Love Is Not Over [Chapter 3]

          Poster Love is Not Over

Author : Kim Raemi

Tittle : Love Is Not Over [Chapter 3]

Genre : School, Romance, fluff, Angst

Length : Songfic

Rating : T

Summary : Perpisahan begitu menyakitkan! Namun siapa yang dapat memaksakan keadaan jika cinta masih ada? Karena cinta memang belum berakhir.

A/N : Entah ini Songfic atau bukan, tapi saya memang terinfirasi dari lagu BTS – Love is not over. Huruf italic yang terdapat pada Fanfic ini merupakan garis besar Flashback. Keep reading 

Cast :

  • Jeon Jungkook 전 정국
  • Lee Jieun (IU) 이 지은
  • No Minwoo 노 민우

 [FANFIC TRAILER] Love is Not Over

Love Is Not Over [Chapter 1] | Love Is Not Over [Chapter 2]

-Dua mingggu kemudian-

Dilapangan basket Jungkook meneguk habis air mineral yang memang sudah tersedia setelah latihan basket. Namun teman-temannya tampak sadar karena latihan Jungkook hari ini seakan tak fokus “Kau memikirkannya lagi? Sampai latihan tidak fokus” ujar Yugyeom merupakan teman tim basket dan teman sekelasnya.

“Aniyo..” bantah Jungkook seraya menyeka keringatnya yang bercucuran diwajahnya.

“Jinjjayo? Aku tahu kau Jeon Jungkook. Aigo sampai kapan namja ini akan move on” ujar Bambam tak menyangka terhadap temannya ini.

“Kembalikan fokusmu, karena kita bukan hanya menghadapi pertandingan. Tidak akan lama lagi pun ujian akhir sekolah akan dimulai, bahkan ujian perguruan tinggi akan menanti kita” ujar Yugyeom membayangkan keadaan mereka yang memang sudah menginjak kelas 3.

“Pertandingan kali ini kita tidak akan turun, siswa kelas 2 yang akan bertanding. Karena kita sudah kelas 3 para guru meminta agar kelas 2 saja.” Ujar Moonbin yang masuk dalam pembicaraan mereka.

“Syukurlah, setidaknya bebanku berkurang sedikit” ujar Jungkook yang mengerenggangkan otot-ototnya.

“Mungkin beban ini kau berkurang, tapi beban hatimu tampaknya tidak berkurang sama sekali.” Ledek Bambam membuat Jungkook terdiam.

“Ya, tidakkah kau untuk berkencan lagi? Ingat pertandingan 3 bulan lalu, melawan Insa Highshcool. Beberapa yeoja banyak yang menanyaimu Mr.Jeon, aku cukup mengenal mereka. Mau ku kenalkan dengan mereka?” ujar Moonbin

Jungkook tak bergeming, enggan berkomentar perihal tersebut. tapi Yugyeom terlihat antusias “Jika kau bertanya seperti itu, sudah yakin dia tidak akan mau. Lebih baik langsung kau kenalkan ia dengan seorang yeoja, apa mereka cantik-cantik?” tanya Yugyeom

“Tentu saja cantik. Mereka pun kelas 3, Hwang nara aku akan mengenalkannya pada Jungkook. Karena ia tampak menyukaimu, ia memperhatikan permainan basketmu dan sempat mengatakan padaku kalau ia menyukai permainan basketmu juga” tutur Moonbin yang disambut antusias oleh Yugyeom dan Bambam.

Tidak dengan Jungkook yang tampak tak tertarik dengan pembicaraan tersebut “Geumanhae! Jangan mencoba untuk mengenaliku dengan yeoja lain” secara gamblang Jungkook berucap demikian dan berlalu meninggalkan lapangan ini.

Teman-temannya hanya mampu menatap Jungkook, hingga Bambam bersua “Mau sampai kapan ia terus memikirkan Noona itu, haruskah kita membuat rencana?” Yugyeom dan Moonbin hanya tersenyum seakan mengerti ucapan Bambam.

****

Jieun tengah menatap agenda perkuliahannya yang memang hanya tinggal satu tahap harus ia lakukan. Tertera jelas sidang skripsinya yang akan dilaksanakan dua minggu lagi, ia memang mengambil semester cepat dan menyelesaikan skripsi untuk mencapai kelulusan. Meski ia tengah merasa kegalauan, namun ia sebisa mungkin menyelesaikan skripsinya dan membantu beberapa dosen yang terkadang meminta untuk menggantikannya.

“Daebak, kau benar-benar menyelesaikan skripsimu dengan cepat. Dua minggu sidang, lalu wisuda dan kau akan meninggalkanku dikampus ini?” ujar Amber dengan ekpresi kecewanya.

“Aigo, maka selesaikanlah skripsimu dengan cepat. Lagi pula jika lulus nanti, sambil mencari pekerjaan aku masih bisa membantu para dosen dan tentunya masih dapat bertemu dengamu uri Chagi” ledek Jieun sambil merangkul Amber.

“Aisshhh dulu berpisah dengan Minwoo seperti ini, bahkan berpisah dengan anak SMA itu… kenapa aku yang selalu kena sasaranmu” gurau Amber membuat Jieun mengerucutkan bibirnya.

“Ya, Geumanhae” protes Jieun disambut tawaan Amber melihat sikap Jieun.

Belum sempat menanggapi ucapan Jieun, seorang wanita menghampiri keduanya “Jieun-ah, bisa kau menggantikanku memberi presentasi di semester 3 mata kuliahku.” Ujar salah satu seorang Dosen yang biasa meminta Jieun untuk menjadi asistennya.

“Ne, Yoona seonsaengnim. Aku bisa” ujar Jieun dengan pasti.

Dosen tersebut tersenyum penuh puas “Gomawo Jieun-ah, sekarang ikutlah keruanganku. Kajja”

Jieun pun menatap Amber, seolah mengerti Amber hanya mengangguk. Tanpa ragu Jieun mengikuti Yoona Sonsaengnim untuk keruangannya. Sedang Amber masih menatap Jieun yang terlihat asik berbincang dengan Yoona Sonsaengnim “Ahh dia benar-benar mencari kesibukan sendiri untuk melupakannya.” Gumam Amber yang cukup memahami Jieun.

Namun seseorang membuat Amber kaget “Hyung, apa benar Jieun noona akan sidang dan lulus disemester ini?”

“Aigo, Kim Taehyung. Kau mengagetkanku saja”  Amber tak percaya dengan penampakan disampingnya, pria ini kerap memanggilnya hyung dibanding memanggil Noona “Tentunya, dia memang ingin cepat-cepat lulus dari kampus ini.”

Taehyung tampak diam saja dengan ucapan Amber, namun ia sedikit bergumam “No Minwoo, tampaknya kau benar-benar tak berjodoh dengannya.”

Menyadari ucapan Taehyung, sontak Amber menatapnya “Mwo???”

Taehyung hanya tersenyum polos dan seolah tak berbicara apa-apa “Aniyo, Noona gomawoyo.” Saat itu Taehyung berlalu meninggalkan Amber.

“Aigo, bocah itu selalu saja seperti ini” Amber menggelengkan kepalanya akan tingkah Taehyung yang terkadang memanggilnya Hyung, jika sadar ia memanggilnya Noona. Ia pun tahu Taehyung merupakan juniornya di SMA dulu dan berteman dekat dengan Minwoo.

*****

Disebuah apartment mewah seorang pria tengah disibukan oleh telpon yang diterimanya. “Ne, eomma. Aku sudah sampai dengan selamat.” Ujarnya pada seorang wanita yang tak lain tak bukan adalah ibunya.

“Minwoo-ya. Apa kau yakin dengan keputusanmu itu?” ujar ibunya dengan nada yang penuh keraguan.

“Wae? Bukankah eomma yang mengatakan kalau aku sudah dewasa dan boleh menentukan pilihan?” ujar yang kerap disapa Minwoo.

“Arasseo. Keundae, jika kau meneruskan kuliahmu disana aku akan merasa kesepian.”

Mendengar hal tersebut Minwoo tersenyum “Eomma, jangan berpikir seperti itu. Aku akan sering-sering menelponmu”

“Yakseo?”

“Ne, uri eomma” Minwoo seakan meyakinkan ibunya.

“Aku akan mengurus semua mengenai perpindahan kuliahmu, jangan lupa jaga kesehatanmu. Aku tutup” Sesaat ibunya menyudahi perbincangan Minwoo hanya menatap keluar jendela kaca yang tepat terarah pada perkotaan, ia menghelakan nafas beratnya.

Namun sesaat ia menelpon seseorang “Ya, Kim Taehyung” ujarnya ketika orang tersebut menerima telponnya.

“Sudah diseoul?”

“Ne, Taehyung-ah. Jieun noona eotte??”

Keduanya tampak berbicara serius, sambil berbicara dengan Taehyung. Ia pun tak luput menatap sebuah fotonya bersama Jieun dulu, hingga batinnya pun terus berucap ‘Bogoshipda’.

****

Jungkook melajukan sepedanya dengan santai, dimana malam ini ibunya menyuruhnya untuk membeli beberapa makanan ringan dan supermarket terdekat berada dibeberapa komplek dari rumahnya. Setelah membeli ia tak langsung pulang, ia justru  memutar arah komplek, ia memang sengaja memutar komplek dan menuju blok 25 dimana rumah Jieun terdapat pada  blok itu. Kali ini tepat didepan rumah Jieun ia menghentikan sepedanya, tampak dari rumah Jieun yang sepi.

Kalau dulu mungkin ia dapat dengan mudah menghampiri Jieun, namun sekarang ia hanya mampu menatap rumah Jieun. berharap bertemu Jieun yang tanpa sengaja keluar, tapi itu tampaknya mustahil. Meski pernah melihat Jieun keluar pun, Jungkook tak menghampirinya karena dengan melihat Jieun saja sudah membuatnya tenang. “Bogoshipeo noona-ya” gumam Jungkook seraya melajukan sepedanya menuju rumah.

Disaat bersamaan entah kenapa Jieun membuka jendela kamarnya, dari kamarnya Jieun tampak melihat seseorang tengah melajukan sepedanya kearah selatan. “Jungkook” gumamnya pelan, namun dengan cepat ia mengelengkan kepalanya “Bahkan kau berkhayal lagi Jieun, aniyo” Jieun kembali melakukan aktifitasnya membaca sebuah novel.

Namun perasaan hampa menyeruak pada dirinya, ia menatap ponselnya. Dimana dulu Jungkook selalu menghubunginya, entah telpon atau pun memberi pesan singkat. Semenjak akhirnya hubungan itu, Jungkook memang tak pernah menghubunginya lagi.

“Jungkook-ah, bogoshipeoyo” gumam Jieun pelan.

Baru saja ia ingin menaruh ponselnya diantara meja dekat ranjangnya, tampak jelas ponselnya berbunyi dan nomor yang tak dikenal sudah tetera jelas pada layar ponsel. Sedikit ragu ia menerima telpon tersebut “Yeoboseyo”

Tapi tak ada jawaban dari sipenelpon “Yeoboseyo” kembali Jieun bersua “Nuguseyo?” kali ini Jieun justru bertanyam, namun tak ada jawaban pula dari sipenelpon hingga Jieun mengerutkan keningnya “Yeo….” belum sempat Jieun melanjutkan kata-katanya.

Seseorang disebrang sudah bersua “Jieun noona” ucap sipenelpon. Seketika napas Jieun terasa tercekat mendengar suara ini. Ia masih mengenali benar suara tersebut “Bogoshipeoyo Jieun noona” kembali sipenelpon bersua, namun kali ini Jieun justru memutuskan sambungan telponnya.

Entah perasaan apa mendengar suara tersebut membuatnya merasa pilu “Minwoo” Gumam Jieun menyadari kalau suara sipenelpon adalah Minwoo. Tanpa terasa airmatanya jatuh begitu saja, meski ia pergi tanpa pamrih kenangan indah bersama Minwoo cukup melekat dibenak Jieun.

****

Tepat 15.00 dimana kali ini Jungkook bersama teman-temannya tengah berada dikedai Ice Cream. Kedai Ice Cream yang biasa ia kunjungi bersama Jieun, tempat ini memang kerap menjadi tempat berkumpulnya bersama teman-teman ketika pulang sekolah. Namun ia jauh lebih banyak menggunakan waktu dikedai ini bersama Jieun dibanding bersama teman-temannya. Anehnya hari ini teman-temannya secara mendadak mengajak kekedai Ice cream.

“Ya, untuk apa kita ketempat ini?” ujar Jungkook

“Bukankah sudah lama kita tidak berkumpul ditempat ini, lagi pula udara diluar begitu terik. Begitu cocok jika makan ice cream” ujar Bambam dengan alasan yang masuk akal.

Tanpa basa – basi mereka memesan ice cream sesuai keinginan mereka, bahkan mereka bersenda gurau disela-sela menunggu pesanan Ice Cream. “Ya, kau lihat ekpresi Kim Seonsaeng saat seisi kelas tak dapat menjawab pertanyaannya” seru Moonbin membuka pembicaraan saat dikelas tadi.

“Ahh~ aku seakan mendapat jackpot melihat ekpresinya yang penuh frustasi tadi” ujar Jungkook membuat ketiga temannya ini tertawa.

“Geurae, killer sam dikalahkan dengan pertanyaannya sendiri” kali ini Yugyeom bersua.

“Mungkin itu baginya adalah Jonk hahahaha” timpal Bambam, ada saja pembicaraan diantara pria ini dan memang mengundang tawa diantara mereka. Hingga cukup disadari oleh mereka beberapa siswi dengan seragam berbeda menghampiri mereka.

“Moonbin” ujar salah seorang siswi berparas cantik.

Mendapati itu sontak Moonbin berseru “Eoh. Nara, Seoin, Eunji, Hyora. Kalian sudah datang, mari duduk”  saat itu Moonbin, Bambam dan Yugyeom menyambut dengan hangat. Tidak dengan Jungkook yang tampak bingung dengan keadaan ini, bahkan Moonbin yang semula duduk disamping Jungkook. ia mengeser posisi kekursi sebelah dan membiarkan gadis bernama Nara duduk tepat disamping Jungkook.

“Ya, Moonbin” tekan Jungkook dengan tindakan Moonbin, namun pria ini hanya tersenyum polos seolah tak terjadi apa-apa. Kali ini tampaknya Jungkook mengerti kenapa teman-temannya mengajak kesini secara mendadak.

“Kenalkan ini teman-temanku” ujar Moonbin menunjuk pada teman-temannya, ia pun memberi isyarat agar memperkenalkan diri pada para gadis. Awal Jungkook seakan enggan memperkenalkan diri, namun mau tak mau ia memperkenalkan diri. Begitu juga dengan para gadis yang dengan imut memperkenalkan diri pada keempat pria ini.

Ketiga pria diantaranya Moonbin, Bambam dan Yugyeom tampak asik berbicara dengan para gadis. Berbeda dengan Jungkook yang justru sibuk dengan ice creamnya yang memang baru saja sampai, tak ada pembicaraan antara Jungkook dengan gadis disampingnya. “Jungkook-ah, permaianan basketmu benar-benar mengagumkan. Aku sangat menyukainya” ujar Nara yang lebih dulu membuka pembicaraan.

Melihat hal itu Bambam menendang kaki Jungkook untuk merespon Nara, mengerti dengan isyarat Bambam. Jungkook pun menatap kearah Nara dan tersenyum “Gomawo” sesaat ia kembali memakan Ice cream miliknya.

Seperti suara seekor burung yang baru saja lewat keadaan sontak hening mendapati ucapan singkat Jungkook. namun Nara hanya tertawa renyah untuk mencairkan suasana “Haha Jungkook-ah, kuliah nanti apa kau tetap ingin mengambil olahraga basket?” tanya Nara

“Ehmmmm~” jawab Jungkook sambil menganggukkan kepalanya, kali ini teman-temannya tampak frustasi dengan sikap acuh tak acuh Jungkook. tapi sepertinya Nara tak menyerah, ia justru terus bertanya pada Jungkook.

^^^^

Jieun dan Amber berjalan santai dilobi utama kampus, Amber meminta bantuan Jieun untuk menjelaskan beberapa jurnal yang tak dipahaminya. Maka dari itu mereka memang berniat untuk kekedai Ice Cream yang jaraknya tidak begitu jauh dari kampus ini.

“Ya, sudah membaca pesan digrup. Semua membicarakan Min—“ belum selesai dengan kata-katanya ucapan Amber sudah dipotong.

“Arasseo Amber-ya, semalam nomor tak dikenal menghubungiku. Suara itu tampak jelas suara Minwoo” ujar Jieun menceritakan seseorang menelponnya tadi malam.

Sontak Amber membulatkan kedua matanya “Jinjjayo?”

“Molla, suara itu sangat jelas. Ahhh entahlah, jika pun dia bagaimana dia tahu nomorku” ujar Jieun masih tak percaya akan telpon semalam.

Amber belum menanggapi ucapan Jieun, karena tiba-tiba saja seseorang mengikuti langkah mereka dan mengambil alih posisi didepan mereka, seolah menghalangi jalan “Noona, Minwoo sudah kembali. Apa dia sudah menghubungimu?” tanya Taehyung

Jieun sontak menghentikan langkahnya dan menatap Taehyung “Kau yang memberitahu nomorku kan?” tebak Jieun

Taehyung memamerkan deretan giginya yang putih “Wae? Dia ingin sekali bertemu denganmu lagi.”

“Yaaa!! Aiissh namja ini kenapa harus memberitahu nomorku padanya” kesal Jieun

“Noona, dia benar-benar ingin bertemu denganmu dan menjelaskan semuanya padamu. Ketahuilah, ia pun merasa tertekan selama disana dan terus memikirkanmu. Baginya pun, kau tetap kekasihnya” jelas Taehyung yang berlalu meninggalkan dua wanita ini,  sedang Jieun hanya diam membeku setelah mendengar ucapan Taehyung.

“Jieun-ah” Amber langsung merangkul Jieun

Jieun tersenyum dan berkata “Ghwencanayo, ucapan Taehyung pasti tidak benar. Dia sering sekali membuat lelucon yang tidak-tidak, kajja Amber-ya”

Amber hanya mampu menatap Jieun “Keundae, tak biasanya aku melihat ekpresi Taehyung seserius tadi Jieun-ah”

Jieun memang cukup sadar akan ekpresi serius Taehyung dan nada bicaranya berbeda dari seorang Taehyung biasa. Namun ia tak ingin memperdulikan, ia justru menarik lengan Amber untuk menuju kedai Ice Cream.

^^^^^^

Kali ini Jieun dan Amber baru saja memijaki kaki mereka dikedai Ice Cream. Tampak keadaan tempat ini cukup ramai pengunjung, hingga mereka harus menengadah kesegala arah mencari kursi yang kosong. Namun Jieun terhenti pada pandangannya yang mendapati Jungkook bersama teman-temannya dan para gadis disampingnya.  “Eoh, bukankah itu Jungkook” sadar Amber

Tak ada tanggapan dari mulut Jieun,  karena ada salah satu meja kosong. Jarak meja tersebut memang tak begitu jauh dari meja Jungkook, bahkan Jungkook cukup menyadari kehadiran Jieun. Ia pun sontak menatap Jieun yang berjalan pada meja kosong, Tanpa menatap Jungkook saat itu Jieun langsung duduk dengan arah membelakangi Jungkook.  Meski tersekat dengan jalan kecil dikedai ini, tapi Jungkook dapat melihat jelas seorang Jieun.

“Aigo, dia bersama dengan yeoja. Semudah itukah dia melupakanmu ” ujar Amber tak menyangka akan bertemu Jungkook dalam keadaan seperti ini, ia pun menatap Jieun yang tak bergeming “Jieun-ah, ghwencana? Haruskah aku memberi pelajaran pada bocah itu” ujar Amber menatap kesal.

 ” Ghwencanayo. yeoja disampingnya sangat cantik dan terlihat seumuran dengannya. Ia pandai memilih yeoja, Mereka tampak serasi. Bukankah bagus jika ia menemukan yeoja yang cocok untuknya” ujar Jieun.

“Ya, sekarang saja kau berbicara seperti ini. Sampai dirumah pasti kau akan menangis” ledek Amber seakan mencairkan suasana.

“Ya! Aku berbicara seperti tadi memang sungguh-sungguh dari hatiku.” Amber hanya mengguk saja dengan ucapan Jieun ” aku ketoilet sebentar. Pesankan ice cream chocolate untukku” lanjut Jieun yang beranjak dari kursinya.

Namun Amber kembali meledek “Kau ketoilet tidak untuk menangiskan? “

“Aisshh, yeoja ini..Sebaiknya kau siapkan jurnal yang mau kau tanyakan” ujar Jieun seraya berlalu meninggalkan Amber yang tampak jelas masih menertawakannya.

Jieun awal sedikit ragu untuk ketoilet, karena jaraknya yang harus melewati meja Jungkook. Namun seolah tak memperdulikannya, Jieun berusaha sesantai mungkin melewati meja tersebut tanpa menatap kearah Jungkook, meski ia sadar Jungkook tengah menatap kearahnya.  Mendapati hal ini Jungkook hanya memejamkan kedua matanya dan menghelakan napas beratnya.

Kali ini Jieun masih menatap dirinya dicermin, sebelumnya ia membasuh wajahnya dengan air. Hari ini tampak berat untuknya, tak pelak ia berkali-kali menghelakan napas beratnya.  Ia pun meraih tissu dan menyeka air yang membasahi wajahnya “Ghwencana Jieun-ah” gumamnya seakan menyemangati diri.

Baru Jieun keluar kamar mandi, cukup disadari oleh Jieun. Jungkook bersandar didinding diantara kamar mandi pria yang memang berada tepat didepannya, sontak mata mereka saling bertemu. Namun Jieun sadar dan berlalu meninggalkan Jungkook, tapi dengan cepat Jungkook berkata “Berhentilah berakting seolah tak melihatku”

Sontak langkah Jieun terhenti dan menatap Jungkook, begitu juga dengan Jungkook yang menghampiri Jieun.  Setelah beberapa lama untuk pertama kali bagi mereka bertatap muka sedekat ini, bahkan ingin sekali Jungkook memeluk Jieun saat ini juga namun tampaknya itu cukup mustahil. ” Yeoja yang bersamaku–” belum Jungkook melanjutkan ucapannya.

Jieun sudah bersua “Tampaknya, kau tak perlu menjelaskan apa-apa padaku. Bukankah kita sudah tak terikat pada suatu hubungan dan aku merasa kalian begitu cocok. Chukaeyo” tanpa menunggu respon Jungkook,  saat itu juga Jieun berlalu meninggalkan Jungkook.

Jungkook tertegun mendengar ucapan Jieun “Aisshh geu yeoja. Sama sekali tak berubah menutupi kecemburuannya. Baiklah akan kubuat kau semakin cemburu noona-ya ” Jungkook pun berjalan menuju kursinya.

Ketika ia duduk dan menatap Jieun yang sudah pada posisinya, saat itu Jungkook menanggapi semua ucapan Nara dan tak segan ia menaruh tangan kirinya tepat di kursi Nara,seolah ia tengah merangkul Nara. Namun pandangannya tertuju pada Jieun, mendapati hal ini teman-teman Jungkook saling bertukar tatap. “Kekanakan sekali pria ini” gumam Bambam pelan yang memang tahu keberadaan Jieun.

“Ahhh~ haruskah dia menunjukkan kemesraannya dengan kekasih Baru. Kekanakan sekali tsk” ujar Amber menatap kearah Jungkook.

Tanpa menoleh Jieun hanya tersenyum enggan berkomentar, ia membuka buku dan mencocokan dengan Jurnal. Jika sudah bertemu buku terkadang membuat Jieun mendadak serius, tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi.

“Aku lupa, sedari tadi ponselmu berbunyi nomor tak dikenal..Namun tidak ku angkat” ujar Amber

Jieun hanya menatap layar ponselnya, ia sadar nomor tersebut pernah menghubunginya semalam. ” Sebaiknya memang tak perlu diangkat” Jieun membalikkan layar ponselnya seakan tak ingin menatap layar ponselnya.

Amber yang sedari tadi menatap Jieun seakan mengerti “apa itu Minwoo?” Tebak Amber,  dijawab anggukan oleh Jieun ” Aku terpikir ucapan Taehyung tadi. Tidakkah kau memberi kesempatan untuknya berbicara, setidaknya kau angkat telponnya dulu jika kau tak ingin bertemu dengannya ” lanjut Amber memberi Saran.

” Amber-ya ini begitu berat untukku, aku benar-benar tak ingin mengungkit masalalu lagi” Jieun cukup lelah dengan kisah cintanya yang memang rumit.

“Arasseo Jieun-ah. Tidak ingatkah dulu kau begitu berharap Minwoo menghubungimu, hingga seseorang datang kedalam hidupmu dan mengubahmu dari keterpurukan. Tapi apa kau benar-benar sudah melupakannya? ” tanya Amber

” Aku sudah melupakannya Amber-ya” ujar Jieun

Amber kembali menatap Jieun “Jinjayo?” Kali ini Amber justru menatap kearah kalung Jieun dengan liontin cincin “Cincin couple pemberian Minwoo, bahkan kau masih menyimpannya”

Jieun terdiam sejenak dengan ucapan Amber, sesaat ia berdiri dan berkata penuh penekanan “Geumanhae Amber-ya, Geumanhae” saat itu juga Jieun meraih tasnya dan meninggalkan tempat ini.

“Jieun-ah” seru Amber tak digubris oleh Jieun yang terus berjalan.

“Ya Lee Jieun” kembali  ucapan Amber seakan tak digubris, tanpa berkata apa-apa Amber menaruh uang membayar pesanannya dan setengah berlari mengejar Jieun.

Jungkook yang sedari tadi memperhatikan Jieun, mengerutkan keningnya. Meski ia tak tahu apa pembicaraan diantara keduanya, Namun ia menyangka konflik antar sahabat. Seakan tak ingin berlama-lama ditempat ini,  saat itu juga Jungkook pergi begitu saja.

*******

-TBC-

jkiu1