What is love ? [Chapter 1]

 what is love poster

Author : Kim Raemi

Tittle : What is love ? [Chapter 1]

Genre : School, Romance, fluff

Length : 2Shoot

Rating : T

Summary : Ketika melihatmu, segores senyuman yang dapat kuberikan. Bayanganmu terus terekam bak sebuah film yang tak henti membuatku tersenyum. Perasaan apakah ini?

Cast :

  • Jeon Jungkook
  • Lee Jieun (IU)
  • Park Jimin

Fanfic Trailer

          Seorang siswa berjalan santai melewati lobi sekolah, sekolah merupakan rutinitasnya sebagai seorang pelajar. Bukan hanya dirinya yang disibukan dengan aktifitas bersekolah, begitu banyak siswa dan siswi yang sudah berkeliaran diarea lobi sekolah ini. Jam pelajaran memang belum dimulai, maka tak jarang para siswi dan siswa yang masih bersenda gurau diarea lobi. Hingga beberapa darinya ada yang memilih menuju ke area loker murid dan ruang kelas yang memang berada dilantai 2 dari Saekang Highschool ini. Sedang siswa yang berjalan santai ini memang menuju pada loker yang berada dilorong utama lobi “Sudah datang?” seru dua orang siswa dari belakangnya yang langsung merangkulnya nyaris membuatnya tersungkur jatuh.

“Ya, Yugyeom! Bambam!” protes siswa tersebut membuat teman sekelasnya menahan tawa.

“Haha Mian Jungkook-ah” ujar siswa bernama Yugyeom.

“Aigo tidak bisa kalian tidak mengangetkanku dipagi hari?” Ujar Jungkook sambil melepaskan rangkulan kedua temannya.

Yugyeom dan Bambam hanya tersenyum polos dan berkata “Aniyo…”

Jungkook kembali menatap kedua temannya sedikit desisan keluar dari mulutnya “Aisshh” namun justru membuat kedua temannya menertawakannya.

Ketika Jungkook, Yugyeom dan Bambam ingin berjalan menuju lorong lobi, langkah mereka terhenti mendapati beberapa senior yang cukup popular karena permainan baseball mereka tengah dikerubungi oleh para siswi dan memberikan hadiah. “Jimin Sunbae, Hanbin Sunbae, Eunwoo Sunbae, Taehyung Sunbae. Mereka semakin popular saja” takjub Bambam menatap seniornya.

“Begitu banyak hadiah yang diterima mereka dari para yeoja, aku mendapat satu pun sudah bersyukur” ujar Yugyeom yang sebelumnya pun menerima sebuah hadiah kecil dari salah satu siswa yang mengaguminya.

“Ya, setidaknya satu kado yang diberikan yeoja itu kau buka. Tidak seperti dia” ujar Bambam melirik Jungkook, namun tak diperdulikannya.

Namun tiba-tiba seorang siswi dari arah pintu masuk menggamit tangan Jimin “Eoh. Jimin sunbae, Yerim sunbae. Kalian ..” seru beberapa siswi yang di buat kecewa dengan gamitan tersebut.

“Ne, mulai dari kemarin kami berpacaran. jadi berhentilah memberi hadiah pada kekasihku” ujar Yerim sambil menggamit dan meninggalkan kerumunan siswi lainnya.

“Daebak, baru kemarin aku mendengar Jimin sunbae putus dengan Minju ditingkat 1. Sekarang sudah ada penggantinya, playboy kelas atas”

“Bahkan sekarang dengan seorang sunbae tingkat 3, Daebak!”

Beberapa siswa dan siswi yang sedikit bergunjing akan seorang Jimin, terdengar jelas ditelinga tiga siswa ini. mereka saling bertukar tatap, hingga salah seorang siswi bersua “Nyaris semua pemain baseball berpacaran, Hanbin sunbae aku dengar pun memiliki kekasih.”

Jungkook yang mendengar hal tersebut sontak berkata “Jangankan pemain tim baseball, nyaris semua disekolah ini cinta lokasi” tanpa menunggu respon dari siswi tersebut Jungkook berjalan santai meninggalkan kedua temannya.

 Cukup kaget dengan ucapan Jungkook, namun sukses membuat Yugyeom dan Bambam terkikik seraya mengikuti Jungkook dari belakang. Bahkan siswi tersebut tak mampu berkata apa-apa dengan ucapan Jungkook.

“Ya, apa kalian tidak iri dengan yang lain. Seumuran kita sudah sewajarnya berpacaran” ujar Bambam tiba-tiba ketika ia membuka loker miliknya.

Yugyeom tersenyum mendengar ucapan Bambam “Geure! Sebenarnya aku pun tertarik dengan Rana noona. Sepertinya aku mulai jatuh cinta padanya, haruskah aku merespon kado yang dia berikan padaku?” begitu antusias Yugyeom sambil menatap kado yang digenggamnya.

“Aigo, Yugyeom sudah mulai jatuh cinta. Tentu kau harus merespon, jika tidak ia akan berpaling. Aku pun mengincar  Hera noona, aku akan mengirimnya bunga mulai sekarang. Romantis bukan?” ujar Bambam sambil mencium sekuntum mawar yang memang sudah ia siapkan.

Berbeda dengan kedua temannya yang sibuk membicarakan siswi yang diincarnya, Jungkook justru asik mencari buku paketnya didalam loker. “Ya, Jungkook siapa yang kau incar disini?” tanya Yugyeom cukup memperhatikan Jungkook yang sibuk sendiri.

“Eobsseo” jawabnya singkat masih sibuk mencari buku paketnya.

“Aigo namja ini, apa dia tidak tertarik dengan yeoja disekolah kita. Padahal mereka cantik-cantik, bahkan dikelas kita pun banyak gadis cantik.” Ujar Bambam

“Aku tidak ingin mempermainkan hati orang dengan cinta palsu” kembali Jungkook berkata dengan santainya.

Namun sukses membuat Yugyeom dan Bambam mendengus “Ya, maksudmu cinta kami ini cinta palsu? Aigo, jatuh cinta pun sepertinya kau belum pernah Jeon Jungkook. Sekarang kau mengatakan cinta kami cinta palsu” protesan keluar dari mulut Yugyeom.

“Bahkan tumpukan kado yang diberikan yeoja disekolah ini, hanya kau musiumkan didalam loker. Aishh Jeon Jungkook, kau masih tidak percaya cinta?” kali ini Bambam mengeluarkan argumentnya.

“Ne..” ujar Jungkook santai seolah tak ada beban.

“Aisshh Geu namja, benar-benar keras kepala sekali. Jika nanti jatuh cinta kau akan merasakannya.” Ujar Yugyeom.

Jungkook kali ini menatap kedua temannya, tanpa berkata apa-apa ia berlalu meninggalkan kedua temannya. “Ya, neo eoddie?” tanya Bambam tampak bingung dengan arah Jungkook yang tak menuju ruang kelas mereka.

“UKS” jawabnya

“Sebentar lagi pelajaran Jung sonsaeng akan dimulai, kau tidak berniat untuk kabur dimata pelajaran itu kan?” tanya Yugyeom seakan tahu arah pikiran Jungkook.

Jungkook sedikit menoleh pada kedua temannya “Katakan padanya, aku tidak enak badan” dan berjalan cepat menuju UKS.

Pemandangan yang biasa untuk Yugyeom dan Bambam “Apa dia tidak mengerjakan tugas Jung sonsaeng, jadi ia menghindar?” Ujar Yugyeom pada Bambam, masih menatap punggung Jungkook yang kian menghilang.

Bambam tersenyum “Tentunya. Ahh apa makna sekolah baginya? Pacaran disekolah tidak tertarik, bahkan terkadang ia tidak mengerjakan tugas  sekolah.” Mengingat sikap Jungkook membuat keduanya cukup memahami temannya itu “Haruskah kita mengingatkannya setiap jam kalau ada tugas sekolah?” lanjut Bambam, membuat keduanya saling bertukar senyuman.

^^^^

Disiang hari kantin cukup dipadati siswa dan siswi yang sibuk menyantap makan siangnya, sama seperti Bambam dan Yugyeom yang sibuk dengan makan siangnya. Namun tidak dengan Jungkook yang sibuk dengan game diponselnya, meski sebelumnya ia sudah menyantap habis makan siangnya.

“Ya, kau tahu Jung sonsaeng terus menanyaimu” ujar Yugyeom pada Jungkook

“Wae? Apa ia menanyai tugasku?” ujar Jungkook tanpa menatap Yugyeom ia masih sibuk dengan gamenya.

“Tentu, kau harus segera mengumpulkannya jika tidak nilaimu akan dikurangi olehnya.” Kata Yugyeom

“Aissh jinja, selalu saja mempermainkan nilai” keluh Jungkook seakan tidak terima.

“Salah kau sendiri, kenapa tidak mengerjakan tugasnya.” Ujar Bambam  angkat bicara.

“Terlalu banyak tugas, membuatku lupa mengerjakan tugas yang lain”Jawab Jungkook enteng.

Kedua temannya hanya mengelengkan kepalanya dan Bambam kembali berucap “Semester ini memang banyak tugas, kau harus tahu Jung sonsaeng pun memberi tugas baru untuk kelas kita”

“Jinjja?” pekik Jungkook tak percaya.

Bukan Bambam yang menjawab melainkan Yugyeom yang begitu antusias“Ne, tugas kelompok. Aku, kau dan Bambam, kita satu kelompok.Tugas makalah sejarah ini harus dikumpulkan minggu depan, jika tidak tepat waktu nilai kita akan dikurangi. Maka dari itu weekend ini kita harus mengerjakannya”

“Aigo, kau begitu cepat mengambil keputusan.” Ujar Jungkook tak percaya.

“Ya, Yugyeom. Kita belum membicarakan ini sebelumnya” timpal Bambam.

“Bukankah kau pun ingin tugas kita cepat selesai?” tanya Yugyeom dengan wajah polosnya.

Bambam mengangguk mengerti “Baiklah, kalau begitu aku ada rekomendasi sebuah Coffee Shop yang nyaman untuk belajar dan mengerjakan tugas. Sekali-kali kita mengerjakan tugas diluar, jangan didalam rumah saja. Otte?” ujar Bambam.

Yugyeom tersenyum dengan ide Bambam “Joha. Aku setuju” seru Yugyeom dan keduanya kali ini justru menatap Jungkook yang masih sibuk dengan gamenya “Ya, kau mendengar pembicaraan kami kan?” lanjut Yugyeom sambil menyenggol lengan Jungkook.

“Ne..” jawab Jungkook santai

“Kau setuju dengan ide kita kan?” tanya Bambam cukup ragu

“Ne, terserah kalian saja.” jawab Jungkook kembali dengan sikap santainya.

Namun Bambam dan Yugyeom justru saling bertukar tatap, mereka tahu benar seorang Jungkook. Meski ia terkesan cuek dan tak perduli, namun pria satu ini cukup memperhatikan pembicaraan teman-temannya.

“Keunde aku sedikit ragu saat weekend ia dapat bangun cepat?”bisik Yugyeom mengingat Jungkook yang begitu sulit dibangunkan oleh ibunya.

Bambam sadar itu dan berkata “Itulah tugas besar kita Yugyeom” mengerti dengan ucapan Bambam, Yugyeom menghelakan napasnya. Namun justru tawaan kecillah yang keluar dari bibir Bambam.

****

“Ya, kalian berdua mau sampai kapan terus menggamit tanganku?! Hah” protes Jungkook pada Yugyeom dan Bambam yang masih saja menggamit kedua tangannya.

Siang ini Jungkook cukup dibuat kaget dengan kehadiran kedua temannya kerumah dan memang mendapati Jungkook yang masih terlelap dalam tidurnya. Hal tersebut sudah menjadi dugaan Yugyeom dan Bambam, maka dari itu mereka memilih kerumah Jungkook untuk membangunkannya dan  segera mengajakknya ke sebuah Coffee Shop. Bahkan Jungkook sempat menolak karena masih kantuk, namun kedua temannyalangsung menyeretnya secara paksa ke Coffee Shop.

Hingga kali ini mereka bertiga memang sudah berada didepan Coffee Shop tersebut. “Jika kita lepaskan mungkin kau akan kabur dan kembali kerumahmu” ujar Bambam yang justru menguatkan gamitannya.

“Aisshh kalian pikir, aku anak kecil. Lepaskan” dengan paksa Jungkook melepaskan gamitan kedua tangan temannya ini “Aku tidak ingin langsung belajar, aku mau makan dulu. Ahhh lapar sekali~” lanjut Jungkook yang langsung masuk kedalam Coffee Shop.

“Dia pikir hanya dia yang lapar, aisshhh geu namja” gerutu Yugyeom dan Bambam bersamaan, mereka mengikuti Jungkook yang memasuki Coffee Shop tersebut dan duduk dideretan belakang karena posisi tersebut cukup nyaman.

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu pesanan hidangan mereka, karena kali ini justru mereka begitu menikmati hidangan tersebut. Disela-sela makan pun tak jarang mereka melontarkan lelucon atau celoteh mereka.

“Ya, apa kalian sudah membaca pesan digrup sekelas?” Ujar Bambam disela-sela makannya mengingat ponselnya terus bebunyi karena pesan grup.

“Para yeoja membicarakan Jimin sunbae yang memutuskan Yerim sunbae, namun Yerim sunbae tak ingin putus.” Ujar Yugyeom yang mengingat beberapa pesan yang dibacanya.

“Bukankah itu hal yang biasa, kenapa mereka begitu ribut sekali. Bahkan, para yeoja bukan ribut mengasihani Yerim sunbae, mereka justru ribut bagaimana cara mendapatkan Jimin Sunbae. Lucu sekali mereka kkkk” ujar Bambam disambut tawaan kecil Yugyeom.

Jungkook enggan berkomentar, ia nampak tak perduli dengan pembicaraan kedua temannya ini. Ia sibuk menyantap makanannya, justru ia sedikit bersua mengomentari makanannya “Ahh~ makanan ini benar-benar enak” Bambam dan Yugyeom hanya tersenyum.

“Aigo, jika tidak enak untuk apa aku merekomendasikan tempat ini” kata Bambam, ia pun bersama Yugyeom kembali membiacarakan pesan digrup yang terus berbunyi diponselnya.

Masih menikmati makanannya kali ini mata Jungkook menengadah kesegala arah dan tak sengaja matanya terhenti mendapati seorang wanita berambut pendek yang duduk membelakanginya dan tak jauh dari tempat duduknya. Wanita tersebut memegang rambut pendeknya dan membiarkan sedikit rambutnya pada cuping belakang telinganya, entah kenapa Jungkook memperhatikan tindakan wanita tersebut meski berkali-kali ia mengalihkan pandangan. Namun semakin lekat ia memperhatikan wanita tersebut yang tengah berbicara dengan beberapa temannya, tangan kecil nan mungilnya dan pipi mulus yang meski terlihat sebagian. Tanpa sadar Jungkook memperhatikan wanita tersebut dari atas hingga bawah, entah kenapa sebuah senyuman mengembang dari bibirnya.

“Ya, Jeon Jungkook waeyo?” tanya Yugyeom yang seakan menyadari sikap Jungkook.

Sontak saat itu Jungkook mengelengkan kepalanya “Aniyo” masih dengan senyumannya Jungkook kembali memperhatikan wanita tersebut, hingga ia tak sadar ia hanya memainkan makanannya tanpa memakan dan matanya tertuju pada gadis mungil. Dalam diam Jungkook terus memandang wanita tersebut dan sesekali ia tersenyum, hingga seorang teman wanita tersebut memberi tahu ada yang memperhatikannya. Ketika itu wanita tersebut menoleh kearah Jungkook, cukup kaget dengan tindakan wanita tersebut sontak Jungkook mengalihkan pandangannya dan memutar bola matanya kesegala arah. Hingga wanita tersebut tak lagi menatap Jungkook, saat itu seakan masuk pada perangkap Jungkook menghelakan napasnya dan sedikit mencuri pandang pada wanita tersebut seraya tersenyum simpul.

Melihat tingkah Jungkook,  Bambam dan Yugyeom saling bertukar tatap satu sama lain. “Ya, apa yang kau pikirkan Jeon Jungkook?” tanya Yugyeom

Baru sadar akan sikapnya Jungkook pun mengelengkan kepalanya “Aniyo”

Bambam justru menatapnya curiga “Jinjja? Kau senyum-senyum sendiri”

Seakan tak memperdulikan ucapan Bambam, kali ini Jungkook hanya diam saja dan sadar akan sikapnya tadi ‘Waeyo Jeon Jungkook? Ada apa denganmu? Kenapa kau terus tersenyum menatap yeoja itu?’ segelincir pertanyaan tengiang jelas dibenaknya, ia pun reflek bersikap seperti tadi dan ia pun tak mengerti kenapa ia bersikap demikian ‘Apa arti semua ini?’ kembali batin Jungkook bertanya.

****

-2 minggu kemudian-

Tak seperti seorang Jungkook biasanya, didalam kelas ia justru lebih banyak melamun. Dirumah pun ia kerap menatap dinding atap kamarnya,bahkan ketika dikantin dan diajak bicara oleh kedua temanya ia seakan tak fokus, seolah ada hal yang tengah dipikirkannya. Memang benar ada hal yang dipikirkan Jungkook.

Wanita di Coffee Shop itu, sudah dua minggu semenjak kejadian itu. Bayangan wanita tersebut seakan terekam jelas dikepala Jungkook, bahkan wajah mungil wanita tersebut terus menghantuinya. Ia cukup bingung dengan keadaannya yang seperti ini, namun ketika memikirkan wanita tersebut selalu sukses membuatnya tersenyum.

Untuk pertama kali baginya ia merasakan hal tersebut, bahkan ia sama sekali tak mengerti dengan semua ini. meski ia sempat berpikir ‘apa dirinya jatuh cinta ?’ namun tampaknya itu tidak mungkin, bagaimana bisa ia jatuh cinta dalam sekali melihat asumsi yang cukup mustahil baginya.

Hingga hari minggu ini Bambam dan Yugyeom mengajaknya ke Coffee Shop tersebut untuk menghilangkan rasa penat. Awal kedua temannya ini ragu untuk mengajak Jungkook, sangat tak disangka Jungkook menyetujui untuk berkumpul di Coffee Shop tersebut.

Bahkan kali ini Jungkook sudah berada didepan Coffee Shop dimana memang Bambam dan Yugyeom mengatakan sudah ada di Coffee Shop. Baru Jungkook memasuki Coffee Shop tersebut, matanya seakan mencari seseorang. ia menatap kursi yang dulu diduduki gadis mungil waktu itu, sayangnya kursi tersebut bukan orang yang sama yang mendudukinya. Entah kenapa perasaan kecewa seakan terbelenggu pada dirinya, namun ia sadar dikursi yang pernah ia duduki Bambam dan Yugyeom melambaikan tangannya pada Jungkook.

Namun Jungkook memberi isyarat pada kedua temannya ‘Aku ingin pesan minuman dulu’ seakan mengerti isyarat Jungkook, keduanya menganguk mantap. ‘Caramel cappucino dengan cream coklat 1” ujar Jungkook pada seorang kasir.

“Ireumeun?”

“Jungkook”

“Silahkan tunggu disamping, pesanan akan dibuat” Jungkook mengangguk mengerti, ia membayar pesanannya dan belum sempat ia berjalan pada meja tunggu.

“Caramel cappucino dengan cream coklat 1” ujar seorang wanita dengan pesanan yang sama seperti Jungkook, sontak ia menoleh dan betapa terkejutnya ia mendapati wanita yang pernah ia lihat 2 minggu lalu.

‘Geu yeoja’ batin Jungkook masih menatap wanita tersebut, namun buru-buru ia berjalan menuju meja tunggu seakan tak ingin larut dengan tatapannya.

Hingga wanita tersebut pun sudah berada disamping Jungkook, menunggu pesanannya juga. Saat itu tanpa sadar Jungkook menatap gadis bertubuh mungil ini, entah perasaan apa namun sykses membuat Jungkook tersenyum simpul. Bahkan kali ini ia dapat melihat jelas wajah mungil wanita ini.

“Jungkook-ssi, Jieun-ssi ini pesanan kalian. Caramel cappucino dengan cream coklat” ujar seorang pelayan yang menaruh pesanan mereka dimeja tunggu. Seakan tak perduli dengan pesanan mereka yang sama, wanita tersebut langsung meraih salah satu minuman dan berlalu menuju kursinya, meski sebelumnya ia tersenyum kecil  seraya menunduk dikit kepada Jungkook.

Jungkook menatap pada minumannya ‘Lee Jieun?’ gumam Jungkook ketika mendapati nama pada minumannya. Ia sadar minuman ini milik wanita tersebut, tanpa ragu Jungkook menyetarakan langkahnya dengan wanita tersebut “Yogiyo.”

“Ne?” ujar wanita bernama Lee Jieun yang menoleh kearah Jungkook.

Wajah mungil dan bola mata indah wanita ini seakan membuat lidah Jungkook terasa kelu, namun buru-buru ia menyadarkan diri “Minuman kita sepertinya tertukar” kata Jungkook menunjukkan minuman yang ia pegang bernamakan Lee Jieun.

Jieun menatap minuman yang dipegangnya “Ah.. Ne, Jungkook-ssi” kata Jieun sedikit ragu. Jungkook tersenyum dan menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Jieun “Geunde mian. Minuman ini sudah sedikit aku minum, jadi kau bisa mengambil minumanku. Gwhencana ?” lanjutnya dengan rasa menyesal.

Jungkook sebenarnya tidak begitu memperdulikan akan sebuah minuman, ia justru terus menatap Jieun tanpa mengalihkan pandangannya kelain arah “Ah~ ne ghwencana” sadar Jungkook dengan ucapan Jieun.

“Gomawo” Jieun tersenyum dan menundukkan kepalanya, seraya meninggalkan Jungkook. Jungkook seakan tak mampu berkata-kata, senyuman itu terlihat jelas dari kasat matanya bahkan begitu indah baginya.

Ia hanya mampu menatap Jieun, ia pun kembali menatap minuman tersebut ‘Namanya Lee Jieun’ batin Jungkook sambil tersenyum dan menyeruput minuman tersebut, seraya melewati kursi yang diduduki wanita bernama Lee Jieun dan menghampiri kedua temannya.

Baru saja Jungkook duduk Bambam sudah meledekinya “Daebak, kau tidak bangun siang lagi?”

Belum sempat berucap, Yugyeom sudah menimpalinya “Awal kita ragu kau akan datang kesini. Rupanya kau datang juga, biasanya jam segini kau belum bangun”

Jungkook mengerucutkan bibirnya “Geumanhae! Aku hanya bosan dirumah dan kebetulan aku bangun pagi.” Tukas Jungkook.

Yugyeom dan Bambam saling bertukar tatap, Bambam pun kembali berucap “Jinjjayo? Geunde, sejak kapan seorang Jeon Jungkook dapat bagun pagi dihari minggu”

“Aku dapat bangun jika aku mau itu saja” ujar Jungkook masih bersikap santai.

“Ahhh~ geureu! Jika mau bertemu seseorang saja kau dapat bangun pagi?” tanya Yugyeom dengan ekpresi kecurigaannya.

“Ya, apa yang kau bicarakan” tukas Jungkook

Kembali Yugyeom dan Bambam bertukar tatap “Aniyo, aku hanya bingung saja sejak kapan namamu berubah menjadi Lee Jieun” kata Bambam seraya tertawa kecil.

“Ya, wanita disana memesan minuman yang sama denganku dan punya kami tertukar”jelas Jungkook

“Oh~ geunde, jika punya kalian hanya tertukar untuk apa kau sampai repot menegur wanita itu tadi. Biasanya kau tak akan perduli dengan hal kecil” ujar Yugyeom

Jungkook terdiam namun kali ini ia menatap curiga kedua temannya “Ya, kalian bertanya atau mengintrogasiku?”

“Hahahahahaha” tawaanlah yang keluar dari mulut Yugyeom dan Bambam.

“Mengaku saja pada kami, kalau kau mulai tetarik dengan seseorang. ahhh! Aniyo, mungkin kau jatuh cinta” ujar Bambam

Namun buru-buru Jungkook menyangkal “Ya, apa yang kalian bicarakan aku tak mengerti”

“Kau pikir kami tidak memperhatikan gerak-gerikmu. Dua minggu lalu di Coffee Shop ini, kami memperhatikan arah pandanganmu sampai pulang pun ketika melewati wanita tersebut kau terus menatap kearahnya. Bahkan Akhir-akhir ini kau terlihat aneh, terlihat seperti memikirkan seseorang. Dan tadi seteleh kau menegurnya, kau tersenyum dan terus menatap kearahnya. Bahkan kau terus menatapnya ketika berbicara dengannya. Benar kan?” ujar Bambam panjang lebar sukses membuat Jungkook terdiam, ia tak tahu harus menjawab apa.

“Johayo, kau bukan hanya jatuh cinta tapi kau sudah menyukainya” ujar Yugyeom menimpali.

Jungkook menghelakan napasnya dan menatap kedua temannya “Ya, apa kalian fansku? Sampai memperhatikanku seperti itu?” bukan keseriusan yang keluar dari mulut Jungkook melainkan sebuah lelucon “Lagi pula aku tidak menyukainya, siapa bilang aku menyukainya. Jangan memberi asumsi yang belum nyata” lanjut Jungkook.

“Aigo. Geu namja, masih saja berusaha mengelak perasaannya” desis Bambam

“Aku memang tidak jatuh cinta dan tidak menyukainya” ujar Jungkook., sebenarnya ia pun masih bingung akan perasaan apa yang dirasakannya. Namun ia tak ingin menyimpulkan kalau ia menyukai wanita bernama Lee Jieun.

“Terserah kau, siapa yang lebih berpelangalaman akan cinta. Saat aku jatuh cinta, aku pun merasa senang jika melihat yeoja itu bahkan aku senyum-senyum sendiri ketika membayangkan wajahnya” kata Yugyeom.

Jungkook hanya diam tak menjawab ucapan Yugyeom dan Bambam pun berkata “Meski kau menolak keadaan perasaanmu, hati tetaplah hati. Seberapa berusaha kau mengelak, jika hatimu mengatakan menyukainya itu akan sulit ditepis. Dan itu membuat kita semakin bodoh, bahkan perasaan akan bertambah kepadanya.”

kembali tak menanggapi ucapan teman-temannya, Jungkook seakan terhanyut oleh pikirannya. Semua yang dikatakan kedua temannya ini memang benar, begitulah perasaan Jungkook. Ia berusaha menolak perasaan ini, ia tak ingin begitu larut akan perasaannya. Namun hati seakan berkata lain, Jieun terus masuk kedalam pikirannya.

****

Hari berganti hari,perasaan yang kian ditepis seakan berkembang begitu saja. Jungkook pun tak mengerti kenapa dengan perasaannya seperti ini, kenapa ia mencoba menepis bayangan Jieun justru ia semakin memikirkannya.“Ya, apa gangguan syarafmu sedang terganggu Jeon Jungkook” bahkan kali ini Jungkook bertanya pada dirinya dicermin“Ahh sepertinya kau mulai gila” gumam Jungkook.

Ia merebahkan tubuhnya pada ranjangnya dan menatap dinding atap kamarnya.Berkali-kali memejamkan kedua matanya, bayangan itu kembali menghantuinya. Bayangan Jieun seakan sudah menjadi bagian dari memori otaknya yang begitu sulit ia tepis. Sesaat ia sadar ponselnya berbunyi dan mendapati satu panggilan dari ‘Bambam’, tanpa babibu ia langsung menerimanya.

“Wae?” ujar Jungkook pada sipenelpon

“Daebak kau sudah bangun rupanya”ujar Bambam tak percaya.

Namun tak diperdulikan Jungkook “Wae?” justru kata itu yang kembali keluar dari mulut Jungkook.

“Kau yakin tak mau datang ke Coffee Shop?”tanya Bambam mengingat Jungkook mengatakan saat disekolah kalau ia tak akan ikut dengan kedua temannya ke Coffee Shop.

“Tentu, aku kan sudah bilang tidak ingin datang ke coffee Shop” jelas Jungkook.

“Jinjja? Aigo, Jieun sudah ada disini dan dia terlihat begitu cantik hari ini.” ujar Bambam

“Kau sudah di coffee shop?” tanya Jungkook

“Ne….” jawab Bambam dan kali ini terdengar suara Yugyeom yang berseru “Ah~ pantas saja Jungkook tertarik, Jieun terlihat sangat cantik jika terus diperhatikan. Wajah mungilnya, bibir kecilnya omo….”

Entah kenapa mendengar hal tersebut membuat Jungkook merasa risih dan tak suka “YA! YUGYEOM” teriak Jungkook

“kkkk~ Wae kau cemburu dengan perkataan Yugyeom? Jika kau tak suka dengan perkataan Yugyeom sebaiknya kau segera kesini” ujar Bambam

Jungkook terdiam sejenak dan berkata “Ani.. sudah kukatakan aku tak akan datang.”

“Baiklah kalau begitu, aku tutup” ujar Bambam yang sudah menutup telponnya.

Jungkook tak mampu berkata apa-apa, ia kembali merebahkan tubuhnya. Namun perasaan gamang menyeruak begitu saja, saat itu juga ia meraih jaket jeans dan kunci motornya…..

~TBC~

Preview

“Sial aku kalah. Ya, kenapa kau harus datang?”

“Aiishhh, kau ingin aku tak datang dan membiarkanmu menatapnya. Sampai bibir tipisnya kau perhatikan?”

****

“Eoh, Jungkook peringkatmu tidak berubah tetap diposisi yang sama. Tidak turun dan tidak naik”

“Ahh~ apa mereka tak ingin menaiki peringkatku sedikit saja”

“Ya, Jimin peringkatmu turun 5 angka.”

“Ah~ Syukurlah”

***

“Ya, Jungkook. Ini kesempatanmu, kau bisa berkenalan dengannya”

“Ya, kenapa jadi kalian yang begitu antusias? Tanpa kalian suruh pun aku akan menghampirinya. Aku hanya menunggu momen yang pas”

“Ya! Park Jimin, sudah berapa lama aku menunggumu. Aiisshh”

“Noona mianhae”

***

“Yogiyo bisa kau melepaskan pelukan ini?” ujar Jieun yang tak mampu bergerak akan pelukan Jungkook.

*****

“Sunbae, berhentilah untuk mempermainan perasaan yeoja”

“Wae? Kau ingin menceramahiku?”

“Aniyo, itu sebuah peringatan”

RCL OK!

3 thoughts on “What is love ? [Chapter 1]

    • Hallo Dandelion🙂
      di tunggu aja next chapternya ya, cuma 2shoot kok .. hehe
      kook mau kenalan cuma masih malu-malu, maklum kan abg /?/?

      makasih ya udah mau baca dan komen 🙂🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s