Love Is Not Over [Chapter 4] End

          Poster Love is Not Over

Author : Kim Raemi

Tittle : Love Is Not Over [Chapter 4] End

Genre : School, Romance, fluff, Angst

Length : Songfic

Rating : T

Summary : Perpisahan begitu menyakitkan! Namun siapa yang dapat memaksakan keadaan jika cinta masih ada? Karena cinta memang belum berakhir.

A/N : Entah ini Songfic atau bukan, tapi saya memang terinfirasi dari lagu BTS – Love is not over. Huruf italic yang terdapat pada Fanfic ini merupakan garis besar Flashback. Keep reading 

Cast :

  • Jeon Jungkook 전 정국
  • Lee Jieun (IU) 이 지은
  • No Minwoo 노 민우

 

 [FANFIC TRAILER] Love is Not Over

Love Is Not Over [Chapter 1] | Love Is Not Over [Chapter 2] | Love Is Not Over [Chapter 3]

The long night is following you as it flows

Time follows you and fades

Why are you getting farther away? So far that I can’t reach you?

Tell me why, you’re so far away, why

Can’t you see me in your eyes anymore?

Malam yang panjang seakan menemani kesepian pria ini, ia menatap keluar jendela apartementnya. Tampak rintik hujan yang membasahi perkotaan, bahkan kaca pada jendela apartmentnya pun sudah berembun. Alunan music dari Eric Nam – Stop The Rain  yang tengah ia dengarkan seakan menyempurnakan, malam ini.

Berkali-kali ia menatap layar ponselnya mencoba mengubungi seseorang yang begitu ia rindukan. “Jieun-ah, kumohon sekali saja terima telponku” gumamnya, kembali mencoba menelpon  Jieun namun tak ada jawaban sejak siang tadi.

“Mengapa kau seakan menjauh dariku, bahkan sangat jauh hingga aku tak dapat meraihmu? Sebegitu bencinya kah kau padaku? Aku sadar kesalahanku begitu fatal, aku melakukan itu pun tak ingin membuatmu terluka” gumamnya yang sadar Jieun seakan menjauhi dan menghindarinya.

Ia memejamkan kedua matanya “Minwoo-ya” begitu jelas bisikan tersebut terngiang ditelinganya. Panggilan yang kerap dilakukan Jieun dulu, memanggil namanya dengan lembut dan ketulusan. Bahkan kenangan indah bersamanya masih begitu jelas dibenaknya.

Minwoo baru saja turun dari mobil yang memang mengantarnya, pandangannya pun tertuju pada Jieun yang baru saja memasuki gerbang sekolahnya. Saat itu Minwoo hanya tersenyum dan setengah berlari untuk menyetarakan langkahnya dengan Jieun. Tepat ia berada dibelakang Jieun, ia langsung meraih tangan Jieun menyatukan jemarinya pada gadis disampingnya ini. “Yaaa!!” seru Jieun ketika mendapati hal ini dan ingin melepas genggaman Minwoo.

Namun Minwoo tak melepaskan genggaman tersebut, ia justru semakin mengeratkan jemarinya. “Wae? Genggaman ini tampak terlihat manis bukan” Minwoo justru mengangkat genggaman tangannya pada Jieun.

“Geumanhae, jika ada guru yang melihatnya. Kita akan diomeli habis-habisan” Jieun kembali berusaha melepas genggaman tangan Minwoo, namun lagi-lagi Minwoo tak membiarkannya.

“Bukan hanya kita saja, lihat sekitarmu” Minwoo melirik pada sejoli yang bergenggaman.

Jieun menelan ludahnya dalam-dalam, entah apa yang ada dipikirannya. Namun Minwoo kembali bersua ” Jieun noona, sepulang sekolah kau tak jadwal les kan? “

“Aniyo..”

Minwoo tampak tersenyum puas “Sepulang sekolah, aku akan kekelasmu. Waktumu hari ini hanya untukku, arraseo ”  tekan Minwoo,  Jieun yang mengerti maksud Minwoo adalah kencan ia hanya mengangguk mantap.

Disaat itu beberapa orang dibelakang mereka tengah bersua “Drama pagi hari, cinta dimusim semi. Tampak sekali bunga-bunga yang bermekaran disekitar mereka” ujar Taehyung dengan leluconnya yang puitis namun membuat Amber dan pria kembar disampingnya tertawa terbahak.

” Tampaknya mereka akan berkencan haruskah kita ikut bersama mereka? ” seru Kwangmin

“Ahhh~ ide yang bagus, Aku setuju”  timpal Youngmin

“Dan mereka harus mentraktir kita” seru Amber

“Itu aku sangat setuju sekaliiii” seru Taehyung,  Hal yang biasa bagi kedua sejoli ini. Dimana teman-teman mereka sering sekali menggoda keduanya.

“Aigo, tampaknya kalian sangat senang mengikuti drama percintaan kami” sahut Minwoo menanggapi ucapan temannya ini.

“Tentu” sahut keempat teman dua sejoli ini dan disambut tawaan mereka.

Tawaan mereka tak berlangsung lama,karena seorang guru berseru “Ya, cepat masuk kalian!!!!! Itu lepaskan genggaman kalian,kalian pikir ada aturan berpacaran disekolah ini!!!” Saat itu juga mereka setengah berlari memasuki gedung sekolah. Masih menggenggam tangan Jieun, Minwoo berlari dan tampak jelas Tawaan menghiasi mereka.

****

Bukit pegunungan dengan padang rumput yang  hijau Dan satu pohon besar betengger kekar di padang rumput ini. Tampak pula bunga- bunga kecil yang bermekaran dibukit ini,  udara sejuk pun seakan menyempurnakan temp at ini.

Minwoo kerap mengajak Jieun kebukit ini melepaskan rasa penat mereka dalam belajar. Bahkan mereka menikmati pemandangan indah, hingga Kali ini Minwoo tengah menatap Jieun yang tampak terlelap direrumputan bukit ini. Ram but panjang Jieun yang mulai terurai menutupi wajahnya membuat Minwoo tersenyum, ia meraih helaian ram but Jieun yang menutupi wajahnya. Bahkan Kali ini tak segan Minwoo mengusap lembut pipi mulus Jieun,  sadar dengan perlakuan Minwoo. Jieun membuka matanya dan menatap Minwoo yang memang tengah duduk didepannya.

“Ya, mau sampai kapan kau akan terlelap direrumputan ini?” Ujar Minwoo membuat Jieun tersenyum Dan terbangun.

“Tempat ini begitu nyaman untuk istirahat” ujar Jieun

“Aigo, tampaknya kau begitu betah disini. Bahkan Aku dicueki, kau anggap apa aku ini” Minwoo mengerucutkan bibirnya seakan sebal.

Jieun tersenyum dan berkata “Aigo, sepertinya kekasihku satu ini marah”

Minwoo memutar bola matanya “Aniyo, jika aku marah untuk apa aku menyiapkan ini” Minwoo menyodorkan bunga mawar putih tepat dihadapan Jieun.

“Ige mwoya? ” ujar Jieun

” Aisshh tentu saja bunga, memang apalagi” ujar Minwoo,

 Saat itu Jieun pun meraih bunga tersebut,Namun tampak raut wajah curiga ” Bunga ini, tidak kau ambil dari kebun disana kan?”

Minwoo langsung berdiri dan berkata “Menurutmu” Minwoo mulai menjauh dari Jieun seraya berlari kecil dan tertawa.

“Aishhh sudah ku duga. Dasar namja ini mana pernah dia benar-benar membelikanku bunga. Chankaman No Minwoo!  Kauu….” Jieun mengejar Minwoo bersiap ingin memukulnya, namun tak dapat digapainya karena Minwoo terus menghindar.

Seperti inilah mereka, terkadang Minwoo bersikap romantis pada Jieun. Bahkan tempat ini pun menjadi tempat favorite mereka berdua, hingga waktu sore pun mulai tiba. Kali ini Minwoo dan Jieun tengah duduk menghadap kearah pegunungan yang terlihat indah. Angin berhembus dengan lembut, langit pun yang kian berubah menyempurnakan suasana.

“Yeoppoda” ujar Jieun melihat pemandangan indah dari bukit ini.

Minwoo tersenyum  “Ne, yeoppoda” ia bukan menatap pemandangan, justru ia sedari tadi menatap Jieun,  sadar dengan pandangan Minwoo sontak Jieun menatapnya “Neo, neomu yeoppo” kali ini Minwoo menjelaskan maksud perkataannya tadi.

Jieun tersenyum dengan pujian kekasihnya ini, begitu terasa ketulusan ucapan Minwoo. Hingga Minwoo mulai mendekatkan wajahnya kewajah Jieun dan tanpa ragu mengecup bibir Jieun,  perlahan keduanya pun memejamkan mata mereka.

******

Genggaman erat seakan enggan dilepaskan oleh Minwoo pada jemari mungil Jieun, sepanjang perjalanan Genggaman pun semakin ia eratkan. Tower namsan merupakan tujuan mereka, dimana kali inimereka tengah mengaitkan gembok keduanya diantara pagar tower tersebut. Minwoo dan Jieun hanya mampu tersenyum mendapati gembok mereka sudah terkait “Aku ingin selalu bersamamu” ujar Minwoo

“Jinjja” Ragu Jieun

“Jinjja. Kau meragukanku?”

“Aniyo. Hanya saja aku lebih tua darimu, Aku tak yakin jika kau tak berpaling dariku” entah kenapa ucapan tersebut keluar begitu saja dari mulut Jieun.

“Ya! kau jangan berpikir yang tidak-tidak. Sampai kapanpun aku tak akan meninggalkanmu” ujar Minwoo

“Yakseo?!” Jieun menjulurkan jari kelingkingnya pada Minwoo.

Minwoo tersenyun, bukan balasan yang Minwoo lakukan. Namun ia justru meraih tangan Jieun dan memakaikan sebuah cincin tepar dijari manis Jieun, ia membulatkan matanya tak percaya.  Minwoo pun menunjukkan cincin couple yang dipakainya juga, saat itu Minwoo pun menggamit jari kelingkingnya dengan kelingking Jieun menyatukan cincin couple pada jari manis mereka “Yakseo! Sampai kapanpun Aku akan selalu menganggapmu kekasihku. Sekalipun kau berpaling dariku” ujar Minwoo

Sikap romantis Minwoo membuat Jieun tak mampu berkata apa-apa, ia tak dapat menutupi rasa terharunya. Hanya senyuman penuh haru yang dapat Jieun lakukan, Minwoo tampak mengerti tanpa berkata apa-apa ia mengaitkan jemari Jieun pada jemarinya dan menikmati pemandangan dari tower ini yang tampak indah. Bahkan kali ini Jieun bukan menatap pemandangan, ia justru menatap Minwoo. “Dari pada kau terus menatap ku seperti itu, sebaiknya kau kecup pipiku” goda Minwoo

Jieun tersipu malu,  namun ia menutupinya “Aisshh,  micheoseo” Jieun sedikit memukul pelan lengan Minwoo.

“Wae kau malu? Lagi pula kita memakai pakian bebas, tak ada yang memperhatikan. ” goda Minwoo

Justru membuat Jieun semakin malu, namun perlahan Jieun berjinjit untuk mengecup pipi Minwoo. Tepat Jieun ingin mengecup pipi Minwoo, saat itu Minwoo sengaja menolehkan kearah Jieun. Hingga kali ini ia merasakan kecupan manis dari bibir Jieun Tepat dibibirnya, sadar akan hal itu Jieun sontak menjauh dan Minwoo tersenyum penuh kemenangan.

“Yakkk!! ” protes Jieun tampak tak  digubris Minwoo,  ia hanya tertawa melihat tingkah Jieun.

*****

Kenangan manis itu sangat jelas dibenak Minwoo, tak mungkin baginya melupakan kenangan manis bersama Jieun. Sampai bisnis kedua orangtuanya yang meningkat, membuatnya harus ikut pergi ke Amerika. Padahal ia menolak, tapi keputusan orangtua tak dapat ia bantah. Ia memang sengaja tak memberitahu Jieun karena tak ingin membuatnya semakin terluka jika mengetahui kalau ia harus ke Amerika.

Selama disana pun batin Minwoo terasa tersiksa, menahan rasa rindu pada Jieun. beberapa kali ia mengirim pesan pada email Jieun, tak ada balasan tampaknya email Jieun sudah tak aktif lagi. Hingga ia membiarkan hatinya menahan rasa rindu, ia sadar dengan kesalahannya pada Jieun yang pergi tanpa sepengetahuannya. Maka dari itu ia kembali dan memperbaiki kesalahannya, baginya sampai saat ini Jieun tetap kekasihnya. Pemikiran yang picik dan cukup egois ia sadar akan hal itu, namun ia tak dapat melepas Jieun.

Bahkan kali ini tak hentinya Minwoo menatap cincin Couple yang ia punya pasangan dari cincin yang ia berikan pada Jieun “Apa kau masih menyimpannya?” gumam Minwoo dengan lirih

****

Love is so painful

Goodbyes are even more painful

I can’t go on if you’re not here

Love me, love me

Come back to my arms

Perpisahan sebuah kata yang menyakitkan, bahkan sangat menyakitkan ketika merasakan dari kata perpisahan. Dimana satu titik kenyamanan ditemukan pada orang tersebut, maka itulah hal yang tersulit dilupakan dari sebuah perpisahan. Mencoba melupakan pun tampaknya tak semudah membalikkan telapak tangan, dikala bayangan indah yang tak henti menghantui maka itulah satu titik kesulitan dalam sebuah perpisahan. Tatkala ingin membuat perbaikan hubungan jika diberi satu kesempatan.

Hal ini begitu jelas dirasakan oleh Jieun, Jungkook dan Minwoo. Secara bersamaan namun berbeda tempat, tampak perasaan gamang menyeruak pada diri mereka. Jieun yang tengah membaca buku mendadak terdiam, entah apa yang ada dipikirannya saat ini bekali-kali ia menghelakan napas beratnya.

Jungkook tengah berada didepan piano yang sering ia mainkan, namun jemarinya tak kunjung memainkan piano tersebut. ia hanya  menatap saja, pikirannya seakan melayang sulit diartikan.

Sedang Minwoo tampak terdiam dikursi makan dengan meja yang panjang, ia menatap kosong arah depannya. Bahkan makanannya tak tersentuh sedikit pun olehnya, ia memejamkan mata mencoba memahami hatinya.

****

            “Ya, Neo eoddi? Apa kau lupa hari ini adalah sidangmu?” seru Amber ketika Jieun menerima telponnya.

            “Tentu saja aku ingat, sebentar lagi aku akan berangkat” ujar Jieun sedikit membenarkan kemejanya, hari ini Jieun memang tampak berbeda dari biasanya ia mengenakan setelan wanita kantoran dimana sidang pun harus berpenampilan rapi.

            “Pengujimu bukankah Leeteuk Seonsaeng?”

            “Ne, wae?”

            “Dia sudah datang”

            “Jinjja????” pekik Jieun tak percaya

“Ne”

            “Aigo, penguji itu kenapa datang lebih awal. Padahal sidang dimulai pukul 8” protes Jieun karena ia memang mendapat jadwal sidang dipagi hari.

“Eoh, tampaknya Yoona Seonsaeng pembimbingmu sudah datang. Yak! Cepat datang” ujar Amber

Jieun sontak kaget “Jinjjayo?? Aisshhh, aku akan jalan sekarang” seru Jieun yang langsung meraih tasnya dan bergegas kekampus.

Sungguh tak disangka kalau para dosen sudah datang, setengah berlari Jieun menuju halte bus. Cukup kesulitan baginya untuk berlari, karena ia mengenakan highheels. Terlihat jelas bus utama sudah datang, sontak ia mempercepat langkahnya. Bahkan terlihat jelas bus tersebut hendak berjalan, Jieun berusaha berteriak “Ahjjusi Chankamanyo”.

Terlihat jelas bus tersebut berhenti mendadak, tak biasanya bus berhenti mendadak. Padahal teriakan Jieun tampak tak terdengar oleh sang supir, namun sepertinya supir tersebut menatap pada kaca spionnya. Kala itu Jieun langsung menaiki bus yang memang sudah biasa baginya, pagi hari naik bus tidak akan dapat kursi untuk duduk. Jieun pun memilih berdiri dideretan tengah dan meraih pengaman yang ada diatasnya. Cukup sadar baginya ketika ia memegang pengaman diatas kepalanya sudah terdapat tangan seseorang, tanpa sengaja Jieun menggenggam tangan orang tersebut. sontak saat itu juga Jieun melepaskan kembali pegangannya “Jeosonghamnida” ucap Jieun pada orang dibelakangnya.

Namun orang tersebut justru meraih tangan Jieun, sontak membuatnya kaget dan menatapnya “Jungkook” gumamnya dalam hati tak percaya orang yang berada dibelakangnya ini adalah Jungkook.

Jungkook hanya tersenyum, namun Jieun justru ingin melepaskan genggaman tangan Jungkook. tapi ia meraihnya kembali “Kau harus bepegangan, jika tidak kau akan jatuh”  Jungkook meletakkan tangan Jieun tepat pada pengaman yang sekarang justu tangan Jieun digenggamnya.

Jieun tak dapat berkata apa-apa, ia diam membeku dengan perlakuan Jungkook. Kali ini ia justru menatap keluar jendela, membiarkan Jungkook yang berada dibelakangnya menggengam tangannya.

Lagi-lagi semua berkat motornya yang harus kebengkel, Jungkook kembali naik bus dan memang ia sadar akan Jieun yang berteriak agar bus berhenti. Saat itu dialah yang meminta pada supir bus untuk berhenti sejenak, karena ada penumpang yang tertinggal. Hingga Jieun tampak tak sadar kalau Jungkook berada didalam bus yang sama bahkan dibelakangnya.

Jungkook tak dapat menutupi rasa senangnya, ia terus tersenyum menatap tangan Jieun yang masih digenggamnya. Setelah sekian lama ia tak pernah lagi menggengam tangan mungil Jieun, ia pun menatap Jieun yang terlihat sangat rapi. Aroma parfum ciri khas Jieun begitu melekat dan Highheel yang dikenakannya tampak menyempurnakan penampilannya.

Tak ada pembicaraan diantara keduanya, mereka tampak diam membeku satu sama lain. Jungkook pun teringat akan tingkahnya dikedai Ice Cream waktu itu membuatnya sadar itu cukup kekanakan, namun tak mungkin ia membahas hal tersebut pada Jieun. ia memilih diam dan hanya menatap Jieun dari belakang.

Jieun pun tampak diam saja, ia sadar benar jaraknya yang begitu dekat dengan Jungkook membuatnya tak mampu berkutik. Sampai ia merasakan bus mendadak berhenti, bahkan Highheels yang dikenakannya membuatnya kesulitan berdiri dan nyaris terjatuh. Namun Jungkook bersikap cepat, ia melingkarkan tangannya tepat dipinggang Jieun.

Seakan Dejavu, Jieun menoleh kearah Jungkook dan tampak senyuman mengembang dari bibir Jungkook. Senyuman yang sudah lama tak ia lihat, namun buru-buru Jieun mengalihkan pandangannya tepat keluar jendela. Bahkan ia tak protes dengan lingkaran tangan Jungkook dipinggangnya, membuat posisi Jungkook yang memeluknya dari belakang. Dalam diam Jieun tampak tak mengerti dengan hatinya saat ini.

“Tak biasanya kau mengenakan Highheels” ujar Jungkook membuka pembicaraan.

Jieun sedikit tersentak dengan ucapan Jungkook “Wae? Jika kau ingin meledekku sebaiknya kau diam saja”

Ucapan Jieun membuat Jungkook tersenyum “Aniyo.. Noona-ya tampaknya kau melupakan kampusmu” ujar Jungkook yang sadar bus tampak berhenti tepat didepan halte kampus Jieun.

Sadar akan hal tersebut, sontak Jieun melepaskan tangan Jungkook “Aissh aku harus buru-buru” gumam Jieun dan ingin berlalu meninggalkan Jungkook, namun langkahnya tertahan Jieun justru menatap Jungkook “Gomawo Jungkook-ah” Jieun tersenyum dan tanpa menunggu respon Jungkook, Jieun sudah berlalu meninggalkan Jungkook yang masih diam membeku dengan sikap Jieun.

Maka senyuman pun tampak jelas dari bibir Jungkook, ia masih menatap Jieun yang setengah berlari memasuki gerbang kampusnya “Noona-ya, bisakah kita kembali seperti dulu? Aku ingin kau kembali kedalam pelukanku” Gumam Jungkook dengan lirih.

^^^^

Minwoo berjalan santai dihalaman sebuah kampus, ia berniat untuk kegedung utama pada kampus ini. Tampak jelas banyak mata terarah padanya, tak jarang para mahasiswi yang menatap ketampanan Minwoo. Namun hal tersebut seakan tak ia perdulikan, ia justru mencari sosok seseorang yang ingin sekali ia lihat.

Tepat ia memasuki lobi digedung utama, seseorang menghampirinya “Sudah datang? Ibumu sudah mengurus semua, tapi kau harus menghadap rektor ujarnya

“Ne, Taehyung. Aku tak mengerti samchun kenapa ingin menemuiku.” Ujar Minwoo

“Sepertinya beliau merindukan keponakannya yang tak ada kabar” ujar Taehyung.

Minwoo hanya tersenyum mendengar ucapan Taehyung, bahkan matanya kali ini justru menatap seorang gadis yang begitu ia rindukan “Jieun noona” gumamnya pelan dari jarak yang cukup jauh namun Minwoo dapat melihatnya dengan jelas.

“Jieun noona, baru saja melangsungkan sidangnya tadi” ujar Taehyung

“Tampaknya sidang yang berhasil, senyumnya sangat sumringah” Minwoo tersenyum mendapati Jieun yang begitu senang.

“Sama sepertimu, tampak sumringah ketika melihatnya” ledek Taehyung, membuat Minwoo menatapnya “Tidakkah kau menemuinya saat ini” usul Taehyung.

“Aniyo… Aku tak ingin merusak kesenangannya karena kehadiranku. Ia tampak masih membenciku” ujar Minwoo

“Noona,belum menerima telponmu?”

Minwoo menganggukan kepalanya “Ehmmm~ keundae aku tak akan menyerah dan akan menemuinya” ujar Minwo

Taehyung menunjukkan ibu jarinya “Bagus! Aku mendukung sepenuhnya padamu”

Belum sempat menanggapi ucapan Taehyung, dua orang dibelakang Minwoo berseru “Minwoo-ya, bogoshipeo!” Kedua orang tersebut merangkul Minwoo.

“Tapi Minwoo sepertinya tak merindukan kita kwangmin” ujar Youngmin

“Geurae! Dia hanya merindukan Jieun noona” ujar kwangmin meledek Minwoo.

Tampak bernostalgia saat SMA dulu, mereka bersenda gurau. Bahkan tak jarang lelucon menghiasi persahabatan mereka, Minwoo pun begitu merindukan teman-temannya ini.

******

Love is not over, over, over

Love is not over, over, over

Jungkook tengah menikmati hidangan makan malam bersama kedua orangtuanya. “Jungkook-ah, kau sudah menentukan pilihan universitas mana yang kau minati?”ujar Ayahnya disela-sela makan malam memulai pembicaraan.

“Tentu saja. Aku sudah menandai universitas mana saja yang aku mau, semoga saja aku dapat diterima.” Ujar Jungkook sambil melahap makanannya.

“Syukurlah, untuk saat ini kau harus fokus pada ujian akhirmu yang beberapa hari lagi.” Kali ini ibunya bersua.

Jungkook tampak menurut dan berkata “Ne, eomma”

“Saat kuliah nanti kau harus lebih giat belajar, aku cukup kagum dengan Jieun. dia mengambil semeter pendek dan lulus lebih cepat dibanding teman-temannya. Bahkan dia sudah wisuda tadi pagi” ujar ayahnya

Jungkook tampak menghentikan aktifitas makannya “Jieun noona, sudah wisuda?”

“Aigo, mengaku kekasihnya tetapi tidak tahu sama sekali kalau kekasihnya itu wisuda. Apa kau tidak memberikan ucapan selamat padanya, kekasih macam apa itu” ledek ayahnya

Belum sempat menyahuti ucapan ayahnya, justru ibunya berkata “Yeobo, apa kau belum tahu. Dia sudah putus dengan Jieun”

“Eomma…”

Ayahnya hanya menatap Jungkook “Jinjayo?  Pantas akhir-akhir ini dia terlihat sangat kusut.”Ledek ayahnya

“Abojji…” raut wajah kesal seakan tampak jelas dan ia mengerucutkan bibirnya.

“Perpisahan memang menyakitkan, tapi jika kita masih menyukai orang tersebut. Tak ada salahnya untuk memperbaiki suatu hubungan” ujar ayahnya yang seakan memberi saran.

Jungkook terdiam mencoba mencerna ucapan ayahnya yang klise dan sulit dipahami untuknya. Seakan terbelenggu pada pikirannya, ia pun menatap arloji yang menunjukkan pukul 18.30. Jungkook menyudahi makan malamnya dan langsung berdiri.

“eoddie?” tanya ibunya

“Eomma, Abojji. Jam segini apa masih ada toko bunga yang buka?” tanya Jungkook membuat kedua orangtuanya tersenyum……

^^^^

Jieun tengah berjalan santai diarea komplek rumahnya, setelah melangsungkan wisuda tadi pagi perasaan lega begitu terasa. Terlebih lagi siang tadi orangtuanya membuat acara kecil merayakan kelulusan Jieun, hal yang mungkin tak bisa Jieun lupakan. Namun kali ini ia baru saja membeli beberapa makanan ringan dan ice cream kesukaannya dari supermaket terdekat, seraya menghirup udara segar malam hari yang jarang ia nikmati.

Jieun-ah chukaeyo

Beberapa deretan pesan yang memberinya ucapan selamat membuatnya tak luput tersenyum kepuasan. “Ahh~ setelah ini apa yang harus kulakukan? Berkencan? Ahhh~ aniyo, aku tak ingin berkencan lagi” gumam Jieun sendirian, membuatnya tersenyum.

Namun tiba-tiba ponselnya berbunyi, tampak jelas dilayar ponselnya No Minwoo’ untuk kesekian kali baginya Minwoo mencoba menghubunginya. Alhasil Jieun seakan tak mampu menerima telpon, ia hanya menatap layar ponselnya.

“Ya, tidak bisakah kau menerima telponku sekali saja” ujar Minwoo yang tengah bersandar dimobilnya tepat didepan rumah Jieun. Dia memang menunggu Jieun didepan rumahnya, setelah ia sempat bericara dengan ibu Jieun dan ia memilih menunggu didepan.

Jieun diam membeku dengan kehadiran Minwoo, senyuman yang tadi menghiasi wajah Jieun pun seakan memudar. Darahnya  terasa berdesir mendapati pria yang pergi meninggalkannya tanpa pamrih dan kali ini ia menampakan dirinya begitu saja dihadapan Jieun.

Minwoo menghampiri Jieun dan menyodorkan sebuket bunga mawar yang dibawanya. “Chukaeyo, Jieun noona” ujar Minwoo cukup ragu, bahkan ia menatap lekat wajah Jieun.

Jieun tampak tak bergeming, ia menatap Minwoo “Wae? Kenapa kau kembali lagi?” ujar Jieun terasa tercekat.

“Mianhae, aku sadar akan kesalahanku dan kau tampak membenciku.” Kali ini Minwoo terasa tercekat.

“Kenapa baru sekarang kau menghubungiku? Saat disana apa tak ada sedikitpun kabar yang ingin kau beritahu padaku?”

“Aku mencoba menghubungimu, namun tampaknya kau tak mengaktifkan emailmu itu.” Jieun cukup sadar akan email lamanya yang tak pernah ia buka “Aku tahu kau tersiksa dengan keadaan itu, namun saat disana pun aku terus memikirkanmu. Untuk pergi kesana pun bukan keinginanku.” Lanjut Minwoo

“Keundae wae? Kenapa hanya aku yang tak kau beritahu?” tanya Jieun penuh penekanan, bahkan tanpa terasa airmatanya jatuh begitu saja.

“Aku memang sengaja tak memberitahumu, aku tak ingin melukaimu dan aku tak ingin ada kata perpisahan untuk kita berdua.” Dengan lirih Minwoo berucap tak menutupi rasa pilunya.

Jieun hanya terdiam mendengar penjelasan Minwoo airmatanya seakan tak henti mengalir. Saat itu Minwoo langsung memeluk Jieun dengan erat “Selama disana aku tak pernah menganggap hubungan kita berakhir, aku masih menganggapmu kekasihku” ujar Minwoo.

Jieun kembali terdiam entah apa yang ada dipikirannya, ia tampak memejamkan kedua matanya. Tanpa disadari Jungkook yang tengah menatap pemandangan ini dari jarak yang cukup dekat, tubuhnya terasa lemas seketika. Dengan sebuket bunga yang ia beli, Jungkook berniat untuk memberikan bunga tersebut pada Jieun. Namun tampaknya situasi tak memungkinkan, bahkan ia sadar pria yang tengah memeluk Jieun adalah pria yang terdapat pada foto selca Jieun.

Jungkook tampak menahan rasa pedihnya, tanpa ia sadari air matanya jatuh. Seakan tangannya lemas, buket bunga jatuh begitu saja dan tanpa berkata apa-apa Jungkook pergi dari tempat ini, seraya memejamkan matanya berkali-kali.

Minwoo masih memeluk erat Jieun, namun perlahan Jieun mencoba melepaskan pelukan Minwoo “Keundae, Minwoo-ya. Semenjak itu aku sudah mengganggap hubungan kita sudah berakhir” ujar Jieun dengan berat hati.

Minwoo membulatkan matanya tampak tak percaaya dengan ucapan Jieun “Gheotjimalyo??”

Kali ini Jieun melepaskan pelukan Minwoo dan melepaskan kalung yang mengaitkan cincin pemberian Minwoo “Satu hal aku tidak membencimu Minwoo-ya. Aku hanya kecewa karena kau tak memberitahuku untuk keamerika, jika kau memberitahuku mungkin aku dapat menerima kenyataan dan menunggumu.”

Minwoo tercengang dengan ucapan Jieun, ia kian lekat menatap Jieun “Wae? Apa sudah ada seseorang yang menggantikanku dihatimu?”

Jieun menghelakan napasnya, tak menjawab ucapan Minwoo “Mianhae Minwoo-ya”  hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Jieun , ia pun menaruh cincin couple tersebut tepat ditelapak tangan Minwoo dan tanpa berkata apa-apa lagi Jieun memasuki rumahnya.

Minwoo tampak tak bergeming sedikit pun,  ia masih menatap punggung Jieun sampai memasuki rumahnya dan kali ini ia justru menatap cincin couple. Dengan perasaan lirih airmata Minwoo jatuh begitu saja.

****

FIN~

#EPILOG

-3 bulan kemudian-

Jungkook tengah berjalan menuju fakultasnya, tertera jelas sebuah nama ‘Saekang university’ kampus yang tampak tak asing untuk Jungkook. karena dulu ia kerap menjemput seorang Jieun dikampus ini, kenangan yang tak bisa ia lupakan sampai saat ini. Baru sebulan Jungkook resmi menjadi mahasiswa Saekang university.

Tepat ia sampai difakultas Ekonomi, tampak jelas Yugyeom, Bambam dan Moonbin yang juga diterima universitas ini melambaikan tangannya. “Ahhh~ tiga pria ini lagi, kenapa mereka harus ikut diuniversitas dan mengambil fakultas yang sama denganku” gumam Jungkook ketika teman-temannya menghampirinya.

“Aiisshh, kau pikir ini keinginan kami. Jika aku mau pun aku enggan berada didekatmu” ujar Bambam membuat yang lain tertawa

“Mungkin kita memang jodoh bisa bersama-sama seperti dulu” ujar Yugyeom membuat ketiga temannya menatapnya.

“Aigo, aku merinding mendengar ini.” ujar Moonbin

“Hentikan leluconmu itu, sebaiknya kau ladeni para yeoja itu Yugyeom. Mereka tampak menyukaimu” ujar Jungkook menunjuk pada beberapa mahasiswi yang memang mengincar Yugyeom.

“Aniyo, aku sudah menemukan jodohku lagi pula” ujar Yugyeom membuat yang lain menatapnya kesal “Bukan kalian, tapi yeoja itu” Yugyeom menunjuk pada seorang mahasiswi angatannya yang melambaikan tangan kearah Yugyeom.

“Daebak, kalian berpacaran?” seru Bambam

Yugyeom tersenyum dan berkata “Aku pergi dulu, hari ini aku tak ikut kelas Yoona sonsaeng. Aku akan kencan dengannya” tanpa menunggu respon temannya, Yugyeom berlalu meinggalkan mereka.

Ketiga temannya ini hanya mengelengkan kepalanya dan Moonbin berkata “Ahh~ dia satu langkah lebih cepat dariku dalam berpacaran”

Belum sempat menanggapi ucapan Moonbin, tampak beberapa senior fakultas ini berjalan santai menuju kelas. Tak jarang yang menatap kagum ketampanan mereka, bahkan diantaranya pria kembarlah yang begitu menjadi pusat perhatian para mahasiswi tingkat 1.

“Ya, apa kalian dengar salah satu dari mereka yang pindah dari amerika adalah keponakan dari rektor dan penyandang dana terbesar dikampus ini” ujar Bambam.

“Minwoo sunbae, bukan rahasia umum lagi perihal tersebut. Bahkan ia disini hanya melanjutkan semesternya, banyak yeoja yang mengincarnya” ujar Moonbin.

Jungkook tampak tak tertarik dengan pembahasan kedua temannya, bahkan ia enggan menatap kearah Minwoo. Tapi kedua temannya justru semakin membicarakan para senior dan terus menatap kearah mereka.

“Ya Kim Taehyung, berhentilah tebar pesona didepan para Hoobae” seru seorang wanita sambil memukul pelan kepala pria tersebut.

“Ya!!! Amber sunbae, kau ingin merusak imageku?” protes Taehyung.

“Memangnya image apa yang kau bangun? Cool? Tidak cocok!” ujar Amber membuat ketiga temannya menertawainya “Eoh, Minwoo kau sudah memulai perkuliahanmu?”menyadari adanya Minwoo dikampus ini.

“Ne, chukaeyo sunbae atas kelulusanmu” ujar Minwoo

“Gomawoyo, walau sedikit terlambat pada akhirnya aku dapat lulus juga. ahhh semua berkat Jieun, jika dia tak membantuku. Aku akan kesulitan” ujar Amber membuat Minwoo terdiam, Jotwins dan Taehyung tampak menatap Minwoo

Jungkook dan teman-temannya cukup mendengar percakapan mereka, Namun mereka tak bergitu menghiraukan dan ingin berlalu menuju kelas, tapi Amber berseru “Eoh Jungkook-ah, kau kuliah disini?”

“Eoh, ne sunbae” sapa Jungkook yang sadar akan Amber adalah sahabat Jieun, mereka memang sempat bertemu beberapa kali.

Moonbin dan Bambam saling bertukar tatap, mereka pun tampak pernah melihat Amber disuatu tempat. Tak ada pembicaraan lagi diantara Amber dan Jungkook, kala itu Jungkook dan teman-temannya berjalan menuju kelas.

“Minwoo, kau tampak biasa saja melihat Jungkook.” ujar Amber membuat Minwoo mengerutkan keningnya.

“Mwo maksudmu? Memang ada apa dengannya?” tanya Minwoo

Menyadari hal itu sontak Taehyung merangkul Amber “Noonaaa”

“Memang Taehyung tidak menceritakan padamu? Jungkook adalah mantan kekasih Jieun.” ujar Amber membuat Taehyung dan Jotwin menepuk kening mereka. mereka memang tak memberitahu Minwoo akan hal tersebut, tampak jelas Minwoo menatap kedua temannya.

“Mwo? Maksudmu, dia penggantiku dihati Jieun?” tak pelak Minwoo bertanya demikian membuat rahangnya mengeras.

“Ne….” belum sempat Amber melanjutkan ucapannya, mulutnya sudah dibekap Taehyung.

Tanpa berbicara apa-apa Minwoo berlalu meninggalkan teman-temannya, entah apa yang ada dipikirannya saat ini. Namun sukses membuat rahangnya mengeras.

^^^^

Mata kuliah yang belum dimulai membuat seisi kelas cukup gaduh dengan senda gurau para mahasiswa dan mahasiswi. Begitu pula yang dilakukan Jungkook, Bambam dan Moonbin yang memang memilih duduk bagian belakang.

“Yugyeom benar-benar tak masuk kelas ini?” ujar Bambam

“Aisshh, jelas-jelas ia mengatakan berkencan” papar Moonbin mengingat ucapan Yugyeom tadi.

“Masa berkencan memang indah, jika merasakan perpisahan ahhhh~” Jungkook seakan enggan melanjutkan.

“Arasseo! Akan susah move on, sama sepertimu hahaha” ledek Bambam membuat moonbin tertawa, namun Jungkook mengerucutkan bibirnya dengan ledekan teman-temannya ini.

Disela pembicaraan mereka, seisi ruangan mendadak semakin gaduh akan decak kagum para wanita dikelas ini. “Minwoo sunbae, kau mengambil mata kuliah ini?” ujar para wanita ketika Minwoo memasuki kelas, Minwoo hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan hoobaenya.

“Omo, dia begitu tampan dari jarak sedekat ini”

“Ahh~ Minwoo sunbae”

Decak kagum yang keluar dari mulut wanita dikelas ini, hanya ditanggapi gelengan kepala para pria. Bahkan Minwoo pun tampak tak memperdulikan, ia mencari kursi kosong dan beberapa wanita yang tampak memberikan kursi kosong untuk Minwoo. Ia menolak dengan halus dan terarah pada kursi kosong dideretan belakang, kursi kosong yang tepat berada disamping Jungkook.

Tanpa berkata apa-apa Minwoo langsung duduk dikursi tepat disamping Jungkook. Mendapati hal ini Moonbin, Bambam sontak menatap Jungkook,  mereka bertiga bertatapan seakan tak mengerti dengan keadaan ini.

“Ah~ kenapa pria ini memilih duduk disampingku” gumam Jungkook dalam hati “Apa dia sengaja?” Jungkook mengelengkan kepalanya dan mencoba tak memperdulikan Minwoo.

“Jungkook-ssi, orang seperti apa dirimu sebenarnya?” ujar Minwoo

“Mwo?” Jungkook tampak bingung dengan ucapan Minwoo

Tak ada jawaban dari Minwoo, ia disibukkan dengan buku dihadapannya. Jungkook hanya mampu menatap Minwoo dengan seribu pertanyaan pada sikap pria ini.

“Yoona sonsaengnim sedang cuti untuk beberapa bulan” seru beberapa mahasiswa ketika memasuki kelas membuat semua bersorai “Tapi jangan senang dulu, asistennya yang akan menggantikannya selama cuti dan sudah menuju kelas ini.”

“Yahh” seru seisi kelas yang mendadak lesu.

“Aigo, apa kalian senang jika tak ada dosen?” ujar seorang wanita berpenampilan rapi dan cantik, membuat seisi kelas kebingungan “Aku asisten Yoona sonsaengnim” lanjutnya dan berjalan ketengah kelas.

Mendapati wanita berambut panjang dan berpenampilan layaknya wanita kantoran membuat mahasiswa dikelas ini bersorai. Jungkook dan Minwoo yang cukup sadar dengan wanita tersebut, mereka membulatkan kedua matanya “Jieun noona” pekik keduanya dan secara reflek bertatapan, namun tak berlangsung lama karena mereka berfokus kembali pada Jieun.

“Lee Jieun imnida. Untuk beberapa bulan, aku yang akan menggantikan Yoona sonsaengnim yang tengah cuti. Mari kita mulai pelajaran”

“Yes!!!!!” seru mahasiswa yang tampak antusias, Jungkook dan Minwoo hanya menghelakan napas mereka mendapati para pria yang terus memandang Jieun.

“Yeoppoda” gumam Moonbin dan Bambam bersamaan menatap Jieun, namun Jungkook menatap tajam kedua temannya ini. Sadar dengan tatapan Jungkook, sontak keduanya mengalihkan pandangan mereka.

Kali ini Jieun tampak sudah siap memberi penjelasan pada presentasinya. namun ketika Jieun ingin menjelaskan pada slide pertama, dari arah pintu tampak tiga mahasiswa yang menerobos memasuki kelas ini dan berseru “Ya, No Minwoo kau tak—-“ cukup sadar akan situasi kelas yang sudah dimulai, sontak ketiga pria ini menggantungkan kalimatnya.

“Taehyung, kita terlambat. Ia sudah duduk dengan pria itu” ujar Youngmin berbisik pada Taehyung dan menatap Minwoo.

Jieun memang sadar keberadaan Jungkook dan Minwoo yang duduk bersebelahan. Namun ia bersikap biasa saja layaknya seorang Dosen “Ya, kalian bertiga. Apa kalian salah alamat kelas/? Kim Taehyung, Youngmin, Kwangmin” ujar Jieun menekankan kalimatnya.

Saat itu juga Taehyung tertawa renyah “Noona, mian. Kami memang salah kelas. Annyeong “ ujar Taehyung yang langsung bergegas keluar kelas ini dan diikuti Jotwins.

Seisi kelas sempat gaduh karena tawaan, namun seakan kembali normal Jieun memulai penjelasannya.

-Beberapa saat kemudian-

Bukan penjelasan saja yang diberikan Jieun, namun beberapa pertanyaan dilontarkan pada Jieun membuat kelas pun cukup interaktif dalam mata kuliahnya. Hingga saat ini mata kuliahnya pun sudah berakhir dan ketika Jieun ingin meninggalkan kelas ini.

“Sam, bolehkah aku meminta nomormu? Kau dosen yang begitu cantik menurutku” goda salah seorang mahasiswa membuat seisi kelas bersorai.

Jieun hanya tersenyum dan berkata “Ya, jangan berusaha menggodaku” sontak seisi kelas menahan tawa, Jungkook pun tersenyum mendengar hal tersebut teringat akan ucapan ini pernah dilontarkan Jieun padanya dulu. Sadar dengan tingkah Jungkook, Minwoo sontak menatapnya.

“Keundae, jika diantara kami berdua yang menggodamu siapa yang lebih kau pilih? Aku atau dia?” ujar Minwoo sambil menatap Jieun, tampak jelas ekpresi kaget dari wajah Jieun. Bahkan Minwoo tersenyum penuh maksud pada Jungkook, hingga kali ini keduanya saling bertukar tatap……

*****

jkiu1

7 thoughts on “Love Is Not Over [Chapter 4] End

  1. aaa, udah selesai kah? perlu sequel ini mah. pengen liat Jungkook sama Minwoo saingan merebut hati jieun, kan jieun bkal jadi asdos slama beberapa bulan tuh.. hehee.. gomawo.. nice ff

  2. aishh kenapa ending’a gantung thor. padahal berharap banget jieun bakal sama jungkook. minta sequelnya donk thor. serasa kecanduan gini.haha. hbisnya ceritanya bagus sih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s