Nuna.. Marry Me ? [Part 8] B

nuna marry me poster

Author :: Kim RaeMi

Tittle :: Nuna.. Marry Me ?

Genre :: Romance, AU

Rating :: pg 15

Length :: Chaptered

Cerita ini hanya Fiktif belaka 

 

Cast ::

Shin Hyemi /Ocs (YOU)

Kim Jongin/KAI  (EXO-K)

Kim Kibum / KEY (SHINee)

Lee HyukJae/ Shin HyukJae/ Eunhyuk (SUJU)

Part 1Part 2Part 3part 4|Part 5Part 6|Part 7Part 8 A

Ucapan Jongin sukses membuat Hyemi bergidik ngeri, ia menelan ludahnya “Jinjayo?” Jongin menjawab dengan anggukan mantapnya.

“Bayangannya berwarna putih, aku benar merasa itu bukan manusia Hyemi-ah..” Jongin semakin bersua mendapati Hyemi yang bergidik ngeri, namun dibenak Hyemi terlintas kalau Jongin tengah mencoba mengkelabuhinya.

Saat Jongin ingin bersua dan menakut-nakutinya lagi, Hyemi meraih bantal meleparkannya tepat diwajah Jongin “Aiisssh jangan mencoba mengkelabuhiku bocah! Kau pikir aku akan percaya dengan akalmu menakut-nakutiku.” Dengan kesal Hyemi meninggalkan Jongin yang menahan tawanya.

Sungguh ia ingin tertawa mengingat ekpresi takut Hyemi yang bergidik ngeri akan ceritanya tadi. Tapi tiba-tiba ia merasakan aura dingin begitu saja, sontak saat itu ia langsung menutupi tubuhnya dengan selimut “ aisshh ini karena Hyemi.”

****

Hyemi tengah disibukkan menginput data dari beberapa berkas dihadapannya, ia berusaha mengerjakannya dengan cepat. Namun selama ia mengerjakan hal tersebut matanya tidak luput menatap arah jarum jam yang menunjukkan pukul 09.00.

Ia pun menatap undangan yang diberikan Jongin, dimana undangan tersebut berisikan pertandingan basket yang akan diadakan pukul 10.00. Mengingat waktu yang sama akan ada rapat, membuatnya menghelakan nafas berat.

“Kau harus datang, jika kau tidak datang aku .. aku marah padamu” ucapan Jongin tiba-tiba terbesit begitu saja dibenakknya, Hyemi sadar betapa jahat ia jika tidak datang pada pertandingan basket itu. Tapi rapat di perusahaan memang penting baginya dan nilai magangnya.

Jongin-ah, aku ada rapat mendadak. Jadi tidak usah menungguku.

Hyemi memutuskan mengirim pesan singkat tersebut, namun entah kenapa hatinya berkata lain “Ahhh, ottokhe” Hyemi benar tidak fokus untuk bekerja, sedikit ragu ia pun bangkit menuju ruangan Kibum.

Entah apa yang ada dipikiran Hyemi, saat ini ia sudah berada di ruangan Kibum. Terlihat jelas olehnya Kibum tengah sibuk dengan pekerjaannya, tapi tidak ada waktu baginya untuk menjelaskan perihal yang dilakukan Kibum.

“Wae Hyemi?” ucapan Kibum menyadarkannya akan apa yang ingin ia lakukan ke ruangan Kibum.

“Sajangnim, ige—“ Hyemi menggantungkan ucapannya dan menyerahkan surat undangan pertandingan, tersirat wajah serius dari ekpresi Kibum saat ini, sesaat ia menatap kearah Hyemi.

“Kau ingin datang keacara ini?” ujar Kibum

Hyemi mengangguk mantap “Ne, aku ingin cuti hari ini . Mengingat rapat pun aku tahu itu untuk nilai magangku, keunde jika aku tidak datang aku merasa buruk di depan Jongin.”

Kibum hanya menatap Hyemi, entah apa yang ada dipikirannya tapi ia merasa ucapan Hyemi adalah sebuah pengakuan. Sesaat Kibum mengembangkan senyumannya “Arasseo, kau harus memberi support padanya.”

“Kau mengijinkan sajangnim?” perasaan senang menyelimuti Hyemi begitu saja.

“Tentu saja, kita datang bersama. Mengingat Jongin adalah adikku, aku harus memberinya support juga bukan” Ujar Kibum sukses membuat Hyemi membulatkan matanya.

“Ne? Datang bersama?” setengah tidak percaya Hyemi menanyakan hal tersebut dan disambut senyuman Kibum seraya bangkit dari kursinya.

“Wae? Apa aku tidak boleh menonton pertandingannya?”

Hyemi mengelengkan kepalanya mendapati ucapan Kibum “Aniyo, hanya saja… Bukankah, kau akan rapat?”

Kibum memutar bola matanya dan tersenyum “Rapat akan ku undur nanti siang.”

“Oppa.. upss …” dengan cepat Hyemi meralat kembali ucapannya “Sajangnim, andhwaeyo rapat itu bukannya sangat penting?”

“Ghwencanayo, setelah pertandingan Jongin selesai kita langsung kembali ke kantor untuk rapat dan nilai magangmu tidak akan terancam” Kibum tersenyum simpul, sedang Hyemi masih tidak percaya dengan sikap Kibum ini “Kajja, bukankah pertandingan Jongin akan berlangsung kita harus segera sampai ke sekolahnya.”

Ucapan Kibum membuyarkan lamunan Hyemi, alhasil ia hanya dapat menuruti saja apa yang diucapkan Kibum. Meski sejujurnya banyak pertanyaan mengenai sikap Kibum yang seperti ini dan sikap seenak jidatnya ini mengingatkan akan Jongin.

***

 Jongin dibuat tidak percaya dengan pesan singkat yang beberapa lalu di kirim oleh Hyemi, hingga saat ini pun ia enggan membalas bahkan ingin menapiknya. “Yeoja itu, bagaimana bisa melakukan ini padaku?” perasaan kesal yang tidak dapat ia pungkiri saat ini.

“Nuguya? Yeoja siapa yang kau maksud?” Chanyeol yang mendengar merasa bingung dengan ucapan Jongin, sayangnya pertanyaan dari namja jangkung ini tidak di gubris sama sekali olehnya.

Jongin kembali menatap layar ponselnya berniat untuk membalas pesan Hyemi, namun dengan cepat ia mengelengkan kepalanya “Aniyo, aniyo. Jika aku membalas seolah aku begitu mengharapkannya datang, tapi aku ingin ia datang (?)” Jongin bergerutu sendirian dan masih menatap ponselnya.

Sesaat ia mengurungkan niatnya untuk membalas pesan Hyemi “aiisshh Jinja kau yeoja menyebalkan, terserah mau datang atau tidak terserah, terserah, Ter-Se-Rah” penuh penekanan Jongin bergerutu sendirian.

Tanpa disadari teman-temannya yang sibuk berganti pakaian, justru menatap heran padanya. “Ada apa dengan dia? Apa dia mengalami gangguan?” celetuk Baekhyun asal

“Molla, sepertinya ia tengah menunggu yeoja” ujar Chanyeol yang lain mengerutkan alisnya seolah tak percaya dengan ucapannya.

“Yeoja? Jinja? Bukan kah tidak ada yeoja yang mampu menaklukan hatinya, sekalipun yeoja yang mengejarnya.” Ujar Luhan membenarkan kenyataan yang ada.

“Tapi tadi aku mendengar ia menyebut yeoja, yeo-ja” Chanyeol seolah memperjelas ucapannya penuh penekanan diakhir kalimat. Masih tidak percaya belum Baekhyun mengucapkan sepatah kata pun, Sehun sudah berucap.

“Aku rasa tidak” penuh keyakinan Sehun berkata seperti itu dan sontak yang lain menatapnya penuh rasa penasaran.

“Lalu?” Tanya Baekhyun yang juga penasaran.

Sehun menatap satu persatu teman-temannya, dengan polos dan menatap kosong kearah Jongin ia berkata “Mungkin dia lelah (?)”

Hening~

Ucapan Sehun membuat keadaan hening seketika, semua hanya mengerutkan alis mereka seolah banyak tanda Tanya bercabang di kepala mereka (?).

^^^

“Pertandingan final basket Antara Ginie High School dengan Hana High School akan dimulai” terdengar jelas ditelinga Jongin jika pertandingan akan dimulai dan pemain mulai memasuki lapangan basket. Namun sedari tadi mata Jongin terus memperhatikan kearah bangku penonton, meski ia sadar banyak teriakan yang menggema memanggil namanya.

Hanya saja …

Sejujurnya ia begitu mengharapkan satu orang yang sudah mengisi kehidupannya memberi semangat. “Tsk, dia tidak akan datang Jongin” tersadar dengan keadaan Jongin menghelakan napas beratnya dan memulai pertandingan finalnya ini, dimana peluit sudah di tiupkan bertanda pertandingan sudah di mulai.

Jongin mendrable bola yang sekarang ada ditangannya, kembali pandangannya tidak fokus. Membuat teman-temannya merasa khawatir dengan permainan Jongin yang tidak fokus saat ini, ia mendrable menuju ring basket namun seketika langkahnya terhenti begitu saja mendapati kearah penonton.

“Hyemi” pekiknya tidak percaya, entah kenapa senyuman mengembang begitu saja. Namun dalam sekejap senyuman itu seolah luntur dengan apa yang tengah ia lihat kali ini “Kibum Hyung, neo—“ penuh penekanan ia mengucapkan kalimat itu, perasaan kesal seolah menyelimutinya begitu saja.

Ia tidak sadar jika bola yang ada ditangannya sudah ada ditangan lawan, namun ia masih saja menatap kearah kursi penonton lebih tepatnya kearah Hyemi dan Kibum. “Aisshh mereka—“ Jongin kembali bergerutu sendirian tidak mempercayai apa yang tengah ia lihat kali ini.

Brukkk

Tanpa sadar ia tertubruk seseorang dan membuatnya tersungkur jatuh, sontak teriakan menggema di lapangan ini “JONGIN OPPA”. Namun seorang namja dari tim lawan bernomor punggung 5 bernamakan Kris menjulurkan tangannya seraya bertanya “Are u okay?”

Setengah sadar dan meraih tangan namja itu Jongin berkata “Yes, Chiken not style (?)” entah apa yang ada dipikirannya sampai berucap seperti itu.

“What????” Pekik namja itu terheran dengan ucapan Jongin, namun tidak di hiraukan oleh Jongin karena ia lebih memilih meraih bola kembali. Teman-temannya yang awal cukup khawatir dengan sikap Jongin, merasa lega walau sedikit berbeda dari biasanya, seolah rasa kesal menyeruak pada diri Jongin.

Di kursi penonton Hyemi cukup kaget menyaksikan adegan tersebut “Aahh bocah itu, apa dia baik-baik saja?” spontan Hyemi berkata seperti itu.

“Kurasa dia baik-baik saja, karena dia namja yang kuat.” Ujar Kibum menyahuti ucapan Hyemi yang tidak sengaja di dengarnya, Hyemi mengangguk membenarkan Kibum.

“KIM JONGIN”

“KIM JONGIN”

“JONGIN OPPA SARANGHAE”

Begitu banyak teriakan tertuju pada Jongin membuat telinga Hyemi merasa panas!? Entahlah ia pun tidak mengerti, ia pun menatap para yeoja yang begitu antusias meneriaki Jongin “Apa bocah itu begitu popular disekolahnya” Hyemi menghelakan napasnya mendapati salah satu yeoja yang berteriak kencang memanggil nama Jongin “Aiisshh berisik sekali mereka”

Hyemi terus bergumam sendirian mendapati begitu banyak para yeoja meneriaki seorang Kim Jongin. “Kau terlihat tidak nyaman dengan teriakan para yeoja itu?” ujar Kibum yang berbisik tepat ditelinga Hyemi.

“eoh? Mereka sangat berisik, lagi pula kenapa hanya nama Jongin yang begitu banyak di panggil. Apa dia begitu populer? ” Merasa panas Hyemi mengibaskan tanganya berkali-kali ke wajahnya.

“Kau cemburu” kembali Kibum berbisik membuat Hyemi membulatkan matanya.

“aniyo” Hyemi menyangkal ucapan Kibum, namun di sambut senyuman oleh Kibum.

“Jinja? Ahhh pipimu memerah Hyemi” mendengar hal itu Hyemi langsung memegang kedua pipinya dan tetap menyangkal ucapan Kibum, namun Kibum merasa gemas ia mengacak lembut rambut Hyemi.

Tanpa sadar Jongin yang tengah menggiring bola menghelakan napasnya berkali-kali seolah tidak suka dengan pemandangan yang dilihat kali ini. “Aku akan membuat perhitungan padamu Shin Hyemi” kata-kata tersebut keluar begitu saja dari mulut Jongin.

Pertandingan yang kian memanas, sorak – sorai pun tak henti-hentinya menggema di lapangan ini. Score tinggi di ambil oleh Hana High School, dimana Ginie High School kekurangan 7 score. Namun Jongin bersama teman-temannya tetap berusaha untuk melampaui score Hana High School.

Perlawanan yang begitu ketat membuat pemain Ginie High School cukup sulit menerima bola. Saat ini bola sudah ditangan Luhan, namun ia merasa kesulitan untuk memberikannya pada Jongin.

Penonton yang menyaksikan ini pun terlihat tegang dan tidak luput teriakan kembali menggema.

“LUHAN, LUHAN”

“JONGIN, JONGIN”

“JONGIN OPPA”

Hyemi menyaksikannya pun tak luput tegang, namun teriakan para yeoja membuat ia merasa tidak nyaman. “Ya, Kau lihat ekpresi tegang Jongin oppa terlihat sangat keren. Ahhh aku semakin menyukainya.” Ujar seorang yeoja di depan Hyemi dan sukses membuatnya menatap yeoja tersebut.

“Aiish yeoja, yeoja ini tidak bisa mereka menutup mulutnya sebentar saja. Menyukainya? Apa yeoja ini akan membuat pengakuan? Aissh anak- anak sekarang ” Hyemi bergerutu sendirian, ia merasa tidak suka dengan ucapan yeoja itu.

“Omo, omo Jongin oppa melihat kearahku.” Kembali yeoja tersebut berseru, namun Hyemi menggigit bibir bawahnya menatap tidak suka yeoja dihadapannya. Kibum cukup memperhatikan sikap Hyemi, ia hanya tersenyum simpul dan mengelengkan kepalanya.

Entah gerakan apa Hyemi berdiri dan .. “YA! KIM JONGIN, KAU HARUS MENANG. TUNJUKKAN KALAU KAU PUN  MAMPU, ARASSEO” teriakan Hyemi menggema begitu saja, tidak lupa di akhir kalimatnya ia ucapkan “Jongin Fighting, Fighting” sambil mengepalkan kedua tangannya Hyemi memberi semangat.

Jongin kaget dengan teriakan  Hyemi  secara tiba-tiba, ia mengerti maksud ucapan Hyemi dan jujur membuatnya merasa senang. Senyuman mengembang begitu saja, ia mengangguk dan memberikan sebuah wink kearah Hyemi, seolah mendapat kekuatan baru “Luhan berikan bolanya padaku palli”

Wink Jongin tadi sukses membuat para yeoja berteriak,bahkan beberapa yeoja yang sadar akan Wink tersebut tertuju pada Hyemi, mereka sontak menatap Hyemi tetapi tidak dihiraukannya.

Kibum sedari tadi hanya memandang kearah Hyemi, entah apa yang ada di pikirannya saat ini. Namun ia paham akan ucapan Hyemi tadi.

Setengah jam terakhir pun sudah berlalu score Ginie High school sudah melampaui score Hana High school, bahkan kedudukan score Ginie High school lebih tinggi hingga peluit permainan berbunyi Ginie mampu memasukan point kembali. Kemenangan pun jatuh pada tangan Ginie High school yang perbandingan scorenya pun 75-60, cukup memuaskan bagi pemain dan penonton pun bersorak-sorai merasa senang.

“Kajja, sudah saatnya kita kembali ke kantor.” Tiba-tiba Kibum menarik tangan Hyemi begitu saja, namun Hyemi menahannya.

“Keunde, kita harus memberi selamat dulu pada Jongin”

Kibum tersenyum simpul, namun senyuman Kibum terasa berbeda dari biasanya “Arasseo. Aku pun ingin memberi selamat padanya, tapi sebentar lagi bukan rapat akan berlangsung?”

Melihat arlojinya menunjukkan pukul 13.00 Hyemi sadar jika sebentar lagi akan rapat, alhasil ia hanya mengangguk dan mengikuti aturan Kibum. Meskipun batinnya terasa ada yang mengganjal.

^^^

Di ruang ganti dapat dikatakan backstage, sorak – sorai bahagia menggema begitu saja diruangan ini. Tidak dengan Jongin yang hanya diam saja seolah menunggu seseorang. Ia sadar ketika Hyemi dan Kibum pergi, namun ia berpikir mungkin kedua orang itu akan menemuinya disini, tapi hingga saat ini kedua batang hitung tersebut belum muncul.

“Ya Jongin, kenapa kau hanya diam saja? Bukan kah kau seharusnya senang dengan kemenangan kita?” Tanya Chanyeol tiba-tiba.

“Aniyo, aku sedang menunggu seseorang” jawab Jongin sambil mengigiit ibu jarinya.

Mendengar ucapan Jongin, semua menatap Jongin dan berkata “Nugu?” seolah penasaran dengan siapa yang di tunggu Jongin “Yeoja?” kembali teman-temannya bertanya.

“Aniyo, bukan urusan kalian” Jawab Jongin santai dan ia sadari ponselnya bergetar begitu saja satu pesan singkat.

Jongin mianhae, aku kembali ke kantor. Karena rapat akan diadakan siang ini, ahh chukaeyo atas kemenanganmu ^^

Jongin tertegun mendapati pesan singkat dari Hyemi, kesal sekaligus marah menyeruak begitu saja “Apa-apaan yeoja ini bertindak sesuka hatinya, dia pikir aku apa? aiisshh aku akan benar-benar membuat perhitungan padamu Shin Hyemi” Jongin bergegas untuk pergi, tapi tiba-tiba Luhan bertanya.

“Jongin, tadi aku melihat Kibum hyung bersama yeoja. Yeoppo, apa dia kekasih Kibum Hyung?”

Seperti petir yang menyambar, Jongin menatap sengit pada Luhan “Mworago? Kekasih kau bilang? Kekasih?” penuh penekanan Jongin mengucapkan kata itu.

“Gheure, kekasih Kibum Hyung bukan? Ahh dia sangat pintar memilih yeojachingu” Luhan tidak menjawab melainkan Chanyeol yang berucap seperti itu, menimpali ucapan Luhan tadi.

Jongin menatap horror teman-temannya “Tidak, dia bukan kekasih Kibum hyung dan tidak akan pernah menjadi kekasihnya! Arasseo” saat itu juga Jongin langsung berlalu dari ruangan tersebut.

Seisi ruangan dibuat heran dengan tingkah Jongin, bahkan dibuat terbengong-bengong tidak percaya.

***

Hyemi baru saja memasuki rumah, tepat di ruang tengah sebuah tatapan tajam dan sinis seolah terarah padanya. “Eoh? Jongin-ah, wae? Kenapa kau menatapku seperti itu?” ia sadar si pemilik mata tajam itu adalah Kim Jongin.

“Tsk, aniyo. Ghwencanayo” penuh penekanan Jongin berucap dan masih menatap Hyemi sinis.

“ahhh apa kau lapar hingga menungguku pulang?”

“Aniyo, aku kebawah hanya untuk mengambil ini” Jongin menunjukkan segelas air mineral yang tengah dipegangnya. Walau sebenarnya sedari tadi di ruang tengah ia bergerutu sendirian belum mendapati Hyemi yang pulang.

Hyemi mengerutkan alisnya mendapati sikap Jongin yang cukup menyebalkan “Wae? Kau ini sebenarnya kenapa bocah?”

Jongin semakin menatap tajam Hyemi “Wae? Seharusnya aku yang bertanya itu padamu Shin Hye-Mi. Kenapa kau mengajak namja itu dipertandinganku?”

Sedikit terbatuk Hyemi mendengar ucapan Jongin “Namja itu??? Kibum oppa??”.

“Berhenti memanggilnya oppa, telingaku sakit medengarnya” ujar Jongin santai.

Hyemi tersenyum simpul mendapati hal ini “Ya, katakan padaku kalau sekarang kau tengah cemburu?” ledek Hyemi.

Jongin memutar bola matanya “aniyo, bagaimana bisa aku cemburu padamu? Tidak akan aku cemburu pada yeoja sepertimu”.

“Jinja?” Tanya Hyemi penuh kecurigaan.

“Jinja, lagi pula aku hanya tidak habis pikir. Kau mengatakan tidak bisa datang, tapi tiba-tiba kau datang begitu saja dengan Kibum hyung, lalu tanpa memberitahuku lebih dulu kau pergi begitu saja dengan Kibum hyung” penekanan diakhir kalimat yang diucapkan Jongin.

Hyemi terdiam mendengar hal itu, merasa bersalah dengan sikapnya tadi “Mianhae, aku memang benar-benar ada rapat dan ini pun untuk nilai magangku.. keunde, sebagai ucapan selamat atas kemenangan team mu hanya ini yang bisa ku beli saat pulang kantor.” Hyemi menyodorkan coklat berukuran cukup besar pada Jongin.

Sayangnya si lawan bicara hanya menghelakan napasnya tidak menggubris ucapan Hyemi dan langsung berjalan menuju anak tangga.

“Kau tidak ingin menerima coklat ini? Heungg baiklah, aku akan memberikannya saja pada Kibum oppa.”ujar Hyemi seolah ancaman untuk Jongin

Hal ini sukses membuat Jongin menghentikan langkahnya dan menatap tajam Hyemi “Kau mengancamku?”

Dengan polos Hyemi mengelengkan kepalanya “Aniyo, aku tidak ada bakat mengancam Kim Jong-in” Hyemi tersenyum penuh maksud.

Jongin tersenyum kecut dan meraih coklat dari tangan Hyemi “Aku menerimanya karena aku suka coklat” Jongin bergegas menaiki anak tangga, namun lagi – lagi Hyemi berucap.

“Untuk merayakan kemenanganmu dan permintamaafanku, aku akan membuatkan makanan enak untukmu Jongin-ah. Jadi kau harus kebawah, arasseo. Jika tidak pun tidak apa- apa, aku akan menyuruh Kib—“ ucapan Hyemi terpotong  begitu saja dengan tatapan sinis Jongin .

“Arasseo! Hye-mi Nu-na” dengan intonasi penuh penekanan Jongin berucap, namun Hyemi tersenyum simpul mendapatinya.

****

Baru saja Jongin menghirup udara segar pagi hari di luar rumah, merenggangkan otot-otot organ tubuhnya. Tapi pemandangan dihadapannya sukses membuat dirinya tersentak seketika “Mwoya ige?” ia semakin tercengang ada dua buah karangan bunga di depan rumahnya ini.

“Ya! Shin Hyemi, Shin Hyemi,  cepat kesini.. palli” setengah berteriak Jongin memangil Hyemi yang sibuk membuat sarapan pagi “YA! PALLIWA” kembali Jongin berteriak.

Dengan ekpresi kesal Hyemi menghampiri Jongin yang berada diluar “WAE????” sambil memegang pisau dapur Hyemi berucap, dengan cepat Jongin menjaga jaraknya.

“Ya. Kau keluar tidak perlu membawa pisau seperti itu Shin Hye-Mi” sedikit gemetar dan menelan ludahnya Jongin bekata.

“Kau yang tidak tahu waktu, aku sedang membuat sarapan. Aiisshh bocah ini.”

Seolah enggan berdebat Jongin langsung bertanya pada Hyemi “Igo.. Siapa yang mengirim karangan bunga? Memangnya disini ada yang berkabung? Hah micheo.”

Hyemi pun baru tersadar akan karangan bunga tersebut, ia juga terheran bagaimana bisa ada karangan bunga didepan rumah “Molla, aku pun baru tahu sekarang.” Hyemi memperhatikan karangan bunga tersebut.

“Aisshh dua karangan bunga, apa mereka pikir disini sedang berkabung? Ahh jinja siapa yang mengirimkan ini.” Dengan nada kesal Jongin berucap, namun…..

Tik

Jentikan jari mendarat begitu saja dikening Jongin dan jentikan jari tersebut berasal dari tangan Hyemi “YA! Shin Hyemi” protes Jongin dengan tindakan Hyemi.

“Jongin-ah, kau bisa membaca bukan? Lihat karangan bunga ini bukan untuk orang berkabung, tapi ‘Congratulation Kim Jongin’” Hyemi membacakan tulisan cukup besar dikarangan bunga tersebut.

Jongin langsung segera membacanya “Jinjayo? Ahhh keunde, siapa yang mengirim dua karangan bunga ini. Selamat untuk apa?” bertubi-tubi Jongin mengeluarkan pertanyaan.

‘Congratulation uri dongsaeng’ Kim Kibum”Hyemi tersenyum tipis setelah membaca tulisan pada karangan bunga yang satunya untuk Jongin dan ucapan tersebut mengungkit kemenangan pertandingan basket Jongin, namun Jongin terlihat menatap tajam saja pada karangan bunga tersebut.

“Aishh Kibum hyung, ada maksud apa ia mengirimkan ucapan selamat ini.” Entah apa yang terbesit pada diri Jongin mengucapkan kalimat tersebut, tapi justru membuat Jongin menerima tatapan sengit dari Hyemi.

Belum sempat Hyemi berbicara, ponselnya berdering dan menerima satu pesan singkat dari mertuanya. Senyum simpul ketika membaca pesan singkat tersebut “Sepertinya aku tahu dari siapa karangan bunga satu lagi.” Tiba-tiba Hyemi berkata seperti itu.

“Nugu?”

“Neo appa” dengan santai Hyemi berkata sambil memberi senyuman, namun Jongin membulatkan kedua matanya dan menarik sebelah bibirnya tersenyum meremehkan.

“Tsk, mustahil. Appa tidak pernah memperdulikanku,bagaimana mungkin appa mengirimkan karangan bunga untukku.” Gemelut luka seolah terekam kembali dibatin Jongin.

Hyemi mengelengkan kepalanya dan menunjukkan pesan singkat yang dikirim oleh ibu Jongin.

Hyemi-ah karangan bunga untuk Jongin sudah sampai bukan? Jika ia tahu karangan bunga itu dari ayahnya, mungkin ia tidak akan mempercayainya.

Setengah tidak percaya Jongin membaca deretan kata pada pesan singkat ini, ia merasa sulit untuk berkata-kata lidahnya terasa kelu untuk bericara. Hyemi  yang memperhatikan Jongin tersenyum simpul dan entah gerakan apa Hyemi spontan memeluk Jongin.

Menerima perlakuan ini membuat Jongin menelan ludahnya, namun ia merasa sebuah ketulusan yang diberikan Hyemi pada pelukannya ini “Bagaimanapun ayah tetaplah seorang ayah yang selalu memperdulikan anak-anaknya. Kau tahu hal ini sudah membuat ayahmu merasa bangga pada dirimu, kau hebat Jongin-ah”

Untuk pertama kali bagi Jongin mendengar seseorang mengatakan dirinya Hebat dengan tulus. Perasaan nyaman membuat Jongin tanpa sadar mengembangkan sebuah senyuman “Gomawo, Keunde… lepaskan pelukan ini, tidak sadar kau tengah memegang apa” ujar Jongin membuat Hyemi tersadar masih memegang pisau seraya melepaskan pelukan tersebut.

“Mian” dengan polos Hyemi mengucapkan kata itu.

Jongin setengah mecibir dan berkata “Lain kali jika memelukku, pastikan tidak memegang benda tajam. Tsk” ia berlalu meninggalkan Hyemi begitu saja, Hyemi hanya dapat mengerucutkan bibirnya.

Walau sejujurnya dibenak Jongin berada dipelukan Hyemi membuat jantungnya berpacu tidak karuan, bahkan kali ini Jongin berkali-kali meggelengkan kepalanya dan memegang kedua pipinya “Aniyo, andhwaeyo, aniyo” berkali-kali juga ia mengucapkan kata itu .

*****

Hyemi tengah mengemasi pakaian kedalam koper kecil, ia masih tidak habis pikir bagaimana Kibum menelponnya pagi-pagi buta “Hyemi, bisa kau menggantikan Jonghyun ke jeju bersamaku? Mendadak Jonghyun sedang sakit dan hari ini kami harus ke jeju menemui beberapa klien.”

Ucapan Kibum masih terngiang jelas ditelinga Hyemi, bagaimana bisa ia menolak Kibum mengatakan ini pun untuk nilai magangnya. Meski ia sudah menyiapkan sarapan untuk Jongin, hanya saja “Bagaimana aku memberitahu pada Jongin hhhh” Hyemi menghelakan napas beratnya.

Sebisa mungkin kali ini ia tidak begitu memikirkan hal tersebut, namun ia pun paham peranan seorang istri yang meminta ijin pada suaminya, meski dapat dikatakan pernikahan ini cukup imposibble menikah dengan anak dibawah umur.

Hyemi bergegas untuk pergi, melihat keadaan kamar Jongin yang tertutup rapat sepertinya Jongin masih tertidur. Entahlah ia enggan untuk membangunkan Jongin, ia pun berpikir memberitahu saat sudah di jeju “Apa aku istri kurang ajar?” gumam Hyemi pada dirinya sendiri, namun ia mengelengkan kepalanya “Aniyo, aniyo.. bocah itu tidak akan perduli padamu Hyemi.”

Tanpa ragu Hyemi pun segera menuruni anak tangga, ketika ia menapaki anak tangga terakhir sebuah suara seolah mengagetkannya “Oddiseo?” ia tahu betul siapa pemilik suara tersebut dan benar saja dugaannya seorang Kim Jongin sudah mengenakan seragam sekolah dengan gaya santainya berdiri dihadapannya.

“ahh kau sudah bangun Jongin-ah?” dengan terbata Hyemi mengucapkan kalimat tersebut.

Jongin tidak menjawab justru ia menatap Hyemi dari atas hingga bawah “oddiseoyo? Koper? Kau ingin kabur? Hah” bertubi-tubi Jongin memberi pertanyaan.

“Aiishh, aniyo. Kibum oppa memintaku untuk menemaninya ke jeju menemui beberapa klien disana. Karena Jonghyun orang kepercayaan sedang sakit”

“MWOYA?????” pekik Jongin tidak percaya, perasaan panas seolah menyelimutinya, Hyemi pun nyaris menutup telinganya “Ya, lalu kau menyetujuinya begitu saja? Hah”

“Ne, karena ini untuk nilai magang juga kata Kibum oppa. Kau mengijinkan ku kan?” entah kenapa Hyemi berbicara dengan lembutnya pada Jongin.

Jongin terlihat memicingkan matanya “Andhwae! Kau tidak ku ijinkan dan tidak akan pernah ku ijinkan.” Jongin menarik koper milik Hyemi.

Hyemi cukup terkejut dengan tindakan Jongin, ia sadar tatapan tidak suka Jongin namun… “Wae?” seolah ingin tahu tanggapan Jongin, ia bertanya.

“Aishh jinja, apa kau tidak berpikir seorang yeoja yang sudah bersuami pergi dengan atasannya. Hanya berdua? Orang akan beranggapan apa ?” entah ucapan tersebut terbesit begitu saja dibenaknya.

“Wae? Apa sekarang kau sedang memarahi seorang istri? Apa kau mulai menyukaiku dan cemburu pada Kibum oppa? ” ledek Hyemi sengaja berbicara seperti itu.

“Mwo? Istri? Menyukaimu? Cemburu? Ckckck. Tentu saja tidak, hanya saja ….. ” Jongin berpikir keras untuk mengucapkan kalimatnya, namun seolah sulit dan tidak tahu apa yang harus ia bicarakan.

Mendapati hal itu Hyemi mengerti akan seorang Kim Jongin “Issshh sudah kuduga. Ya, jika hal tersebut tidak kau alami, sebaiknya kau tidak usah melarangku atau menahanku pergi” Hyemi kembali meraih kopernya.

Jongin seolah kalang – kabut mendapati ucapan Hyemi, entah ia merasa salah berbicara “YA! Neo….” Belum melanjutkan ucapannya, Hyemi sudah menatapnya tajam.

“Wae? Apa lagi?”

Jongin memutar bola matanya “Ani !!! terserah kau , terserah kau akan pergi dengan Kibum hyung . Ter-Se-Rah.” Penuh penekanan Jongin mengucapkan kalimat tersebut.

“Aiishh bocah , sudah kuduga ia akan bersikap seperti ini.” Gumam Hyemi pelan tanpa menanggapi ucapan Jongin, ia pergi begitu saja dari rumah .

Melihat kepergian Hyemi, Jongin masih tidak percaya dengan sikap Noona satu ini. Dari jendela rumah ia memperhatikan Hyemi yang dijemput Kibum “Wae? Kim Jongin, perasaan apa ini?” Jongin memegang dadanya yang terasa sesak, seolah tidak ikhlas dengan apa yang ia lihat.

^^^^

Masih menggunakan seragam sekolah dan waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 Jongin masih terdiam diruang televise, sambil menatap langit-langit ruangan ini. Namun sesaat ia terbangun menatap layar ponselnya.

Cepat kembali atau aku akan marah padamu Shin Hyemi

Pesan yang sudah ia tulis kembali ia hapus “aiisshhh begitu mengharapkan, andhwae.” Ia terdiam berpikir pesan apa yang harus ia kirim, sedari tadi sebenarnya Jongin tidak diam saja. Ia mondar – mandir diruangan ini, bertanya-tanya bagaimana bisa Hyemi pergi begitu saja.

Terlebih lagi dengan Kibum membuat pikiran Jongin tidak menentu “Apa yang mereka lakukan disana? Kenapa Kibum hyung mengajak Hyemi? Kenapa tidak pegawai lain? Apa si namja itu menyukai si noona itu? Jinja ? jeongmal ?” Jongin bergerutu sendirian melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang ada dibenaknya saat ini.

Memikirkan pertanyaan itu membuat Jongin menghempaskan tubuhnya dikursi besar, tubuhnya yang tengkurap dan menendang kedua kakinya “Andhwae, andhwae. Kim Jongin, kau tidak boleh berpikiran yang macam-macam. tidak usah memperdulikan yeoja itu” Jongin seolah meyakinkan dirinya sendiri.

Ting Tong

Bel rumah berbunyi begitu saja cukup disadari oleh Jongin, ia sedikit enggan untuk membuka pintu tapi…. “Ahhh apa yeoja itu kembali?” Jongin diam sejenak karena bel tidak berbunyi kembali, ia pun berpikir mana mungkin Hyemi kembali mungkin itu hanya halusinasinya saja (?)

“YA! Aku memencet bel rumah tidak ada yang keluar, tapi kenapa kau begitu bodoh pintu rumah tidak dikunci Shin Hyemi” Teriak seseorang membuat Jongin sadar ada yang memasuki rumahnya.

Ketika orang tersebut sudah berada diruang tengah, Jongin begitu kaget dengan kehadirannya terlihat pula rasa kaget dari mimik wajah orang tersebut karena Jongin masih mengenakan pakaian sekolahnya.

“Hyukjae hyung, neo ?” pekik Jongin setengah tidak percaya dengan kehadiran Eunhyuk.

“Ya! Tentu saja ini aku kakak iparmu. Omo, kau tidak berangkat sekolah?” sirat mata tajam terpancar dari Eunhyuk saat itu, belum Jongin menjawab “Kau tahu tidak pendidikan itu penting. OMG, mau diberikan makan apa adikku dan keponakanku nanti jika ayahnya tidak sekolah seperti ini” seperti biasa dengan ekpresi berlebihannya Eunhyuk mengucapkan kalimat tersebut.

“Ya, hyung. Jangan berpikir yang berlebihan, aku seperti ini pun karena keadaan (?)”

“Mwo?” ucapan Jongin membuat Eunhyuk bingung, namun justru Jongin lah yang penasaran kenapa namja satu ini bisa berada dirumahnya.

“Seharusnya aku yang bertanya, bagaimana bisa kau berada disini dan untuk apa?” tidak ingin bertele-tele Jongin mengutarakan pertanyaannya.

Eunhyuk memicingkan kedua matanya pada Jongin “Hyemi sulit dihubungi, menelpon ke kantor katanya ia tidak kekantor. Aku ingin menanyakan padanya, kenapa Jirin begitu sulit dihubungi juga?”

Tidak berkedip Jongin berusaha mencerna ucapan Eunhyuk yang sebenarnya cukup sulit ia pahami selama ini, namun kali ini ia paham maksud ucapan Eunhyuk “Aissh, jadi kau kesini hanya untuk menanyakan Jirin noona pada Hyemi ?”

“Tentu saja, dimana dia sekarang?”

Mendapati pertanyaan Eunhyuk, dengan lantang Jongin menjawab “Obsseo, dia pergi ke jeju bersama Kibum hyung pagi tadi”

Dengan santai Eunhyuk mengangguk sambil mengeluarkan kata “Oh~” masih mengangguk ia baru tersadar dengan ucapan Jongin “MWO? PERGI DENGAN KIBUM? MICHESSEO???” suara menggema di ruangan ini akibat teriakan Eunhyuk yang spontan.

“Hyung pelankan suaramu itu, membuat telingaku rusak.” Tidak menghiraukan ucapan Jongin, Eunhyuk menatap Jongin penuh penasaran.

“Bagaimana bisa Hyemi pergi dengan Kibum?” Jongin menjawab dengan mengangkat bahunya seolah tidak tahu dan menjelaskan kenapa Kibum mengajak Hyemi, penjelasan yang sama diberikan Hyemi pada Jongin tadi. “Lalu, kau membiarkannya pergi begitu saja dengan Kibum?”

“Ne, karena dia begitu menyebalkan” ujar Jongin santai

“YAK! BABOYA” Jongin nyaris menutup telinganya mendengar teriakan Eunhyuk, yang ada dipikirannya saat ini seperti ia tengah berhadapan dengan Hyemi kedua. “Jongin-ah, apa kau sadar dengan tindakanmu itu? Sama saja secara tidak langsung kau menyerahkan Hyemi padanya? Omo, apa kau tidak berpikir apa yang akan dilakukan mereka dijeju?”

Jongin berusaha menghiraukan ucapan Eunhyuk, tapi namja yang bernotebane kakak iparnya kembali berbicara “Pulau jeju pulau yang sangat romantis untuk pasangan kekasih. Terlebih lagi disana mereka hanya berdua. Oh my god, jika Kibum melakukan apa-apa pada Hyemi bagaimana?”

Mendengar itu perasaan Jongin seolah ada yang mengusiknya, Eunhyuk pun terus mengeluarkan argumentnya “Seorang namja dan yeoja berduaan, ahhh jika aku jadi kau pikiranku akan merasa buruk. Memangnya kau akan diam saja jika istrimu bersama namja lain?”

Jongin terdiam dengan ucapan Eunhyuk, ia merasa kalut mendengarnya sontak ia pun menatap Eunhyuk “Hyung ottokhe?” entah kenapa kata tersebutlah yang keluar dari mulutnya.

“Susul Hyemi ke jeju sekarang juga!”

Jongin membulatkan kedua matanya “Mwo? Menyusulnya ke jeju? Aniyo, shireo!” perasaan gengsi yang seolah kembali pada diri Jongin.

“Wae? Takut ketahuan jika kau mulai menyukai Hyemi?” ledek Eunhyuk disambut tatapan sengit oleh Jongin.

“YAK! Siapa yang mengatakan aku menyukainya? Aissh”

Tidak menghiraukan ucapan Jongin justru Eunhyuk tersenyum sambil memasang wajah curiga “Kau seharusnya tidak perlu malu padaku, katakan saja jika kau menyukainya. Maka aku akan membantumu” Jongin mengerutkan alisnya dengan ucapan Eunhyuk “Kau harus menyusul Hyemi ke jeju.” Lanjut Eunhyuk

Tapi si lawan bicara hanya diam saja, seolah menimang-nimang ucapan Eunhyuk. Merasa tidak ada tanggapan dari Jongin, Eunhyuk menghelakan napasnya dan ingin bergegas dari rumah ini. Namun “Hyung oddie?” Tanya Jongin yang cukup heran dengan sikap Eunhyuk.

“Tentu saja menyusul Hyemi ke jeju” Jongin kaget dengan pernyataan Eunhyuk, namun tatapan keseriusan terpancar begitu saja dari diri Eunhyuk.

Entah pikiran dari mana Jongin berkata “Aku ikut denganmu” senang dengan pernyataan Jongin, Eunhyuk langsung merangkul Jongin.

“Akhirnya adik ipar mengakui juga”

Jongin mengerutkan alisnya dan meralat ucapan Eunhyuk “Aniyo, itu bukan sebuah pengakuan Hyung.” Dengan santai Jongin bergegas kekamar mengemas sedikit pakaiannya.

Sedang Eunhyuk mengelengkan kepalanya mendapati sikap Jongin “Kenapa cinta begitu sulit diungkapkan untuk pasangan ini? Ahhhh” kalimat tersebut terbesit begitu saja dari benak Eunhyuk.

 ****

 maaf ya chingu di part ini garing bangat..

maaf juga postnya lama bangat, saya baru bisa lanjutin maaf yah

55 thoughts on “Nuna.. Marry Me ? [Part 8] B

  1. Comment first before reading~
    Oalah… ff yg aku tunggu” akhirnya publish! :*
    Eonni, postnya kok mlm” bgt, diriku yg blm tidur n kebetulan nge-check e-mail beruntung nemu ini disaat ga bisa tidur gini kkkk

    Yowess tak baca dulu yoo^^

  2. (Semalem hbs baca langsung ketiduran xD)
    Gak apa” kok eon lama, yg penting ttp dilanjutin:)) Fighting ne!^^
    Engg kok, ini engga garing, ttp bagus ceritanya, alurnya, gaya penulisannya~
    Kocak juga *sakit perut* bacanya haha apalagi si Sehunnya tuh, eonnie membuatnya terlihat polos dibanding karakter dingin yg biasa melekat padanya kkk

    Semangat yaa eon nulisnya. Keep writing n fighting ne!!^^

  3. Next part lama ngga .. itu s’kkamjong cemburu’a kentara banget suka ngaku aja napa hyemi juga gitu trus s’kunci tu isshhhh napa juga nyungsep d’tengah gangguin aja nih pasutri baru hehehee

  4. Yeyeyee akhirnya muncul juga part ini hehe. Kurang panjang nih ceritanyaa, terus kurang byk moment kai sama hyeminya haha
    ditunggu yaa yg selanjutnya😀

  5. Yaaa ampun eon aku baru ngeh coba kalo chap ini udah di publish -_- padahal sering bolak balik jenguk web ini :3
    Akhirnya muncul juga… bagus kok eon ceritanya, makin seru. Cuma makin gregeten aja sama kimbum -_- buat hyemi cemburu dong eon sama kai😦
    Next chap ditungu terus ya eon. Yang penting ff ini dilanjutin sampai end, kasian Kai sama Hyemi eon.. nasib hubungan mereka ada ditanganmu🙂

  6. meskipun udah nunggu dari tahun lalu, tapi aku suka ff ini. dannn apakah author masih mengingat ID komen saya? yg selalu berubah-ubah seiring waktu(?)

    ohh ku haral post nya itu cepetannn.

  7. ceritanya bagus Thor !

    sorry baru bisa komen skrng,,
    sikap jongin Di sini Lucu thor soalnya dia malu ungkapin perasaannya.
    ditggu klnjutan ceritanya.

  8. hadeuh. . .baru tau kalo uda di publish. . . Huaaaaaaa
    Chingu,.knpa gag kbar2?? Hikz3.

    Huaaaaa aq gemes ama hyemi, .hih knapa gag peka bgt sie,,jongin tuh gag suka kalo loe dket2 ama kibum, ,huaaa #poorjongin ,,

    Kekeke ngakak ya,,hyemi jadi dilema antara nntn pertandingan basket kai atau mau rapat. .hihi lucu2. .0_0 knpa kibum ikutan?hadeuh. . Masalah lagi nie

    Huahahahahahaha hyemi uda mulai cinta kai nie,buktinx jd cemburuan,,hohoho bagus . .

    Hah hyemi ama jongin sama2 pasangan dengan tingkat keegoisan paling tinggi di dunia nie. .hohoho

    Penasaran.gmana kalo hyemi tau jongin nusul dia ke jeju. .huhuhuhu
    Next chapternx jgn lama2 yg chingu,,,keep writing

  9. yaampun thor kurang lama atuh publishnya-_- bolak balik kesini baru nyadar ini udh di publish
    selalu deh ah bacanya tegang/?
    egois banget itu mrk bedua gamau ngakuin kalo saling suka-_-
    betewe ini cerita yg dikit apa aku bacanya yg kecepeten?._. entahlah
    next chapt jan lama2 dong thor kasian nunggu ampe lumutan wkwk

  10. FF nya bagus banget,, aku baru baca tadi malam,,ya aku baru akhir-akhir ini baca FF, karena juga lagi free🙂 kalau boleh minta pasword nya buat yang part 6, gomawo min🙂

  11. eonni ~~~~~~~~~~~ omg seru bgt. aku kesel sama perilaku kibum. jongin nya sikapnya juga lucu kkkkk~ tapi hyemi nya selalu buat kecewa😦 . ditunggu kelanjutannya author~

  12. eunhyuk selalu jadi favoritku disini.
    kehadirannya membawa angin segar.
    hahaha
    jongin gengsi bgt sih, blg aja suka.

    btw, lama bgt aku g ngikutin ff ini, rada lupa sama crtanya.
    tp udh inget lg. haha

  13. Kai masih bingung sama perasaannya tuh. Kkkkk~
    Scene kai hyemi di next chap bnyakin yaa eonnie,🙂
    Kibum bikin mundur teratur aja heheeh😀
    Jangan lama” ya eonnie next chapnya Fighting (ง’̀⌣’́)ง

  14. Wuahhhhhh. Aku cari2 di ff indo kok udh ga dipublish ya? Di search jg no result. Kenapa tuh? Hmmm, chap 6 nya di protect ya kak? Kalo misalnya kaka baca komen aku, aku harap sih kaka mau ngirim pw nya ke email ku ayufitriyani08@gmail.com hehehe:-D kai… Susah banget sih ngungkapin perasaan masing2 huffff. Ditunggu next chapnya ya:-)

  15. kereennn.. daebak eonni. aku ketawa2 sendiri mulu klo baca ni ff…😀 eonni, boleh minta PW part 6 nya gk? tolong kirim ke @SalmaF_Saragih atau facebook Salma Fauziah Saragih. sama part 9nya kpn dipost? ak cari di google gk ada.:(

  16. Aku bru nemu nie ff da lama banget ya kyknya gx diupdate lg klo kulihat…
    Cepetan donk dilanjut thor chap 9 dan sampe end nya kan ksihan yg uda nungguhin nie ff

    Buat hyemi lbih banyak cemburu sm si jongin jgn jongin aja yg cemburuan terus…
    Dan utk kibum mending lupain dah utk bisa dekat2 sma hyemi. Bkin kibum sadar diri aja lah gtu.
    Dan klo menurut aq jln ceritanya mah gx ada kemajuan sih, harusnya ada peningkatan lebih utk hubungan jongin-hyemi nya, jgn gtu2 aja.

    NEXT! FIGHTING!

  17. yaampun kak udah setahun lebih huhu kapan diupdate lagi? aku ff jonginxoc cuman nunggu yg ini doang selebihnya nongkrong diffn /gananya/ pls jebal kumohon update lagi yaa ditunggu wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s