First Kiss and Last Kiss

first kiss n last kiss

Author:: Kim Raemi

Tittle :: First Kiss and Last Kiss

Genre :: Romance, Angst, Fluff, AU

Rating :: T

Length :: Oneshoot

Summary :: Seorang yeoja yang bertahan dengan akan cintanya dan berakhir pada sebuah ciuman ..

 

Cast ::

Lee Sueun (Ocs/You)

Kim Jongin/ KAI (EXO-K)

Choi Minki /REN (Nu’est)

Kris Wufan (EXO-M)

Lee Donghae (Super Junior)

Seorang yeoja tengah menatap nanar seorang namja yang sedang bercumbu mesra, namja yang sangat dia kenal dan bercumbu dengan seorang yeoja.

Dari dalam mobil yang tengah di tumpanginya ini, yeoja tersebut terus memandang lekat adegan ciuman itu. Tidak tahu apa yang ada di fikirannya saat ini, namun seolah sudah terbiasa melihat adegan ini.

Yeoja tersebut menarik bibirnya membentuk sebuah senyuman, senyuman yang benar-benar sulit di artikan. Terlebih dengan namja di sampingnya yang takjub keheranan mendapatinya yang tersenyum.

“Ya! Michesseo? Untuk kesekian kalinya kau melihat hal ini, kau hanya tersenyum simpul sepeti ini Lee Sueun” ujar namja di sampingnya menatap heran sepupu dan teman satu kampusnya ini.

“Memangnya kau fikir aku akan melakukan apa ? Choi Minki?” kembali Sueun mengembangkan senyumannya, namja yang di panggil Minki itu hanya menghelakan nafas beratnya.

“Sueun-ah, dia kekasihmu Kim Jongin tengah bercumbu mesra dengan yeoja lain dan untuk kesekian kalinya kau melihatnya bercumu dengan para yeoja reaksimu, hanya diam saja seperti ini?”

Sueun tidak menjawab dia hanya tersenyum pada Minki dan kembali menatap dua objek bercumbu mesra ini.. Seolah tidak menyadari ada Sueun yang menatap dari jarak cukup dekat, sambil menatap ini Sueun benar-benar teringat akan hal ini yang sudah sering dilihatnya.

 -Flashback –

“Sueun-ah mau kah kau menjadi kekasihku?” tegas seorang namja tepat di samping Sueun, membuat dirinya yang sibuk memandang lurus air mancur di taman dekat kampusnya ini menatap namja tersebut.

“Ne?” Sueun memastikan ucapan namja tadi apa benar dengan ucapannya itu.

“Aku bertanya padamu, apa kau mau menjadi kekasihku?” kembali namja tersebut melontarkan kalimat yang sama.

Sueun hanya terdiam menatap dua bola mata namja ini, menatap teduh mata hitam pekatnya ‘Sueun-ah mau kah kau menjadi kekasihku?’ kata-kata tersebut terngiang jelas di telinga Sueun saat ini.

“Jongin oppa, bisa kau mengatakannya sekali lagi?” pinta Sueun pada namja tersebut, namja yang di panggil Jongin itu sedikit mengerutkan alisnya “Jebal” Jongin hanya tersenyum mendapati permohonan Sueun.

“Mau kah kau menjadi kekasihku Sueun-ah?” ulang Jongin memperjelas ucapannya tadi, Sueun hanya dapat memandang bola mata ketulusan Jongin. Kata-kata tersebut benar melekat di diri Sueun, kata-kata yang sudah lama tidak di dengarnya.

Tanpa terasa air mata Sueun jatuh begitu saja, mengingat akan seseorang yang pernah mengungkapkan kata tersebut padanya. Setelah beberapa tahun silam, baru kali ini dia mendengar kata- kata itu lagi.

Mendapati Sueun yang menitikan air mata, membuat Jongin kaget “Sueun-ah, kenapa kau menangis?”

Sueun mengelengkan kepalanya “Aniyo, aku menangis bahagia oppa” mendengar hal itu Jongin langsung  menyeka air mata Sueun.

“Uljimayo, lalu– ” Jongin menggantungkan kalimatnya dan menatap Sueun dalam.

Seolah mengerti apa yang maksud kata yang menggantung Sueun melemparkan senyumannya “Ne oppa, aku mau”  mendengar hal tersebut Jongin tersenyum puas dan menepuk lembut puncak kepala Sueun.

Perlakuan ini membuat Sueun semakin teringat akan seseorang, terlebih lagi Jongin menepuk-nepuk pelan kepala Sueun membiarkan jemarinya menepuk lembut pada kepalanya. Hal ini membuat Sueun hanya diam sambil menatap Jongin memperlakukannya seperti itu. (bayangin di drama big dimana Shin Wonho nepuk kepala Suzy).

Lee Sueun, mahasiswi universitas Ginie, fakultas sastra semester 4. Akhir- akhir ini dirinya memang tengah di dekati oleh Senior di kampusnya Kim Jongin, jurusan ekonomi dan sudah semester 6 ini memang cukup terkenal di kampusnya ini.

Jangan heran?

Karena banyak yeoja yang mengincar seorang Kim Jongin untuk menjadi kekasihnya. Terlebih lagi banyak yang mengatakan kalau Jongin seorang playboy dan tidak jarang mahasiswi di kampus ini yang sudah menjadi kekasihnya.

Sueun pun mengetahu hal itu, namun selama 3 bulan kemarin Jongin yang memang mendekati dirinya. Usaha Jongin yang mengantar pulang Sueun dan perlakuannya pada Sueun membuatnya mengingatkan seseorang.

Namun dia pun menyadari Jongin hanyalah Jongin, meski Jongin hanya mengatakan ‘maukah kau menjadi kekasihku?’ itu sudah lebih dari cukup bagi Sueun, kata tersebut mewakili penyataan cinta dan cinta bukan dari sebuah kata-kata namun perbuatan.

Sueun pun heran kenapa Jongin bisa mendekatinya dan meminta dirinya untuk menjadi kekasihnya. Padahal di kampus ini tidak jarang yang mengatakan kalau Sueun yeoja yang aneh, karena dirinya lebih banyak menyendiri di banding berbicara dengan teman sekalasnya, membuat dirinya di katakan aneh.

Namun Choi Minki sepupunya yang satu kelas membuatnya tidak terlalu di asingkan. Meski beberapa teman berbicara dengannya itu pun di tanggap sekenanya oleh Sueun, tidak ada yang mengerti jalan pikirannya.

*****

“MICHEOSSEO? KAU MENERIMANYA?” pekik Minki mendengar cerita Sueun akan Kim Jongin yang memintanya menjadi kekasihnya.

“Wae? Bukan kah kau yang bilang aku harus membuka hati untuk oranglain?” Minki menatap tajam sepupunya ini.

“Memang benar, tapi Kim Jongin itu—“ Minki menggantungkan kalimatnya menatap frustasi pada Sueun.

“Playboy?” mendengar ucapan Sueun sontak Minki menatap tajam Sueun dan menggaguk mantap “Memang kenapa kalau dia playboy? dia baik padaku” lanjut Sueun

Minki hanya menghelakan napasnya “arayo , tapi dari awal dia mendekatimu sampai sekarang kalian sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Aku sedikit ragu Lee Sueun” Sueun mengerutkan alisnya tidak paham ucapan Minki “kau tahu sendiri Jongin dapat dengan mudah memutuskan hubungannya dengan yeoja yang di pacarinya. Banyak yang mengatakan Jongin paling lama berpacaran itu hanya satu minggu.  Kau ini sepupuku Sueun, aku hanya takut kau di sakiti olehnya. Lalu kau akan frustasi lagi aaaahhh”

Minki terlihat furstasi dan mengacak-acak rambutnya, namun Sueun hanya tersenyum simpul “Minki-ya, kau tidak perlu khawatir seperti itu. Aku bukan Sueun yang dulu, aku akan menerima kenyataan yang ada walau pahit” ujar Sueun.

Minki hanya dapat diam membeku mendengar perkataan sepupunya ini dan tiba-tiba beberapa yeoja menghampiri mereka.

“Ya Lee Sueun, jadi benar gossip itu kau dan Jongin oppa berpacaran?” ujar salah satu yeoja menatap meremehkan kearah Sueun, Minki yang mendengar itu merasa sepupunya  tengah di pojokan.

“Gheure itu semua memang benar. Wae? Apa kalian ingin menuntut pada Sueun?” Ujar Minki menatap satu persatu para yeoja itu, namun tidak ada yang menjawab satu pun “Untuk apa kalian menuntut hal yang pada nyatanya memang benar.. Terima kenyataan itu ladies”

Ucapan Minki terdengar sederhana namun cukup pedas di dengar oleh para yeoja ini dan beberapa decak kesal keluar dari mulut mereka “Aiissh rupanya benar, kenapa Jongin oppa mau dengan yeoja aneh seperti dia”

Mendengar hal itu Minki memicingkan matanya kesal “YA ! jangan berbicara yang tidak-tidak tentang Sueun” membuat para yeoja itu diam membeku dengan ucapan Minki yang terdengar lantang ini.

“Sudah-sudah aku rasa mereka tidak akan bertahan lama” para yeoja ini pergi begitu saja dari hadapan Sueun dan Minki.

“Kau lihatkan?Banyak yang tidak percaya kau berpacaran dengannya! Terlebih lagi yeoja-yeoja itu ahhh” Minki enggan melanjutkan kata-katanya.

Sedang Sueun yang sedari tadi hanya diam saja, tiba-tiba dia tersenyum simpul “Ghwencanayo, aku tahu ini akan terjadi dan aku akan menerima kenyataan ini Minki-ya” Minki kembali menghelakan napasnya saja.

Dari arah yang tidak jauh terlihat Jongin berlari kecil kearah dua orang ini “Eoh? Jongin oppa” Ujar Sueun ketika Jongin berada di hadapannya.

“Kita pulang bersama” ujar Jongin di sambut anggukan mantap Sueun, namun Jongin cukup menyadari para yeoja yang berpapasan dengannya tadi ketika memasuki kelas Sueun dan dia memang sadar para yeoja tersebut cukup terobsesi padanya “emmm ,apa para yeoja tadi menghampirimu?” Tanya Jongin, namun belum di jawab Sueun. Minkilah yang berbicara

“Gheure dan kau terlambat datang untuk menyelamatkan kekasih barumu ini Kim Jongin Hyung” mendengar hal itu Jongin cukup merasa bersalah

“Mianhae” Sueun mengelengkan kepalanya dan berkata “aniyo oppa, Minki memang berlebihan”.

“Aku akan memperingatkan mereka” ucap Jongin dengan tegas dan di tatap Minki

“Sudah seharusnya kau melakukan itu” mendengar hal itu Jongin hanya tersenyum “Oiya, kau akan mengantarkannya pulang kan? Antarkan dia dengan selamat, kalau tidak aku akan melaporkannya pada oppanya” saat itu juga Minki meraih ranselnya dan berlalu meninggalkan dua pasangan baru ini.

Mendengar hal itu Jongin hanya menarik sebelah bibirnya saja entah apa yang ada di pikirannya saat ini. Sedang Sueun cukup memperhatikan tingkah Jongin “Mianhae oppa, Minki memang seperti itu”

“Ghwencanayo, aku mengerti dia berlaku seperti itu karena dia menyayangimu. Kajja” Sueun tersenyum seraya menganggukan kepalanya dan Jongin mendorong tubuh Sueun untuk keluar dari kelasnya ini.

****

-Seminggu kemudian-

Seminggu sudah berlalu, awal – awal memang banyak yeoja yang menuntut pada Sueun. Namun Jongin memperingatkan pada yeoja-yeoja itu untuk tidak menganggu Sueun. Sepertinya hanya Jongin yang dapat menghentikan aksi para yeoja itu.

Maka dari itu yeoja-yeoja tersebut tidak ada yang berani menuntut Sueun dalam hal ini. Terlebih lagi sekarang genap satu minggu hubungan mereka, Sueun pun memang teringat akan ucapan Minki dimana Jongin tidak akan bertahan lama dengan orang yang di pacarinya.

Namun entah kenapa dia tidak memperdulikan hal tersebut, Sueun merasa dirinya di cintai seseorang lagi membuatnya merasa sangat senang. Hal yang dulu pernah di rasakan olehnya terulang kembali, meski tak semanis dulu. Namun dia tetap senang mempunyai namja chingu seperti Jongin.

Kali ini Sueun menatap penuh makna sebuah kotak bekal yang memang di buatnya dari rumah “Untuk Jongin lagi kah?” ujar Minki

“Ne, Jongin oppa latihan basket. Aku yakin dia pasti lelah dan sudah seharusnya aku membuatkan bekal untuknya.. aku kelapangan dulu ya bye Minki” Sueun beranjak meninggalkan Minki.

Namun sedari tadi Minki menatap lekat cara bicara Sueun yang kentara sebuah kesenangan, sekian lama Minki tidak pernah melihat Sueun seceria ini dan semenjak bersama Jongin. Minki sadar sepupunya seolah seperti dulu lagi, Sueun yang ceria meski tak seceria dulu.

Minki merasa senang mendapati sepupunya yang merasakan cinta kembali, dia berharap agar Jongin mencintainya dengan ketulusan ‘Wufan hyung, kau lihat ini Sueun mu merasakan cinta kembali’.

####

“KIM JONGIN, KIM JONGIN” terdengar jelas di telinga Sueun, nama namjachingunya tengah di teriaki para yeoja. Mendapati hal tersebut Sueun hanya tersenyum saja dan memandang kearah Jongin. Kebetulan Sueun duduk tepat di kursi pemain cadangan.

Meski ini hanya latihan, namun tetap saja teriakan menggema di ruangan ini. Mata Sueun pun tidak luput dari namja tampan yang sibuk dengan bola yang tengah di pimpinnya. Sesaat entah kenapa kilatan masalalu merasuki otaknya.

‘KRIS WUFAN, KRIS WUFAN’ Sueun seolah mengenang masalalu dan nama itu terngiang jelas di telinga. Namun dengan cepat dia menepis hal tersebut seraya mengelengkan kepalanya.

Sesaat Sueun menatap kembali kearah Jongin “JONGIN OPPA .. JONGIN OPPA FIGHTING” Sueun berteriak memberi semangat pada Jongin, menyadari hal itu Jongin melambaikan tangannya pada Sueun. Meski banyak anak mata yang menatapnya, hal itu tidak di perdulikannya sama sekali.

-30 menit kemudian-

Latihan pun selesai dan sedari tadi selama Jongin berlatih Sueun terus memberi semangat pada namjachingunya itu. Terlihat jelas kali ini Jongin dan teman-temanya menghampiri Sueun yang memang menunggu Jongin.

“Oppa ini” Sueun memberikan air mineral pada Jongin , dengan senang hati Jongin meraih dan meneguknya habis.

“Omo beruntungnya kau Jongin sudah ada yang menunggumu dan langsung memberikan air mineral” ujar seorang namja bertubuh tinggi.

“Makanya cepat-cepatlah kau Chanyeol mencari yeojachingu” ledek seorang namja di sampingnya sambil cekikikan.

“Aiissh kau, lihat saja nanti aku akan mempunyai yeojachingu dan menungguku bermain basket” seru Chanyeol dan semua cukup cekikikan dengan ucapan Chanyeol.

“Chanyeol oppa, Sehun oppa, Kyungsoo oppa, Joon Myun oppa. Aku pun membawa ini untuk kalian” Sueun menyodorkan beberapa botol air mineral pada teman-teman Jongin.

“Jinjayo, omo kau memang baik Sueun-ah. Gomawo” Seru keempat namja itu meraih air mineral itu dan menenguknya dengan semangat.

Sedang Sueun hanya tersenyum mendapati hal tersebut dan menyadari kalau Jongin tengah menatapnya “Wae? Kenapa menatapku seperti itu oppa?” Jongin mengelengkan kepalanya.

“Aniyo, kau terlalu baik Sueun-ah” Sueun hanya tersenyum.

“Oppa, kau pasti lapar. Aku sudah menyiapkan bekal untukmu dan kau harus menghabiskannya. Arayo” Sueun mengeluarkan bekal yang di buatnya tadi pagi untuk kekasihnya ini, sedang Jongin menatap lekat Sueun entah apa yang di pikirkannya saat ini.

Sesaat Jongin pun tersenyum dan berkata “Gomawo Sueun-ah”

****

Hari berganti hari

Minggu berganti minggu

Waktu memang tidak terasa berjalan cukup cepat, hubungannya dengan Jongin sudah berlanjut 3 mingggu. Sueun mengira seminggu mereka berpacaran, dirinya akan di putuskan oleh Jongin. Nyatanya hal tersebut tidak terjadi, buktinya sudah 3 minggu ini mereka menjalani hubungan tersebut.

Terlebih lagi Sueun seolah ingin memberikan yang terbaik pada Jongin, dia selalu menemani Jongin ketika latihan dan ketika Jongin ingin di temani olehnya.

Kali ini Sueun tengah berada di balkon menatap satu bingkai foto kesayangannya, satu bingkai foto seorang namja tengah tersenyum manis “Oppa bolehkah aku mencintai Jongin? Bolehkah dia mengisi hatiku, selain dirimu?” Sueun berbicara sendirian sambil menatap lekat foto tersebut.

“Tentu saja, dia akan mengijinkanmu Sueun-ah” ujar seorang namja yang terduduk di samping Sueun dan meraih foto tersebut “Wufan, dia akan bahagia apabila kau bisa mencintai orang lain selain dirinya. Bagaimanapun dia ingin kau bahagia Sueun-ah”

Mendengar ucapan namja yang memang bernotebane kakaknya ini, Sueun menatap lekat “Donghae oppa”

“Kau berhak bahagia Sueun-ah, kau berhak mendapat cinta lagi Sueun-ah. Wufan di alam sana akan bahagia melihatmu senang seperti ini” Donghae menatap kearah langit malam yang indah akan bintang yang mengelilingi alam ini.

Sueun cukup mencerna ucapan Donghae dan berkembang sebuah senyuman manis dari bibirnya “ walau aku mencintai oranglain selain dirinya, tetap Wufan oppa berada di sini” Sueun menunjuk pada dadanya sendiri di balas senyuman oleh Donghae “Aku tidak ingin kehilangan orang yang ku cintai lagi oppa, aku akan memberikan yang terbaik untuk Jongin”

“Arayo, meski kau mengatakan sikap Jongin ketika menepuk kepalamu itu sama dengan Wufan. Sadarilah Jongin itu bukan Wufan, cintailah Jongin sebagai dirinya sendiri” Sueun benar mencerna ucapan Donghae.

“Ne, aku akan melakukan yang terbaik untuknya oppa”

“Ahh sepertinya kau memang sudah jatuh cinta pada namja itu. ahhh aniyo kau sudah mencintainya, terlebih lagi kau terlihat sangat senang apabila membicarakan Jongin” Donghae mengacak rambut Sueun dengan lembut dan Sueun hanya tersenyum saja.

Sueun memang menyadari kalau dirinya sudah menyayangi seorang Kim Jongin dan dia ingin melakukan yang terbaik untuk seorang Kim Jongin. Entahlah dia tidak ingin kehilangan seseorang yang mengisi hatinya saat ini.

***

“Oppa kita naik itu” seru Sueun menarik tangan Jongin untuk menaiki permainan yang cukup extreme, membuat Jongin kaget namun menurutinya.

Beberapa saat kemudian Jongin di buat kaget kembali dengan tindakan Sueun “Oppa, naik itu”

“Oppa naik itu”

“Oppa naik itu”

Ya, mereka tengah berada di taman bermain dan Sueun seolah meluapkan kegembiaraanya. Hal ini memang sudah 3 kali di lakukan mereka dan Sueun bertindak sesuka hatinya menarik Jongin untuk menaiki permiainan yang ingin di taikinya.

Mendapat perlakukan seperti ini Jongin cukup keheranan dengan Sueun, namun seolah mengerti Jongin hanya menurutinya walau sempat kewalahan dengan tindakan Sueun, setidaknya dia sudah tahu sikap yeojachingunya ini.

Kali ini Sueun dan Jongin tengah berada di perahu bebek, menikmati semilir angin lembut yang berhembus sempurna. Sambil mengayuh dan Sueun berceloteh sesuka hatinya berkomentar keindahan danau yang tengah di lihatnya ini. Meski sudah beberapa kali Jongin mendengarnya, entah kenapa dia hanya dapat tersenyum mendapati Sueun seperti ini.

Terlebih lagi selama mereka berkencan Sueun memang selalu menanyakan apa yang ingin di Tanya pada Jongin, seolah dia ingin tahu lebih banyak seorang Kim Jongin. Dimana Sueun bertanya tentang makanan kesukaan Jongin? Menanyakan kabar keluarga Jongin? Besok mau di bawakan bekal apa? Kau anak yang keberapa? Dan lebih banyak lagi.

Namun Jongin yang di Tanya seperti itu, dia menjawab pertanyaan Sueun. Membuat dirinya tahu kesukaan Jongin, keluarganya baik-baik saja dan dia pun mempunyai kakak perempuan. Walau Sueun belum pernah melihat sosok orangtua Jongin dan kakaknya, namun setidaknya dia mengetahui kabar dari keluarga namjachingunya ini. Terlebih lagi Jongin memang jauh dari orangtua dan tinggal di sebuah apartment sendirian.

“Oppa, aku ingin  tahu banyak tentangmu” ujar Sueun membuat Jongin menatap kearahnya.

“Apa yang ingin kau tahu tentangku? Bukankah aku sudah bercerita kalau aku anak kedua, aku mempunyai nuna, ”ujar Jongin yang mengingat akan pertanyaan Sueun lalu – lalu.

“Love story” ujar sueun membuat Jongin diam seketika mendengar ucapan yeojachingunya ini “Aku ingin tahu kisah cintamu oppa” Jongin tidak menjawab ucapan Sueun, dia diam begitu saja tatapannya seolah berubah tidak biasanya.

Sueun pun cukup menyadari hal itu, membuatnya tidak enak dan sepertinya salah berbicara “Ahhh lupakan oppa, aku ingin selca denganmu” Sueun mengalihkan pembicaraan dan bersiap memberi ancang-ancang untuk memotret.

Jongin, dia hanya dapat menatap Sueun yang mengalihkan pembicaraannya tadi. Tatapan yang sulit di aritikan namun terkesan bermakna “Oppa hana, dul set” Sueun sudah berpose membuat Jongin tersadar dan ikut berpose.

Hal ini memang sudah sering di lakukan mereka berdua, Sueun lah yang selalu memberi ancang-ancang untuk berselca “Omo lucu sekali” seru Sueun menatap hasil foto mereka berdua, namun anak mata Jongin untuk kesekian kalinya dia tidak sengaja menatap tangan Sueun yang terdapat garis-garis luka seperti luka teriris membuatnya penasaran.

“itu luka apa di dekat nadimu?” akhirnya dengan cukup penasaran Jongin melontarkan pertanyaan tersebut pada Sueun, namun Sueun sedikit membulatkan kedua matanya kaget, dia langsung menutupinya dengan lengan panjangnya, karena memang Sueun lebih sering menggunakan baju lengan panjang.

“Aniyo, ini luka ketika aku masih sd aku terjatuh dari pohon . kata eomma aku terluka tepat di nadiku ini” mendengar penjelasan Sueun, Jongin cukup mengerti dia hanya dapat tersenyum dan menepuk kepala Sueun lembut.

Hal inilah yang di sukai Sueun, entahlah dia sangat menyukai perlakuan Jongin yang seperti ini padanya.

*****

“Oppa, oddiseo?” ujar Sueun yang memang tengah menelpon Jongin.

“Aku di lapangan basket, waeyo?”

“Aniyo, aku ingin memberikan bekal untukmu. Karena  tadi aku mencari di lapangan basket kau sepertinya belum datang”

“Ne, aku baru saja datang. Ya sudah aku tunggu”

“Emmmm”

Klik

Sueun mengakhiri pembicaraannya di telpon itu dengan Jongin, untuk kesekian kalinya Sueun menyiapkan bekal untuk Jongin.

Waktu berjalan sangat cepat, tidak terasa sebulan sudah Sueun menjalani hubungan ini dengan Jongin. Dia benar-benar senang karena Jongin memang memperlakukannya dengan lembut.

“Minki-ah” panggil Sueun pada Minki yang memang tengah duduk di sampingnya , namun tidak ada jawaban dari Minki “Minki-ah” kembali sueun memanggil Minki namun namja satu ini menatap lurus pandangannya tidak menjawab ucapan Sueun sama sekali.

“Ya! Minki-ya, kau ini sedang melihat apa sih?” kesal Sueun sedari tadi ucapannya tidak di gubris sama sekali dan ingin melihat arah padangan Minki, namun ketika Sueun ingin melihat tiba-tiba Minki sudah berdiri di depannya seolah menutupi apa yang tadi tengah di lihatnya.

“Ahhh Sueun-ah, apa kau ingin kelapangan basket? Untuk bertemu dengan Jongin hyung?” Medengar hal itu Sueun menatap bingung Minki “Biar ku antar kelapangan basket, tapi lewat kantin yah aku ingin membeli air mineral . oke”

Sueun menatap heran Minki karena cara bicara Minki yang terkesan was-was dan terlebih lagi Minki langsung membalikkan tubuh Sueun untuk kearah kantin. Mendapati hal itu Sueun cukup berpikir keras namun dia seolah tidak memperdulikannya dan di sisi lain Sueun hanya tersenyum simpul.

Minki sedikit menengok kearah tadi yang tengah di lihatnya, menatap dua sejoli tengah bercumbu mesra. Dua sejoli itu cukup di kenal Minki terutama namja yang tengah mencium yeoja di hadapannya itu. Adegan yang tidak boleh di lihat Sueun sama sekali dan sebenarnya Minki sudah sering melihat hal ini, namun dia terus menutupinya agar Sueun tidak melihat adegan tersebut.

******

Waktu bergulir sangat cepat, tidak terasa hubungan Sueun dengan Jongin sudah menginjak sebulan lebih. Sulit di percaya namun membuat Sueun senang akan hal ini.

Kali ini Sueun tengah di lapangan memperhatikan Jongin memakan bekal makanan buatannya.

“Otte? Enak tidak?” Sueun memasang wajah cemasnya, karena terlihat wajah Jongin yang datar sambil memakan makanan tersebut.

Namun itu hanya sesaat karena sekarang Jongin tersenyum “Tentu saja enak, masakanmu kan selalu enak Sueun-ah” Jongin mengacak lembut rambut Sueun dan kembali menepuk tangannya di puncak kepala Sueun. Mendapati hal ini Sueun tersenyum puas perlakuan yang sangat dia sukai, terlebih lagi Jongin yang tersenyum lepas penuh ketulusan.

Tanpa mereka sadari beberapa anak mata menangkap pemandangan ini. Teman-teman Jongin mereka memandang pada dua sejoli ini dengan tatapan yang sulit di artikan.

“Dia bertahan lama dengannya” ujar Kyungsoo

“Ne, apa dia mulai menyukai yeoja itu?” ucapan Chanyeol membuat mata tiga namja di depannya terarah padanya.

“Aku masih tidak yakin, jika dia menyukainya” ujar Suho

“Kalau pun dia menyukai yeoja itu, berarti dia kalah” ujar Sehun sontak semua menatap kearahnya. Percakapan yang sangat klise namun hal ini di pahami benar oleh empat namja ini.

****

Sueun tengah menatap sebuah gundukan tanah yang berfotokan namja tampan. Musim salju musim dimana di wajibkan baginya mendatangi tempat ini. Tempat yang penuh gundukan tanah dan foto yang berbeda-beda.

Sebut saja tempat ini sebuah pemakaman umum, dimana orang yang sangat di cintai Sueun sekarang berada. Berada dekat dengan sisi tuhan, orang yang tidak bisa di lihatnya lagi dengan kasat matanya sekarang.

Kris Wufan kekasih Sueun yang sangat di cintainya, sekarang Sueun berada tepat di satu gundukan tanah dimana orang yang di cintainya sekarang tinggal. Tempat yang sering di datangi Sueun adalah tempat ini, meski sekarang sudah jarang untuk ke tempat ini, namun beberapa kali Sueun pasti meluangkan waktunya untuk kesini.

“Oppa, mianhaeyo aku jarang ke makammu” ujar Sueun sambil menatap sendu foto namja tampan yang berada di gundukan tanah ini “Keunde, musim salju adalah musim yang kau suka dan aku tidak akan lupa untuk ini. Mari menikmati musim salju ini Wufan oppa”

Sueun merebahkan tubuhnya untuk memeluk gundukan tanah itu, membenamkan pipinya di gundukan itu “Oppa bogoshipoyo” tanpa terasa air mata Sueun jatuh begitu saja entah kenapa masa lalunya seolah terekam kembali.

Minki yang memang mengantarkan Sueun ke tempat ini, dia hanya dapat menatap sendu Sueun. Pemandangan ini pemandangan yang sudah sering di dapatinya.

“Oppa mianhaeyo, aku mencintai orang lain selainmu” kembali Sueun menitikan airmatanya “Keunde, orang yang sangat ku cintai adalah kau oppa”

“Dan tidak ada yang bisa menggantikan kebaikanmu Kris Wufan hyung” ujar Minki tiba-tiba membuat Sueun menatapnya, namun sepertinya Sueun mengerti maksud ucapan Minki.

“Minki-ah, kita kembali ke kampus ya” ujar Sueun yang sudah berdiri, membuat Minki hanya tersenyum.

“Ne, kajja” Minki siap berjalan namun di tahan oleh Sueun

“Chankaman” Sueun kembali menatap gundukan tanah di hadapannya ini “Oppa aku pergi dulu ya, saranghaeyo Wufan oppa” Sueun mengecup pelan gundukan tanah tersebut dan memang di sadarinya kalau air matanya jatuh begitu saja.

#####

Sueun dan Minki berjalan santai menuju gedung fakultasnya, setelah tadi ke pemakamanan mereka memang kembali untuk ke kampusnya. Sekarang memang musim salju dan keadaan memang terasa sangat dingin.

Mantal hangat pun seolah tidak cukup, namun Sueun sangat senang mendapati salju putih ini dan mengingat seseorang yang di cintainya menyukai salju. Membuat dirinya selalu menunggu turun salju.

“Ahh Sueun habis perkuliahan kita harus minum coklat hangat. Arayo” seru Minki dan di sambut anggukan mantap oleh Sueun.

Masih santai berjalan dan tepat di belakang gedung ekonomi, karena mereka memang melewati belakang gedung ekonomi baru dapat ke fakultasnya. Suasana disini memang terbilang sangat sepi nyaris hanya anak sastra saja yang melewati tempat ini. Karena fakultas sastra lah yang berada di paling ujung.

Mereka yang berjalan santai, tanpa sengaja menangkap sebuah pemandangan. Pemandangan yang sering di lihat Minki dan tidak boleh di lihat Sueun. Sayangnya mata Sueun pun berpusat pada pemandangan tersebut.

Mendapati hal itu Minki membulatkan matanya dan langsung berdiri tepat di depan Sueun “Sueun-ah itu—“ Minki bingung harus berbicara apa pada Sueun kali ini, sangat kentara sekali Sueun menatap lurus bola mata Minki.

“Jangan berusaha menutupinya dariku Minki-ah, selama ini akupun sebenarnya tahu akan pemandangan itu” Ujar Sueun membuat Minki berpindah di samping Sueun.

Sueun diam membeku memperhatikan lekat pandangannya, menangkap sepasang sejoli tengah bercumbu mesra dan namja yang terkesan melahap habis bibir yeoja di hadapannya itu adalah Kim Jongin kekasihnya sendiri.

“Maksud perkataanmu tadi, kau mengetahuinya?” Tanya Minki

“Aku tahu kau menutupi ini semua dariku, sangat kentara dari sikapmu Minki. Lagi pula aku memang sudah tahu kalau Jongin berlaku seperti itu di belakangku” Sueun tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa dan memang benar pada kenyataanya Sueun sudah mengetahui hal ini sejak awal serta melihat beberapa kali adegan ini.

“Lalu kau hanya diam saja?” Minki tidak habis pikir dengan pernyataan Sueun.

“Ghwencanayo, aku menerima kenyataan semua ini dan mungkin aku belum memberikan yang terbaik untuknya” Sueun tersenyum simpul “Aku tidak akan meminta penjelasannya, namun aku akan menunggu semua penjelasan serta kejujurannya padaku” lanjut Sueun seolah mengerti pikiran Minki yang akan bertanya tentang penjelasan.

Minki tidak menjawab ucapan Sueun, dia hanya menatap sendu sepupunya ini. Sungguh miris nasib Sueun. Batin Minki

Sedang Sueun kembali memperhatikan pemandangan yang jaraknya lumayan, terlebih lagi Jongin yang asik bercumbu mesra tidak menyadari keberadaan Sueun.

Sesaat Sueun meraih ponselnya dan menghubungi Jongin, terlihat jelas dari kasat matanya Jongin melepaskan kecupan itu dan menerima telpon dari Sueun.

“Sueun-ah, waeyo?” ujar Jongin dari seberang sana

“Oppa oddiseo?”

“Aku berada di kelas”

“Kau ada di kelas? Mianhaeyo aku mengganggu” mendengar percakapan Sueun, Minki hanya membelalakan matanya.

“Ghwencanayo, ada apa?”

“Aniyo, hanya memastikamu sudah ada di kampus”

“arayo, nanti ku hubungi mu lagi untuk bertemu. Dosenku memperhatikanku”

“Emm baiklah”

Klik

Sesaat Sueun menyudahi percakapan di telponnya dengan Jongin, namun matanya tetap pokus pada Jongin yang sekarang melanjutkan ciumannya itu.

“Kenapa kau berlaku seperti ini Sueun, membiarkannya berbohong padamu?” Ujar Minki yang sulit mempercayai jalan pikiran sepupunya ini.

“Aku tidak ingin kehilangan orang yang ku cintai lagi Minki dan mungkin aku kurang baik padanya sampai dia bersikap seperti itu.. Ghwencanayo, kau tidak perlu mengkhawairkanku dan jangan pernah mencoba untuk berbicara mengenai hal ini pada Jongin” Sambil tersenyum Sueun berjalan meninggalkan Minki dan pemandangan yang di lihatnya tadi.

Minki, dia cukup mencerna ucapan Sueun. Dia paham dan mengerti, secara tidak langsung Sueun meminta padanya untuk bungkam. Sungguh dia tidak mengerti apa yang ada di pikiran Sueun saat ini.

Sesaat dia menatap kearah Jongin yang masih bercumbu mesra, sambil berdecak kesal dia meninggalkan pemandangan ini dan menyusul Sueun.

****

Kali ini Sueun dan Jongin tengah berada di kedai Ice Cream, Jongin memang meminta Sueun untuk ke kedai Ice Cream ini karena teman-teman Jongin pun berada di kedai ini.

Mereka berbincang seru sambil memakan ice cream pesanan mereka. Sesekali Sueun mengeluarkan lelucon membuat teman-teman Jongin tertawa terbahak. Sungguh mereka pun tidak menyangka di balik sikap pendiam Sueun terdapat sikap konyolnya.

“Ya! Lee Sueun , kau harus tahu baru kali ini Jongin bertahan dalam berpacaran” ujar Chanyeol sambil melirik kearah Jongin , membuat yang lain pun menatap kearah Chanyeol.

“Jinjayo?”

“Ne,Chanyeol benar. Biasanya dalam seminggu dia akan putus, malah ada yang hanya satu hari” terang Kyungsoo

“YA ! Kalian” Jongin sedikit memicingkan matanya memberi isyarat agar teman-temannya ini bungkam.

“Kita menunggu sampai berapa lama Jongin akan bertahan denganmu sueun” ujar Sehun asal membuat yang lain menatap tajam kearah Sehun, namun membuat Sueun bingung dengan perkataan Sehun.

“Sueun-ah , ucapan Sehun jangan di dengar” seolah mengerti ucapan Joon Myun, Sueun hanya tersenyum kecil dan meraih sesuatu dari tasnya.

“Oppa ini untukmu” Sueun menyodorkan satu kotak berukuran sedang pada Jongin.

“Ige mwoya?”

“Kau buka saja” mendapati percakapan tersebut teman-teman Jongin hanya bertatapan sambil melempar senyum satu sama lain. Secara perlahan Jongin membuka kotak tersebut dan di dapati beberapa coklat berbentuk chibi wajahnya.

“Apa ini kau yang membuat?” Jongin cukup kagum dengan coklat ini, Sueun menjawab dengan anggukan mantap serta tersenyum simpul “Johahae, Jeongmal gomawo Sueun-ah” Sueun kembali mengangguk, dia hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Jongin.

“Omo, aku mau satu coklatnya dong” Seru keempat teman Jongin yang ingin meraih coklat tersebut, namun dengan cepat Jongin memukul pelan tangan teman-temannya itu.

“Shireo. Coklat ini hanya untukku, lagi pula tidak lihat ini bentuk wajahku” Jongin menyembunyikan kotak tersebut tepat di belakang punggungnya agar tidak mudah di ambil teman-temannya, mendapati hal ini keempat temannya hanya mengerucutkan bibirnya dan Sueun hanya cekikikan.

Kelima namja di dekat Sueun tengah asik membicarakan basket, mereka berbicara sangat seru karena memang bidang mereka berpusat pada basket. Sueun hanya diam saja menikmati Ice Cream di hadapannya ini, ice cream coklat dia sangat menyukainya.

Cukup di sadari oleh Jongin kalau Sueun makan Ice cream berantakan “Omo Sueun-ah, kau makan ice cream belepotan seperti itu”

“Ne?” Sueun sedikit bingung karena tiba-tiba Jongin berbicara padanya, Jongin hanya tersenyum meraih tissue dan membersihkan ice cream yang ada di sela-sela bibir Sueun. Hal ini membuat Sueun tersipu malu dengan perlakuan manis Jongin.

Melihat hal ini teman-teman Jongin saling bertatapan satu sama lain “Ya! Kalau ingin bermesraan jangan disini, membuat orang iri saja” sindir empat namja ini, namun Jongin hanya menatap evil empat namja ini.

“Berisik” ujar Jongin santai sambil melemparkan tissue pada empat namja ini dan sontak teriakan pada empat namja ini

“YA! KIM JONGIN”

****

“Oppa oddiseo?” ujar Sueun di telpon sambil menatap pemandangan yang biasa di lihatnya.

“Aku sedang mengantar eomma berbelanja Sueun-ah, wae?”

“Aniyo, bogoshipo”

“Kkkk~ Sueun-ah baru tadi kita bertemu, besok aku akan menjemputmu di depan rumah ya”

“Ne. aku tunggu besok, salam untuk eommmu”

“Ne ~”

Klik

Setelah pembiraan singkat di telpon, Sueun yang tengah berdiri di sebuah parkiran supermarket tengah menangkap Jongin bercumbu mesra dengan seorang yeoja dan memang di sadari oleh Sueun yeoja yang bercumbu dengan kekasihhnya ini selalu berbeda-beda.

Entah berapa yeoja yang sudah di cumbu olehnya, dirinya saja tidak pernah merasakan sentuhan bibir Jongin sekali pun. Namun Sueun memang tidak memusingkan hal itu, dia terus berusaha melakukan yang terbaik untuk Jongin.

Sebenarnya Sueun beberapa kali mengikuti Jongin ketika pulang dari kampus dan setelah bertemu dengannya. Hal yang di dapat selalu seperti ini, setelah bertemu dengannya Jongin bertemu dengan yeoja lain dan bercumbu mesra.

“Ghwencana?” Sueun hanya tersenyum mendapati Minki yang meremas pundak Sueun memberi semangat padanya.

“Minki , kajja” ujar Sueun yang menaiki mobil ,Minki hanya menurut saja. Sudah enggan berkata apa-apa pada Sueun , karena ucapannya tidak akan di gubris oleh yeoja satu ini.

####

Sueun menatap langit kamarnya, pikirannya kosong menatap langit kamarnya. Kepalanya terasa sangat pening, adegan dimana cumbuan mesra Jongin pada yeoja-yeoja tersebut membuatnya sulit berpikir.

Namun mata Sueun menatap kearah foto Wufan yang ada di samping ranjangnya “Oppa, apa aku masih belum melakukan yang terbaik untuknya?” Sueun berbicara pada foto tersebut. Sejujurnya hatinya saat ini sangat terasa perih dan lukanya benar-benar  menusuk.

“apa yang harus ku lakukan lagi oppa? Dada ini sangat sakit” sambil menatap foto tersebut tanpa terasa air mata Sueun mengalir begitu saja “Aku yeoja bodoh yang tidak bisa memberikan kebahagian untuk namjachiguku sendiri oppa”

Sambil menatap kosong foto Wufan, tanpa di sadari airmata Sueun mengalir deras dan membiarkan airmata itu membahasi ranjangnya ini.

Sesak

Sakit

Kecewa

Itu yang di rasakan pada hati Sueun, namun dia tetap menyalahkan dirinya sendiri yang belum bisa melakukan terbaik untuk Jongin. Sesaat Sueun meraih bola baseball yang ada di dekatnya dan

PRANGGGGG

Seolah meluapkan kekesalannya, Sueun melemparkan bola tersebut tepat di kaca riasnya membuat serpihan kaca berserakan di kamarnya dan ini sudah sering di lakukan Sueun meluapkan rasa kesalnya.

Air mata seolah tidak bisa berhenti, seketika itu Sueun memejamkan matanya berharap kejadian tadi tidak di ingatnya lagi. Namun bayangan tersebut sudah melekat di otaknya dan dia akan lupa hanya dengan tertidur. Meski besok dia akan mengingat kejadian itu, dia harus bersikap biasa saja di depan namjachingunya itu.

Dari arah pintu kamar Sueun terdapat orangtua Sueun dan Donghae kakaknya tengah menatap Sueun yang tertidur. Mereka memandangi serpihan kaca itu dan menatap miris Sueun, mereka pun tidak bisa melakukan apa-apa untuk Sueun.

*****

“Oppa, masuklah” Pinta Sueun pada Jongin untuk memasuki rumahnya

“Kau serius ingin memperkanalkanku pada orangtuamu dan kakakmu?” Sueun mengangguk mantap, namun Jongin terlihat menatap lekat Sueun.

Namun perlahan Jongin mengikuti Sueun dari belakang, tepat sampai ruang makan seolah tiga orang tengah menyambutnya. Tiga orang di ruang makan itu tersenyum penuh makna pada Jongin.

“Eomma, appa, oppa, ini Jongin oppa” ujar Sueun menunjuk pada Jongin yang memang ada di sampingnya.

Jujur untuk pertama kali bagi Jongin pun di perkenalkan pada orangtua yeoja yang di pacarinya “Annyeong ahjjuma, ahjjusi, hyung” dengan sopan Jongin memberi hormat pada tiga orang di hadapannya ini.

“Eoh Jongin-ah duduklah, kita makan bersama” ujar ayah Sueun mempersilahkan Jongin duduk dan dia hanya menurut saja walau sebenarnya dia cukup malu. Karena sejujurnya untuk pertama kali baginya memasuki sebuah rumah yeoja yang di pacarinya.

Ya, Sueun memang sengaja membawa Jongin ke dalam rumahnya untuk di kenalkan pada orangtuanya dan oppanya, karena memang dirinya sering bercerita akan tentang Jongin. Awal Jongin cukup ragu, namun pada akhirnya dia mau begitu saja ketika Sueun membujuknya.

Terlebih lagi orangtuanya pun menyuruh agar Jongin sekali-sekali masuk ke dalam rumah dan makan bersama. Mendengar hal itu Sueun cukup senang dan sekarang hal tersebut sudah terjadi. Mereka tengah makan malam bersama, menikmati masakan buatan ibu Sueun.

“Jongin-ah, aku pikir kau tidak akan datang” ujar ayah Sueun di sela-sela makan mengeluarkan suaranya, mendengar hal itu sontak Jongin menatapnya dan tersenyum.

“Aniyo, mana mungkin aku tidak datang tawaran seperti ini” medengar hal itu senyuman mengembang dari bibir keluarga Lee ini.

“Jongin-ah, kau harus tahu Sueun selalu menceritakanmu dan dia mengatakan kalau Jongin namja yang baik serta tampan” ujar ibu Sueun membuat Jongin menatap Sueun yang langsung menunduk malu.

Sebenarnya orangtua Sueun dan Donghae sudah tahu, namun mereka mengerti perasaan Sueun. Mereka tahu Sueun mencintai seorang Kim Jongin dan Jongin begitu penting di mata Sueun saat ini, meski mereka tahu perasaan Sueun cukup sakit dengan namja satu ini. Bagaimanapun mereka ingin Sueun tetap bahagia dan terlebih lagi Sueun berkata pada orangtua serta kakaknya Donghae.

‘ini hubungan percintaanku, aku akan menerima kenyataannya. Ku mohon jangan ada yang ikut campur dari percintaanku ini, tolong terima Jongin apa adanya dan jangan pernah memberi tahu apapun pada Jongin mengenai masalaluku’

Maka dari itu orangtua Sueun meminta agar Jongin ke rumahnya dan makan malam. Mereka ingin melihat Sueun bahagia, terlebih lagi semenjak Sueun mengenal Jongin dirinya seolah bangkit dari keterpurukan masalalunya.

“Sueun selalu memberitahu ketika kalian berselca bersama dan aku rasa wajahmu jauh lebih tampan dari di foto” puji ibu Sueun pada Jongin membuatnya hanya dapat tersenyum.

“Sepertinya ahjjuma berlebihan”

“Aniyo, ini tidak berlebihan” ujar ibu Sueun sambil menepuk lembut pundak Jongin, membuat Jongin merasakan sebuah ketulusan dan kehangatan pada keluarga ini.

“Jongin-ah, Dia memuji sesuai apa kata hatinya dan kau namja kedua yang di puji oleh ibuku ini” ujar Donghae

Mendapati ucapan itu Jongin sedikit mengerutkan alisnya “Namja kedua?” sontak Sueun menatap Donghae yang sudah berbicara asal tadi, namun pembawaan tenang Donghae yang hanya tersenyum pada Sueun entah apa maksud dari senyum tersebut.

“Aniyo Jongin-ah, Donghae memang sering bergurau.. Sering-seringlah ke rumah ini, Sueun akan merasa senang apabila di dekatmu” ujar ayah Sueun membuat Jongin hanya tersenyum.

“Ne ahjjusi”

Mendapati suasan akrab antara keluarganya dan Jongin membuat Sueun tersenyum puas ‘Gomawoyo, eomma, appa, oppa’ batin Sueun. Sungguh dia pun merasakan sebuah ketulusan dari keluarganya ini pada Jongin dan benar-benar membuatnya sangat senang.

*****

Sueun berjalan santai menuju lapangan basket dimana dia ingin memberikan bekal makanan untuk Jongin. Tepat Sueun ingin berbelok dimana memang Jongin berkumpul sejenak setelah latihan tepat kursi cadangan.

Itu kebiasaan Jongin dan teman-temannya ketika sudah sepi dan mereka berkumpul sejenak membicarakan latihan mereka tadi. Namun kali ini Sueun berhenti seketika “Bagaimana hubunganmu dengan Sueun?” mendengar namanya di sebut saat itu sueun berhenti tepat di belakang dinding tepat Jongin berada.

“Wae? Kenapa tiba-tiba menanyakan hubunganku dengan Sueun?” Sueun sedikit melirik kearah para namja itu dan terlihat jelas Jongin menatap aneh teman-temannya itu.

“Aniyo, sudah 3 bulan kau berpacaran dengan Sueun dan masih ada 3 bulan lagi Jika kau ingin menang taruhan ini” ujar Chanyeol

DEG !

Detak jantung Sueun seolah berhenti seketika, dia mencerna ucapan yang di lontarkan Chanyeol tadi, ucapan yang sulit di mengertinya.

“Ya, Jongin apa kau mulai menyukai Lee Sueun?” Tanya Joon Myun membuat Jongin menatapnya namun dia tidak menjawab pertanyaan temannya ini.

“Heii, sadarilah Sueun yang sudah benar-benar mencintai seorang Kim Jongin. Namja playboy sehantero kampus ini” sindir Kyungsoo

“Ahhh sedikit miris untuk Sueun, kalau dia tahu namjachingunya ini hanya memacarinya dalam 6 bulan karena sebuah taruhan dan dia sering bercumbu mesra dengan para yeoja. Apa yang akan di lakukan olehnya” Ujar Chanyeol sedikit memikirkan segi pandang seorang Sueun.

“Berhenti berbicara, dia yeoja yang baik” ujar Jongin angkat bicara membuat yang lain menatapnya heran.

“Kau mulai menyukainya Jongin?” ujar Joon Myun menggoda

“Ingat perjanjian kita waktu itu kan, kalau kau berhasil memacari Sueun sampai 6 bulan kau akan menang dan kami akan mengakui kalau kau hebat. Kalau kau benar-benar menyukainya, bang ! kau kalah Kim Jongin” ujar Kyung Soo sambil memberi oneshot pada Jongin.

Jongin hanya diam saja tidak berbicara sepatah katapun, entah apa yang di pikirkannya saat ini.

Sedang Sueun yang mendengar ini dia diam membeku mencerna betul ucapan teman-teman Jongin itu, dia menatap kosong kotak bekal yang tengah di pegangnya ini. Hatinya benar tercekat mendengar semua pernyataan yang baru dia ketahui ini.

Semiris inikah nasib cintanya? Sampai dirinya mengetahui,seorang Lee Sueun hanya sebuah objek dari pertaruhan saja, bukan dari dasar cinta. Sueun hanya dapat meremas jemarinya, menahan rasa kesal yang ada.

Dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia sudah terlalu mencintai seorang Kim Jongin. Ingin rasanya dia menangis saat itu juga, namun di tahan olehnya.

“ini salahmu Sueun, kau harus jauh lebih baik pada Jongin oppa. Kau harus melakukan yang benar-benar terbaik untuk Jongin oppa” Sueun bergumam pelan dan cukup di sadari olehnya ada seseorang yang tengah menatapnya “Sehun oppa” pekiknya pelan mendapati seseorang yang tengah menatapnya adalah teman Jongin.

Baru di sadari oleh Sueun kalau di lapangan basket itu Sehun tidak ada dan sebenarnya Sehun sedari tadi memperhatikan Sueun yang tengah menguping pembicaraan teman-temannya itu. Memperhatikan mimik wajah Sueun ketika mendengar pembicaraan teman-temannya itu.

Sesaat keterkagetannya dengan keberadaan Sehun, Sueun hanya melemparkan senyumannya dan menaruh telunjuknya tepat di bibirnya seolah mengisyaratkan agar Sehun tidak memberitahu pada Jongin mengenai Sueun yang sudah tahu semua kenyataan tersebut.

Sambil tersenyum Sueun meninggalkan Sehun yang masih diam membeku, dia sangat heran dengan tindakan Sueun tadi tersenyum dan memberi isyarat itu benar-benar hal yang rumit bagi Sehun.

“Oppadeul annyeong” seru Sueun membuat para namja ini kaget dengan kehadiran Sueun.

“Annyeong Sueun-ah” sapa tiga teman Jongin

“Oppa ini bekal untukmu dan kau harus menghabiskannya. Arayo , aku ingin melihat kau banyak energi dalam bermain basket. Di situ pun ada pudding  vanilla kesukaanmu” ujar Sueun yang sudah duduk di samping Jongin.

Mendapati hal yang biasa di lakukan Sueun membuat Jongin hanya tersenyum “Gomawoyo” Jongin mengacak pelan rambut Sueun.

Mendapati hal itu tiga teman Jongin saling bertatapan, merasa bersalah sudah membicarakan Sueun tadi “Sueun-ah, Jongin benar beruntung mempunyai yeojachingu sepertimu” Ujar Chanyeol , sedang Sueun hanya tersenyum saja.

Cukup menyadari Sehun sudah ada di hadapan mereka “Sehun-ah kenapa kau diam saja” Sehun mengelengkan kepalanya dan duduk di samping Chanyeol.

Sebenarnya dia memperhatikan Sueun, bagaimana bisa dia menutupi kekecewaannya itu dengan bersikap seperti biasanya pada Jongin. Jelas-jelas tadi dia sudah mendengar semua kebenaran yang ada, segitu cinta kah dia pada seorang Kim Jongin. Pikir Sehun

****

Sueun mengembangkan senyumannya sambil menatap sebuah stasiun di hadapannya ini, entah apa yang tengah di pikirkannya namun sukses membuat Jongin bingung.

“Sebenarnya kau ingin mengajakku kemana? Sampai kita ke stasiun ini?” Jongin cukup kaget ketika Sueun memintanya untuk menjemput kekasinya ini, dia meminta untuk ke stasiun hal yang benar-benar membuat Jongin tidak mengerti kemana sebenarnya Sueun akan membawanya.

“Aku akan menculikmu” ujar Sueun tersenyum jahil dan langsung menarik tangan Jongin memasuki stasiun tersebut dan membeli dua tiket kereta, Jongin cukup sadar dengan tujuan tiket yang di beli Sueun  Yangpyeon, Gyeonggi.

“Yangpyeon, Gyeonggi? Kau ingin mengajakku kesana?  Untuk apa?” Jongin semakin tak mengerti dengan apa yang di pikirkan Sueun.

“Nanti juga kau tahu oppa, kajja keretanya sebentar lagi akan berangkat” mendapati hal itu Jongin hanya menurut saja, membiarkan Sueun entah mau kemana membawanya.

Di dalam kereta Sueun terus memandang ke luar jendela, menatap butiran salju yang turun dengan indahnya. Terlebih lagi dengan gumpalan salju yang menutupi pepohonan yang di lewati oleh kereta ini membuat Sueun semakin mengembangkan senyumnya.

Dia pun takjub dengan pemandangan indah di luar jendela kereta api ini “Omo yeoppoda, sudah lama aku tidak melihat pemadangan ini” seru Sueun masih menatap luar jendela, Jongin yang menyadari hal itu hanya dapat tersenyum saja.

“Apa kau dulu pernah melihat pemandangan itu?” Tanya Jongin di jawab dengan anggukan mantap oleh Sueun “Jinja apa dengan keluargamu kau melihatnya?”

Sueun mengelengkan kepalanya “Aniyo, tentu saja dengan Wuf—“ Sueun menggantungkan kalimatnya “Aniyo, aku bersama Minki” lanjut Sueun sambil cengengesan membuat Jongin mengerutkan alisnya.

“Jinja? Kau begitu dekat dengan Minki”

“Wae? Kau tidak cemburu kan dengannya? Dia itu sepupuku” ujar Sueun percaya diri dan sedikit meledek Jongin.

“Aniyo” mendengar hal itu Sueun hanya tersenyum.

“Oppa lihat itu bukit yang indah dengan serpihan salju” seru Sueun menunjuk pada pemandangan bukit tersebut, Jongin pun terkagum dengan apa yang tengah di lihatnya kali ini dan untuk pertama kalinya dia di ajak seorang yeoja menaiki kereta dalam berkencan.

“Kau benar sangat indah” kagum Jongin masih memandangi pemandangan di sekitar ini.

-1 jam kemudian-

Cukup lama untuk mencapai tujuan yang di maksud Sueun, setelah satu jam berada di dalam kereta mereka sampai juga di tujuan mereka. Kali ini Sueun dan Jongin sudah berada di Yangpyeon, Gyeonggi.

“Oppa kajja” seru Sueun yang langsung menarik tangan Jongin membuatnya terkaget.

“Oddie?”

“Nanti kau juga tahu” Jongin hanya menurut saja mengikuti langkah Sueun berjalan, masih mengegenggam erat tangan Jongin, Sueun seolah menuntunnya berjalan ke tempat yang di tujunya.

Mereka memasuki sebuah kawasan seperti hutan kecil dan banyak pohon yang di penuhi oleh salju, namun masih terlihat terik matahari sejuk dari sela-sela pepohonan ini.

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk samapai pada tujuan, mereka sudah melewati hutan kecil itu dan Jongin membelalakan matanya mendapati sebuah jembatan , jembatan yang di bawahanya terdapat danau terlihat sangat indah.

“Jembatan Gwang An itu nama jembatan tersebut” jelas Sueun

“Daebak aku baru melihat jembatan seperti ini dan tidak jauh dari stasiun. Bagaimana kau menemukan tempat ini Sueun-ah ?” takjub Jongin

“Rahasia, ada tempat lain yang ingin ku tunjukkan padamu oppa. Kajja kita harus melewati jembatan itu dulu” seolah mengerti Jongin mengikuti langkah Sueun, namun Sueun meraih tangan Jongin mengenggamnya berjalan bergandengan. Mendapati hal ini Jongin hanya tersenyum pada Sueun.

Berjalan santai menikmati semilir angin sejuk yang berhembus lembut mereka sangat nyaman, terlebih lagi keadaan jembatan ini sangat sepi bahkan dapat di katakan hanya mereka berdua saja yang berjalan di sini.

Tepat di tengah jembatan mereka berhenti sejenak, memperhatikan tiap pemandangan indah di tempat ini. Jongin beberapa kali mengembangakan senyuman manisnya membuat Sueun merasa puas, namun Sueun kembali menatap danau indah yang ada di hadapannya ini.

Sueun memejamkan matanya membiarkan angin lembut menerpa tiap inci wajah mulusnya ‘LEE SUEUN-AH SARANGHAEYO’ sontak Sueun membuka matanya dan menatap kearah Jongin.

“Apa kau berteriak oppa?” Tanya Sueun pada Jongin

“Aniyo, wae?” Sueun mengelengkan kepalanya dan kembali menatap lurus danau indah ini.

‘LEE SUEUN-AH SARANGHAEYO’ sekelibat bayangan masalalu merasuki diri Sueun, Sueun teringat jelas akan teriakan tersebut di tempat ini. Teriakan yang sangat di rindu olehnya dan suara itu benar terngiang jelas di telinganya.

“Oppa, bisa kau berteriak Lee Sueun saranghaeyo” pinta Sueun membuat Jongin bingung dengan permintaan Sueun yang tiba-tiba ini, Jongin hanya menatap Sueun tidak menjawab ucapan kekasihnya tadi “Aku tidak memaksa, tapi aku akan berteriak untukmu” Sueun tersenyum dan membalikkan tubuhnya berpusat pada danau.

“KIM JONGIN OPPA SARANGHAEYO” Teriak Sueun membuat nada gema di sekitar ini dan cukup membuat Jongin kaget dengan tindakan Sueun “KIM JONGIN OPPA SARANGHAEYO, NEOMU , NEOMU SARANGHAEYO”

Sueun tersenyum sejenak menatap bola mata Jongin yang memang tengah menatapnya, namun dia kembali berteriak “SARANGHAEYO, NEOMU, NEOMU, NEOMU SARANGHAEYO JONGIN Oppa” nada Sueun seolah tercekat begitu saja dan air matanya jatuh begitu saja. Jongin yang menyadari Sueun menitikan air mata membulatkan matanya.

“NEOMU, NEOMU SARANGHAYEO oppa” nada Sueun semakin tercekat dan bergetar, dia menyadari airmatanya jatuh begitu saja dan bayangan seorang Wufan terekam begitu saja di otaknya “Neomu, neomu saranghaeyo oppa” dengan nada bergetar Sueun mengucapkan kalimat yang tadi.

Mendapati hal ini Jongin semakin mebelalakan matanya dan membuat Sueun untuk terarah padanya “Sueun-ah Ghwencanayo?” Tanya Jongin dengan nada kekhawatirannya.

“Neomu.. Neomu Saranghaeyo hiks hiks”

“Sueun-ah Ghwencanayo? Kenapa kau menangis?” Jongin memegang pundak Sueun memastikan keadaan yeojachingunya ini baik-baik saja.

“Ghwencana oppa, aku menangis bahagia. Kau tidak perlu khawatir” Ujar Sueun menundukkan kepalanya mengingat akan masalalu yang benar terkenang jelas di otaknya ini.

“Jinja? Neo ghwencana?” Sueun mengangguk mantap, namun Jongin sedikit ragu dengan anggukan Sueun karena air matanya sangat kentara jelas dari kasat mata Jongin “Uljimayo” Jongin menghapus air matanya Sueun.

“Ghwencana oppa” Sueun pun tersenyum kembali membuat Jongin sedikit yakin “Kajja, ada tempat yang  ingin ku tunjukkan lagi padamu oppa” Jongin mengangguk dan entah gerakan apa membuat Jongin meraih tangan Sueun bergandengan tangan melanjutkan perjalanan ini.

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melewati jembatan tersebut, kali ini Sueun mengajak Jongin ke sebuah bukit yang jaraknya tidak jauh dari jembatan tersebut.

Bukit yang di tumpuki salju membuat udara dingin menusuk diri mereka, sangat terasa sekali oleh Sueun kalau tangan Jongin dingin, saat itu juga Sueun langsung memasukan tangannya dan tangan Jongin kedalam saku mantel hangatnya membuat senyuman mengembang di antara mereka.

Tepat di bukit ini terdapat sebuah kursi berukuran untuk dua orang berada di bukit ini dengan pepohonan yang berada di dekatnya memberi keteduhan , saat itu juga mereka duduk di kursi ini.

“ Oppa lihat di hadapanmu” pinta Sueun membuat Jongin yang tadi menatap kekasihnya itu sontak kearah depan dan

Pemadangan yang sangat indah sangat terlihat jelas dari kasat mata Jongin, jembatan yang tadi di lewati oleh mereka berdua itu terlihat sangat jelas olehnya. Danau indah yang benar terlihat semuanya sampai ujung dan pemandangan indah pegunungan semakin mempercantik suasana di tempat ini.

“Aku benar-benar takjub dengan pemandangan disini” jujur Jongin

“awal aku melihat pun, aku berkata sepertimu oppa dan aku tidak bosan dengan tempat ini”

“Mulai sekarang ini tempat favorite ku” mendengar hal itu Sueun diam seketika, mengingat tempat ini adalah tempat favorite seorang Wufan “Wae? Kenapa kau diam saja?”

Tersadar dengan ucapan Jongin buru-buru Sueun mengelengkan kepalanya “Ghwencanayo, ini pun tempat favoriteku oppa”

“Kalau begitu ini tempat favorite kita berdua” ujar Jongin

DEG!

Ucapan itu sangat di kenal oleh Sueun dan seseorang pernah mengatakan hal tersebut padanya. Sueun yang mendapati hal ini hanya tersenyum simpul “Ne, tentu saja oppa” kembali sepasang kekasih ini tersenyum satu sama lain.

****

-End Flashback-

Di dalam mobil Sueun dan Minki menyaksikan pemandangan yang memang sering di lihat mereka untuk kesekiankalinya. Ya, Jongin tengah bercumbu mesra dengan seorang yeoja..

Padahal tahukah kalian? Sueun dan Jongin sudah berpacaran 5 bulan lamanya, namun Jongin tetap melakukan hal yang sama seperti apa yang tengah di lihatnya saat ini. Terlebih lagi Sueun pun terkadang suka membuntuti Jongin bersama yeoja-yeoja yang di temunya dan setelah itu adegan yang sebenarnya sangat menyakitkan untuk Sueun di lihatnya kembali.

Namun Sueun hanya lah Sueun, yeoja biasa yang tidak tahu harus mengadu kemana. Kalau dulu dia dapat dengan mudah meluapkan kekesalannya dengan bercerita pada orang yang di cintainya, namun kali ini dia hanya dapat menerima kenyataan yang ada.

Senyum yang selalu di berikan Sueun ketika mendapati hal tersebut, seolah menutupi kekesalannya dan menunjukkan sisi tegar seorang Lee Sueun. Kembali Sueun memandangi namjachingunya yang asik bercumbu mesra dengan  yeoja. Sueun pun hanya diam membeku sesaat memberikan senyuman simpul.

“Sampai kapan kau akan bertindak seperti ini Sueun?” ujar Minki seolah kesal dengan tindakan Sueun yang seperti seorang pecundang mengetahui hal tersebut namun tetap diam, tanpa bergeming sedikitpun “Kau tahu, aku yang jadi muak dengan hal ini” Minki benar terlihat kesal dan ingin keluar dari mobil namun cepat di tahan Sueun.

“Andhwaeyo Minki-ya, aku yang kurang baik padanya. Aku akan melakukan yang jauh lebih baik dari biasanya” Sueun menatap lekat sepupunya ini yang memang selalu menemaninya.

“Kurang baik dari mana Sueun? Kau sudah jauh lebih baik pada namja itu Sueun-ah” ujar Minki, namun Sueun hanya menatap Minki dengan tatapan damainya membuat sepupunya ini seolah lunak dan tidak bisa berkata apapun lagi.

“Kajja, aku ingin pulang” senyuman simpul mengembang kembali dari diri Sueun dan Minki hanya dapat menurutinya saja. Sesaat Minki menstater dan melesat cepat melewati pasangan yang tengah bercumbu mesra itu , sukses membuat dua pasangan tersebut kaget akan lintasan mobil tersebut.

-beberapa saat kemudian-

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di rumah Sueun, dengan cepat Sueun keluar dari mobil Minki memasuki rumahnya. Sedang Minki mengikuti langkah Sueun, sampai di ruang tengah.

“Sueun-ah.. kau sudah pulang?” ujar ibunya yang memang ada di ruang tengah bersama ayahnya dan Donghae oppanya.

“Ne, Eomma, appa, oppa” sapa Sueun dan belum sempat Donghae ingin berucap Sueun sudah memotongnya “ Eomma, appa, oppa. Aku kekamar dulu ya, aku lelah” tanpa menunggu jawaban orangtua dan kakaknya, Sueun sudah beranjak menuju kamarnya.

Mendapati reaksi seperti itu, mereka seolah mengerti dengan sikap Sueun dan menatap kearah Minki meminta pernyataan.

“Apa karena namja itu lagii?” Tanya Donghae dan Minki hanya menatap santai namja yang juga sepupunya ini.

“Menurut Hyung” mendapati ucapan Minki, seorang Donghae seperti sudah tahu jawabannya namja satu ini hanya menghelakan nafasnya. Seketika itu..

PRANGGGG

Terdengar jelas di telinga mereka suara lemparan pada kaca terngiang benar, membuat mereka menatap kearah kamar Sueun yang berada di atas. Dengan langkah cepat ayah dan ibunya ingin menghampiri ke kamar Sueu, namun dua kali cepat Donghae menahan kedua orangtuanya ini.

“Jangan menghampirinya, biarkan dia tenang dengan caranya sendiri”ujar  Donghae menatap orangtuanya tersebut

“Tapi…” belum melanjutkan ucapan ayahnya sudah di potong oleh Donghae dan berkata “kali ini percayalah, Sueun tidak seperti dulu lagi, walaupun dia merasa sakit, dia tidak akan melukai dirinya seperti dulu eomma, appa”

Mendengar ucapan Donghae yang meyakinkan orangtuanya ini sedikit ketenangan tersirat pada diri mereka. Sedang Minki tahu betul ucapan Donghae selalu dapat di percaya, meski dia terlihat biasa saja namun sebenarnya dia mengkhawatirkan adiknya Lee Sueun.

***

Sueun melangkahkan kakinya menuju ruang basket, namun langkahnya terhenti ketika sebuah suara dari arah ruang ganti pemain yang memang jaraknya tidak jauh bergema begitu saja. Ia menghentikan langkahnya karena cukup jelas namanya tengah di sebut.

“Ya Jongin, besok hari terakhirmu dengan Sueun” ujar Kyungsoo menyadarkan Jongin yang sibuk dengan sepatu basketnya dan menatap temannya itu.

“6 bulan akan berakhir Jongin, kau ingat ucapanmu 6 bulan lalu bukan? ‘Aku akan memacarinya selama 6 bulan, jika aku bertahan kalian harus mengakuiku hebat dan jika aku tidak bertahan kalian boleh mengambil mobilku’” Chanyeol menimpali ucapan Kyungsoo .

Nampak Jongin menatap temannya itu tidak berkata apa – apa, seolah enggan menimpali ucapan temannya. “yang jadi pertanyaan apakah dia mampu mengakhiri hubungannya selama 6 bulan itu?” ujar Sehun membuat semua menatapnya heran, begitu juga dengan Jongin.

“Apa maksud perkataanmu Sehun?”Tanya Joon Myun

“Aniyo, emmm Jongin apa kau pernah menciumnya?” entah kenapa ucapan itu terlontar dari mulut Sehun, semua semakin menatapnya sama halnya yang di lakukan Jongin “Aku hanya teringat ucapanmu di masalalu.. ‘Meski pun aku berciuman dengan para yeoja, jangan harap aku memiliki perasaan padanya. Justru orang yang benar-benar kusukai tidak akan kusentuh’ apa kau pernah menciumnya?”

Jongin menatap Sehun tanpa menjawab pertanyaan temannya itu “Kau hanya diam saja, apa kau belum pernah menciumnya? Dan kau menyukainya?” entah kenapa Sehun berucap seperti itu, keadaan seolah menegang dengan pertanyaan Sehun dan tatapan tajam tersirat dari wajah Jongin yang mengeras.

“Ya ya Sehun, apa yang kau bicarakan.. Anggap dia bergurau dan kita latihan okay” ujar Joon Myun berusaha mencairkan suasana yang tegang. Chanyeol dan Kyungsoo pun seolah mengerti dan berseru “Benar, palli palli”

Keadaan seolah mencair, Jongin beralih dari tatapan Sehun menuju lokernya. Semua cukup memperhatikan Sehun yang asal berbicara dan memberi isyarat ‘jangan berbicara yang macam – macam kau’. Sehun terlihat tidak memperdulikan isyarat teman – temannya itu.

Sedang Jongin menatap sebuah foto selca yang sudah beberapa bulan ini sengaja ia pajang di lokernya dan hela napas berat berderu begitu saja dari cuping hidungnya.

Sedari tadi Sueun yang mendengar hal tersebut hanya diam saja, namun sebuah garis sempurna terpasang jelas dari bibir mungilnya membentuk senyuman. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini sulit di artikan.

****

“YA, kenapa kau mengajakku ke toko kue? Hah” protes Minki ketika ia di paksa Sueun untuk mengantarkannya ke suatu tempat dan tempat itu adalah toko kue.

Sueun hanya tersenyum pada saudaranya ini “Aku ingin merayakan 6 bulanku dengan Jongin oppa”.

Minki mengerutkan alisnya mendengar ucapan Sueun “Michesseo? Kau ingin merayakan 6 bulanmu itu, sedang kau sadar bukan kalau hubunganmu akan berakhir dengannya.” Sueun menatap tajam Minki, karena memang saudaranya inilah yang tahu akan hal tersebut.

Namun senyumanlah yang di berikan Sueun “Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuknya.”

“Berapa kali aku mendengar hal ini, apa dia pernah memberikan yang terbaik untukmu?” ujar Minki tersirat rasa kesal dalam benaknya.

Sueun menghelakan napasnya merasa tercekat mendengar ucapan Minki, namun senyuman tidak lepas dari bibir mungilnya ini “Ini yang terakhir Minki-ah” ucapan Sueun sukses membuat Minki mengerutkan alisnya.

Belum menimpali ucapan Sueun, yeoja ini sudah berseru lebih dulu “Eoh, Minki kau lihat kue tart itu sepertinya cocok” Sueun terlihat sibuk memilih kue yang di inginkannya.

Minki hanya menatap Sueun yang terlihat senang dalam memilih kue, helaan napaslah yang menjadi tanggapan Minki kali ini.

###

Sueun tersenyum puas karena kue yang di inginkannya sudah ada di tangan. “Kau puas Lee Sueun?” Tanya Minki yang sadar akan senyuman penuh sumringah dari bibir Sueun.

“Ne, tentu saja” kembali ia melemparkan senyuman pada Minki.

Keduanya berjalan santai untuk menuju parkiran di daerah cheongdam. “Kue yang kau beli, kue kesukaan Wufan hyung bukan? Apa kau tengah merindukannya?” pertanyaan Minki sukses membuat Sueun menatapnya.

Minki sadar tatapan Sueun menyiratkan sebuah kesedihan yang mendalam “Lupakan ucapanku tadi, kita harus segera pulang. Kajja” ujar Minki seolah tidak ingin Sueun terlihat sedih, ia menarik tangan Sueun dan berbegas menuju parkiran.

Namun tiba – tiba Sueun menghentikan langkahnya “chankaman” ujar Sueun

“Wae?” Minki mengerutkan alisnya ketika melihat Sueun tengah menatap arah depannya.

“Jongin oppa” gumam Sueun pelan dan Minki memusatkan pandangannya pada apa yang tengah di lihat Sueun saat ini.

Helaan napas berderu jelas dari mulut Minki, pemandangan yang biasa di lihat Sueun kali ini terlihat kembali . Di sebuah Café terlihat jelas seorang Jongin tengah bercumbu mesra dengan seorang yeoja.

“Tsk! Namja itu lagi, ini tidak dapat di biarkan lagi.” Minki ingin menghampiri, namun di tahan oleh Sueun dan mengelengkan kepalanya. Seolah mengisyaratkan Minki tidak boleh melakukan hal yang tidak – tidak pada Jongin “Ini keterlaluan Sueun, kesekian kali kau melihat ini namun kau hanya diam saja”

“Ghwencanayo Minki-ah, Ghwencana.. Sebentar lagi semua pun akan berakhir” ujarnya masih mampu tersenyum, sedikit meremas bingkisan kue yang ia bawa Sueun berjalan meninggalkan pemandangan ini.

Minki tidak bisa berkata apa – apa, ia hanya mengikuti langkah Sueun. Di tatapnya Sueun dari belakang cukup miris dengan kisah cintanya “Kau lihat ini Wufan hyung dia sangat mencintai namja itu” batin Minki tidak habis pikir terhadap Sueun.

*****

Sueun sudah berada di depan apartment Jongin, dengan banyak bingkisan dia berusaha menekan bel apartment ini.

Ting tong

Pintu apartment ini terbuka begitu saja dan terdapat Jongin yang memang sangat kaget akan Sueun membawa barang banyak. “Sueun-ah” dengan cepat Jongin meraih barang bawaan Sueun “Masuklah, aku sudah menunggumu sedari tadi” terang Jongin.

Memang sebelumnya Sueun sudah memberitahu pada Jongin ingin makan malam bersama kekasihnya tersebut. Namun yang membuat Jongin tidak menyangka bagaimana bisa seorang yeoja sendirian membawa barang belanjaan sebanyak ini.

“Kenapa kau tidak memberitahuku kalau membawa barang sebanyak ini, kalau tahu aku akan menjemputmu lebih dulu” ujar Jongin mengikuti langkah Sueun kearah dapur.

Namun yeoja ini hanya tersenyum “Ghwencanayo, aku hanya tidak ingin merepotkanmu” Jongin hanya menghelakan napas mendengar ucapan Sueun, matanya pun berpusat pada kotak yang di pegang Sueun.

“Kue tart?” Jongin sadar benar apa yang di bawa Sueun dan di letakkannya tepat di meja makan “Untuk apa kau membawa kue tart?” lanjut Jongin.

Sueun tersenyum simpul “Nanti juga kau tahu oppa, sebaiknya kau di ruang tengah saja. Aku akan membuatkan makanan yang enak untukmu. Arraseo”

Mendapati ucapan Sueun, Jongin mengangguk mengerti dan hanya gumaman lah yang terlontar dari mulut Jongin “emmm” ia pun pergi meninggalkan Sueun di dapur, walau benaknya masih bertanya-tanya kenapa kekasihnya mengajak makan malam dengan tiba-tiba.

Sedang Sueun mulai sibuk dengan bahan makanan yang ia bawa, membuat makanan yang di sukai Jongin .

####

Balkon dimana Sueun dan Jongin tengah menikmati makan malam mereka, makanan yang memang di buat oleh Sueun tadi. Serta tempat yang di pilih oleh Sueun sangat menyempurnakan suasana makan malam ini.

Jongin di buat kagum dengan masakan Sueun yang menurutnya sangat enak dan dekorasi balkon yang diubah yeoja ini membuatnya semakin kagum. Namun benaknya masih belum mengerti kenapa Sueun melakukan hal ini.

“Oppa otte? Masakannya enak tidak?” Tanya Sueun yang sedari tadi menatap Jongin yang hanya diam saja menikmati hidangan.

“Masita” jawab Jongin

“Jinja?” Jongin menjawab dengan anggukan mantapnya membuat Sueun tersenyum puas, namun ia terdiam sejenak seolah mengingat sesuatu “Oppa, kau tahu untuk pertama kalinya aku melakukan makan malam seromatis ini”

Jongin sontak menatap Sueun “dinner dan Kue tart yang ku bawa ini untuk merayakan 6 bulan kita” lanjut Sueun menunjuk kue tart yang ada di hadapannya.

Jongin terdiam seketika seolah pertanyaan dalam benaknya tadi terjawab sudah, ia tidak percaya dengan ucapan Sueun. “aku akan menyalakan lilinnya, mungkin akan terlihat semakin indah dan aku tidak ingin meniupnya. Biarkan lilin itu mati dengan sendirinya” ujar Sueun membuat Jongin mengerutkan alisnya tidak mengerti arah pikiran Sueun kali ini.

Namun ia memperhatikan Sueun yang menyalakan lilin, ia cukup menatap lekat wajah Sueun bahkan tatapannya kali ini terkesan sendu dan mengingat ucapan temannya kemarin membuat ia kalut dalam pikirannya kali ini.

Perasaan berat menyelimutinya dan perlahan ia meraih tangan Sueun menggengam erat tangan yeoja ini. Sueun yang mendapati perlakuan tersebut cukup kaget karena untuk pertama kali baginya Jongin menggenggam erat tangannya dengan perasaan berbeda.

Makan malam pun sudah usai dan lilin pun sudah mati dengan sendirinya, kali ini Sueun cukup menikmati malam di balkon ini. Ia berdiri di dekat deretan pagar, kelip bintang yang terlihat indah menyempurnakan keadaan malam hari.

Jongin yang berdiri di samping Sueun cukup memperhatikan kekasihnya ini, sungguh menikmati langit malam yang indah. Sedang Sueun memperhatikan satu bintang yang sangat terang, satu bintang yang mengingatkannya pada Wufan.

“Oppa, bagaimana perasaanmu kalau kau di tinggal orang yang kau cinta?” Tanya Sueun tiba-tiba membuat Jongin mengerutkan alisnya.

“Maksudmu?” Jongin sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Sueun kali ini.

Namun yang di Tanya hanya tersenyum “Aniyo, ghwencanayo” ujar Sueun seolah enggan melanjuti pembicaraannya, berbeda dengan Jongin cukup bertanya – Tanya akan ucapan Sueun tadi “Oppa” panggil Sueun.

“Ne?”

Sueun menatap Jongin dengan senyum simpulnya dan

Chu~

Di kecupnya bibir Jongin singkat membuat namja satu ini terdiam tidak percaya dengan tindakan Sueun. Mendapati Jongin yang diam saja justru membuat Sueun tersenyum dan dengan lembut ia memberikan sebuah sentuhan lembut pada bibir Jongin.

Ya, Sueun mencium bibir Jongin dengan lembut. Mendapati hal ini sesungguhnya Jongin sangat kaget dan sedikit berpikir bagaimana bisa Sueun melakukan hal ini padanya. Namun sentuhan lembut bibir Sueun membuatnya membuka mulut menerima hisapan lembut pada bibirnya.

Jongin merasa sentuhan lembut Sueun terasa berbeda, ia memang pernah berciuman namun  mendapat sentuhan ini hatinya terasa bergetar.  Entah gerakan apa membuatnya membalas ciuman yang di berikan Sueun.

Jongin menarik pinggang Sueun kedalam pelukannya, menerima perlakuan tersebut Sueun menggamitkan kedua tangannya tepat di leher Jongin. Jongin menghisap lembut bibir bawah Sueun dan ia merasakan sebuah sensasi berbeda dari ciuman yang ia lakukan.

Sueun pun membalas ciuman yang di berikan Jongin, secara bergantian mereka saling membalas ciuman lembut tersebut. Bahkan Jongin sangat menikmati bibir mungil Sueun dan seolah tidak ingin lepas ia terus memberikan ciuman lembutnya. Ia benar – benar merasakan perasaan berbeda dengan ciuman ini.

Namun seketika Sueun menghentikan ciuman tersebut dan berbisik tepat di telinga Jongin “First Kiss and Last Kiss, Chukae Kim Jongin” Sueun melepaskan gamitan tangan Jongin dari pinggangnya.

Mendapati hal ini membuat Jongin tidak mengerti “Apa maksud ucapanmu tadi Sueun?” ujar Jongin.

Sueun hanya tersenyum simpul “First kiss itu ciuman pertama kali untuk kita dan last kiss itu ciuman untuk terakhir kalinya bagi kita.”  Jongin terlihat semakin bingung dengan ucapan Sueun “Kita harus mengakhiri hubungan ini”

Jongin membulatkan matanya tidak percaya “MWO?”

“Aku hanya tidak ingin menyakitimu terlalu jauh” Jongin semakin di buat bingung dengan perkataan Sueun.

“Maksudmu?”

“Aku merasa hubungan kita cukup sampai disini” Sueun terlihat memejamkan matanya.

“Wae? Wae? Bukankah kau mencintaiku?” kata itu terlontar begitu saja dari mulut Jongin, hatinya terasa tercekat mendengar perkataan tersebut terlontar begitu saja dari mulut Sueun dan perasaan tidak ikhlas menyelimutinya.

Sueun tersenyum simpul “Siapa bilang aku mencintaimu? Tidak, aku tidak mencintaimu sama sekali” Jongin menggenggam tangan sueun.

“Katakan padaku ada apa sebenarnya? Kenapa tiba – tiba kau menginginkan hubungan kita berakhir?” jujur Jongin merasa tidak ikhlas apabila harus menerima hal tersebut.

Sueun kembali memejamkan matanya dan menatap dalam Jongin “Aku tidak ingin menyakitimu terlalu jauh, karena orang yang selama ini ku cintai bukan kau melainkan Wufan oppa, namja yang sangat ku cintai. Dia kekasihku”

Jongin terdiam sejenak mencerna ucapan Sueun, hatinya semakin terasa sesak mendengar hal tersebut “Maksudmu, kau—“ Jongin terlalu kalut untuk melanjutkan ucapannya.

Namun Sueun seolah tahu apa yang ada di pikiran Jongin “Gheure, sebelum menjadi kekasihmu, aku sudah mempunyai kekasih dan aku sangat mencintainya Wufan oppa. Aku tidak ingin mengkhianatinya, aku tidak ingin membuatnya kecewa. Karena aku begitu mencintainya, begitu mencintainya ! mianhae Kim Jongin-ah.” Dengan tatapan kosong Sueun mengucapkan kalimat tersebut.

Jongin tidak percaya dengan ucapan Sueun, ia berpikir bagaimana bisa Sueun yeoja baik yang selama ini “Gheotjimalyo! Gheotjimal!” Jongin mengelegkan kepalanya tidak percaya.

“Gheotjimal aniyanikka, aku sangat mencintai Wufan oppa. Mianhaeyo” dengan nada gemetar Sueun meninggalkan Jongin yang masih diam membeku dengan pernyataan Sueun .

Jongin tidak tahu harus berkata apa- apa ini sulit untuk di pahami, untuk pertama kali dalam hidupnya ia merasakan rasa sesak didadanya. Cukup disadari olehnya kalau dirinya tidak ingin kehilangan Sueun, tanpa sadar air matanya jatuh begitu saja “Gheotjimal Sueun-ah, Gheotjimal” gumamnya sambil menatap kosong arah depannya.

Seperti inikah sakit hati untuk pertama kalinya ia merasakan hal ini dan benar – benar terasa sesak. Namun benaknya masih sulit mempercayai akan ucapan Sueun, perasaan tidak terima menyelimutinya begitu saja.

Sedang Sueun ia cukup sadar akan tetesan air mata yang jatuh begitu saja dari pelupuk matanya “Mianhae, mianhae” sambil menyeka air matanya ia berjalan gontai meninggalkan apartment Jongin.

***

– 2 Minggu Kemudian –

2 minggu sudah berlalu, Jongin tengah disibukan dengan bola basket di hadapannya. Di ruangan ganti dengan keributan yang cukup menggema Jongin justru sibuk dengan pikirannya sendiri. Membuat teman – temannya menatap heran pada Jongin.

Karena memang semenjak hubungannya berakhir dengan Sueun, ia lebih banyak diam dari biasanya. “Sepertinya dia benar – benar menyukai gadis itu” ujar Chanyeol yang cukup memperhatikan Jongin.

“Dan sepertinya dia menyesal sudah menyia – nyiakan gadis itu” ujar Sehun menyiratkan makna yang mendalam, namun tidak di pahami teman – temannya justru mereka melemparkan tatapan yang sulit di artikan.

Sehun hanya melempar senyum khasnya dan yang lain semakin tidak mengerti. Justru mereka kembali terarah pada Jongin “Ya, Jongin cepat ganti pakaianmu sudah saatnya kita latihan. Ayo” ajak Joon Myun.

Namun yang di ajak bicara hanya menatap datar dan bangkit dari duduknya “Kalian saja yang latihan, aku sedang tidak mood” ujarnya yang ingin berlalu meninggalkan ruang ganti.

Semua cukup menghelakan napas mereka, karena untuk kesekiankalinya Jongin melakukan hal tersebut “Ya, Jongin jika kau menyukainya. Seharusnya kau kejar kembali cintamu itu” ujar Kyungsoo tiba –tiba membuat yang lain tercengang, bahkan Jongin pun menghentikan langkahnya sebentar dan berjalan santai kembali.

Semua menatap Kearah Kyungsoo seolah mengerti maksud ucapannya tadi dan hanya menatap punggung Jongin yang kian menghilang dari ruang ganti ini.

Jongin berjalan santai melewati lorong – lorong kelas fakultasnya,banyak para yeoja yang meneriakinya seolah tidak ia hiraukan. Memang sekarang ia seolah enggan meladeni para yeoja – yeoja tersebut, ia memilih berjalan lurus tanpa tau arah yang akan ia tuju.

Ia pun cukup teringat akan ucapan teman – temannya tadi, sesungguhnya di dalam benaknya merasa tidak ikhlas jika mengingat kejadian dua minggu yang lalu. Keputusan yang di berikan sueun begitu sulit di percayainya.

Sejujurnya ia merasa sepi, itu yang di rasakannya saat ini. Kenapa ia baru menyadari justru yeoja yang terlihat biasa saja seperti Sueun mampu membuatnya tersenyum, tapi ia masih tidak percaya kalau Sueun sudah mempunyai kekasih sebelum menjadi kekasihnya.

Ia tidak menyangka Sueun yang ia anggap baik dapat melakukan hal tersebut, perasaan sesak menyelimutinya. Namun yang menjadi pertanyaannya hingga saat ini, ia tidak pernah menemukan sosok Sueun.

Semenjak kejadian itu, Jongin memang cukup memperhatikan fakultas Sueun serta kelasnya. Namun sosok tersebut tidak terlihat sama sekali, ada apa dengan Sueun? Apa dia baik – baik saja? Entah pertanyaan tersebut terlihtas dari benaknya begitu saja.

Ia ingin betanya pada Minki namun sosok namja tersebut pun tidak di temukan di kampus ini. Sekarang Jongin memang berada di fakultas Sueun dan menatap arah kelas Sueun cukup teringat akan masa bersamanya. Namun mengingat pengakuan Sueun membuat hatinya tercekat kembali “Tsk! Untuk apa aku memikirkan nappeun yeoja.”

Tapi benaknya pun merasa tidak ikhlas berbicara seperti tadi, ia benar-benar kehilangan sosok yeoja itu sosok yang selalu memberi senyum terbaiknya. Sesaat Jongin ingin meninggalkan fakultas ini, tanpa sengaja anak matanya bertemu dengan anak mata seseorang.

Mata tajam seorang namja tengah menatap kearahnya.

Minki~

Yeah, Minki tengah menatapnya tajam dan sesaat ia berjalan santai untuk melewati Jongin. Jongin memejamkan matanya sebentar dan “Igo.. Minki—“

Mendengar ucapan Jongin membuat Minki menahan langkahnya dan menatap Jongin, sedang Jongin merasa ragu untuk bertanya pada Minki. Namun tidak dapat di pungkiri jika ia ingin tahu kenapa Sueun tidak terlihat 2 minggu ini.

“Sueun—“ entah mengapa ia merasa berat untuk menanyakannya, namun Minki menatap Jongin penuh Tanya.

“Wae? Kenapa kau menanyakan Sueun ? apa kau mengkhawatirkannya?” ujar Minki

“Aniyo, hanya saja akhir-akhir ini aku tidak melihatnya. Apa kau tahu dia kenapa tidak terlihat akhir –akhir ini?” pertanyaan yang terpendam dalam benak Jongin terucap juga.

Minki menarik sebelah bibirnya membentuk senyuman yang sulit di artikan “Sekarang kau baru perduli dengannya! kemana kau selama ini? Hah. Kekasih ?! bahkan kau tidak menggagap dia kekasihmu! Aku sudah senang saat dia perlahan bisa tersenyum setelah kepergian Wufan hyung, tapi nyatanya! Kau malah menyakitinya lebih dalam! Kau seseorang yang sama sekali tidak pantas menggantikan posisi Wufan hyung”

Minki terdiam sejenak menyadari ucapannya tadi, ucapan yang tidak seharunya tidak ia ucapkan sama sekali. Namun melihat sosok Jongin emosinya merasa meluap, ia terlau kesal dengan sosok namja ini.

“Kalau aku tidak mengingat perasaan Sueun padamu, mungkin aku sekarang sudah meninju wajahmu” ujar Minki yang melihat Jongin hanya diam saja sedari tadi.

Jongin diam mencerna tiap kata yang terlontar dari mulut Minki tadi, ia merasa tidak asing mendengar nama Wufan. Ia teringat akan ucapan Sueun waktu lalu, Wufan ia sadar siapa Wufan.

“Wufan ? apa dia sekarang bahagia bersama kekasih Wufan itu?” ujar Jongin seolah menyindir, ia sadar kalau namja bernama Wufan adalah namja yang di cintai Sueun, ia ingat benar ucapan Sueun waktu lalu.

Minki mengerutkan alisnya mendengar ucapan Jongin, namun sesaat seolah paham arah pembicaraan Jongin “Apa dia mengatakan padamu, Wufan kekasihnya saat ini? Apa dia mengatakan kalau dia sangat mencintainya dan dia tidak mencintaimu?” Tanya Minki

“Ne, aku mendoakan mereka dapat bahagia bersama” ujar Jongin cukup tercekat berucap kalimat tersebut. Minki menghelakan napasnya tidak tahu harus berbicara apa mengenai hal tersebut, disisi lain ia memiliki janji yan tidak dapat ia ungkapkan.

“Sudah ku duga ia akan mengatakan hal itu padamu, tapi kau sesungguhnya tidak tahu kebenaran yang ada. Jangan pernah mempercainya jika dia tidak mencintaimu dan Wufan hyung — “ Minki menghelakan napas beratnya, Jongin mengerutkan alisya tidak mengerti kenapa Minki menggantungkan kalimatnya.

“Aku bukan seseorang yang pantas memberitahukan tentang Wufan hyung padamu, kau bisa menanyakan lebih jelas pada oppanya, Donghae hyung. Tapi itu pun jika Donghae hyung bersedia menemuimu. Orang yang telah membuat adik kesayangannya mengalami luka.” Dengan santai Minki pergi begitu saja dan menyenggol bahu Jongin.

Menyadari perlakuan tersebut Jongin hanya diam saja, ia memilih mencerna tiap kata yang tertutur sempurna dari mulut Minki, sempurna membuat hatinya merasa tercekat dan ia merasa tidak puas dengan jawaban yang ada. Sesungguhnya ia harus menemui kakak Sueun agar semua terungkan dengan jelas.

****

Jongin baru saja memijaki kakinya tepat di depan rumah Sueun, sesungguhnya ia ingin tahu akan semua kebenaran yang ada. Terlebih lagi I ingin bertemu dengan Sueun, sosok yeoja yang mengusik hatinya. Mengusik akan perasaan tidak rela atas pernyataan Sueun waktu lalu.

Batinnya pun tidak dapat memungkiri jika ia sangat merindukan sosok Sueun, kemana ia berada? Kenapa tidak terlihat di kampus? Apa kabar dia? Segelincir pertanyaan tersebut ingin sekali ia menemukannya, perasaan sepi dah hampa pun seakan menyelimutinya.

Jongin teringat akan ucapan Minki waktu lalu “Aku bukan seseorang yang pantas memberitahukan tentang Wufan hyung padamu, kau bisa menanyakan lebih jelas pada oppanya, Donghae hyung. Tapi itu pun jika Donghae hyung bersedia menemuimu. Orang yang telah membuat adik kesayangannya mengalami luka.”

Ia tidak paham dengan ucapan Minki waktu lalu, segera ia tepis ingatan ucapan Minki dan menekan tombol bel.

Ting Tong

Ting Tong

Cukup lama  Jongin menekan tombol dan beberapa saat keluarlah sesosok namja yang ia kenal “Annyeong Donghae hyung” sapa Jongin ketika medapati namja tersebut berdiri tepat di depannya.

Namun berbeda dari biasanya, terlihat raut wajah dingin dari Donghae ketika melihat Jongin. “Untuk apa kau kesini?” dengan nada dingin Donghae mengucapkan kalimat tersebut, membuat Jongin mengerutkan alisnya. Dulu ketika ia kesini Donghae menyambutnya sangat hangat, kenapa ia seolah berubah dari apa yang dulu ia kenal.

“Sueun—“ belum sempat Jongin melanjutkan ucapannya, Donghae sudah menimpali dengan berkata “Sebaiknya kau pulang, Sueun tidak ada!” kembali terdengar nada dingin yang keluar dari mulut Donghae.

Jongin semakin tidak megerti ada apa sebenarnya, namun ia teringat ucapan Minki. “Hyung kenapa kau bersikap dingin? Apa aku membuat kesalahan padamu? Aku hanya ingin bertemu Sueun, sudah 2 minggu semenjak ia memutuskanku. Aku tidak pernah melihatnya lagi” Tanya Jongin terang – terangan.

Donghae menatap tajam Jongin “Aku pikir kau datang kesini karena menyadari kesalahanmu, rupanya kau sama sekali tidak menyadari kesalahanmu Jongin.”

Erutan kening semakin menyiratkan pada mimic wajah Jongin, mengartikan kalau ia tidak paham maksud ucapan Donghae “Aku tidak mengerti maksud ucapan Hyung, membuat kesalahan? Sueun yang memutuskanku karena ia mencintai namja bernama Wufan. Aku ingin tahu mengenai Wufan, sejauh mana ia mencintai Wufan. Karena aku—, aku mencintai Sueun, aku pun ingin bertemu Sueun dan memberitahu kalau aku jauh lebih mencintainya di banding Wufan.”

Donghae menatap Jongin, entah kenapa ia merasa tatapan Donghae berubah sendu “Kau benar – benar ingin mengetahui semuanya?” satu pertanyaan tertutur begitu saja kepada Jongin dan anggukan kepala Jongin menandakan sebuah keingintahuannya “Sueun sedang bersama Wufan saat ini.” Lanjut Donghae

Mendengar hal tersebut hati Jongin merasa tercekat, perasaan tidak suka merasukinya dan dapat di katakan ia cemburu. “Ikut aku” ujar Donghae yang menutup pintu rumahnya dan berjalan keluar rumah.

Jongin cukup bingung karena ia diajak keluar rumah, namun bagaimana pun Jongin hanya dapat mengikuti gerak langkah kaki Donghae yang entah akan membawanya kemana.

Tidak ada pembicaraan di antara Donghae dan Jongin ketika berjalan, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing – masing. Hingga akhirnya Donghae menghentikan langkahnya dan sukses kembali membuat Jongin mengerutkan alisnya.

“TPU” gumam Jongin menyadari gerbang yang tengah ia tapaki ini “Hyung kenapa kau membawaku ke tpu?” pertanyaan Jongin tidak di jawab, Donghae lebih memilih melanjutkan perjalanan dan memasuki pemakaman tersebut.

Jongin pun hanya dapat mengikuti Donghae dan tidak lama kembali Donghae menghentikan langkahnya. “Sueun” ujar Donghae

Cukup disadari Jongin dari jarak yang tidak terlalu jauh terdapat seorang yeoja tengah berdiri tepat di gundukan tanah dan ia pun sadar siapa yeoja tersebut “Sueun, aku ingin menemuinya” belum sempat Jongin melangkah , tangannya sudah di tahan Donghae.

“Andhwae, dia sedang bersama Wufan” Jongin mengerutkan alisnya mendengar ucapan Donghae.

“bersama Wufan?” justru pertanyaan itu terlontar dari mulut Jongin, ia sama sekali tidak mengerti ucapan yang terlontar dari Donghae.

“Saat di bangku sekolah Kris Wufan adalah Cinta pertama Sueun, mereka saling mencintai. Hingga saat ini Sueun masih sangat mencintai Wufan. Beberapa tahun yang lalu ketika mereka ingin dinner, Sueun meminta Wufan untuk menjemputnya lebih dulu, namun ketika perjalanan untuk menjemput Sueun sebuah kabar buruk terdengar. Wufan.. Wufan kecelakaan dan ketika di bawa ke rumah sakit nyawanya tidak dapat di selamatkan.“ lidah Donghae terasa tercekat untuk mengucapkan kalimat tersebut, bahkan mengingat hal itu membuatnya kepedihan menyeruak begitu saja.

Jongin yang mendengar hal tersebut membulatkan matanya tidak percaya, ia menatap Donghae yang menahan rasa kepedihannya dan melanjutkan ucapannya kembali “Semenjak itu Sueun merasa kalau yang menyebabkan Wufan kecelakaan adalah dirinya. Ia sangat terpuruk akan kepergian Wufan dan tidak bisa menerima kenyataan yang ada. Ia selalu menyalahkan dirinya sendiri , bahkan sering kali ia menyayat nadinya mencoba mengakhiri hidup. Ia selalu mengatakan ingin menyusul Wufan, namun upaya mengakhiri dirinya selalu gagal. Tapi Sueun tidak pernah jera untuk mencoba melukai dirinya sendiri, ia benar – benar tidak bisa menerima kenyataan yang ada dan kehilangan Wufan adalah hal terpuruk baginya. Begitu juga dengan keluarga yang tidak tahu harus bagaimana menghadapi Sueun, kami tidak ingin kehilangan Sueun.” Jongin melihat Donghae yang tidak bisa menahan air matanya mengingat akan adiknya itu.

“Namun semua berubah ketika ia mengenalmu Jongin—“ Donghae menggantungkan kalimatnya dan menatap Jongin, begitu juga dengan Jongin yang menatap Donghae “Ia sangat senang ketika kau memintanya untuk menjadi kekasihnya, karena itu yang di lakukan Wufan kepadanya ketika meminta Sueun menjadi kekasihnya. Bahkan perlakuanmu kepadanya mengingatkannya pada Wufan, Wufan sering menepuk kepalanya dengan lembut dan itu hal yang ia sukai. Tapi dia sama sekali tidak memandangmu Wufan, Jongin tetaplah Jongin dan perlahan ia sangat mencintaimu Kim Jongin. Namun … perlakuanmu di belakang Sueun tidak semanis di depannya.”

Medengar hal itu Jongin mengerutkan alisnya “Sueun tahu kau sering bercumbu mesra di belakangnya dan ia melihat benar kau bercumbu mesra dengan para yeoja – yeoja. ia selalu mengatakan tidak apa – apa dan beranggapan kalau ia kurang baik padamu. Bahkan ia pun mengetahui kalau kau menjadikannya sebuah taruhan, tapi ia lagi – lagi mengatakan tidak apa – apa dan terus berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Kau tahu ia sengaja memutuskanmu dengan alasan mencintai Wufan, karena ia tahu hari itu adalah hari terakhir kau akan sebuah pertaruhan. Maka dari itu ia lebih memilih mundur.” Donghae menatap tajam Jongin.

Sedang Jongin yang mendengar hal itu membulatkan matanya tidak percaya dan ia sadar benar akan kesalahannya itu. Ia mengigit bibir bawahnya dan tanpa sadar air matanya jatuh begitu saja “Ja- jadi Sueun—“ justru lidah Jongin yang merasa tercekat tak mampu melanjutkan ucapannya.

“Kau harus tahu, Sueun memang tidak pernah melukai dirinya lagi. Tapi seletah ia melihat kau bercumbu mesra ia akan meluapkan kemarahanya dengan melempar barang pada sebuah kaca, sampai ketika ia memutuskanmu ia mencoba mengiris nadinya sendiri. Ia mengatakan kalau kau tidak mencintainya, padahal ia sangat mencintaimu Kim Jong-in” penuh penekanan Donghae mengucapkan kalimat tersebut.

Jongin merasa tercekat mendengarnya, jadi selama ini Sueun mengetahuinya dan sangat mencintainya. Sedang ia sudah memperlakuan Sueun tidak seperti kekasih, air mata penyesalan menyeruak begitu saja dari pelupuk mata Jongin “Mianhae, Mianhae ..” mungkin kata itu tidak cukup untuk menebus kesalahannya.

“Penyesalan memang datang belakang Jongin, tapi kata maaf saja aku rasa itu tidak cukup” ujar Donghae membuat Jongin menatap sendu.

“Mianhae hyung, mianhae., aku mengerti kata maaf ini terlambat, tapi sejujurnya Sueun pun sudah mengubah kehidupanmu. Ia mengajariku akan sebuah cinta sejati, namun aku terlambat menyadarinya. Dan sesungguhnya aku benar – benar mencintai Sueun. Mianhae aku benar – benar menyesal dengan perlakuanku pada Sueun. Mianhae” kembali airmata Jongin jatuh begitu saja.

“Aku akan menemui Sueun dan meminta maaf padanya, aku akan menebus kesalahanku padanya. Aku begitu mencintainya” lanjut Jongin yang ingin menghampiri Sueun, namun di tahan Donghae.

“Andhwae!” Jongin menatap tajam Donghae.

“Wae? Wae? Aku akan meminta maaf dan menebus kesalahanku hyung. Jebal” dengan memohon dan tatapan penyesalan Jongin berucap.

Donghae menghelakan napasnya “Kau terlambat Jongin-ah, kau terlambat. Dia tidak akan mengingatmu dan ku mohon jauhi dia” dengan menepuk pelan punggung Jongin, Donghae meninggalkannya begitu saja untuk menghampiri Sueun.

Jongin diam membeku mendengar ucapan Donghae, terlambat ? tidak mengingatnya? Maksudnya apa? Sungguh ucapan klise tersebut masih terngiang jelas di telinga Jongin. Ia menatap kearah Donghae yang menghampiri Sueun.

“Donghae oppa, aku sangat mencintainya. Aku berharap tuhan segera memanggilku dan bertemu kembali dengannya” Donghae terlihat mengelus lembut rambut Sueun dan Sueun bersimpuh tepat di makan orang yang di cintainya “Oppa, Wufan oppa bogoshipoyo. Bogoshipo, aku sangat mencintaimu oppa. Sangat mencintaimu”

Terdengar dan terlihat jelas dari mata Jongin saat ini, Sueun berucap dengan nada tercekatnya mengatakan sebuah kerinduan mendalamnya. Melihat hal tersebut membuat Jongin semakin merasa menyesal, terlebih lagi ia melihat jelas wajah pucat pasi Sueun.

Perasaan penyesalan semakin menyeruak begitu saja dalam diri dan sesungguhnya ia ingin sekali menebus kesalahannya. Ia pun sadar kalau ia mencintai Sueun dan berharap ada sebuah kesempatan, ucapan Donghae tadi pun masih terngiang di benaknya. Terlambat~

Kata itu yang masih terekam di benaknya, sebuah penyesalan memang selalu terlambat. Namun apakah untuk menebus penyesalan pun terlambat. Jongin memejamkan kedua matanya merasakan rasa sesak di dada dan penyesalan yang tidak dapat di ungkapkan.

Fin~

14 thoughts on “First Kiss and Last Kiss

  1. wah unni nomu ah ani wanjong DAEBAK …jjang !!
    bgus bgt ….
    aq jd sedih sendiri …
    poor sueun …miris bgt liat dy cuma blg ‘tdk apa2’ ah jinjja aq trharu sgt ….
    pilihan kata’a bgus no typo dan sueun ah what happend with her ??
    aduh aq bingun gmana mendeskripsikan btapa menyentuh’a ff ini ?!?
    ah eotheoke ?? nan nomu love this story #aqkeposgt ….
    eon abaikan yg d atas !!
    always keep writing n chayo !!
    oh iya bkin sequel dng !!⊙﹏⊙

  2. waaaaaa ya ampun eonn.. benar-benar daebak
    aku bacanya sampai meneteskan air mata😥
    benar-benar cinta yang tulus
    cerita eonn terinspirasi darimana ?? pengalaman pribadi atau orang lain ??
    aku tidak bisa membayangkan jika menjadi Sueun😥
    lanjut sequel pasti bagus😉

  3. wah unnie .
    ceritanya daebak bgt .
    nyesek aku bacanya T.T
    itu sueun knp ? gilakah ?
    padahal aku berharap bakal bersatu dengan jongin .
    sequel dong unnie

  4. Huhu keren thor U.U
    kasihan sueun, gila ya sabar banget
    jongin aku seneng akhirnya kamu sadar !
    tapi kok ya gak bersatu sih thor sueun sama jonginnya ?
    thor boleh minta sequel kah ? #jeball

  5. Ahhhhh daebak! Daebak!!! Aku bca nya smbil nangis lo.. Hehe
    Pas sueun blang “tidak apa – apa” itu membuat air mtaku jatuh begitu sajaa:'( *alaymodeon-_-
    Keep writing yaa thorr buat ff nya! Like this yoo like this!*nari2 gaje breng sohee-_-

    Thor sequel dong, endingnya agk gntunggg
    Gomawo:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s