Brother & Sister [Chapter 6]

Brother and sister

Author : Kim Raemi

Tittle : Brother & Sister [Chapter 6]

Genre : Family, Fluff

Length : Chapter

Rating : T

Ini hanya fiktif belaka

Cast :

  • Lee Jieun (IU)
  • Mark Tuan
  • Jeon Jungkook
  • Kang Yoora

 

 Brother & Sister [Chapter 1] | Brother & Sister [Chapter 2]|Brother & Sister [Chapter 3] |Brother & Sister [Chapter 4]|Brother & Sister [Chapter 5]

Trailer Fanfic Brother & Sister

CHAPTER 6

Mark hanya mengangguk mengerti, karena akan lebih cepat jika berpencar mencari barang yang terdapat pada list ibunya. Sedang Jieun mengitari supermarket mencari tissu toilet, namun tanpa sengaja ia menatap kearah dimana stan daging tengah dipanggang “Ahjjuma boleh aku mencobanya?” tanya Jieun

“Tentu saja ahgassi, silahkan” tanpa ragu Jieun mencicipi daging panggang tersebut

“Ahh masita” seru Jieun menikmati daging panggang

“Jieun-ah?” seru seseorang tiba-tiba, suara itu tampak tak asing bagi Jieun. Tanpa ragu Jieun menoleh sontak ia membulatkan kedua matanya.

“Jeon Jungkook…..” gumam Jieun pelan tak percaya Jungkook pun berada di supermarket ini.

Tampak jelas ekpresi kaget dari wajah Jieun, membuat Jungkook mengerutkan keningnya “Ne, waeyo?  Kau terlihat begitu kaget melihatku?” tanya Jungkook.

Jieun memutar bola matanya dan tertawa renyah “Hahaha aniyo”. Bagaimana ia tak kaget Jungkook berada disupermarket disaat ia bersama Mark, dan hingga saat ini tak ada seorang pun dari sekolah yang tahu kalau mereka berdua adalah kakak beradik.

“Kau menemani ibumu berbelanja?” tanya Jungkook

Jieun yang tak memperhatikan ucapan Jungkook spontan berkata “Aniyo, aku datang dengan Ma….” seakan tersadar Jieun meralat ucapannya “Gheurae, uri eomma hahaha” kembali Jieun tertawa renyah.

“Ahhh begitu rupanya” Jungkook mengangguk mengerti

“Kau pun menemani ibumu berbelanja?” tanya Jieun, namun sedari tadi matanya menengadah kearah lain seakan mencari sosok Mark dan ia berharap sosok itu tak muncul disituasi saat ini.

“Ne, bahkan ibuku sedang berkeliling dan melupakan anaknya. Padahal ia yang memaksaku untuk ikut kesupermarket” ujar Jungkook disambut kekehan dari keduanya.

Tanpa sengaja Jieun menatap kearah belakang Jungkook, dimana Mark tampak ingin menghampirinya. Beberapa kali Jieun mengerjapkan kedua matanya menjelaskan pandangannya ‘Aishhh Markeu, bagaimana aku memberi isyarat padanya’ batin Jieun dan kali ini menatap kearah Jungkook sebagai isyarat untuk Mark.

Namun tampaknya Mark tak paham, karena ia cukup kesal ditinggal lama oleh Jieun. Tak segan Mark pun berseru “Ya, Lee Jieun neo…”  belum sempat Mark melanjutkan ucapannya.

Jungkook sontak ingin menoleh kearah belakang, namun dengan hitungan detik Jieun meraih wajah Jungkook untuk kearahnya “Jeon Jungkook” seru Jieun memberi isyarat pada Mark.

Dari jarak yang lumayan Mark membulatkan matanya, ia baru sadar kalau yang berbicara dengan Jieun adalah Jungkook. Sontak Mark memutar posisinya kelain arah menghindar dari Jieun dan Jungkook “Aisshh menyusahkan saja” umpat Mark.

Sedang Jungkook sangat bingung dengan tindakan Jieun, dimana ia tengah memegang wajah Jungkook. Sadar dengan apa yang dilakukan Jieun spontan melepaskan tangannya dari wajah Jungkook “Mian, tadi ada semut dipipimu jadi aku spontan” ujar Jieun sambil tertawa renyah.

Jungkook tampak mengerti dan tersenyum “Ahhh ghwencanayo, tapi bukankah tadi ada yang memanggilmu?” Jungkook menunjuk kearah belakang

“Aniyo” sangkal Jieun

“Tapi aku mendengar jelas orang itu memanggil namamu” ujar Jungkook

“Ahhh~ mungkin Lee Jieun yang lain, kita berada disupermarket dan dapat dipastikan nama sepertiku pun tak hanya satu orang saja” ujar Jieun melontarkan alibi klisenya dan disambut anggukan Jungkook.

Hingga dapat disadari Jieun ponselnya berdering dan mendapati nama ‘Mark’ terdapat pada layar ponselnya. Ia tersenyum sebentar pada Jungkook, lalu menerima telpon dari Mark.

“Ya, katakan dari tadi kalau ada namja itu.” Protes Mark membuat Jieun berdengus kesal belum sempat ingin bersua Mark kembali berbicara “Ku tunggu dikasir sekarang juga. palli”

Sambungan terputus begitu saja, Jieun menghelakan napas beratnya dan menatap Mark dari kejauhan yang tengah menatapnya juga. “Jungkook-ah, sepertinya aku harus pergi” kata Jieun

“Apa ibumu yang menelpon?” tanya Jungkook

“Ne” jawab Jieun asal

Jungkook  mengerti dan hanya mengembangkan senyuman khasnya, seraya membiarkan Jieun meninggalkannya. Hingga Jungkook pun sadar kalau ibunya pun tampak sudah selesai berbelanja.

Kali ini Jieun dan Mark tengah sibuk menaruh barang belanjaan pada bagasi mobil. Dimana sedari tadi Mark bergerutu akan adanya Jungkook disupermarket “Ya, kuperhatikan tadi kau tampak memegang wajah Jungkook. benar?” tanya Mark tiba-tiba.

“Mwo?” Jieun spontan berkata demikian, namun ia sadar arah pembicaraan Mark “Ya, jika aku tidak bertindak seperti itu mungkin kau ketahuan Markeu” tekan Jieun membuat Mark terdiam.

Namun Mark menatap kesal Jieun “Aisshh geu yeoja, lain kali jangan bersikap seperti itu dengan seorang namja.” Kata Mark

Jieun menatap curiga pada Mark “Waeyo? Kau cemburu?” goda Jieun

Ketika Mark baru menutup bagasi mobil, Mark terdiam sejenak mendengar ucapan Jieun “Aniyo, ini hanya pesan seorang kakak untuk adiknya” kata Mark

Justru kali ini Jieun yang tak mampu berkata apa-apa, ia hanya menatap Mark. Namun dengan cepat Mark berjalan kedepan untuk mengendarai mobilnya “Mau sampai kapan kau berdiri dibelakang bagasi, kajja” seru Mark seakan membangunkan lamunan Jieun, ia masih tak percaya dengan ucapan yang dilontarkan Mark. Entah apa yang ada dipikiran Jieun, senyuman mengembang begitu saja dari bibir mungilnya dan langsung memasuki mobil.

“Oppa kajja” seru Jieun disambut cibiran Mark, tapi itu hanya didepan Jieun karena sesaat Mark pun mengembangkan senyumannya seraya melajukan mobil.

Disisi lain seseorang tampak menegaskan pandangannya dengan apa yang dilihatnya, dimana Mark dan Jieun baru saja pergi meninggalkan area parkir “Jungkook-ah, kajja” seru ibunya.

Jungkook cukup memperhatikan Mark dan Jieun dari jauh, ia pun sebenarnya tak begitu tegas memperhatikan. Namun ketika Mark dan Jieun memasuki mobil bersama itu cukup jelas, ia tampak bingung dengan pemandangan tersebut “Ige mwoya?” gumam Jungkook kali ini ia justru memegang dadanya yang seakan sesak dengan keadaan ini.

****

Pagi hari diruangan guru dimana Jungkook tengah membicarakan nilainya dengan Kangin sonsaengnim, tampak jelas Jieun baru memasuki ruang guru dan menghampiri Jung sonsaengnim. “Jung sonsaengnim” sapa Jieun

“Ne, Jieun waeyo?” tanya Jung sonsaengnim

Jieun justru mengerutkan keningnya “Kata Yoora, aku disuruh menemuimu” memang benar adanya ketika Jieun baru duduk dikursinya, Yoora mengatakan kalau dirinya dipanggil Jung Sonsaengnim.  Sempat tak percaya namun bagaimana pun itu perintah guru membuat Jieun tak bisa mengelak.

“Aku tak menyuruh Yoora untuk memamggilmu, aku menyuruhnya untuk memanggil namja dikelas kalian untuk membawakan buku paket ini” ujar Jung sonsaengnim

“Sam jinjjayo ?” Pekik Jieun tak percaya

“Ne, aku tak mungkin menyuruh yeoja untuk membawa tumpukan buku ini” jelas Jung Sonsaengnim

Jieun cukup sadar kalau Yoora mengerjainya, terlebih dua tumpuk buku paket membuat Jieun menghelakan napas beratnya.

Jungkook memang Mendengar percakapan Jieun dengan Jung sonsaengnim,  mengingat Yoora membuatnya hanya mampu mengelengkan kepalanya. Jungkook memang sudah selesai berbicara dengan Kangin sonsaengnim,  saat itu juga ia ingin menghampiri Jieun.

Namun tampak jelas Mark memasuki ruangan dan menghampiri Jung sonsaengnim lebih dulu, membuat langkah Jungkook tertahan. “Sam apa kau memanggilku?” Ujar Mark

“Ne?” Begitu bingung ekpresi Jung sonsaengnim,  namun Mark mengedipkan sebelah matanya seakan memberi isyarat. Paham akan sikap Mark spontan Jung sonsaengnim berseru “Gheurae, tentu saja aku memanggilmu. Kau dapat membawa buku paket ini kan”

“Tentu saja” ujar Mark yang langsung meraih satu tumpuk buku paket.

Mendapati hal ini Jieun hanya menatap Mark, sebenarnya dikelas tadi ketika Jieun disuruh Yoora. Mark mengikuti Jieun dari belakang, hingga ia menunggu didepan ruangan dan tak sengaja mendengar percakapan Jieun dengan sonsaengnim ia masuk begitu saja.

Seolah tak perduli, Jieun ingin meraih tumpukan buku satunya. Namun Jungkook segera menghampiri kearah Jieun dan meraih tumpukan buku tersebut “Sam bukankah kau juga memanggilku” ujar jungkook sambil tersenyum sumrigah tampak sebuah isyarat.

Jung sonsaengnim tersenyum “Gheurae,  aku pun memanggilmu. Cepat bawa kekelas buku-buku ini kekelas kalian, 5 menit lagi aku akan memulai pelajaran. Arasseo”

“Ne sam” seru Mark dan Jungkook bersamaan namun sukses membuat keduanya bertukar tatap.

Sedang jieun tampak bingung dengan keadaan ini, namun Jung sonsaengnim bergurau “Ya Lee Jieun bawa dua bodyguard mu ini” membuat yang Mendengarnya terkekeh.

Mark dan Jungkook pun memberi isyarat pada Jieun agar keluar bersama, saat itu juga Jieun menundukkan kepalanya pada Jung sonsaengnim dan berlalu meninggalkan ruangan guru yang diikuti oleh Mark dan Jungkook.

Jieun berada ditengah antara Jungkook dan Mark, tak ada pembicaraan namun Jieun menatap kedua pria disampingnya berkali – kali “Ahh~ kalau tidak ada kalian mungkinkah Jung sonsaeng tetap menyuruhku membawa buku-buku itu”

Jungkook tersenyum, tidak dengan Mark yang tak bergeming sedikit pun “Kurasa tidak, aku tahu Jung sonsaeng tak mungkin setega itu.” Ujar Jungkook

“Ne, arasseo” Jieun mengerti dengan ucapan Jungkook yang disambut senyuman keduanya, menyaksikan ini Mark tampak mencibir entah apa yang ada dipikirannya “Keundae Markeu, bagaimana bisa kau keruangan guru secara kebetulan?” tanya Jieun dengan curiga, sontak Jungkook pun menatap Mark.

Mendapati hal ini Mark memutar bola matanya “Ya, aku benar-benar disuruh Jung sonsaengnim untuk menemuinya” sangkal Mark

Belum sempat Jieun berucap, justru Jungkook lebih dulu bertanya “Jinjja? Apa kau tak mengikuti Jieun?” entah apa yang ada dipikiran Jungkook hingga bertanya demikian.

“Ya, apa yang kau bicarakan Jeon Jungkook. Aku benar-benar dipanggil Jung sonsaengnim, kau sendiri memangnya dipanggil oleh Jung sonsaengnim?” justru Mark bertanya balik pada Jungkook.

Jungkook tersenyum “Mark…..” belum sempat Jungkook berucap, Jieun sudah menyelak.

“Ada apa dengan kalian?” Jieun menatap Mark dan Jungkook secara bergantian “Gheumanhae, aku tak perduli kalian dipanggil Jung sonsaengnim atau tidak. Yang jelas bawakan buku paket itu sampai kelas” tekan Jieun tanpa menunggu jawaban dari dua pria ini ia berlalu meninggalkan Jungkook dan Mark, namun ia tersenyum tipis.

Mendapati hal ini Mark dan Jungkook saling bertukar tatap “Aisshh geu yeoja” gerutu Mark, tidak dengan Jungkook yang hanya tersenyum mendapati sikap Jieun, namun mimiknya berubah ketika mendapati Mark yang menyetarakan langkahnya dengan Jieun.

^^^^

Kediaman Mark dan Jieun, dimana keluarga ini tengah bersantai setelah melakukan makan malam mereka. Mark tampak sibuk dengan game pada layar ponselnya diruang tengah, Jieun pun asik dengan drama yang ditontonnya.

“Aisshh geu namja, ahhh dia sangat jahat sekali” gerutu Jieun ketika mendapati drama yang ditontonnya terdapat pemeran antagonis, membuatnya seakan tak terima “Aisshhh” kembali Jieun berdesis.

Saat itu juga Mark yang berada didekatnya spontan melempar bantal kursi kearah Jieun “Berisik, kau menonton drama atau nonton bola? Komentar terus” ujar Mark

Jieun menatap Mark tajam “Aiishh oppa, jika kau menontonnya pun akan merasa kesal” ujar Jieun membela diri dan membalas lemparan bantal kearah Mark, namun Mark dapat meraihnya lebih dulu hingga senyuman kemenangan tergores dari bibirnya.

Belum sempat Jieun dan Mark ingin mengeluarkan argumennya dari arah tangga ibunya sudah berseru “Uri adeul”

Sontak Jieun dan Mark saling bertatapan dan menjawab “Ne, eomma” seru keduanya dengan serempak.

Ibunya yang sudah berada dihadapan Mark dan Jieun menyodorkan dua bingkisan pada kedua anaknya. Mark dan Jieun kembali bertatapan, mereka tampak bingung namun ibunya tersernyum dan berkata “Teman sekantorku menawari jaket baseball buatannya, jadi aku beli untuk kalian berdua”

Mark dan Jieun tersenyum sumringah “Gomawo eomma” ucap keduanya secara bersamaan, tanpa ragu keduanya membuka bingkisan yang berisikan jaket baseball berwarna biru. Namun ketika keduanya memperhatikan jaket baseball tersebut tampak seperti jaket baseball couple, sontak Mark dan Jieun bertukar tatap.

“Eomma ige mwoya?” ujar Jieun tak percaya dengan jaket baseball yang sama dengan Mark.

“Tentu saja jaket baseball” ujar ibunya santai

Jieun dan Mark menghelakan napasnya, mereka justru mensejajarkan jaket baseball tersebut. Ibunya pun tampak mengerti, senyuman mengembang begitu saja dari bibir ibunya “Ahhh, aku memang sengaja membeli jaket baseball couple. Bukan sepasang kekasih saja yang dapat memakai jaket couple, seorang saudara pun dapat memakai hal yang sama bukan?”

“Keundae eomma….” belum sempat Jieun protes ibunya sudah kembali bersua.

“Ya, jika kalian tidak mau biar kuberikan pada orang lain saja” ujar ibunya seolah marah pada kedua anaknya dan ingin meraih jaket tersebut dari mereka.

Namun dengan cepat Mark dan Jieun berseru “Andhwae” mereka justru memeluk jaket baseball masing-masing.

“Kita akan memakainya kan uri dongsaeng?” ujar Mark yang langsung merangkul Jieun dan berusaha tersenyum sumringah.

“Ne oppa, kita harus memakainya” ujar Jieun yang membalas senyuman Mark.

Mendapati hal ini Ibunya tersenyum puas “Syukurlah, kalian berdua benar-benar lucu” ibunya mengusap lembut rambut kedua anaknya dan berlalu meninggalkan mereka. Hal ini memang kerap mereka dapatkan perlakuan ibunya benar-benar menunjukkan rasa sayangnya.

Namun ketika mereka menatap jaket baseball couple, hanya helaan napas yang dapat dilakukan keduanya, seraya bertukar tatap dengan tatapan frustasi.

***

Jieun tengah menaiki anak tangga dimana kelasnya terdapat dilantai 3, Mark yang berada didepannya pun berjalan santai. Tapi tiba-tiba kaki Jieun diinjak begitu saja oleh Yoora yang juga menaiki anak tangga.

“Auuu” rintih Jieun membuatnya tak mampu menjaga keseimbangan berdiri. Hingga tubuhnya nyaris terjatuh, namun Jungkook yang berada dibelakang Jieun sontak menahannya dari belakang.

“Ghwecanayo?” tanya Jungkook disambut anggukan Jieun dan membantu Jieun berdiri.

Yoora tersenyum puas dengan tindakannya dan berkata “Eoh, Jieun-ah mian. Aku tak lihat” dengan manis Yoora berjalan melewati Mark “Oppa, aku kekelas duluan”

Mark tak bergeming sedikit pun, ia ingin menolong Jieun namun Jungkook sudah lebih dulu menolongnya. Bahkan ia hanya menatap Yoora dengan tatapan tak percaya akan tindakannya pada Jieun “Neo? Jinjja ghwencana?” tanya Mark pada Jieun.

Jieun mengerjapkan kedua matanya akan pertanyaan Mark yang tiba-tiba “Ne?” hanya kata itu yang keluar dari mulut Jieun. Bahkan Jungkook yang masih berada dibelakangnya semakin membuatnya bingung, ekpresi Mark tampak khawatir.

“Aisshh….” hanya desisan yang keluar dari mulut Mark menerima tanggapan Jieun, namun saat itu Mark berjalan duluan entah apa yang ada dipikirannya ia langsung memainkan skateboardnya diantara dikoridor kelas dan tampak jelas Yoora dengan kedua temannya yang berjalan santai dikoridor kelas “Ya, minggir kalian” seru Mark yang sudah ada didekat ketiga siswi ini.

Mendapati Mark yang bermain skateboard, spontan ketiga siswi ini menghindar kesamping. Bahkan mereka tak dapat mengendalikan keseimbangan dan saat itu juga

BRUGGG

Yoora berserta kedua temannya terjatuh begitu saja dilantai koridor kelas, cukup banyak yang menyaksikan hal tersebut membuat tawaan keluar dari siswa dan siswi yang melihatnya.

“Diam kalian” ketus Yoora membuat yang lain terdiam dan menahan tawa.

“Eoh, Mianhae. Aku tak melihat, lagi pula kalian berjalan terlalu ditengah” ujar Mark dengan rasa bersalahnya.

Yoora masih mampu tersenyum “Oppa, ghwencanayo. Aku yang salah berjalan ditengah” ujar Yoora dengan nada manisnya.

“Ahhh~ syukurlah kalau begitu” ujar Mark yang tersenyum untuk pertama kali bagi Yoora menerima senyuman seorang Mark.

“Ne, oppa…” Yoora menyodorkan tangannya memberi isyarat agar Mark membantunya berdiri, menyadari hal ini Mark ingin meraih tangan Yoora namun….

“Eoh, Jackson-ah sudah datang?” Mark menarik tangannya kembali dan berseru pada Jackson yang baru saja datang “Kang Yoora, bukankah kau mengatakan tidak apa-apa. Tampaknya kau masih mampu berdiri sendiri ” kembali Mark berucap dan ia justru teralih kearah Jackson seraya merangkulnya hingga memasuki kelas.

Mendapati hal ini Jieun dan Jungkook hanya menatap Mark, entah apa yang ada dipikiran Mark namun hal tersebut tampak sengaja dilakukannya. Jungkook pun menghampiri Yoora dan ingin membantunya berdiri.

“Ghwencana, aku bisa sendiri” tepis Yoora ketika Jungkook ingin membantunya “Ya, Mark oppa. Menyebut namaku? Benar?” Yoora justru bertanya pada teman-temannya seolah mengabaikan Jungkook.

“Ne, Mark menyebut namamu Yoora” ujar Hana membuat Yoora tersenyum riang.

Jieun yang cukup mendengar percakapan tersebut hanya diam saja, ia menatap Jungkook yang diam tanpa kata. Seolah tak ingin perduli Jieun mengalihkan pandangannya kearah lain dan berjalan memasuki kelas.

Sedang Jungkook yang berada disamping Yoora hanya mampu menghelakan napas beratnya, untuk kesekian kali ia menerima perlakuan ini dari seorang Kang Yoora. Entah apa yang ada dipikirannya tanpa berkata apa-apa Jungkook seakan mundur dan berjalan meninggalkan Yoora menuju kelas. Menyadari sikap Jungkook yang tak seperti biasanya Yoora mengerutkan keningnya.

^^^^^

“Tugas sejarah kali ini, kalian harus membuat makalah secara kelompok” ujar Jung sonsaengnim setelah menyelesaikan penjelasan akan pelajarannya.

“Sam, kita dapat memilih kelompok yang kita mau?” tanya Bambam

Jung Sonsaeng tampak mengelengkan kepalanya “Aniyo, aku sudah menyiapkan nama-nama kelompok kalian. Akan kusebutkan satu-satu” begitu jelas ekpresi seisi kelas tak dapat berkutik dengan keputusan Jung sonsaengnim “Kelompok 1 Kang Yoora, Hana, Yugyeom, Namjoon, Sehun dan Kihyun”

“Sam tidak bisa aku dikelompok lain saja” protes Sehun yang menghelakan napasnya ketika menatap Yoora, bukan hanya Sehun tapi ketiga siswa satu kelompoknya pun tampak frustasi.

“Aniyo, tidak ada perpindahan kelompok sesuai aturanku” tekan Jung sonsaengnim kembali menyebutkan nama-nama kelompok dikelas ini, hingga kelompok 4 yang sudah disebutkan olehnya “Kelompok 5 Mark, Jeon Jungkook, Wang Jackson, Kim Taehyung, Bambam dan Lee Jieun”

Tampak jelas Jackson dan Taehyung melakukan high five mendengar nama kelompoknya, Bambam dan Jungkook pun tersenyum puas. Lain halnya dengan Mark dan Jieun keduanya saling bertukar tatap, namun saat itu juga Jieun membenamkan wajahnya pada meja “Ige mwoya” gerutu Jieun disambut senyuman tipis seorang Mark.

“Sam, aku keberatan dengan kelompok 5. Kenapa yeoja hanya satu? Kalau begitu masukkan aku dikelompok Mark” protes Yoora

Namun Jackson, Taehyung dan Bambam sontak berseru “Adhwaeeeee” sukses seisi kelas menahan tawa.

Tidak dengan Yoora yang menatap ketiga pria ini dengan tajam “Ya, kalian cari mati”

Sudah diduga Yoora akan berucap demikian membuat ketiga pria ini menghelakan napas, bahkan Jackson pun berseru “Kau seharusnya bertanya pada Mark, apakah dia mau sekelompok denganmu? Markeu????” saat itu juga Jackson menatap kearah Mark.

“Ani…” jawab Mark dengan datar namun sukses membuat yang lain menahan tawa.

“Oppaa….” rengek Yoora dengan nada kecewa, namun ia menatap Jungkook yang tak bergeming sedikit pun tampak tak seperti Jungkook biasanya.

“Kang Yoora, geumanhae. Keputusanku tak bisa dirubah lagi, arasseo” ujar Jung sonsaengnim, Yoora tampak menghelakan napas kesalnya. Namun tak diperdulikan Jung sonsaengnim melanjutkan pembagian kelompok, hingga semua selesai ia sebutkan “Pelajaran kita sampai disini, ingat kerjakan tugas kalian.”

“Ne sam” serempak seisi kelas dan hanya senyuman yang diberikan Jung sonsaengnim seraya berlalu meninggalkan kelas ini.

Seisi kelas pun sibuk bergegas keluar kelas, ketika Mark dan Jieun ingin bergegas ditahan oleh Jackson “Sebaiknya besok hari minggu kita kerjakan tugas itu, bukankah lebih cepat lebih baik”

“Aku setuju ” seru Jungkook yang mendengar jelas ucapan Jackson dan menghampiri meja Jieun.

“Otte?” tanya Jackson kepada kelomok belajarnya, mereka saling bertukar tatap satu sama lain.

“Tentu saja kami setuju” seru Jieun disambut anggukan mantap dari yang lain sebagai jawaban setuju.

“Dirumah siapa kita akan mengerjakan?” tanya Bambam sontak kembali semua bertatapan.

“Yang jelas jangan dirumahku, ayahku akan mengundang rekan kerjanya hari minggu dirumah” ujar Taehyung

“Nado, dirumahku sedang sibuk mempersiapkan pernikahan kakakku” ujar Jackson

“Hari minggu dijadikan hari keluarga dirumahku, jadi keluarga ku dari kota lain pun kerap datang” ujar Bambam

Mendengar hal tersebut kembali semua bertatapan, bahkan kali ini semua menatap Jungkook “Aku bersedia jika kalian kerumahku, tapi apa kalian bersedia jika ada teman-teman ibuku yang mengadakan arisan?” ujar Jungkook yang tersenyum polos membuat yang lain cukup frustasi.

Kali ini yang lain justru menatap kearah Mark dan Jieun. “Kemungkinan besar hanya dirumah Jieun atau Mark?” ujar Jackson

Namun entah apa yang membuat Mark dan Jieun  “Andhwae” spontan bersamaan keduanya berkata demikian membuat yang lain mengerutkan keningnya.

“Aniyo, hanya saja…” Jieun tampak bingung harus menjelaskan apa pada teman-temannya, karena tak mungkin jika ia mengatakan kalau tinggal bersama Mark.

“Wae? Apa ayahmu melarang agar tak membawa teman pria kerumah?” tanya Taehyung.

“Ne” Seru Jieun seolah membenarkan ucapan Taehyung.

“Aigo bagaimana dengan namja yang mengencanimu, harus berhadapan dengan ayahmu dulu kah? Jangan bilang kau belum pernah berpacaran” ledek Jackson

“Kata siapa? Tentu saja aku pernah berpacaran ughh” Jieun melakukan pembelaan membuat yang lain tertawa karena sikap lucu Jieun.

 Lain halnya dengan Mark yang mengumpat “Gheotjimal” sukses membuat Jieun menatap Mark seakan memberi isyarat ‘Diam kau’. Sedang Jungkook yang sadar akan hal tersebut hanya menatap keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Kalau begitu tinggal pilihan terakhir dirumah Mark. Bukankah ayahmu kerap melakukan proyek, lagi pula sudah lama kami tak kerumahmu. Otte?” ujar Bambam

Mark tampak tak bisa berkata apa-apa, ia hanya mampu menghelakan napasnya “Pastikan kalian tak merusak benda dirumahku” kata Mark meraih ranselnya dan berlalu meninggalkan kelas.

Hal biasa untuk teman-temannya mendapati sikap Mark yang seperti ini, hingga yang lain pun hanya tersenyum. Namun Jackson cukup mengingatkan “Markeu, kami akan datang besok jam 10. Kau harus menyiapkan makanan yang banyak, arasseo”  sedang Mark hanya melambaikan tangannya tanda mengerti.

“Aissh apa dia tak berpikir dua kali?” umpat Jieun yang tak mengerti jalan pikiran Mark.

***

-TBC-

Preview Chapter 7

“Mark kau tak boleh kemana-mana, dirumah seperti biasa jaga adikmu Jieun. arasseo”

“Ahhh hal seperti ini benar-benar merepotkan saja”

“Aku, Jungkook”

“Eoh, Jieun-ah kau sudah datang rupanya?”

 “Memang kenapa jika Jieun menemukan rumahku dengan mudah? Kau cemburu?”

“Ya, Jeon Jungkook. Kau mengantar Jieun? Apa kalian berkencan?”

“Ya, jangan menyentuhnya sembarangan”

“Jieun?????”

“Tidak baik jika seorang yeoja berada dirumah namja terlalu lama” ujar Jungkook

“Waeyo Jungkook-ah? Kau tampak terlihat marah padaku?”

****

“Waeyo? Bagaimana bisa Mark menyimpan foto Jieun dirumahnya?”

“Mau sampai kapan kau menatap kemesraan orang, cepat berlatih” ujar Mark

“Aissh apa pedulimu”

****

“Geumanhae, jangan bertindak yang tidak-tidak hanya karena rasa cemburumu”

 

16 thoughts on “Brother & Sister [Chapter 6]

  1. wah, jungkook makin dan makin curiga.. Yoora segitunya mark manggil namanya, mark bisa aja bales yoora.. liat preview chapter 7, bakal kebongkar gk yah? mana si mark oke oke aja lg

  2. maaf bru ninggalin jejak,,,aku bru bca ff nya kmarin smpe chap ini…
    crita nya seru, mark kyakx udah mulai ada rasa tuh:-D
    smangat trus ya nulis nya klo bsa jgn lama2 krn pnasaran soalx hehe (maksa deh)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s