Princess

ff IU

Author : Kim Raemi

Tittle : Princess..

Genre : Family, School

Cast :

Jeon Jungkook

Lee Jieun

Nam Joohyuk/ Jeon Joohyuk

“Baik anak-anak sampai disini dulu pelajaran kita.” Ujar seorang guru dan meninggalkan kelas dimana saat ini para siswa tengah mengemaskan buku mereka kedalam tas dimana waktu pulang pun tiba.

Semua murid bergegas meninggalkan kelas ini, karena cukup penat bagi mereka berada dikelas dan menerima pelajaran yang memang memusingkan. Sambil merenggangkan otot-otot mereka berjalan dilorong-lorong kelas dan tidak dipungkiri senda gurau keluar dari mulut mereka.

Salah seorang siswa tengah berjalan santai menuju gerbang, tiba-tiba ponselnya bergetar begitu saja dan tanpa ragu ia merogoh sakunya seraya mendapat satu pesan singkat.

‘Jika kau kesini bawakan aku sebuket bunga lily putih. Aku bosan dengan bau obat! Arasseo Jeon Jungkook.’-Joohyuk-

Langkahnya terhenti mendapati pesan tersebut “Aishh michesseo! Orang ini.” Gerutunya sambil menatap kesal layar ponselnya, tetapi tiba-tiba dari belakang seseorang merangkulnya.

“Ya! Kau mau ikut ke basecamp ?” ujar orang itu menunjuk kearah teman-temannya yang lain. Jungkook tahu siapa pemilik suara tersebut.

“Aniyo Park Jimin.” Tegasnya

“Aisshh sudah beberapa hari kau jarang kumpul Jungkook. Wae? Apa kau harus menjaga kakakmu lagi?” tanya Jimin sedikit kecewa dengan teman bermainnya ini.

“Karena aku adik yang baik, aku akan melakukan itu.” Jimin bergidik mendengar ucapan Jungkook.

“Aissh berlagak menjadi adik yang baik. Arasseo Jeon Jungkook, arasseo!” ujar Jimin dengan penekanan dan senyuman meledek diakhir kalimat.

Tanpa berkata apa- apa Jungkook melambaikan tangan kearah teman-teman lainnya dan meninggalkan Jimin yang memberi isyarat pada yang lain, kalau Jungkook tidak bisa bermain dengan mereka.

####

“Aisshh.” Desis Jungkook sambil menatap sebuket bunga lily putih digenggamannya “Apa yang ada diotaknya sampai menyuruhku membawa ini.” Kembali ia bergerutu seakan tidak menyangka akan kakaknya yang menyuruh membawakan 1 buket bunga lily putih.

Ia berjalan santai memasuki lobi rumah sakit, sama seperti di bus banyak anak mata yang memandangnya. Entah apa yang ada dipikiran mereka, hanya saja memang Jungkook sadar seorang pelajar dengan 1 buket bunga lily putih. Mungkin itu hal yang tidak biasanya, biasanya seseorang yang kerumah sakit dengan parcel buah atau bunga mawar.

Kali ini terlihat bebeda, mungkin orang mennganggapnya aneh. Sedikit menutupi wajahnya dengan bunga Jungkook berjalan cepat. Tapi terlihat samar-samar seseorang tengah berlari dan belum sempat Jungkook menghindar.

BRUGGGGG

“Ahhh..” Dapat dirasakan olehnya lantai dingin yang ia rasakan membuat kepalanya sedikit pening, dan sepertinya ada sesuatu tertimpah tepat diatas tubuhnya. Disadari olehnya seorang wanita berada tepat diatasnya, mata keduanya saling bertemu cukup disadari oleh Jungkook mata wanita itu sangat indah, terlihat sangat serasi dengan wajah mungil wanita ini. Sesaat wanita itu menoleh kearah belakangnya dan memang disadari Jungkook beberapa pria dengan setelan Jas rapi  berlarian seolah memanggil wanita ini.

Dengan gerakan cepat wanita ini terbangun dan berlari meninggalkan Jungkook tanpa sepatah katapun keluar dari mulut wanita itu. Jungkook terbangun dan masih menatap punggung wanita itu. Ia lihat beberapa orang yang mengejarnya sukses menangkap wanita itu, entah kenapa sontak Jungkook berdiri seolah ingin menghentikan para pria yang memegang tangan wanita itu. Namun ia urungkan niatnya, ketika melihat pemberontakan wanita tersebut.

“Lepaskan! Aku bisa sendiri, apa kalian pikir aku akan kabur. Tidak, aku hanya mengerjai kalian.”Didengar oleh Jungkook, wanita itu tertawa renyah. Disadari oleh Jungkook, wanita tersebut sedikit menatapnya sebentar dan belalu dengan dikawal beberapa pria yang tadi mengejarnya.

“Mwoya?” pekik Jungkook mendapati kejadian ini dan meraih bunga lilynya yang tinggal setengah karena terinjak para pria tadi “Ooo Joohyuk hyung ini bukan salahku” Jungkook mengelengkan kepalanya dan tanpa ragu berjalan menuju kamar 201.

Baru saja Jungkook memasuki sebuah kamar bernomor 201, dimana kakaknya berada. Tiba- tiba sebuah bantal mendarat tepat di wajahnya.

BUGG

Jungkook sadar siapa yang mampu melakukan ini padanya “YA! Hyung!” Tekan Jungkook menatap seorang pria yang tengah duduk diranjang rawat inap dan menghampirinya.

IMG_20150821_133953

“Ya! Kau lama sekali Jeon Jungkook. Ahhh apa yang kau lakukan pada bunga itu.” Pekik pria yang tertera pada nametag ranjang bernama Jeon Joohyuk. Ia menatap takjub pada bunga lily yang dibawa Jungkook.

“Jangan salahkan aku…..” Belum Jungkook melanjutkan, ia menatap satu buket bunga lily segar berada dimeja samping Joohyuk “Ya! Ige.” Jungkook menunjuk bunga lily tersebut dan kembali berucap “Kau menyuruhku membawakan sebuket bunga lily tetapi kau sudah membelinya? Wahh Daebak, kau mengerjai adikmu sendiri.”

Mendapati Jungkook yang seperti ini Joohyuk tertawa lepas membuat Jungkook menatapnya heran “Ya! Bagaimana aku bisa membeli bunga, sedang keadaanku seperti ini.” Joohyuk menunjuk pada perutnya yang diperban akibat luka tusuk “Dia menjengukku.” Terang Joohyuk dengan senyum sumringah.

Jungkook mengerutkan alisnya “Nugu?” belum sempat Joohyuk menjawab seseorang memasuki kamarnya dan mendapati seorang wanita paruh baya tergesa menghampiri Joohyuk.

“Tuan putri tadi menjengukmu?” tanya wanita paruh baya itu tanpa basa-basi.

Joohyuk tersenyum simpul “Ne eomma. Bagaimana kau tahu?”

“Appa memberitahuku. Ahhh… Padahal aku ingin melihat tuan putri seperti apa, aku telat datang kesini.” Terlihat jelas dari wajah ibunya perasaan kecewa.

“Mwoya? Apa si tuan putri yang biasa kau kawal dan sukses membuatmu menerima luka tusuk itu kesini?”Jungkook cukup menyadari pembicaraan kakak dan ibunya ini.

Ya! Luka tusuk yang diterima Joohyuk dan membuatnya menerima beberapa jahitan itu bermula dari seseorang yang mereka sebut ‘Tuan Putri’. Mungkin berlebihan, tetapi memang benar adanya seorang putri di negara ini. Tetapi identitas keluarga kerajaan dinegara ini tidak dipublikasi, guna untuk menjaga keselamatan keluarga kerajaan.

Ayah dan kakak Jungkook, keduanya bekerja pada kerajaan. Dimana ayahnya merupakan kepala pengawal kepercayaan dikerajaan dan Joohyuk dipercaya untuk menjaga putri dari raja serta ratu. Perkerjaan tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah, menjadi pengawal pun harus mempunyai tingkat bela diri yang baik dan mampu melindungi keluarga kerajaan dengan sigap.

“Ya, Berhentilah berkata seperti itu. Aku menerima ini karena sudah konsekuensi pekerjaanku. Jika kau berada diposisiku pun akan melakukan hal yang sama melindungi tuan putri.” Jelas Joohyuk

Jungkook tidak bisa berkata apa-apa ketika kakaknya membela tuan putri, ia hanya menganggukan kepalanya mengerti.

“Kau dengar itu Jungkook, kakakmu seperti itu untuk membela kerajaan. Ia melindungi tuan putri dengan kata lain ia melindungi negara.” Ujar ibunya membuat Jungkook mengerucutkan bibirnya.

“Ahhh.. Aku jadi penasaran dengan sosok tuan putri yang sering kalian bicarakan.” Sambil memakan coklat Jungkook berucap.

“Jika kau melihat, mungkin kau akan jatuh cinta padanya.” Ujar Joohyuk

Jungkook tersenyum simpul “Arasseo! Karena kau menyukainya, kau bisa berbicara seperti itu.” Mendapati ucapan Jungkook, Joohyuk membulatkan matanya tidak percaya.

“Ya! Tidak seperti itu bodoh.” Ingin Joohyuk melempar satu bantal di belakangnya kearah Jungkook, namun buru-buru ia menghindar “Walau pun kita menyukainya, percuma saja kita tidak akan mampu menggapainya. Lagi pula aku merasa kasihan padanya.”

Jungkook mengerutkan alisnyan “Wae?” entah ia tertarik dengan pembicaraan yang diberikan Joohyuk.

“Eumm sebelumnya aku akan bertanya padamu?” sebuah pernyataan dilontarkan Joohyuk, Jungkook yang paham mengangguk mantap “ Bagaimana jika hidupmu tidak mengenal dunia luar, kau hanya mengenal dunia kerajaan. Dimana sekolah, kuliah kau lakukan dikerajaan.”

Jungkook terdiam sejenak “Mana mungkin ada orang yang seperti itu, jika pun ada dan aku diposisinya. Aku akan merasa tertekan!”

Joohyuk tersenyum simpul “Seperti itulah yang dirasakan Tuan putri, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa selain mematuhi keinginan orangtuanya. Ia tidak bisa keluar kerajaan semaunya, semua ada aturan dan butuh pengawasan ketat.”

“Daebak! Tidak kah ia sedikit memberontak ?” pemikiran pelajar memang seperti ini dan Joohyuk mulai menatap tajam Jungkook.

“Jika kau berada dikerajaan, kau akan merasakan sebuah perbedaan yang mengusik hatimu.” Jelas Joohyuk

Namun Jungkook seolah tidak memperdulikan justru ia bergurau “Aku membayangkan jika Joohyuk hyung menikah dengan Tuan putri. Dapat ku pastikan aku tidak ingin tinggal bersamamu Hyung.”

BUGGG

Satu lemparan bantal mendarat tepat dikepala Jungkook “Yak!” protes Jungkook.

“Bocah ini, jangan berpikir yang tidak-tidak bodoh!”

“Aku kan hanya bergurau, jika pun kau tidak menikah dengannya mungkin akan lebih baik. Karena dengan kehidupan yang seperti ini aku sudah sangat senang.” Jelas Jungkook dengan ketulusan hatinya dan sukses membuat ibunya mengampirinya.

“Kyaaa Jeon Jungkook, anakku. Kau sungguh manis ketika berbicara seperti itu.” Sambil mencubit pipi Jungkook ibunya terus berbicara “Pemikiranmu semakin dewasa. Aku suka”

“Aiissh eomma, hentikan bukankah kau mengatakan jika aku semakin dewasa. Jangan mencubitku lagi” Jungkook langsung menghindar dari ibunya.

“Mau bersikap dewasa seperti apapun kau, untukku kau tetap uri kookie kecil.” Ibunya ingin mencubit Jungkook, namun dengan cepat ia menghindari ibunya.

“Eomma, geumanhae!” berlari kecil Jungkook menghindari ibunya, hal ini sudah biasa dilihat oleh Joohyuk dan sukses mengundang tawa renyah dari bibir Joohyuk.

*****

Seperti biasa sepulang sekolah ia selalu menyempatkan waktunya untuk kerumah sakit dan menemani kakaknya Joohyuk. Sudah 5 hari Joohyuk dirawat inap, karena luka tusuknya cukup dalam Joohyuk tidak diperbolehkan untuk bekerja dalam tahap masa pemulihan.

“Ya! Kau tidak bosan menemaniku disini terus? Kau tidak ingin bermain dengan teman-temanmu? Biasanya kau berkumpul dengan teman-temanmu sepulang sekolah” tanya Joohyuk bertubi-tubi mendapati Jungkook yang terduduk dikursi tamu kamar VIP ini.

“Jika aku tidak disini, siapa yang akan menemanimu kalau eomma belum datang?” Jungkook justru balik bertanya pada kakaknya dan sukses membuat Joohyuk bergidik.

“Uhhh~ uri kookie begitu setia pada hyungnya.” Ledek Joohyuk disambut tatapan tajam dari Jungkook. Sungguh ia tidak suka di panggil seperti itu karena terdengar seperti dirinya masih kecil, Joohyuk terkikik geli mendapati ekpresi Jungkook.

“Annyeonghaseyo Hyung…” Seru beberapa pria membuka pintu kamar dan menunjukkan jinjingan yang mereka bawa.

“Eoh. Jimin, Taehyung, Hoseok…” Seru Joohyuk mendapati teman-teman Jungkook datang kerumah sakit.

“YA! Bodoh kenapa kesini.” Ujar Jungkook ketika mendapati teman-temannya berada disini.

BUGGG

Kembali sebuah bantal mendarat di kepala Jungkook dan ia selalu tahu siapa yang melemparnya dengan bantal yaitu kakaknya. “Ya, temanmu datang pasti untuk bertemu denganku bukan bertemu denganmu.” Jelas Joohyuk

Ketiga teman Jungkook berseru “Tentu saja hyung, kami disini untuk bertemu denganmu.” Dengan cepat mereka menghampiri Joohyuk.

“Sebenarnya sudah lama kami ingin kesini, tapi Jungkook tidak pernah mengajak.” Ujar Taehyung dan ditatap sinis oleh Jungkook.

“Ya, kau siapa—“ belum sempat Jungkook berucap, Joohyuk sudah memotong ucapannya.

“Jinja? Jungkook memang seperti itu, padahal teman-temannya baik ingin menjenguk kakaknya. Tapi dia menghalangi..” ledek Joohyuk justru menimpali ucapan ketiga teman-temannya.

Mendapati hal ini Jungkook hanya mampu terdiam, ketiga temannya memang sudah dekat dengan kakaknya Joohyuk. Maka dari itu orangtua Jungkook pun percaya jika anaknya bermain dengan ketiga temannya ini, karena sudah saling mengenal orang tua mereka masing-masing.

Tidak jarang ketika bertemu ada saja perbincangan konyol diantara 5 pria ini, senda gurau pun tidak luput dari bibir mereka. Tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar ini dengan gagah pria paruh baya menghampiri Joohyuk.

“Sepertinya aku harus mencari penggantimu selama kau dirawat inap.” tanpa menyadari keempat murid dibelakangnya ia masih berucap “Raja dan ratu khawatir jika tidak ada kau siapa yang akan mengawasi Tuan putri, ia ingin seseorang yang kupercaya layaknya aku mempercayaimu Joohyuk. Raja dan ratu pun takut jika Tuan putri akan diserang lagi, maka dari itu penjagaan akan semakin diperketat dan kemungkinan besar untuk beberapa saat ia tidak bisa keluar untuk acara pertemuan lainnya.”

“Aboji, aku rasa itu akan semakin mengekangnya. Bukankah Tuan putri tidak pernah keluar, keluar pun kemarin untuk menghadiri acara peresmian resort terbaru dan entah datang dari mana seseorang mengaku menyukainya. Lalu menyerangku ketika ia mencoba menggoda Tuan putri.” Terang Joohyuk seolah membela Tuan putri.

“Kau benar dan keputusan bukan ada padaku Joohyuk.” Ujar ayahnya yang baru menyadari jika ada empat pelajar dibelakang. Dengan senyum polos mereka berempat menatap ayah Jungkook.

“Annyeonghaseyo Samchun. Kami mau pergi dulu, annyeonghaseyo.” Masih tersenyum polos ketiga teman Jungkook berserta dengan Jungkook ingin meninggalkan ruangan ini.

Namun~

“Jungkook~ah, bisa kau tetap disini?” ujar Joohyuk menghentikan langkah Jungkook.

Ketiga temannya berlari kecil keluar dari kamar ini menginggalkan Jungkook bersama keluarganya. Dengan polos dan tidak mengerti Jungkook berucap “Ne?”

“Aboji, aku merekomendasikan Jungkook untuk menjadi penggantiku menjaga Tuan putri.” Ujar Joohyuk dan sukses membuat Jungkook membulatkan kedua matanya tidak percaya.

“Hyung, michesseo!” Pekik Jungkook “Aboji, aku rasa hyung sedang terganggu otaknya.” Lanjut Jungkook pada ayahnya yang memang tengah menatapnya.

“Jungkook jago taekwondo dan bukankah ia orang kepercayaanmu juga.” Ujar Joohyuk lagi dan kali ini ayahnya tersenyum kecil.

“Ahhh~ mata Joohyuk! Kenapa aku tidak kepikiran, baiklah. Aku setuju dengan rekomendasimu, biar Jungkook yang akan menggantikanmu menjadi pengawal Tuan Putri.” Ujar ayahnya menyetujui ucapan Joohyuk.

Jungkook semakin membulatkan matanya “Aboji, aku belum menyetujui hal ini.”

“Jungkook-ah, sudah seharusnya kau belajar menjaga seseorang. Kau anakku dan aku mempercayaimu sama seperti aku mempercayai Joohyuk. Untuk menjaga seorang putri aku hanya butuh orang kepercayaan dan aku tahu dulu kau sangat giat berlatih taekwondo.” Ayahnya menatap bola mata Jungkook dalam.

“Ya uri dongsaeng. Bantu aku, untuk kali ini saja kau membantuku. Kau cukup mengikuti Tuan Putri kemanapun ia pergi kecuali kamarnya dan kau tetap harus menjaganya dengan baik. Lakukan demi aku” Jungkook terdiam mendengar ucapan Joohyuk “Apa kau tega melihatku yang masih terluka untuk melakukan pekerjaan itu.”

“Aiishh orang ini, aku kan masih sekolah.” Jelas Jungkook dan ayahnya kembali memasang senyuman terbaiknya.

“Kau bisa menjaga Tuan Putri sepulang sekolah, tidak berat bukan? Masih ada waktu untukmu untuk bersekolah. Tapi tetap kau harus menjaga Tuan Putri dengan serius.” Jungkook kembali terdiam.

“Aku pulang sekolah biasanya menjaga Joohyuk hyung.” Tukas Jungkook dengan alasannya.

Namun kali ini dari anak pintu kamar terdapat ibunya yang berseru “Ada aku yang menjaga Joohyuk, kau tidak perlu khawatir.” Ibunya justru menimpali dan mendukung.

Jungkook, dia tidak tahu harus berkata apa “Kau tidak bisa menolak Jungkook, karena ini menyangkut pekerjaanku juga. Pahamilah” Tidak ada kata yang keluar dari mulut Jungkook, jika ayahnya sudah berbicara demikian sulit baginya untuk mengelak dan mau tidak mau ia harus mengikuti ucapan ayahnya.

***

IMG_20151108_043614

Setelan jas dengan kemeja putih sudah dipakai rapi oleh Jungkook, pertanda ia siap menjalani misi yang diberikan ayahnya. Ya, seperti yang dikatakan ayahnya dimana ia harus menjaga seorang putri guna menggantikan peran kakaknya Joohyuk.

Kali ini Jungkook sudah berada di istana, untuk pertama kali bagi Jungkook memijaki kaki di istana. Ia pernah berpikir bagaimana ada sebuah istana dan kali ini ia sungguh melihat dengan mata kepalanya sendiri. Istana yang berada jauh dari keramaian kota didesign sempurna dengan kemegahan yang ada, beberapa ia dibuat takjub dengan seisi istana.

Bersama dengan ayahnya Jungkook berkeliling istana dan diperkenalkannya pada pegawai-pegawai istana. Tidak jarang yang menatap kagum Jungkook karena memiliki wajah yang tampan dan jelas terdengar ditelinganya ‘Omo kepala Jeon mempunyai anak laki-laki yang tampan, selain Joohyuk adiknya pun sangat tampan.’ Tidak luput pujian-pujian keluar dari mulut pegawai istana.

Jujur ketika ia memasuki istana ia merasa gugup, terlebih lagi tadi ketika ia diperkenalkan oleh Raja dan Ratu sungguh perasaan gugup apa ini tetapi baru pertama kali baginya merasakan hal ini. Raja dan Ratu hanya berpesan untuk menjaga Tuan putri yang hingga saat ini belum ia ketahui seperti apa sosoknya, Jungkook tidak bisa berkata apa-apa ia hanya mampu tersenyum sopan pada Raja dan Ratu.

‘Hari pertama menjaga Tuan Putri. Fighting! Jika sempat kerumah sakit, aku akan bercerita banyak tentang Tuan Putri.’

Sebuah pesan singkat dari Joohyuk baru saja dibaca oleh Jungkook, namun ia tidak tertarik sama sekali yang ada dipikirannya saat ini ‘kapan hal ini akan berakhir?’ entah pikiran tersebut telintas begitu saja dari benak Jungkook. Mendapati dirinya yang sudah berkeliling istana, sungguh membuatnya bingung di istana sebesar ini tidak dapat kemana-mana, mungkin wajar karena semua sudah ada didalam kerajaan ini.

“Ini kamar Tuan Putri.” Ujar ayahnya membuyarkan lamunan Jungkook.

“Ne?”

Ayahnya tersenyum simpul “ Kau tidak perlu gugup Jungkook, Tuan Putri orang yang baik.” Jungkook mengerutkan alisnya ketika ayahnya berucap demikian.

Bersama dengan wanita paruh baya yang usut punya usut sudah menjaga Tuan Putri sejak kecil dan dipercaya menjadi kepala pelayan disini memang dapat dikatakan dekat dengan Tuan Putri. ‘Kepala Jang’ Mengetuk pintu kamar Tuan Putri.

“Masuklah.” Terdengar jelas dari arah dalam kamar seseorang menyuruh mereka untuk memasuki kamar Tuan Putri. Tanpa ragu mereka memasuki kamar Tuan Putri dan lagi – lagi Jungkook dibuat kagum dengan dekorasi kamar yang sangat layaknya satu ruangan sebuah rumah dijadikan sebuah kamar.

‘Daebak’ decak kagum Jungkook dalam hati memperhatikan kamar ini. Ia sedikit mengerutkan alisnya ketika mendapati begitu banyak bunga lily yang sengaja ditaruh pada pot-pot dikamar ini dan memang membuat kamar ini jadi lebih indah.

“Tuan Putri ini anak kepala Jeon yang akan menggantikan Joohyuk untuk menjadi pengawal pribadimu.” Seru kepala Jang memperkenalkan Jungkook pada Tuan putri yang terlihat sibuk bercermin dimeja rias.

luckypost.com-d02e2db6-600x583

Sesaat telihat Tuan Putri memutar tubuhnya menghadap kearah tiga orang dihadapannya. Dengan seksama Jungkook menatap wanita dihadapannya, wanita yang dipanggil Tuan Putri. Seorang wanita berwajah mungil dengan rambut panjang yang dibiarkan tergurai membuat kecantikan alaminya terpancar. Entah kenapa ia merasa tidak asing dengan mata wanita ini ‘Geu yeoja’ Batin Jungkook masih menatap lekat wanita dihadapannya.

Dengan senyuman manis wanita ini bersua “Oraemaniya, Jeon Jungkook Haksaeng.” Serunya, Jungkook membulatkan kedua matanya tidak percaya dengan ucapan yang diberikan wanita yang bernotebane seorang Putri. Ia ingat wanita ini adalah wanita yang bertabrakan dengannya dirumah sakit, ia sadar jika wanita ini cukup memperhatikan name tag yang tertera pada almamater seragam sekolah Jungkook.

Jungkook tidak menyangka akan hal ini, ia masih dibuat takjub dengan keadaan istana dan entah kenapa rasa penasaran menyeruak pada dirinya ketika berhadapan dengan wanita dihadapannya “Lee Jieun, namaku Lee Jieun.” Serunya kembali.

Kepala Jang dan ayah Jungkook pun dibuat kaget akan hal ini, terutama ayah Jungkook yang menatap anaknya penuh pertanyaan?

****

 

Fin~

 

 

7 thoughts on “Princess

    • Sequel dalam proses, tapi saya ga tau bakal dipost atau tidak.
      karena FFnya pun belum selesai dan saya belum ada ide lagi untuk FF tersebut hehe
      terima kasih sudah mau membaca🙂

  1. Ping-balik: [FMV] Princess (IU and Jeon Jungkook) | Kimraemi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s