Let me love, Let me fall

let me love let me fall

Author :: Kim Raemi

Tittle :: Let me love, Let me fall

Length :: Ficlet

Genre :: AU, Fluff, Real Marriage, Romance

Rating :: 15+

Summary :: Park Kyungri seorang yeoja muda yang mempunyai anak 5 tahun.. Namun entah takdir atau ketidaksengajaan, sebuah pertemuan membuatnya mengingat masalalunya.

 

Cast::

Park Kyungri

Bang Yongguk

Bang Hyunsik (son)

Kim Himchan

Langit cerah Nampak jelas menyempurnakan pagi hari ini, seorang yeoja mengenggam erat sebuah tangan kecil mungil. Tanpa disadarinya si pemilik tangan mungil itu terus memandanginya dan tersenyum cerah “Eomma, aku senang eomma mengantarku sekolah.”

Yeoja ini hanya tersenyum dan mengacak lembut rambut anaknya “Sudah seharusnya aku mengantarkanmu kesekolah Hyunsik-ah. Keunde, aku pun harus bekerja.”

“Arasseo eomma. Eomma bekerja untuk sekolahku kan?” yeoja ini kembali tersenyum dan mengangguk menanggapi ucapan anaknya “Tapi sering – sering saja eomma terlambat bangun, mungkin bis sekolah akan meninggalkanku dan aku bisa diantar setiap hari olehmu.”

Yeoja ini memicingkan mata pada anaknya “Ahh Jinjayo? Kau ingin eomma dipecat karena terlambat ke kantor?”

Hyunsik mengelengkan kepalanya “Aniyo eomma” dengan gaya bahasa yang lucu Hyunsik mengucapkan kalimat tersebut, membuat yeoja ini tersenyum tipis.

“Kajja, bis sudah datang. Kita harus cepat – cepat kesekolahmu arasseo.” Hyunsik mengangguk mantap dan menerima genggaman erat dari yeoja ini.

Park Kyungri adalah seorang yeoja berumur 25 tahun, umur yang masih tergolong muda untuk ukuran seorang ibu. Anaknya pun berumur 5 tahun dan bersekolah di taman kanak-kanak, sulit dipercaya? Namun semua fakta yang nyata.

Menikah muda memang hal yang cukup sulit, terlebih lagi sebuah perjodohan. Meski perjodohan, Kyungri sangat bahagia menikah dengan suaminya, mereka saling mencintai. Namun sebuah dinding retak begitu saja membuat satu jalan keputusan yaitu ‘perceraian’.

Pernikahan yang belum ada setahun berakhir begitu saja, sulit di ungkapkan bagi Kyungri tapi itu adalah sebuah keputusan yang tepat untuknya. Meski sebuah kesalahpahaman, sesungguhnya itu yang diinginkan Kyungri. Bukan karena tidak mencintainya lagi, sebuah faktor membuatnya tidak bisa menjelaskannya hingga saat ini.

Saat bercerai padahal ia tengah mengandung anaknya 6 bulan, setelah melahirkan anaknya di seoul dia dan keluarganya pindah ke Jeju. Hingga waktu terus belalu, ia memutuskan kembali ke seoul mencari pekerjaan, kenapa ia memilih jalan ini? Karena ia tidak ingin merepotkan orangtuanya dan bergantung terus pada orangtuanya.

Sudah 6 bulan ia tinggal diseoul dan mendapat sebuah pekerjaan sesuai keahliannya. Satu hal yang ada dipikirannya yaitu Hyunsik anaknya, ia hanya memikirkan untuk membesarkan Hyunsik meski seorang diri. Ia sangat menyayangi anaknya ini, walau banyak orang yang memandangnya curiga akan umurnya yang masih muda sudah mempunyai anak. Itu bukan sebuah halangan untuknya, ia tidak memperdulikan hal tersebut.

Didalam bis tidak jarang orang memperhatikan yeoja cantik dan muda ini, namun tengah menggenggam erat anak berumur 5 tahun. Mungkin orang yang melihatnya menganggap Hyunsik keponakanannya.

Hyunsik anak kecil ini memang cukup sadar apabila orang lain memandang Kyungri ibunya. “Ahjjusi, wae? Kenapa kau memandang ibuku seperti itu?” entah untuk kesian kalinya bagi Hyunsik merasa tidak nyaman apabila ibunya dipandangi.

Kyungri yang sadar langsung menatap Hyunsik, tapi namja yang sedari memperhatikan ibunya terlihat membulatkan matanya “Mwo? Jadi dia ibumu? Bukan bibimu?”

“Aniyo, dia eomma ku. Ahjjusi jangan mencoba memperhatikan eomma ku lagi, arasseo! Karena eomma naekkoya.” Hyunsik menjulurkan lidahnya pada namja itu, namun namja itu hanya tersenyum dan mengelengkan kepalanya.

Kyungri menghelakan napasnya mendapati sikap Hyunsik seperti ini, ia meminta maaf pada namja tersebut dan ditanggapi dengan rasa maklum karena sikap Hyunsik. Padahal Kyungri sudah sering memperingati Hyunsik, namun Hyunsik selalu berkata “Aku akan melindungi eomma.” Namja kecil satu ini membuat Kyungri terkadang sulit mempercayainya.

***************

Kyungri setengah berlari, karena ia menyadari kalau ia sudah terlambat beberapa menit. Ia mempercepat langkahnya ketika baru sampai disebuah gedung perusahaan dan menuju kantor bagiannya. Terlihat jelas atasan bagiannya ini tengah sibuk memberi pengarahan pada salah satu staff dibagian ini.

Beberapa rekan kerja kantornya cukup menyadari keberadaan Kyungri, namun ia memberi isyarat agar yang lain diam. Seolah mengerti staff yang lain hanya diam saja dan mengelengkan kepala mereka sudah biasa akan perilaku Kyungri.

Kyungri yang tahu kalau atasannya tidak menyadari kehadirannya, ia langsung duduk dikursinya. Namun sebuah suara yang tidak asing baginya menggema jelas ditelinganya “Aihhh sejak kapan ibu muda ini duduk dikursinya, Irona”

Kyungri hanya tersenyum kecil menyadari kalau atasannya ini ada dihadapannya “Mianhaeyo sajangnim, tadi dijalan macet” Dusta Kyungri, namun namja paruh baya ini memicingkan matanya.

“Ahh Jinjayo? Anak ini begitu banyak alibinya. Wae? Apa kau terlambat karena mengantar anakmu lagi?” Kyungri menundukkan kepalanya karena atasannya ini mengetahui alasan sebenarnya, sedang staff yang lain menahan tawa mereka “Aiishh sudah ku duga anak ini terlambat karena mengantar anaknya.”

“Mianhae, sajangnim” kembali Kyungri menundukkan kepalanya.

Namun namja paruh baya ini hanya tersenyum dan mengelengkan kepalanya “Ya, kalian berikan ibu muda ini alarm untuk dirumahnya.”

Mendengar hal itu Kyungri langsung menatap atasannya ini dan berteriak “Ya, sajangnim—“ namun dengan cepat ia menutup mulutnya karena merasa tidak sopan, sedang atasannya dan staff yang lain tertawa terbahak.

“Sudah ku katakan padamu Kyungri, menikah dengan anakku. Kau pasti tidak akan bangun kesiangan lagi.” Namja paruh baya ini bukan menyudahi justru menimpali pembicaraannya tadi, sontak satu ruangan ini menertawakan Kyungri.

Sesaat namja paruh baya itu pergi, Kyungri hanya menghelakan napasnya “Ya ibu muda.. alih – alih kau diminta untuk menikah dengan anaknya.” Ujar salah satu staff disini malah menimpali.

“Aiishh kalian malah menimpali.” Dengus Kyungri kesal kembali pada kursi kerjanya, justru yang lain menertawakan tingkah Kyungri.

Seperti inilah keadaan kantor yang tengah ditapaki Kyungri, sungguh ia tidak menyesal ditempatkan pada tempat ini. Ada kala mereka serius dan ada kala mereka membuat lelucon agar suasana tidak membosankan akan pekerjaan yang tengah digeluti.

Atasan mereka yang memiliki rasa humor yang cukup baik, membuat staff di bagian ini tidak tegang apabila diberi pengarahan. Kyungri bahkan diminta untuk menikah dengan anaknya, awal Kyungri menanggapi serius dan meminta maaf kalau ia tidak ingin menikah lagi. Padahal itu sebuah candaan saja.

Baru 5 bulan ia bekerja disini, ia tidak menyangka staff satu kantornya ini begitu bersahabat tanpa memandang dirinya yang masih muda namun sudah mempunyai anak berumur 5 tahun. Staff disini memang sudah tahu kalau Kyungri terkadang terlambat karena mengantar anaknya, itu cukup dimaklumi karena ia membayar dengan bekerja sesuai waktu saat ia datang.

Walau terkadang peringatan sering diberikan padanya, namun ia bertanggung jawab akan perbuatannya tersebut.

####

Kyungri digeluti beberapa kertas desain dihadapannya, deretan kertas desain ini sudah harus dijadikan desain dalam program corel dan deadline memang hari ini. Maka dari itu dia begitu cermat untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Namun tiba-tiba staff sekratariat bagian menerima sebuah telpon dan memberikan kabar jika staff bagian desain  untuk menghadap Direktur dari perusahaan ini.

“Kenapa begitu mendadak? Tidak biasanya seperti ini.” Salah satu staff bersua memberi argumentnya, yang lain hanya mengangkat bahu mereka bertanda tidak tahu dan mereka pun cukup heran akan panggilan dadakan seperti ini.

“Jangan banyak bicara, laksanakan apa yang diinginkannya” ujar Kim sajangnim dengan tegasnya, namja paruh baya ini jika sudah tegas membuat yang lain hanya dapat mengangguk mantap dan melaksanakan perintah tersebut.

Memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai di lantai 15 pada perusahaan ini. Namun kali ini mereka sudah berada di ruangan Direktur dan tanpa basa – basi ia mengeluarkan argumentnya. Lebih tepat sebuah pekerjaan penting untuk tim design ini.

“Aku meminta kalian kesini, karena ada sebuah projek besar. Kalian tahu perusahaan ini cabang ketiga dari perusahaan Jisoon?” semua mengangguk mantap kecuali Kyungri yang mengerutkan alisnya , sesungguhnya ia memang tidak mengetahui hal tersebut.

“President CEO atau pemilik dari perusahaan Jisoon, ia ingin membuat cabang keempatnya. Rapat untuk cabang tersebut akan dilaksanakan diperusahaan ini. Ia pun menginginkan sebuah konsep berbeda untuk perusahaan tersebut dan aku meminta untuk kalian yang membuat konsep design pada perusahaan cabang itu”

Semua cukup tercengang dengan pemberitahuan ini, Kyungri langsung berpikir ‘Konsep perusahaan baru’ ia sedikit mengerutkan alisnya. Tidak jarang staff lainnya pun langsung berpusat kearah itu, meski ada beberapa staff yang justru memperhatikan direktur muda dihadapannya ini.

“Besok President CEO akan kesini dan secara lisan ia memberi konsep yang diinginkannya. Aku harap kalian memahami keinginan President, arasseo!”

Semua mengangguk mantap membuat direktur dihadapannya ini tersenyum puas “Kalau begitu kalian boleh keluar.” Dengan hormat direktur tersebut berucap.

Mereka hanya menurut saja dan cukup disadari Kyungri kalau Kim sajangnim tidak keluar. Samar ia mendengar “Himchan-ah, apa kau yakin menyuruh tim design diperusahaan ini?”

“Aboji ini keinginanya, bagaimanapun kita harus menunjukkan kalau Tim Design di cabang 3 ini pun berkualitas. Walau aku tau keinginanya begitu sulit ditebak, ahhh dia membuatku pusing. Aku hanya takut bawahanmu dimarahi jika dia tidak puas”

“Kau tenang saja, aku akan memberi pengarahan pada mereka.” Ketika ia menutup pintu samar ia melihat Kim sajangnim menepuk pundak direktur tersebut.

Kyungri mengerutkan alisnya berpikir keras mendengar pembicaraan kedua atasannya itu, beberapa staff bagiannya ini membicarakan president. Namun ia justru berpikir keras mengenai ucapan kedua atasannya “Direktur, apa anak kim sajangnim?” semua menatap Kyungri yang cukup penasaran.

“Ahhh Jinjayo? Kau baru mengetahuinya?” Kyungri hanya menganggukkan kepalanya “5 bulan dia bekerja disini, dia tidak tahu anak Kim sajangnim.”

Kyungri hanya tersenyum tipis, namun salah satu staff meledeki “Wae ? apa kau menyesal setelah tahu kalau anak Kim sajangnim adalah direktur Kim Himchan?”

Kyungri mengelengkan kepalanya “Aniyo, aku hanya bertanya”  yang lain hanya mengangguk saja.

“Jangan katakan jika kau tidak mengetahui President CEO?” Kyungri mengelengkan kepalanya mendengar rekannya bertanya.

“Jongup-ah, bagaimana dia bisa mengetahui sedang anak Kim sajangnim saja ia baru tahu” celetuk rekan lainnya.

“Kyungri, berhati-hatilah President CEO itu sangat kejam. Kesalahan sedikit pun itu bisa fatal dan tidak akan selamat” mendengar ucapan Jongup ,Kyungri bergidik ngeri, justru membuat yang lain tertawa.

“Jangan didengar, dia berlebihan.” Ujar rekan yeoja Sera, dia selalu memberi dukungan untuk Kyungri dan yeoja ini memang lebih tua darinya bahkan sudah mempunyai 2 anak.

Senda gurau bergema kembali pada bagian Design, meski mereka tengah bekerja namun dibawa santai oleh mereka. Tapi  entah besok mereka dapat bekerja santai lagi atau tidak, mengingat President CEO yang akan sering ke perusahaan ini, bahkan projek pun mereka ikut terlibat.

*****

Semilir angin malam berhembus dengan lembutnya pada tiap pori – pori wajah Kyungri, ia tersenyum kecil menatap Hyunsik sibuk dengan coklat yang tengah dimakannya. Mereka sering bersenda gurau di pekarangan rumah yang memang terlihat jelas pantai, membuat perasaan nyaman di tempat ini.

Bintang malam yang berkelip terang seakan ramah menyapa mereka, Hyunsik masih sibuk dengan coklatnya namun matanya menatap satu bintang paling terang. “Eomma, apakah appa bahagia disurga?” tiba-tiba Hyunsik bertanya membuat Kyungri menatap anaknya.

Entah kenapa perasaan bersalah menyelimutinya, ia memang mengatakan pada Hyunsik jika ayahnya sudah tiada. Kyungri tersenyum tipis dan berkata “Tentu saja Hyunsik-ah, appamu pasti bahagia. Tuhan akan selalu menjaganya”

“Jinja?” Kyungri mengangguk mantap dengan ucapan Hyunsik “Aku akan berdoa untuknya, agar appa selalu bahagia disana.” Hyunsik memejamkan matanya dan mengepalkan kedua matanya.

Kyungri hanya memandang anaknya penuh pilu, batinnya pun terasa sesak dan sebuah kalimat ironi bersua dibenaknya ‘Mianhaeyo, Hyunsik-ah’.

“Eomma, aku berharap malam ini bisa memimpikan appa. Meski aku tidak pernah tahu wajah appa, tapi aku ingin sekali bermimpi tentangnya.” Ujar Hyunsik setelah membuka matanya dan menatap Kyungri penuh pengharapan.

Kyungri kembali tersenyum tipis “Ne, kau pasti memimpikannya.” Ia mengacak lembut rambut anaknya penuh tulus dan sebercik rasa bersalahnya pada anak ini, mengorek masa lalu yang masih membekas dibenaknya.

*****

Kyungri baru saja sampai di perusahaannya, terlihat jelas dari kasat matanya saat ini. Banyak staff yang sibuk akan pekerjaannya, bahkan seolah tengah menyiapkan sebuah acara. Ia cukup berpikir keras tidak biasanya perusahaan menjadi super sibuk, namun ia tidak memperdulikan dan langsung ke pusat kantor bagiannya.

Tapi ketika didalam lift beberapa karyawan berbicara “Aku dengar President CEO akan kesini hari ini, makanya seisi perusahaan terlihat sibuk.” Kyungri baru ingat mengenai hal itu, pantas saja keadaan perusahaan berbeda dari biasanya.

“Ya, kabarnya President CEO itu sudah pernah menikah, namun …” pembicaraan karyawan tersebut terpotong. Karena terdengar jelas oleh Kyungri, salah seorang karyawan melerainya.

“Aiishh Jangan berbicara sembaarangan akan President CEO, masalalunya hanya sebuah gossip. President CEO itu baru akan menikah dengan tunangannya dalam jangka waktu cepat”

“Jinja? Kau tahu dari mana?” Kyungri yang mendengar hal ini hanya mengelengkan kepalanya saja, kenapa orang suka sekali bergosip pikirnya. Seolah tidak memperdulikan pembicaraan para karyawan, ia keluar lift dan memasuki kantornya.

Tidak jauh berbeda dengan keadaan dibawah, dikantor bagaiannya ini terlihat sibuk. Bahkan ada pula membicarakan President CEO tersebut “Ahhh ada apa dengan orang-orang membicarakan satu objek yang tidak kuketahui sama sekali. Memusingkan” Kyungri menaruh tasnya tepat di pinggir PC miliknya.

“Rupanya ibu muda ini tepat waktu. Bagus , bagus” Kyungri tahu betul sipemilik suara tersebut adalah atasannya “Kyungri, apa kau tidak berdadan cantik seperti yeoja yang lain untuk menarik perhatian CEO? Ketahuilah President perusahaan ini masih muda.”

Kyungri hanya menatap tajam atasannya ini, namun namja paruh baya ini justru menimpali “Ahh apa kau tidak suka berdandan ? kalau begitu kau benar –benar tipe anakku.”

“Sajangnim…..” penuh penekanan Kyungri berkata seperti itu, namun hanya tawaan dari Kim sajangnim dan staff lain yang Kyungri dapat. “lagi – lagi seperti ini” umpatnya pelan setengah frustasi

“Sajangnim, tim design harus keruangan sebelum rapat dimulai perintah direktur. Karena President CEO dalam perjalanan menuju perusahaan.” Pemberitahuan dari secretariat memang membuat kaget, namun semua langsung terbangun seolah siap dengan pemberitahuan tersebut.

Kim Sajangnim pun memberi sedikit pengarahan sebelum memasuki ruang rapat “Kalian siap?” ujar Kim sajangnim dan disambut anggukan mantap dari para staff.

#####

Kyungri bersamaan staff yang lain sudah diruang rapat, adapula dari bagian – bagian lain yang mengikuti rapat ini. Entah kenapa ia merasa gugup , karena memang untuk pertama kali baginya berada diruang rapat sebesar ini. Baginya pun projek ini sangat penting , ia tidak boleh membuat kesalahan pikirnya seperti itu.

Beberapa staff sedikit berbincang mengenai cabang baru yang akan dibuat, namun pikiran Kyungri merasa kegugupan menyeruak dalam benaknya. Disadari oleh seisi ruangan ini Direktur dari perusahaan yang tidak lain tidak bukan Kim Himchan sudah memasuki ruangan. Ia seolah mempersilahkan seseorang masuk kedalam ruangan ini.

Beberapa orang terlihat memasuki ruangan ini, terlihat jelas dari kasat mata seisi ruangan ini menatap kagum pada seorang namja tampan memasuki ruangan tersebut, serta diikuti pengawal dan beberapa orang penting lainnya.

Kyungri yang menyadari kehadiran orang – orang tersebut, menangkap satu pemandangan namja tampan yang dikagumi seisi ruangan ini. Kyungri membulatkan matanya seketika menyadari siapa orang tersebut, orang yang cukup ia kenal.

Hatinya terasa tercekat menangkap pemandangan tersebut, ia berusaha mengalihakan pandangan agar namja itu tidak sadar akan dirinya. Sayangnya mata namja itu pun terlihat begitu kaget melihat Kyungri.

Kyungri pun cukup sadar ada seorang namja paruh baya dengan kursi rodanya menatapnya tak kalah kaget, namun sesaat sebuah senyuman mengembang. Seisi ruangan ini pun sontak memberi salam pada namja itu dan namja paruh baya disampingnya.

“President Bang Yongguk, duduklah” terlihat jelas oleh Kyungri namja tersebut duduk di kursi paling ujung.

Sungguh ia tidak menyangka jika President diperusahaan ini adalah namja yang cukup ia kenal. Ia  menyadari tatapan namja yang bernama Yongguk ini menatapnya tajam, meski jarak cukup jauh itu jelas baginya . Tatapan tidak suka yang terlihat jelas untuk Kyungri.

Berbeda dengan namja paruh baya yang tersenyum seakan lega melihat Kyungri ada dihadapannya. Pikiran Kyungri benar – benar tidak terfokus dengan pembicaraan beberapa atasan mengenai cabang baru. Bayangan masalalu pun terbayang kembali.

“Kau selingkuh dengan namja itu!!?”

“Apa anak itu , anak dari namja itu? KATAKAN KYUNGRI”

“Aku akan menceraikanmu!!!!!!!!”

“Aku sangat membencimu. Jangan pernah menampakkan batang hidungmu didepanku”

“Kyungri -ya, Gheotjimalyo”

“Abonim, Mianhae….”

“Gheotjimal .. aku tahu kau bukan seorang yeoja yang seperti itu Kyungri”

“Mianhae, aku sengaja melakukan ini”

 

Kepalanya terasa pening mengingat masalalu tersebut, bahkan bayangan masalalu tersebut semakin jelas dibenakknya. Kenangan yang sudah ia kubur dalam – dalam, tapi kenapa setelah 5 tahun berlalu ia harus bertemu lagi.

Kyungri semakin menyadari tatapan Yongguk semakin tajam padanya. Sungguh ia tidak bermaksud menampakkan batang hidungnya lagi didepannya. Batin Kyungri ingin sekali berteriak .

Fin~

16 thoughts on “Let me love, Let me fall

  1. annyeong udah lama banget aku gak mampir kesini, nunggu me and dad gak muncul2,, lanjutin dong me and dad nya,,,,

    oya ceritanya kok gantung sih thor, blm lgi ktmu sma anaknya dan ngelurusin ksalapahamnnya,,,

    tapi masih ada kata yg terbalik gitu letaknya dlm kalimat jd agak janggal aja bacanya,, sama yg kata “digeluti” itu thor mnrut aku lebih pas “menggeluti”,,
    hahaha itu menurut aku sih thor
    lanjut dong penasaran,,,!!!

  2. end? egileee gantung amat -___-” terus terus itu mereka akhirnya gimana?
    gini doang kah? aigoo –” tak ada sequel ? =___=

    keep writing!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s