KISS

bap poster 2 copy

Author :: Kim Raemi

Tittle :: Kiss

Length :: Oneshoot

Rating :: PG 15+

Summary :: When they feel the first kiss

A/N :: adegan di fanfic ini banyak kissunya, bagi yang di bawah umur saya mohon jangan membacanya yah. okay

Cast ::

  • Bang Yongguk
  • Kim Himchan
  • Jung Daehyun
  • Yoo Youngjae
  • Moon Jongup
  • Choi Junhong

Yeoja Cast ::

  • Kim Jikyung
  • Kim Eunyoo
  • Lee Sueun
  • Park Jirin
  • Park Goeun
  • Jung Minmi

Enam pria mahasiswa Universitas Bunny, fakultas Teknik. Mereka tengah berada di basecamp, basecamp yang hanya akan ada enam pria ini dan tidak ada yang mengetahui akan basecamp ini. Sebut saja  satu persatu di antara mereka.

tumblr_mij2v6lA151rnkj5ho1_500

Bang Yongguk , mahasiswa semester 6 jurusan Teknik elektro. Pria tampan satu ini sangat terkenal dengan kepemimpinan Bem fakultasnya, sikap kepemimpinannya yang kuat membuat ia semakin di percaya oleh fakultas kampusnya ini dan tidak jarang wanita yang ingin mengincar pria satu ini.

“HAHAHAHHA” tawa meledak dari mulut pria ini ketika melihat cara televise yang ia tonton, sontak semua terarah padanya. Terutama pria yang sibuk membaca buku dengan gaya coolnya menatap tajam Yongguk, merasa terganggu dengan gelak tawa dari mulutnya.

“Berisik babo” di lemparnya bantal kursi kearah Yongguk dan

BUGG

Tepat bantal itu mengenai wajah Yongguk “Ya! Kim Himchan, neo –“ geram Yongguk menatap pria yang menanggapinya dengan tatapan datar saja.

 tumblr_mij2rnE8mc1rnkj5ho1_500

Kim Himchan berada di tingkat yang sama dengan Yongguk dan mereka memang satu kelas. Pria ini pun sangat terkenal karena parasnya yang tampan, tidak heran para wanita banyak yang menghampirinya beralasan meminta ajari beberapa teknik elektro pada Himchan.

Padahal para wanita itu berada di beda fakultas, Himchan memang tidak pernah menolak karena ia pun cukup senang dalam berbagi ilmu. Namun terkadang membuatnya sangat risih ketika endingnya para wanita itu mengungkapkan perasaan padanya. Sayangnya pria satu ini memang tidak memiliki rasa pada wanita tersebut dan semua wanita yang mengungkapkan perasaan padanya di tolak secara halus. Karena sesungguhnya sudah ada seorang wanita di dalam hatinya ini.

“Lagi kau sangat berisik sekali Bang Yongguk, menganggu aku yang tengah membaca buku” ujar Himchan, namun Yongguk tidak memperdulikannya. Ia kembali fokus dengan layar televise di hadapannya dan gelak tawa kembali menggema.

“HUWAHAHAHA” terpingkal – pingkal Yongguk tertawa dan sukses membuat Himchan sedikit geram.

“Ya! BANG, Neo—“ Himchan menggantungkan ucapannya karena tidak ada tanggapan dari Yongguk yang masih tertawa “Aiisshh kau ini sedang nonton apa sih” Himchan cukup penasaran dengan acara yang di tonton oleh Yongguk dan terduduk di samping pria ini.

Himchan diam seketika mendapati acara yang tengah di tonton Yongguk ‘Larva’ batin Himchan menyadari acara tersebut. “HAHAHAHA” gelak tawa keluar seketika dari mulut Himchan dan Yongguk bersamaan mendapati dua larva yang tengah perebutan makanan.

“HAHAHAHA” tawaan semakin meledak dan tidak dapat di pungkiri kalau Himchan pun suka dengan acara kartun ini. Sekarang dua pria ini justru disibukan dengan larva di hadapannya. Sampai – sampai tidak menyadari kalau beberapa anak mata tengah menatap mereka geram.

tumblr_mij2w27NWX1rnkj5ho1_500

Jung Daehyun .. Mahasiswa semester 4 jurusan Teknik sipil, tipikal pria yang ceria dan banyak bicara. Walau pertama kali mengenalnya tidak ada kata sedikitpun dari mulutnya, bahkan ketika di tanyai pertanyaan ia selalu menjawab ‘No comment’. Berbeda dengan sekarang yang sudah terbiasa dengan teman-teman beda tingkatnya ini.

Pria tampan ini pun cukup terkenal, sikap cerianya yang menyapa teman-temannya dan paras tampan yang di milikinya membuat para wanita mengincarnya. Namun pria satu ini memang tidak memikirkan untuk berpacaran.

“Aiisshh mereka berisik sekali” Daehyun yang asik mendengarkan musik di ipodnya, tiba – tiba menghentikan aksinya dan menatap dua seniornya yang sibuk dengan tontonan larva.

“YA, kalian berdua menggangu konsentrasiku tahu” Protes pria di samping Daehyun, ia memang sedang di sibukan mendesain sketsa bangunan. Karena tawaan Himchan dan Yongguk yang menggema membuatnya sedikit terganggu.

“Aiisshh sudah hentikan mengerjakan tugasmu itu, lebih baik bergabung dengan tontonan larva ini” seru Yongguk, namun di sambut tatapan tajam pria yang protes ini.

tumblr_mij2tkIAfV1rnkj5ho1_500

Yoo Youngjae pria ini sama seperti Daehyun berada di jurusan yang sama dan kelas yang sama. Meski Youngjae dan Daehyun sangat dekat tidak luput pula mereka sering beradu argument satu sama lain. Pria satu ini memang terlihat maskulin dan pada kenyataannya pria satu ini sangat terkenal.

Terkenal karena keluarganya yang kaya raya, ayahnya yang memiliki perusahaan emas perak membuat gaya hidupnya memang terbilang sangat mewah. Tidak jarang para wanita mendekatinya karena menginginkan menjadi kekasihnya. Namun ia hanya menanggapi dengan senyuman pria satu ini memiliki sikap hangat.

“Ya, Youngjae lebih baik kita menonton larva itu, kajja sepertinya seru” ujar Daehyun, namun tatapan tajam tersirat dari mata pria ini.

“Aiisshh kau lagi, malah mengajakku untuk menonton. Memangnya kau sudah mengerjakan tugas ini, belumkan?” ujar Youngjae sedikit kesal.

“Tentu saja sudah dan sketsamu ini sepertinya ada yang kurang Youngjae” Daehyun menunjuk salah satu garis di sketsa buatan Youngjae dan sepertinya pria satu ini sudah mengerti jalan pikiran Daehyun.

“Ya, kau ingin beradu argument mengenai garis sketsaku yang salah” mengetahui titik kesalahannya, ia lebih baik berbicara lebih dulu. Kalau tidak Daehyun akan menjelaskan panjang lebar mengenai sketsa buatannya ini.

Mendapati ucapan Youngjae, Daehyun hanya cengengesan “Ya sudah kalau tidak ingin di komentari” sambil mengerucutkan bibirnya Daehyun menghampiri kedua seniornya yang sibuk dengan kartun larva “HAHAHAHA” kali ini di sambut dengan tawaan Daehyun keadaan basecamp semakin menggema, alhasil membuat konsentrasi Youngjae buyar seketika saat itu juga.

tumblr_mij2wsadUa1rnkj5ho1_500

Moon Jongup mahasiswa jurusan Teknik informatika semester 2, pria satu ini pun sangat terkenal akan pembuatan aplikasi gamenya, tidak jarang para wanita kagum akan kepintarannya. Walau ia pun cukup terkenal dengan sikap tenangnya dan tidak terlalu banyak bicara.

Justru hal itulah keunikan dari pria satu ini, sikap tenang namun cool itu membuat para wanita penasaran apabila berhadapan dengan Jongup. Tapi ia tidak pernah melirik para wanita tersebut, karena sudah lama ia tertarik pada seorang wanita,

Ia yang sibuk dengan layar laptopnya tidak menghiraukan ocehan para hyungnya tadi, pria satu ini memang tergolong tidak ingin banyak komentar. Namun ia pun sedikit terganggu dengan tawaan para hyungnya itu “HAHAHAHA” sekarang keadaan semakin parah, tawaan di tambah oleh Youngjae yang bergabung menonton larva.

“Hyung” panggil Jongup pelan dan tidak di dengar oleh yang lain “Hyung ku mohon berhenti tertawa, aku sedang mengerjakan tugas” lagi – lagi ucapan Jongup tidak ada yang menanggapi karena tawaan mereka lebih kuat.

Di sisi lain seorang pria yang asik memainkan skeatboardnya menatap Jongup “Bagaimana mereka mau menanggapi, kau berbicara dengan nada kecil seperti itu” ujar pria tersebut.

tumblr_mij2seCS2D1rnkj5ho1_500

Choi Junhong  ia sama dengan Jongup dan satu kelas. Pria ini paling muda di antara yang lain, namun ia sangat jenius. Bagaimana tidak? Pria ini dapat dengan mudah membuat 200 kata sintax coding dalam 1menit.

Bukan hanya otaknya yang cerdas, parasnnya pun sangat tampan dan banyak wanita yang mendekat pria ini. Namun sikap pria ini memang terkenal cuek seolah tidak memperdulikan para wanita yang mendekatinya. Hobinya yang bermain skeatboard terkadang membuatnya tidak sengaja mengenai seseorang.

“kau bisa melakukan sesuatu untukku Junhong?” ujar Jongup dan Junhong mengerti maksud ucapan pria satu ini.

“Tentunya” dengan senyuman licik pria satu ini memainkan skeatboarnya dan berjalan melewati empat seniornya yang sibuk dengan kartun larva. Berkali – kali Junhong melewati mereka menggangu aktifitas empat orang ini.

“YAK! CHOI JUNHONG, KEUMANHAE !!!” Tekan keempat pria tersebut, namun pria satu ini hanya menatap datar dan polos.

“Wae?” justru sekarang Junhong berada di hadapan mereka , menutupi televise membuat yang lain semakin geram.

“Wae? Wae? Kau  menganggu kami menonton larva” kesal Himchan

“Tontonan anak kecil” ujar Junhong yang berjalan santai meninggalkan keempat orang ini dan duduk di samping Jongup, mendengar hal itu semua terarah pada Junhong.

“YA, apa kau bilang berarti kau menganggap kami anak kecil” kesal Daehyun dan ingin menimpali lagi, namun sudah keburu Yongguk yang berbicara.

“Sepertinya ucapan Junhong ada benarnya juga, bagaimana kalau kita menonton ini” Yongguk menunjukkan sebuah film dengan cover romantic “kata temanku ini film yang keren”lanjut Yongguk.

Semua menatap Yongguk dengan tatapan yang sulit di artikan “Kau yakin Yongguk akan menonton film itu!? siapa yang memberikan film itu padamu?” tatap Himchan penuh curiga, tidak ada jawaban dari Yongguk.

“Ahh aku malas berlama – lama lebih baik di tonton saja” justru Youngjae lah yang angkat bicara dan meraih film itu seraya menyalakannya pada layar LCD televise.

Semua tidak bisa berkata apa – apa mereka justru terpokus dengan film yang akan di mulai.

****

Sejam sudah berlalu keenam pria ini masih terpokus dengan film yang tengah di tontonnya, film bergaya sederhana namun romantis. Memang baru kali ini mereka menonton film seperti ini, karena mereka paling sering menonton film perang.

Keseriusan merasuki diri mereka , ketika sebuah adegan ciuman membuat mereka menelan ludah. Kenapa? Karena adegan itu tergolong fulgar, memang adegan ciuman saja. Namun ciuman yang berlanjut membuat mereka menelan ludah lebih dalam.

Klik

Seketika Daehyun mematikan televise  dan “YA!!” teriak kelima pria lainnya menatap Daehyun dengan kesal.

“Kenapa kau mematikannya Jung Daehyun!?” Tekan Yongguk kesal, namun Daehyun tidak menjawabnya justu tatapan tajam semakin terarah padanya “Wae? Jung Daehyun? Kau mematikan film itu apa karena kau belum pernah melakukan ciuman?” sambung Yongguk dengan evil.

Namun pertanyaan Yongguk berhasil semua mata terarah padanya, tidak terima Daehyun cepat – cepat berbicara “Aiisshhh apa kau bilang Hyung? Aku belum berciuman? Asal kau tahu ciuman pertamaku di renggut oleh seorang yeoja yang sembarangan menciumku dan itu sukses membuatku menyukainya”

Kelima pria ini tercengang dengan ucapan Daehyun “Aku mematikannya, karena dari tadi aku melihat wajah Jongup yang murung akan adegan itu” perkataan Daehyun sukses membuat yang lain menatap Jongup.

Jongup membulatkan matanya mendapati tatapan tajam ini “Ya! Moon Jongup ? Wae? Ada apa denganmu?”Tanya Himchan.

“Melihat adegan itu, membuatku merasa bersalah pada Goeun Karena seminggu yang lalu, aku menciumnya dan mengungkapkan perasaanku padanya. Semenjak itu Goeun Ia tidak berbicara padaku, aku takut persahabatanku rusak karena ini” jelas Jongup membuat yang lain cukup tercengang.

“Hahaha rupanya begitu, Jongup-ah. Kau tidak perlu merasa bersalah, karena aku pun pernah melakukan hal tersebut pada–” pernyataan Yongguk kali ini semakin semua menatapnya.

“Hyung, rupanya kau pernah berciuman juga?” Ujar Junhong dengan nada yang polos, membuat yang lain menahan tawanya. Tidak dengan Yongguk menatap tajam Junhong.

“Kau meledekku..aiisshh melakukan itu dengan Jikyung, ciuman pertamaku bersama sahabatku sendiri. Mengambil kesempatan ketika dia patah hati” jelas Yongguk semua semakin tercengang “seharusnya aku yang meledekmu, kau kan belum pernah berciuman”

“Jangan meremehkanku Hyung, walau aku jauh lebih muda dari kalian. Aku pun pernah merasakan sebuah ciuman” ujar Junhong

Kembali kelima pria ini membulatkan mata “MWO? Junhong kau –“ semua tercekat seolah tidak tahu harus berkata apa lagi.

“Sepertinya kita harus bercerita mengenai ciuman pertama kita ini” saran Youngjae tiba-tiba.

“Youngjae benar. Kita sudah lama besahabat namun kita belum pernah membicarakan cinta sedikitpun dan akupun ingin bercerita akan cintaku yang tidak sepantasnya ini” ujar Himchan yang mendadak mellow, membuat yang lain agak mengerutkan alisnya namun memahami tanggapan tersebut.

*****

-Flashback-

-Yongguk story-

Yongguk tengah di sibukkan dengan game di ponselnya, itu yang di lakukan Yongguk ketika bosan sendirian di apartment ini. Biasanya sahabatnya Kim Jikyung akan menemaninya, bahkan di saat tidak bosan pun sahabatnya itu akan selalu datang ke apartment sekedar bermain ataupun bercerita padanya. Sayangnya ia tengah berkencan dengan kekasihnya membuatnya tidak bisa kesini.

“Ya, ya.. terus terus. Ahhhhh” Yongguk terus bergerutu tidak jelas ketika permaiannya kalah terus “iisshh menyebalkan sekali” meski kalah ia selalu mengulang kembali permainannya itu.

Krekekkk

Yongguk di buat kaget ketika sosok wanita membuka pintu dan tersenyum padanya “Eoh? Jikyung, sudah selesai kencannya?” tanyanya seolah menyindir, entahlah pria satu ini memang tidak suka apabila wanita ini berkencan dengan pacarnya.

“Ne, kau tidak menunggu lama kan?” ujar wanita bernama Jikyung itu dan duduk di samping Yongguk.

“Siapa juga yang menunggumu” dusta Yongguk, membuat Jikyung hanya tersenyum dan menyenggol lengan.

“Aiisshh seperti itukah dengan sahabat sendiri” Yongguk memiringkan kepalanya mendengar ucapan Jikyung, dia heran kenapa suara Jikyung agak berbeda dari biasanya. Bukan seperti Jikyung yang ia kenal.

Ya, Kim Jikyung adalah sahabat Yongguk sejak kecil, mereka selalu bersama – sama dan itu membuat mereka nyaman. Mereka sering bercerita satu sama lain, maka dari itu mereka pun sudah mengenal satu sama lain.

“Wae?” Tanya Yongguk tiba-tiba membuat Jikyung mengerutkan alisnya.

“Maksudmu?” Yongguk menaruh ponselnya dan menatap tajam Jikyung, tatapan yang penuh makna.

“Maksudmu? Jikyung, aku mengenalmu sudah lama. Aku tahu di saat kau senang seperti apa dan di saat sedih kau seperti apa. Suaramu seperti habis menangis dan matamu itu sangat sembab. Cepat ceritakan” ujar Yongguk seolah menuntut agar Jikyung bercerita.

“Ghwencana Yongguk-ah”Sambil tersenyum pilu Jikyung menatap kelain arah, namun dengan cepat Yongguk menarik dagu Jikyung untuk menghadapnya kembali.

“Aku tidak suka kau bersikap seperti ini Jikyung, namja itu? Apa dia mencampakanmu?” Yongguk menatap tajam Jikyung, namun tidak ada jawaban “Katakan sebenarnya Jikyung, aku tidak suka melihat sahabatku seperti ini”

“Hiks hiks, Minho memutuskanku.. hiks hiks” sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya Jikyung menangis tersedu- sedu dan benar dugaan Yongguk kalau dia di campakan “Di.. dia sudah mempunyai kekasih lain hiks hiks” Jikyung semakin tersedu – sedu, pungungnya naik turun.

Mendapati hal ini Yongguk benar – benar tidak kuat dan seolah merasakan perih yang di rasakan Jikyung saat ini. Tanpa ragu ia meraih tubuh Jikyung, memeluknya erat memberikan ketabahan “Menangislah sepuasnya jika membuatmu tenang”

“Mi—mian Yongguk, aku tidak mendengar perkataanmu saat itu” sambil sesugukkan Jikyung berkata, memang Yongguk pernah melihat Minho jalan dengan wanita lain dan mengatakan pada Jikyung. Namun ucapan Yongguk hanyalah ucapan seorang sahabat yang sulit untuk di percaya, padahal Yongguk mengatakan apa adanya.

Yongguk tidak berkata apa- apa , ia semakin mengeratkan pelukannya dan mengelus pungungg Jikyung.. Jikyung semakin menangis sejadi – jadinya, meluapkan emosinya yang sekarang tengah di rasakannya.

“Mi-mian Yongguk, aku memang bodoh saat itu” Jikyung meruntuki dirinya sendiri dan Yongguk merenggangkan pelukannya, ia menggelngkan kepalanya.

“Aniyo, kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri” Yongguk menatap kedua bola mata Jikyung penuh makna, perasaan pilu pun berkecamuk dalam diri Yongguk “Uljimayo, suatu saat nanti kau akan mendapatkan yang jauh lebih baik darinya Jikyung”

Yongguk menyeka air mata yang membasahi pipi Jikyung, jarak mereka yang sangat dekat membuat deru napas mereka menyapu tiap inci kulit wajah mereka. Perlahan namun pasti entah gerakan apa membuat Yongguk mendekatkan wajahnya ke wajah Jikyung.

Jarak mereka sudah 2cm dan Jikyung terlihat diam saja mendapati Yongguk yang kian mendekat, tanpa ragu saat itu juga Yongguk menempelkan bibirnya pada bibir Jikyung. Sangat di sadari  Jikyung yang kaget akan tindakan Yongguk kali ini.

Yongguk menjilat bibir Jikyung penuh kelembutan, memainkan lidahnya di bibir Jikyung agar wanita membuka mulutnya. Reflek yang cepat dari Jikyung, ia membuka mulutnya membiarkan Yongguk menerobos masuk kedalam ronngga mulut Jikyung.

Yongguk menghisap bibir bawah Jikyung penuh kelembutan dan semakin memiringkan wajahnya agar mudah menggampai habis bibir Jikyung. Tidak di sangka Jikyung bergerak dengan cepat, ia membalas ciuman lembut Yongguk. Ia menghisap bibir atas Yongguk, membiarkan air liur mereka menjadi satu.

Yongguk menghimpit jarak dengan menarik pinggul Jikyung kedalam pelukannya, menghisap bibir atas dan bawah Jikyung berkali – kali. Begitu juga dengan Jikyung melakukan hal yang sama membalas tiap gerak yang di lakukan Yongguk. Ia memeluk pinggang Yongguk dan terus membalas ciuman yang di berikan Yongguk.

“Ehhmppt” sedikit desahan keluar dari mulut mereka, karena cukup di sadari oleh Jikyung. Gerakan Yongguk semakin menjadi – jadi, berkali – kali ia memiringkan kepalanya dan menghisap habis bibir Jikyung.

Yongguk mengelus punggung Jikyung membuat ia cukup kaget dengan tindakan Yongguk. Kembali Yongguk memiringkan kepalanya ke kiri dan menghisap bibir bawah Jikyung lebih dalam , lebih dalam dan lebih dalam lagi ia menghisap bibir bawah Jikyung.

“Emmphht” hal ini membuat desahan keluar dari mulut Jikyung, karena tindakan Yongguk membuatnya menginginkannya juga. Entah gerakan apa membuat Jikyung menaikan kakinya keatas sofa dan menggamitkan kedua kakinya di pinggang Yongguk.

Reflek Jikyung membuat Yongguk terkaget, namun pria ini berseringai puas dan sesungguhnya Yongguk menginginkannya. Yongguk semakin mengeratkan pelukannya dan menikmati tiap inci bibir Jikyung, sama halnya Jikyung pun menikmati bibir tebal Yongguk.

*******

-Himchan Story-

Himchan sedang asik menikmati semilir angin malam di balkon rumahnya, entahlah ia sedang ingin menikmati udara malam. Ia menatap lurus arah depan yang memang menengadah ke langit malam.

“Oppa, waeyo? Kau sedang patah hati ya?” ujar seorang wanita yang mengibas-ngibaskan tangannya tepat di depan wajah Himchan, menyadari hal itu ia langsung terarah pada wanita tersebut .

Ia tersenyum mendapati wanita di hadapannya ini adalah wanita yang di sayanginya “Eoh!? Eunyoo-ah. Aiisshh tidak aku tidak patah hati, jangan sembarangan menuduh” Himchan sedikit menarik cuping hidung wanita bernama Eunyoo ini yang memang berdiri di sampingnya dan ia sedikit meringis.

“Aiissh appo, oppa” Eunyoo mengelus hidungnya yang tadi di tarik Himchan.

“Lagi kau sembarangan menuduh” Himchan mengacak lembut rambut wanita ini.

“Kau yang membuatku menuduhmu, kenapa juga kau di balkon malam – malam dan menatap langit. Kalau bukan sedang patah hati” ledek Eunyoo sambil menunjuk curiga.

Sedang Himchan hanya diam saja, menatap adiknya ini. Adik ? memang Kim Eunyoo adalah adik Himchan, namun berbeda dari adik lainnya. 10 tahun yang lalu dimana salah satu pegawai di kantor ayahnya sudah tidak bisa membiayai anak perumpuannya untuk sekolah. Bahkan mirisnya pegawai yang tidak lain tidak bukan ayah Eunyoo.

Ia meninggalkan anaknya itu sendirian di rumah melepas tanggung jawab sebagai seorang ayah. Kedua orangtua Himchan tidak tega melihat anak kecil yang di tinggal sendirian di rumah sebatang kara. Maka dari itu ketua orangtua Himchan mengangkat Raemi menjadi anaknya, karena memang sudah lama ayah Himchan menginginkan anak perumpuan.

Awal Himchan bersikap acuh tak acuh pada Eunyoo, namun ia pun tidak tega melihat Eunyoo yang kian murung. Terlebih lagi bagaimanapun ia sudah menjadi seorang kakak untuk Eunyoo dan ia pun sebagaian dari tanggung jawabnya.

Ia menyayangi Eunyoo, namun bukan sebagai adik melainkan sebagai wanita biasa. Wanita yang layak untuk di sayangi dan cintai, itulah perasaan yang sekarang ia rasakan pada wanita di hadapannya. Ia pun bingung kenapa bisa seperti ini pada adiknya sendiri, namun tidak dapat di pungkiri perasaan itu tidak dapat di tepis dan perasaan akan datang kapan saja ketika ia siap.

Bagaimanapun Himchan selalu mengkontrol emosinya ketika berhadapan dengan Eunyoo, ia tidak bisa bertindak lebih. Karena ia sadar meski Eunyoo bukan adiknya kandungnya, tetap saja ia seorang adik di keluarga kim ini.

“Ada yeoja yang mengungkapkan perasaannya padaku lagi” ujar Himchan menatap bola mata Eunyoo, ia sering sekali mengatakan ini pada Eunyoo. Kenapa ? karena ia ingin tahu bagaimana tanggapan wanita ini, apakah ia cemburu atau kesal.

Sayangnya tanggapan wanita ini tetap sama, ia selalu tersenyum ketika mendapati ucapan Himchan yang seperti itu. Sungguh tatapan yang sulit di tebak oleh Himchan “Jinja? Lalu kau menerimanya?” dengan sumringah Eunyoo berkata seperti itu.

“Aniyo, untuk apa aku menerimanya” ujar Himchan sambil menatap bola mata Eunyoo, namun dengan cepat Eunyoo menghidari kontak mata kakaknya ini.

“Aiissh kau menanyakan untuk apa? Tentu saja untuk menjadi kekasihmu. Dengan begitu kau tidak akan kesepian seperti ini oppa” Eunyoo sedikit memukul dada Himchan, namun Himchan dengan cepat meraih tangan Eunyoo.

“Tapi aku sama sekali tidak ada perasaan apa-apa pada yeoja itu, karena aku hanya melihat satu yeoja yaitu —“ Himchan menggantungkan kalimatnya dan menatap dalam bola mata Eunyoo. Merasa risih Eunyoo melepaskan genggaman tangan Himchan.

“Oppa sepertinya aku harus kembali ke kamar, banyak tugas” ujar Eunyoo  agak rancu dan tersenyum garing pada Himchan, sungguh sikap yang tidak di sukai oleh Himchan.

Saat itu juga Eunyoo memutar badannya dan beranjak ingin meninggalkan Himchan ‘aku menginginkannya dan kau harus menyadari perasaan sayangku ini bukan sebagai kakak Eunyoo’ batin Himchan sambil menatap punggung Eunyoo yang memang baru satu langkah.

Tidak tinggal diam Himchan menarik tangan Eunyoo membuat tubuhnya berputar dan menghadap kearah Himchan.  Tanpa pikir panjang pria satu ini langsung mendaratkan ciuman hangat pada Eunyoo, saat itu juga Eunyoo membulatkan matanya tidak percaya membuat mulutnya menganga.

Hal itu membuat Himchan dengan mudah menerobos masuk ke rongga mulut Eunyoo. Namun ia tidak ingin melakukannya dengan kasar, ia mengulum bibir bawah Eunyoo dengan kelembutan, menghisap dengan lembut bibir bawah Eunyoo i.

Eunyoo tidak bereaksi ia hanya memandang wajah Himchan yang berada sangat dekat dengannya, membiarkan Himchan menikmati tiap inci bibirnya.

Himchan cukup kesal karena tidak ada reaksi sedikit pun dari Eunyoo, ia menarik pinggang Eunyoo menghimpit jarak di antara mereka. Dengan gerakan seduktif Himchan berkali – kali menghisap bibir atas dan bawah Eunyoo.

Entah polos atau apa Eunyoo tidak bergeming sedikit pun, membuat Himchan menarik tangan Eunyoo untuk menggamit pinggangnya. Tindakan sepihak memang, namun ia ingin kalau wanita ini sadar dengan perlakuannya saat ini.

Berkali – kali Himchan menghisap lembut bibir atas dan bawah Eunyoo, ciuman Himchan memang sangat lembut di rasakan oleh Eunyoo namun terasa sangat menuntut. Menuntut agar wanita ini membalas ciuman yang di berikan Himchan.

Himchan masih menikmati bibir Eunyoo, ia menghisap lembut bahkan lebih lembut dari yang tadi. Tetap tidak ada balasan dari wanita ini, justru seakan kehabisan nafas karena Himchan tidak memberi celah sedikit pun pada Eunyoo. Sesekali Eunyoo ingin mendorong tubuh Himchan namun pria ini semakin menarik tubuh Eunyoo menghimpit jarak di antara mereka.

Malah memperdalam ciumannya pada wanita ini, perlahan Eunyoo memberanikan diri membalas ciuman yang di berikan Himchan. Dengan lembut pula ia menghisap bibir bawah Himchan sambil memejamkan matanya, mendapati hal ini Himchan sangat puas ia menghisap lembut bibir atas Eunyoo.

Sambil menggamitkan kedua tangannya di pinggang Himchan, Eunyoo menghisap lembut bibir atas Himchan. Begitu juga dengan Himchan ia menghisap bibir bawah Eunyoo dengan lembut penuh perasaan, seolah meluapkan perasaannya selama ini.

Semakin lama Himchan semakin memperdalam ciuman membuat Eunyoo kehabisan nafas, ingin ia melepaskan ciuman ini namun Himchan seolah tidak memberikan ruang bebas. “Emppt oppa” desah Eunyoo di sela ciumannya dan berusaha melepaskan ciuman itu.

“Op.. oppa” kembali Eunyoo mencoba melepaskan ciuman itu, namun Himchan seolah tidak perduli ia tetap memberikan ciuman lembut “Opp .. opp –“ mencoba berbicara pun sangat sulit, Eunyoo sedikit memukul dada Himchan .

Hal ini cukup disadari olehnya kalau wanita di hadapannya ini kehabisan nafas, perlahan ia melepaskan ciuman tersebut. Dengan menunduk malu saat itu juga Eunyoo meninggalkan Himchan yang masih menatap punggungnya. Sesaat senyuman mengembang dari bibir Himchan.

****

-Daehyun Story-

Its feel like beautiful thing

Darui geurimja area seon nae

Gwiietka-ui mameumdoneun baram

Nareul eodiro deryeoggalka

Daehyun tengah di sibukkan dengan gitarnya sambil menyanyikan sebuah lagu dari Junsu – Beautiful Thing. Di sela aktifitasnya, ia memilih untuk bernyanyi sambil bermain gitar di bawah pohon dan berada di belakang kampus.

Daehyun sangat menghayati tiap bait kata yang ada pada lagu ini, semilir angin lembut pun mengiri lagu yang di nyanyikannya ini. Suara merdunya ini benar – benar terdengar sangat indah apabila orang mendengarnya.

Masih asik memetikkan gitar tiba–tiba sepasang kekasih tepat di depannya tengah bercumbu mesra, sontak ia menghentikan permainanya. “Aiisshh babo, bagaimana bisa mereka bercumbu mesra masih di ruang lingkup kampus” sambil berdecak kesal Daehyun meninggalkan tempat ini, karena ia memang gerah apabila melihat sepasang kekasih yang bermesraan.

Sekarang ia sudah berada di luar kampus namun membuatnya kebingungan ingin kemana, sesaat ia berpikir sejenak mengingat akan Tower namsan tempat favoritenya menghirup udara segar. Tanpa pikir panjang ia langsung menstater motornya.

-Tower Namsan-

Sekarang Daehyun berada di Tower Namsan, meski banyak pasangan yang berlalu lalang di sekitar ini ia tidak seolah tidak memperdulikannya. Karena ia bertujuan untuk menghirup udara segar, ia terduduk sebentar ketika ia merasakan tempat ini cocok karena dapat dengan mudah melihat awan biru.

“Ahhhh cukup segar” Daehyun menghirup udara segar di tower ini, ia memang sering berjalan – jalan tidak jelas ketika ia merasa bosan dan mencari udara segar menrefresh otaknya yang pusing akan tugas – tugas kampus.

Keadaan yang segar mendadak tidak segar untuk Daehyun, kenapa ?

Ya pemandangan di belakang kampus tadi terjadi lagi, ia menatap sepasang kekasih berciuman mesra di depannya dan banyak orang yang melihat kearah pasangan kekasih ini. Namun itu tidak di perdulikan orang banyak mereka tak ingin banyak bicara mengenai hal ini.

Berbeda dengan Daehyun yang merasa gerah kembali “Ahhh apa hari ini hari ciuman nasional?” desis Daehyun melenggang jauh dari tempat ini, tidak ingin melihat adegan ciuman itu lebih lanjut.

Ia memilih tempat paling ujung yang berada di Tower namsan ini, karena ujung Tower namsan memang sangat segar dan jarang ada yang menghampirinya. Terlebih lagi sekarang bukan hari libur, jadi ia tidak perlu khawatir apabila berada di tempat tersebut.

Bingo !

Benar saja tempat ini benar – benar sepi, terlihat satu dan dua orang saja yang berada disini. Bukan sepasang kekasih yang ia lihat sebelum, dua orang wanita yang tengah menghirup udara segar.

Sama halnya yang sekarang tengah di lakukan Daehyun, ia menatap lurus pemandangan indah di sekitarnya. Pemandangan gunung terlihat jelas membuat udara semakin segar apabila di hirup dan benar saja ini membuatnya nyaman.

Tidak bising

Tenang

Tempat yang sangat nyaman, matanya terarah pada beberapa gembok yang bertengger rapi pada pagar Tower ini. Ia memperhatikan satu persatu, banyak pengharapan yang di tulis pada gembok – gembok ini. Namun ia belum pernah mencoba sekali pun untuk menaruh gembok pengharapan, ia berjalan menelusuri gembok – gembok itu tidak menyadari kalau disampingnya ada seorang wanita yang menatap lurus kearah depan.

“Ya! Lee Sueun, wae? Kenapa kau pergi begitu saja dan secara gamblang memutuskanku di depan teman – temanku” tiba-tiba suara berat penuh penekan di sampingnya membuat Daehyun menengadah kearah tersebut.

“Bukankah kau sudah mempunyai yeojachingu yang baru selain aku, Kim- Jongin” ujar seorang wanita dengan penekanan juga.

Benar – benar tepat di samping  Daehyun menyaksikan sepasang kekasih tengah bertengkar, ia yang tadi sibuk membaca gembok justru sekarang menatap sepasang kekasih ini.

“Itu tidak seperti yang kau pikirkan Sueun”

“Semua sudah jelas, kita sudah berpisah tidak perlu ada penjelasan” Daehyun menatap wanita yang menagtakan penuh kebencian itu.

“Wae? Apa karena kau sudah mempunyai namja lain?” namja tampan dengan rahang mengeras tiba-tiba menatap Daehyun yang juga menatapnya , begitu juga dengan wanita yang di sebut-sebut bernama Lee Sueun menatapnya juga. Sadar dengan pandangan itu Daehyun buru –buru meleparkan pandangan kelain arah ‘apa-apaan namja itu menatapku’ batin Daehyun.

“Gheure, aku memang sudah mempunyai namja lain dan dia kekasih baruku” ujar wanita itu menatap kearah Daehyun, mendapati hal ini Daehyun mengerutkan alisnya. Namun tiba-tiba wanita bernama Sueun menghadap kearah Daehyun dan menggamitkan kedua tangannya pada leher Daehyun “Oppa saranghae”

Saat itu juga kepala Daehyun di tarik dan merasakan bibir Sueun mendarat tepat di bibirnya. Perlakuan ini membuat Daehyun membulatkan kedua matanya, terlebih lagi ia merasakan lidah Sueun ingin menerobos masuk kedalam rongga mulut karena sangat terasa ia menjilati bibir Daehyun.

Ia merasakan tatapan mata Sueun yang memberikan isyarat padanya untuk membuka mulut, entah gerakan apa ia membuka mulutnya begitu saja membiarkan Sueun dengan liar menerobos masuk kedalam rongga mulut Daehyun.

Di hisapnya bibir bawah Daehyun yang tebal ini , membuat Daehyun membulatkan matanya karena untuk pertama kalinya ia mendapati hal ini. Di rasakan berkali – kali Sueun dengan gerakan seduktifnya menghisap dan mengulum bibir Daehyun yang memang dirinya tidak bergeming sedikit pun.

Sangat di sadari oleh Daehyun , kalau wanita di hadapannya ini menciumnya sambil  melirik pada namja yang tercengang dengan tindakan Sueun. Kembali Daehyun menatap Sueun yang masih sibuk melumat bibirnya dan cukup memberi isyarat untuk membalas ciumannya ini.

Daehyun masih tidak bergeming dengan Sueun yang menghisap bibir bawah Daehyun berkali –kali, namun sesaat Sueun sedikit mengigit bibir bawah Daehyun dan sedikit erangan keluar dari mulutnya “eerrr” entah kenapa ia merasakan sensasi yang berbeda ketika bibirnya di gigit begitu saja.

Tanpa ragu Daehyun menarik pinggang Sueun menghimpit jarak di antara mereka dan Daehyun pun menghisap bibir bawah Sueun membalas ciuman hangat wanita ini. Sungguh ia merasakan sensasi berciuman ‘jadi seperti inikah berciuman’ batin Daehyun.

Daehyun menghisap bibir bawah dan atas Sueun bergantian menikmati tiap inci bibirnya. Mereka saling bertular ludah menjadikannya satu, itu tidak di hiraukan mereka. Karena saat ini Daehyun sangat menikmatinya, ia semakin menghisap lebih dalam bibir bawah Sueun.

Cukup  di sadari oleh Daehyun, pria yang tadi tengah memandanginya sudah tidak ada dan ketika Sueun ingin melihat kearah pria itu buru – buru Daehyun memberi isyarat kalau pria itu masih ada membuat Sueun melanjutkan kembali membalas ciuman Daehyun.

Daehyun sangat menikmati ciuman ini sampai – sampai tidak ingin lepas dari bibir mungil Sueun, tangan nakan Daehyun sedikit mengelus punggung Sueun dan ia merasakan perlakuan Daehyun ini.

Ciuman ini semakin dalam, Daehyun semakin menjadi-jadi karena ia menghisap lebih dalam dan lebih dalam lagi bibir bawah Sueun berkali – kali. “Emppt” sangat terasa suara desahan keluar dari mulut mereka.

Menyadari hal ini Sueun ingin melepaskan ciuman tersebut dan ia pun cukup menyadari kalau pria tadi sudah tidak ada disini. Ketika Sueun ingin melepaskan ciuman tersebut namun dengan reflek cepat Daehyun semakin menghimpit jarak mereka menarik pinggang Sueun dan menggamitkan tangannya di pinggang Sueun. Terlebih lagi Daehyun langsung mengigit bibir Sueun membuatnya tidak bisa lepas dari ciuman ini.

Seolah mengerti maksud Daehyun, Sueun kembali memperdalam ciumannya mengusap pelan leher Daehyun penuh kehangatan dan itu sensasi tersendiri untuk pria ini. Hal ini membuat Daehyun semakin menginginkannya .

Masih dalam posisi berpelukan Daehyun menghisap bibir atas Sueun penuh kelembutan, memiringkan kepalanya kearah kanan agar dengan mudah menikmati bibir Sueun. Kedua orang ini seolah terbawa suasana mereka saling membalas ciuman demi ciuman yang di rasakan oleh mereka, menghisap, mengulum.

Sueun membiarkan lidah Daehyun menari di dalam rongga mulutnya, mereka saling menghisap bibir mereka satu sama lain bertukar ludah semakin menikmati ciuman. Sesaat tangan nakal Sueun pun sedikit mengelus dada Daehyun, meski mengenakan jaket kulit tapi t-shit yang di gunakan Daehyun sangat rendah membuat otot – otot dadanya terjamah dengan mudah., Sueun mengelus leher, hingga tenggkuk daehyun dan cukup di sadari oleh Daehyun tangan Sueun mengelus otot dadanya membuat darahnya semakin berdesir.

Sueun melakukan hal tersebut beranggapan kalau pria ini sudah menolongnya walau secara tidak langsung, makanya ia sedikit memberi hadiah pada Daehyun. Seketika Sueun merasa cukup dan ingin menyudahi ciuman tersebut.

Namun Daehyun yang semakin terbawa suasana menarik kembali pinggang Sueun , seolah tidak ingin melepaskan ciuman ini. Daehyun semakin menghisap bibir bawah Sueun masih menikmati bibir wanita ini.

Kembali Sueun ingin melepaskan ciuman ini dengan cara mendorong tubuh Daehyun, namun itu hal yang tidak mudah karena Daehyun kembali memeluk erat Sueun dan melumat habis bibir Sueun. Daehyun baru merasakan sensasi tersendiri dari sebuah ciuman.

Namun ia menyadari kalau Sueun menatapnya mengisyaratkan kalau ia butuh bernapas, menyadari hal itu Daehyun melepaskan ciuman tersebut dan melepaskan pelukannya. Keadaan menjadi hening seketika menyadari apa yang di lakukan mereka tadi.

Sueun tersenyum pada Daehyun yang hanya diam saja “Gomawo sudah menolongku” ujar Sueun membuat Daehyun mengerutkan alisnya, namun kembali Sueun tersenyum dan kali ini ia mendekat pada Daehyun. Mengelus sebentar dada bidang Daehyun “anggap hal tadi adalah hadiah untukmu yang sudah menolongku. Gomawo”

Sambil menundukkan kepalanya pada Daehyun, Sueun berlalu meninggalkan pria ini. Daehyun hanya diam membeku dengan tindakan yang di lakukan wanita tadi “apa-apaan yeoja itu, sudah merebut ciuman pertamaku. Sekarang pergi begitu saja” disisi lain ia mencerna ucapan Sueun tadi dan sedikit berdecak kesal.

Namun ia pun menyadari pipinya sedari tadi memanas dan ia tidak mengerti apa artinya dari semua ini.

*****

-Youngjae Story-

Di kantin Youngjae baru saja menghampiri teman – temannya, setelah usai pelajaran yang di gelutinya tadi sekarang ia memilih ke kantin, dimana teman – temannya sekarang berada dan sedikit gurauan yang terlontar di antara mereka.

Namun belum lama ia terduduk di kursinya, terlihat jelas para wanita yang sering menghampirinya terarah kearah meja ini.

“Ya, Youngjae sepertinya para yeoja itu ingin menghampirimu” ujar Yongguk sibuk dengan makanannya, sedang Youngjae hanya menghelakan nafasnya meraih sweaternya dan ingin meninggalkan kantin ini.

“Oddiega?” ujar Jongup

Youngjae hanya tersenyum “Aku pergi dulu bye” saat itu juga hanya punggung Youngjaelah yang terlihat.

“Ckck sepertinya ia bosan meladeni para yeoja itu” ujar Daehyun mengerti jalan pikiran Youngjae.

“Jelas bosan, para yeoja itu hanya membicarakan akan bisnis orang tua Youngjae. Itu hal yang konyol sangat kentara kalau mereka hanya mengincar materi dari seorang Youngjae” ujar Himchan

“Tapi aku salut padanya, ia tahu para yeoja itu mendekatinya hanya untuk menjadi kekasihnya karena latar belakang keluarganya yang kaya raya. Namun ia meladeni para yeoja itu dengan sikap yang biasa saja, kalau aku menjadi dirinya aku akan bersikap acuh tak acuh pada para yeoja itu” ujar Yongguk mulutnya masih penuh dengan makanan.

Di saat mereka asik berbicara para wanita yang dapat di katakan mengincar Youngjae sudah ada di hadapan mereka “Oppa, Youngjae oppa oddie?” mendapati hal ini semua memutar bola mata mereka , tidak dengan Junhong yang asal bersua.

“Kencan”

“MWO? KENCAN?” para wanita ini berteriak histeris mendengar ucapan Junhong, namun sepertinya yang lain menyetujui dengan tindakan Junhong yang cepat tanggap ini dan tersenyum membenarkan ucapan Junhong tadi, sukses membuat para wanita terlihat kecewa.

-Tempat lain-

Youngjae sedari tadi ia tak tentu arah tujuan, setelah tadi ia pergi menghindari pada wanita-wanita itu. Sungguh tidak biasanya ia berlaku bersikap seperti ini, namun harus ia akui memang ia bosan di tanyai akan bisnis orangtua. Padahal hal itu benar-benar di luar konteks yang ada,sungguh konyol para wanita itu bagi Youngjae.

Sampai kapan juga para wanita itu melihatnya tanpa materi, ia tahu siapa saja wanita yang mendekatinya berasalan menyukainya padahal hanya latar belakanglah yang di lihat para wanita itu. Namun ia selalu menanggapi dengan sopan, para wanita itu bercerita Youngjae masih bisa menyikapi dengan senyuman manisnya.

Youngjae melajukan motornya dengan pelan karena memang ia tidak tahu harus kemana, biasanya jam segini ia berkumpul namun keadaan membuatnya harus pergi.

Drrrtt drtttt

Ia merasakan ponselnya bergetar, sesaat ia menghentikan lajunya di pinggir jalan dan membuka satu pesan singkat.

Chagiya

Ingat malam ini, Dinner dengan klien appa.

Mereka ingin bertemu denganmu

-eomma-

Youngjae sedikit berdecak, kenapa ia harus menemani dinner ini. Padahal ini acara orangtuanya bersama klien mereka. Youngjae ingin menstater motornya kembali, namun matanya tanpa sengaja menangkap satu pemandangan yang cukup berbahaya.

Dimana seorang wanita tengah berjalan gontai menuju halte bus, namun wanita itu tidak menyadari ada sebuah mobil berjalan kearahnya. Youngjae membulatkan matanya melihat hal ini “YA, AGGASHI ADA MOBIL” Teriak Youngjae dari jarak yang lumayan jauh, namun tidak di gubris sama sekali ia tetap berjalan santai “AGGASHI, MINGGIR ADA MOBIL KEARAHMU”

Kembali tidak di gubris “Aiissh yeoja itu tidak mendengarkan teriakanku” Youngjae melepaskan helmnya dan turun dari motornya, tanpa babibu ia berlari kearah wanita itu dan berteriak lagi “YA KAU ADA MOBIL”

Terlihat wanita itu menyadari ucapan Youngjae dan membalikan tubuhnya kearah Youngjae sesaat ia melihat jarak mobil yang sudah sangat dekat olehnya, terlihat jelas oleh Youngjae wanita itu membulatkan matanya .

Jarak mobil itu kian mendekat pada wanita tersebut, tanpa berkata apa –apa lagi Youngjae berlari menarik lengan wanita itu, dalam hitungan detik tubuh wanita itu berputar kearah Youngjae , tanpa ragu ia meraih tubuh wanita itu membanya ke pinggir jalan.

Youngjae cukup bernapas lega mendapati wanita di hadapannya ini dapat di selamatkan “Ghwencanayo?” Tanya Youngjae membuat wanita di hadapannya ini yang tadi memejamkan matanya sekarang menatap kearah Youngjae.

Sangat kentara wajah shock dari wanita ini “Ghwe..Ghwencanayo” dengan terbata wanita ini mengucapkan kalimat tersebut. Cukup menyadari posisi mereka yang masih berpelukan, membuat mereka melepaskan posisi tersebut.

“Gomawo kau sudah menolongku”ujar wanita itu sambil menundukkan kepalanya berkali – kali, membuat Youngjae membulatkan kepalanya “Gomawoyo”

“Ghwencanayo, kau tidak usah bersikap seperti itu” Youngjae menghentikan aksi wanita itu menundukkan kepalanya dengan memegang bahunya dan melepaskannya lagi.

“Tapi kau sudah menyelamatkanku, kalau tidak ada kau mungkin aku tidak akan selamat” Youngjae hanya tersenyum.

“Tidak usah sungkan”

“Gomawoyo” dengan senyum manis wanita ini mengucapkan kalimat tersebut membuat Youngjae terdiam seketika. ia memperhatikan senyuman wanita ini, lesung pipi yang di miliki wanita ini mempermanis senyumannya dan satu kata di benak Youngjae kali ini ‘menarik’.

“Sudah ku katakan tidak usah sungkan –“ Youngjae menggantungkan kalimatnya, cukup sadar dengan perkataan Youngjae , wanita ini tersenyum kembali dan mengulurkan tangannya.

“Park Jirin imnida” Youngjae tersenyum puas karena wanita ini mengerti maksud ucapannya tadi dan Youngjae meraih jabatan tangan Jirin.

“Yoo Youngjae imnida” masih berjabatan tangan mereka tersenyum satu sama lain.

“Gomawo Youngjae-ssi”

“Kau terus mengatakan terima kasih padaku, sudah ku katakan tidak usah sungkan Jirin-ssi” mendengar itu Jirin hanya menganggukan kepalanya mengerti.

“Kalau begitu aku permisi dulu Youngjae-ssi, sekali lagi gomawoyo” ujar Jirin

Entah kenapa Youngjae merasa tidak ikhlas membiarkan wanita ini pergi begitu saja, saat itu juga Youngjae menahan Jirin “Chanka Jirin-ssi, memang kau mau pergi kearah mana?” tahan Youngjae membuat Jirin kembali menghadap kearahnya.

“Aku ingin kearah gangnam Youngjae-ssi” mengingat arah rumah Youngjae yang memang berada di daerah gangnam dan memang arah yang ingin di tuju wanita ini juga.

“Kalau tidak keberatan, aku pun akan ke daerah gangnam. Jika kau bersedia , kau bisa menumpang denganku” tawar Youngjae membuat Jirin terdiam merasa ragu akan tawaran ini “Kau tidak usah takut, aku bukan namja hidung belang”

Jirin mengelengkan kepalanya “Aniyo, aku takut merepotkanmu” bagaimana Youngjae dapat berpikir seperti ini, jelas-jelas di benak Jirin saat ini betapa kagumnya ia bertemu dengan sosok sopan seperti Youngjae.

“Tidak merepotkan cepat pakai ini” Youngjae menyodorkan satu helm pada Jirin, sedikit ragu ia meraih helm tersebut dan memakainya “Cepat naik” ujar Youngjae dan lagi – lagi Jirin cukup ragu menaiki motor tersebut, namun ia percaya kalau Youngjae pria yang baik.

Selama perjalanan tidak banyak kata yang keluar dari mulut mereka, bahkan lidah mereka terasa kelu untuk mengucapkan kalimat. Mereka hanya bergelut dengan pikiran mereka masing – masing, namun…

Di rasakan oleh mereka rintik hujan kian menghadang, bahkan rintik hujan ini sudah berubah menjadi hujan deras “Omo Jirin-ssi sebaiknya kita meneduh” Jirin mengangguk menurut saja dengan ucapan Youngjae .

Jarak mereka menuju gangnam memang cukup jauh, terlebih lagi ini baru pertengahan perjalanan dan jalanan ini terlihat sepi sekali. Namun cukup di sadari oleh mereka ada sebuah saungan untuk meneduh dari derasnya hujan.

Damn !

Mungkin kata itu yang sekarang ada di benak mereka, meski saat ini mereka sudah meneduh pakaian mereka sudah basah akan derasnya hujan tadi.  Terlebih lagi dengan Jirin yang memang di belakang akan dapat dengan mudah terkena air hujan dengan cepat.

Sedang Youngjae di sibukkan melepas sweaternya yang sudah basah akan air hujan, menaruh sweaternya di sela saungan ini “Benar – benar hujan tidak bisa di ajak kompromi” kesal Youngjae

“ahhh hujannya semakin deras” gumam Jirin membuat Youngjae menatap kearahnya, di sadari oleh Youngjae wanita ini tengah duduk dan memperhatikan hujan deras. Youngjae hanya tersenyum dan duduk di samping Jirin.

“Kita tunggu sampai reda” Jirin hanya tersenyum mendengar ucapan Youngjae dan kembali menatap hujan, namun mata Youngjae memperhatikan Jirin dari ujung kaki hingga ujung kepala. Pakaiannya yang mengenakan kemeja putih dan rok hitam di atas lututnya membuat lekuk – lekuk tubuh Jirin terlihat jelas dari kasat mata Youngjae.

Kemeja putih ketat Jirin membuat bagian yang seharusnya tidak terekpos sekarang terlihat jelas oleh Youngjae, seketika ia menelan ludahnya namun dengan cepat ia mengelengkan kepalanya mencoba  menepis pikiran kotor yang sempat memasuki pikirannya.

Menyadari pandangan Youngjae, Jirin menatapnya dalam sekejap “Wae? Mengapa memandangku seperti itu?” Jirin sedikit menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, membuat Youngjae cekikikan.

“Ya, kau pikir aku melakukan hal yang tidak – tidak. Aku hanya heran kenapa kau memakai pakaian seperti orang melamar pekerjaan” memang di sadari oleh Youngjae pakaian Jirin, seperti orang tengah melamar kerja.

Mendengar itu raut wajah Jirin seolah berubah seketika “Kau benar Youngjae-ssi, aku memang habis melamar perkejaan. Namun di tolak mentah – mentah , karena pendidikan terakhirku sma. Mereka menginginkan seorang mahasiswa”

Youngjae menatap Jirin yang tersenyum seolah menutupi kesedihannya “Kalau begitu, kau harus ke bangku universitas dulu Jirin-ssi. Lagi pula yeoja seusiamu harusnya masih berada di bangku kuliah”

“Apa kau seorang mahasiswa Youngjae-ssi?” Tanya Jirin

“Ne, wae?” Jirin mengelengkan kepalanya dan menatap lurus kearah depan.

“Siapa yang tidak ingin untuk meneruskan ke bangku universitas, semua orang pun pasti ingin melanjutkannya. Namun lebih baik mencari uang untuk orangtua, di banding orangtua mencari uang untuk sekolah kita dan bersusah payah dengan perkerjaan apapun untuk kita. Setidaknya kita dapat merasakan sulitnya mencari uang , setidaknya merasakan apa yang orangtua kita rasakan ketika banting tulang untuk membiayai sekolah kita” ujar Jirin panjang lebar.

Sedang Youngjae hanya diam membeku mendengar ucapan Jirin, baru kali ini ia melihat dan mendengar kata yang keluar dari seorang wanita. Youngjae dapat mencerna betul ucapan Jirin, ia kagum dengan kata – kata wanita ini pikirannya sungguh dewasa.

“Orangtuaku sudah tidak bisa membiayai sekolahku, jadi lebih baik kita sebagai anak yang mencari uang untuk mereka. Membahagiakan mereka dengan uang hasil keringat kita sendiri” kembali Youngjae di buat tercengang dengan  kata yang terlontar dari mulut Jirin. Ia menatap lekat Jirin mencerna perkataannya tadi, batin Youngjae sedikit teriris dan merasa miris pada Jirin.

“Jangan menatapku seperti itu, kau seolah tengah mengasihaniku. Aku tidak suka di kasihani oleh orang lain” Jirin cukup menyadari pandangan Youngjae ini, kembali Youngjae diam membeku bagaimana bisa wanita ini tidak suka di kasihani. Batin Youngjae

“Mianhae” entahlah Youngjae merasa bersalah sudah memulai pembicaraan yang tidak seharusnya di lontarkan, Jirin mengelengkan kepalanya dan tersenyum pada Youngjae mengisyaratkan –Ghwencana-.

Youngjae hanya dapat diam tidak berani mengeluarkan sepatah katapun ‘hidupmu sangat keras Jirin’ kembali Youngjae bergumam dalam hati sambil menatap Jirin yang sibuk dengan menatap air hujan.

Hening ~

Keadaan mendadak hening mereka bergelut dengan pikiran mereka masing – masing, hujan pun semakin deras membuat mereka hanya dapat menekam diri di saungan ini. Di sadari oleh Youngjae kalau Jirin beberapa kali mengusap kedua tangannya menahan rasa dinginnya udara.

Kembali Jirin menggosok kedua tangannya berusaha menghangatkan diri, melihat hal ini membuat Youngjae merasa iba ia terus menggeser mendekat kearah Jirin. Ketika jarak mereka sudah sangat dekat , Jirin cukup menyadari itu dan menatap Youngjae.

“Kau terlihat kedinginan, biar aku sedikit menghangatkanmu. Jika kau mengijinkan” ujar Youngjae , Jirin cukup tercengang “Aku hanya akan merangkulmu”

Mengerti ucapan Youngjae, Jirin hanya menganggukan kepalanya saja mengijinkan Youngjae sedikit menghangatkannya. Cukup ragu namun Youngjae langsung merangkul Jirin dan sesekali menggosok bahu Jirin seolah memberikan kehangatan untuk wanita ini.

Jirin tidak berani untuk menatap Youngjae, ia hanya dapat menunduk malu dengan perlakuan Youngjae ini.

Keadaan sekitar benar – benar tidak ada yang melewati jalanan ini, sepi dan hening. Terlebih lagi dengan posisi mereka saat ini dimana Youngjae masih memberikan kehangatan pada Jirin menggosok bahunya. Disisi lain Youngjae tengah menatap Jirin entah apa yang ada di pikirannya saat ini.

“Youngjae-ssi” ujar Jirin tiba – tiba mendongakkan kepalanya dan menatap Youngjae.

Saat itu juga Youngjae langsung menatap Jirin “Ne?” dapat di rasakan jarak mereka sangat dekat sekali, karena deru napas mereka saling menyapu tiap inci wajah mereka. Saling bertukar pandang itu yang tengah di lakukan mereka, sesaat Jirin tersadar dan ingin menundukkan kepalanya lagi.

Sayangnya dengan gerakan cepat Youngjae meraih dagu Jirin dan menempelkan bibirnya tepat di bibir Jirin. Perlakuan Youngjae membuat ia merasa kaget, di rasakan Jirin lidah lembut Youngjae berusaha menerobos rongga mulutnya.

Suasana dingin yang menusuk tulang rusuk mereka membuat menginginkan sebuah kehangatan, Jirin mengerti maksud Youngjae dan membuka mulutnya membiar Youngjae menerobos memasuki rongga mulutnya.

Sambil memejamkan mata Youngjae menghisap lembut bibir bawah Jirin penuh kehangatan dan Jirin membalas menghisap bibir atas Youngjae. Mereka saling membalas lumatan lembut penuh kehangatan , Youngjae meraih tangan Jirin menyatukan telepak tangan mereka meremas satu sama lain menikmati ciuman penuh kehangatan ini.

Youngjae memutar kepalanya kearah kiri menghisap habis bibir atas Jirin,begitu juga dengan Jirin menghisap bibir bawah tebal Youngjae. Mengulum, menghisap itu yang mereka lakukan, bahkan genggaman tangan mereka pun terlepas.

Kali ini Jirin menggamitkan kedua tangannya di leher Youngjae dan Youngjae menghimpit jarak di antara mereka. Youngjae semakin memeperdalam ciumannya menghisap lebih dalam bibir bawah Jirin menikmati tiap inci bibir Jirin. Ia pun meraih tubuh Jirin kedalam pelukannya, kembali saling bertukar ludah memberikan kenikmatan bagi mereka .

*****

-Jongup Story-

“Jadi sistem pakar dimana sebuah sistem computer untuk mengambil sebuah keputusan yang di ambil seorang dan pakar”

Teriang ucapan dosen yang menjelaskan sistem pakar, namun mata Jongup tidak terpokus pada dosen yang tengah menerangkan materi yang di sampaikannya. Bahkan samar – samar suara dosen tersebut bak angina lalu bagi Jongup kali ini.

Mata Jongup bukan tertuju pada dosen , melain pada seorang wanita yang duduk di depannya. Wanita yang beberapa bulan ini memenuhi pikirannya, wanita yang tidak bisa lupakan begitu saja bayang wajahnya.

“Disini saya ingin kalian membuat sebuah sistem pakar secara kelompok” Jongup masih tidak memperdulikan ucapan dosennya , ia masih menatap wanita di hadapannya.

Park Goeun nama wanita di hadapan Jongup, meski hanya punggung yang sekarang ia lihat. Namun ini membuatnya senang, karena dari jarak yang seperti inilah ia dapat mudah dan bebas memperhatikan Goeun.

Perasaan yang sudah lama ia pendam ini cukup terbatas, kenapa? Keterbatasan akan pertemanan mereka membuat Jongup tidak berani mengutarakan isi hatinya. Takut membuat rusak akan sebuah pertemanan dengan wanita di hadapannya.

“Moon Jongup”

“YA MOON JONGUP” sebuah teriakan seolah membangunkan Jongup dari lamunannya dan membuat yang lain menertawakannya “Moon Jongup, apa kau mendengar ucapanku tadi ?”

Jongup sedikit mengerutkan alisnya mendengar ucapan dosennya ini, namun dengan cepat Jongup menganggukan kepalanya seolah mengerti dengan ucapan dosennya tadi “Baiklah kalau begitu kau sekelompok dengan Park Goeun”

Jongup diam membeku dengan perkataan dosennya ini tiba-tiba ia sekelompok dengan Goeun ? Cukup di sadari oleh Jongup, Goeun tengah melihat kearahnya dan cekikikan dengan wajah cengo Jongup saat ini.

“Aku, kau , Junhong dan Sehun. Kita satu kelompok untuk mengerjakan tugas sistem pakar Jongup” jelas Goeun mengerti dengan tingkah Jongup ini.

Jongup sangat senang mendengar penjelasan Goeun dan mengangguk mengerti “Ahhh arayo, gomawo Goeun” Goeun hanya mengangguk dan kembali menghadap kedepan.

“Makanya dari tadi dengarkan, jangan melamunkan yeoja saja. Jika suka katakan” ujar Junhong membuat Jongup menatap tajam temannya ini, namun Junhong tidak memperdulikan ia kembali memusatkan satu titik bermain rubik yang ada di tangannya.

-Perpustakaan-

Jongup, Goeun, Junhong dan Sehun mereka sekarang berada di perpustakaan, mereka memang memutuskan untuk mencari bahan pengerjaan sistem yang akan di buat oleh mereka. Beberapa buku PHP sudah berjajar di hadapan mereka, beberapa buku sistem pakar dan mereka harus menemukan ide judul sistem pakar apa yang ingin ia buat.

“Sekarang kita harus menentukan ide, kira-kira sistem pakar apa yang ingin kita buat. Lalu di analisis” ujar Goeun , namun ucapan Goeun tidak di dengar oleh Junhong dan Sehun. Mereka sibuk dengan bermain game online sambil sesekali bergumam pelan akan kekalahannya “Junhong, Sehun” Panggilan Goeun kembali tidak di gubris sama sekali.

Melihat hal ini Jongup buru – buru menendang kedua kaki Junhong dan Sehun “Goeun benar kita harus menentukan judul lebih tepat state of the art, agar mempermudah alur pembuatan sistem” ujar Jongup membuat Goeun tersenyum puas mendengarnya, sedang Junhong dan Sehun mereka menganguk – angguk saja.

“Kalian mengerti kan?” Tanya Goeun karena hanya anggukan kepala saja yang di berikan kedua teman di hadapannya ini.

“Aku ada ide, sistem pakar perkembangan anak muda bermain Skateboard” ujar Junhong memberi usul, namun di sambut kerutan kening oleh ketiga temannya.

“Dia mengambil tema Skateboard karena ia menyukai Skateboard, ganti ini keputusan sepihak” ujar Jongup membuat yang lain cekikikan, tidak dengan Junhong yang mengerucutkan bibirnya.

“Isshh sudah bagus aku memberikan ide” kesal Junhong

“Emm bagaimana kalau sistem pakar penyakit bunga mawar?” usul Sehun, yang lain semakin mengerutkan alis mereka.

“Kurang berbobot” celetuk Junhong asal, pria satu ini memang suka sekali asal berbicara.

“Tapi sepertinya rumit, kita harus meneliti setiap bunga mawar yang berbeda-beda” ujar Goeun, Sehun pun terlihat berpikir kembali.

“Jangan paksa aku untuk berpikir, aku sedang tidak ada ide” ujar Sehun memang sedang tidak ada ide untuk bahan kali ini.

“Sehun sama seperti aku, kita akan berpikir ketika bermain game” Junhong dan Sehun saling tersenyum satu sama lain serta high five.

“Junhong benar” Sehun membenarkan ucapan Junhong tadi, namun Goeun dan Jongup yang sudah mengenal jelas dua pria ini, mereka hanya menghelakan nafas merkea saja .

“Sistem pakar kerusakan pada computer” ujar Jongup tiba-tiba membuat yang lain terarah padanya, semua semakin menatap lekat pria ini sampai ia bingung ada apa dengan teman – temannya ini “Kenapa kalian menatapku seperti ini? Kalau tidak setuju bisa ganti judul yang lain”

Ketiga temannya ini saling berpandangan satu sama lain dan tersenyum “Kami setuju” Serentak tiga orang ini, Jongup membulatkan matanya.

“Great idea Jongup, aku pribadi setuju dengan idemu” ujar Goeun membuat Jongup tersenyum malu.

“Ya sudah sekarang kita membuat latar belakang dll, serta analisis sistem ini” ujar Jongup, semua mengangguk setuju dan memulai pembelajaran mereka, lebih tepat membagi tugas untuk mengerjakan tugas ini.

Di sela mengerjakan tugas tiba –tiba Junhong berdiri yang lain menatap bingung dengan reaksi pria satu ini “Aku ingin mencari udara segar, buntu” ujar Junhong yang berlalu meninggalkan tiga temannya ini.

“Ahh aku juga sama seperti Junhong mencari udara segar” sama seperti Junhong, kali ini Sehun setengah berlari meninggalkan kedua temannya “Junhong chanka” terlihat Sehun merangkul Junhong meninggalkan perpustakaan ini.

“apa-apaan mereka seenak jidat pergi begitu saja” gumam Jongup kesal,namun di sambut kikikan oleh Goeun.

Bagaimana pun sekarang Goeun dan Jongup tidak bisa berkata apa-apa , karena mereka memang sudah meninggalkan tempat ini. Mau berteriak pun tidak mungkin, karena ini perpustakaan meski disini hanya ada beberapa orang tetap saja perpustakaan adalah ruangan yang hening tanpa suara.

Goeun dan Jongup mereka berdiskusikan sistem yang akan mereka buat ,saling bertukar pendapat itu yang mereka lakukan. Hal ini memang sering mereka lakukan dan cara seperti inilah untuk seorang Moon Jongup. Belajar bersama Goeun adalah kesempatannya untuk mencoba lebih dekat padanya.

Beberapa pendapat yang membuat mereka sedikit berseturu, namun dapat di tampung menjadi satu ide yang brilian. “Jongup bagaimana kalau konsep desain sistemnya seperti ini” Goeun menunjuk pada layar laptopnya, tanpa ragu Jongup menghampiri dan duduk di samping Goeun jarak yang begitu dekat baginya.

“Emm boleh, desain yang sederhana namun menarik” ujar Jongup sambil menatap Goeun, di sadari juga Goeun tengah menatapnya dan mereka saling bertukar tatap satu sama lain. Menyadari hal ini buru – buru mereka mengalihkan pandangan mereka kelain arah, entah kenapa keadaan kikuk menyelimuti diri mereka.

Terutama Jongup, pria satu ini tidak pernah luput dari gugup apabila berhadapan dengan Goeun. Perasaannya selalu berkecamuk dan tidak menentu untuk berhadapan dengan Goeun.

Waktu kian berlalu mereka semakin asik mengerjakan tugas ini, karena pengerjaan bersama – sama akan membuat pekerjaan dapat terselesaikan dengan mudah. Namun sebuah sistem tidak dapat di kerjakan dalam sehari.

“Junhong dan Sehun , kemana mereka ? lama sekali mencari udara segar” ujar Goeun menyadari dua temannya ini belum datang kembali.

“Kau benar mereka belum juga kembali, apa mau aku panggilkan dulu” Jongup ingin berdiri namun tangannya di tahan oleh Goeun, menyadari hal ini buru – buru Goeun melepaskannya.

“Biarkan saja, kita harus mengerjakan beberapa analisis lagi” Jongup tersenyum canggung mendengar ucapan Goeun dan menerima perlakuan tersebut, ia kembali duduk di samping Goeun serta melanjutkan pengerjaan mereka.

Di sela pengerjaan mereka, entah kenapa Goeun terlihat mengucek matanya berkali – kali “Goeun waeyo?” Tanya Jongup yang sadar akan hal tersebut.

“Molla, sepertinya ada debu memasuki mataku” Goeun masih saja mengucak-ucak matanya “Omo ini kenapa” kembali Goeun mengucak matanya.

Melihat hal ini Jongup tidak tega “Jangan di kucak nanti infeksi, biar ku tiup” dengan cepat Jongup menarik tangan Goeun dan tanpa ragu ia meniupi mata Goeun yang sudah berair itu.

Satu tiupan

Dua tiupan

Dengan cekatan Jongup meniupi mata Goeun, tanpa sadar sedari tadi ia menatap kearah lain di bagian wajah Goeun. Ia memperhatikan bibir merah Goeun, namun disisi lain ia pun merasa gugup melakukan hal ini pada Goeun.

Goeun hanya diam membeku dengan perlakuan Jongup yang masih meniupi matanya, Jongup semakin memperhatikan bibir mungil Goeun entah kenapa egonya untuk mencicipi bibir manis ini keluar begitu saja dari benaknya.

Jongup kian mendekatkan wajahnya pada Goeun dan Goeun pun menyadari apa yang di lakukan Jongup. Sedikit ragu dan gugup ia menempelkan bibirnya pada bibir Goeun.

DEG!

Seketika itu Jongup merasakan detak jantungnya berdetak semakin cepat, di rasakan oleh Goeun bibir bawahnya di hisap lembut oleh Jongup , karena Goeun memang memberikan celah pada Jongup. Jadi dapat dengan mudah bagi Jongup meraih bibir mungil Goeun.

Jongup menghisap lembut bibir Goeun, begitu juga dengan Goeun membalas perlakuan Jongup. Entahlah kenapa Goeun menerima perlakuan Jongup dan membalasnya, namun nalurinya lah yang berkata seperti itu.

Tidak lama tersadar akan yang mereka lakukan adalah berciuman di dalam perpustakaan dan bagusnya tidak ada yang sadar akan hal ini. Mereka melepaskan ciuman itu dengan perlahan dan sukses membuat keadaan menjadi kikuk.

“Mianhae Goeun, keunde.. Aku melakukan itu karena sudah lama menyukaimu” terang Jongup dengan gugup namun pasti , inilah kata –kata yang selama ini ingin di ucapkan olehnya.

Goeun terlihat menundukkan kepalanya saja, tidak menjawab ucapan Jongup. Sesaat Goeun membereskan laptopnya dan tanpa mengeluarkan sepatah katapun ia meninggalkan Jongup sendirian.

Sedang Jongup ia merasa bersalah “Sepertinya kau marah karena aku sudah lancang Goeun -ya” Jongup menghelakan napas beratnya semakin merasa bersalah.

******

-Junhong Story-

Seperti biasa pria satu ini sambil memainkan Skeatboardnya memasuki wilayah perkampusan, semua mata cukup tertuju padanya. Karena kelihaiyannya dalam bermain skeatboard memang harus di acungi jempol.

Ketika ia memasuki fakultasnya, fakultas teknik ia berjalan dengan santai sambil memegang skateboard kesayangannya. Di depan TU sudah banyak mahasiswa duduk di deratan kursi yang memang tersedia, ia pun melihat teman – temannya dari kelas TI A yang duduk santai di deretan kursi tersebut.

Teknik Informatika di fakultas ini terbagi dua kelas, TI A dan TI B sedang Junhong berada di kelas TI B. Meski pun berbeda kelas banyak pula teman Junhong yang berada di kelas TI A.

“Eoh Junhong, kebetulan sekali kau datang” seru seorang pria dari kelas TI/A merangkul Junhong.

“Wae Choi Minki?” Junhong mengerutkan alisnya karena Minki tersenyum penuh maksud.

“Duduk dulu, palli” Minki menyuruh Junhong untuk duduk di antara yang lain membuat Junhong semakin menatap curiga.

“Aiisshh kau bersikap seperti ini membuat aura tidak enak terpancar” tatap curiga Junhong terlihat jelas Minki cengengesan.

“Memang ada maksud, coba kau lihat coding ini. Sedari tadi sintax yang ku masukan eror terus” Junhong hanya menghelakan napasnya saja sudah menduga akan seperti ini, tanpa berkata apa – apa ia meraih laptop Minki dan membenarkan beberapa sintax yang salah.

Tidak membutuhkan waktu yang lama Junhong sudah memberikan laptop Minki. Minki menatap takjub melihat semua sintax yang tadi salah sekarang tidak ada kata ‘error’. “Daebak tidak ada cacat dalam sintax, gomawo Junhong”

Junhong ingin tersenyum namun tidak jadi karena beberapa temannya meminta untuk membenarkan beberapa coding yang salah juga, hal ini memang sudah biasa untuk Junhong. Ia tidak bisa menolak karena berbagi ilmu justru menyenangkan sama seperti Jongup, namun berbedanya Junhong tergantung mood.

“Minki-ya, belum masuk kan?” seru seorang wanita yang baru saja datang membuat Junhong berpusat padanya.

“Eoh Raemi !? belum masuk kok kau tenang saja” Ujar Minki, Junhong hanya mendengar percakapan teman sekalas ini, namun ia sadar kalau wanita bernama Raemi ini menatap kearah Junhong sebentar.

“Rupanya ada musuh Minmi” ujar Raemi sambil cekikikan dan Junhong memperhatikan wanita ini. Tidak ! maksudnya ia memperhatikan wanita ini karena tidak biasanya ia sendirian, biasanya akan ada satu wanita di sampingnya yang selalu kemana – mana bersamanya.

Sebut saja Jung Minmi, wanita yang selalu tidak santai apabila bertemu dengan Junhong. Semua berawal dari sebuah cappuccino yang di bawa Minmi tumpah ke pakaian Junhong, di situ perdebatan di mulai. Junhong merasa tidak suka pakaiannya kotor dan berbicara dengan nada tinggi, sedang Minmi yang sudah meminta maaf di tanggapi acuh tak acuh, maka dari itu perdebatan di antara mereka.

Semenjak itulah kalau mereka bertemu tatapan mencekam selalu terbesit di benak mereka, Minmi terlihat tipikal wanita yang cuek. Namun di sadari oleh Junhong, ia seorang wanita yang manja dan sering di ledeki oleh teman – teman sekelasnya.

Dari situ juga Junhong lebih suka meledeki Minmi dan tanggapan kesal Minmi justru membuat Junhong terus ingin meledekinya. Terlebih lagi sikap lucu yang akan kekesalan Minmi semakin orang ingin terus meledeknya.

Namun ia sadar sudah beberapa hari ini ia tidak melihat Minmi, kemana seorang Minmi sebenarnya ? Batin Junhong.

“Ya, Raemi. Kemana temanmu, beberapa hari ini tidak terlihat batang hidungnya?” Tanya Junhong yang pada nyatanya tidak tahan untuk mengucapkan kalimat tersebut, Raemi telihat menatap curiga pada Junhong.

“Aiihhh, wae? Tiba-tiba kau menanyakan Minmi? Apa kau merindukannya?” Raemi justru melontarkan pertanyaan pada Junhong.

“Aniyo” sanggah Junhong dengan santai, Raemi masih saja menatapnya dengan curiga.

“Junhong memangnya kau tidak tahu, beberapa hari ini Minmi tidak masuk karena kecelakaan” ujar Minki.

Mendengar hal itu entah kenapa hatinya terasa mencelos seketika, Junhong membulatkan kedua matanya “Kecelakaan?” pekik Junhong tidak percaya.

Raemi dan Minki mengangguk mantap “Minmi sok tahu belajar motor, tapi dia malah jatuh ketika belajar” jelas Raemi, Junhong makin diam tanpa kata entah apa yang di pikirkannya “Tapi kau tenang saja Junhong. Hari ini dia sudah bisa masuk, walau bengkak di kakinya belum pulih benar” lanjut Raemi seolah mengerti apa yang ingin di ketahui Junhong lebih lanjut.

“Sudah kita harus mencari kelas kosong, Song sonsaengnim memberi pesan singkat. Ia sedikit telat namun kita harus sudah di kelas untuk presentasi ” seru Minki menyuruh anak kelasannya untuk masuk.

“Aku ingin menunggu Minmi sampai datang dulu” ujar Raemi, namun Minki keburu merangkul wanita ini.

“Tidak bisa. Hari ini kita presentasi Kim Raemi, kau ingat itu bukan. Kita harus mempelajari materi presentasi. Kajja” Minki terlihat menarik tangan Raemi, namun terarah pada Junhong “Junhong , kami masuk dulu ya” saat itu juga TI/A begegas memasuki kelas yang berada di atas.

Junhong hanya memperhatikan tingkah kelas TI/A saja, ia pun masih mencerna ucapan Raemi tadi ‘Minmi kecelakaan?’ kata itu terngiang jelas di benak Junhong saat ini “Aiisshh kenapa aku harus mengkhawatirkannya” Junhong mengelengkan kepalanya berkali – kali.

Junhong ingin pergi dari TU menuju kelas, namun langkanya terhenti mendapati seorang wanita berjalan pelan agak pincang “Jung Minmi?” Junhong menegaskan penglihatannya dan benar saja ketika jarak mereka sudah dekat terlihat wanita bernama Jung Minmi ini menatap sengit.

“Apa lihat-lihat Choi Junhong” penuh penekanan Minmi mengucapkan kalimat tersebut, namun di tanggapi senyuman tipis oleh Junhong. Minmi tidak menghiraukan senyuman itu, ia melewati Junhong dengan langkah terpincang.

Junhong memperhatikan kaki Minmi yang masih di perban dan terlihat bengkak “Kalau tidak bisa naik motor jangan sok tahu ingin belajar” ujar Junhong asal , mendengar hal itu Minmi menghentikan langkahnya seraya menatap tajam Junhong.

“YA, bagaimana kau tahu ini?” Minmi semakin menatap tajam Junhong, namun tanggapan Junhong menanggapinya dengan santai.

“Kau tidak perlu tahu. Sudah ku katakan tadi, kalau tidak bisa menaiki motor jangan mencobanya” Minmi mengerutkan alisnya, namun tanggapan wanita ini jusrtu lain. Padahal di benak Junhong ia merasa khawatir pada wanita ini.

“Aiisshhh, wae? Kau puas melihatku seperti ini kan?” Junhong memutar bola matanya seolah berpikir, ingin sekali ia meledeki Minmi saat ini juga.

“Gheure, aku puas . Ha Ha Ha” Minmi menatap sengit Junhong.

“Aiisshh namja menyebalkan” ujar Minmi yang masih dengan tatapan sengit, namun tatapan sengit itu meredup seketika “Sudahlah bersenang-senanglah dengan kepuasanmu itu, aku sedang malas berdebat denganmu” Minmi meninggalkan Junhong begitu saja.

Mendapati hal ini Junhong cukup terhenyak, kenapa? Tidak biasanya Minmi bersikap seperti ini, di saat ia ingin beradu mulut dengan Minmi. Sayangnya wanita ini menanggapi acuh tak acuh, namun ia sadar kalau wanita ini memang malas berdebat karena kondisinya.

Minmi terlihat berjalan pincang menuju tangga, melihat keadaan Minmi yang seperti itu benar-benar membuat Junhong tidak tega. Ia mengelakan napas beratnya dan tanpa ragu menghampiri Minmi.

Sesaat Junhong langsung bergerak dengan cepat, ia meraih tubuh Minmi dan membopohnya. Mendapati hal ini Minmi sangat kaget dan membulatkan matanya “YA CHOI JUNHONG” teriak Minmi yang sadar Junhong pelaku membopohnya.

Junhong tidak menjawab ia berjalan santai untuk menaiki anak tangga, tidak dengan Minmi yang tidak bisa diam ingin turun dari bopohan ini “YA Turunkan aku” Minmi sedikit memukul dada Junhong.

“Shireo” jawab santai Junhong

“YA, PALLI TURUNKAN AKU” brontak Minmi sambil memukul – mukul dada Junhong, namun Junhong tidak bergeming ia memperkuat bopohannya “PALLI CHOI JUNHONG TURUNKAN AKU” kembali Minmi memukul dada Junhong.

Seketika Junhong menghentikan langkahnya dan menatap tajam Minmi, jarak mereka yang sangat dekat membuat Junhong dapat dengan mudah menatap tajam Minmi, sangat terasa deru napas Junhong di setiap inci wajah Minmi.

“Diamlah atau kau akan jatuh. Aku hanya ingin menolong saja, jadi tetaplah diam” Junhong semakin menatap kedua bola mata Minmi dan itu sukses membuat Minmi tidak bisa berkutik. Karena tatapan mata Junhong mengisyaratkan ketulusan untuk menolongnya.

Minmi membiarkan Junhong membopohnya menuju kelas, baru kali ini ia mendapat perlakuan seperti ini dari seorang pria. Keadaan hening seketika, Minmi hanya dapat menunduk malu dengan perlakuan Junhong. Bagusnya mahasiswa lainnya berada di dalam kelas, namun itu tidak membuat mereka bernapas lega.

Kenapa?

Karena beberapa mahasiswa yang melihat adegan ini dari kelas, ada dari mereka yang keluar kelas menegaskan pandangan mereka. Namun hal itu tidak di hiraukan oleh Junhong, ia tetap pada satu tujuan membawa Minmi kedalam kelas.

Tepat mereka memasuki kelas, keadaan riuh di dalam kelas mendadak hening seketika semua mata menatap mereka kaget. “Omg aku tidak salah lihat kan?”

“Impossible”

“Mereka sudah akur”

Beberapa seruan kecil terdengar jelas di telinga Junhong dan Minmi, namun tidak di hiraukan karena Junhong langsung mendudukan Minmi pada salah satu kursi di kelas ini.

“Ya Minmi, Junhong kalian sudah baikan?” celetuk Minki membuat, keduanya menatap Minki.

Sesaat Minmi yang sudah terduduk menatap sengit pada Junhong masih di depannya “Ya, lain kali kau tidak perlu mengasihaniku. Karena aku tidak suka di kasihani” keadaan seolah mencekam, baru sedetik tadi mereka melihat kedua orang ini terlihat hangat, sekarang tatapan mereka sangat sengit.

Junhong tidak menjawab “Kau tahu, kau itu menyebalkan”Tekan Minmi, kembali Junhong tidak menjawab “Kau sangat menyebalkan Choi Junhong. Bertindak sesuka hati, aku benar –benar tidak suka di kasihani orang lain“

Junhong menghelakan napas beratnya mendengar celoteh Minmi, padahal tadi ia mengatakan sedang enggan berdebat dengannya. Sekarang justru Minmilah yang berceloteh seakan tidak terima, Junhong hanya menatap dan mencerna tiap kata yang keluar dari mulut Minmi.

Namun sedari tadi ia  memperhatikan bibir mungil Minmi yang terus berceloteh “Ya Choi Junhong, Kau—“ucapan Minmi terpotong seketika, karena bibir Junhong yang mendarat di bibir Minmi menghentikan aktifitas bercelotehnya.

Minmi membulatkan kedua matanya, mengerjapkan mata tidak percaya. Ia benar-benar merasakan bibir tebal dan hangat Junhong berada di bibirnya saat ini.  Sedang Junhong cukup bosan dengan celoteh ini dan bibir tipis nan mungil Minmi membuatnya menginginkannya.

Melihat reaksi tak berkutik Minmi senyuman seringai terbesit singkat dari bibir Junhong, dapat dengan mudah ia menerobos ke rongga mulut Minmi. Namun ia tidak bisa berlaku banyak , sambil memejamkan kedua matanya Junhong menghisap pelan bibir bawah Minmi penuh kelembutan.

Sesaat ia melepaskan ciuman singkat itu karena seisi kelas ini memperhatikan mereka, namun tidak di hiraukan oleh Junhong. Minmi hanya dapat diam membeku dengan hisapan yang di berikan Junhong pada bibir bawahnya.

“Kau sangat berisik dan itu cara agar membuatmu diam, kalau kau terus bersikap seperti itu aku tidak akan segan-segan melakukan hal ini lagi Jung Minmi” setelah berkata demikian Junhong meninggalkan kelas ini dengan santai.

“OMG”

Terdengar jelas teriakan tidak percaya di telinga Junhong dan ia pun sadar kalau Minmi masih diam membeku sambil memegang bibirnya. Junhong menanggapi semua ini dengan senyuman tipis dari bibir manisnya.

****

-End Flashback-

Keenam pria ini diam seketika mendengar cerita masing-masing dari mereka, antara takjub dan tidak percaya itu yang ada di benak mereka.

“Rupanya kau berciuman dengan Jikyung noona” Ujar Junhong mengelengkan kepalanya sambil menatap Yongguk.

“Aku tidak tega melihatnya yang tersakiti saat itu” Yongguk membayangkan kembali ketika Jikyung menangisi pria yang sudah memutuskannya.

“Tapi di saat orang tersakiti, justru kau mengambil kesempatan untuk menciumnya.  Itu sedikit tidak baik hyung ” cibir Youngjae di sambut tatapan sengit Yongguk.

“Tidak sadar diri sekali kau, mengambil kesempatan yang pas ketika yeoja itu kedinginan” balas Yongguk membuat Youngjae cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Sikonnya sangat pas dan aku tidak tega melihat Jirin kedinginan seperti itu” bela Youngjae.

“Aku sedikit penasaran dengan kelanjutan kisah Yongguk, sekarang kau bagaimana dengan Jikyung. Kau menyukainya kan?” Himchan menatap curiga pada Yongguk.

“Pertanyaan bodoh, tentu saja aku menyukainya. Namun Jikyung tidak sadar-sadar, padahal aku sering mencari kesempatan untuk menciumnya dan dia selalu membalas ciuman yang ku berikan” semua tercengang dengan penjelasan Yongguk.

“Persahabatan macam apa itu? Kau sering mencium Jikyung noona?” pekik Daehyun tidak percaya.

“Jangan heran sebuah persahabatan akan berbuah menjadi cinta dan aku rasa Jikyung pun menyukaimu Yongguk” ujar Himchan dengan bijak.

“Sok tahu sekali kau Himmy” celetuk asal oleh Yongguk, namun tawaanlah yang menggema di basecamp ini.

“Isshh sudah bagus aku berbicara seperti itu hanya untuk memberimu kesenangan” Yongguk menatap geram Himchan.

“Sial jadi kau hanya ingin membuatku senang sesaat” Yongguk melemparkan bantal kecil kearah Himchan, namun di gapai sempurna olehnya. Sesaat semua menatap Himchan seolah ingin tahu kelanjutan kisahnya.

“Semenjak itu eunyoo bersikap canggung padaku dan walau ia bersikap biasa saja namun aku merasakan, rasa canggungnya padaku. Aku ingin sekali mengutarakan isi hatiku ini, bagaimanapun ia adikku yang tidak mungkin aku pacari. Tapi….” Himchan tidak bisa berkata apa – apa lagi, karena ia sadar apa yang di harapkannya tidak mungkin terjadi.

Terlebih lagi menyukai adik sendiri yang memang bukan adik kandung itu hal yang rumit, semua menepuk punggung Himchan memberi ketabahan pada pria ini “Tidak ada yang salah menyukai adik sendiri, toh dia bukan adik kandungmu. Masih bisa kau raih himmy” ujar Yongguk yang lain cukup tercengang dengan kata bijak keluar dari pria ini.

Sekarang semua mata terarah pada Youngjae “Aku agak memanfaat keadaan pada Jirin” ujar Youngjae, namun dengan cepat Jongup menatap curiga.

“Hyung, jangan katakan kalau Jirin noona, kau gunakan untuk membatalkan perjodohanmu itu” ujar Jongup menatap tajam Youngjae, begitu juga dengan yang lain menatap kearah Youngjae.

Youngjae tersenyum simpul “Bukan hanya itu,sikapnya membuatku sadar akan kehidupan yang sesungguhnya” semua tersenyum dengan ucapan Youngjae.

Semua mata sekarang terarah pada Daehyun “Bagaimana denganmu Hyung? Apa kau sudah bertemu lagi dengan Sueun noona?” Tanya Junhong.

Memang setelah itu Daehyun mencari sosok wanita yang sudah merebut ciuman pertamanya “Belum ketemu, seenak jidat ia merebut ciuman pertamaku. Lihat saja kalau aku bertemu dengannya, aku akan lebih melakukan dari sebuah ciuman”

Perkataan Daehyun kali ini membuat bulu kuduk yang lain berdiri “uhhhhhhh” semua berseru tidak percaya dengan ucapan Daehyun, namun salut dengan ucapan gantlenya ini.

Sekarang tatapan tertuju pada Jongup “Sudah ku katakan di awal, Goeun menghindariku. Seakan –akan tidak ingin melihatku, aku rasa ia marah sekali dengan tindakanku kala itu. Padahal aku ingin sekali meminta maaf padanya sudah lancang menciumnya ” Jongup menundukan kepalanya merasa bersalah.

“Heii Jongup, come on. Jangan berpikir sempit seperti itu, mungkin Goeun bersikap seperti itu ada sebabnya. Terlebih lagi mendengar ceritamu, ia membalas ciumanmu. Bisa jadi dia juga menyukaimu” ujar Himchan kembali berbicara bijak.

“Kau tidak sedang memberikan kesenangan sesaat padaku kan Hyung” celetuk asal Jongup, membuat gelak tawa di ruangan ini.

“Aiisshh tentu saja Jongup-ah, kau harus berusaha mendapatkan hati Goeun” kali ini semua setuju dengan ucapan Himchan yang di timpali Youngjae.

“Kami mendukung kau dengan Goeun dan jangan asal memberi kesimpulan negative. Setidaknya kau bisa mencari kesempatan untuk berbicara serius dengannya” Jongup tersenyum simpul setidaknya ucapan Youngjae memberinya pencerahan.

Kali ini semua menatap kearah Junhong, mereka masih tidak percaya Junhong mencium Minmi yang dapat di katakan keenam orang ini tahu, kalau Minmi dan Junhong tidak akur sama sekali “Sepertinya peribahasa dari benci menjadi cinta itu cocok untuk Junhong” ledek Yongguk

Junhong tersenyum tipis “Minmi memang bersikap biasa saja padaku, namun ketika berhadapan denganku ia benar-benar canggung. Bahkan tidak sekalipun ia menatap kearahku ketika aku berkumpul dengan teman sekelasnya. Walau ia bersikap sok cuek padaku dan berceloteh, namun aku merasakan rasa canggung itu” jelas Junhong

“Kau mulai menyukainya Junhong?”Tanya Daehyun menatap penuh curiga.

“Tidak perlu ku perjelas sepertinya kalian sudah tahu bukan?” Junhong justru melontarkan pertanyaan pada kelima pria ini.

“uhhhhhh” seru yang lain seolah takjub dengan pertanyaan Junhong, mereka berseru sambil menganggukan kepala mereka mengerti posisi Junhong kali ini.

“Kejar Minmi dan raih dia” serempak saran kelima pria lainnya di sambut senyuman puas oleh Junhong.

Mereka saling tersenyum satu sama lain, cukup memikirkan kisah cinta yang rumit. Bahkan mereka berpikir, sebegitu rumitkan cinta? Nama yang sederhana namun memilik banyak makna dan terkadang sulit di artikan.

Fin ~

maaf saya ga bawa FF Nuna marry me .. tapi saya bawa fanfic baru, cuma oneshot kok . gimana ? gimana ?

FFnya gaje kan? kkkk

apakah FF ini gantung atau rancu? hihi sudah jelas FF karya saya memang kebanyakan FF gaje dan rancu.

mohon tanggapannya ya chingudeul . gomawo

poster bap copy

12 thoughts on “KISS

  1. firstkah?

    OMO OMO OMO OMMMOOOO adegan kisseu nya bikin merinding
    detail BGT thor sangat temptating dan memacu adrenalin*eh*…kyaaaaaaaaa *panik campur seneng pipi merona sesek napas*
    JUJUR INI BUTUH SEKUEL kelanjutan crta dr setiap kisah 5 couple ini….JANJI yaaaaaa

    ini tuh bwt aq udh kyk teaser ff….bikin geregetan, gigit2 jari….bkin pagi2 di kantor jd hot aigooooo

    PARK JIRIN YOO YOUNGJAE HWAITING!!!

    *tebar cinta

    comment TBC (udh kyk ff aja)

  2. wuhuuuuuu….
    sperti komenku di wa, aku lebih suka poster yg temanya biru itu eon,kan kesannya lebih nyantai gtu, colourful, kayak kissing mereka yang beda beda rasa…. haha

    wah ternyata awalnya di bikin mereka itu satu genk, aku kira engak, cuman nyeritain kisah ciuman doang, tp trnyata pke flashback, mantapppppp ini story terangkai bangat eon…. semangat ya krna soal kissu #plakkk!!!

    wah pda nonton film apa itu, film ehmmmmm ad kissi hotnya. si dae tengil aja main matiin, eh pada protes, ketahuan emg pda mau liat itu adegan kissunya, wkwkwkwk
    yongjae ngusulin buat nyeritain first kiss mereka, hayu hayu.. aku juga mau tau ^^

    unn ini yang tulisan begini “Ya, ya.. terus terus. Ahhhhh” bisa bikin orng salah terka wakakakakak #abaikan😄
    owhhh yongguk kissu sama sahabatnya, mengambil kesempatan dalam kesempitan saat jinkyung patah hati woyyy!! tapi itu itu gk di lanjutin? kan masih ad lanjutannya itu pas jinkyung balaas lumatan yongguk, klo buat sekuel lanjutin ya kissunya

    himchan story paling pendek, kacian himmy oppa, haha….. sbnarnya gk salah sih kamu suka sma adikmu, toh adik bukan adik kandung, lagian klo terus terang ma orng tua juga pasti di restuin tuh….. ayo yg ini bikin sekuel juga, tu si eunyoo mpe gk bisa berkutik pas di kissu tuan muda himchan…. akh, kissumu memabukkan himchan

    dan ini dia.. DAESU… DAESU… DAESU!!!!
    paling ku tunggu2, ngakak pas si dae nanya apa ini hari ciuman nasional??? siapa suruh gk punya pacar bang, tp gkpapa nanti kan ane yg kasih kissunya wkwkwkwk
    hoalah sumpah eonni itu kissunya cetar amat, paling hot, paling panjang pendeskripsiannya, bikin para pembaca merinding disco… aw elus dada dae, mau >.<
    dae ketagihan amat sih mpe gk mau lepas, nyelekit amat si sueun pas ngomong "anggap sebagai hadiah krna sudah menolongku! dae cengo hahahahah…… yg ini pkoknya harus di buat sekuel!!

    youngjae kau berhati lembut,,,, jadi pra yeoja ngincar dia karna status sosial gtu, sabar ya bang youngjae… bener2 yg kayak ceu mumun bilang, wkwkwk
    ah kissu mreka juga gantung, ayo lanjutin smpe tuntas napa eon , U_U
    kisah yongjae paling panjang, tapi juga paling sweet, awawaw aku yakin nanti dia pasti menggunakan jirin buat nolak prtunangan dia, tapi tntu saja itu berdasarkan cinta

    jongup jongup. oh cintamu tak terbalas nih jadinya? haha
    lagian maen cium aja kau ya. si goeun juga gk jelas deh knaa lgsung pergi gtu aja, seengaknya kasih reaksi dikit kek, si jong up jadi bingung

    baby zelo… kau ini nakal tengil pula ya…. iya nih kissu zelo gk tlalu gmna gmna, bagus eonni….
    itu cara zelo buat minmi diam, klo aku jadi minmi aku bakal berisik terus dah, haha

    ahhhhkhhh daebak eonni
    SEKUEL PKOKNYA HARUS TITIK!!
    kalo egak kucekek kau

    oya baru nyadar ini exo pda ngeksis ya? kkkkk

    ulalalalalala ulalalalala i'll be wait for the sekeul, exspecialy daehyun part ^^

  3. Sukaaaaaaaaaa~ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
    Ihiyyy.. Icip2 bibirnya yong guk!
    • °ωkωkωkωkωkωkωk° •.
    Seru ma .. Bner tuhh lanjutin FF ini..
    Biar part ama yongguk nya aga bykan. Нaнaɑº°˚=Dнaнaɑº°=D=D
    Sm biar Ada story pas sm minhonya..
    Sedih w mah, dipegatin sm minhoo.. Huhuwww (╥﹏╥) 

  4. paling suka sm adegan’a junhong n minmi..
    seerrrrruuuuu giillllaaaaaaa…
    gak kebayang deh yg awa’a musuhan malah jd bgtu..hehe..
    cara menutup mulut yg ampuh..wkwkwkwk..

  5. Apapula ini eonni? Kisahnya ngegantung, aku butuh sequelnyaaaaaaa hihihihihihihi .
    Squelnya ya eonni *narik2 baju authornya*
    Aku suka ceritanya apalagi pas di bagiang junghong dan minmi, huwaaa tindakan junghong gentle sekali, aku mau mau mauuuuuu kkkkkkkkk~

  6. Yaaa ff ngantung thor tpi keren dan lucu,,,
    Butuh squel thor,,,,
    Kan kasihan daehyun belum ketemu ma gadis yang curi ciuman pertama nya,,,pokok harus ad squelnya thor smpai daehyun ketemu dan saling sukaa,,
    Please thor squel nyaa,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s