Late Love ?

late love copy

Author :: Kim Raemi

Tittle :: Late Love ?

Length :: Ficlet

Genre :: Romance , angst, marriage life

BackSound :: Baek Ah Yeon – Tell Me, Shin Youngjae – Simple Love, Boa – Beetwen Heaven and Hell, Sunny – The 2nd Drawer

Summary :: Cinta hadir begitu saja bahkan di saat tidak tepat. Jung Minmi seorang yeoja yang sudah menikah dengan namja bernama Bang Yongguk. Namun tiba – tiba Kim Himchan mantan kekasihnya kembali mengisi kehidupannya lagi.

 

Cast ::

Jung Minmi (Ocs)

Bang Yongguk (B.A.P)

Kim Himchan (B.A.P)

 

16 Juni 2013

Sebuah bingkai foto berukuran besar yang terdapat gambar dua sejoli mengenakan pakaian pengantin dan tersenyum cerah. Nampak sebuah ketulusan pada senyuman dua sejoli di gambar itu “Huh tidak seharusnya kau perpura-pura untuk tersenyum cerah seperti itu oppa” gumam seorang yeoja yang memang sedari tadi memandang foto pernikahannya.

Kedua tangannya menopang wajah mungilnya dan masih berpusat pada foto pernikahan, lebih tepatnya tertuju pada sosok namja pada foto tersebut “Bisa kau melihatku sebagai seorang istri? Bukan seorang yeoja sebagai amanat terakhir appamu?” tanpa sadar air matanya jatuh begitu saja, mengingat akan masalalu dimana ia dinikahi oleh namja bernama Bang Yongguk.

~~~~~

12 September 2012

Langit mendung terpancar jelas dari ruang jendela rumah sakit, dimana seorang yeoja dan namja tengah menatap miris namja paruh baya di hadapannya “Bang Yongguk-ah, Jung Minmi-ah” ucap namja paruh baya ini.

“Ne?” serentak keduanya menanggapi namja paruh baya dihadapannya, membuat keduanya sadar akan ucapan mereka secara bersamaan tadi dan saling bertukar pandang satu sama lain, namun sesaat menatap namja paruh baya di hadapannya lagi.

“Jika umurku tidak panjang—“ ucapanya menggantungkan kalimat, namun dengan kaget keduanya menatap namja paruh baya ini.

“Ahjjusi, apa yang kau bicarakan. Aku yakin kau akan sehat kembali” Ujar yeoja dihadapannya tanpa ia sadari setetes air mata jatuh begitu saja dan mengenggam erat tangan namja paruh baya ini.

“Appa, Minmi benar bagaimana pun kau akan sehat kembali dan kau jangan berpikir yang macam – macam. Kau harus istirahat yang penuh agar cepat pulih Appa.” Ujar namja yang tidak lain tidak bukan Bang Yongguk adalah anak semata wayangnya.

“Kita tidak tahu rencana tuhan selanjutnya Yongguk, karena itu—“ kembali ayahnya menggantungkan kalimatnya dan menatap kedua orang di hadapannya “Bang Yongguk-ah, boleh aku meminta sesuatu padamu?” ucapnya sambil menatap bola mata Yongguk.

“Ne?” Yongguk memperdekat jarak dengan ayahnya yang menyiratkan sebuah keseriusan pada ucapannya tadi.

Mata ayahnya bergantian menatap kearah Yeoja yang bernama Minmi dan sekarang berpusat pada Yongguk “Minmi, dia benar – benar sudah ku anggap sebagai anakku sendiri. Mungkin kalau aku tidak ada didunia ini lagi, dia tidak akan punya siapa-siapa dan aku tidak tahu nasibnya akan seperti apa nanti.”

Yongguk mengerutkan alisnya tidak mengerti maksud ucapan ayahnya, namun berbeda dengan Minmi yang menitikan air matanya penuh pilu mendengar ucapan namja paruh baya yang sudah ia anggap seperti ayahnya sendiri.

“Appa, apa kau berpikir aku akan memecat Minmi dari perusahaan kita? Tidak appa, itu tidak akan terjadi bagaimanapun aku tahu Minmi orang yang kau percaya” ujar Yongguk seolah paham dengan pikiran ayahnya.

Tapi ayah menggelangkan kepalanya “Justru aku ingin meminta kau untuk memecat Minmi” semua tercengang mendengar ucapan nama paruh baya ini.

“Maksud appa?”

“Aku ingin Minmi menjadi bagian keluarga Bang, pecat Minmi dari perusahaan dan Jadikan dia istrimu” secara bersamaan Yongguk dan Minmi membulatkan matanya tidak percaya dengan ucapan namja paruh baya ini, mereka pun saling bertatapan tidak mengerti.

“Ahjjusi, apa yang kau bicarakan?” Minmi pun tidak paham maksud yang di katakannya tadi.

“Ku amanatkan Minmi padamu Yongguk, nikahi dia dan jagalah dia. Jadikan dirinya bagaian dari keluarga kita dan ini permintaan terakhirku padamu Yongguk”

Yongguk dan Minmi tidak menepis rasa kaget akan ucapan namja paruh baya ini, ucapannya sungguh sederhana namun mengena di hati mereka. Yongguk sontak menatap kearah Minmi yang menatap ayahnya penuh pilu.

“Bisa kau mengabulkannya? Hanya itu keinginanku terakhirku Yongguk“ ucapannya tercekat akan air mata yang tanpa terasa menetes.

Yongguk diam membeku mencerna tiap kata yang terlontar dari ayahnya, sesekali menatap kearah Minmi entah apa yang ada di pikirannya saat ini.

“Ahjjusi, ku mohon jangan berbicara yang tidak – tidak. Aku yakin kau segera sembuh, kau pun dapat bercerita sepuasnya padaku dan aku akan terus mendengarkan ucapanmu ahjjusi. Ahjjusi—“ Minmi menggantungkan ucapannya menahan air matanya yang tidak bisa di bendung lagi “Bagaimanapun kau yang sudah mengubah kehidupanku, kau memberikan pekerjaan padaku  itu sudah cukup bahkan lebih ahjjusi.”

Mendengar hal itu namja paruh baya ini tersenyum miris pada Minmi, Yongguk pun menatap Minmi penuh makna “Baiklah Appa, aku akan menuruti keinginanmu itu.” ujar Yongguk tiba – tiba membuat Minmi membulatkan matanya.

“Jinja? Apa ucapanmu dapat ku percaya?” ayahnya sedikit meragukan Yongguk.

“Nae yaksseo appa” ujar Yongguk tegas dan ayahnya paham benar, namja satu ini apabila sudah mengatakan janji dan ia akan berjanji dengan kesungguhannya.

“Aku percaya padamu nak” ayahnya tersenyum cerah sambil menepuk punggung Yongguk, menerima pelakuan ini tanpa sadar air mata yang sudah di bendungnya jatuh begitu saja.

“Yongguk sajangnim” Minmi menatap Yongguk seolah mengisyaratkan ‘kenapa kau bertindak seperti itu’. Mengerti maksud Minmi, Yongguk hanya tersenyum simpul dan berkata “Ghwencanayo, ini keinginan ayahku.”

Minmi tidak bisa berkata apa – apa lagi, ia hanya dapat diam terbelnggu dalam keadaan ini.

 

1 November 2012

Pelaminan membawa Minmi pada sebuah pernikahan, pernikahan akan sebuah amanah dari ayah Yongguk setelah menutup usia sebulan yang lalu. Hal yang membuatnya sangat terpuruk menerima kenyataan pilu tersebut.

Namun sebuah amanah dan janji haruslah ia laksanakan, bagaimanapun ia sudah mengatakan dengan tegasnya waktu lalu.  Minmi yang baru saja selesai di dandani dan keluar dari ruangannya sudah mendapati Yongguk berdiri membelakinya seolah tidak sadar kehadiran Minmi.

“Yongguk sajangnim” sapaan Minmi membuat Yongguk tersadar dan berpusat pada Minmi, mendapati Minmi yang sudah sempurna dengan gaun pengantin lidah Yongguk terasa kelu seketika entah apa yang ada di pikirannya saat ini “Mianhae. Membuatmu lama menunggu”

Yongguk tersenyum simpul dan mengelengkan kepalanya “Aniyo, aku pun baru saja selesai.”

“Yongguk sajangnim, apa kau yakin dengan ini? Lalu kekasihmu?” pertanyaan Minmi membuat Yongguk terdiam sejenak, namun namja satu ini tetap memberikan senyuman khasnya.

“Amanat dan Janji harus di tepati Minmi, kami sudah berpisah sejak lama Minmi dan ini tidak ada sangkut paut perihal pernikahan ini. Setelah pernikahan ini jangan memanggilku dengan embel-embel sajangnim, ku harap kau memahaminya.” Jelas Yongguk membuat Minmi tercengang mendengarnya, namun yang ada di benaknya bagaimana mereka bisa berpisah.

“Kajja” Yongguk memberi isyarat agar Minmi menggamit tangannya, cukup ragu ia menggamit tangan Yongguk. Namja yang akan menjadi suaminya, namja yang tidak ia ketahui bagaimana perasaannya tersebut.

Keduanya sudah berada di atas altar bersiap akan penuturan pendeta di hadapannya akan sebuah Janji suci “Saudara Bang Yongguk apakah anda bersedia menerima saudari Jung Minmi menjadi pendamping hidup anda? Apakah anda bersedia mencintai dirinya dengan sepenuh hati dalam keadaan,senang,sedih,sehat maupun sakit hingga maut memisahkan kalian?” tutur pendeta.

“Saya bersedia menerima Jung Minmi sebagai pendamping hidup saya dan mencintainya sepenuh hati sampai maut memisahkan “ tegas Yongguk menuturkan kalimat tersebut dengan sempurna, tanpa terlihat gugup dari anak mata Minmi.

“Saudari Jung Minmi apakah anda bersedia menerima saudara Bang Yongguk menjadi pendamping hidup anda? Apakah anda bersedia mencintai dirinya dengan sepenuh hati dalam keadaan,senang,sedih,sehat maupun sakit hingga maut memisahkan kalian?” dada Minmi terasa tercekat mendengar penuturan pendeta ini, lebih tepatnya ia sangat gugup dan tidak tahu harus berkata apa.

Semua seolah buyar akan kegugupannya ini, hal pertama dan mungkin terakhir kali untuknya berada di altar seperti ini. Yongguk memutar bola matanya seolah memberi isyarat agar Minmi menjawab penuturan pendeta tadi, Yongguk sedikit tersenyum simpul dan entah kenapa senyuman itu membuatnya tenang.

 “Saya bersedia menerima Bang Yongguk sebagai pendamping hidup saya dan mencintainya sepenuh hati sampai maut memisahkan “ ujar Minmi dengan yakin akan penuturannya tadi, meski ia merasakan jelas sebuah kegugupan merasuki pada dirinya.

Sorak – sorai pun terngiang jelas di telinga mereka dan Yongguk perlahan namun pasti mengecup pelan kening Minmi. Tidak seperti pasangan lainnya yang dapat dengan mudah mengecup bibir pasangannya, semua pun cukup heran namun tidak memperdulikan perihal tersebut.

Mendapat perlakuan tersebut Minmi diam membeku, bukan karena ia tidak terima bukan kecupan manis bibir lah yang di berikan Yongguk. Justru kecupan di kening membuat darah Minmi berdesir hebat membuatnya teringat akan masalalu.

 

~~~~~~~

Minmi masih saja memandangi foto pernikahan dan berpusat pada Yongguk, 8 bulan sudah pernikahan yang di jalani Minmi bersama Yongguk. Tapi tidak sedikitpun bagi Yongguk untuk menyentuh Minmi, hal itu memang tidak di permasalahkan Minmi.

Yongguk sibuk mengurus perusahaannya pulang pun terkadang hingga larut malam, seperti saat ini Minmi menunggu Yongguk pulang dan berbicara pada foto pernikahannya, sedikit mengeluh dan bergumam tidak jelas pada sebuah bingkai yang mungkin tiada arti.

Waktu yang bergulir dengan cepat tidak dapat di pungkiri oleh Minmi, bahwa dirinya sudah mencintai seorang Bang Yongguk. Namun hingga saat ini ia tidak tahu bagaimana perasaan Yongguk terhadapanya, ia tidak berani untuk menanyakan akan hal tersebut.

Ia memilih bungkam, bagaimana pun Yongguk memang berlaku baik padanya. Walau ia bersikap seolah tidak perduli dan cenderung menanggapi dirinya dengan senyuman, bagi Minmi itu sudah cukup.

Terkadang cinta memang sulit untuk di pahami, tapi ketika sebuah cinta yang tidak terlihat dan hanya di anggap sebuah amanah yang harus di lakukan. Hal itu yang di rasakan Minmi saat ini, segelincir pertanyaan pun terdapat pada benaknya ‘Apakah Yongguk mencintainya juga? Apakah dirinya hanya di anggap sebagai amanah? Apakah Yongguk tidak bisa melihatnya sebagai seorang istri?’

Pertanyaan itu hanya dapat ia lontarkan pada hatinya dan ia yakin kalau Yongguk tidak mencintainya, begitu juga sudah jelas kalau Yongguk hanya menganggapnya sebagai amanah. Pernyataan sepihak ini memang terasa menyakitkan, namun bagaimanapun juga ia harus menerima semuanya.

“Ahjjusi bogoshipoyo” mengingat akan ayah Yongguk membuat Minmi tidak bisa membendung air matanya, namja yang sudah ia anggap seperti ayahnya sendiri dan mengubah kehidupannya. Itu hal yang tidak akan pernah ia lupakan dalam seumur hidupnya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 21:00 mata Minmi memang sudah terasa lelah, namun bagaimanapun ia harus tetap terjaga untuk menunggu Yongguk. Terkadang Minmi terlelap tanpa sadar di sofa untuk menunggu Yongguk dan Yongguk selalu melarangnya untuk menunggu suaminya itu.

Namun bagaimanapun Minmi ingin menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya “Belum tidur?” ujar seseorang mengagetkan Minmi yang sibuk dengan pikirannya sendiri, namun ia tahu benar siapa si pemiliki suara tersebut dan menoleh padanya.

“Eoh? Yongguk oppa” Minmi tersenyum cerah mendapati sosok Yongguk yang sudah pulang.

“Kau belum tidur? Apa kau menungguku lagi?” sirat mata penuh curiga terpancar jelas dari mata Yongguk membuat Minmi tidak tahu harus berkata apa. Melihat reaksi Minmi, Yongguk mengerti ia hanya sedikit menghelakan nafasnya “Naiklah, ini sudah larut, sebaiknya kau tidur sekarang.”

Mendengar penuturan Yongguk, Minmi menganggukkan mantap “Arayo, keunde. Kau saja yang keatas lebih dulu, aku akan mengambil air hangat” Yongguk mengangguk pelan seolah mengerti dan menaiki anak tangga.

Sedang Minmi menyiapkan air hangat satu baskom dan bergegas membawa ke kamar. Ketika ia membuka pintu kamar..

DEG!

Minmi terdiam seketika mendapati Yongguk yang tengah membuka kemejanya “Omo oppa” Minmi langsung membelakangi Yongguk yang setengah badannya sudah terlihat jelas dari kasat mata Minmi, bahkan absnya pun tidak dapat di pungkiri oleh Minmi bahwa ia tidak sengaja melihat.

“Oppa ini air hangatnya, kau bisa merendam kakimu setelah kau berganti pakaian” Minmi menaruh air hangat tersebut tepat di lantai dekat ranjang, tanpa jawaban dari Yongguk. Minmi bergegas keluar dari kamar, tepat ia menutup pintu ia memegang dadanya yang berpacu dua kali lipat dari biasanya.

Hal bukan sekali atau dua kali, Minmi mendapati Yongguk yang tengah berganti pakaian. Namun seperti ini reaksi Minmi, malu sekaligus tidak mampu berhadapan dengan Yongguk.

Di dalam Yongguk memperhatikan tingkah Minmi, ia sedikit mengerutkan alisnya dan tanpa sadar sebelah bibirnya terangkat membentuk senyuman simpul.

~~~~~~~

Minmi tersenyum simpul mendapati wajah damai Yongguk ketika masih terjaga dalam tidurnya. Mereka memang satu kamar namun tidak seperti suami istri lainnya, tidak ada sebuah hubungan suami istri di antara mereka. Semua sebatas sewajarnya ketika orang terlelap.

Minmi tanpa sepengatahuan Yongguk, ketika Yongguk sudah sudah terlelap dan ketika di pagi hari dimana Yongguk masih terlelap. Satu yang di lakukan Minmi memandang wajah damai Yongguk, Bahkan ia sering bergumam dalam hatinya.

Cinta ini sederhana, melihat wajah damaimu itu sudah cukup. Namun sedikitlah sadari bahwa ada seseorang yang selalu merindukanmu dan mencintaimu Bang Yongguk oppa” tidak dapat di pungkiri perasaan kalut merasuki diri Minmi, namun ia berusaha tegar dan tetap tersenyum memandang wajah damai Yongguk.

Bisa kau melihat cintaku ini oppa” perlahan tangan Minmi ingin menyentuh wajah damai Yongguk “Aku benar – benar mencintaimu oppa”  namun ia tak mampu untuk menyentuh wajah Yongguk, ia menarik kembali tangannya terkepal dan menaruhnya tepat di dada “ku harap kau dapat menyadari ini.”

Minmi bergegas bangun dan menghapus air matanya yang tanpa ia sadari jatuh dari pelupuk matanya. ia tidak mau kalau Yongguk sadar akan perilakunya memandangi suaminya ini secara diam – diam.

*****

Siang ini seperti biasanya, Minmi membawakan bekal ke kantor Yongguk. Rutinitas ia setiap hari membuatkan makan siang untuk Yongguk dan memberikan di kantor. Walau terkadang Yongguk menyuruhnya untuk menitipkannya pada sekertarisnya apabila ia tengah sibuk dengan perkerjaan, membuat Minmi tidak dapat masuk kedalam kantor.

Namun itu tidak masalah bagaimanapun bekal makan siang yang ia titipkan akan sampai pada Yongguk. Kali ini ia menekan tombol 19 dimana ruangan Yongguk berada di lantai tersebut, Minmi memandang bekal yang sudah ia buat tadi di rumah “Semoga Yongguk oppa menyukainya.”

TENGG

Tepat pintu lift sudah terbuka dan Minmi berjalan melewati koridor kosong menuju ruangan Yongguk, ketika ia sudah berada di depan ruangan dimana ada tiga meja besar operator dan sekertaris, namun tidak ada satupun orang di sekitar sini biasanya aka nada yang memberi salam ketika ia datang.

Minmi berpikir mungkin para staff yang ada tengah di sibukkan dengan pekerjaan mereka masing – masing. Tanpa ia ragu ia pun berjalan santai untuk memasuki ruangan Yongguk, dimana pintu besar dan menjulang tinggi di hadapan Minmi saat ini.

Sambil tersenyum dan tidak ragu Minmi membuka pintu seraya berkata “Yongguk oppa, di depan ruangan para staffmu tidak ada, padahal aku membawakan bekal un—“ ucapan Minmi tercekat seketika menyadari banyak orang di ruangan Yongguk saat ini.

Minmi cukup sadar akan pandangan orang – orang yang penuh wibawa di ruangan ini dan terlihat para staff Yongguk yang ada di ruangan ini. Satu pemandangan satu namja yang membuat Minmi semakin tercengang, begitu juga dengan namja itu yang sadar akan kehadiran Minmi “Kim Himchan oppa” batin Minmi sedikit tercekat.

Namun tidak di hiraukan oleh Minmi, karena tatapannya sekarang berpusat pada Yongguk yang tengah menatapnya tajam dan menghampirinya “Siapa yang menyuruhmu masuk?” pertanyaan penuh menuntut di dapati oleh Minmi. “Di luar terlihat sepi karena di ruanganku memang tengah rapat, kau bertindak sesuka hati Minmi. Aku tidak suka! Kau membuatku malu dengan rekan bisnisku.”

Ucapan Yongguk memang pelan, namun kalimat penuh penekanan tersebut dapat terdengar jelas oleh Minmi dan menusuk hatinya “Mianhae oppa, aku hanya ingin memberikan bekal ini.” Sedikit bergetar Minmi mengucapkan kalimat tersebut.

“Sudah ku katakan Minmi, jika kau memberi bekal kau taruh saja di meja staff. Kau kan tidak tahu kesibukan kondisi dan situasi suatu perusahaan sibuk atau tidak” kembali Yongguk mengucapkan kalimat penuh penekanan, Minmi sadar benar akan kesalahannya ini dan ia sadar  kalau Yongguk benar- benar tengah marah padanya.

“Mianhae oppa” sambil menundukkan kepalanya Minmi mengucapkan kalimat tersebut.

“Bang Yongguk-ssi, tidak masalah jika rapat ini di tunda apabila kau ada keperluan lain” ujar seorang namja dan Minmi terdiam sadar benar siapa si pemilik suara tersebut, suara yang sudah bertahun – tahun lamanya tidak ia dengar kini ia mendengarnya kembali.

“Ghwencana Kim Himchan-ssi, aku hanya berbicara sedikit pada yeoja ini” ujar Yongguk membuat tekanan darah Minmi berhenti.

Yeoja ini? Maksudnya apa mengucapkan Yeoja ini?’ batin Minmi sambil menatap Yongguk yang tadi tengah berbicara pada rekan bisnisnya dan sekarang menatapnya kembali.

“Kau bisa keluar Minmi-ssi, rapat ini sangat penting untuk saham perusahaan. Kuharap kau dapat memahami ini” permohonan dengan formal Yongguk membuat Minmi tidak tahu harus berkata apa.

“Ne oppa, mianhae sudah menganggumu” tetesan air mata jatuh begitu saja dari pelupuk mata Minmi, Yongguk pun cukup tercengang melihat reaksi Minmi. Tanpa menunggu jawaban Yongguk saat itu juga Minmi keluar dari ruangan Yongguk.

*****

Sambil terduduk Minmi menatap kosong lobby utama perusahaan ini, ia masih mencerna tiap kata yang terlontar dari mulut Yongguk tadi ‘Yeoja ini’ kata itu masih terngiang jelas di telinga Minmi. Ia sedikit meremas kedua tangannya merasa pilu mengingat kata tersebut yang keluar dari mulut suaminya tadi.

Namun bagaimanapun ia harus tegar dengan kenyataan yang ada,  cepat ia menyeka air mata yang sedari mengalir tanpa henti dari pelupuk matanya. ia ingin bergegas dari tempat ini, namun suara seseorang menahannya “Sudah lama tidak bertemu, Jung Minmi.”

“Kim Himchan oppa” darah Minmi seakan terhenti mendapati namja yang sudah tidak asing baginya, berada di hadapannya saat ini.

Namja itu tersenyum lembut masih sama seperti sedia kala, dimana namja ini dengan senang hati selalu memberikan senyum tulus untuknya. Tepat saat itu bayangan masalalu seolah terbayang kembali pada benak Minmi.

“Dasar yeoja miskin, kalau tidak mampu tidak usah bersekolah disini”

“Behenti menghakiminya, jika kalian menjudglenya akan sebuah kemiskinan. Kalian akan berhadapan denganku”  

“Jadilah kekasihku, aku akan melindungimu dan menjagamu. Aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuhmu.”

“Ku bantu kau menjual lobak ini, kalau semua laku. Kau harus mentraktirku Minmi” tawaan renyah terpancar jelas dari dua remaja.

“Aku harus meneruskan kuliahku di L.A, bisa kah kau menungguku? Jika aku kembali . Aku berjanji akan menikahimu, maka dari itu tunggulah aku”

Berhadapan dengan Himchan mengingatkan Minmi akan masalalunya, itu terngiang jelas di benaknya saat ini. Namja yang selalu melindunginya, namja yang selalu membuatnya tersenyum walau hidupnya yang miris, namja yang tidak memperdulikan status sosialnya.

Tapi ‘Kenapa kau kembali disaat aku sudah menikah Kim Himchan oppa, untuk apa kau kembali ke Seoul?’ Batin Minmi matanya masih berpusat pada Himchan yang masih saja tersenyum penuh tulus padanya.

Tanpa di sadari keduanya, Yongguk yang ingin menghampiri Minmi sadar akan perilakunya tadi tertahan begitu saja melihat pemandangan dihadapannya. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini, ia cukup kaget mendengar Himchan mengatakan ‘Sudah lama tidak bertemu, Jung Minmi.’

Fin~

 Gantung kah ceritanya? hehe

oiya di poster gpp yah saya pakai foto IU, bingung mau pakai ulzzang yang mana.

Terinfirasi dari lagu Fathin – aku memilih setia🙂

Gomawo bagi udah baca🙂

26 thoughts on “Late Love ?

  1. omaigad,
    akhirnya w bsa bca epep bang yongguk yg married life..
    Hoho..

    next thor,
    klo sgini doank mah bkan gantung namanya, tp buntung,
    haha..
    Tanggung thor,
    pdahal t klimaksnya, eh udah end aja..

    lanjut..

  2. ih eon demen bngt dah bikin crita gantung… ini kudu di buat sekuel pkoknya
    aku suka penggambaran karakter byg di sini…. ahhhh coollll kerennnn pembawaan tenang alim aduhai (?)
    di sini gk ad sikap yg nunjukin si byg benci sma minmi yah?
    buktinya di asenyum tuh pas liat reaksi si minmi pas liat di a topless, hihi
    tapi rada ketus juga sih, kan mksd minmi baik mau bawain dia bekal, meski salah minminya juga sih. tp yg nyelekit itu pas byg bilang “yeoja ini” buset dah byg sadar woiiii itu istrimu
    nanti di rebut himmy loh. hihi
    inilah yang aku suka, kehadiran orng keyiga di ff marriage life, hohoho
    eonni ini menurutku lebih ccok jadi prolog cerita chaptered gtu, eon bukannya diskusiin dlu ah, main posting jdi ficlet aja… siap-siap deh terima komen reader yg minta sekuel

  3. Ah eonniiiii… Ceritanya kenapa berakhir pas di saat seru T.T
    Sequel nggak nolak kok.. Hehehhe
    Ditunggu lohhh FF yg lain juga..
    JJANG!

      • eonni FF nya baguss pake banget, nama nya juga ficlet pasti nya crta nya pndek tapi ngegantung .
        pnsran reaksi himchan pas tw minmi ud married ma rekan kerja nya, trs juga prsaan nya yongguk sbnrnya gimana ma minmi sebenernya dy suka ama minmi atw ga , kalo di liat2pas bca td kyak nya dy sukaa deh ><

  4. haloha aku readers baru d blog ini. tp seprt nya sering bc ff kamu jg d blog lain
    uhhh kyknya lbh setuju ini chapter deh chingu. soal ny ini fin d saat baru ad mslh
    *hanya komen
    tp bkl ada sequel kan?
    iah dong??? iah kan???
    pst dong???
    fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s