Love Is Not Over [Chapter 2]

          Poster Love is Not Over

Author : Kim Raemi

Tittle : Love Is Not Over [Chapter 2]

Genre : School, Romance, fluff, Angst

Length : Songfic

Rating : T

Summary : Perpisahan begitu menyakitkan! Namun siapa yang dapat memaksakan keadaan jika cinta masih ada? Karena cinta memang belum berakhir.

A/N : Entah ini Songfic atau bukan, tapi saya memang terinfirasi dari lagu BTS – Love is not over. Huruf italic yang terdapat pada Fanfic ini merupakan garis besar Flashback. Keep reading . ( K.Will – 말해! 뭐해 pas mereka kencan dengerin lagu ini )🙂.

Cast :

  • Jeon Jungkook 전 정국
  • Lee Jieun (IU) 이 지은
  • No Minwoo 노 민우

 [FANFIC TRAILER] Love is Not Over

Love Is Not Over [Chapter 1]

 “Ige Mwoya??? Taman bermain???” pekik Jieun mendapati Jungkook yang mengajaknya berkencan ditaman bermain.

“Wae? Bukankah biasanya orang berkencan ke taman bermain?” ujar Jungkook.

 “Sebelumnya kau melakukan kencan ditaman bermain bersama mantan kekasihmu?” tanya Jieun

Jungkook tampak tersenyum polos “Aku belum pernah berkencan sebelumnya, maka mari kita lakukan petualangan cinta ditaman bermain ini”

Lelucon Jungkook sontak membuat Jieun tertawa “Hahahaha” kala itu ia tak mampu membendung rasa gemasnya pada Jungkook, namun dengan cepat Jungkook menarik tangan Jieun untuk menaiki beberapa wahana yang cukup ekstream ditaman bermain.

Banyak wahana yang mereka taiki, dari yang extream sampai yang biasa saja. Bahkan tawa dan canda tak luput dari mulut mereka, mereka begitu menikmati wahana yang ada ditaman bermain ini. Hingga Jieun sengaja membeli dua buah bando mickey mouse, Jungkook sempat menolak. Tapi dengan bujuk rayu Jieun, alhasil Jungkook memakainya dan melakukan selca yang lucu dengan Jieun. Meski tak lama Jungkook dengan cepat melepas bando tersebut, namun sukses membuat Jieun tertawa puas.

“Aku sedikit menyesal mengajakmu kesini” ujar Jungkook sambil mengerucutkan bibirnya.

“Hahahaha, Wae? Uri namja tampak tak terima dengan bando yang dikenakannya tadi. Kau benar-benar menggemaskan Jungkook-ah” ujar Jieun yang mencubit pipi Jungkook.

Tampak Jungkook ingin protes akan pipinya yang dicubit Jieun, namun buru-buru Jieun berlari menghindari Jungkook “Ya, kau pun harus menerima cubitan dariku” seru Jungkook yang mengejar Jieun.

“Hahaha” lagi-lagi Jieun hanya mampu tertawa lepas mendapati tingkah Jungkook yang mengejarnya diarea taman bermain.

Hingga waktu sudah menunjukkan sore hari, dimana mereka mengakhiri pertualangan cinta mereka dengan menaiki wahana bianglala. Meski belum sampai puncak bianglala, perkotaan Seoul tampak sudah terlihat jelas dari kasat mata mereka. “Noona, pinjamkan ponselmu. Aku ingin melihat selca yang kita ambil tadi diponselmu” ujar Jungkook

Tanpa berkata apa-apa Jieun memberikan ponselnya pada Jungkook dan Jieun masih menatap pemandangan kota yang mulai terlihat jelas. Sedang Jungkook tampak tertawa terbahak mendapati foto-foto selca mereka berdua “Noona lihat ini, ekpresimu begitu lucu hahaha” Jungkook menunjukkan foto tersebut.

“Aigo foto blur begitu kau sebut lucu, hapus cepat” ujar Jieun

Namun Jungkook mengelengkan kepalanya “Aniyo, aku akan mengirim yang ini juga untuk kusimpan diponselku”

Jieun hanya mampu menghelakan napasnya dengan sikap Jungkook. Kembali Jungkook tampak sibuk dengan ponsel Jieun, entah kenapa mendadak raut wajah Jungkook berubah seketika. Ia mendapati sebuah foto dimana Jieun tengah mengenakan seragam sekolahnya selca dengan seorang pria yang juga mengenakan seragam sekolah yang sama dengannya, foto tersebut menunjukkan sisi kedekatan keduanya. Jieun tampak sadar dengan ekpresi Jungkook yang kian berubah.

“Waeyo?”

Jungkook tersenyum “Aniyo..” begitu jelas senyum Jungkook tampak tak biasa.

“Waeyo? Katakan saja jika ada yang ingin kau tanyakan.” Ujar Jieun seakan paham dengan ekpresi Jungkook.

Sedikit ragu namun Jungkook tak ingin rasa penasarannya terbuang sia-sia “Geu namja, nuguya?” Jungkook menunjukkan foto tersebut pada Jieun.

Jieun hanya tersenyum “Sudah kuduga. No Minwoo mantan kekasihku” kata Jieun dengan santai.

“Kau berucap mantan kekasih begitu santai, bahkan kau masih menyimpan foto bersamanya.”ujar Jungkook entah kenapa nada bicaranya seakan berubah.

“Semalam grup sekolah SMA ku membicarakan masalalu dan mengirim foto-foto masa SMA. Salah satu dari mereka mengirim foto tersebut, aku lupa menghapusnya.” Jelas Jieun

“Jinjjayo?”

“Wae? Kau cemburu? Jika kau mau hapus saja foto itu” ujar Jieun sambil tersenyum.

“Geurae! Aku akan menghapus foto ini dan mengirimi banyak fotoku. Agar kau selalu mengingatku” ujar Jungkook dengan konyol dan menghapus foto Jieun bersama Minwoo mantan kekasihnya.

Lagi-lagi Jieun tidak dapat menyembunyikan rasa gemasnya pada Jungkook dan membuatnya tertawa. Benar! Untuk pertama kalinya bagi Jieun, seseorang yang terus membuatnya tertawa adalah Jungkook.

“Keundae, bagaimana kalian bisa berpisah?” tanya Jungkook sedikit ragu.

Jieun tersenyum dan menjelaskan “Dia adalah Juniorku disekolah, kami berpacaran 1 tahun. Ketika aku baru memasuki bangku kuliah, baru kuketahui ia pergi ke Amerika tanpa sepengetahuanku. Banyak yang mengatakan ia kesana karena bisnis kedua orangtuanya dan melanjutkan sekolah disana.”

“Mwo? Apa kalian benar-benar sudah putus?”

“Beberapa tahun tak ada kabar darinya, aku menganggap hubunganku dengannya sudah berakhir”

“Mwoya? Ini hanya dari pihakmu saja Noona” entah ekpresi apa yang tunjukkan Jungkook.

“Jika kau berada diposisiku. Ketika ditinggalkan oleh sebelah pihak tanpa sepengetahuanmu, apa kau masih mengangap hubungan tersebut tetap terjalin. Aku menunggunya untuk menghubungiku, tapi tak ada kabar sedikitpun darinya. Apa patut aku menunggu cinta yang semu?” ujar Jieun menahan air matanya agar tidak keluar.

Jungkook terdiam mendengar ucapan Jieun “Maka dari itu kau bersikap acuh tak acuh padaku saat itu, karena ini?” tanya Jungkook

“Geurae! Aku cukup takut untuk jatuh cinta lagi, aku takut kejadian masalalu terulang kembali. Tapi aku tak bisa memaksa hatiku untuk tidak jatuh cinta padamu” sedikit pengkuan dilontarkan Jieun.

Kala itu Jungkook meraih tangan Jieun “Noona, aku berjanji padamu. Aku tidak akan meninggalkanmu”

Jieun tersenyum dan berkata “Geurae! Kau harus menyimpan baik-baik janjimu itu. Arasseo!” tekan Jieun

“Aigo, baru sedetik aku merasakan kesungguhan cintamu. Sedetik kemudian kau bersikap seperti ini lagi. Geu yeoja….” seakan tak bisa berkata apa-apa Jungkook berucap demkikian, namun sukses membuat keduanya tertawa satu sama lain.

Jungkook terdiam dengan kenangannya bersama Jieun, janji yang sudah ia buat seakan terlanggar bergitu saja “Janji?” gumam Jungkook menghelakan napas beratnya. Jika akhirnya akan seperti ini pun, ia tak ingin memulainya kala itu. Namun ia tak pernah menyesal karena sudah memulainya, ia menyesal karena tak dapat menepati janjinya. “Mianhae Noona-ya”.

Setahun menjalin sebuah hubungan bukanlah waktu yang sebentar, karena begitu banyak kenangan manis yang dilaluinya. Bahkan kali ini Jungkook tak mampu mengontrol emosinya, dengan keras ia menekan tut piano. Hingga mengeluarkan alunan melodi yang tak beraturan, sampai akhirnya ia menghentikan permainan pianonya dan berteriak tak kuasa dengan keadaannya saat ini. Cinta menyakitkan, memang cinta menyakitkan. Perpisahan jauh lebih menyakitkan, bahkan lebih menyakitkan. Perasaan rindu pun tak luput dari lubuk hati Jungkook, ingin sekali ia bertemu dengan Jieun.

****

Disaat bersamaan Jieun yang baru saja pulang dan ia menatap dirinya didalam cermin. Pikirannya berkecamuk tak menentu, ia membuka laci meja riasnya dimana beberapa surat yang diberikan Jungkook kala itu masih ia simpan. Kembali ia membaca tiap surat yang diberikan Jungkook, mungkin surat tersebut tak dapat dikatakan surat cinta. Namun setiap ia melihat surat-surat tersebut membuat tersenyum, karena bukan kata-kata yang dibutuhkan Jieun. Bukti yang selama ini diberikan Jungkook itu sudah lebih dari cukup, bahkan ia benar merasakan sebuah cinta dari seorang Jungkook.

Tapi kali ini air matanya jatuh begitu saja menatap surat tersebut, ia harus menerima kenyataan pahit karena sebuah perpisahan. Padahal begitu banyak kenangan manis bersama Jungkook, dimana Jungkook sering kali bertingkah konyol dan selalu membuatnya tertawa.

Jieun tengah asik membaca buku, sesekali ia membalas pesan singkat yang dikirim oleh Jungkook. Hingga Jungkook mengakhiri pembicaraan dipesan singkat dengan sebuah kalimat ‘Noona-ya Jaljayo’. Jieun hanya tersenyum dan membalas ‘Ne~ Jaljayo uri namja’.

Kembali Jieun tersenyum dengan pesan singkat yang baru saja ia kirim untuk Jungkook “Uri namja? Apa itu tidak berlebihan?” pikir Jieun dan mengelengkan kepalanya “Aniyo, dia benar kekasihku.” Tak dapat dipungkiri ia tersipu malu dengan keadaannya ini.

Ia pun kembali membaca buku, karena sudah dapat dipastikan Jungkook tak akan membalas jika Jieun sudah berkata demikian. Namun tiba-tiba saja ibunya setengah berteriak “Jieun-ah, ada telpon untukmu. Katanya penggemar rahasiamu”

Jieun mengerutkan keningnya “Ne, eomma. Akan kuangkat dari sini.” Sahut Jieun dan mengaktifkan telpon rumah yang berada dikamarnya.

“Annyeong, aku penggemar rahasiamu” ujar sipenelpon ketika Jieun menerima telponnya, namun Jieun tahu benar siapa pemilik suara tersebut dan bukan kali ini saja Jieun menerima telpon dengan kode ‘Penggemar Rahasia’.

“Aigo. Waeyo? Wae?? Aku sudah membalas pesanmu tadi” ujar Jieun pada sipenelpon yang tidak lain tidak bukan adalah Jeon Jungkook.

“Aisshhh seperti inikah seorang yeoja menyambut telpon dari kekasihnya. Aniyo, hal ini hanya dilakukan oleh seorang Lee Jieun” ujar Jungkook

“Ya, Lee Jieun????” pekik Jieun karena Jungkook hanya mengucap namanya tanpa embel-embel noona.

“Wae? Aku kekasihmu, bahkan seharusnya kau memanggilku Oppa” Goda Jungkook

“Mwo??? Oppa???Ya, Jeon Jungkook”

“Hahaha” justru tawaan yang keluar dari mulut Jungkook, seperti itulah Jungkook sering sekali ia membuat keisengan menelpon Jieun melalui telpon rumahnya. Bahkan tak segan ia mengatakan merindukan Jieun, padahal belum lama ia bertemu dengan Jieun sungguh konyol memang. Namun hal tersebutlah yang membuat Jieun begitu nyaman didekat Jungkook, telpon yang bermula hanya keisengan Jungkook menghasilkan sebuah pembicaraan yang panjang dan menyenangkan untuk keduanya.

^^^^

Noona, aku sudah didepan kampusmu.

Sebuah pesan singkat dari Jungkook tertera jelas dilayar ponselnya, jika jadwal kuliah Jieun pulang sore hari Jungkook dapat menjemputnya. Bahkan ketika ada jadwal pagi Jungkook pun mengantarnya lebih dulu, karena jarak kampus Jieun tidak terlalu jauh dari sekolah Jungkook.

Ne~ aku sudah selesai dan akan keluar. Chankamanyo

Jieun tersenyum puas setelah membalas pesan singkat Jungkook, tampak temannya Amber yang biasa pulang bersamanya dan sudah berteman sejak SMA ini menatap curiga. “Apa dia sudah menjemputmu?” ujar Amber

Jieun mengangguk mantap “Eung~” seraya tersenyum sumringah.

Mendapati ini Amber hanya tersenyum “Tampaknya yeoja satu ini sudah melupakan Minwoo”ujar Amber mendadak ekpresi Jieun berubah.

“Ya, bisakah kau tak membahasnya”

“Arasseo Jieun-ah. Geundae, apa kau yakin dengan hubungan itu? dia seorang anak SMA. Kalau dia…” Amber seakan tak sanggup melanjutkan ucapannya, karena mengingat masalalu Jieun yang begitu terpuruk ketika mengetahui Minwoo pergi ke Amerika.

Jieun hanya tersenyum “Arasseo Amber-ya, aku tak ingin memikirkan bagaimana kedepannya sebuah hubungan ini. aku benar-benar merasa nyaman bersamanya” Jieun menatap Amber penuh yakin.

“Syukurlah, aku hanya tak ingin kau merasa terpuruk lagi. Cepat hampiri dia, tampaknya sudah banyak yeoja yang memperhatikannya.” Ujar Amber memberi isyarat kearah Jungkook yang duduk diatas motornya membiarkan helmnya yang dilepas dan cukup banyak anak mata tertuju padanya.

“Aissh, apa dia sengaja melepas helmnya untuk tebar pesona dengan anak kuliah. Terlebih dia masih mengenakan seragam sekolahnya. Tsk!” decak Jieun

“Kkkkk~ Kau cemburu Jieun-ah” ledek Amber

Namun dengan cepat Jieun membantah “Aniyo” Amber tampak tak perduli justru ia terkikik dengan sikap Jieun.

 “Cepat hampiri anak SMA itu, ia sadar kau sudah berada didekatnya. Aku pergi dulu” ujar Amber yang dijawab anggukan Jieun, seraya menghampiri Jungkook.

Bahkan kali ini Jungkook melambaikan tangannya pada Jieun dan berseru “Chagiya” sontak Jieun membulatkan matanya dengan seruan Jungkook.

Semua mata pun tertuju pada Jieun yang mendapati seruan Jungkook, maka dengan cepat ia  menghampiri Jungkook dan sedikit memukul lengan Jungkook “Ya, noona-ya, noona” ujar Jieun

“Jika aku memanggilmu noona, mungkin disini banyak yang mengira kau adalah kakaku. Wae? Apa kau tak ingin ketahuan jika kau adalah kekasih dari anak SMA. Ahh~ aku benar-benar kecewa dengan hal ini” ujar Jungkook berbicara dengan wajah kesal dan dramatis.

Jieun hanya tertawa kecil dan menggoda Jungkook “Aigo uri oppa, neomu kiyowo. Oppa-ya, oppa”

Jungkook menatap Jieun “Ahh~ kenapa yeoja ini selalu meluluhkan hatiku. Kajja, oppa akan membawamu kencan ketempat yang bagus.”seru Jungkook seraya memakaikan Helm pada Jieun dan ketika Jieun menaiki motor dengan cepat Jungkook menarik tangan Jieun agar memeluknya dari belakang.

****

Jemari kekar yang menggegam erat tangan Jieun membuatnya tersenyum malu. Baru saja mereka sampai disebuah kedai ice cream, dimana tempat tersebut kerap mereka kunjungi untuk berkencan. Tempat ini memang rekomendasi seorang Jungkook, genggaman Jungkook kian erat bahkan ia tak merasa risih dengan pandangan orang lain akan genggamannya pada seorang Noona.

Hal yang biasa jika ada yang menatap mereka aneh, tapi itu tak pernah mereka perdulikan. Mereka memilih kursi yang terarah pada kaca jendela pada kedai Ice cream ini dan duduk secara berhadapan. Namun tampaknya banyak mata yang tertuju pada mereka,entah apa yang ada dipikiran mereka. Jungkook hanya tersenyum dan menatap orang-orang yang memperhatikan mereka. Saat itu Jungkook justru langsung mengubah posisi duduknya menjadi disebelah Jieun, ia pun melepaskan almamter sekolahnya dan ia pakaikan tepat dibahu Jieun “Pakai ini, tidak ada yang tahu kalau kau adalah seorang mahasiswi. Kau masih tampak terlihat seperti anak sekolahan” ujar Jungkook

“Mwo??”Jieun merasa bingung dengan tingkah Jungkook

“Pakai saja, aku akan tampak terlihat seperti seorang oppa” Jungkook melepaskan dasi, satu kancing kemeja ia lepaskan dan ia pun menggulung lengan kemejanya menunjukkan sisi dewasanya “Otte?” lanjut Jungkook yang menatap Jieun.

Tampak tak percaya dengan tingkah Jungkook “Geumanhae. Aku tidak perduli dengan pikiran mereka. Mungkin mereka hanya tampak heran, seorang adik terlihat begitu dekat dengan kakaknya” kata Jieun seraya memilih pesanannya.

“Aisshh” desis Jungkook

Namun justru Jieun menatapnya Jungkook “Ya, cepat pakai almamatermu. Jika kau berpenampilan seperti ini kau terlihat semakin tampan dan lihatlah para yeoja menatapmu.”

Mendapati ucapan Jieun, Jungkook tersenyum puas “Apa kau sedang cemburu? ” tak percaya karena Jieun jarang membuat pengakuan padanya.

“Wanita mana yang tidak cemburu jika kekasihnya diperhatikan Wanita lain ”  ujar Jieun

Jungkook tersenyum “Aniyo, aku ingin melihatmu yang merasa cemburu ini”

Jieun justru berdesis “Ya, kau mencoba mengujiku? Bocah ini” tampak jelas wajah kesal dan kecemburuan pada diri Jieun, sukses membuat Jungkook tertawa puas. Cukup sadar dengan tatapan para wanita, Jungkook langsung mengenakan almamaternya kembali. Ia tak ingin Jieun merasa terganggu dengan tatapan wanita disekitarnya dan baginya cukup Jieun saja yang memperhatikannya.

Cukup lama mereka bersenda gurau dikedai ini hingga waktu sudah larut , Jungkook pun menatap arlojinya yang menunjukkan pukul 18.30. Sedang ia masih mengenakan seragam sekolahnya , tampak Jieun pun siap bergegas dari tempat ini “kajja” ajak Jungkook yang menggenggam jemari Jieun dan bergegas meninggalkan tempat ini.

Selama perjalanan tak jarang mereka pun bersenda gurau, bahkan sesekali Jungkook bersenandung untuk Jieun.  Hingga mereka sadar sudah berada tepat didepan rumah Jieun,  ia pun tanpa ragu turun dari motor Jungkook Dan melepaskan helmnya. “Tampaknya dihari biasa berkencan, aku harus pulang mengganti seragamku” ujar Jungkook membuat Jieun tertawa.

“Aigo, seperti nya namja ini mulai risih ”  ujar Jieun

Jungkook mengelengkan kepalanya “Aniyo.. Aku hanya takut kau yang risih karenaku”

“Aniyo, seperti apapun kau. Aku tetap menyukaimu” tampak jelas pengakuan Jieun dan membuat Jungkook tersenyum.

“Jinjjayo?  Sekalipun aku memakai seragam TK ”  ledek Jungkook

Jieun menatap kesal Jungkook “Kecuali itu. Berhentilah membuat lelucon.” Jieun mengerucutkan bibirnya.

Tapi Jungkook tak mampu menahan tawa “Uri noona-ya neomu kiyowo ” Justru kali ini Jungkook mencubit pipi Jieun

“Yaaaa!!!” Protes Jieun dengan perlakuan Jungkook.

Kembali Jungkook tersenyum “Masuklah”  Jieun pun tersenyum dan menganggukan kepalanya.

“Jalja” kali ini tanpa menunggu respon Jungkook,  Jieun sudah memutar tubuhnya untuk memasuki rumahnya.

Namun….

“NOONA-YA” seru Jungkook membuat Jieun memutar tubuhnya kearah Jungkook, terlihat jelas Jungkook melepas helmnya dan turun dari motor seraya menghampiri Jieun.

“Wa—-”  belum sempat mengeluarkan kata-kata ucapannya sudah terpotong dengan…

Chu~ 

Kecupan hangat Jungkook mendarat tepat dibibir Jieun, meski singkat namun sukses membuat Jieun diam membeku.

 ” Noona Jalja”  Jungkook pun  setengah berlari kearah motornya dan menstater, tak dapat dipungkiri butuh keberanian yang kuat baginya untuk melakukan hal tersebut  pada Jieun.

Sesaat Jungkook sudah melajukan motornya, Jieun masih diam membeku dengan tindakan Jungkook. Namun hal ini sukses membuatnya tersenyum malu dan memegang bibirnya. Begitu juga dengan Jungkook sepanjang perjalanan menuju rumahnya, senyuman terus mengembang dibibirnya.

****

Minggu siang seperti biasa Jungkook sudah menjemput Jieun untuk berkencan. Dengan setelan t-shit putih dibalut dengan jaket White warna hijau dan celan Jeans menyempurnakan penampilan Jungkook. Ia pun tersenyum mendapati Jieun dengan balutan casual T-shit putih dibalut jaket jeans dan celana Jeans, memang tak menunjukkan kesan berkencan tapi seperti itulah mereka hanya ingin berpenampilan santai.

“Kajja” Jungkook memberikan helm pada Jieun, kala itu tak ada pertanyaan dari Jieun karena ia sudah paham kemana saja Jungkook akan membawanya pergi, pasti akan membuatnya senang.

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai pada tujuan mereka yaitu bioskop, dimana mereka sudah membeli dua tiket dan tak lupa membeli popcorn. “Noona, kau tunggu disini. Aku mau ketoilet sebentar, masih ada 15 menit sebelum film dimulai” ujar Jungkook sambil menatap arlojinya.

Jieun mengangguk mengerti dan membiarkan Jungkook meninggalkannya, ia pun duduk sendiri dikursi tunggu yang memang jelas tersedia pada bioskop ini, sambil memainkan ponselnya ia menunggu Jungkook. Hingga ia sadar banyak kumpulan pria yang tampaknya ingin menonton juga, mereka duduk tepat disamping Jieun.

“Ya, disampingmu yeoja cantik” seru salah seorang pria pada pria disamping Jieun, itu terdengar jelas ditelinga Jieun. Bahkan cukup jelas beberapa pria itu menatap kearah Jieun, membuatnya merasa risih. Hingga Jieun menggeser kesamping, namun pandangan pria itu tertuju padanya.

Jieun tetap biasa saja dan tak bergeming menatap layar ponselnya, seolah tak memperdulikan tatapan para pria disampingnya. Bahkan diantaranya ada yang beranjak dari kursi duduknya dan ingin menghampiri Jieun.

Belum sempat pria itu berucap pada Jieun, Jungkook yang memang cukup memperhatikan gelagat para pria pada Jieun. saat itu juga ia meraih tangan Jieun “Chagiya kajja” seru Jungkook membawakan popcron dan tak segan ia menggenggam erat tangan Jieun, seraya membawanya pergi dari hadapan para pria.

Cukup kaget dengan tindakan Jungkook, namun Jieun tersenyum lega. Bahkan Jungkook bergerutu “Baru sebentar ku tinggal ketoilet sudah ada yang mengganggumu. Apa perlu aku tandai kalau yeoja satu ini sudah memiliki kekasih” tampak jelas rasa cemburu pada diri Jungkook.

Jieun tak berkata apa-apa, ia masih terkikik dengan sikap Jungkook “Wae? Kenapa hanya tertawa saja? Kau senang melihatku seperti ini?” kata Jungkook

“Kau tampak lucu ketika cemburu Jungkook-ah” ujar Jieun

Jungkook menghelakan napas “Ahh~ kau benar-benar mengujiku noona” sontak Jieun tertawa dengan ucapan Jungkook, namun kali ini Jungkook kian mengeratkan genggamannya pada Jieun seakan tak ingin melepasnya dan ingin tetap berada disampingnya “Aku tak ingin melepaskan genggaman ini” lanjut Jungkook ketika mereka duduk dikursi penonton.

Jieun tak mampu berkata apa-apa jika Jungkook sudah bersikap seperti ini.

Ingatan tersebut seperti film yang tengah tayang pada benaknya, bahkan tanpa sadar mengingat kenangan manis bersama Jungkook membuatnya tersenyum kembali. Namun kenyataan pahit merasukinya, dimana perpisahan diantara mereka yang sudah berjalan hingga sebulan harus diterimanya. Hingga saat ini pun bayangan Jungkook terus berada dibenaknya, perasaan rindu pun berkecamuk dalam dirinya. Bayangan menyakitkan saat berpisah kembali terekam dibenaknya, masih menatap dirinya dicermin. Air matanya terus mengalir, hingga Jieun pun membenamkan wajahnya tepat meja rias tak sanggup menahan rasa luka dihatinya.

****

-Dua mingggu kemudian-

Dilapangan basket Jungkook meneguk habis air mineral yang memang sudah tersedia setelah latihan basket. Namun teman-temannya tampak sadar karena latihan Jungkook hari ini seakan tak fokus “Kau memikirkannya lagi? Sampai latihan tidak fokus” ujar Yugyeom merupakan teman tim basket dan teman sekelasnya……….

-Tbc-

Preview Chapter 3

“Tentu saja cantik. Mereka pun kelas 3, Hwang nara aku akan mengenalkannya pada Jungkook. Karena ia tampak menyukaimu, ia memperhatikan permainan basketmu dan sempat mengatakan padaku kalau ia menyukai permainan basketmu juga”

kaget “Hyung, apa benar Jieun noona akan sidang dan lulus disemester ini?”

“Minwoo-ya. Apa kau yakin dengan keputusanmu itu?”

Alangkah baiknya jika meninggalkan jejak. terima kasih🙂🙂

Terima kasih juga sudah membaca

Poster Love is Not Over ver2

2 thoughts on “Love Is Not Over [Chapter 2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s