Brother & Sister [Chapter 2]

Poster Brother SisterAuthor : Kim Raemi

Tittle : Brother & Sister [Chapter 2]

Genre : Family, Fluff

Length : Chapter

Rating : T

 Ini hanya fiktif belaka

 Cast :

  • Lee Jieun (IU)
  • Mark Tuan
  • Jeon Jungkook
  • Kang Yoora

Brother & Sister [Chapter 1]

 Trailer Fanfic Brother & Sister

CHAPTER 2

Sarapan  pagi merupakan rutinitas bagi keluarga Jieun dan Mark, mereka seperti biasa tengah menyantap hidangan dengan nikmat. Tapi sedari tadi Jieun tampak diam saja, ia seakan bergelut dengan pikirannya sendiri. “Ya, kuberi kesempatan untuk hari ini kau dapat duduk disini. Jika besok kau  tak pindah juga Tsk!” teriang jelas ucapan Yoora kemarin, ia cukup bingung kenapa gadis tersebut tampak kesal jika ia duduk dikursi tersebut. Entah kenapa ia menoleh kearah Mark dan cukup disadari olehnya tatapan Jieun.

“Waeyo? Kenapa kau menatap oppa seperti itu uri dongsaeng?” tanya Mark tampak pribadinya yang lain seakan keluar.

Jieun tak bergeming, ia masih menatap Mark “Aisshh, namja ini apa yang sebenarnya ada dipikirannya” batin Jieun mengelengkan kepalanya dan dengan cepat ia menjawab ucapan Mark tadi “Aniyo, oppa” dengan lembut Jieun berucap.

Terlihat jelas ekpresi merinding Mark ketika Jieun berkata demikian, itupun sukses membuat Jieun menahan tawa. “Ahh~ kau benar-benar lucu uri Dongsaeng” Mark mencubit pipi Jieun dan tampak biasa hal ini dilakukan dengan sengaja olehnya.

“Aigo, disekolah kalian bersikap seperti inikah? Tampaknya banyak yang iri jika kalian bersikap demikian, kakak dan adik yang begitu akrab” ujar ibunya.

Mark dan Jieun spontan bertatapan, mengingat hari pertama Jieun masuk sekolah. “Markeu, kau memberitahu kan pada teman-temanmu, kalau Jieun adalah adikmu?” tanya ayahnya.

Kali ini keduanya menelan ludah dalam-dalam, mereka berdua justru berpikiran lain. Dimana keduanya memutuskan untuk tak saling kenal disekolah, namun dengan cepat keduanya tersenyum “Tentu saja appa, aku mengatakan pada teman-temanku. Kalau Jieun adalah adikku, iya kan Dongsaengie~” ujar Mark memberi isyarat pada Jieun.

“Geurae, semua memperlakukanku dengan baik disekolah. Karena mereka tahu aku adik Mark oppa, oppa begitu popular disekolah” ujar Jieun yang paham akan isyarat Mark. Namun kali ini keduana kembali bertukar tatap, berbeda dari awal kali ini raut wajah datar tersirat pada mereka.

“Syukurlah, pasti kau nyaman disekolah sekarang Jieun-ah?” tanya ibunya.

“Eomma, baru sehari aku sekolah. Aku belum bisa mengatakan nyaman bukan?” ujar Jieun disambut senyuman ibunya.

 “Ku pastikan kau tak akan betah disekolah.” umpat Mark dan cukup terdengar jelas ditelinga Jieun. Ia pun menatap Mark penuh tanya, entah apa yang ada dipikirannya seakan firasat buruk menyelimutinya.

“Markeu, kupastikan kau terus berada disisi Jieun dan menjaganya disekolah. Ingat kau adalah seorang kakak untuk Jieun” ujar ayahnya membuat Mark terdiam mendengar ucapan ayahnya, bukan sekedar ucapan. Tapi ia seakan mendengar sebuah permohonan dari ayahnya.

^^^^

Begitu banyak siswa dan siswi yang tengah bergegas memasuki gerbang sekolah, Mark dan Jieun termasuk salah satunya. Seperti orang yang tak saling kenal mereka berjalan santai memasuki gerbang sekolah, kembali pikiran Jieun tak menentu seakan rasa penasaran menyeruak ia pun menatap kearah Mark “Markeu, Kang Yoora…..” belum selesai Jieun berucap tampaknya Mark enggan berbicara dengan Jieun, Mark langsung memasangkan earphone tepat ditelinganya seraya berjalan lebih dulu.

Mendapati perlakuan ini hal yang cukup biasa untuk Jieun, namun ia hanya mendengus “Aisshh, geu namja! Setidaknya membiarkan aku berbicara lebih dulu” Jieun hanya mampu mengepalkan tangannya yang diarahkan pada Mark.

“Aigo, siapa yang ingin kau pukul pagi-pagi?” ujar seseorang membuat Jieun menoleh dan mendapati Jungkook yang berdiri tepat disampingnya.

“Ne?” hanya kata itu yang keluar dari mulut Jieun.

“Igo” Jungkook melakukan hal yang sama mengepalkan tangannya, seperti yang dilakukan Jieun tadi.

Jieun tertawa renyah “Hahaha aniyo…” Jieun mengelengkan kepalanya dan disambut senyuman oleh Jungkook. Tampaknya senyuman itu merupakan ciri khas seorang Jungkook dan membuatnya terlihat semakin tampan.

“Eoh….” Jungkook tampak menatap kearah depannya dan diikuti oleh Jieun arah yang tengah ia tatap “Aku duluan Jieun-ah” sambil menepuk pundak Jieun, Jungkook meninggalkannya.

Jieun tak bergeming ia masih menatap Jungkook yang kali ini menghampiri seseorang yang sedari tadi ia tatap ‘Kang Yoora’. Kali ini Jungkook memakaikan topi yang dikenakannya dikepala Yoora, mereka terlihat tampak akrab. Namun Yoora terlihat diam saja, bahkan ia berteriak kearah lain “MARK OPPA” Yoora setengah berlari menghampiri Mark yang berjalan santai dan menggamit tangan Mark.

Mendapati hal tersebut Jieun membulatkan matanya “Huwaahahaha Mark oppa???” Jieun terbahak mendengar teriakan Yoora, bahkan kali ini terlihat Mark dengan cepat melepaskan gamitan Yoora dan mengabaikan celoteh Yoora. Namun tampaknya Yoora seakan tak jera dengan sikap acuh tak acuh Mark.

“Mwoya ige? Pemandangan macam apa ini?” gumam Jieun masih memperhatikan Mark dan Yoora “Tampaknya banyak orang aneh disekitarku” kembali Jieun bergumam dan berjalan menuju kelasnya.

^^^^

Kangin sonsaengnim tengah sibuk dengan materi matematika yang disampaikannya, banyak rumus yang ia jelaskan dan tata cara mengerjakan soal matematika. Siswa dan siswi pun dengan seksama mencerna tiap penjelasan guru tersebut, walau beberapa dari kelas ini yang tak memperhatikan penjelasannya.

Begitu pun dengan Jieun yang tak menggubris ucapan Yoora kemarin, untuk pindah ditempat lain. Jieun sempat sadar Yoora tampak kesal, namun itu tak diperdulikannya. Bahkan kali ini secara bergantian melirik kearah Yoora dan Mark, ia teringat kejadian tadi dimana Yoora menggamit tangan Mark.

“Yoora menyukai Mark? atau Mark menyukai Yoora?” batin Jieun bertanya-tanya, kali ini Jieun tampak melamun. Ia sungguh tak mengerti dengan keadaan ini, kenapa Yoora begitu kesal dengan Jieun duduk disamping Mark “Ahh~ Lee Jieun, kau tak perlu memperdulikan hal macam-macam. Urusi saja dirimu sendiri” batin Jieun meyakinkan dirinya.

“Jieun haksaeng” ujar Kangin sonsaengnim yang tampak memperhatikan Jieun.

“Ne?” seru Jieun secara reflek.

“Kau tampak melamun, coba kau kerjakan soal 3 didepan kelas”

Jieun sontak membulatkan kedua matanya “Ne???” semua mata pun tertuju padanya dan menertawakannya. “Aiisshh kenapa hal sial ini terjadi padaku” gerutu Jieun, tampak jelas Mark pun tersenyum puas dan Jieun hanya mengerucutkan bibirnya, seraya beranjak dari kursinya.

Jieun menatap buku paketnya membaca soal 3, awal ia bingung. Namun tampaknya ia mengerti dengan soal terebut dan mengerjakannya. Ketika Jieun tengah mengerjakan soal, dari jarak yang lumayan Yoora meleparkan sebuah kapur dan tepat mengenai kepala Jieun.

“Auu” rintih Jieun sambil mengusap kepalanya. Ia menoleh kebalakang dan pun menatap kapur yang berada dikakinya, ia pun menatap kearah teman-temannya seolah tak terjadi apa-apa. Tak perduli dengan hal tersebut Jieun kembali meneruskan jawabannya.

Yoora tampak berseringai seakan tak puas dengan tindakannya tadi, ia sudah memegang sebuah penghapus dan siap dilemparkannya kearah Jieun. Namun Jungkook yang menoleh kearah Yoora mengelengkan kepalanya “Kang Yoora” ujar Jungkook agar ia tak melakukan itu.

Yoora tak menggubris ucapan Jungkook, ia justru dengan keras melayangkan penghapus tersebut kearah dan

BUG

Tepat penghapus tersebut mengenai kepala Jieun dengan keras, disambut kikikan beberapa teman-temannya. Bahkan beberapa yang sudah tahu sifat Yoora, tampak mengelengkan kepalanya, sedang Mark hanya diam saja entah apa yang ada dipikiran. Menerima hal ini Jieun menghelakan napasnya dan menoleh kebelakang, hal tersebut pun cukup disadari Kangin Sonsaengnim karena sebuah penghapus berada didekat Jieun.

“Ya, siapa yang melakukan ini padaku?” ujar Jieun penuh penekanan dan menatap teman-temannya, tak ada jawaban dari yang lain.

“Siapa yang meleparkan penghapus ini pada Jieun?” kali ini Kangin sonsaengnim pun turun tangan, karena ia sadar bukan hanya penghapus saja yang dilempar kearah Jieun “Cepat katakan?”

Seisi kelas seakan tak bergeming, namun Yoora bersua “Tidak ada yang melakukannya Sam, mungkin hantu yang melakukan hal itu padanya” mendengar hal tersebut sontak membuat seisi kelas tertawa.

Jieun hanya tersenyum, entah kenapa ia merasa curiga pada Yoora karena seringainya cukup jelas dari kasat matanya ini “Jinjjayo? Apa hantu tersebut sebegitu tak menyukaiku?” ujar Jieun menatap kearah Yoora.

“Ya, kenapa kau menatap kearahku? Seolah aku yang melakukan hal itu padamu?” Yoora tampak sadar dengan tatapan Jieun yang tepusat padanya.

Jieun kembali tersenyum “Aniyo, aku hanya merasa hantu tersebut berada didekatmu” ujar Jieun membuat seisi kelas menahan tawa.

“Ya! Lee Jieun!!” Tekan Yoora yang sudah berdiri, namun dengan cepat Jungkook dan teman-teman disampingnya menenangkan.

Tak jarang beberapa teman sekelasnya berbisik “Daebak, dia mampu memojokkan Yoora. Bahkan tak ada yeoja yang berani menyahuti ucapannya, sedang Yeoja ini…” Jackson menatap kearah Jieun.

“Pertunjukan yang menarik” gumam Mark sambil tersenyum sulit diartikan.

Mendapati hal ini Kangin Sonsaeng berkata “Kang Yoora, tak seharusnya kau berteriak demikian”

Namun Jungkook justru berdiri “Sam, Jeosonghamnida. Sebenarnya yang melempar Jieun dengan kapur dan penghapus adalah aku. Aku hanya iseng, Jieun-ah Mianhae” ujar Jungkook seolah meredamkan suasana dikelas ini.

Jieun tampak mengerutkan keningnya mendapati hal ini, ia pun tak percaya kalau Jungkook yang melakukan hal tersebut. Tak ada jawaban dari Jieun, karena Kangin Sonsaeng sudah bersua “Lain kali jangan bersikap seperti ini, arasseo. Ini peringatan untuk semuanya”

“Ne…” serempak seisi kelas berkata demikian.

“Jieun-ah, kau dapat kembali kekursimu” ujar Kangin sonsaengnim

“Ne sonsaeng” Jawab Jieun seraya berjalan menuju kursinya, namun tiba-tiba kakinya seakan menyenggol kaki seseorang dan

BRUGGG

Jieun terjatuh dilantai kelas, membuat seisi kelas kembali begemuruh akan tawaan. “Ahh” ia tahu siapa benar pemilik kaki yang seakan sengaja direntangkan agar Jieun jatuh, ia menatap Yoora yang tersenyum puas.

“Upss, mian Jieun-ah. Aku tak sengaja dan tampaknya kau tak melihat-lihat saat berjalan” ujar Yoora dengan ekpresi tanpa bersalahnya, namun Jieun sadar itu dilakukan Yoora dengan sengaja.

“Ghwencana?” tanya Jungkook yang disadari oleh Jieun membantunya untuk berdiri.

“Ehmm. Gomawoyo” ujar Jieun yang merapikan pakaiannya dan masih menatap Yoora, tanpa berkata apa-apa lagi ia segera duduk dikursinya.

“Tampaknya permainan baru dimulai” ujar Mark ketika Jieun baru 5 detik duduk disampingnya, sontak ia menoleh kearah Mark dan menatap tajam.

*****

Sejak pertama Jieun masuk, Yoora tampak terlihat tak suka dengannya. Terlebih lagi Yoora mengerjainya didalam kelas, membuat Jieun tak mengerti ada apa sebenarnya. Hingga saat ini Jieun tengah berada dikantin, baru saja ia duduk terlihat jelas Yoora dari arah seberang tengah menatapnya. “Ada apa dengan yeoja itu sebenarnya?” membalas tatapan Jieun yang tak mengerti dengan sikap Yoora padanya.

“Sebaiknya jangan kau hiraukan tatapan Yoora, ia memang kerap bersikap seperti itu terhadap anak baru. Sebenarnya Yoora itu baik” ujar seseorang yang langsung terduduk disamping Jieun, ia tahu siapa pemilik suara terebut.

“Jungkook-ah, sebenarnya…” Jieun menggantungkan kalimatnya,kali ini ia tampak penasaran dengan semuanya, Jungkook menatap Jieun seakan siap dengan pertanyaan Jieun “Apakah Yoora tak menyukaiku karena aku duduk dengan Mark? Yoora menyukai Mark?” tanya Jieun membuat raut wajah Jungkook seakan berubah, namun sesaat ia terenyum.

“Dia bukan tak menyukaimu, hanya saja ia tak suka…..” belum sempat Jungkook melanjutkan ucapannya, seseorang menghampiri Jieun dan mengetuk meja makan tepat didepan Jieun.

“Waeyo?” spontan Jieun berucap demikian membuat Mark menatap tajam dan ia memberi isyarat pada bekal makanan yang ada pada Jieun. Cukup sadar dengan bekal makanan yang Mark pegang adalah miliknya dan sudah jelas bekal makanan mereka tertukar, Jieun menghelakan napas beratnya.

Mark pun mengisyaratkan agar Jieun mengikutinya. Tanpa menunggu respon Jieun, Mark sudah berjalan lebih dulu. “Aku pergi dulu” ujar Jieun pada Jungkook dan mengikuti Mark dari belakang.

Mendapati hal ini Jungkook mengerutkan keningnya “Sebenarnya, ada apa diantara kalian Lee Jieun, Mark Tuan” gumam Jungkook, namun kali ini pandangannya berpusat pada arah Yoora yang menatap pada Jieun dan Mark “Geumanhae, Kang Yoora. Kenapa hanya namja itu yang kau lihat?” kembali Jungkook bergumam tampak rasa lirih pada ucapannya tersebut.

Lain halnya dengan Mark dan Jieun yang kali ini berada diatap, keduanya saling menjulurkan bekal mereka dan bertukaran satu sama lain. “Aissh, harus serepot inikah menukar bekal makan. Sampai harus diatap” protes Jieun

“Kau tak ingin kita dianggap saling mengenalkan, lagi pula bisa saja aku makan bekal makananmu. Tapi apa kau sanggup makan bekal milikku?” ujar Mark.

“Kau ingin membunuhku dengan makanan kesukaanmu itu?” justru Jieun membalikkan pertanyaan pada Mark.

Mark tampak tak menggubris ucapan Jieun “Cepat habiskan bekalmu, waktu istirahat semakin tipis” ujar Mark langsung terduduk pada kursi yang memang disediakan pada atap ini.

Tanpa berkata apa-apa Jieun siap meninggalkan Mark, namun entah kenapa rasa penasaran akan sikap Yoora padanya. Memang Jungkook seperti ingin menjelaskan. Namun alangkah baiknya jika ia bertanya langsung pada Mark “Markeu…” panggil Jieun membuat Mark menatap kearahnya, entah apa yang ada dipikirannya kali ini Jieun mengelengkan kepalanya “Aniyo” kata Jieun dan berjalan untuk meninggalkan Mark.

Mark cukup bingung dengan sikap Jieun, namun tanpa ragu ia berseru “Jieun” tampak jelas Mark menghampiri Jieun dan Mark langsung memberi sebotol air mineral tepat ditangannya, tanpa berkata apa-apa Mark  kembali pada posisinya semula seraya memakan bekalnya.

Jieun mengerutkan keningnya dengan sikap Mark, namun senyuman mengembang begitu saja dari bibir Jieun.

^^^^

Pelajaran terakhir sudah selesai, siswa dan siswi dikelas tengah disiapkan untuk bergegas meninggalkan kelas ini. Maka tak jarang diantaranya yang berseru, begitu juga dengan Jieun yang mulai berdiri untuk bergegas meninggalkan kelas.

Namun seorang teman dikelasnya berseru “Omo, Jieun-ah. Rokmu kenapa?”.

Menyadari ucapan tersebut, Jieun menoleh kearah belakang roknya dan kursinya yang terdapat permen karet. Bahkan permen karet terebut menempel jelas dirok Jieun “Aiissh, kenapa aku tak menyadari ada permen karet dikursiku” gumam Jieun.

Bahkan kali ini Jieun menatap kearah teman-temannya yang menertawakannya, Mark pun tampak tersenyum kecil mendapati hal tersebut. Terutama Yoora tersenyum dengan kepuasannya, bahkan itu cukup disadari oleh Jieun “Ya, nuguya? Siapa yang menaruh permen karet dikursiku?” ujar Jieun menatap teman-temannya, tak ada jawaban dari temannya.

Jieun menghelakan napasnya, ia tak ingin asal menuduh seseorang. namun ia justru berseru pada Mark “Ya! Mark, kau yang melakukan ini padaku?” ujar Jieun dengan asal, namun Mark tampak mengerti akan sikap Jieun seakan memancing seseorang.

“Kau menuduhku?” justru Mark melontarkan pertanyaan pada Jieun.

Belum sempat Jieun berucap Yoora sudah berteriak “Ya, Lee Jieun. kenapa kau menuduh Mark?” Yoora langsung mendorong tubuh Jieun, namun tampaknya Jieun mampu menahan dorongan tersebut dan Jungkook menahan aksi Yoora “Aku yang menaruh permen karet itu dikursimu. Kau puas? Jangan asal menuduh Mark” ujar Yoora.

Jieun memang sengaja bertanya lebih dulu pada Mark dan benar saja dugaannya Yoora yang melakukan hal ini padanya. Mark pun tahu benar seorang Jieun, ia tak selugu orang-orang yang kerap dikerjai Yoora dan seolah tak tahu pelakunya adalah Yoora. Namun Jieun adalah Jieun yang enggan mencari masalah atau keributan, ia hanya menghelakan napasnya seraya berkata “Kali ini kumaafkan karena pengakuanmu itu” Jieun pun berlalu meninggalkan kelas ini.

Mendapati hal tersebut Yoora tampak kesal, karena merasa tak diperdulikan oleh Jieun “Ya Lee Jieun” teriak Yoora ingin mengejar Jieun, namun kembali Jungkook dan teman-temannya menahannya. Sedang Mark tak merespon apapun, ia tetap memasang wajah datar dan meninggalkan kelas ini. Bahkan kali ini Yoora memanggil nama Mark berkali-kali, tak digubrisnya sama sekali.

Selang beberapa saat Jieun menuju gerbang sekolah, sebelumnya ia membersihkan roknya meski bekasnya masih begitu jelas diroknya. Membuatnya malu berjalan dipekarangan sekolah, bahkan beberapa anak mata menatapnya dan tertawa. Ia pun melihat Mark yang berjalan santai menuju gerbang, dengan cepat Jieun menyetarakan langkahnya dengan Mark “Untuk kali ini, tolong aku” ujar Jieun.

Mark hanya menoleh tanpa berkata apa-apa dan Jieun pun kembali berkata “Berjalan dibelakangku, setidaknya orang-orang tak dapat melihat keadaan rokku” pinta Jieun, untuk pertama kali baginya meminta pertolongan seorang Mark.

Kembali Mark tak berkata apa-apa, ia tampak memperhatikan keadaan rok Jieun yang sangat kotor membuatnya terenyum tipis.

“Baiklah jika kau tak ingin menolongku..” Jieun menggantungkan kalimatnya dan meraih ponselnya seakan menelpon seseorang “Appa…” belum sempat berkata Mark spontan berdiri dibelakang Jieun, ia meraih ponsel Jieun dan mematikan sambungan pada ayahnya.

“Kau mengancamku?” ketus Mark

“Sekali saja, aku merasa malu dengan rokku” bahkan kali ini Jieun menutupi dengan kedua tangannya, nada bicara Jieun pun tampak berbeda dari biasanya seakan tengah memohon pada Mark dan ia pun sadar tawaan terdengar dari pandangan orang sekitar kearah Jieun.

Tanpa berkata apa-apa, Mark tetap berjalan dibelakang Jieun. Hingga seseorang menghampiri Jieun “Jieun-ah ghwencana?” tidak lain tidak bukan orang tersebut adalah Jungkook.

“Ehhmm, Ghwencanayo” ujar Jieun.

Jungkook tampak menatap Mark yang berjalan dibelakang Jieun, dengan cepat Mark berjalan lebih dulu. Ia mengerutkan keningnya dengan tingkah Mark, namun itu tak diperdulikan olehnya karena urusannya hanya dengan seorang Jieun “Jieun-ah pakai ini” Jungkook spontan memakaikan sweater miliknya dipinggang Jieun dan mengikatnya rapi.

Mendapati hal ini Jieun membulatkan matanya, entah perasaan ini membuat darahnya berdesir. Namun dengan cepat Jieun berucap “Jungkook-ah, igo…” belum melanjutkan ucapannya sudah dipotong Jungkook.

“Pakai saja untuk menutupi rokmu dan kau dapat mengembalikannya kapan saja.” Ujar Jungkook dengan senyuman khasnya, entah kenapa Jieun merasa Jungkook selalu ada ketika ia membutuhkan pertolongan.

“Gomawo, Jungkook-ah” ujar Jieun

Jungkook mengangguk mantap dan berkata “Tak usah sungkan, aku pergi dulu Jieun-ah. Annyeong” sambil melambaikan tangannya Jungkook berlalu meninggalkan Jieun dan disambut senyuman Jieun.

Entah apa yang ada dipikirannya, senyuman dari bibir jieun terus mengembang. Mark tampak memperhatikan dan ketika Jieun sudah berada di dekatnya “Jangan salah presepsi dengan apa yang dilakukannya padamu” ujar Mark membuat Jieun mengerutkan keningnya, ia tak mengerti dengan ucapan Mark. Tapi Jieun tak memperdulikannya, ia justru berjalan lebih dulu meninggalkan Mark.

****

Jieun baru saja memijaki kakinya didalam kelas, belum banyak yang datang kesekolah. Bahkan dapat dihitung oleh jari, ketika ia ingin duduk tampak jelas dimejanya begitu banyak coretan. “Mwoya Ige? Siapa yang melakukan ini”gumam Jieun tak percaya.

“Aigo, mejamu Jieun?” Ujar Jungkook Yang baru saja memasuki kelas dengan tatapan tak percaya.

“Ne, haruskah aku membiarkan meja penuh coretan ini?” Gumam Jieun dengan fruatasi.

“Aniyo, jika tidal dihapus. Kau akan kena hukuman, chankamanyo” Ujar Jungkook yang keluar kelas.

Jieun tak mengerti Apa Yang akan dilakukan Jungkook,  namun tak membutuhkan waktu lama Jungkook kembali dengan cairan kimia yang ia pinta dari lab. Ia membersihkan coretan dimeja Jieun, tanpa ragu Jieun pun melakukan hal sama membersihkan mejanya.

“Gomawo Jungkook-ah” Ujar Jieun ketika Mendapati mejanya Yang sudah bersih.

“Hmmm.. sudah seharusnya sailing membantu bukan?” Ujar Jungkook

Jieun teringat akan sweater Jungkook yang sudah ia cuci “Jungkook-ah,  ini sweatermu. Gomawoyo”

“Aigo, padahal waktu itu aku mengatakan. Kapan saja Kau ingin kembalikan,  disangka secepat ini” kekehnya membuat Jieun tersenyum.

“Kau sudah banyak membantuku, aku tak tahu harus bagaimana membalasnya” Ujar Jieun menyadari dirinya banyak dibantu oleh Jungkook.

“Hahaha Kau lucu sekali Jieun.” Jungkook mengacak ram but Jieun membuatnya dial membeku “Traktir aku lollipop candy, kau bisa membalasnya dengan itu”

Mendengar itu Jieun hanya mampu menganggukkan kepalanya Dan tersenyum. Begitu pula dengan Jungkook kerap menunjukkan senyuman khasnya.

*****

Jieun baru saja memasuki kelasnya, namun tampak jelas Yoora bersama teman-temannya yang berdiri dikursi Jieun. entah apa yang tengah mereka lakukan, dengan cepat Jieun menghampiri. “Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Jieun.

“Aniyo Jieun-ah, Hana mencari lipsticknya yang jatuh tepat dimejamu” ujar Yoora.

“Ahh~ begitu rupanya” meski sebenarnya Jieun tak percaya, ia tak mau berpikir macam-macam dan memilih langsung duduk dikursinya. Membiarkan Yoora dan teman-temannya kembali keposisi duduk mereka, karena tampak jelas seorang guru memasuki kelas ini.

Namun entah kenapa Jieun merasa tak enak, ia memperhatikan kursi dan mejanya berkali-kali memastikan tidak ada ranjau yang diberikan Yoora. Tapi sepertinya Yoora tak melakukan apa-apa, maka dari itu Jieun mulai berpusat pada guru yang tengah menjelaskan.

Mark cukup memperhatikan tingkah aneh Jieun, namun kali ini ia menatap kearah Yoora yang menatap Jieun dengan seringai. Menyadari dirinya ditatap Mark spontan Yoora tersenyum ceria dan dalam hitungan detik Mark mengalihkan pandangannya. Entah apa yang ada dipikirannya saat itu.

-Beberapa saat kemudian-

Jam pelajaran pun habis, seperti biasa semua murid disibukkan untuk keluar kelas. Ia menatap pada luar jendela dimana rintik hujan tengah menguyur alam “Hujan~” gumam Jieun sambil tersenyum menatap hujan yang merupakan hal yang disukanya.

Sama halnya dengan Jieun, Mark pun tengah menatap hujan. Tapi dengan cepat ia meraih ranselnya dan meninggalkan kelas ini. Begitu juga dengan Jieun yang bergegas keluar kelas, Jieun tampak tak khawatir dengan hujan karena ia memang membawa payung. Cuaca pagi yang terlihat mendung membuat ibunya menyiapkan payung untuk anak-anaknya.

Ketika Jieun sudah berada didepan sekolah, tampak jelas hujan sangat deras. Tak jarang ada yang memilih meneduh dan adapula yang dijemput. Bahkan Yoora dan teman-temannya berjalan santai melewati Jieun, tepat didepan Mark ia bersikap manis “Mark oppa, aku duluan. Jika sudah sampai aku akan menghubungimu. Oppa annyeong” ujar Yoora melambaikan tangan kearah Mark, tapi tak ada respon sedikit pun dari Mark.

Jieun cukup memperhatikan sikap Yoora, tapi tak dihiraukan Jieun. Karena kali ini tanpa ragu Jieun meraih payung miliknya dan ia membuka payungnya, namun payung tersebut seakan tak berbentuk, setahu Jieun ibunya baru membelikan payung ini. Kenapa sudah rusak “Kang Yoora” gumam Jieun menghelakan napas kesalnya.

Melihat hal tersebut Mark hanya tersenyum tipis, ia tahu siapa yang melakukan hal tersebut pada Jieun. Karena tampak jelas Yoora menoleh kearah Jieun tersenyum puas.

“Ahh~ kenapa yeoja itu benar-benar membenciku?” gumam Jieun dan kali ini ia menatap kearah Mark, Mark seakan santai ia meraih payungnya yang terdapat pada ransel.

Ketika ia mencari payung dan melihat kearah tasnya, tak ada payungnya. Ia sadar kalau payung miliknya tertinggal dimeja makan, ketika ibunya memberikan payung tak langsung dimasukan kedalam ransel. Jieun pun cukup ingat dengan payung Mark yang berada dimeja makan, kali ini Jieun tertawa sambil menatap Mark.

“Geumanhae” ujar Mark dengan kesal, namun Jieun tak berhenti ia masih saja tertawa dan ketika Mark ingin menghampiri Jieun yang memang jaraknya berada 3 meter diantara tiang-tiang sekolah. Jungkook tampak menghampiri Jieun membuat Mark kembali pada posisinya.

“Jieun-ah, pakai ini?” Jungkook menyodorkan sebuah payung besar pada Jieun.

“Ne?” Jieun masih tampak bingung dengan kehadiran Jungkook yang tiba-tiba.

“Sudah pakai saja payung ini” kali ini Jungkook meraih tangan Jieun untuk mengenggam payung miliknya.

“Aku saja belum mentraktirmu lolipop candy, tapi kau sudah menolongku lagi” ujar Jieun membuat Jungkook tertawa.

“Aigo, waktu itu aku hanya bercanda. Tapi jika kau memaksa, besok kau dapat mentraktirku lolipop candy.” Ujar Jungkook membuat Jieun terdiam sejenak.

“Besok?” pekik Jieun

“Ne, besok. Waeyo?” tanya Jungkook

Jieun tersenyum dan berkata “Aniyo, tapi besok kan hari minggu”

“Memang kenapa jika hari minggu? Bukan bagus jika aku menghabiskan waktu bersamamu” ujar Jungkook.

Jieun terdiam mencerna ucapan Jungkook dan berkata “Aniyo…” hanya kata itu yang keluar dari mulut Jieun.

Jungkook  hanya tersenyum dengan sikap Jieun dan berkata “Kirimi alamat rumahmu, aku akan menjemputmu dirumah” Jungkook mengacak rambut Jieun dan tanpa menunggu respon Jieun, ia berlalu meninggalkan Jieun.

“Baiklah, akan kukirim alamat rumahku. Terima kasih untuk payungnya” seru Jieun dan Jungkook menoleh kearah Jieun seraya tersenyum puas.

Mark tak ingin memperhatikan tingkah kedua orang disampingnya, namun itu terdengar jelas ditelinganya. “Aiisshh pemandangan macam apa ini” gerutu Mark dan cukup disadari ia tengah ditatap Jieun. Tampak jelas Jieun tengah membuka payungnya “Ya, kau tak berniat meninggalkanku sendirian disekolah kan?”

Jieun cukup menyadari keadaan sekolah yang mulai sepi “Tentu aku akan meninggalkanmu sendirian” kata Jieun dan berjalan meninggalkan Mark.

“Aisshh yeoja menyebalkan” gumam Mark mendapati sikap Jieun.

Baru beberapa langkah Jieun meninggalkan Mark, langkahnya seakan terhenti begitu saja. Ia menoleh dan mendapati Mark tengah asik mendengarkan musik, seakan menunggu hujan reda. Tanpa pikir panjang Jieun memutar tubuhnya, berjalan kearah Mark dan berdiri tepat dihadapan Mark. “Pegang ini” Jieun menjulurkan gagang payung pada Mark.

Mendapati hal ini sontak Mark melepaskan earphonenya dan menatap Jieun, tanpa ragu ia pun meraih payung tersebut. Keduanya berjalan berama-sama dengan satu payung besar yang melindungi mereka dari air hujan, hal yang cukup langka bagi keduanya. “Sebaiknya kau jangan salah paham dengan sikap Jungkook padamu” ujar Mark tiba-tiba.

“Waeyo?” tanya Jieun tak mengerti

“Aniyo…”  Mark mengelengkan kepalanya dan Jieun hanya mampu terdiam mencerna ucapan Mark tadi.

*****

-TBC-

Preview

“Ya, kau pikir Jungkook mengajakmu kencan sampai kau berpakaian serapi ini”

 “Ya, pastikan kau pulang sebelum appa dan eomma pulang. Aku tak ingin kau membuatku repot karena ulahmu.” Teriak Mark

****

“Aggasi, kekasihmu begitu pengertian”

“Johayo?” tanya Jungkook

“Eomma dan appa akan pulang cepat. Sebaiknya kau ada dirumah sebelum jam 2”

****

“Kau menyukai Yoora?”

14 thoughts on “Brother & Sister [Chapter 2]

  1. kol aku ngerasa Jungkook cuma ngelindungin. Jieun gara2 Yoora sellu ngerjain Jieun ya,
    kyanya Jungkook gak suka deh sama Jieun,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s