Nuna.. Marry Me ? [Part 8] A

nuna marry me poster

Author :: Kim RaeMi

Tittle :: Nuna.. Marry Me ?

Genre :: Romance, AU

Rating :: pg 15

Length :: Chaptered

 

Cast ::

Shin Hyemi /Ocs (YOU)

Kim Jongin/KAI  (EXO-K)

Kim Kibum / KEY (SHINee)

Lee HyukJae/ Shin HyukJae/ Eunhyuk (SUJU)

Part 1Part 2Part 3part 4|Part 5Part 6|Part 7

DEG!

Suara itu terdengar jelas di telinga Jongin, medengar nama itu membuat Jongin merasa tidak rela dan ketika ia sudah berada di luar, cukup jelas dari kasat mata Jongin mobil yang sangat ia kenal melaju cepat meninggalkan pekarangan rumahnya.

Hyemi diantar pulang oleh Kibum itu defkripsi dari apa yang di lihat Jongin dan di dengarnya tadi. Ia menatap kearah Hyemi yang membalikkan tubuhnya untuk memasuki rumah “Eoh? Jongin, kau berada di depan?” Tanya Hyemi yang menyadari keberadaan Jongin.

Jongin tidak menjawab ia masih menatap tajam kearah Hyemi, pikirannya saat ini entah kenapa merasa kalut “Kenapa pesanku tidak di balas dan telponku tidak di angkat?” pertanyaan itulah yang keluar dari mulut Jongin.

“Mianhae, aku ingin membalas tapi baterai ku low” Jongin kembali diam menatap Hyemi.

“lalu Bagaimana bisa kau pulang bersama Kibum hyung?” pertanyaan yang sedari tadi ingin di lontakan Jongin pada Hyemi.

“Aisshh seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau tidak memberitahuku kalau Kibum CEO perusahaan Amigo ? aku di terima magang di perusahaan Amigo menjadi sekretarisnya dan aku benar – benar kaget ketika mengetahui Kibum oppa lah CEOnya. Ia mengantarku pulang karena bis tak kunjung datang, dia juga menitipkan salam untukmu Jongin.” Ujar Hyemi

Perilah ini cukup membuat Jongin kaget, namun ia menarik sebelah bibirnya “Untuk apa aku memberitahu, walau pada akhirnya kau tahu sendiri. Kau senang setelah mengetahui Kibum CEO perusahaan itu? Pengusaha muda yang sangat di banggakan.” Tutur Jongin menatap bola mata Hyemi.

“Senang? maksudmu? Apa yang kau bicarakan Jongin?” Hyemi cukup merasakan tatapan berbeda dari sorot mata Jongin sangat kentara jelas di lihatnya.

“Ani. Aku hanya tidak ingin apa yang sudah kumiliki di rebut orang lain.” Setelah mengucapkan kalimat klise ini Jongin langsung berjalan meninggalkan Hyemi.

Ia mencerna ucapan yang di berikan Jongin dan  Tatapan Jongin seolah menembus pada retina mata Hyemi, ia merasakan aura yang berbeda dari sorot mata Jongin. Satu pikiran Hyemi saat ini ‘apa maksud ucapan Jongin’.

*****

 

Mentari pagi menyinari indahnya langit biru diluar sana, Jongin yang sudah berpakaian rapi siap bergegas kebawah untuk menyantap sarapan paginya. Namun ketika ia sudah berada dimeja makan sosok Hyemi tidak ada “Isssh kemana yeoja itu!?” desis Jongin sambil menyantap satu roti panggangnya.

“Bagus kau sudah sarapan, jangan lupa habiskan susumu.” Tiba-tiba suara lembut terdengar dari belakang Jongin dan ia merasakan sebuah aroma cherybloosom yang sangat ia kenal.

“Aiisshh Hyemi kau—“ belum sempat Jongin ingin protes pada Hyemi, namun yeoja satu ini sudah duduk di depan Jongin. Bukan kaget karena Hyemi duduk tiba – tiba, namun penampilan Hyemi saat ini membuat Jongin memperhatikannya dari atas sampai bawah.

Bagaimana tidak !?

Hyemi mengenakan setelan kemeja dengan rok span layaknya wanita kantoran, polesan bedak tipis dan lipstick berwana merah pada bibir tipis kentara jelas dari kasat mata Jongin. Untuk pertama kali baginya Jongin melihat sosok Hyemi yang cukup berbeda dari biasanya, kesan kedewasaanya terasa jelas pada aura yang dirasakan Jongin kali ini.

Kembali Jongin memperhatikan Hyemi dari atas sampai bawah dan terpusat matanya terhenti pada satu titik. Bibir Hyemi entah kenapa lipstick merah yang dikenakan olehnya membuat darahnya berdesir dan menelan ludahnya.

“Wae?” ujar Hyemi yang cukup sadar Jongin memperhatikannya, tersadar dengan ucapan Hyemi buru-buru Jongin mengerjapkan kedua matanya.

“YA! Oddie? Kau mau kemana berpenampilan serapi ini?” Jongin kembali menatap Hyemi.

“Aiissh bocah ini, memangnya kau lupa kalau mulai sekarang aku akan memagang di kantor Kibum. Kau ingat itu bukan Kim Jong-in” penuh penekanan Hyemi mengucapkan kalimat tersebut, Jongin memutar bola matanya mengingat Hyemi akan memagang diperusahaan Kibum kakaknya.

“Arasseo.. Keunde… hanya saja penampilanmu—“ Jongin menggangtungkan ucapannya sambil menatap Hyemi dari atas hingga bawah.

Mendapati ucapan Jongin, Hyemi mengerutkan alisnya dan menatap penampilannya sendiri “Wae? Apa pakaian ini tidak cocok atau bedakku terlalu tebal?” dengan nada panic Hyemi bertanya pada Jongin.

Jongin hanya menatap Hyemi dan batinnya berkata ‘Ani noona, justru kau terlihat cantik dan membuatku takut seseorang akan merebutmu dari tanganku’ entah kenapa perkataan tersebut terpapar dari benaknya dan perasaan takut menyeruak begitu saja.

“YA! Wae? Kenapa hanya diam saja, benarkan bedakku terlalu tebal?” pertanyaan Hyemi kembali membuat Jongin tersadar.

“Gheure kau terlihat jelek, lipstick kau terlalu menor apa itu jelek , jelek” tutur Jongin sambil menunjuk kearah bibir Hyemi.

“Jinja?” pekik Hyemi menyadari ucapan Jongin, namun Jongin hanya menjawab dengan anggukan kepalanya saja. Tanpa ragu Hyemi meraih kaca kecil dari tasnya dan memeriksa lipstick dibibirnya “Omo kau benar, sepertinya ini terlalu tebal.” Ucapan Jongin memang ada benarnya, Hyemi sadar kalau lipsticknya cukup tebal dan ia segera membersihkan sedikit polesan tersebut dengan tissue.

Tanpa disadari Jongin memperhatikan Hyemi yang sibuk memberiskan lipstick , namun sesaat ia mengalihkan pandangannya  dan langsung berdiri “Aku sudah kenyang, aku pergi.” Ucapanya.

Hyemi yang masih sibuk membersihkan lipstick sontak menatap Jongin “Ya! Bocah , kau tidak menghabiskan sarapanmu?”.

Jongin membalikkan tubuhnya menatap Hyemi “Sudah ku katakan sudah kenyang! Dasar yeoja menyebalkan dan satu lagi jangan memanggilku bocah, aku sudah besar!” Desis Jongin kesal siap berjalan keluar.

Mendapati tingkah Jongin yang terlihat membuat Hyemi mengerutkan alisnya “Aisshh aku bertanya baik – baik Jong-in” penuh penekanan Hyemi mengucapkan kalimat tersebut.

Yang diajak bicara diam saja bersiap membuka knop pintu, namun sebuah pernyataan harus ia layangkan dan membalikkan tubuhnya untuk menatap Hyemi “Satu lagi, pulang magang harus langsung dirumah! Kau tidak berniat untuk membiarkan bocahmu ini kelaparan lagi kan? Kalau kau tidak langsung pulang, aku tidak ingin bicara denganmu!!” dengan intonasi penekanan Jongin mengucapkan kalimat tersebut.

Hyemi cukup tersedak mendengar ucapan Jongin “Kau tengah mengancamku? Hah Kim Jong-in” sebuah anggukan kepala adalah jawaban Jongin “Aiisshh Jinja kau bocah, ancaman macam apa itu —–“

Ucapan Hyemi terpotong karena yang diajak bicara tidak mendengarkannya Jongin bergegas keluar dari rumah ini, tanpa terasa bibirnya tertarik begitu saja membentuk sebuah senyuman. Sedang Hyemi tidak habis pikir dengan ucapan Jongin “apa yang ada dipikiran bocah itu bertindak sesuka hatinya.”

*****

Hari pertama Hyemi sudah disibukkan dengan beberapa berkas dihadapannya, meski ini hanya memagang tidak dapat dianggap enteng olehnya. Bagaimanapun dalam memagang sebuah pembelajaran dan bukanlah hal yang sepele.

Berkas dihadapannya beberapa menit lagi sudah harus ia berikan pada Kibum, guna mempercepat pekerjaan. Hyemi memang tipikal yeoja yang tidak ingin membuang waktunya dalam bekerja, meski lelah dan harus memutar otak untuk mencari titik tengah pada materi berkas dihadapannya, ini semua harus ia selesaikan.

Ketika ia sadar kalau semua berkas sudah selesai, Hyemi cukup menghelakan napas leganya dan segera bergegas keruangan Kibum yang memang tidak jauh dari ruangannya ini. Baru saja Hyemi melangkahkan kakinya menuju pintu Kibum “Sepertinya kerjamu cepat.” Ucapan seseorang tersebut membuat Hyemi memutar tubuhnya menghadap orang itu.

“Eoh Jonghyun sajangnim” sapa Hyemi ketika menyadari kalau namja tersebut sudah ada dibelakangnya “Sepertinya berkas ini sangat penting, jadi aku mengerjakannya lebih awal.” Lanjut Hyemi.

Jonghyun mengembangkan senyumannya “Kau benar, berkas itu memang sangat penting. Apa kau ingin menghadap Kibum sajangnim?” Hyemi menganggukkan kepalanya mantap “Ya sudah lakukan yang terbaik untuknya.” Setelah berucap Jonghyun berlalu bergitu saja tanpa menunggu jawaban Hyemi.

Jonghyun pertama kali ia mengenalnya memang terkesan keras, namun kali ini Hyemi beranggapan lain Jonghyun bukan keras melainkan sebuah ketegasan untuk pada pemagang.

Hyemi tanpa ragu mengetuk pintu ruangan Kibum “Masuklah” suara tersebut membuat Hyemi semakin yakin untuk memasuki ruangan dihadapannya ini. Terlihat jelas oleh Hyemi, Kibum yang sibuk dengan berkas dimejanya.

“Kibum sajangnim” sapa Hyemi dengan sopan, Kibum cukup menyadari orang tersebut Hyemi dan melihat tingkah Hyemi memberi salam padanya justru ia ingin tertawa.

“Wae Hyemi?” Tanya Kibum yang menatap Hyemi dari jarak yang cukup lumayan, karena Hyemi memang masih berdiri di depan pintu ruangannya.

“Ani.. aku hanya ingin memberikan berkas-berkas yang tadi kau suruh manage.”

“Sudah selesai?” Kibum cukup kaget dengan upaya Hyemi yang sudah menyelesaikan berkas tersebut dan anggukan kepala mantap sebuah jawaban dari Hyemi “Bisa kulihat?” pinta Kibum.

Hyemi tanpa ragu menghampiri Kibum yang terlihat sulit mempercayainya “Ige sajangnim” Hyemi menaruh berkas-berkas tersebut tepat didepan meja Kibum.

Kibum cukup takjub dengan pekerjaan Hyemi, namun ada beberapa bagian yang sukses membuatnya mengerutkan alisnya “Bisa kau jelaskan sedikit konsep managemen yang kau buat ini?” pinta Kibum.

Mendengar hal itu Hyemi mengangguk mantap dan menjelaskan secara rinci isi managemen pada berkas yang ia kerjakan.

Kibum mendengarkan penjelasan yang diberikan Hyemi, ia memperhatikan tiap kata yang terlontar dari mulut yeoja ini. Namun perlahan ia bukan memperhatikan pengucapan yang diberikan Hyemi, melainkan wajah mulus Hyemi.

Kibum memperhatikan tiap lekuk dari wajah Hyemi, mata, hidung hingga bibir merahnya membuat Kibum semakin memperhatikan yeoja dihadapannya ini. Tanpa disadari olehnya Kibum tersenyum begitu saja dan cukup ia sadari garis wajah Hyemi mengingatkannya pada seseorang, tapi ia pun bingung dimana ia melihat garis wajah ini sebelumnya.

Sesaat bayangan My angel yang selalu ia harapkan terbesit begitu saja, Kibum yang masih memperhatikan Hyemi.

DEG!

Ia teringat jelas garis wajah Hyemi terlihat mirip dengan My Angel-nya. Namun bagaimanapun ia tidak dapat menafsirkan sebuah satu pandangan pada satu hal yang sama.

“Sajangnim”

“Kibum Sajangnim”

Sedari tadi Kibum yang sibuk dengan dunianya sendiri tidak menyadari kalau Hyemi memanggil – manggilnya. “Sajangnim”

“Kibum oppa” Hyemi mengeluarkan ucapan tersebut dan membuat Kibum sadar akan panggilan dari Hyemi, sontak ia terarah pada Hyemi.

“Ne?” Sadar Kibum yang hanya mengucapkan kata tersebut.

“Aku sudah selesai menjelaskannya, tapi kau hanya diam saja sajangnim. Apa penjelasanku tidak mudah dipahami?” ujar Hyemi merasa tidak enak.

Kibum memutar bola matanya dan tersenyum “Aniyo, aku mengerti penjelasanmu dan tingkat managemen yang kau buat itu menurutku sangat menarik.” Walau Kibum sedari tadi memperhatikan wajah Hyemi, namja pintar satu ini memang mudah mencerna dalam pekerjaan.

Hyemi menghelakan napas leganya mendengar ucapan Kibum “Syukurlah, kalau begitu aku permisi dulu.” Kibum menjawab dengan senyuman dan anggukan kepalanya.

Hyemi yang siap meninggalkan ruangan Kibum, ponselnya bergetar lagi (?).  Ya, memang sedari tadi ia menjelaskan pada Kibum, ponselnya bergetar dan ia sadar benar siapa yang menghubunginya ditengah – tengah waktu bekerjanya.

Dan kali ini ia memutuskan untuk menganggkat telpon “Ya, Kim Jongin .. aiisssh aku sedang bekerja, kenapa kau menghubungiku–” dengan penekanan dan nada pelan Hyemi menerima telpon dari Jongin, seraya menutup pintu ruangan Kibum.

Kibum yang cukup mendengar ucapan Hyemi menerima telpon Jongin, ia hanya menatap Hyemi sampai menutup pintu dan matanya pun masih tidak lepas pada pintu tersebut entah apa yang ada dipikirannya saat ini.

*****

-Beberapa Hari Kemudian-

Sudah beberapa hari berlalu, Hyemi merasa nyaman memagang diperusahaan Kibum. Banyak pengarahan yang diterima olehnya, selain itu Kibum dan Hyemi merasa arah pembicaraan mereka selalu satu pemikiran. Kibum pun kagum dengan managemen bisnis yang diberikan Hyemi sesuai dengan apa yang dipikirkannya selama ini.

Bagi Hyemi hal tersebut sebuah pembelajaran, kesibukannya dalam memagang selalu  pulang cukup larut karena jarak perusahaan sampai rumah terbilang lumayan jauh. Hal tersebut membuat Jongin berceramah tidak jelas, bahkan ketika di kantor sempat-sempatnya Jongin berusaha menghubungi Hyemi entah apa yang ada dipikiran Jongin.

Jongin menghubungi Hyemi dengan beberapa alasan ‘Aku lapar, dimana kau menaruh mie?’. ‘Ya! Shin Hyemi, aku laparrrrr’. ‘Cepat pulang! Kau ingin aku mati kelaparan’.

Berbagai alasan yang ia berikan pada Hyemi, tidak jarang ia menyuruh Hyemi untuk cepat pulang. Bahkan ketika Hyemi belum pulang pun, ia akan terus menghubungi Hyemi.

Seperti saat ini Jongin tengah berada disekolahnya, lebih tepat dijam istirahat ini ia bersama teman-temannya tengah dikantin. Sedari tadi teman – temannya berseru membicarakan hadiah yang diberikan para penggemar disekolahnya ini.

Tapi tidak dengan Jongin.

Namja satu ini matanya berpusat pada ponsel miliknya, beberapa kali ia mengetikan pesan singkat untuk Hyemi namun kembali dihapus olehnya.

Ya, sebaiknya kau pulang sebelum aku pulang sekolah !!!

Ia menatap layar ponselnya setelah mengetikkan beberapa kata, namun “Aiisshh terkesan aku mengharapkan ia pulang cepat.” Gumamnya sendirian kembali mengetikkan beberapa kata pada ponselnya.

Aku tidak ingin makan mie, nanti kalau aku sakit karena mie! Memang kau mau aku sakit? Hah Shin Hyemi…

“Aiisshh ini berlebihan, tidak tidak!” kembali namja ini bergumam sendirian dan sibuk dengan ponselnya.

Tanpa ia sadari sedari tadi teman – temannya tengah memperhatikannya, mengerutkan alis tidak mengerti dengan tingkah Jongin saat ini “YA Jongin! Sedari tadi kau bergumam sendirian tidak jelas.” Ujar Chanyeol yang seolah jengah dengan tingkah temannya ini.

“Ku perhatikan kau sibuk dengan ponselmu. Ya, siapa yang ingin kau beri pesan singkat?” ledek Luhan yang memang memperhatikan.

“Ahhh apa seorang yeoja?” timpal Sehun meledek dan menyeruput orange jusnya.

Jongin hanya menatap teman – temannya dan tersenyum simpul “Ne yeoja… Istriku” jawab Jongin santai.

Uhuk uhukk

Seketika Sehun yang sibuk dengan orange jus terbatuk begitu saja mendengarnya, begitu juga dengan Luhan dan Chanyeol yang membulatkan matanya tidak percaya, mereka saling bertukar tatap satu sama lain dan …

“HAHAHAHA” Luhan dan Chanyeol tertawa terbahak mendengar ucapan Jongin, namun yang ditertawakan hanya diam saja seolah cuek.

“emmmpptt…” sedikit menahan tawa Chanyeol melanjutkan ucapannya “Istrimu? Apa aku tidak salah dengar?” kembali Chanyeol menahan tawa.

“Ne, memang istriku” Jongin menjawab dengan santai dan masih fokus dengan ponselnya.

“Ya Jongin jangan berbicara yang tidak – tidak babo” protes Sehun mengelus dadanya setelah tersedak tadi, Luhan dan Chanyeol saling bertukar tatap satu sama lain mengelengkan kepala mereka.

“Aku rasa otaknya sedang tidak beres, jangan membuat lelucon yang tidak – tidak aiisshh.. dari pada kau membuat lelucon seperti itu, pikirkan pertandingan 3 hari lagi. Kalau menang kita akan masuk semi final” ujar Luhan seolah mengalihkan pembicaraan.

“Kau benar Luhan, aku akan menyuruh kekasihku untuk memberi semangat” seru Chanyeol

“Jangankan kekasih, aku akan meminta orangtuaku datang” seru Sehun

“Ku rasa kau berlebihan Sehun, yang aku pikirkan para yeoja akan lebih banyak meneriaki namja di depan kita” sindir Luhan pada Jongin, namja satu ini memang cukup terkenal dan apabila bermain basket tidak jarang suara yeoja lebih unggul meneriaki namanya. Sehun dan Chanyeol yang sadar akan ucapan Luhan, mereka hanya menghelakan napasnya.

“Sebenarnya sebuah teriakan para yeoja kita tidak perlu memperdulikannya, karena bagiku teriakan seseorang yang kita sayang itu jauh lebih bermakna” ujar Chanyeol memberi argument bijak membuat Sehun dan Luhan memberi A+ padanya, karena tidak biasanya namja ini berbicara sebijak ini.

Jongin hanya diam saja mendengar percakapan teman – temannya ini, entah apa yang di pikirannya saat ini. Namun pandangannya tertuju pada layar ponselnya dan menatap satu nama yang tertera di ponselnya ‘Hyemi noona’.

*****

Hyemi sedikit merenggangkan ototnya , setelah mengerjakan beberapa berkas yang harus ia salin Karena ada beberapa kesalahan. Jam makan siang memang sudah tiba Ia berjalan santai menuju lift dan asal masuk kedalam lift.

Namun ia baru menyadari jika didalam lift ini terdapat Kibum , President CEO dari perusahaan dan memang lift ini hanya diperuntukan orang penting khususnya Kibum. Beberapa pegawai yang melihat Hyemi didalam lift tersebut memberi isyarat untuk keluar, begitu juga Jonghyun yang melihat hal tersebut memberi isyarat yang sama pada Hyemi.

“Shin Hyemi, kau sebaiknya keluar–” sedikit penekanan Jonghyun mengucapkan kalimat tersebut, Hyemi yang menyadari hal ini ia hanya tersenyum pada Kibum dan ingin keluar dari lift ini.

Namun Kibum menahan tangan Hyemi “Ghwencanayo, kita kebawah bersama.” Tanpa berkata apa-apa lagi, Kibum langsung menutup pintu lift membuat Jonghyun dan karyawan lainnya cukup tercengang dengan hal ini.

Hyemi menatap Kibum merasa bersalah “Mianhae, aku tidak  memperhatikan saat berjalan. Mianhae” Kibum hanya tersenyum kecil.

“Ya, kau ini lucu sekali. Kau tidak sengaja masuk lift sampai merasa bersalah seperti itu, Ghwencanayo” Kibum mengacak rambut Hyemi, menerima perlakuan ini Hyemi hanya diam saja namun Kibum sadar akan perlakuannya dan melepaskannya begitu saja “ahhhh sepertinya satu lift hanya untukku ini bergitu berlebihan, aku akan meminta pada Jonghyun agar lift ini dapat digunakan yang lain”

Hyemi mengelengkan kepalanya “aniyo, ini tidak berlebihan menurutku. Sudah sewajarnya CEO perusahan berada di lift khusus” Kibum tersenyum tipis, entah dipikiran Hyemi saat ini terselip sebuah pertanyaan “Oppa, kau membiarkan aku satu lift denganmu. Apa karena hanya karena aku adik iparmu?”

Kibum terlihat diam saja “Igo, nilai magangku. Ku mohon kau jangan menilai karena aku istri adikmu” entah perkataan seperti itu keluar begitu saja dari mulut Hyemi, Kibum cukup kaget dengan ucapan Hyemi.

Namun ia hanya tersenyum tipis “Kita makan siang bersama. Kau tidak boleh menolaknya, anggap ini bonus karena kau sudah memberi konsep managemen yang bagus untuk perusahaan ini.”

Hyemi diam membeku dengan ucapan Kibum secara singkat namun dapat dicerna jelas olehnya, entah ucapannya ini seolah mengalihkan pembicaraannya tadi “Keunde, aku takut karyawan disini menganggap—“ ucapan Hyemi terpotong karena mereka sudah sampai dilantai dasar dan Kibum memberi isyarat untuk keluar lift.

“Kau tenang saja, aku sering mengajak makan siang Jonghyun memberi bonus padanya.” Kibum berjalan lebih dulu, Hyemi sedikit mengerutkan alisnya mendengar ucapan Kibum.

Batinnya berbicara ‘tenang saja? Namja dengan namja tidak masalah. Apa ia tidak berpikir aku seorang yeoja?’ Hyemi menghelakan napas beratnya dan mengikuti Kibum dari belakang, namun Kibum menghentikan langkahnya agar berjalan sejajar dengan Hyemi.

Sangat kentara beberapa karyawan mulai menatap kearah mereka, namun Kibum bersikap sewajarnya dan memulai pembicaraan akan konsep manajemen yang diberikan Hyemi. Terlihat jelas beberapa karyawan sadar akan pembicaraan mereka, Hyemi pun cukup takjub dengan tindak cepat Kibum. Walau masih ada beberapa yang menatap sulit diartikan, namun Hyemi terbawa oleh pembicaraan Kibum yang kian menarik baginya.

Sampai ia tidak menyadari jika ada seorang namja yang tengah menatapnya tajam dari pintu masuk perusahaan ini.

“Oddiga?” langkah Kibum dan Hyemi terhenti begitu saja mendapati seseorang berbicara pada mereka, cukup membuat mereka tercengang mendapati Jongin lah yang berada dihadapannya saat ini dan berkata seperti tadi.

“Ne, bo…” Hyemi menahan ucapannya “Jongin, bagaimana bisa kau ada disini?” lanjut Hyemi yang meralat ucapannya tadi.

Jongin hanya menarik sebelah alisnya dan saat itu ia langsung merangkul Hyemi “Tentu saja aku ingin menemui is-tri-ku” sedikit penekanan pada kalimat tersebut Jongin bersua,membuat Hyemi bergidik dan Kibum hanya menatap Jongin.

“Kalian ingin makan bersama bukan? Aku ikut, aku bosan dirumah makan mie ramen.” Kembali Jongin bersua dan cukup menyindir Hyemi, Kibum yang mendengar ucapan ini hanya mengelengkan kepalanya saja.

Sadar akan pandangan kurang enak Hyemi melepaskan rangkulan Jongin “Ini dikantor bocah, lepaskan” mendapati tidak enak Hyemi berjalan lebih dulu diantara dua namja ini, membuat Jongin mengerutkan alisnya.

“Aiisshh yeoja itu.. “ dengus Jongin

Namun Kibum yang sedari tadi memandangnya berkata “Sadarlah banyak orang yang beranggapan beda ketika seorang namja merangkul yeoja, terlebih lagi kau adikku.” Entah kenapa ucapan Kibum terkesan menekankan.

“Wae? Aku rasa tidak ada salahnya jika seorang suami merangkul istrinya” kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Jongin.

Kibum hanya tersenyum simpul dan berkata “Disini tidak ada yang tahu jika kau  sudah menikah Jongin-ah.”

Jongin merasakan ucapan Kibum ini terkesan menuntut, ia menarik sebelah bibirnya “Jinja? Kalau begitu, suatu saat aku akan membuat pengakuan Shin Hyemi adalah istriku.” Sambil tersenyum puas Jongin  langsung menyusul Hyemi.

Sedang Kibum hanya tersenyum dengan ucapan Jongin, sedikit tersirat dibenaknya ‘Dia cemburu padaku? anak itu…’  Sedikit mengelengkan kepala Kibum tidak menyangka Jongin berucap seperti tadi.

*****

 

Jongin menatap sebuah kertas yang berisikan undangan untuk pertandingan basketnya lusa nanti, ia berpikir haruskah ia memberikan surat ini pada Hyemi? Beberapa kali ia meyakinkan dirinya Antara memberikan surat tersebut atau tidak.

“aiishh Kim Jongin, kenapa kau jadi seperti ini hrrrrr” Jongin bergerutu sendirian ditengah malam.

Tanpa ia sadari dibalik pintu kamarnya, Hyemi cukup menyadari pukul menunjukkan tengah malam. Tapi ia melihat Jongin yang belum tertidur, tanpa ragu Hyemi menghampiri Jongin yang berada dikamarnya.

“Ya, bocah! Ini sudah tengah malam, kau belum tidur juga? Hah” Jongin cukup kaget akan kehadiran Hyemi yang tiba-tiba, sontak ia beranjak dari ranjangnya.

“Kau sendiri belum tidur” Jongin justru menimpali ucapan Hyemi.

“Aiissh anak ini, aku haus makanya aku bangun. Kau bocah, ini sudah tengah malam, seharusnya kau  tidur. Tidak sadar kalau kau susah dibangunkan.” Tutur Hyemi , Jongin hanya diam saja namun Hyemi menimpali “Palliwa, besok kau sekolah bocah. Kau harus segera tidur”

Entah kenapa Jongin tidak suka dengan ucapan Hyemi, seolah dirinya dianggap seperti anak kecil dan dengan mudah diperintahkan untuk tidur. Ketika Hyemi ingin pergi meninggalkan Jongin, tangannya ditahan begitu saja “Berhenti memperlakukanku seperti anak kecil”

Mendengar ucapan Jongin, Hyemi mengerutkan alisnya “Wae? Aku hanya mengingatkanmu , memangnya kau ingin terlambat lagi kesekolah” Jongin memberikan sebuah senyuman yang sulit diartikan.

“Gheureyo, kalau begitu aku pun akan mengingatkanmu sesuatu.” Ucapan klise yang keluar dari mulut Jongin, membuat Hyemi mengerutkan alisnya. Namun dengan gerakan cepat Jongin menarik tubuh Hyemi, menghempaskan tubuhnya keranjang dan hitungan detik Jongin berada diatas Hyemi, namun tangannya masih menopang tubuhnya agar tidak menindih tubuh Hyemi.

Menerima perlakuan seperti ini Hyemi sangat kaget, tindakan Jongin begitu menakutkan baginya “Kau mau apa?” entah kenapa tubuhnya terasa terkunci begitu saja.

“Apa kau tidak sadar aku siapamu?” Hyemi sadar benar ucapan Jongin, ia hanya dapat menelan ludahnya.

“Sebenarnya kau mau apa? Hah” entah kenapa ia merasa gugup dengan tatapan Jongin yang kian tajam dan menuntut.

“Aku hanya ingin menunjukkan padamu, kalau aku bukan anak kecil.” Hyemi membulatkan matanya mendengar ucapan Jongin.

“Kau tidak berniat melakukan hal yang tidak – tidak kan?” Hyemi tahu Jongin sering sekali mengkelabuhinya, tapi dirasakan oleh Hyemi tubuh Jongin yang kian menghimpit dan wajah Jongin yang mendekat membuat deru napasnya terasa pada pori-pori kulitnya.

Napas Jongin kian memburu dan deru napasnya semakin terasa ditiap inci kulitnya, jarak yang sudah beberapa centi membuat Hyemi memejamkan matanya. entahlah kenapa ia melakukan hal tersebut, tapi ia rasakan kembali Jongin merengkuh tubuhnya dan memutar posisinya.

Cukup dirasakan oleh Hyemi, ia berada diatas Jongin “YA! Kau fikir aku akan melakukan apa, babo tsk.” sontak Hyemi membuka matanya, benar ia berada diatas Jongin saat itu juga ia beranjak dari tubuh Jongin.

Entah perasaan apa yang dirasakan Hyemi, namun ia mencoba mengontrol apa yang dirasakannya saat ini. Jongin kembali bersua “Aku hanya ingin menunjukkan ini” Jongin memberikan selembar surat tepat didepan Hyemi.

“Ige mwoya? Surat sekolah? Kau membuat kesalahan.” Hyemi hanya membaca keterangan diatas yang mengatasnamakan sekolahan Jongin.

“Baca dulu baru berkomentar” Dengus Jongin kesal dan Hyemi mencermati isi surat tersebut “Kau harus datang, jika kau tidak datang aku .. aku marah padamu”

Hyemi menatap Jongin “Kau mengancamku?”

“Gheure, aku mengancammu”

Hyemi semakin menatap Jongin tidak percaya, seolah tidak memperdulikan ancaman Jongin. Saat itu juga Hyemi beranjak dari ranjang, namun lagi – lagi Jongin menahannya “Oddie?”

“Tentu saja tidur, kau pikir mau apalagi aiisshh”

Jongin memutar bola matanya seolah berpikir keras, ketika Hyemi ingin pergi kembali Jongin menahan “Kau, apa tidak berniat tidur disini?”  Jongin menepuk ranjangnya.

Hyemi membulatkan kedua matanya “MWO? Maksudmu? Satu ranjang denganmu?” Hyemi sedikit berdengus kesal.

Tapi yang diajak bicara menjawab dengan santainya “Ne, apa kau tidak takut tidur sendirian? semalam aku melihat ada sebuah bayangan memasuki kamarmu. Aku pikir itu kau, tapi sepertinya itu terlihat bayangan Hantu.”

Ucapan Jongin sukses membuat Hyemi bergidik ngeri, ia menelan ludahnya “Jinjayo?” Jongin menjawab dengan anggukan mantapnya.

“Bayangannya berwarna putih, aku benar merasa itu bukan manusia Hyemi-ah..” Jongin semakin bersua mendapati Hyemi yang bergidik ngeri, namun dibenak Hyemi terlintas kalau Jongin tengah mencoba mengkelabuhinya.

Saat Jongin ingin bersua dan menakut-nakutinya lagi, Hyemi meraih bantal meleparkannya tepat diwajah Jongin “Aiisssh jangan mencoba mengkelabuhiku bocah! Kau pikir aku akan percaya dengan akalmu menakut-nakutiku.” Dengan kesal Hyemi meninggalkan Jongin yang menahan tawanya.

Sungguh ia ingin tertawa mengingat ekpresi takut Hyemi yang bergidik ngeri akan ceritanya tadi. Tapi tiba-tiba ia merasakan aura dingin begitu saja, sontak saat itu ia langsung menutupi tubuhnya dengan selimut “ aisshh ini karena Hyemi.”

****

mohon maaf part ini sedikit dan garing ..

mohon maaf bangat chingudeul 

47 thoughts on “Nuna.. Marry Me ? [Part 8] A

  1. akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ,, pas bener ini judul’a pucuk d’cinta kkamjong pun nampak *ehh* itu s’Key naksir kn pasti yakin awas lu macem2 trus s’monyet gunung kok ngga muncul kalo ada dy pasti hancur lol ,,, next part d’post besok kah ???? blh kan kalo ngarep cepetan dikit d’postnya😀

  2. Kyaaa akhirnyaaaa part 8 muncul juga😀
    udah lumutan nih eon nunggu nya, kkk

    gak garing sih menurut aku thor, lucu kok. Apa lgi pas bagiannya jongin😀
    lanjutannya jangan lama lama dong thor😉

  3. setelah berkali2 berkunjung ke web ini, nunggu chap 8 nuna marry me… akhirnya muncul jugaaa ^^
    Chap selanjutnya jangan lamaa- lama ya eon dan pokoknya harus dituntasin sampai ending ceritanya.. tentunya shin hyemi tetap menjadi milik jongin😀
    Sayang banaget kalo misal ff ini berhenti ditengah jalan😦
    Hwaiitingggg eon😉

  4. Nah kan, aku yakin banget deh, pasti Hyemi itu ‘my angel’ nya Kibum! Terus pasti Kibum bakal nyesal karna batalin perjodohannya =)) kkk~
    Kasihan Kai😄 childish banget dia =))
    Lanjutannya jangan lama” ya
    Fighting ^^

  5. akhirnya ff ini nongol lg. aq suka ceritanya lucu..pernah baca di ffindo…hyemi kapan sukanya sm jongin…kpn mereka mereka bisa bobo bareng…jongin kekanakan banget..

  6. kece badai eon. .
    knpa hyemi masie bgtu susah mengakui jongin sbg suami.nx . . sadar hyemi.sadar. . .
    aq ikutan takut klo kibum suka ama hyemi. .hikz. .
    dtggu next chapt nx .

  7. Aku kira ff ini ndak mau dlanjutin tor,eh trxta udh ada lnjutanx. Tor kalau bleh kasih sran dkit lbih baik ada moment antra kai sma hyemi yg romantis gtu,kalau critax cma dkat”n krang romantis tor. Mgkin dkit ada adegan ciumanx,biar critax trkesan kai sma hyemi mlai jtuh cinta. Mian tor kalau komentx ndak sesuai. Next🙂

  8. aaaa~ akhirnya setelah sekian lama nunggu chapter ini sampe aku lupa judulnya dan aku inget lagi chapter 8-nya udah lengkap🙂 aku kira bakalan di post di ffindo lagi thor. chapter ini engga garing garing amat kok thor, seengganya si jongin udah mulai galau galau berasa kaya lagi naksir -emang naksir- Hyemi. tapi Hyeminya semacem gapeka gitu >< semangat thor, di tunggu next chapternya🙂

  9. aku baru baca FF ini kemaren. itu juga rekomen dr Author FF yg sering aku baca -Sarah Salsabila- pas lagi seru2nya baca -udah selesai part 5- buka part 6 ternyata di protect.. huhuu.. jd gantung nih bacanya.. padahal aku suka sm ceritanya.. tolong di unprotect doong part 6nya.. jebal……😦 gantung bgt ini -__-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s