Brother & Sister [Chapter 3]

Poster Brother Sister

Author : Kim Raemi

Tittle : Brother & Sister [Chapter 3]

Genre : Family, Fluff

Length : Chapter

Rating : T

Ini hanya fiktif belaka

Cast :

  • Lee Jieun (IU) 
  • Mark Tuan
  • Jeon Jungkook
  • Kang Yoora

  Brother & Sister [Chapter 1] | Brother & Sister [Chapter 2]

Trailer Fanfic Brother & Sister

CHAPTER 3

IU

Balutan dress pink dengan penjepit pita hitam untuk menyempurnakan penampilannya, berkali-kali Jieun menatap dirinya pada cermin. Seperti yang sudah dijanjikan Jieun akan pergi dengan Jungkook, terlebih semalam Jungkook menghubunginya lebih dulu perihal acaranya bersama Jieun. “Apakah ini berlebihan?” gumam Jieun kembali menatap dirinya, namun dengan cepat ia mengelengkan kepalanya “Aniyo, kurasa ini pas” tanpa ragu Jieun meraih  tas kecilnya dan keluar kamar.

Mark yang baru keluar kamar pun cukup memperhatikan penampilan Jieun “Ya, kau pikir Jungkook mengajakmu kencan sampai kau berpakaian serapi ini” ujar Mark membuat Jieun menatapnya.

“Ya, bagaimana kau tahu aku akan pergi dengan Jungkook?” tanya Jieun

“Kau pikir aku tuli, kalian berdua berbicara secara frontal kemarin” ujar Mark mengingat dirinya cukup mendengar pembicaraan Jieun dan Jungkook.

“Aisshh, kau menguping pembicaraan kami” Jieun tampak mengerucutkan bibirnya, namun Mark tak menyahuti ucapan Jieun “Ya, apa penampilan ini begitu berlebihan?” justru kali ini Jieun yang bertanya pada Mark.

“Tentu! Jangan beranggapan kau tengah diajak kencan olehnya” ujar Mark

“Ya, aishhh kau—” Jieun tampak kesal dengan ucapan Mark, namun memang ada benarnya ucapan Mark. Tanpa berkata apa-apa Jieun kembali memasuki kamarnya dan membuat Mark mengerutkan keningnya.

Tak lama kemudian Mark yang keluar hanya untuk mengambil air mineral, ia ingin memasuki kamarnya kembali. Namun ia mendapati Jieun yang keluar kamarnya dengan balutan dres berbeda dari yang tadi.

IU2

Dress putih yang udah terbalut pada tubuh Jieun memang cukup sederhana, namun kesan cute pada dirinya begitu jelas. Mendapati hal ini Mark tertawa “Kau menggantinya? Hahahaha”

“Jangan menertawakanku!” ujar Jieun menatap Mark sebentar dan berlalu untuk menuruni tangga.

Namun Mark tak perduli, bahkan ia berkata “Ya, pastikan kau tak memberitahu alamat rumah ini.”

Jieun mengentikan langkahnya “Kau pikir aku sebodoh itu, tentu saja tidak” tanpa menunggu respon Mark, ia kembali menuruni anak tangga.

Mark hanya mengangguk mengerti mendapati ucapan Jieun “Tampaknya dia sudah paham” gumam Mark yang ingin masuk kekamarnya, namun ia teringat sesuatu sontak ia menatap lantai bawah dimana Jieun tengah berjalan menuju pintu rumah “Ya, pastikan kau pulang sebelum appa dan eomma pulang. Aku tak ingin kau membuatku repot karena ulahmu.” Teriak Mark

“Ne arasseo” jawab Jieun tanpa menoleh kearah Mark, ia memberi isyarat mengerti dengan melambaikan tangannya. Ibu dan ayah mereka memang tengah melakukan beberapa project design interior yang membuat keduanya turun tangan kelapangan dihari minggu dan keluar daerah, meski Jieun sudah meminta ijin tetap saja ia harus ada dirumah sebelum kedua orangtuanya pulang.

^^^^

“Aigo, kau takut aku akan mampir kerumahmu. Sampai-sampai kau tak memberi alamat rumahmu” ujar Jungkook tepat didepan halte bus dimana Jieun janjian dengannya.

Jieun mengibaskan kedua tangannya tepat didepan Jungkook “Aniyo, hanya saja….” Jieun tak tahu harus menjelaskan apa pada Jungkook, karena tak mungkin baginya mengatakan dengan mudah kalau ia tinggal dengan Mark.

Jungkook tampak mengerti dan tersenyum “Arasseo, semua orang mempunyai privasi. Kajja” Jungkook menyodorkan helm pada Jieun, tanpa ragu Jieun meraihnya dan terduduk tepat dibelakang Jungkook.

Jungkook pun tanpa ragu melajukan motornya dan berkata “Pegangan dengan erat”

“Ne?” Jieun tampak tak memperhatikan ucapan Jungkook, namun ia sadar ketika Jungkook mulai melajuka lebih cepat. Sontak Jieun melingkarkan tangannya dipinggang Jungkook, mendapati hal ini Jungkook hanya tersenyum kecil.

‘Lollipop Candy Shop’ terpampang jelas papan nama pada toko yang tengah ditatap Jieun. bahkan kali ini ia menatap kesegala arah, cuaca cerah hari ini terlihat sempurna dengan pohon sakura yang sudah bermekaran seakan menyambut musim semi. Jungkook baru selesai memarkirkan motornya, ia cukup memperhatikan Jieun “Ayo masuk, kita hanya membeli lollipop candy saja. Setelah itu aku akan tunjukkan tempat yang lebih indah dari ini” ujar Jungkook yang langsung meraih tangan Jieun untuk memasuki toko.

Mendapati perlakuan tersebut Jieun hanya menatap tangan kekar Jungkook yang tengah mengenggamnya. Entah perasaan apa ini, namun sukses membuatnya tersenyum kecil.

Kali ini Jungkook sudah memilih banyak lollipop, Jieun tampak kaget dengan pesanan Jungkook. Bukan hanya lollipop ia memesan beberapa cake kecil “Kau tak memilih?” tanya Jungkook

“Ne?” hanya itu yang keluar dari mulut Jieun

“Baiklah biar aku yang pilihkan” Jungkook langsung memilih beberapa lollipop.

Jieun tak berkata apa-apa, ia hanya memperhatikan Jungkook yang sibuk dengan pilihannya. Bahkan ia memisahkan lollipop yang dipilihnya menjadi 2 bingkisan, Jieun tak mengerti dengan pemikiran Jungkook. Namun Jieun tak memperdulikkannya dan menyodorkan kartu miliknya pada kasir yang sudah menyebutkan nominal pembelian.

“Ya, siapa yang menyuruhmu untuk membayar ini?”  Jungkook sontak menggenggam tangan Jieun menahannya “Ahjjuma Igo” Jungkook menyodorkan kartu miliknya pada kasir tersebut dan meraih barang pembeliannya.

 “Geunde, Jungkook-ah. Aku kan….” ucapan Jieun terpotong karena Jungkook menyodorkan 1 bingkisan yang dibelinya pada Jieun.

“Lupakan traktiranmu itu, cukup menerima ini dan makan lollipop bersamaku” ujar Jungkook sambil tersenyum pada Jieun, dengan ragu Jieun meraih bingkisan tersebut “Kajja” tanpa menunggu respon Jieun, Jungkook sudah meraih tangan Jieun untuk keluar toko.

Mendapati hal ini Jieun tak bergeming sedikit pun, ia tidak mengerti dengan apa yang ada dipikiran Jungkook. Bahkan ia menatap bingkisan yang digenggam Jungkook “Dia begitu banyak membeli lollipop candy, apa ia sangat menyukainya?” gumam Jieun dalam hati.

Namun Jieun tak memperdulikannya, karena ia begitu takjub dengan pemadangan disebuah taman dengan deretan pohon sakura yang bermekaran. Bahkan tak jarang bunga-bunga tersebut berjatuhan, membuat jalan dipenuhi dengan bunga sakura. Tanpa sengaja Jieun menoleh kearah sampingnya dimana terdapat pedagang acessoris, tak disadari Jungkook pun memperhatikan Jieun.

“Penjepit mana menurutmu yang paling cantik?” tanya Jungkook tiba-tiba membuat Jieun menoleh.

“Ne?”

Jungkook mengelengkan kepalanya dan tersenyum “Pilihkan dua penjepit yang paling cantik” kata Jungkook

Spontan Jieun berseru “Igo, igo” ia menunjuk pada penjepit pita kecil dan penjepit dengan lambang mahkota kecil, memang terlihat begitu cantik.

“Ahjjuma, aku beli dua-duanya” ujar Jungkook yang langsung menyodorkan uang kepada penjual dan tanpa ragu ia meraih dua penjepit tersebut.

“Jeon Jungkook” Jieun tak mengerti mengapa Jungkook langsung membelinya begitu saja.

“Kajja, kita duduk disana. Ahjjuma gomawoyo” ujar Jungkook seakan tak memperdulikan seruan Jieun tadi dan berjalan lebih dulu menuju kursi yang bertepatan diantara pepohonan sakura.

Jieun tampak terdiam sejenak, namun penjual justru berseru “Aggasi, kekasihmu begitu pengertian” pujinya.

Jieun membulatkan kedua matanya “Ahjjuma, aniyo.. dia…” belum melanjutkan ucapannya.

Penjual tersebut sudah berucap “Aigo anak muda sekarang tampak malu-malu untuk mengakui hubungannya, cepat hampiri kekasihmu ia sudah memberi kode”

Tampak jelas dari arah yang lumayan Jungkook sudah melambaikan tangannya memberi isyarat agar Jieun menghampirinya. Sambil menundukkan kepala pada penjual tersebut dan disambut senyuman olehnya. Saat itu juga Jieun berlari kecil menghampiri Jungkook dan duduk tepat disampingnya.

“Diantara dua penjepit ini mana yang paling kau suka?” tanya Jungkook

Jieun tampak bingung harus memilih yang mana, karena menurutnya kedua penjepit tersebut terlihat cantik. “ Igo” tunjuk Jieun pada penjepit berpita kecil.

Jungkook tersenyum dan langsung memakaikan penjepit tersebut pada rambut Jieun “Yeoppo” gumam Jungkook pelan membuat Jieun menatapnya “Penjepit dengan pita kecil yang terlihat sederhana, namun kesan cantiknya begitu terasa. apa itu alasanmu memilihnya?”

Jieun membulatkan matanya seakan Jungkook tahu apa yang ada dipikirannya, ia memilih penjepit tersebut karena terlihat sederhana namun memiliki kesan cantik. “Ne, kau benar” kata Jieun

Jungkook hanya tersenyum dengan kebenaran penuturannya tadi, bahkan ia menaruh penjepit satunya kedalam bingkisan lollipop yang ia beli tadi. Jieun cukup memperhatikan namun ia tak perduli, ia justru menyodorkan lollipop candy pada Jungkook.

“Mwoya?” tanya Jungkook

“Bukankah kau mengatakan ingin makan lollipop candy bersamaku” gurau Jieun membuat Jungkook tertawa kecil dan meraih lollipop tersebut.

Ditemani keindahan bunga sakura disekitarnya, Jieun dan Jungkook menikmati memakan lollipop candy. Tak segan Jungkook mengambil selca bersama Jieun dengan lollipop candy ditangannya dan mengundang senyuman diantara keduanya. Bahkan kali ini keduanya menatap bunga sakura yang tampak indah “Yeoppoda” gumam Jieun

“Johayo?” tanya Jungkook

Jieun tersenyum dan menatap Jungkook “ehmm, Johayo”

“Syukurlah, aku tak salah mengajakmu kesini” kata Jungkook yang membalas senyuman Jieun.

Namun terdengar jelas ponsel Jieun berbunyi, ketika ia meraih ponselnya terlihat jelas pada layar ponsel sebuah nama ‘Mark’ menghubunginya. “Aisshh untuk apa ia menghubungiku” dengus Jieun dengan pelan dan menerima panggilan tersebut.

“Wae??” ujar Jieun tanpa basa-basi pada sipenelpon

“Seperti inikah menyambut seorang kakak yang menelpon. Tsk!”

“Ya, cepat katakan apa maumu?”

“Eomma dan appa akan pulang cepat. Sebaiknya kau ada dirumah sebelum jam 2” ujar Mark santai

Namun sukses membuat Jieun membulatkan kedua matanya ketika ia pun menatap pada arlojinya yang menunjukkan pukul 13.50 “Jinjjayo?? Secepat itukah mereka dirumah?”

“Molla, aku hanya memberitahumu saja. Kau mau pulang tepat waktu atau tidak itu bukan urusanku. Ku tutup” kata Mark yang sudah mematikan sambungannya.

“Ya! Mar…” Jieun ingin menyebutkan nama Mark tertahan karena sadar disampingnya adalah Jungkook dan cukup memperhatikannya “Ahhh~ Jungkook mian, sepertinya aku harus pulang. Eomma dan appa akan pulang, aku harus ada dirumah sebelum mereka dirumah” jelas Jieun.

“Ah begitu, kajja” seru Jungkook yang langsung meraih bingkisan disampingnya.

“Aniyo, jika kau masih ingin disini. Aku dapat pulang sendiri” ujar Jieun

“Kau datang bersamaku, maka pulang pun harus bersamaku” ujar Jungkook yang kali ini meraih tangan Jieun.

“Keunde, kau dapat menurunkanku dihalte tadi” ujar Jieun mengikuti langkah Jungkook dan masih menggeanggam tangannya.

“Arasseo Lee Jieun” ujar Jungkook yang tersenyum mengerti dengan maksud Jieun. Namun tanpa disadari Jieun, Jungkook cukup menyadari nama penelpon pada layar ponsel Jieun tadi “Mark? ada apa sebenarnya dengan Mark dan Jieun?” batin Jungkook bertanya-tanya pandangannya tak lepas dari Jieun.

^^^^^

Televisi yang menyala pada rumah Mark tampak tak diperhatikannya, ia justru sibuk dengan layar ponselnya. Baru saja ia menelpon Jieun “Hahahahaha” tawaan keluar begitu saja dari mulutnya “Sepertinya ia percaya hahaha” kembali Mark tertawa.

Sedari tadi Mark tampak bosan dengan keadaan rumah yang sepi, entahlah padahal ia sudah biasa dengan keadaan orangtuanya kerap menjalani proyek diluar pada hari minggu bersama Jieun dirumah. Didalam rumahpun tak ada yang dilakukan Mark, ia seperti orang bingung dan menonton tv pun tak ada acara yang membuatnya menarik.

Hingga ia menghubungi Jieun untuk menjahilinya yang tengah bersama Jungkook. Ia pun tak mengerti kenapa bersikap demikian, tapi itu sukses membuat tertawa puas. Bahkan kali ini Mark tampak menonton larva dan kembali membuatnya tertawa, hingga cukup disadari olehnya pintu rumah tampak ada yang membuka.

Terlihat jelas Jieun yang baru saja memasuki rumah dan menghampiri Mark “Kau pulang juga rupanya?” tanya Mark menahan tawanya.

“Eomma, appa eoddie? Mereka sudah pulang?” justru Jieun bertanya balik pada Mark.

Mark memutar bola matanya dan menjawab dengan santai “Eobsseo”

Jieun mengerutkan keningnya, kai ini ia menatap curiga pada Mark. Bahkan cukup disadari ponsel keduanya bergetar dan  sebuah pesan singkat  dari ibunya tertera jelas pada layar ponsel masing-masing.

‘Mark-ah, Jieun-ah. Apa kalian sudah makan siang? Pemandangan ditempat ini sangat bagus. Eomma dan appa akan pulang terlambat, jaga diri kalian. Saranghaeyo uri adeul’

Mendapati hal ini keduanya saling bertukar tatap, Mark tampak menggaruk kepalanya serta tersenyum polos, berbeda dengan Jieun yang menatap tajam Mark “Ya!!! Kau membohongiku aisshhh” saat itu juga Jieun memukul Mark dengan bantal sofa, namun dengan cepat Mark menghindar.

“Jangan salahkan aku, salahmu sendiri kenapa percaya begitu saja” ujar Mark membela diri.

“Aishh pembelaan diri yang klasik, kau merusak momenku bersama Jungkook” ujar Jieun asal membuat Mark membulatkan matanya.

Bahkan kali ini Mark menatap Jieun “Ya, kau mulai menyukai Jungkook?” tanya Mark

“Aniyo, kapan aku mengatakan menyukainya” sangkal Jieun

Namun Mark justru menatapnya curiga “Jinjja? Tampaknya kau benar-benar  menggagap ajakannya itu sebuah kencan”

Jieun menyangkal “Aniyo, sudah kukatakan tidak” tapi terlihat jelas wajah Jieun yang memerah.

“Ya, wajahmu memerah.” Goda Mark

Namun dengan cepat Jieun memegang pipinya “Memerah apanya aiisshh” saat itu juga Jieun berlalu meninggalkan Mark sambil menepuk keningnya sendiri, ia tampak salah berucap.

Mark tampak puas mendapati sikap Jieun, namun entah apa yang ada dipikirannya ia berkata “Ya, sebaiknya kau jangan terlalu jauh menyukainya dan terbawa perasaan akan sikapnya yang baik padamu.”

Mendengar hal tersebut Jieun yang tengah menaiki anak tangga, hanya menatap Mark. Berkali-kali Mark tampak memberi peringatan padanya, namun Jieun tak mengerti maksud ucapan yang dilontarkan Mark.

****

 Jieun dan Mark baru saja turun dari bus, akhir-akhir ini mereka kerap naik bus dibanding diantar orangtuanya kesekolah. Mereka berjalan santai menuju gerbang sekolah yang tak jauh dari halte bus, keduanya tampak seolah tak saling kenal seperti biasanya.

Sudah banyak siswa dan siswi yang sibuk memasuki gerbang sekolah, sama halnya dengan Jieun dan Mark. “Jungkook oppa, semakin hari semakin tampan saja” ujar seorang siswi didekat Jieun.

Terlihat dua orang siswi yang berjalan sambil bergosip dan itu dapat didengar jelas oleh Jieun.

“Tetap saja kita tak bisa meraihnya. Ia tak akan melirik kita yang ia lihat hanya seorang Kang Yoora”

“Ahh~ Kau benar Chaeun, bagaimana bisa ia menyukai yeoja kejam macam itu. Hanya karena ayahnya penyandang dana terbesar disekolah, Yoora eonni dapat berbuat sesuka hatinya. Kenapa aku merasa tak adil dengan ini”

Perbincangan kedua siswi tersebut dapat terdengar jelas oleh Jieun, bahkan kali ini langkahnya terhenti begitu saja “Johayo?” gumam Jieun masih bertanya-tanya akan perbincangan kedua siswi tersebut, entah apa yang ada dipikirannya saat ini ia berjalan kembali menuju kelasnya.

Dari belakang Mark pun cukup mendengar perbincangan siswi tersebut, ia hanya menatap Jieun. Tak ada kata yang terucap dari mulut Mark, namun seseorang langsung merangkulnya “Ya, apa dia anak baru dikelasmu? Kenalkan padaku” Mark hanya menatap siswa bername tag Jaebum itu dengan datar, Jaebum memang temannya pada olahraga baseball yang digelutinya.

“Tentu, dia anak baru dikelas kita dan duduk bersamanya. Maka dari itu dia menjadi incaran Kang Yoora untuk saat ini” bukan Mark yang menjawab melainkan Jackson.

“Jinjja? Yeoja ganas itu? Aigo, haruskah aku melindunginya?” ujar Jaebum

“Kau ingin bunuh diri dengan melindungi incaran seorang Kang Yoora” kali ini Taehyung yang berada disampingnya bersua

 “Hanya ada 1 orang yang tak akan kena ganasnya Kang Yoora jika melindungi incarannya.” Ujar Jackson sambil menatap Jungkook dari jarak yang cukup jauh.

Mendengar percakapan teman-temannya Mark hanya menghelakan napasnya, ia melepaskan rangkulan Jaebum dan meninggalkan teman-temannya ini berjalan lebih dulu. “Apa yang terjadi jika Mark yang melindungi incaran Yoora?” ujar Jaebum membuat keduanya teman disampingnya saling bertukar tatap.

^^^^^

Dikantin Jieun tak menyantap bekal makan siangnya, ia tampak bergelut dengan pikirannya sendiri. Bahkan pandangannya kali ini tertuju pada Yoora yang tengah asik bersenda gurau dengan teman-temannya, entah apa yang ada dipikirannya ucapan dan pemandangan saat dikelas tadi seakan terekam begitu saja dibenak Jieun.

Jieun baru saja memasuki kelas dan terduduk pada kursinya, namun seruan pujian tertuju pada Yoora terdengar jelas didalam kelas ini. “Yoora-ya, penjepitmu sangat cantik” puji temannya yang bernama Hana.

Tak ada jawaban dari Yoora, ia hanya tersenyum puas. Namun Jieun cukup memperhatikan penjepit yang terkait pada rambut Yoora dan tak asing. Ketika Jieun menegaskan pandangannya, penjepit dengan lambang mahkota itu tampak jelas seperti penjepit yang ia pilihkan pada Jungkook.

“Akhirnya kau memakai juga penjepitnya” ujar Jungkook yang baru saja memasuki kelas.

“Eoh? Jungkook-ah, apa penjepit itu pemberianmu?” tanya teman Yoora bernametage Seoji.

 “Menurut kalian?”Jungkook justru bertanya kembali kepada teman-teman Yoora.

Teman-teman Yoora tampak menatap Jungkook kagum, kali ini mereka menatap kearah Yoora “Seharusnya kau merasa beruntung dengan adanya seorang Jungkook” ujar Hana, kembali Yoora tak bergeming ia tampak sibuk dengan layar ponselnya.

Mendapati hal ini Jieun terdiam dan melepaskan penjepit yang dikenakannya. Penjepit pemberian Jungkook, entah perasaan apa cukup membuat hatinya tercekat. Bahkan disadari oleh Jieun, Jungkook menatap kearahnya dan tersenyum. Jieun merespon dengan senyuman khasnya dan kali ini menatap penjepit tersebut.

Mark yang mendapati hal ini hanya menatap kearah Jieun, seraya menatap kearah Jungkook yang terus memandangi Yoora. Namun sesaat ia kembali menatap Jieun disampingnya, entah apa yang ada dipikirannya.

Semua tampak begitu jelas menunjukkan kalau Jungkook menyukai Yoora “Aisshh Lee Jieun, apa yang kau pikirkan? Bukan masalahmu jika Jungkook menyukai Yoora” gumam Jieun pelan sambil mengelengkan kepalanya, seakan tengah menyadarkan dirinya.

“Aigo, kasian sekali bekal makanmu diabaikan begitu saja” ujar seseorang membuat Jieun tersadar dan menoleh pada orang tersebu.

“Jungkook” pekik Jieun

“Memangnya siapa lagi kalau bukan aku? Jeon Jungkook” sahut Jungkook sambil mengelengkan kepalanya pada Jieun “Sebaiknya kau makan bekalmu itu”

Mendapati hal tersebut Jieun hanya tersenyum dan menyantap bekal miliknya, namun kembali pikirannya pun masih terusik “Jungkook-ah, boleh aku bertanya?” sedikit ragu Jieun berkata demikian.

“Ne?”

Tampaknya rasa penasaran Jieun lebih besar “Kau menyukai Yoora?” kembali Jieun bertanya dengan ragu.

Jungkook terdiam sejenak mendengar ucapan Jieun, namun ia tersenyum “Apa kau mendengar hal itu dari yang lain?” tanya Jungkook tahu jika ia pun kerap menjadi perbincangan disekolah ini.

“Ne, aku tak sengaja mendengarnya. Jika kau tak ingin cerita pun tak apa” ujar Jieun tersenyum renyah.

“Ne, aku menyukai Yoora” terang Jungkook membuat Jieun terdiam seketika “Yoora adalah mantan kekasihku, hanya karena alasan konyol ia memutuskanku dan sampai sekarang aku masih menyukainya.”

Jieun tak tahu harus berkata apa, ia hanya mampu terdiam mendengar penjelasan Jungkook “Kau tahu, penjepit pilihanmu. Yoora sangat menyukainya, gomawo Jieun-ah. Seharusnya kau pun memakai penjepit itu”

“Mian, aku lupa memakainya” dusta Jieun disambut senyuman oleh Jungkook seakan memaklumi. Entah perasaan apa ini namun Jieun sedikit kecewa mendengar penjelasan Jungkook, tapi satu pertanyaan yang mengusik dibenaknya dan tak dapat ia ungkapkan pada Jungkook ‘Kau menyukai Yoora? Tapi kenapa kau selalu ada disaatku kesulitan dan selalu bersikap baik padaku?’ batin Jieun masih tak mengerti dengan sikap Jungkook.

Namun bagaimana pun Jieun berusaha tak memperdulikannya dan terhanyut akan perasaannya ini.

******

-TBC-

Preview Chapter 4

“Pakai ini, buku paketmu tampak kotor. Tak mungkin kau belajar dengan buku kotor itu”

“Kau, apa nyaman bersekolah disini? Sedang Yoora terus mengganggumu?”

****

“Eoh, Jieun-ah. Siapa yang melakukan itu pada seragam olahragamu?” tanya Jackson

“Jinjjayo? Apa disekolah ada yang mengganggumu?”

***

“Mianhaeyo, aku sering mengerjaimu. Aku besikap demikian hanya untuk menyambut teman baru dikelas ini”

***

“Jika aku jadi Mark, aku pun akan melakukan hal itu.” Ujar Taehyung

“Kau melakukan ini agar aku tak tahan disekolah?  Benar?”

17 thoughts on “Brother & Sister [Chapter 3]

  1. akhirnya chap.3 keluar juga. kasian jieun jadi korban php, jungkook-ah peka ngapa? emm, chap.4 kayaknya bakal lebih menarik.. ditunggu nextnya ya? hwaiting!

  2. tuhh kan aku udah nebak kalo Jungkook emng gak suka sama Jieun,
    waduhh part 4 kynya lebih mnraik lagi niih ditunggu ya part 4 nya

  3. Halooo, barusan baca series ini. Seru bangeeet. Penasaran mark bakal ngapain selanjutnya, masa iya dia mau diem aja ngelihat adeknya di bully?? Gak boleh doonng, lagi pula mark udah kelihatan peduli gituu. Duuh berharap apa aku dari hubungan kakak adik mereka, pingin ada romance nyaa tapi gak mungkin yaa hmm pokoknya semangat buat jieun!! Semangat juga buat yang nulis😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s