When Love Comes Without Unexpected

when love comes

Author:: Kim Raemi

Tittle :: When Love Comes Without Unexpected

Length :: Ficlet

Rating :: T

Summary :: Hyera seorang wanita yang penyendiri, hidup tanpa seorang teman.. Sunyi, Hampa dan kekosongan yang ia dapat.. Namun semua berubah ketika seorang namja bernama Daehyun hadir dalam hidupnya.

 

Cast ::

Lee Hyera

Jung Daehyun

Semilir angin lembut berhembus dengan lembutnya, memberikan sebuah ketenangan pada tiap orang yang menikmatinya. Di bawah pohon rindang dan kicauan burung merdu yang mengalun dengan indahnya, satu pandangan berpusat kearah depannya sambil menyantap makan siang yang di bawanya dari rumah.

“Emmmm mashita” gumam yeoja ini sambil menikmati makan siangnya sendirian sambil menikmati udara sejuk di bawah pohon dekat taman sekolahnya. Hal yang tidak luput di lakukan yeoja ini di jam istirahat ia memilih tempat ini untuk makan siang, di banding harus kekantin dengan keraiaman.

Bukan ia tidak ingin makan di kantin, hanya saja itu akan percuma apabila di kantin pun ia akan bergelut dengan dunia sendiri ketika makan siang tanpa ada seorang teman yang menemaninya.

Lee Hyera sebut saja yeoja ini, siswi kelas 3 Bunny High School. Tipikal yeoja pendiam dan penyendiri, waktu yang di gunakannya di sekolah hanya untuk belajar.

Tidak luput teman sekolahnya banyak yang mengatakan kalau dirinya aneh dan kutu buku, namun ia tidak memungkiri karena memang dirinya selalu berjalan sendirian tanpa seorang teman. Bukan berarti ia tidak ingin berteman, hanya saja di benaknya belajar jauh lebih penting dan satu hal ia ingin membuat orang tuanya bangga.

Persahabatan ?

Cinta ?

Ia tidak mengenal kata itu, baginya sekolah hanya untuk belajar dan meraih prestasi. Maka dari itu usahanya pun dalam belajar memang tidak sia-sia, membuahkan hasil dengan peringkat pertama di setiap semester.

Namun disisi lain ada keinginan di benaknya mempunyai seorang sahabat, merasakan kasih sayang seorang sahabat. Tapi mana mungkin ada yang ingin berteman dengan dirinya yang kutu buku. Benaknya

“Lee Hyera” tiba-tiba seseorang berseru memanggilnya membuat ia tersadar akan lamunanya tadi dan menatap pada orang tersebut .

“Eoh? Jieun sonsaengnim” ia cukup sadar wali kelasnya lah yang memanggilnya dan membungkukkan tubuhnya memberi hormat.

“Aku ingin membicarakan mengenai olimpiade bulan depan, bisa kau nanti ke ruanganku setelah makan siang kau ini?” mengerti ucapan gurunya, Hyera tersenyum.

“Ne, sonsaengnim nanti aku ke ruanganmu”

“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu” Hyera hanya tersenyum mendapati gurunya yang ingin meninggalkannya, namun ia cukup sadar kalau gurunya membalikkan tubuhnya lagi “Hyera -ya, tidak baik juga apabila terus sendirian tanpa seorang teman. Bagaimanapun juga kau membutuhkan dukungan seorang teman” setelah berucap gurunya pun meninggalkan Hyera yang diam membeku mencerna tiap kata yang terlontar dari mulut gurunya ini.

Ia sadar benar ucapan Jieun sonsaengnim tadi, namun ia menepisnya seolah tidak memperdulikan akan pertemanan atau pun sebuah percintaan . Sekarang ia harus memikirkan olimpiade yang di adakan sebulan lagi.

****

Hyera berjalan santai melewati lorong – lorong kelas sekolahnya, cukup banyak murid yang berlalu lalang. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti mendapati segerombolan yeoja tengah mengkerubungi namja popular di sekolah ini.

“Daehyun oppa, Youngjae oppa, Jongup oppa. Mereka semakin tampan saja” seru beberapa yeoja terdengar jelas di telinga Hyera “Ya kau sudah dengar Daehyun oppa berkelahi dengan sekolah sebelah karena menolong yeoja”

“Tentu saja, Daehyun oppa memang sangat keren dan siswa sekolah itu langsung meminta maaf karena sudah menganggu yeoja yang di tolongnya itu. Dia benar – benar keren”

Hyera mengerutkan alisnya mendengar celoteh para yeoja – yeoja ini mengangung – agungkan tiga namja tersebut. Daehyun, Youngjae dan Jongup , tiga namja ini memang sangat popular di sekolah ini. Terutama Jung Daehyun, siapa yang tidak mengenal namja ini?

Namja yang sangat popular karena suka berkelahi dan terlebih lagi ia pun cukup di katakan playboy. Ketampanannya membuat yeoja menginginkan menjadi kekasihnya, tidak jarang para yeoja menyatakan cinta padanya lebih dulu.

“Tsk, apa yang di pikirkan yeoja ini jelas – jelas namja itu suka sekali berkelahi dan playboy” batin Hyera menggelengkan kepalanya, sekarang yang ia pikirkan bagaimana ia dapat melewati lorong menuju ruangan guru. Sedang di hadapannya ini kerumunan yeoja yang mengelilingi tiga namja ini, tidak pikir panjang Hyera berusaha menerobosnya.

Tubuh mungilnya berusaha menerobos kerumunan ini, namun desakan semakin menjadi karena para yeoja ini semakin menghimpit untuk berbincang dengan tiga namja itu. Tepat selangkan lagi Hyera keluar dari kerumunan tersebut tiba – tiba seorang yeoja mendorongnya kasar dan

BRUGGGGG

Di rasakan benar oleh Hyera benturan keras membuat ia merasakan sakit pada bokongnya, semua mata pun tertuju pada arah Hyera karena suara benturan tersebut sangat terdengar jelas.

“YA, Kalau jalan lihat – lihat. Dasar kutubuku” bukan pertolongan yang di dapat oleh Hyera, namun cemooh yang keluar dari para yeoja – yeoja ini “Cepat bangun dan pergi dari sini” Hyera hanya dapat menurut saja, ingin menimpali namun itu tidak mungkin kuasa para yeoja itu lebih kuat di bandingnya yang hanya di kenal dengan kutubuku.

Hyera segera terbangun meninggalkan kerumunan yeoja ini sambil sedikit meringis karena tumit tangannya pun terluka akan gesekan kuat pada lantai. Tanpa ia sadar tiga namja ini pun menatap kearah Hyera.

*****

Hyera baru saja membeli beberapa makanan ringan, karena persediaan makanan ringan di rumahnya sudah habis membuatnya harus membeli lebih dulu ke supermarket. Ini hal yang biasa ia lakukan ketika orang tuanya belum pulang bekerja, ia berjalan santai melewati terotoar.

BUG

BUG

BUG

Langkah Hyera terhenti ketika ia mendengar suara dentuman seperti pukulan, matanya mencoba mencari sumber suara.

BUG

BUG

Tepat di dekat sebuah gang suara dentuman pukulan tersebut semakin jelas terngiang “Ya, tamat kau Jung Daehyun” mendengar ucapan tersebut Hyera langsung menatap kearah gang tersebut dan

BUGGGG

Terlihat jelas olehnya dimana Daehyun tengah di pukuli oleh banyak orang dan

BUGGG

“AAAAAAA”

Kali ini Hyera semakin tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, Daehyun terkapar jatuh mendapati pukulan demi pukulan. Ia bingung harus melakukan apa, namun jika tidak segera di lerai Daehyun akan semakin terluka parah.

Hyera mengepalkan tangannya berniat menolong namja ini, tidak perduli apa konsekuensi nanti yang akan di dapat olehnya. Setidaknya pukulan tersebut dapat di hentikan, dengan menghelakan napas beratnya Hyera menghampiri para namja yang tengah memukuli Daehyun.

“YA! BERHENTI KALIAN” meski takut dengan lantang Hyera mengucapkan kalimat tersebut, membuat semua aksi terhenti dan menatap kearah Hyera. Daehyun yang masih cukup sadar  meski tubuhnya terasa lemas , namun masih dapat jelas melihat Jirin.

“Ya, Aggashi. Apa yang kau lakukan? KA! ” usir para namja itu, namun Hyera tidak bergeming masih di tempat dan merasa sangat takut akan hal ini “PALLI KA! Kau menganggu aksi kami”

Hyera sedikit gemetar, namun bagaimanapun ia harus mempunyai keberanian dan bersitegas “Berhenti memukulinya” dengan napas terengah Hyera mengucapkan kalimat tegas seperti itu.

“Wae? Apa dia temanmu?” Hyera hanya diam membeku mendengar pertanyaan para namja itu, Daehyun yang melihat ini hanya menatap lemas “Jawab!”

“Ya kau, jangan berusaha membantuku. Ka” walau lemas Daehyun berbicara namun itu terdengar jelas di telinga Hyera, ia mengelengkan kepalanya bagaimanapun juga mengkroyok sebuah tindak criminal. Hyera kembali menghelakan napas beratnya dan berusaha memberanikan diri.

“Berhenti melakukannya atau aku akan menelpon polisi” Hyera memberi ancang – ancang untuk menelpon polisi, sukses membuat para namja ini menatap geram pada Hyera.

“Bodoh” umpat Daehyun masih tergulai lemas dan tidak berdaya karena kedua tangannya yang di pegang oleh beberapa namja di sekitarnya.

“Ya, kau ingin mencari mati dengan kami? Hah !” tekan salah satu namja pada Hyera.

“Berhenti melakukannya atau sekarang aku akan menelpon polisi . kalau disini ada tindak criminal” ucapan Hyera sukses membuat para namja ini menatap kesal, Hyera tidak bercanda dengan ucapannya ia menekan tombol 1 yang akan langsung tersambung pada kantor kepolisian.

“Ya , Ya kau benar – benar menelpon polisi” pekik beberapa namja merasa ketakutan.

“Yeoboseyo , kantor polisi—“ Hyera menggantungkan ucapannya karena ia sadar para namja ini menatapnya kesal.

“Aiissh yeoja ini benar – benar, ka , ka , ka” dengan ketakutan para namja ini bergegas meninggalkan tempat ini dan melepaskan Daehyun “Kali ini kau selamat Daehyun” tekan para namja itu sebelumnya.

Mendapati para namja yang sudah pergi, Hyera menghelakan napas leganya dan langsung terarah pada Daehyun yang sulit terbangun “Ghwencanayo?”

Daehyun hanya menatap Hyera saja tanpa berkata apapun, namun sukses membuat Hyera kaget mendapati luka lebam dekat mata Daehyun dan darah segar keluar dari bibirnya “omo kau” pekik Hyera tidak percaya.

“Auuu” rintih Daehyun ketika ia ingin terbangun, sedikit ragu Hyera meraih tangan Daehyun membuatnya menatap kearah Hyera.

“Biar ku bantu” mengerti maksud Hyera, Daehyun menurut saja “Rumahku tidak jauh dari sini, sebaiknya lukamu di obati dulu agar tidak infeksi” entah kata – kata itu keluar begitu saja dari mulut Hyera, karena ia memang berniat untuk membantu Daehyun dan tidak tega melihat orang terluka.

Tidak ada kata yang keluar dari mulut Daehyun, rasa ngilu membuatnya hanya dapat menurut saja mengerti maksud Hyera.

####

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di kediaman Hyera. Ia tidak berkata apa-apa karena langsung meninggalkan Daehyun yang berada di ruang tengah untuk mengambil beberapa peralatan medis.

Daehyun cukup memperhatikan keadaan rumah Hyera yang terkesan classic ini, di sudut ruangan terdapat beberapa foto keluarga yang memang terpajang rapi pada ruang tengah. Ia semakin memperhatikan setiap sudut ruangan , entah apa yang ada di pikirannya saat ini.

Hyera yang sudah membawa peralatan medis tidak berkata apa – apa, ia langsung terduduk di samping Daehyun dan mencoba membersihkan luka lebam dengan air hangat.

“Auuuu” rintih Daehyun ketika Hyera  membersihkan luka lebam dekat matanya, Hyera agak ragu untuk meneruskan membersihkan luka tersebut “Hanya sedikit ngilu, tidak apa –apa” ujar Daehyun seolah sadar dengan keraguan Hyera.

“Ne”

Mengerti maksud Daehyun, Hyera kembali membersihkan luka lebam Daehyun. “Auuu” kembali ia merintih karena merasakan ngilunya.

“Ghwencanayo?” ragu Hyera bertanya, namun di sambut anggukan mantap dan senyuman dari Daehyun. Hyera sedikit tercengang dengan senyuman Daehyun, namun ia sadar kalau Daehyun ini playboy dan ia tidak boleh terpengaruh akan hal ini.

Dengan teliti Hyera membersihkan luka – luka lebam di wajah Daehyun, ia pun membersihkan darah segar yang terdapat di sela bibir Daehyun. Walau sedikit rintihan keluar dari mulut Daehyun karena ngilu, namun itu tetap di lakukan Hyera bagaimanapun juga luka ini harus segera di obati.

Tanpa sadar Hyera baru tahu kenapa para wanita sangat mengagumi namja satu ini. Tampan, kata itu yang memang berada di benaknya saat ini. Namja yang ada di hadapannya ini memang sangat tampan dan wajar para yeoja menginginkannya menjadi kekasihnya.

Namun bagaimana pun Hyera tidak boleh terhanyut dalam lamunannya menatap tiap inci wajah tampan Daehyun. Ia kembali terfokus mengobati luka lebam tersebut.

Tanpa Hyera sadari Daehyun pun tengah menatapnya lekat, memperhatikan Hyera yang sangat cekatan dalam mengobatinya, entah apa yang di pikirkannya saat ini. Namun cukup di sadari Daehyun bibirnya tertarik begitu saja membentuk senyuman tipis.

“Mianhae” ujar Daehyun tiba-tiba membuat Hyera mengerutkan alisnya dan menghentikan aktifitasnya membersihkan luka namja ini.

“Ne?”

Daehyun tersenyum simpul menyiratkan sebuah penyesalan “Saat kau terjatuh di antara yeoja – yeoja waktu lalu, aku tidak membantumu”. Hyera memutar bola matanya mengingat kejadian beberapa waktu lalu dan ia ingat benar kejadian itu.

“Ghwencanayo” jawab Hyera yang memang tidak memperdulikan akan hal itu.

“Aku sangat menyesal saat itu dan aku sadar kau yeoja yang baik” mendengar hal itu Hyera kembali mengerutkan alisnya dan sedikit berpikir kalau Daehyun tengah bergombal, namun segera di tepisnya menganggap itu omong kosong.

“Ghwencanayo, lagi pula itu bukan salahmu” ragu Hyera mengucapkan kalimat tersebut dan di sambut anggukan serta senyuman manis Daehyun.

Hyera sudah mengobati luka Daehyun, merasa kasihan Hyera pun membiarkan Daehyun untuk berdiam sejenak di rumahnya ini dan memberikan teh. “Minumlah selagi hangat” Hyera menaruh teh yang baru saja ia buat tadi.

“Ne” dengan senyuman khasnya Daehyun meraih dan menyeruput teh tersebut.

“Omo ada tamu rupanya” ujar seseorang yang baru saja memijaki rumah ini, membuat Hyera dan Daehyun terarah pada orang tersebut.

“Eomma, appa. Kalian sudah pulang ?” Hyera cukup kaget dengan kehadiran orangtuanya yang kian menghampiri kearah Hyera.

“aiisshh apa karena membawa teman, kau sampai lupa kami pulang jam berapa” ledek ayahnya sedikit melirik Daehyun, namun di sambut kerutan kepala Hyera.

“Teman?” pekik Hyera.

“Annyeong ahjjuma, ahjjusi. Daehyun imnida, aku teman satu sekolah Hyera dan berkat pertolongannya aku selamat dari keroyokan siswa lain. Ia pun mengobati luka ” jelas Daehyun tiba-tiba sukses membuat Hyera membulatkan matanya tidak percaya dengan pernyataan namja ini.

Orangtua Hyera hanya teresenyum mengerti “Rupanya begitu, sudah seharusnya Hyera membantu dan mengobati lukamu. Toh kalian satu sekolah dan saling mengenal” ujar ayahnya.

“Eomma, appa. Dia bukan temanku” sangkal Hyera tiba – tiba, semua terarah padanya terutama Daehyun tidak mengerti kenapa Hyera berucap seperti itu.

Orangtua Hyera pun saling bertukar tatap dan tersenyum simpul “Wae? Kalau bukan teman lalu siapa? Apa dia kekasihmu?” ledek ibunya. Hyera langsung membulatkan kedua matanya, begitu juga dengan Daehyun tak kalah kagetnya namun hanya sesaat.

“Aniyo eomma, appa tidak seperti itu” Hyera terlihat bingung apa yang harus dijelaskan kepada orangtuanya.

“Aiisshh kau ini kenapa Hyera. Justru kami merasa senang apabila ada temanmu kesini” ujar ibunya sedikit memukul lengan Hyera dan melanjutkan kata – katanya sambil menatap kearah Daehyun “Kau harus tahu Daehyun, Hyera tidak pernah membawa temannya kesini. Makanya kami sedikit heran kali ini ia membawa temannya  ke rumah dan setahuku anak ini memang sulit dalam bergaul”

“Eomma” Protes Hyera yang tidak terima akan ucapan ibunya itu, namun berbeda dengan Daehyun yang menatap lekat padanya.

“Eomma Hyera benar. Anak ini terlalu sibuk dengan pekerjaan sekolahnya sampai melupakan kalau bertemanpun penting, lagi pula kami sadar Hyera memang sulit beradaptasi dengan orang yang baru di kenalnya. Tapi kami bangga dengan prestasi yang di milikinya” jelas ayahnya menimpali ucapan ibunya tadi.

Daehyun menatap kearah Hyera dan tersenyum pada orangtua Hyera “Arayo.. walau dia sulit beradaptasi dan sedikit pendiam apabila di sekolah, namun ia mempunyai prestasi yang membuatku selalu kagum dengannya” ujar Daehyun.

Hyera membulatkan matanya dan menatap Daehyun, ia mencerna tiap kata yang keluar dari mulut namja ini. Apa maksud yang ia ucapakan tadi ‘selalu kagum’ apa maksudnya? Batin Hyera

“Rupanya kau mengenal dekat dengan Hyera, kami senang akhirnya Hyera dapat beradaptasi dengan baik. Aku harap ia dapat mempunyai teman lebih banyak lagi” ujar ibunya.

“Tentu saja ahjjuma , ahjjusi. Aku akan membuatnya terbiasa dengan sebuah pertemanan” ujar Daehyun sambil melirik kearah Hyera.

Hyera mengelengkan kepalanya kembali mencerna ucapan Daehyun, ia cukup jengah dengan pernyataan yang sulit di artikan baginya. Ia memang pintar dalam pelajaran, namun mengenai ucapan yang klise itu cukup sulit baginya “Daehyun-ssi, tidak kah kau berniat untuk pulang?” ujar Hyera

Orangtuanya menatap tajam Hyera mengerti maksud ucapan anaknya “Ya Hyera, kau tidak berniat untuk mengusirnya kan. Tidak baik mengusir tamu yang baru saja menapaki kakinya di rumah ini”

Daehyun hanya tersenyum mendengar hal ini “Ghwencana ahjjuma, ahjjusi. Sepertinya ia memang menginginkan aku pulang” Daehyun meraih ransel miliknya berniat berpamitan, namun di tahan orangtua Hyera.

“Aniyo. Kau tidak boleh pulang, sebaiknya makan malam lebih dulu di rumah kami” Hyera membulatkan matanya mendengar ucapan orangtuanya.

“Eomma , appa”

“Wae? Aku hanya ingin Daehyun temanmu ini untuk makan malam di rumah, lagi pula waktu makan malam sudah tiba. Daehyun-ah kau tidak bisa menolak” ujar ayahnya.

“Ne, ahjjuma, ahjjusi” Daehyun tersenyum simpul sambil menatap Hyera, ia menurut saja mendengar ucapan orangtua Hyera yang memintanya untuk makan malam di rumahnya ini.

Sedang Hyera menghelakan napas beratnya, ia tidak tahu harus berkata apalagi untuk mencegahnya. Kenapa keadaan menjadi seperti ini? Padahal ini bukan yang diinginkan olehnya dan ia hanya dapat menuruti ucapan kedua orangtuanya.

*****

Seperti biasa jam istirahat Hyera berjalan santai menuju belakang sekolah, dimana tempat tersebut terdapat tempat yang nyaman untuknya makan siang. Hyera berjalan santai sampai tepat di belakang gedung .

“Oppa. Daehyun oppa ini untukmu”

“Daehyun oppa, ini coklat untukmu”

“Oppa”

Terdengar jelas di telinga Hyera riuh pikuk tepat di belakang sekolah ini dan dapat ia lihat dengan jelas, segerombolan yeoja tengah mengkerubungi Daehyun. Hal ini sudah biasa di lihat oleh Hyera, namun berbedanya ia teringat ketika kemarin ia menolong Daehyun.

Namun segera ia tepis bagaimanapun juga ia hanya menolong, walau sempat Daehyun makan malam di rumahnya dan mungkin saja Daehyun sudah melupakan hal tersebut, toh Hyera sadar namja satu itu memang sangat popular di sekolahnya.

Tanpa sengaja ia pun menatap kearah Daehyun yang memang ia sadari tengah melihat kearahnya, namun Hyera langsung melanjutkan berjalan ingin melewati para sekumpulan yeoja seolah tidak menghiraukan.

“DAEHYUN OPPA SARANGHAE”

Mendengar ucapan yang lantang itu langkah Hyera berhenti seketika dan terlihat jelas oleh kasat mata Hyera seorang yeoja tengah menyatakan cintanya pada Daehyun secara gamblang. Terlebih lagi di depan yeoja – yeoja yang juga mengincar dan menyukai Daehyun, Hyera hanya menelan ludahnya melihat reaksi para yeoja – yeoja tersebut.

“Apa yang di pikirkan yeoja itu, menyatakan cinta di tengah keramaian seperti ini” gumam Hyera tidak percaya dan masih memandangi Daehyun yang tidak bergeming setelah mendengar penyataan cinta yeoja itu.

“Ya, Michesseo! Apa-apaan kau menyatakan cintamu pada Daehyun oppa kami secara gamblang” protes beberapa yeoja yang mulai ramai seakan tidak terima.

“Ya! Memangnya kau saja yang menyukai Daehyun oppa, semua yeoja yang ada disini menyukainya” kembali beberapa seruan berkumandang membuat keadaan seolah panas.

“Oppa aku benar – benar mencintaimu dan ingin menjadi kekasihmu” ujar yeoja itu seolah tidak memperdulikan yeoja – yeoja lain yang tengah menatapnya tajam dan berseru tidak jelas membuat Hyera mengerutkan alisnya melihat adegan ini.

Namun Hyera terarah pada Daehyun yang masih diam tak bergeming, sepertinya Daehyun sadar kalau Hyera tengah menatapnya dengan cepat Hyera mengalihkan pandangan. “Mianhae, aku tidak bisa menerimamu” ujar Daehyun, membuat semua menatap kearahnya.

Hyera pun menatapnya yang ada di benaknya saat ini ‘Tidak biasanya ia menolak seorang yeoja, biasanya namja ini akan menerimanya begitu saja’ Hyera mengerutkan alisnya tidak percaya.

“Omo..” seruan tidak percaya bergema kembali, tidak dengan yeoja yang menyatakan perasaanya pada Daehyun.

“Wae oppa? Wae?” dengan nada tidak terima yeoja tersebut berkata.

Daehyun hanya tersenyum “Wae? Karena ….” Daehyun menggantungkan kalimatnya dan cukup disadari Hyera mata Daehyun terarah padanya, sukses membuat Hyera kikuk seraya mengalihkan pandangan. Tanpa pikir panjang Hyera ingin bergegas dari tempat ini.

Baru satu langkah Hyera melangkah tiba-tiba tangannya di tahan seseorang membuatnya berputar kearah orang tersebut, ia sadari yang menahannya kali ini adalah Daehyun sambil menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan dan dalam hitungan detik .

CHU~

Di rasakan oleh Hyera bibir Daehyun mendarat tepat di bibirnya, membuat Hyera membulatkan matanya. Dengan kelembutan Daehyun menghisap bibir bawah Hyera,sesaat ia melepaskan kecupan itu dan mengenggam erat tangan Hyera “ Lee Hyera adalah kekasihku”

DEG!

“MWOOOOOO, DIA KEKASIHMU??????” Semua tercengang dengan tindakan Daehyun dan pernyataan yang keluar dari mulut Daehyun. Terutama dengan Hyera yang membulatkan matanya tidak percaya, tindakan Daehyun yang terasa singkat namun mengena membuat Hyera tidak bisa berkata apa-apa.

Namun pernyataan Daehyun ini semakin membuat Hyera tidak percaya dan mengerutkan alisnya “Michesseo” mendengar hal itu Daehyun hanya tersenyum pada Hyera benar – benar sulit di artikan .

Fin~

20 thoughts on “When Love Comes Without Unexpected

  1. aku suka pjke banget itu posternya, haha.. ekspresi dae itu loh , minta di cipok, muahahahaha
    ini juga gantung, aishhh!!!1 bnern gk ad lanjutan ini yah??? lanjut dong lanjut
    aku mendukung eonni
    si dae ccok juga trnyata yah jadi badboy, wkwkwkwkwwk

  2. Annyeong aku pengunjung baru di sini (^_^)/
    Dan aku datang kesini untuk menuntut squel dari cerita ini, kalo engga, gue gak tau deh baka ngapain #lol ?.? ahahahaha

  3. ya ampun gantung amat :v
    Daehyun ishhhh ciuman di depan umum-_- nanti Hyera di bully sama fans muu
    sequel ada gak? belum ngecek dan aku baru ketemu ama wp ini hahaha

    keep writing!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s