Brother & Sister [Chapter 5]

Brother and sister

Author : Kim Raemi

Tittle : Brother & Sister [Chapter 5]

Genre : Family, Fluff

Length : Chapter

Rating : T

Ini hanya fiktif belaka

Cast :

  • Lee Jieun (IU)
  • Mark Tuan
  • Jeon Jungkook
  • Kang Yoora

    Brother & Sister [Chapter 1] | Brother & Sister [Chapter 2]|Brother & Sister [Chapter 3] |Brother & Sister [Chapter 4]

Trailer Fanfic Brother & Sister

  CHAPTER 5

Seperti biasa Jieun dan Mark dipagi hari kedua remaja ini disibukkan bergegas sekolah, dimana keduanya tengah berada didalam bus. Namun tak seperti biasanya, tak ada pembicaraan antara Mark dan Jieun didalam bus ini. biasanya bumbu beradu mulut kerap terjadi pada keduanya, Mark pun cukup sadar dengan sikap Jieun yang acuh tak acuh padanya, bahkan tak sedikit pun Jieun menatap kearah Mark.

“Ji…” belum sempat Mark ingin berucap, Jieun justru beranjak dari kursinya karena cukup disadari bus sudah berhenti tepat dihalte sekolah. Tanpa berkata apa-apa Jieun melewati Mark dan turun dari bus, mendapati hal ini Mark hanya mampu menghelakan napasnya dalam diam ia mengikuti langkah Jieun dari belakang.

Hingga kali ini keduanya memasuki kelas, dimana Mark masih berada dibelakang Jieun. Tepat ketika Jieun ingin duduk “Chankamanyo” tahan Mark seraya mengenggam tangan Jieun menahan untuk duduk dikursinya.

Mendapati hal ini sontak Jieun menatap tajam Mark dan seisi kelas cukup memperhatikan tindakan Mark. Dengan cepat Jieun pun melepaskan genggaman Mark “Kita bertukar tempat” ujar Mark tiba-tiba

“Mwo???” Jieun tampak tak mengerti dengan ucapan Mark.

“Kau duduk dikursiku, aku akan duduk dikursimu” jelas Mark, Jieun cukup bingung dengan sikap Mark namun ia tak ingin berdebat dengan Mark dan tanpa berkata apa-apa Jieun duduk dikursi biasa Mark tempati.

Ketika Mark ingin duduk “Mark, andhwaeeeee” seru Yoora membuat seisi menatapnya. Namun Mark tak memperdulikannya, ia justru tetap duduk dikursi Jieun dan……

BRUGGGG

Dalam sekejap Mark terjatuh begitu saja dan kursi tersebut pun tinggal kepingan. Mendapati hal ini sontak semua membulatkan matanya, terutama dengan Jieun menatap Mark tak percaya. Bagaimana tidak menerima hal tersebut Mark hanya tersenyum simpul.

“Oppa..” pekik Yoora seakan tak percaya dan mengigit bibir bawahnya.

“Mark, ghwencanayo?” seru Kim sonsaengnim yang baru saja memasuki kelas.

Mark tersenyum dan berdiri “Ghwencana sam, tampaknya ada yang sengaja memberi ranjau pada kursi ini” kali ini Mark menatap kearah Yoora dan diikuti oleh Jieun.

“Siapa yang melakukan hal ini pada Mark?” tanya Kim sonsangnim

Namun Mark berkata “Ghwencana sam, tidak perlu diperpanjang. Aku tahu pelakunya, kali ini aku cukup memaafkannya.” Mendengar hal tersebut sontak semua menatap kearah Yoora, bahkan tampak jelas Yoora menelan ludahnya tak berani dengan tatapan yang diberikan Mark.

“Ya sudah.. kalau begitu kau ambil kursi yang baru” ujar Kim sonsaengnim yang dijawab anggukan mantap oleh Mark, seraya keluar kelas untuk mengambil kursi. Sebelumnya Mark sadar akan kursi Jieun yang terlihat jelas besi pada kursi tersebut sudah dipotong.

Mendapati hal ini Jieun hanya menatap Mark, entah apa yang ada dipikirannya. Sedang Yoora tengah menatap tajam Jieun, seakan kesal dengan tindakannya yang gagal terlebih lagi justru Mark yang terkena ulahnya. Bahkan tak jarang beberapa dari temannya bergumam pelan “Apa yang dilakukan Mark sampai bersikap seperti itu?”

Jungkook pun tampak bingung dengan tindakan Mark tadi, ia cukup menatap kearah Jieun dengan tatapan yang sulit diartikan.

^^^^

Dinding – dinding toko kecil dilewati Mark dan Jieun yang tengah berjalan santai menuju perumahannya. Dimana jarak dari halte bus menuju perumahannya memiliki jarak yang cukup lumayan, tak ada pembicaraan sejak tadi namun keduanya cukup begelut dengan pikiran mereka masing-masing. Terutama Jieun teringat akan sikap Mark tadi pagi “Ya, Markeu yang kau lakukan tadi? Apa sengaja?” tanya Jieun tiba-tiba.

“Mwo?” Justru Mark melontarkan kata tersebut

“Kau sudah tahu Yoora mengerjaiku dengan memotong kursiku, maka kau sengaja duduk dikursiku?” ujar Jieun membuat Mark menghentikan langkahnya.

“Aniyo, aku hanya ingin duduk saja dikursimu.” Sangkal Mark

Jieun menatap Mark dengan tatapan keyakinan dan ia pun menghelakan napas “Gheurae, tak mungkin orang sepertimu menolongku” ujar Jieun mengerucutkan bibirnya.

Mark tersenyum tipis “Tampaknya kau sudah tak marah lagi denganku” kata Mark asal.

“Mwo?” Jieun menatap Mark, ia pun teringat akan sikapnya kemarin pada Mark “Ya, siapa bilang aku sudah  tak marah padamu. Nappeun namja” kembali Jieun berucap, namun tampak tak sesuai dengan hati nuraninya berbicara demikian, ketika Jieun ingin berjalan mendahului Mark.

“Mianhae” ujar Mark membuat Jieun menghentikan langkahnya dan keduanya pun saling bertukar tatap, tak pelak Jieun hanya mampu terdiam mendengar ucapan Mark yang terdengar tulus.

Masih diam, entah apa yang ada dipikiran Jieun. Tapi kali ini Jieun justru menatap sebuah toko cake “Ya, apa kau mempunyai uang lebih?” tanya Jieun.

“Ne?” Mark mengerutkan keningnya.

“Belikan aku cake itu” tunjuk Jieun pada chocolate cake yang terpampang jelas dari luar jendela toko dihadapannya.

Mark menatap Jieun tak percaya “Ya Lee Jieun….” belum sempat Mark melanjutkan ucapannya.

“Belikan, maka akan kuterima permintamaafmu itu” ujar Jieun tanpa menunggu respon Mark, ia sudah memasuki toko tersebut.

Mark menghelakan napasnya “Aisshh, geu yeoja…” Mark tak dapat berkata apa-apa lagi, ia mengikuti langkah Jieun dan tanpa terasa segores senyuman mengembang dari bibirnya.

****

Dengan gontai Jieun keluar dari kamarnya, tak henti ia menguap dan menggaruk rambutnya. Mentari dipagi hari membangunnya dan membuatnya bergegas menuju kamar mandi, baru beberapa langkah ia keluar kamar Mark tampak menghalangi langkahnya. Dimana Mark hanya mengenakan handuk putih dibagian bawah, membiarkan dada bidangnya terlihat jelas.

Bahkan tampak jelas Mark tengah mengosok rambutnya yang masih  basah dengan handuk, mendapati hal ini Jieun hanya menatap Mark. Pemandangan yang cukup biasa untuk Jieun, namun Mark sadar dengan tatapan Jieun “Ya, apa lihat-lihat” ujar Mark

“Oppa, lakukan Gym mu dengan benar jika kau ingin mendapatkan tubuh yang lebih bagus” ujar Jieun asal dan kembali berjalan untuk memasuki kamar mandi.

Mendapati hal ini Mark mendengus kesal “Aisshhh neo….” ucapan Mark terhenti karena dapat terlihat jelas handuk Jieun yang masih terkait di knop pintu kamarnya “Ya, Lee Jieun” seru Mark

Jieun memutar tubuhnya, sambil menguap Jieun berucap “Mwo?”

BUGGG

Sebuah handuk tepat mengenai wajah Jieun, handuk yang memang dilemparkan oleh Mark “Buang kebiasaan buruk menaruh handuk didepan pintu”

Mendapati hal ini Jieun menatap kesal Mark, belum sempat Jieun bersua. Mark sudah lebih dulu berkata “Cepat mandi atau ku tinggal kau duluan berangkat sekolah. Ingatlah pelajaran olahraga dipagi hari, Changmin sonsaengnim tak suka keterlambatan” tanpa berkata apa-apa Jieun langsung memasuki kamar mandi yang disambut senyuman puas oleh Mark.

^^^

“Oke anak-anak kali ini aku akan mengambil nilai voli kalian, namun ku bagi jadi dua bagian. Grup yeoja dan grup namja,akan ku pecah lagi diantara grup.” Jelas Changmin sonsaengnim disambut anggukan mantap oleh para murid “Akan ku tinggal sebentar, grup kalian sudah kupecah lihat dikertas ini kalian dapat berlatih dulu, arasseo”

“Ne…..” seru para murid

Semua murid mulai membagi grup, dimana grup siswa mulai berlatih melempar bola voli bahkan tak segan diantara yang memang sudah pandai bermain voli menunjukkan keahliannya. Sama halnya dengan grup siswa, grup siswi kali pun tengah berlatih melepar.

“Sara lemparkan bola padaku” pinta Yoora agar meleparkan bola voli padanya dan tanpa ragu ia meleparkannya pada Yoora “Ya, Lee Jieun apa kau bisa bermain voli?” tanya Yoora

“Ne?” spontan Jieun, tak memperhatikan jelas ucapan Yoora. Karena tanpa sadar sedari tadi Jieun menatap kearah Jungkook dimana permainan volinya sangat baik dan menganggumkan.

Entah apa yang ada dipikiran Yoora, ia pun menatap kearah yang dituju Jieun tadi. Namun sesaat ia tersenyum kecut “Kau berkata seperti itu, kuanggap kau bisa. Terima ini” ujar Yoora yang melemparkan bola voli kearah Jieun.

BUGG

Ketidaksiapan membuat bola tersebut mengenai tubuh Jieun “Ige mwoya” gumam Jieun menatap tajam Yoora.

“Tampaknya kau belum siap, kita ulangi lagi” ujar Yoora yang langsung memberi isyarat agar yang lain memberikan bola tersebut padanya, bahkan tanpa ragu Yoora melemparkan kembali bola tersebut kearah Jieun. seolah sengaja Yoora melempar tepat terarah pada kepala Jieun, namun Jieun yang cukup sadar segera menghindar dari bola tersebut.

“Ya, kau melakukan ini dengan sengaja” protes Jieun pada Yoora, membuat semua menatap kearah Jieun dan Yoora. Mark yang cukup memperhatikan menatap kearah Yoora, sedang Jungkook tampak mengelakan napasnya.

“Aniyo, justru kau yang tampak belum siap” kata Yoora dan dengan enteng ia kembali memegang bola, kembali ia pun melemparkannya pada Jieun.

BUGGG

“Auu” pekik Jieun ketika bola tersebut mengenai lengannya, Yoora tampak sengaja melakukan hal tersebut pada Jieun “Ya, Kang Yoo…” belum sempat Jieun protes bola yang sudah ditangan Yoora kembali ia lemparkan pada Jieun, ia melemparkannya tepat tertuju pada kepala Jieun.

Jieun menundukkan kepalanya, karena lemparan Yoora cukup cepat. Jungkook yang melihat ini sontak berlari kearah Jieun, namun dengan cepat Mark yang sudah berlari lebih dulu menahan bola tersebut membuat Jieun tak terkena bola. Tapi semua justru dibuat kaget dengan tindakan Mark yang spontan, bahkan Jieun tak percaya Mark sudah berada dihadapannya dan menolongnya.

Terlebih Yoora menatap Mark dengan tatapan kebingungan “Mark oppa” pekik Yoora.

“Ya, Lee Jieun. Jika kau tak bisa bermain voli sebaiknya tak usah bermain” ujar Mark

Mendengar hal ini Jieun mengerutkan keningnya, ia tampak bingung dengan sikap Mark yang tiba-tiba dan nada bicaranya tak seperti biasanya ketika ia kesal penuh kedinginan. Jieun justru merasa Mark seakan memarahi seorang adik, ia pun tak mengerti dengan keadaan ini.

“Mwo?” hanya itu yang keluar dari mulut Jieun sukses membuat Mark menghelakan napasnya, bahkan kali ini Mark tampak tertuju pada Yoora.

“Dan kau jika tidak bisa melempar bola, sebaiknya tak usah melempar” ujar Mark penuh penekanan pada Yoora.

Yoora menelan ludahnya “Oppa mian, tanganku terlalu lemas dan tak fokus. Jadi aku salah melempar” sangkal Yoora dengan nada yang manis pada Mark.

Mark memutar bola matanya, entah apa yang ada dipikirannya “Ahh, kau tampaknya sedang sakit…..” belum melanjutkan Changmin sonsaengnim yang baru saja datang langsung bersua.

“Siapa yang sakit?” tanya Changmin sonsaengnim

“Dia, katanya terlalu lemas dan tak fokus. Sebaiknya dia tak usah bermain voli sam” ujar Mark menunjuk pada Yoora.

“Yoora-ya? Jinjjayo kau sakit?” seru Changmin sonsaengnim tampak khawatir pada Yoora.

Sudah diduga oleh Mark reaksi guru akan berlebihan jika sesuatu terjadi pada Yoora. Mendapati hal ini Yoora tersenyum kearah Mark “Aniyo sam, Mark oppa sangat berlebihan. Mungkin ia terlalu khawatir denganku, aku hanya lemas”

Mendengar hal itu Mark hanya mengerutkan keningnya, namun reaksi berlebihan keluar dari Changmin sonsaengnim “Yoora-ya, meski kau hanya lemas. Kau tak bisa mengikuti pelajaranku, kau harus istirahat”

“Tapi sam, aku masih ingin mengikuti pelajaranmu” ujar Yoora, ia menatap Jieun seakan tak puas dengan perlakuannya tadi. Mark cukup mengerti maksud tatapan Yoora pada Jieun.

“Sam, bukankah kesehatan itu lebih penting.” Ujar Mark asal membuat Changmin sonsaengnim paham, karena tak mungkin bagi guru-guru membiarkan Yoora sakit terlebih ia anak dari penyadang dana terbesar disekolah.

“Ahh, geurae. Kau boleh ikut pelajaranku, tapi kau tak boleh ikut bermain voli. Cukup duduk dikursi penonton, arasseo Kang Yoora” ujar Changmin sonsaengnim membuat Yoora tak bisa berkutik, terlebih lagi ucapan Mark yang seolah mengkhawatirkannya sempat membuatnya bingung namun sukses membuatnya senang.

Mendapati hal tersebut Mark hanya tersenyum puas, entah apa yang ada dipikirannya Jieun justru tampak curiga padan Mark. Terlebih tema-teman yang lain cukup dibuat tak percaya dengan tindakan Mark, namun yang lain seolah tak memperdulikan kembali pada bola voli.

“Mark, apa kau salah minum obat?” gurau Jackson ketika Mark sudah berdiri kembali pada posisinya.

Mark tersenyum “Eung.. anggap saja seperti itu” timpal Mark membuat teman yang didekatnya tertawa.

Jungkook hanya menatap Mark dengan tatapan tak mengerti, ia memang dibuat tak percaya. Namun seakan tak menghiraukan pandangannya kali ini justru terarah pada Yoora.

-Beberapa saat kemudian-

Pelajaran olahraga pun sudah selesai, namun mata Jieun sedari tadi justru menatap kearah Jungkook yang sibuk memperhatikan Yoora. “Yoora-ya, kau makan roti ini dulu untuk menahan rasa lemasmu” Jungkook menyodorkan roti dan air mineral pada Yoora.

“Ghwencana, lagi pula aku tak sakit” ujar Yoora santai, ia bahkan menghampiri Mark tanpa memperdulikan Jungkook yang menghelakan napas beratnya.

“Oppa gomawoyo, kau sudah mengkhawatirkanku” ujar Yoora ketika dihadapan Mark, namun silawan bicara hanya mengerutkan keningnya “Oppa, aku memang sedikit lemas dan sedikit demam.” Kembali Yoora bersua dengan lembut dan memegang dahinya seolah menunjukkan kalau ia tengah sakit.

 “Jika kau sakit sebaiknya, kau ke uks. Akan ada dokter yang menanganimu” sahut Mark membuat Yoora terdiam.

Jieun yang memang memperhatikan menahan tawanya karena ucapan Mark dan berjalan melewati keduanya. Bahkan Mark pun meninggalkan Yoora begitu saja, dalam diam Jungkook yang juga memperhatikan menatap kearah Mark yang cukup ia sadari mengikuti arah langkah Jieun “Ada apa dengan kalian sebenarnya?” batin Jungkook, disatu sisi ia mengkhawatirkan Yoora disisi lain ia merasa tak suka Mark terlihat dekat dengan Jieun.

****

Dengan tangan kanan yang menahan dagu Jieun tampak asik menatap lurus awan biru disisa waktu istirahatnya, berkali-kali ia tersernyum simpul menapati cuaca cerah diluar. “Yeoppoda” ujar seseorang yang tampak tak asing suaranya untuk Jieun.

‘Jungkook’ gumam Jieun dalam hati mengetahui siapa pemilik suara tersebut, sambil tersenyum tipis Jieun menoleh kearah Jungkook “Ne…..” ucapan Jieun terhenti seketika mendapati jaraknya dengan Jungkook begitu dekat, dimana Jungkook membungkukkan tubuhnya mensejajarkan jaraknya dengan Jieun membuat jarak keduanya hanya hitungan senti.

Jieun seakan tak mampu berkata apa-apa mendapati wajah Jungkook yang sangat tampan dengan jarak sedekat ini, Jungkook tampak tersenyum entah apa yang ada dipikirannya, namun Jungkook langsung menjaga jaraknya dan terduduk dikursi milik Mark tepat disebelah Jieun. “Akan lebih indah jika kau melihat awan diantara bunga sakura” ujar Jungkook

Jieun tersenyum teringat pada taman dekat lollipop Shop, dimana pohon sakura mulai bersemi dan menyempurnakan taman tersebut. “Aigo, apa kau mencoba agar aku mengingat pada taman dekat lollipop Shop tempo lalu?” ujar Jieun

 “Ne…” jawab Jungkook

“Aiisshh apa kau mencoba untuk mengajakku ketempat itu lagi?” gurau Jieun

Jungkook tersenyum “Tentu jika kau mau” ia tampak menanggapi gurauan Jieun yang disambut tawaan keduanya. Entah apa yang ada dipikiran keduanya, cukup jelas Jungkook menatap Jieun penuh makna.

“Ehmmmm” ujar Mark tiba-tiba yang baru saja memasuki kelas dan mendapati keduanya tengah bersenda gurau.

“Eoh, Mark. Aku pinjam kursimu sebentar, ghwencana?” ujar Jungkook sambil memasang senyuman khasnya.

“Aniyo, aku ingin duduk” jawab Mark datar dan menatap Jungkook, sesaat senyuman Jungkook memudar begitu saja.

Terlebih beberapa teman sekelasnya sudah mulai memasuki kelas dan menatap kearah kedua pria ini. Namun dengan cepat Jungkook tersenyum kembali “Ahhh, arasseo. Lagi pula sepertinya jam istirahat sudah habis” Jungkook menepuk punggung Mark dan tersenyum kearah Jieun seraya berlalu menuju kursinya.

Ketika Mark duduk, Jieun menatapnya tajam “Kau sangat menyebalkan” ujar Jieun sambil mengerucutkan bibirnya.

“Wae? Apa kau kecewa kalau aku menganggumu bersamanya?” ujar Mark sukses membuat Jieun memutar bola matanya, namun Mark tersenyum tipis “Kukatakan sekali lagi, jangan terhanyut dalam perasaan dengannya. Jika kau tak ingin kecewa”

Jieun menatap kearah Jungkook yang tengah berbicara dengan Yoora, lalu ia menatap Mark “Wae? Apa karena Jungkook menyukai Yoora?” tak ada jawaban dari Mark, namun Jieun kembali berkata “Keundae, jika Jungkook menyukai Yoora. Kenapa ia selalu bersikap baik dan terus menolongku ketika Yoora mengerjaiku?”

Mark terdiam sejenak “Molla, kau tanyakan saja sendiri padanya” kata Mark.

Mendapati situasi seperti ini Jieun tak tahu harus berkata apa, dalam diam Jieun menatap Jungkook dan seolah tak ingin perduli dengan ucapan Mark, Jieun memilih membaca buku.

Disisilain Jungkook yang baru saja ingin membuka buku paket mendapat cibiran Yoora. “Tampaknya kau dan Jieun semakin dekat Jeon Jungkook”

Jungkook tersenyum tipis dan memutar posisinya kearah Yoora “Wae? Apa kau cemburu jika aku dekat dengannya? Katakan jika kau cemburu” ujar Jungkook.

Yoora tersenyum kecut “Aniyo, untuk apa aku cemburu padamu.”

“Jinjjayo? Sekalipun aku menyukai Jieun, ghwencanayo?” ujar Jungkook membuat Yoora menatapnya tajam, namun sesaat ia tersenyum tipis.

“Tsk! Sekalipun kau mencoba menyukai Jieun, tampaknya kau tak bisa melupakanku Jeon Jungkook. Bukankah aku cinta pertamamu?” dengan percaya diri Yoora berucap demikian sukses membuat Jungkook terdiam.

Ia hanya mampu menatap Yoora dan sesaat menatap kearah Mark, entah apa yang ada dipikirannya namun ia menghelakan napas beratnya.

****

Markeu, Jieun. Jangan lupa pesan eomma tadi pagi, semua belanja bulanan tidak boleh ada yang tertinggal arasseo

Mark dan Jieun tengah bersantai dikamar masing-masing, setelah 2 jam sepulang sekolah mereka tampak melupakan pesan ibunya tadi pagi. Dimana ibunya menyuruh kedua anaknya untuk berbelanja bulanan, karena ibunya akan pulang terlambat dan keperluan sudah habis. Bahkan ibunya memberi note barang-barang bulanan yang harus dibeli keduanya, mendapati pesan tersebut sontak keduanya membulatkan kedua mata dengan langkah cepat mereka keluar kamar.

“Pesan eomma” seru Jieun dan Mark secara bersamaan, membuat keduanya menghelakan napas.

Mark tampak memutar bola matanya dan ia justru menatap Jieun “Ya, karena kau yeoja. Kau yang harus berbelanja”

“Mwo??” pekik Jieun seakan tak terima ia pun kembali berkata “Kau pikir hanya yeoja saja yang dapat berbelanja. Ini tugas bersama jadi kita harus melakukan bersama”

“Ya!!….” belum sempat Mark melanjutkan kata-katanya, Jieun sudah menyelak dengan menunjukkan kertas panjang pada Mark yang merupakan nama barang bulanan yang harus dibeli. Mark hanya mampu menghelakan napasnya, barang yang harus mereka beli sangatlah banyak.

“Kajja” seru Mark yang langsung meraih kunci mobil, tanpa berkata apa-apa Jieun pun meraih tas kecilnya dan mengikuti langkah Mark untuk kesupermarket bersama.

^^^^

Selama perjalanan Jieun tampak menikmati pemandangan sekitar bahkan tak segan Jieun membuka kaca mobil “Ahhh udara yang segar” serunya seraya membiarkan tangannya seakan meraih udara yang tak mungkin tergapainya, tak henti Jieun mengembangkan senyumannya.

Mendapati hal ini entah kenapa segores senyuman mengembang dari bibirnya, hingga ia menambah volume pada music didalam mobil dimana sebuah lagu dari ‘Kang Minhyuk – I see you’ mengalun merdu pada mobil ini.

 Tak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai pada tujuan mereka ‘Supermarket’. Bahkan kali ini Mark tengah mendorong troli dan meraih barang-barang yang dikatakan Jieun lalu ditaruhnya pada troli.

“Igo, igo , igo” Jieun berseru seraya menunjuk barang-barang yang harus dibeli dan memang tercatat pada kertas yang dipegangnya, Mark tampak menuruti ucapan Jieun “Igo, igo, igo” lagi-lagi Jieun berseru agar Mark memasukan barang yang ditunjuknya pada troli.

“Ya, apa kau hanya bertugas untuk memerintahku saja?” dengus Mark mendapati seruan Jieun tadi. Namun hanya senyuman polos yang keluar bibir mungil Jieun “Kau ambil saja sendiri barang yang kau tunjuk itu”

Jieun memang tengah menunjuk pada coco crunch yang terdapat diatas rak supermarket ini. “Aiisshh, arasseo” justru kali ini Jieun berdengus dan berusaha meraih coco crunch.

Namun tampaknya Jieun kesulitan karena jarak yang cukup tinggi untuknya, Mark yang mendapati hal ini hanya menghelakan napasnya dan meraih coco crunch  tersebut “Gheumanhae, kau bisa merusak supermarket ini jika kau berusaha meraih coco crunch  ini” ujar Mark sambil mendorong troli berjalan mendahului Jieun.

Jieun mengerucutkan bibirnya, namun Mark berseru karena Jieun masih terdiam ditempatnya yang tadi “Ya, cepat katakan apa lagi yang harus dibeli.” Sontak Jieun menyetarakan langkahnya dengan Mark dan memberitahu barang selanjutnya yang harus dibelinya.

“Andhwae” seru Mark ketika Jieun meraih bumbu sayur yang biasanya dibeli ibu.

“Wae?”

“Jangan ambil yang itu kandungan udangnya 98%” kata Mark

“Ya, bukankah ini biasa yang ibu belikan dan kau menyukainya” tanya Jieun yang memang tahu kalau Mark begitu menyukai makanan seafood dan bumbu makanan ibunya pun menyetarakan dengan kesukaan anak-anaknya.

“Memang, tapi aku mau coba yang lain.” Kata Mark asal.

Namun Jieun cukup menatap Mark curiga “Aigo, apa kau takut aku salah makan makanan kesukaanmu, hingga kau mulai khawatir dan memilih untuk mencoba bumbu dengan kadar udang yang rendah? Aku benar-benar terharu Markeu” goda Jieun yang memang memiliki alergi pada makanan dengan kadar udang.

Mark mendengus “Aisshh lupakan saja” Mark justru meraih bumbu dengan kadar udang 98% yang biasa dibeli ibunya.

Mendapati hal ini Jieun mengerutkan keningnya “Aisshh sensitif sekali namja ini ughhh” Jieun tampak mengepalkan tangannya dan diarahkan pada Mark seolah ingin memukulnya, namun Mark kembali berseru.

“Palli, ambil barang yang ada pada list belanja”

Jieun hanya mampu mengikuti ucapan Mark dan keduanya berkeliling supermarket serta menaruh barang-barang pesanan ibunya pada troli. Bahkan tak segan keduanya berdebat dalam memilih barang yang harus dibeli.

“Ya, jangan yang itu. Aku bosan dengan wanginya” protes Mark ketika Jieun meraih pengharum ruangan dengan wangi jeruk.

“Igo” Jieun menunjuk pada pengharum ruangan dengan wangi apel

“Aniyo, aniyo..” geleng Mark menolak pilihan Jieun

“Igo” Jieun kembali menunjuk pada pengharum ruangan dengan wangi chery.

“Aniyo, aniyo..” kembali Mark pun mengelegkan kepalanya.

Kali ini Jieun menatap tajam Mark “Aisshh kau pilih saja sendiri” kesal Jieun dengan protesan Mark tadi akan memilih pengharum ruangan.

Mendapati hal ini Mark menghelakan napasnya, ia pun mencari pengharum yang disukanya dan ia meraih pengharung dengan wangi bunga lily “Otte?” tanya Mark sambil menyodorkan pengharum tersebut pada Jieun.

Jieun mencium wangi sederhana namun segar pada pengharum terserbut “Joha” ujar Jieun setuju dengan pilihan Mark, sontak senyuman mengembang dari keduanya.

Tapi tak ingin berlama-lama Jieun berjalan duluan “Eoddi?” tanya Mark

“Aku harus mencari tissu toilet, kau ambil barang yang lain saja” ujar Jieun.

Mark hanya mengangguk mengerti, karena akan lebih cepat jika berpencar mencari barang yang terdapat pada list ibunya. Sedang Jieun mengitari supermarket mencari tissu toilet, namun tanpa sengaja ia menatap kearah dimana stan daging tengah dipanggang “Ahjjuma boleh aku mencobanya?” tanya Jieun

“Tentu saja ahgassi, silahkan” tanpa ragu Jieun mencicipi daging panggang tersebut

“Ahh masita” seru Jieun menikmati daging panggang

“Jieun-ah?” seru seseorang tiba-tiba, suara itu tampak tak asing bagi Jieun. Tanpa ragu Jieun menoleh sontak ia membulatkan kedua matanya.

“Jeon Jungkook…..” gumam Jieun pelan tak percaya Jungkook pun berada di supermarket ini.

                                                        -TBC-

Preview Chapter 6

‘Aishhh Markeu, bagaimana aku memberi isyarat padanya’

“Ya, Lee Jieun neo…” 

“Ya, kuperhatikan tadi kau tampak memegang wajah Jungkook. benar?”

“Waeyo? Kau cemburu?”

“Aniyo, ini hanya pesan seorang kakak untuk adiknya”

***

“Sam bukankah kau juga memanggilku”

 “Jinjja? Apa kau tak mengikuti Jieun?”

****

“Berisik, kau menonton drama atau nonton bola? Komentar terus”

“Eomma ige mwoya?” ujar Jieun tak percaya dengan jaket baseball yang sama dengan Mark.

 

****

“Kelompok 5 Mark, Jeon Jungkook, Wang Jackson, Kim Taehyung, Bambam dan Lee Jieun”

RCL OK

brother n sister new version1

10 thoughts on “Brother & Sister [Chapter 5]

  1. akhirnya chapter 5 keluar juga.. seneng deh dichapter ini banyak moment mark-jieun.. mark udah lebih cepet ya buat bantu jieun.. hayoo jungkook pilih yoora atau jieun? kekeke.. ditunggu nextnya ya author-nim..😀

  2. akhir’a chaptr yg di tnggu” akhir’a kluar juga ..dan di chpter ini juga akhir’a mark&jieun bisa baikn lgi aplgi bnyk moment’a …di tnggu klanjutan’a yh

  3. Woahh,, ff yg d tunggu” keluar juga,,
    Heran sma s jungkook sbener ny pilih siapa sh??
    Min update ny jangan lama ya!!
    #hwaiting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s