Die is my obsession

die is my obsession

Author :: Kim Raemi

Tittle :: Die is my obsession

Length :: Drabble

Rating :: T

Genre :: AU, Fluff, Misteri

 

Cast ::

Jang Haena

Bang Yongguk (B.A.P)

 

Kehidupan bukanlah sebuah permainan, banyak orang yang mendeskripsikan seperti itu. Kenyataan sebuah pernyataan yang terdengar sederhana namun memiliki makna yang mendalam. Kenyataan ?

Yeah, kata itu banyak yang sulit untuk menerima sebuah kenyataan yang ada.

Menepis

Menyanggah

Menyangkal

Bahkan menghindar ..

Sebuah realita yang tidak dapat di terima dalam  kehidupan adalah Kenyataan. Banyak orang yang tidak menerima sebuah kenyataan, terutama kenyataan yang pahit dalam hidupnya. Tidak ada orang yang tidak menginginkan hidupnya lurus dalam kenyataan.

Roda kehidupan berputar bak sebuah troli yang berjalan dengan cepat, namun tahukah kalian ? bagaimana perasaan seseorang yang selalu menepis kenyataan yang ada dan selalu ingin menghindar dari sebuah kenyataan.

Seperti seorang yeoja yang tengah menatap keluar jendela kelas dengan tatapan kosongnya, pikirannya melayang bak seseorang yang tidak bisa berpikir dengan jernihnya. “Ya, Jang Haena.. Bisa kau mendengarkan penjelasanku” seseorang menyadarkannya dari sebuah lamunan tak menentu.

Ia terarah pada suara tersebut yang tidak lain tidak bukan gurunya, ia hanya menarik sebelah bibirnya “Yes sir” jawabnya santai dan disadari olehnya semua mata tertuju padanya.

Pandangan seolah tidak menyukainya,hal yang sudah tidak asing baginya. Karena sudah kesekiankali baginya melihat pemandangan tersebut tertuju padanya dan memang tidak dapat di pungkiri olehnya semua teman sekelasnya ini menganggap dirinya aneh.

Matanya memang tertuju pada papan tulis di depan, namun pikirannya sama sekali tidak terfokus dengan penjelasan gurunya itu. Ia justru bergelut dengan dunia sendiri, memikirkan bagaimana caranya lagi untuk mengakhiri hidupnya.

Memang terdengar gila namun pemikiran tersebut ada di otak yeoja ini, sulit di pahami namun terjadi. Tanpa sadar ia menatap pada pergelangan tangannya, pergelangan tangan yang penuh dengan luka – luka benda tajam tapi ia tidak menghiraukan hal tersebut.

Jang Haena, yeoja ini memang terlihat buruk dalam penampilan, sikapnya yang cuek dan tidak acuh membuatnya tidak mempunyai teman namun justru itulah yang diharapkannya, dalam hidupnya ia tidak membutuhkan teman.

****

“Aku pulang” seru Haena sambil melepas headsetnya ketika ia sudah sampai rumah, namun seperti biasa apa yang ia dapat sunyi.

Ia sedikit menghelakan napas dengan keadaan rumahnya dan berjalan menuju ruang tengah, tiba-tiba….

PRANGGGGGG

Sebuah pas bunga melayang begitu saja melewati wajahnya dan pecah dalam hitungan detik pada tembok tepat di samping Haena. Ia membulatkan matanya mendapati hal tersebut dan sontak menatap si pelempar pas bunga tersebut.

“YA, APA KAU SUDAH GILA. PAS TADI HAMPIR MENGENAI ANAK KITA HAENA” Teriakan seorang namja paruh baya menggema begitu saja di ruangan ini.

“JANGAN MENGALIHKAN PEMBICARAAN, PERTANYAANKU TADI BELUM KAU JAWAB? HAH” Teriak yeoja paruh baya yang Haena sadari si pelempar pas bunga tadi “YA! Jawab, dari mana saja kau semalaman kemarin? Kau bersama yeoja jalang itu lagi kan? JAWAB!” kembali yeoja tersebut mengeluarkan kalimat penuh penekanan.

“Tidak bisa kau tidak menuduhku berselingkuh !!”

“Bagaimana aku mempercayaimu tidak selingkuh? Sedang kau selalu pulang dini hari dengan noda lipstick di kemejamu. Kau pergi dengan yeoja – yeoja jalang itu kan? Jawab !!!”

“Berhenti menuduhku !!!”

Haena hanya tersenyum kecut melihat pemandangan yang sudah sering di lihat olehnya, pemandangan dan pendengaran yang sudah biasa ia dapatkan. Kedua orangtuanya yang selalu bertengkar tanpa memandang anak satu – satunya tengah menatap miris.

Haena menghelakan napas beratnya “Tsk! Membosankan” ia memasang kembali headset pada telinganya dan menuju pintu keluar menghindari kenyataan yang ada.

Kenyataan kalau ia anak dari broken home, baginya kehidupanya benar – benar sangat buruk dan bahkan yang ada di pikirannya ingin mengakhiri hidup. Percuma memiliki sebuah kehidupan namun tidak terlihat sama sekali keberadaannya. Benak Haerin

Bekas – bekas luka yang ada pada pergelangan tangannya adalah hasil ukirannya sendiri yang berniat untuk mengakhiri hidupnya, namun upayanya selalu gagal dan mungkin tuhan masih menyayanginya. Ia berharap ketika ia mengukir nadinya mungkin ia tidak akan membuka matanya, tapi apa daya hingga saat ini dengan kenyataan yang ada ia menjalani kehidupan yang baginya sangat kelam.

Haena berjalan tak tentu arah hal yang biasa di lakukan olehnya, pikirannya pun tidak fokus. Ia pun menatap kearah jalan raya dimana banyak mobil yang melaju dengan cepatnya, sesaat ia mengembangkan sebuah senyuman dan berjalan santai menuju tengah jalanan.

Tepat ia sudah berada di tengah – tengah jalan, ia sengaja berhenti begitu saja dan ia pun sadar banyak orang yang berteriak ‘aggashi awas mobil’ orang – orang tidak ada yang tahu kalau yeoja ini sengaja berhenti di tengah berharap dirinya di tabrak dan menghilang dari kehidupan ini.

Haena memejamkan mata seolah siap untuk mengakhri hidupnya “cepat tabrak, cepat. Kumohon” batin Haena merasakan suara mobil yang kian mendekat kearahnya dan

Citttttttttttttt

DAMN !!!

Haena tidak merasakan apa – apa , karena ia sadar ketika ia membuka mata mobil tersebut berhenti seketika di depan tubuhnya “Aggashi Gwhencanayo?” ujar seorang namja yang berniat keluar dari mobilnya, namun di tatap tajam oleh Haena.

“Tsk! Bodoh seharusnya kau menabrakku hingga mati !!” ketus Haena

“MWO???” pekik namja tersebut tidak percaya.

Haena tidak berkata apa – apa, ia berjalankan meninggalkan namja yang dengan mimic wajah bersalah dan ketakutan.

Sedang namja tersebut diam membeku dengan sikap Haena, yeoja yang tidak ia kenal sama sekali dan pikirnya itu gila “Ya, Bang Yongguk, ada apa dengan yeoja itu? Dia tidak apa – apa kan? Kau tidak dimintai untuk bertanggung jawab kan? Ahhh lagi pula yeoja itu terlihat baik – baik saja” pertanyaan bertubi-tubi keluar begitu saja dari teman namja ini.

“Daehyun-ah, yeoja itu memintaku untuk menabraknya”

“MWO??????” pekik temannya tidak percaya.

Kedua namja ini  tanpa sadar menatap heran pada Haena yang kian lama hanya punggungnya terlihat.

*****

Haena pikirannya sudah benar- benar gamang, setelah semalaman ia mendengar pertengkaran kedua orangtuanya membuatnya semakin kalut dalam kehidupan. Seolah ia sudah tidak sanggup untuk menapaki kakinya di bumi ini.

Sekarang ia berada di atap sekolah pikirannya terpusat pada satu tujuan ‘mengakhiri hidupnya’ bagaimanapun ia tidak ingin gagal lagi dan ia pun yakin kali ini ia tidak akan gagal. Karena tidak akan ada seorang pun yang mau keatap ini.

Haena memejamkan kedua matanya menghirup udara segar sebelum ia terjun dari atap ini “Ya tuhan kumohon ambillah nyawaku, ini terlalu sesak untuk di lanjutkan. Mianhae eomma, appa” sambil menitikan airmata ia bersiap untuk terjun dari atap.

Mengingat semua kenangan bersama orangtuanya membuat airmata Haena mengalir begitu saja, namun disisi lain ia merasa terpuruk dengan keadaan hidupnya yang tak tentu arah bak kecebong kecil yang tidak bisa melakukan apa – apa.

1 langkah

2 langkah

Haena semakin siap untuk terjun dari atap ini dan menarik sebelah bibirnya seolah ia senang dengan keadaan ini. Tepat ia sudah ingin menghempaskan tubuhnya terjun dari atap ini tiba-tiba….

“YA! MICHESSEO , APA YANG INGIN KAU LAKUKAN? HAH” dirasakan oleh Haena tangannya ditarik begitu saja oleh seseorang dan

SREGGG

BRUGGG

Haena sadar aksinya ini sudah di tahan seseorang dan ketika ia membuka matanya betapa kaget dirinya mendapati seorang namja di bawah tubuhnya. Ia pun sadar namja tersebut “Kau”

“Jangan mencoba untuk bunuh diri lagi, karena mulai sekarang aku akan memantaumu” tekan namja itu, namja yang dulu mengagalkan aksi bunuh dirinya di tengah jalan. Ya, namja yang bernama Bang Yongguk kali ini mengagalkan aksi Haena lagi (?).

Fin~

ini hanya sebuah fanfic gaje ..

6 thoughts on “Die is my obsession

  1. wow,,,,
    bunuh diri?????
    ck ck ck
    untung aja digagalin🙂

    simpel FFnya tp ngena bgt, dimana banyak org yg ngalamin hal seperti diatas, ga bakalan tau lg apa yg mesti dilakuin,,,
    hingga muncul pilihan mati adalah satu2ny jalan,,,

  2. sbenarnya ini trlalu panjang buat di anggap drabble loh eonni, he #trima ya sdikit komen mnusuk duri ku {?}
    but overall daebak!!! eonni tulisannya makin bagus ih, di bandingkan aku yg gk ad kemajuan, huhu
    well ini adakah sekuelnya? aku harap jwabnnya iya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s