya kalian baru datang juga” ujar Jackson mendapati teman-temannya.

“Wahh daebak makanan?” seru Taehyung mendapati makanan ringan dan minuman segar sudah tersedia dimeja “Mark tak biasanya kau menyambut kami seperti ini” kembali Taehyung berseru seraya duduk dan memakan makanan ringan tersebut.

“Gheurae, biasanya kau menyuruh kami untuk mengambil sendiri didapur” timpal Jackson sama dengan Taehyung yang menyantap makanan ringan, seraya diikuti Bambam.

“Aku tak percaya jika ia yang menyiapkan ini semua” gurau Bambam membuat yang lain tertawa, namun ditatap tajam oleh Mark.

“Ya, komentar saja kalian. Sudah bagus disiapkan makanan, jika kalian tak ingin aku akan menarik kembali makanan itu” ancam Mark disambut teriakan ketiga teman-temannya.

“Andhwaeeeee”

Mark tersenyum puas, seraya menatap kearah Jieun yang juga menatapnya. Memang yang menyiapkan makanan ringan dan minuman segar adalah Jieun, karena tak mungkin seorang Mark melakukan hal tersebut.

Jungkook hanya diam saja menyaksikan tatapan Mark pada Jieun, bahkan kali ini ia menatap Jieun entah apa yang ada dipikirannya. Namun dengan cepat ia mengambil posisi duduk tepat disebelah kanan Jieun “Tampaknya kau dapat dengan mudah menemukan rumah Mark” ujar Jungkook tiba-tiba.

Sontak Jieun mengerutkan keningnya “Ne?” Jieun tampak tak mengerti dengan sikap Jungkook.

Tanpa disadari  kedua orang ini tengah ditatap teman-temannya, begitu juga dengan Mark yang entah kenapa senyuman mengembang dari bibirnya. Hingga ia pun duduk disebelah kiri Jieun dan berkata “Memang kenapa jika Jieun menemukan rumahku dengan mudah? Kau cemburu?”

Spontan semua menatap Mark penuh dengan tanda tanya, Jieun hanya mengerjapkan kedua matanya cukup disadari pipinya seakan merona ia ingin menatap Jungkook namun tak berani alhasil ia hanya diam membeku menatap kearah meja.

Jungkook memutar bola matanya dan tersenyum tipis mendengar ucapan Mark “Aniyo, aku hanya teringat ketika mengantar Jieun sampai halte. Halte tersebut tampak tak jauh dari perumahan ini” ujar Jungkook

‘Tamat riwayatmu Lee Jieun’ batin Jieun seketika menelan ludahnya karena cukup disadari Mark tengah menatapnya dan mengelengkan kepalanya “Ahh itu karena rumahku memang tak begitu jauh dari perumahan ini” ujar Jieun meyakinkan.

Jungkook tersenyum seakan mengerti, namun Jackson justru menggoda “
Ya, Jeon Jungkook. Kau mengantar Jieun? Apa kalian berkencan?”

Tanpa sengaja sontak Jieun dan Jungkook bertatapan, namun mengalihkan kembali.

“Kyaaaaaa” seru Taehyung dan Bambam seakan menimpali godaan yang dilontarkan Jackson. Tak ada tanggapan dari keduanya, Jieun hanya tertunduk malu entah kenapa pipinya terasa memanas, sedang Jungkook tersenyum tipis dan mengelengkan kepalanya mengerti akan gurauan yang dilontarkan teman-temannya.

“Keundae, bagaimana mereka bisa berkencan. Sedang seorang Jeon Jungkook tak dapat melepas seorang Kang Yoora sedikitpun.” Ujar Bambam yang paham benar seorang Jungkook.

Jieun yang masih menunduk karena pipinya merona mendadak berubah, entah kenapa mendengar hal tersebut membuat Jieun merasa pilu. Mark yang sedari tadi hanya diam saja sontak menatap Jieun, entah apa yang ada dipikirannya namun ia memahami perasaan Jieun.

“Geurae….” Jackson tampak ingin menimpali namun dengan cepat Mark menyodorkan sebuah roti kedalam mulut Jackson.

“Manhi mokko Jackson-ah” ujar Mark sambil menepuk pundak Jacskon dan tersenyum penuh maksud.

Semua tampak tak mengerti dengan maksud Mark, namun Jungkook menyadari Jieun yang diam saja “Jieun-ah ghwencana?” tanya Jungkook, hingga ia hendak ingin meraih pipi Jieun karena menunduk.

Namun Mark menahan tangan Jungkook “Ya, jangan menyentuhnya sembarangan” kata Mark membuat semua menatap kearahnya.

Tampak jelas Mark menatap Jungkook yang tengah menatapnya, entah apa yang ada dipikiran kedua pria ini. Seakan mengerti Jungkook mengurungkan niatnya, teman-temannya  tak mengerti dengan tindakan Mark.

Sedang Jieun masih mencerna tindakan Mark, ia pun teringat akan ucapan Mark saat diparkiran waktu lalu. Mark tampak tengah melindungi Jieun layaknya seorang kakak. “Ghwencanayo, aku tadi sedikit berpikir akan konsep makalah sejarah kita. Kkkkkk” seru Jieun seakan mencairkan suasana yang sempat tegang tadi.

“Ahhh geurae tugas kita, sebaiknya kita mengerjakan sekarang” kata Jackson disambut senyuman yang lain, Jungkook tampak masih menatap Jieun dan Mark pikirannya penuh dengan pertanyaan pada dua orang disampingnya ini, namun ia mencoba tak memperdulikannya.

“Keundae, Jungkook-ah. Tak biasanya kau menerima satu kelompok dengan Mark, biasanya kau akan mengalah pada Yoora untuk satu kelompok dengan Mark” tanya Taehyung tiba-tiba membuat semua menatap kearahnya, hingga kali ini semua justru menatap Jungkook karena ucapan Taehyung memang ada benarnya.

Menyadari hal ini Jungkook memutar bola matanya “Waeyo? Aku hanya sedang tak ingin bertukar dengan Yoora” jawab Jungkook asal, namun semua seolah mengerti hanya menganggukkan kepalanya. Lain halnya dengan Mark yang menatap Jungkook terlihat melirik kearah Jieun.

^^^^

“Markeu, gomawoyo untuk snack yang kau siapkan. Jika ada tugas lagi tampaknya kita harus kerumah Mark saja” ujar Jackson tepat bejalan menuju pintu rumah Mark. Mereka memang sudah selesai mengerjakan tugas, meski senda gurau kerap terlontar diantara mereka itu cukup menjadi hiburan. Hingga kali ini meraka hendak bergegas dari rumah Mark, tak ingin ketahuan Jieun pun mengikuti yang lain sungguh konyol memang.

“Kupastikan kalian akan menyesal jika kerumahku lagi” sahut Mark membuat Jackson mengerucutkan bibirnya, namun sukses membuat yang lain tertawa.

Saat itu juga semua tampak begegas dengan motor sport mereka, terkecuali Jieun. Jungkook, Jackson, Taehyung dan Bambam sempat menawari Jieun untuk diantar, namun Jieun menolak dengan alasan rumahnya yang dekat. Keempat pria ini cukup mengerti dengan penolakan Jieun, namun Jungkook tampak menghampiri Jieun ketika keluar dari gerbang rumah Mark “Ghwencana?” tanya Jungkook

“Ghwencana, lagi pula rumahku memang dekat.” Jawab Jieun disambut senyuman tipis Jungkook dan anggukan mengerti.

“Kalau begitu kami pulang Jieun-ah, sampai ketemu disekolah” serempak empat pria dihadapan Jieun ini dan melajukan motor sport mereka meninggalkan Jieun yang berjalan pelan menuju tikungan. Belum ada beberapa langkah, Jieun cukup sadar kalau teman-temannya ini sudah jauh dan dalam hitungan detik Jieun memutar tubuhnya seraya bergegas memasuki rumah Mark.

Ketika Jieun memasuki rumah, ia langsung meneguk air mineral. Mark mengelengkan kepalanya mendapati Jieun dan bertanya “Mereka benar-benar sudah pergi?” seakan memastikan teman-temannya sudah pulang.

“Ehhhmm” hanya itu dan anggukan yang diberikan Jieun, karena ia masih sibuk dengan air mineral yang tengah diminumnya.

Mark pun tampak mengerti dan tak berkata apa-apa lagi, namun dari arah pintu tampak terdengar bell rumah berbunyi.

Ting Tong

Sontak Jieun dan Mark bertukar tatap, namun Mark tersenyum penuh maksud  “Uri dongsaeng cepat kau buka pintu” perintah Mark membuat Jieun mengerutkan keningnya.

“YA…..” belum sempat Jieun protes.

“Seorang adik harus mendengarkan perintah kakaknya” potong Mark sukses membuat Jieun menghelakan napasnya dan berjalan malas kearah pintu. Tanpa ragu Jieun langsung membuka pintu tersebut dan….

“Jieun?????” sontak Jieun terdiam mendapati Jungkook berada dihadapannya.

Dari arah dalam Mark pun tampak berseru “Jieun-ah, nuguya? Apa eo….” belum sempat melanjutkan kata-katanya, Mark tampak bungkam melihat Jungkook berdiri di ambang pintu.

“Jieun-ah untuk apa kau disini?” spontan Jungkook berkata demikian, entah apa yang ada dipikirannya namun cukup jelas tatapannya tajam.

“Seharusnya aku yang bertanya padamu, ada perlu apa kau kesini?” justru Mark melontarkan pertanyaan pada Jungkook.

“Bukuku tertinggal, jadi aku kembali lagi” kata Jungkook sambil menunjuk kearah ruang tengah rumah ini.

Mendengar hal itu spontan Jieun pun berseru “Nado Jungkook-ah, aku kembali lagi untuk mengambil bukuku yang tertinggal” tak ada jawaban dari Jungkook, karena Jieun cukup merasakan tatapan Jungkook yang berbeda dari biasanya.

“Masuklah, kalian dapat mengambil buku kalian yang tertinggal” kata Mark membiarkan Jungkook memasuki rumahnya.

Jungkook pun meraih buku paket miliknya yang masih tergeletak dimeja, Jieun pun bepura-pura meraih buku miliknya yang tertinggal. “Sudah kau ambil buku milikmu?” tanya Jungkook ada Jieun.

“Ne” jawab Jieun mengangguk pasti.

Tanpa ragu saat itu Jungkook langsung meraih tangan Jieun “Kajja” entah apa yang ada dipikiran Jungkook cukup membuat Mark menatap tajam dan menahan genggaman tangan Jungkook pada Jieun.

“Sudah kukatakan jangan….” belum sempat Mark berucap.

“Tidak baik jika seorang yeoja berada dirumah namja terlalu lama” ujar Jungkook membuat Mark terdiam, tanpa menunggu respon Mark. Jungkook mengajak Jieun keluar dari rumah Mark, hingga ia menyodorkan sebuah helm tepat ditangan Jieun “Pakai ini dan tunjuki arah rumahmu padaku” Jungkook tampak siap untuk mengantar Jieun.

“Jungkook-ah, kau tak perlu mengantarku. Aku dapat pulang sendiri?” kata Jieun menyodorkan  kembali helm milik Jungkook.

“Waeyo? Apa aku benar-benar tak boleh tahu rumahmu?” tanya Jungkook penuh penekanan dan kemarahan.

Mendapati hal ini Jieun mengerutkan keningnya dengan polos ia berucap “Waeyo Jungkook-ah? Kau tampak terlihat marah padaku?”

Menyadari akan sikapnya, Jungkook mengerjapkan kedua matanya “Aniyo, aku hanya berniat ingin mengantarmu sampai rumah” ujar Jungkook.

“Keundae Jungkook-ah, rumahku benar-benar tak jauh dari sini. Berjalan kaki pun aku dapat sampai dengan mudah, kau tak perlu repot mengantarku” ujar Jieun menolak dengan halus.

Tampak jelas Jungkook menghelakan napasnya “Baiklah jika itu maumu, aku pergi Jieun-ah” tanpa menunggu respon Jieun, Jungkook sudah menstater motornya dan melaju dengan cepat.

Mendapati hal ini Jieun benar-benar dibuat bingung dengan seorang Jeon Jungkook “Apa dia marah karena aku menolak tawarannya?” gumam Jieun yang cukup sadar akan sikap Jungkook tampak marah padanya, namun dengan cepat Jieun mengelengkan kepalanya “Aniyo, itu tak mungkin terjadi. Jungkook hanya melihat seorang Yoora, tak mungkin ia marah padaku hanya karena ini” kembali Jieun bergumam dan meyakinkan hatinya.

Dari jendela rumahnya Mark cukup memperhatikan sikap Jungkook, entah apa yang ada dipikirannya senyuman tipis tampak jelas tergores dari bibirnya.

****

“Ya, jangan menyentuhnya sembarangan” kata-kata tersebut masih terngiang jelas ditelinga Jungkook, ucapan yang terlontar dari mulut Mark kala itu terdengar penuh penekanan dan tatapan Mark yang berbeda dari biasanya membuat Jungkook tak bisa menebak seorang Mark. Ia pun teringat sesuatu yang didapatnya ketika dirumah Mark.

“Ya kau jangan asal mencari materi” protes Taehyung pada Jackson, begitu juga dengan Bambam yang protes beberapa materi yang rancu. Mendapati hal ini Jungkook, Jieun dan Mark mengelengkan kepala mereka berusaha tak memperdulikan seraya memberi materi yang lebih jelas untuk berdiskusi.

Disela-sela berdiskusi “Mark, aku ingin ketoilet” ujar Jungkook

Bukan Mark yang menjawab, namun secara spontan Jieun berkata “Kau bisa menggunakan toilet diatas, karena toilet dibawah sedang perbaikan” Sontak semua menatap Jieun, menyadari akan kecerobohannya ia menatap Mark yang hanya menghelakan napas tampak biasa akan kecerobohan Jieun.

“Hahaha, tadi ketika aku baru datang. Aku ketoilet juga” ujar Jieun seakan memberi penjelasan.

Tampak jelas teman-teman yang lain mengangguk mengerti, begitu juga dengan Jungkook yang tersenyum pada Jieun dan berlalu menuju toilet yang berada dilantai 2 rumah Mark. Ketika Jungkook berjalan melewati piano besar, langkahnya terhenti begitu saja meski sekilas namun itu tampak jelas bagi Jungkook, sedikit ragu Jungkook berjalan menghampiri piano besar.

Kali ini tampak jelas hal yang dilihatnya sekilas,  tengah ia tatap. Sebuah bingkai kecil dengan foto Jieun terpampang jelas pada bingkai tersebut “Waeyo? Bagaimana bisa Mark menyimpan foto Jieun dirumahnya?” batin Jungkook penuh tanya.

Jungkook masih bergelut dengan pikirannya, ia menatap kosong lapangan baseball dari kursi penonton. Dimana pelajaran Changnim sonsaengnim belum dimulai, tampak jelas bayangan dirumah Mark terekam dibenaknya. Bahkan foto Jieun menjadi pertanyaan besar “Ada apa dengan mereka sebenarnya? Apa Mark menyukai Jieun?” batin Jungkook menghelakan napas beratnya.

“Jungkook-ah” sebuah panggilan tampak tak digubris olehnya, Jungkook masih bergelut dengan pikirannya “Ya, Jeon Jungkook” hingga seseorang mengibaskan kedua tangannya tepat didepan wajah Jungkook membuatnya tersadar dan menoleh.

“Eoh, Jieun-ah” sadar Jungkook mendapati Jieun berada disampingnya dan mengibaskan tangannya tepat diwajahnya.

Jieun tersenyum mendapati Jungkook yang menyadarinya “Kupikir kau masih marah, sampai tak menyahuti panggilanku” ujar Jieun

“Hah? Marah?” Jungkook mengerutkan keningnya, ia memutar bola matanya seakan teringat kejadian kemarin cukup sadar akan sikapnya “Ahhh kemarin?” seru Jungkook

“Ne…” Jieun membenarkan, awal ia cukup ragu untuk mengungkit masalah kemarin pada Jungkook.

“Ya, kau pikir aku anak kecil? Kau pun punya hak untuk menolak” ujar Jungkook disambut senyuman Jieun “Lagi pula untuk apa aku marah” kembali Jungkook berucap.

Namun kali ini ekpresi Jieun berubah begitu saja, mendengar ucapan Jungkook membuatnya tersadar “Ahh.. Gheurae…” hanya kata itu yang keluar dari mulut Jieun, memang tak ada alasan untuk Jungkook marah dan tak mungkin jika Jungkook menyukainya itu yang ada dipikiran Jieun. Ia pun tampak menatap kearah yang sedari tadi ditatap oleh Jungkook, dimana Yoora berada didekat lapangan “Waeyo? Kenapa aku harus mempunyai perasaan ini padanya” batin Jieun tak dapat memungkiri hatinya.

Disisi lain Mark cukup mendengar percakapan mereka, entah apa yang ada dipikirannya dalam diam ia hanya menatap Jieun.

^^^^

“Aku membagi kalian jadi dua tim untuk pengambilan nilai olahraga baseball, kelompok kalian dapat dilihat dimading dekat lapangan. Setelah itu kalian dapat berlatih dengan tim kalian, kuberi waktu 15 menit” jelas Changmin sonsaengnim.

“Ne” serempak semuanya berseru dan teralih pada mading yang tak terlalu jauh dari lapangan.

Beberapa ada yang bersorai senang dan ada pula begerutu karena tak sesuai tim yang diinginkannya. “Jieun, kita satu tim” seru Jackson dan Taehyung.

“Jinjja?” tanya Jieun yang dijawab anggukan kedua temannya ini, ia pun penasaran menatap mading dan mencari namanya, tepat dibawah Jieun terdapat nama Mark “Aisshhh” desis Jieun.

Namun cukup disadari olehnya Mark tengah menatap tajam “Wae?” ujar Mark, tapi Jieun tak menjawab ia justu mengalihkan pandangan dan memilih keluar dari kerumunan diarea mading, mendapati hal ini Mark hanya tersenyum tipis.

“Yak!! Kenapa yeoja itu selalu tim dengan Mark, menyebalkan” gerutu Yoora ketika mendapati namanya berada di tim 2.

“Ghwencana, sebaiknya kita bergabung dengan yang lain dan berlatih” kata Jungkook menyadari dirinya satu tim dengan Yoora.

“Tsk!!” hanya decak kesal yang keluar dari mulut Yoora dan engan terpaksa ia berjalan menuju timnya yang diikuti Jungkook, namun dalam diam Jungkook menatap pada tim 1 entah apa yang ada dipikirannya.

Kedua tim tengah berlatih, Yoora tengah belajar memukul dibantu Jungkook yang mengarahkan “Kau bisa mengarahkan dengan benar tidak?” protes Yoora karena tak dapat memukul bola.

Jungkook tersenyum tipis “Lihat aku, posisimu saat memukul seperti ini” Jungkook pun memberi arahan kembali.

Disisi lain Jieun cukup menatap kearah Jungkook yang tengah mengajarkan Yoora, ia benar-benar sadar kalau Jungkook sangat menyukai Yoora. Ia hanya mampu menghelakan napas “Mau sampai kapan kau menatap kemesraan orang, cepat berlatih” ujar Mark tepat dihadapan Jieun menghalangi pandangannya.

“Aissh apa pedulimu” kata Jieun

“Ya! Kita satu tim bagaimana pun nilai kita harus bagus” ujar Mark

Jieun mengerutkan keningnya dan menahan tawa “Sejak kapan kau perduli akan nilai?”

Mark tampak memutar bola matanya “Sejak sekarang puas! Cepat berlatih” tekan Mark meninggalkan Jieun kearah Taehyung yang sibuk pemanasan, namun hal tersebut membuat Jieun tak mampu menahan tawa “Hahaha”

Dari arah lain Jungkook tampak memperhatikan Jieun yang tertawa lepas dan membuatnya tersenyum tipis. “Ya, ajari aku melempar” kata Yoora pada Jungkook yang dijawab anggukan mantap seraya mengajari Yoora melempar.

Kali ini Jieun disibukkan dengan tongkat baseball ditangannya, berkali-kali ia mencoba memukul bola yang dilempar Jackson padanya tak satupun bola dapat dipukulnya dengan sempurna. “Come on Jieun, kita lakukan lagi ok” seru Jackson seakan memberi semangat.

“Pastikan kau sudah melempar dengan benar” ujar Jieun membuat Jackson tertawa.

“Harusnya aku yang berkata seperti itu, pastikan kau memukul dengan benar” ujar Jackson, tawaan kecil keluar dari mulut mereka dan memulai berlatih kembali.

Lagi dan lagi, sudah berapa kali Jackson melempar kearah Jieun namun hasilnya nihil bermain baseball tak semudah yang dibayangkannya. Jieun kembali gagal memukul bola, Mark hanya mengelengkan kepala mendapati Jieun yang gagal dalam memukul bola “Aissshh geu yeoja” gerutu Mark dan tak segan kali ini ia menghampiri Jieun.

“Berikan pemukulmu padaku?” kata Mark menyodorkan tangannya. Jieun cukup bingung dengan sikap Mark, namun ia memberikan pemukulnya pada Mark “Jackson kau siap?”

“Tentu” seru Jackson seakan paham maksud Mark.

“Kau harus memperhatikan gerakan yang kulakukan. Arasseo” ujar Mark pada Jieun.

Saat itu Jackson siap melemparkan bola, begitu juga dengan Mark tampak sudah siap untuk memukul. Dalam hitungan detik Jackson melemparkan bola dan

PUK

Sempurna, Mark memukul bola hingga tinggi membuat Jieun tak percaya dengan pemandangan tersebut, bahkan tak jarang yang melihat hal tersebut pun dibuat takjub dan memang kemampuan bermain Mark tak dapat diragukan. “Daebak” seru Jieun kagum dengan permainan Mark.

Mark hanya tersenyum tipis dan berkata “Sekarang giliran kau, lakukan seperti tadi yang kulakukan” Mark menyodorkan tongkat baseball pada Jieun.

“Mwo??” pekik Jieun tak percaya, namun Mark cukup memberi isyarat ‘Cepat lakukan’. Sedikit ragu Jieun meraih tongkat baseball dan meminta Jackson untuk melempar kearahnya, ketika Jackson melemparkan bola tampak jelas Jieun gagal memukul bola.

Mendapati hal ini Mark menghelakan napas frustasinya “Memegang tongkat saja kau masih salah, bagaiman bisa kau dapat memukul bola” tekan Mark menghampiri Jieun, ia meraih tangan Jieun mengarahkan pegangannya pada tongkat  “Seperti ini” ujar Mark yang menggenggam tangan Jieun, posisi dimana Mark tampak memeluk Jieun dari belakang.

“Jackson lemparkan bolanya” seru Mark, Jackson diam saja karena ia cukup kaget dengan tindakan Mark dan pemandangan yang tengah dilihatnya ini “Ya! Wang Jackson” kembali Mark berseru.

“Ne…” sadar Jackson dan melemparkan bola kearah Mark, lalu….

PUKK

Dengan sempurna pukulan Mark sangat jauh dari kasat mata, Jieun yang mendapati hal ini tersenyum sumringah dan menoleh kearah Mark. Ia ingin memberi pujian namun tersadar dengan jarak Mark yang sangat dekat, bahkan dirasakan tangan Mark tengah melingkari tubuhnya. Mark pun baru sadar dengan hal ini, seketika Jieun dan Mark menoleh kesekitarnya yang tengah menatap mereka berdua dengan tatapan yang sulit diartikan. Dalam hitungan detik “YAAAA!!!” Teriak keduanya dan menjauh satu sama lain.

Saat itu Mark dan Jieun bertukar tatap frustasi “Kau lakukan sendiri seperti arahanku tadi, jika tak bisa juga rubah posisimu dari pemukul” ujar Mark seraya berlalu meninggalkan Jieun.

Mendapati hal ini Jieun hanya mengepalkan tangannya seakan ingin memukul Mark, ia pun mengerucutkan bibirnya kesal dengan sikap Mark yang bertindak sesuka hatinya.

Dari kejauhan Jungkook memang memperhatikan Mark dan Jieun, entah apa yang ada dipikirannya ia menghelakan napas beratnya dan sesaat ia mengalihkan pandangannya seolah tak ingin berlama-lama melihatnya.

Sedang Yoora menatap kesal kearah Jieun, rahangnya tampak mengeras tersirat jelas rasa tak suka dengan perlakuan Mark pada Jieun “Yoora, ada apa dengan Mark?” ujar Seora

“Molla, aku akan memberi peringatan pada Jieun” ujar Yoora dengan penekanan.

“Geumanhae, jangan bertindak yang tidak-tidak hanya karena rasa cemburumu” ujar Jungkook tiba-tiba yang memang mendengar ucapan Yoora,  namun tak tanggapi Yoora karena ia memilih pergi meninggalkan Jungkook.

^^^^

Changmin sonsaengnim siap meniup peluitnya, dimana pengambilan nilai baseball akan dimulai dan kedua tim tampak antusias. Tim 2 memulai permainan dimana posisi Better (pemukul)  pertama dilakukan oleh Jungkook, Jackson yang merupakan Pitcher (pelempar) siap melemparkan bola kearah Jungkook. pada Home base Jungkook tampak siap untuk memukul bola yang akan dilemparkan Jackson, sedang Mark sebagai Cathcer (Penangkap) memberi beberapa isyarat pada Jackson. Isyarat yang kerap dilakukan pemain baseball, pertanda untuk melemparkan bola dengan arahannya. Saat itu Jackson pun siap melemparkan bola, Jungkook mengayunkan bat miliknya dan tepat Jackson melemparkan bola kearah Jungkook saat itu juga wasit berteriak “Walk” menyadari bolanya dapat dipukulnya dengan tinggi, Jungkook berlari kearah base pertama.

Taehyung yang merupakan Firstbase dengan cepat berlari untuk meraih bola tersebut dan ketika Jungkook nyaris sampai pada base pertama. Namun tampaknya Taehyung sudah meraih bola yang dilemparkan Jungkook tadi lalu wasit pun berteriak “Ground out” Jungkook membulatkan matanya seketika, tak pelak ia pun berkata “Sial”.

Mendapati hal ini Mark tersenyum kearah Taehyung dan mereka kembali bermain dengan posisi Yoora yang berada pada Home base, sebenarnya posisi Yoora bukanlah sebagai Better. Namun ia memaksa Changmin sonsaengnim agar ia menjadi better, tatapan Yoora bukan tertuju pada bola ia justru tertuju pada Jieun yang menjaga pada base kedua. Entah apa yang ada dipikiran Yoora, Jungkook pun hanya menatap kearah Yoora.

Jackson melemparkan bola kearah Yoora dan “Strike” kegagalan Yoora membuatnya mendengus kesal. Ia pun masih diberi kesempatan untuk memukul bola yang akan Jackson lempar, ketika Jackson melemparkan bola “Walk” Yoora dapat memukul bola dan saat itu juga ia berlari menuju base pertama.

Tampaknya Yoora cukup mahir dalam memukul, ia memukul dengan tinggi hingga membuat Taehyung kesulitan meraih bola. Yoora pun menyentuh base pertama dan berlari pada base kedua, ia pun menatap tajam Jieun “Kau harus menerima ini Jieun” umpat Yoora senyum penuh seringai dan ketika Yoora mulai mendekat pada base kedua.

BUGGGGGG

-TBC-

Preview Chapter 8

“Jieun-ah” Seru Mark melepas sarung tangannya dan berlari kearah Jieun.

 “Naiklah kepunggungku” kata Mark

‘Ada hubungan apa antara Mark dan Jieun?’ seolah tak ingin berlama-lama melihat pemandangan tersebut.

^^^

 “Bagaimana kau tahu aku diantar Mark?” tanya Jieun

“Kau naik dipunggung Mark, aku melihatnya” ujar Jungkook

“Syukurlah, jika besok kesulitan berjalan. Minta tolonglah padaku”

***

“Jieun-ah, bisa ikut aku kekantor. Kepala sekolah ingin berbicara denganmu”

“Mianhae Jieun-ah. Kau terancam dikeluarkan…”

^^^

“Jieun, tak mungkin melakukan hal itu. Sam jangan keluarkan dia dari sekolah”

“Aniyo. Keundae, Jieun merupakan tanggung jawabku”

“Jika aku berhasil membujuk orangtuaku, kau harus menjadi kekasihku” ujar Yoora

 DONT FORGET RCL

READ, COMMENT AND LIKE 

THANKS ^^

17 thoughts on “Brother & Sister [Chapter 7]

  1. Ff ny makin seru thor!! Dulu bingung sma jungkook skarang Jdi bingung sma mark sbenerny prhtian mark ke jieun itu cma sbagai oppa-dongsaeng atw lebih sh,,

  2. yoora ini mnyebalkan skali sih,,,
    jungkook kyakx mulai ad rasa sma jieun trus mark itu gmna prasaan nya???
    jgn lama2 donk update nya author🙂

  3. yoora ini mnyebalkan skali sih,,,
    jungkook kyakx mulai ad rasa sma jieun trus mark itu gmna prasaan nya???
    smangat trus nulis nya,,hwaiting eonni!! (nggak pa2 kan aku panggil eonni??)

    • maaf ya aku jadi buat karakter yoora disini menyebalkan hhhiihi
      yup jungkook memang mulai ada rasa pada Jieun, nah klo Mark ayoo ditebak hehe
      makasih afira, gpp kok dek panggil eonni aja🙂🙂

  4. Hey Jungkook kau cemburu.. hihi.. Mark ini antara protektif ama cemburu beda tipis. ah itu yoora kenapa buat ulah lagi. liat preview next chapt menarik, entah apa yg bakal dilakuin sama mark. btw jarang2 ff yg ada baseball, biasanya basket.. ditunggu nextnya. hwaiting!

    • iya kook cemburu hihi
      yup Yoora buat ulah lagi..
      seperti apakah net chapter tunggu chapter 8 yaaa
      aku terinfirasi dari lagu GOT7 Home Run dancenya kaya main baseball gitu, jadi aku masukin permainan baseball dalam FF hehe
      makasih ya ayu🙂🙂

  5. Sorry thor baru komen sekarang,karena baru nyelesain 7chapter sekaligus,,makin ke sini makin seru thor rada bingung juga sih sama mark antara.suka sama sayang ke adik…ditunggu updatean selanjutnya thor

  6. yang buat kaget saat Jungkook datang lagi ke rumah Mark dan jieun ada di dalam juga. gak kebayang gimana perasaan mereka. n Jungkook marah. dia pasti cemburu hanya saja dia belum mengakui perasaannya. #apaanini? #yangbuatceritaauthornya #lahreadernyasokasalnebak . aku bner2 gak suka sama si yoora. bner2 jahat. pengen gue ubek2 klu bner2 ada di dunia nyata.haha #sabar2lagipuasa. haha. bagaimnapun tetap semangat thor.

    • hehehe
      hayooo ditebak-tebak aku seneng malah kalo FF ini ditebak-tebak ceritanya /disangka teka teki silang main tebakan(?)/
      untungnya cuma ada didunia FF ya kalo ada juga aku sebel kok lol /apaini abaikan/ kkkk
      yap semangat, makasih ya reyna jangan bosen ya untuk mampir di blog ini hehe 🙂🙂🙂

  7. Wah keren…… makin seru…. ada apa dgn mark? Btw sorry yh slama ini aku jadi pembaca gelap,tapi kulitku gak gelap kok?kekekekk…… ditunggu kelanjutannnya hwaiting!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s