Waiting For A Love

IU taemin copy

 

 

Author :: Kim RaeMi

Tittle :: Waiting For A Love

Length :: oneshoot

Genre :: Romance, AU

Rating :: PG-18

Summary :: Menanti sebuah cinta kecil, namun itu sangat berarti..

A/N :: ini lanjutan dari drabble A Beautiful Memories.

 

Cast ::

Lee Taemin (SHINee)

Lee Jieun / IU

 

Support cast::

Byun Baekhyun

Park Jiyeon

 

 

Seoul 2013

Universitas inha, fakultas kesenian seorang yeoja tengah asik memakan makanannya di kantin dekat fakultasnya ini. Dia sibuk menikmati makanan lezat yang tengah di rasakannya ini.

“Ya, Jieun. Ada namja yang mencarimu” tutur seorang yeoja langsung duduk di samping yeoja ini yang tidak lain tidak bukan sahabatnya.

“Eoh Jiyeon. Siapa yang mencariku?” ujar yeoja tersebut yang tidak lain tidak bukan adalah Lee Jieun.

Ya.. waktu sudah berjalan sangat cepat sekarang Jieun sudah menginjak umur 21 tahun, dimana dirinya sudah berkuliah dan mengambil kesenian untuk mengembangkan hobbinya dalam bernyanyi.

“Senior kita, Byun Baekhyun” ujar Jiyeon yang memang sahabat Jieun.

“Mwo? Namja itu? Ada apa mencariku?” Jieun cukup heran mendengar nama itu yang mencarinya, padahal dirinya dengan namja itu semenjak memasuki universitas ini tidak bisa akur sama sekali.

“Molla, tapi tadi ketika aku baru datang tiba-tiba dia menanyaimu Jieun”

“Kalau kau bertemu dengannya, beritahu padanya kalau aku sedang tidak ingin mencari keributan” Jieun kembali melahap makananya tersebut, namun sahabatnya Jiyeon hanya dapat menatap seorang Lee Jieun .

“Aku rasa dia tidak ingin mencari keributan denganmu, apa kau tidak sadar. Akhir-akhir ini dia tidak pernah meledekimu sama sekali ataupun mencari keributan padamu” mendengar ucapan Jiyeon , sontak Jieun sedikit berpikir.

“Kau benar Jiyeon, tapi ya sudahlah itu hal yang bagus” Jieun memang tidak pernah mempersulit keadaan yang membuatnya tidak begitu penting.

“aku rasa dia menyukaimu” mendengar hal tersebut sontak Jieun terbatuk dan mengeluarkan air yang tengah di seruputnya “Ghwencana ?” Lanjut Jiyeon mengkhawatirkan sahabatnya ini yang tiba-tiba tersedak.

“Uhuk uhuk, jangan berbicara yang tidak-tidak Park Jiyeon aiissh” ujar Jieun yang seolah tidak menyetujui ucapan sahabatnya tadi.

“Wae? Aku hanya melihat dari tindakannya padamu, dia jarang mencari keributan padamu. Lalu aku sempat memperhatikannya dia mencuri pandang padamu” Jieun menatap tajam sahabatnya ini “Tidak sadar pula kah kau? Ketika para namja menyatakan perasaannya padamu, aku tidak sengaja dia tengah menatapmu dan entah apa yang ada di pikirannya”

“Jangan menafsirkan sesuatu dengan kasat mata saja Jiyeon, sudahlah aku ingin kekelas” Jieun meraih ranselnya untuk menuju kelas, namun dengan cepat Jiyeon mengikuti sahabatnya ini dan menyetarakan langkahnya.

“Bagaimana kalau seorang Baekhyun menyatakan perasaannya padamu?” mendengar ucapan Jiyeon membuat langkah Jieun berhenti seketika menatap sahabatnya ini dan mengelengkan kepalanya tidak pecaya dengan perkataan sahabatnya ini “Wae? Apa karena namja masa kecil itu ? sudah berapa namja yang menyatakan perasaannya padamu tetap kau tolak. Ketika sma pun kau begitu Jieun” Lanjut Jiyeon yang memang sudah berteman sejak sma dan sudah mengetahui sikap sahabatnya ini.

“Jangan bergurau Jiyeon-ah” Jieun hanya dapat mengelengkan kepalanya saja.

Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah berada di kelas ,Jiyeon membicarakan akan hal musik  dan Jieun menanggapi dengan seru. Kedua orang ini kalau membicarakan musik akan terasa sangat klop. Namun ketika mereka masih asik berbicara.

Tiba-tiba seseorang seolah berdiri tepat di depan mereka, Byun Baekhyun senior Jieun yang bermula dari sebuah ketidak sengajaan Jieun yang menumpahkan coklat hangat tepat di pakaiannya, bermula dari hal tersebutlah mereka selalu tidak akur apabila bertemu.

Kali ini namja tersebut berada di depan mereka, tidak tepatnya tertuju pada seorang Lee Jieun yang tengah menatapnya heran “Aku mencarimu” ujar Baekhyun membuat Jieun mengerutkan alisnya.

Namun tidak dengan Jiyeon yang cengengesan dan teman sekelas mereka menatap heran kearah Bakhyun “sepertinya aku harus pindah tempat” ujar Jiyeon namun dengan cepat Jieun menahan.

“Andhwaeyo, tetap disini” pinta Jieun membuat Jiyeon tidak bisa berkutik dengan keinginan temannya ini dan menatap heran namja di hadapannya ini “Wae? Kenapa kau mencariku?”

“Ada yang ingin ku katakan padamu” Jieun semakin mengerutkan alisnya dengan ucapan Baekhyun, begitu juga dengan Jiyeon yang menatap heran.

“Katakan saja”

“Disini?” pekik Baekhyun yang seolah tidak mempercayai ucapan Jieun tadi.

“Ne~ memangnya kau ini ingin berbicara apa? Ingin membuat keributan lagi?” terka Jieun menyelidik, namun dengan cepat Baekhyun menggelengkan kepalanya sukses membuat kedua yeoja ini heran.

“Baiklah aku akan mengatakannya disini” terlihat Baekhyun menarik nafasnya dan menghebuskannya kembali seolah kegelisahan merasukinya “Lee Jieun-ah Saranghayeo”

Mendengar hal itu Jieun dan Jiyeon membulatkan kedua mata mereka, terutama Jieun yang mengerutkan alisnya tidak percaya “Ne?” Jieun seolah memastikan ucapan Baekhyun tadi.

“LEE JIEUN-AH SARANGHAEYO” Teriak Baekhyun di dalam kelas membuat seisi kelas ini mendengarnya dan menatap kearah mereka.

DEG !

Mendengar hal tersebut membuat Jieun tidak dapat mempercayainya, namja yang sering meledekinya ini justru menyatakan perasaan padanya “ Omo Baekhyun hyung menyatakan perasaannya pada Jieun”

“Bukankah mereka tidak akur”

“Baekhyun ternyata menyukai Jieun”

Terdengar jelas oleh tiga orang ini banyak yang bergerutu akan diri mereka, namun hal tersebut tidak di hiraukan oleh Baekhyun.

“Bukankah kau membenciku dan sering meledikku” ujar Jieun yang angkat bicara, ucapan itu membuat Baekhyun tercengang.

“Aniyo, aku sama sekali tidak membencimu Jieun-ah, aku memang sering meledikimu. Tapi sebenarnya aku meledikimu, karena aku menyukaimu” jujur Baekhyun, Jieun tidak tahu harus berkata apa pada namja di hadapannya ini.

“kita lihat apakah baekhyun akan bernasib sama seperti namja yang lainnya?” bisik beberapa teman Jieun, namun sama sekali tidak di hiraukan olehnya.

Sedang Jiyeon menatap teman-teman mereka seolah memberi isyarat ‘JANGAN BANYAK BICARA’.

“Jieun-ah, aku ingin kau menjadi kekasihku” Terang Baekhyun membuat Jieun semakin bungkam, namun heran dengan namja di hadapannya kenapa bisa Baekhyun menyukainya “Jawab aku Jieun” lanjut Baekhyun meminta Jieun untuk menjawab atas pernyataan cintanya ini.

Jieun hanya menghelakan nafasnya dan tersenyum pada Baekhyun “Baekhyun sunbae, mianhaeyo aku tidak bisa menerimamu, mianhaeyo”

“Wae? Banyak namja yang menyatakan perasaannya padamu dan jawabanmu selalu seperti ini? Apa kau sudah mempunyai namjachingu?” Baekhyun memang penasaran dengan Jieun yang selalu berkata seperti itu apabila menolak seorang namja.

“Aniyo, hanya saja aku sedang menunggu cinta seseorang yang sudah ku tanam dalam ini” Jieun menunjuk kearah hatinya yang sudah terisi seseorang sejak lama “Mianhaeyo”

Baekhyun tidak dapat berkata apa-apa, dia berjalan lemas meninggalkan kelas ini dan Jieun benar-benar merasa sangat bersalah. Terlebih lagi dengan tatapan teman – temannya itu, tidak dengan Jiyeon yang mengerti maksud ucapan Jieun. Dia hanya merangkul Jieun dan berkata “kau hebat, kau sungguh setia pada namja itu. Sampai rela menolak para namja tampan yang menyukaimu”

****

Jieun yang tengah bersantai merebahkan tubuhnya di ranjang dan menatap langit kamarnya. Namun seketika bayangan masalalunya merasuki otaknya.

“Jieun-ah, sepatu tari ini kau bawa saja sebagai kenang-kenanganku padamu” seorang namja kecil memberikan pada yeoja mungil di hadapannya.

“Gomawo Taemin oppa”

Sekilas bayangan masalalu itu terlintas jelas di otak Jieun, mengingat akan perpisahan dengan namja kecil yang dulu membuat hari-harinya berubah dalam sekejap. Jieun langsung terarah pada lemari kamarnya ini dan beranjak pada lemari tersebut.

Dia tersenyum puas ketika membuka lemari tersebut dan terdapat sebuah sepatu berwarna putih bercorak coklat di depannya mempercantik pada sepatu tersebut. Di raihnya sepatu tersebut oleh Jieun dan kembali ke ranjangnya.

Jieun menatap lekat sepatu tersebut “Ya, bagaimana kabarmu sekarang Taemin-ah? Kapan kau akan melakukan konser itu?” Jieun berguman sendirian sambil menatap sepatu tersebut.

Beberapa tahun sudah berlalu, namun Jieun tidak pernah melupakan ucapan Taemin waktu itu karena baginya meski waktu singkat yang di lakukannya bersama Taemin itu memiliki kenangan yang sulit di lupakan olehnya.

Jieun mendapat kabar dari Jeju kalau saat ini Taemin berkuliah di London untuk melanjutkan menggapai cita-citanya menjadi seorang penari terkenal. Benar saja apa yang di ucapkannya di masa lampau itu, Jieun mendengar kalau Taemin sudah menjadi penari handal dan namanya di kenal orang banyak.

Jieun pun mendengar meski Taemin masih ada beberapa semester perkuliahan, namun Jieun tidak menyangka kalau Taemin sudah menjadi seorang penari yang sesungguhnya.

“Apa kau masih mengingat aku Taemin? ” Jieun terus memandangi sepatu tersebut, sudah lama semenjak 2002 beberapa tahun silam mereka sudah tidak pernah bertemu lagi. Jieun hanya mendapat kabar saja dari ayahnya yang memang masih melakukan bisnis dengan orangtua Taemin.

Menunggu itu yang mungkin Jieun akan lakukan, teringat ucapan Taemin dulu “Ne~ Kita bertemu lagi ketika aku menjadi penari terkenal.  Apa kau bisa menungguku Jieun?” kata itu terekam baik di otak Jieun dan membuat cukup sadar akan ucapan yang dulu sama sekali tidak di pahamnya.

“Kau merindukan Taemin? Jieun-ah” ujar ayahnya yang tiba-tiba sudah ada di ambang pintu dan membuat Jieun menatap kearah ayahnya.

“Appa” mendapati ucapan Jieun, ayahnya menghampiri anak semata wayangnya ini.

“Kau belum menjawab pertanyaanku tadi Jieun? Kau merindukan Taemin?” Jieun tidak menjawab ucapan ayahnya lagi, dia hanya diam saja “Ya, aku tahu kau merindukan namja itu” ledek ayahnya membuat Jieun tersenyum simpul.

“Apa kalian tidak berniat untuk bertemu lagi?” Jieun mengerutkan alisnya, heran kenapa ayahnya tiba-tiba berucap seperti ini.

“Mungkin tidak sekarang appa, dia memintaku menunggunya menjadi terkenal dan ketika dia mengadakan konser menarinya aku di suruh datang ” Jujur Jieun seolah mengingat masalalunya itu.

Ayahnya hanya tersenyum “Sudah seharunya kau datang Jieun-ah. Ini aku mendapat poster dan amplop ini” ayahnya memberikan sebuah selebaran poster besar dan satu amplop yang entah apa isi dari amplop tersebut.

“Ige mwoya?”

“Kau lihat saja sendiri” ayah Jieun langsung beranjak pergi meninggalkan anaknya ini.

Namun hal ini semakin membuat Jieun heran, terlebih lagi dia memandangi poster yang dan amplop tersebut. Perlahan Jieun membuka gulungan poster tersebut dan

THE FIRST CONCERT DANCER “LEE TAEMIN”

DEG !

Detak jantung Jieun seolah tercekat sekatika mendapati poster tersebut dan nama yang tertera jelas itu nama namja yang sangat di kenal olehnya.

“Konser? Taemin?” Jieun masih sulit percaya dan terus berulang kali membaca deretan tulisan yang tertera jelas pada poster tersebut dan Jieun pun membuka amplop yang di berikan ayahnya tadi.

TIKET CONCERT DANCER “LEE TAEMIN”

Kembali Jieun tercekat mendapati hal ini, sungguh hal yang sangat tidak dapat di percayainya. Namun bagaimanapun juga dia harus menerimanya, tanpa terasa Jieun tersenyum simpul memandangi satu tiket yang di pegangnya ini.

****

London 2013

Seorang namja tengah menggerakan tubuh, kaki dan tangan secara bersamaan membentu sebuah tarian indah yang tengah di gelutinya saat ini. Gerakan demi gerakan di cermatinya sesuai dengan iringan irama yang melantun merdunya di ruangan tari yang cukup mewah untuk sendirian dalam bernari.

Sesungguhnya dia masih tidak menyangka dalam kurun waktu hitungan hari dirinya akan mengadakan konser dalam menarinya ini. Hal yang sulit di percayanya, impiannya sejak kecil menjadi nyata. Sebenarnya dia sengaja mengambil kuliah seni tari di London, karena dia bisa menggapai cita-citanya.

Namun dia pun masih sulit percaya dirinya masih ada beberapa semester lagi yang harus di laksanakan, namun dalam jangka waktu singkat dimana dirinya dulu semester 2 dan tepat kelasnya mengadakan sebuah teather tari.

Sulit di percayai olehnya salah satu produser sangat tertarik dengan tariannya yang terkesan indah, mungkin ini keberuntungan untuknya. Di London ini namanya sudah sangat terkenal dan perfom yang di lakukannya selalu menuai positif dari penontonnya.

Namja ini terhenti seketika mendapati seorang namja menghampirinya “ Lee Taemin” seru namja itu membuat namja ini menghentikan aksi menarinya.

“Eoh? Mr.Choi ada apa?” keberuntungan lagi untuknya karena produser tersebut berasal dari korea dimana dirinya di lahirkan.

“aniyo, aku hanya ingin memberitahu. Lusa kita akan berangkat ke Seoul” mendangar ucapan itu Taemin membulatkan matanya.

“Lusa?”

“Ne, Wae? Apa terlalu cepat ?”

Taemin mengelengkan kepalanya “Aniyo, itu jauh lebih baik” entahlah dia cukup senang karena keberangkatannya ke Seoul di percepat.

“Tapi kau jangan terlalu senang dulu, kau tidak bisa bermain-main disana. Karena kita akan meminta setting panggung untukmu itu dan kau harus lebih banyak latihan agar konsermu sempurna” Taemin hanya terdiam mendengar ucapan Mr.Choi, ia cukup kecewa. Namun bagaimanapun juga dia harus banyak berlatih , selangkah lagi cita-citanya akan tergapai.

“Ya sudah aku hanya memberitahu itu saja, kau bisa berlatih lagi” Taemin hanya mengangguk mendengar ucapan Mr.Choi.

Ucapan Mr.Choi tadi benar-benar terekam jelas di telinga Taemin, sesaat dirinya yang memang lelah berlatih tadi membuatnya merebahkan diri di lantai mengatur nafasnya yang tidak menentu ini. Taemin memegang dadanya dan memejamkan matanya.

Bayangan masalalu kembali terekam di benaknya, dimana dulu dirinya meraih tangan seorang yeoja kecil dan manaruhnya tepat di dadanya ini. Bayangan tersebut benar jelas di benaknya dan tidak dapat di lupakannya.

Tanpa di sadari senyuman mengembang di diri Taemin “Jieun-ah apa kau akan datang ke konserku nanti? Apakah kau masih mengingatku?” gumamnya sendirian sambil menerawang atap ruangan tari ini.

****

“Taemin oppa saranghae” ujar seseorang yeoja berdarah blateran korea inggris ini tepat di depan Taemin yang memang asik dengan makananya.

“Mwo?” Taemin membulatkan kedua matanya sulit di percaya baginya.

“Aku menyukaimu oppa, saranghaeyo” ujarnya dengan lantang dan bagusnya hanya beberapa orang di kantin ini yang mengerti ucapan yeoja tersebut, serta seorang namja di samping Taemin yang memang mengerti ucapan yeoja tersebut.

Taemin hanya diam saja tidak tahu harus menjawab apa, karena ini sudah kesekiankali bagi dirinya ada seorang yeoja yang tiba-tiba menyatakan perasaan padanya.

“Heii, jangan diam saja jawab pertanyaannya” bisik namja di samping Taemin

“Tapi Minho, aku –“ Taemin menggantungkan kalimatnya seolah ingat sesuatu dan Minho sahabatnya ini seolah mengerti dengan ucapan yang menggantung tersebut.

“Arayo lakukan sesukamu Lee Taemin” ujar Minho membuat Taemin tersenyum sempurna.

“Alice mianhaeyo, aku tidak bisa menerimamu” ujar Taemin sesuai isi hatinya saat ini, meski alice hoobaenya ini cukup dekat dengannya hanya saja dia hanya menganggap yeoja ini seorang teman.

“Wae? Apa kau sudah mempunya yeojachingu?” mendengar hal itu Taemin mengelengkan kepalanya.

“Aniyo, di Negara lain sudah ada yeoja yang menungguku. Aku harus menepati janji padanya, mianhaeyo” ucapan yang halus keluar dari mulut Taemin, dia tidak ingin menyakiti para yeoja yang menyatakan perasaan padanya, maka dari itu dia memilih jujur akan hal tersebut pada para yeoja ini.

Yeoja yang bernama Alice itu hanya tersenyum mengerti dan berlalu meninggalkan dua namja ini. Sesaat Alice pergi, Minho menatap teman satu fakultasnya ini.

“Apa benar yeoja itu masih setia menunggu?” ujar Minho seolah tidak yakin.

“Molla, tapi hatiku berkata iya. Karena aku mempercayainya” ucapan Taemin membuat sahabatnya takjub dengan kata yang terlontar tadi.

“Daebak, aku rasa kalau ada nominasi pasangan setia. Aku akan memilih kalian kkk” ledek Minho membuat gelak tawa di sela makan mereka.

****

Seoul maret 2013

Hari ini adalah hari yang mungkin akan menjadi hari sejarah Taemin sepanjang hidupnya, mengadakan sebuah konser itu memang tidak mudah. Namun kali ini ia akan melaksanakan konser tersebut dengan beberapa rekan penari lainnya yang akan menyempurnakan konser tersebut.

Dia cukup gugup karena konser ini adalah konsernya bertajuk The First, ia terus menarik nafas dan mengeluarkannya kembali memberikan kerilexan tersendiri.

“Ya, Taemin-ah jangan tegang seperti itu. Eomma yakin kau bisa” ujar ibunya yang memberi semangat pada anaknya ini.

“Ibumu benar Taemin, selangkah lagi kau benar-benar akan mencapai cita-citamu itu” sambung ayahnya yang juga memberi semangat.

Taemin hanya tersenyum mendapati ucapan kedua orangtuanya itu dan teringat sesuatu “Appa , eomma. Apa kalian sudah memberi tiket pada Jieun?” mendapati ekpresi Taemin yang sedikit cemas akan hal tersebut mereka hanya tersenyum.

“Sudah Taemin, ayah Jieun sudah memberikan tempat duduk special di kursi pilihanmu itu padanya”ujar ibunya membuat Taemin sedikit tenang.

“Lalu Jisuk ahjjusi datang kan?” kembali kecemasan pada diri Taemin, namun tiba-tiba saja seorang namja paruh baya yang sekiranya baru sampai tempat ini menghampiri kearah Taemin.

“Bagaimana bisa aku tidak datang Taemin-ya” ujar namja paruh baya itu membuat senyuman Taemin mengembang.

“Jisuk ahjjusi, bogoshipo” Taemin langsung memeluk namja paruh baya itu.

“Nado bogoshipo Taemin” Jisuk ayah Jieun membalas pelukan Taemin “Tapi, ada yeoja yang sangat merindukanmu Taemin” ledek Jisuk membuat Taemin tersenyum simpul serta malu.

“Anakku sudah dewasa, sepertinya perasaannya semakin berkembang pada yeoja yang merindukannya itu Jisuk” timpal ayahnya membuat Taemin tidak bisa berkata apa-apa kecuali tersenyum dengan ledekan para orangtua ini.

“Eomma, appa, ahjjusi. Aku kesana sebentar” Taemin langsung pergi meninggalkan tiga orang ini menuju kearah panggung.

Dari balik tirai Taemin menatap satu persatu penonton yang kian lama kian banyak kehadirannya, namun Taemin tertuju pada sebuah kursi yang memang sudah di sediakannya untuk seseorang dan Taemin membulatkan matanya ketika seorang yeoja sekiranya baru datang serta duduk di kursi tersebut.

“Apa itu Jieun?” benak Taemin terarah pada yeoja tersebut, namun jarak yang cukup jauh membuatnya sulit melihat wajah yeoja itu, terlebih lagi banyak penonton yang mencari kursinya membuat yeoja tersebut tertutup dengan penonton yang melewatinya.

****

Jieun yang baru saja datang dan duduk tepat di kursi tengah, benar-benar tertuju tepat kearah panggung. Posisi yang benar-benar pas sekali.

Drrttt Drrttt

Sangat terasa oleh Jieun ponselnya berdering dan satu pesan singkat dan langsung di buka olehnya.

Ya, Lee Jieun Fighting~

Sebentar lagi kau akan bertemu namja pujaanmu :*

-Jiyeon-

Mendapati hal itu Jieun hanya tersenyum simpul “Apa-apaan dia memberi pesan singkat seperti ini” langsung Jieun menekan tombol replay.

Belum tentu dia mengingatku Jiyeon ;(

Tidak lamapun Jieun mendapat balasan dari Jiyeon

Dia pastii mengingatmu, aku yakin itu

Fighting ~ J -Jiyeon-

Jieun kembali tersenyum simpul mendapati pesan singkat Jiyeon yang menyemangatinya. Namun di rasakannya kembali ponselnya bergetar dan mendapati satu pesan singkat lagi.

“Yeoja ini memberi pesan singkat apalagi?” Jieun sedikit mengerutkan alisnya berpikiran Jiyeon lah yang memberi pesan singkat tersebut.

Jieun-ah, kau tidak masuk kuliah?

Apa karena untuk menemui namja itu?

Aku pun akan datang ke konser namja itu, hanya untuk melihatmu.

Aku  tahu kau duduk di paling tengah kan.

-08xxxxxxxx-

Jieun mengerutkan alisnya dengan pesan singkat tersebut , namun kembali ponselnya bordering menandakan satu pesan singkat lagi.

Walau kau sedang menanti seseorang.

Tapi aku tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu.

Aku Byun Baekhyun

-08xxxxxxxx-

Jieun terkecat seketika mendapati pesan singkat ini “Bagaimana bisa dia mendapatkan nomor ponselku?” pekik Jieun, namun dia semakin sadar

dengan kata- kata pesan singkat tersebut dan membuatnya menengadah kesegala arah memastikan seorang Baekhyun yang pikirnya ada di dekatnya.

Karena memang akhir-akhir ini Jieun merasakan ada anak mata yang tengah memperhatikannya, namun Jieun yang cuek tidak menghiraukannya. Lagi-lagi Jieun mengelengkan kepalanya “Aniyo, ini pasti dari orang tidak jelas. Tidak mungkin Baekhyun mengirim pesan singkat ini” Jieun terus bergerutu.

“Annyeonghaseyo” terdengar jelas oleh Jieun dua orang Mc sudah berada di atas panggung memberikan sebuah salam angat dengan di mulainya acara ini.

Mc tersebut berbicara mengenai akan konser ini dan membicarakan seorang Taemin yang mempunyai hobbi menari. “Karena ini The First concert, kami akan menampilkan sebuah VCR perkembangan seorang Lee Taemin”

“HUWAAAAA LEE TAEMIN AAAAAAAAAAAAAAA”

Teriakan menggema di gedung ini membuat Jieun takjub dengan fans yang di miliki Taemin, sungguh terlihat jelas oleh Jieun kalau mereka sudah menjadi fans fanatic seorang Lee Taemin. Sebuah video VCR di tayangkan membuat keadaan semakin memanas dengan teriakan fans “TAEMINNNNNNNNN”

Jieun sedikit menutup telinganya menadpati hal ini, namun dia tertuju pada VCR itu. Sebuah foto Taemin dari kecil terpampang jelas di VCR tersebut dan Jieun tercekat mendapati foto Taemin yang berumur 10 tahun.

Deretan foto dan beberapa video ketika Taemin kecil hingga dewasa saat ini. Jieun hanya tersenyum mendapati seorang Lee Taemin yang sudah menginjak dewasa sama sepertinya.

“Kau terlihat tampan Taemin-ah” gumam Jieun pelan memandang sebuah foto tampan Taemin dan teriakan semakin menggema.

Tepat di akhir VCR terdapat sebuah foto Taemin kecil tengah merangkul yeoja kecil di sampingnya sambil tersenyum riang, seketika itu Jieun terdiam memandangi foto tersebut.

“AAAAAAAAAAAAAAA” namun teriakan membuat Jieun tersadar, foto Taemin kecil bersama seorang yeoja kecil itu. Jieun sangat mengingatnya, yeoja kecil yang tidak lain tidak bukan adalah dirinya. Membuatnya teringat foto tersebut di ambil ketika perpisahan mereka.

“Babo, kenapa kau menyelipkan foto itu di VCR mu” kembali Jieun bergumam , namun lampu ini semakin gelap ketika VCR sudah selesai di tayangkan, seketika lampu sorot tertuju pada tengah panggung dan

DUARRRR

Kembang api menyala sekaligus Taemin yang keluar begitu saja dari bawah panggung membuat teriakan semakin menggema . Tepat Taemin tengah berdiri di atas panggung dan music sudah menggema di gedung ini tepat saat itu Taemin menggerakan tubuhnya membentuk tarian indah.

Teriakan terus menggema ketika gerakan lihai Taemin membuat semua seolah terhipnotis kagum dengan tarian Taemin. Jieun yang memandang hal ini benar takjub dengan apa yang di lakukan Taemin “Kau terlihat keren Taemin”

Sedang Taemin yang menggerakan tubuhnya membentuk tarian, matanya sedikit tidak focus, dia melirik kearah kursi dimana Jieun tengah memandangnya. Dia cukup jelas mendapati seorang yeoja yang duduk di kursi tersebut, namun lampu yang hanya di terangi dengan lighstick dan beberapa penerang karena konsep konser memang seperti itu membuat Taemin sulit melihat jelas wajah Jieun.

Namun itu tidak di hiraukan Taemin, karena dia tahu Jieun tengah melihatnya saat ini “Aku akan menunjukkan hal yang terbaik padamu Jieun” dan seketika itu Taemin semakin lihai dengan gerakan tari.

-3jam kemudian-

Tidak terasa konser yang bertajuk The First Concert Dancer Lee Taemin ini sudah hampir di penghujung acara.. mereka terus berdecak kagum dengan deretan acara yang ada di konser ini, beberapa tarian yang bertajuk drama di tampilkan di konser ini.

Taemin pun memberikan koreografi tarian ciptaannya sendiri di konser ini membuat seisi berdecak kagum dan kali ini sesi ending dari acara konser . dimana Taemin berdiri tegap dan berbicara pada seisi yang tengah menontonnya.

“Terima kasih untuk semuanya, aku benar-benar tidak menyangka impianku terkabulkan. Berkat dukungan kalian mimpi ini terkabulkan, Terima kasih untuk appa, eomma kalian orangtua terbaik yang penah kumiliki. Jisuk ahjjusi terima kasih atas dukungannya, Mr.Choi dan teman –teman lainnya terima kasih”

Mendengar hal itu teriakan pun menggema, Jieun pun yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum saja mendengar nama ayahnya yang di sebutkan oleh Taemin. Namun dia pun berpikir apa Taemin melupakannya, sudahlah itu tidak di hiraukan olehnya.

“Aku pun ingin berterima kasih untuk seorang yeoja. Dulu aku berjanji padanya untuk menungguku dan  kalau aku menggelar konser aku ingin dia datang kesini. Mungkin dia pun sedang melihatku di panggung ini, kau lihat aku menepati janjiku ini. Gomawoyo Lee Jieun sudah mau menungguku”

“AAAAAAAAAAAAAA”

Teriakan semakin menggema di gedung ini ucapan Taemin sungguh dewasa dan terdengar sangat manis. Membuat hati penggemarnya bergetar mendengar ucapannya itu.

Sedang Jieun yang mendengar hal tersebut, dia diam membeku namanya di sebut sungguh dia tidak menyangka Taemin akan berkata seperti itu di atas panggung. Hal yang membuat Jieun sangat terharu dan tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja.

******

Taemin tersenyum puas mendapati apa yang sudah di lakukannya tadi “Lee Taemin daebak. Pertunjukkan yang sangat sempurna” puji Mr.Choi membuat Taemin tersenyum puas.

“Gomawo berkat kau juga Mr.Choi”

“Tidak. Ini semua adalah kerja kerasmu dan usahamu. Aku benar bangga padamu” Taemin kembali tersenyum “Aku kesana dulu ya, ada beberapa produser yang menanyaimu. Sepertinya mereka pun benar kagum padamu”

“Ne~” sesaat itu Mr.Choi berlalu, Taemin terduduk santai di backstage ini. Mengingat konser yang baru beberapa lalu selesai membuatnya tersenyum puas, namun dia teringat akan Jieun.

“Apa kau tidak berniat menemuiku Jieun” gumamnya pelan merasakan sebuah kekecewaan.

Beberapa orang yang baru datang ke backstage dan meninggalkan backstage hanya untuk memberikan selamat pada Taemin, sambil memandangi dirinya di cermin Taemin sibuk membersihkan sedikit make up tipisnya ini.

“Taemin-ah” tiba-tiba seorang staff mengagetkannya dan membuat Taemin terarah padanya “Sepupuku sangat menyukaimu, bisa kau tanda tangan di sini?” staff tersebut memberikan sebuah kertas putih , sedang Taemin yang menerima hal ini tersenyum kecil.

“Ne, siapa nama sepupumu?” sambil tersenyum manis Taemin berucap

“Sung Yongrim” tanpa mengucapkan kata-kata apapun dengan sempurna Taemin menandatangani kertas putih tersebut.

“Taemin, keponakanku pun menyukaimu. Aku ingin meminta tanda tanganmu” seru beberapa staff yang meminta tanda tangan Taemin membuat Taemin bingung, namun bagaimanapun juga dia harus memberikan tanda tangan ini.

“Taemin aku juga ya, tanda tangan disini saja” salah satu staff namja meminta Taemin untuk menandatangani pakaiannya.

Tinggal satu orang Taemin menandatangi sebuah kertas yang di berikan staff, namun setelah staff itu sudah mendapatkan tanda tangan Taemin. Seseorang berdiri di hadapan Taemin dan menyodorkan sebuah buku kecil seolah mengisyaratkan agar Taemin menandatanganinya.

Tanpa melihat orang tersebut Taemin tersenyum dan berkata “Siapa namamu?”

“Lee Jieun, naneun Lee Jieun imnida” mendengar nama tersebut sontak Taemin terdiam seketika dan perlahan dia terarah pada orang di hadapannya.

Terlihat jelas oleh Taemin seorang yeoja cantik mengenakan dress berwarna biru dan rambut panjang curly di biarkannya tergerai indah. Taemin tidak dapat berkata apa-apa dengan penglihatannya kali ini, orang yang bertahun-tahun yang sudah lama tidak dilihatnya sekarang sudah berada di hadapannya.

“Bisa kau menandatangani sepatu ini juga” terlihat jelas oleh Taemin, yeoja itu menunjukkan sebuah sepatu tari yang sangat dia kenal dan semakin membuat Taemin percaya kalau dia yeoja yang selama ini ingin di temui.

Ya, yeoja yang ada di hadapannya adalah Lee Jieun. Taemin hanya dapat menatap lekat sepatu tersebut dan terarah pada wajah cantik Jieun, sesaat Taemin mengembangkan sebuah senyuman “Sayangnya sepatu itu jauh lebih indah apabila tidak ada tanda tanganku” gurau Taemin membuat senyuman mengembang di bibir Jieun.

“Ya, Lee Taemin. Apa kau masih mengingatku?” Ujar Jieun sedikit meninju kearah dada Taemin, namun Taemin hanya tersenyum dan berdiri tepat di depan Jieun.

“Bagaimana bisa aku melupakanmu Jieun-ya” ujar Taemin menatap bola mata Jieun, seketika itu mereka sadar apa yang mereka lakukan adalah bertatapan satu sama lain, sontak keduanya seolah mengalihkan pandangan mereka dan menggaruk kepala mereka yang tidak gatal.

Sungguh entah kenapa mereka merasakan sebuah aura yang berbeda, suasana yang belum mereka rasakan sebelumnya. Keadaan kikuk seolah merasuki diri mereka, sulit di pahami namun di rasakan oleh mereka.

“Chukaeyo Taemin-ah” Jieun seolah mencairkan suasana kikuk tadi.

“Gomawo, aku kira kau tidak akan datang Jieun” medengar hal itu Jieun mengelengkan kepalanya.

“Kau sudah menepati janjimu untuk menjadi penari terkenal dan aku pun harus menepati janjiku untuk datang ke konsermu ini” Jelas Jieun, senyuman mengembang dari diri mereka dan kembali mereka melempar tatapan bahagianya satu sama lain.

Krekkk

Tiba-tiba pintu ruangan ini terbuka dan tiga orang paruh baya memasuki ruangan ini. Tiga orang paruh baya yang sangat mereka kenal.

“Eomma, appa. Ahjjusi “ujar Taemin

“Appa, ahjjuma, ahjjusi” ujar Jieun

Secara bersamaan mereka mengucapkan kalimat tersebut membuat tiga orang paruh baya ini tersenyum satu sama lain, sedang Jieun dan Taemin menggaruk kepala mereka yang tidak gatal.

“Kalian benar-benar kompak” ujar ibu Taemin, mendengar hal itu mereka hanya tersenyum.

“Taemin-ah chukae, penampilan sempurna daebak” Jisuk ayah Jieun memberi selamat pada Taemin sambil menepuk punggungnya.

“Aku semakin bangga padamu Taemin, kau anak terbaikku” puji ayahnya yang juga menepuk punggung Taemin.

“Dan ucapanmu tadi di panggung membuatku terharu, Chukae chagi” ibu Taemin langsung memeluk anaknya ini .

“Gomawoyo, jeongmal gomawo. Berkat kalian aku menjadi seperti ini”

Mereka yang ada di ruangan ini hanya melempar senyum satu sama lain, mereka benar-benar kagum dengan Taemin yang sudah menggapai impiannya.

-30 menit kemudian-

Di dalam ruangan ini mereka masih saja berbincang, mengenai konser Taemin tadi. Mereka pun membicarakan masalalu Taemin dan Jieun ketika kecil dulu. Entah kenapa mendengar hal itu sontak Jieun dan Taemin saling bertatapan, melempar senyum satu sama lain.

Taemin pun bercerita sedikit mengenai dalam berlatih keras di inggris, begitu juga dengan Jieun yang berbicara akan kerinduannya pada ayah dan ibu Taemin ini. Jieun memang dekat dengan ibu Taemin membuatnya selalu berada di dekat yeoja tersebut dan sesekali memeluknya. Karena Jieun pun sudah lama tidak bertemu dengan ayah dan ibu Taemin.

“Ahjjusi sepertinya Jieun jauh lebih banyak bicara di banding dulu” ujar Taemin yang memang sedari tadi memeperhatikan Jieun berbicara.

“Kau benar Taemin, dia jauh lebih banyak dari dulu” ayah Jieun membenarkan ucapan Taemin, sedang Jieun yang medengar hal ini mengerucutkan bibirnya.

“Apa dia sangat cerewet?” pertanyaan Taemin mengundang tawa di ruangan ini karena mereka tahu ucapan Taemin adalah gurauan untuk meledeki Jieun yang terlihat mengerucutkan bibirnya saja sedari tadi.

“dan dugaanmu memang benar Taemin” ujar ayah Jieun kembali membenarkan ucapan Taemin, saat itu juga Jieun menatap tajam ayahnya dan Taemin.

“Aniyo. Appa, Taemin hentikan” ujar Jieun kembali mengerucutkan bibirnya dengan lucu, hal ini justru mengundang tawa di ruangan ini.

Memang tidak banyak yang mereka bicarakan karena selebihnya tiga orangtua ini membicarakan bisnis mereka, membuat Taemin dan Jieun hanya diam membeku mendengar cerita orangtua ini. Sesekali mereka melempar senyuman satu sama lain, kenapa aura canggung merasuki mereka.

Tiba-tiba seseorang Mr.Choi datang dan mengajak Taemin untuk bericara dengan beberapa produser di ruangan lain.

Hal ini membuat Jieun menunggu karena waktu sudah malam, ayah Jieun pun mengajak Jieun pulang dan berpamitan pada orangtua Taemin.

Selang satu jam kepulangan Jieun, Taemin kembali memasuki ruangan backstage tersebut dan mendapati hanya ada orangtuanya yang tengah menunggunya.

“Eomma, appa. Jieun dan ahjjusi kemana?”

“Mereka pulang, kau terlalu lama. Lagi pula ini sudah terlalu larut untuk Jieun”

Mendengar penjelasan orangtuanya Taemin hanya tersenyum simpul seolah kekecewaan merasuki dirinya. Mendapati wajah kecewa Taemin, orangtuanya hanya tersenyum saja.

“ini untukmu” ayahnya memberikan sebuah tiket pada Taemin, Taemin mengerutkan alisnya mendapati tiket tersebut yang tertera jelas Seoul – Jeju.

“Kalian memintaku untuk pulang?”

“Sudah seharusnya kau ke Jeju, apa kau tidak merindukan tempat kelahiranmu itu”mendengar ucapan ayahnya Taemin hanya dapat diam saja, bagaimana bisa orangtuanya meminta dirinya kembali ke Jeju sedang dirinya ingin masih berada di Seoul, setidaknya dia bisa menikmati kota seoul bersama Jieun.

“Keunde—“ sungguh Taemin sangat berat untuk meninggalkan Seoul “Aku masih ingin di Seoul  appa, eomma”

“tidak ada tapi-tapian, malam ini juga kami akan kembali ke Jeju dan kami akan menantimu disana. Arayo” setelah mengucapkan kalimat itu orangtua Taemin berlalu meninggalkan anaknya ini.

Sedang Taemin hanya diam membeku di ruangan ini, bagaimana orangtuanya secepat ini menyuruhnya ke jeju? Apa mereka tidak paham perasaan anaknya ini? Padahal ia ingin mengajak Jieun berpergian ? dia hanya dapat menghelakan nafas beratnya dan menuruti ucapan ayahnya.

****

Jieun berlari dengan tergesa-gesa di bandara, Jieun sedikit melihat layar pemberitahuan “Aiissh Seoul-Jeju 5 menit lagi keberangkatan. Sial”

Pagi tadi ketika Jieun terbangun dari tidur dirinya di buat kaget oleh ayahnya yang menulis pesan memo di kamarnya.

Jieun-ah

Appa saat ini appa ada di jeju.

Kau harus menyusulku ke jeju , tiket sudah appa belikan dan sebaiknya kau segera bangun. Karena sepertinya kau akan tertinggal pesawat apabila tidak cepat bangun.

Sampai ketemu di jeju Jieun-ah.

Jieun benar-benar di buat kaget dengan memo kecil itu, dia memang menemukan satu tiket keberangkatan pulau jeju. Namun keberangkatannya itu pukul 09.00, sedang dia baru terbangun 08.30. hal inilah yang membuat Jieun tergesa-gesa ke bandara dalam waktu 30 menit.

Sulit di percaya kenapa ayahnya membeli tiket keberangkatan sepagi itu, membuatnya asal mengepak pakaian dan bagusnya masih ada waktu 5 menit keberangkatan Seoul-jeju. Jieun berlari kecil agar dia tidak tertinggal pesawat, tepat di depan pintu pesawat Jieun berhenti dan memberikan tiket tersebut pada pramugari yang berdiri tepat di pintu.

Cukup lega rasanya sekarang ia sudah berada di pesawat, ia melihat pada tiket yang di pegangnya dan mencari tempat duduknya. Tepat di deretan tengah terdapat dua kursi,namun di sadari oleh Jieun sudah ada seseorang namja yang menghadap kearah jendela terduduk di kursi tersebut.

“Huh” dengan cuek Jieun terduduk di kursi tersebut, tepat di samping namja yang entah sibuk dengan dunianya sendiri menghadap kearah jendela “Aiissh bagaimana bisa appa membelikan tiket sepagi ini, sudah tahu semalam aku pulang larut dan pasti bangun akan siang. Arrrgggttt” Jieun terus begerutu tidak jelas, namun….

“Jieun-ah, Lee Jieun?” ujar seseorang di sampingnya yang seolah mengenal dirinya, sontak Jieun terarah pada orang di sampingnya yang memanggil namanya tadi dan

“Taemin-ah , neo?” Jieun menunjuk pada namja yang memang satu kursi dengannya ini, betapa kaget dirinya mendapati Taemin namja yang sedari tadi tengah menghadap kearah jendela . begitu juga dengan Taemin baru tersadar ketika Jieun bergerutu dan memastikan jelas kalau itu Jieun seraya memanggilnya.

“Kau, bagiamana bisa ada disini?” ujar mereka bersamaan dan menunjuk satu sama lain membuat senyuman mengembang dari bibir mereka.

“Biar kau duluan” ujar Jieun memberi kesempatan Taemin bericara, namun Taemin mengelengkan kepalanya.

“Tidak, biar kau duluan” ujar Taemin

“Aniyo, kau duluan” kembali mereka tertawa kecil mendapati perseturu kecil ini dan akhirnya Taemin mengalah untuk angkat bicara duluan.

“Eomma dan appaku memintaku untuk kembali ke jeju hari ini, lalu kau?” Tanya Taemin

“Appaku sudah ada di jeju dan dia memintaku untuk menyusulnya” terang Jieun

Mendapati pernyataan satu sama lain mereka saling mengerutkan alisnya dan tersenyum “Jeju” secara bersamaan mereka mengucapkan kata itu dan gelak tawa terlontar begitu saja.

“Sepertinya aku mengerti, ini ulah mereka” ujar Taemin membuat Jieun mengerutkan alisnya.

“Maksudmu?” Taemin hanya mengelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Jieun, dia tersenyum puas membuat Jieun sulit mengerti maksud senyuman Taemin itu. Namun Taemin sadar akan maksud yang di lakukan orangtua mereka.

####

Jieun dan Taemin baru saja keluar dari pesawat dan sekarang mereka menuju keluar bandara. Karena mereka tahu sudah ada yang menjemput mereka di bandara. Benar saja terlihat jelas oleh Taemin seorang namja paruh baya yang dulu sering mengatarkan Taemin kesekolah tengah berdiri di depan mobil.

“Taemin-ah” seru namja itu membuat Taemin tersenyum riang

“Jung ahjjusi bogoshipoyo” seru Taemin yang langsung memeluk ahjjusi .

“Nado bogoshipoyo” ahjjusi ini membalas pelukan Taemin, namun matanya melirik kearah Jieun yang beridiri di belakang Taemin “Aku mengenalmu, kau pasti Jieun kan? Kau masih ingat aku kah?” ujar Jung ahjjusi melepaskan pelukan Taemin dan terarah pada Jieun.

Jieun hanya tersenyum dan memeluk Jung ahjjusi “Tentu saja aku mengingatmu ahjjusi, bogoshipoyo” ya, dulu ketika Jieun berada di Jeju Jung ahjjusi yang selalu mengantar untuk bermain besama Taemin ketika mereka menginginkan berkeliling Jeju.

“Nado , sudah berapa tahun aku tidak melihatmu Jieun dan kau tumbuh sangat cantik” ujar Jung ahjjusi melepaskan pelukannya dan Jieun hanya tersenyum saja.

“Ya, ahjjusi jangan berusaha menggoda Jieun” ujar Taemin yang menyadari hal tersebut, namun di balas kekehan oleh Jung ahjjusi.

“Sepertinya ada yang cemburu” ledek Jung ahjjusi membuat Taemin membulatkan matanya.

“Aiissh siapa yang cemburu” bantah Taemin

Jung ahjjusi hanya tersenyum dan memasukan koper milik kedua remaja ini kedalam mobil. Seketika itu Jung ahjjusi menyuruh keduanya masuk, namun Taemin hanya diam saja.

“Jung ahjjusi, bisa kau pulang naik taksi? Aku ingin menghirup udara segar di jeju, aku sangat merindukan tempat ini” Ujar Taemin dengan nada memohon, namun sukses membuat Jieun membulatkan matanya.

“Ya, bagaimana bisa kau menyuruh Jung ahjjusi untuk naik taksi?” ucapan Jieun tidak di perdulikan Taemin, karena Jung ahjjusi tersenyum mengerti maksud permintaan Taemin ini.

“Pergilah, nanti aku akan bilang pada orangtua kalian.kalau kalian mencari udara segar” sambil menyerahkan kunci mobil Jung ahjjusi berkata seperti itu.

“Gomawo, Jieun kajja” tanpa pikir panjang Taemin mendorong Jieun untuk memasuki mobilnya dan sebelum masuk kedalam mobil Taemin tersenyum terima kasih pada Jung ahjjusi, saat itu pun Taemin melajukan mobil tersebut meninggalkan bandara.

Selama perjalanan tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka, namun Jieun menatap heran namja di sampingnya yang tengah fokus menyetir.

“Ya, sebenarnya kita mau kemana?” ujar Jieun yang memulai pembicaraan, Taemin terlihat tersenyum manis pada Jieun.

“Aku merindukan tempat ini Jieun, hanya sebentar saja menghirup udara segar Jeju. Lagi pula besok wisata yang sesungguhnyalah baru akan di mulai”

Mendengar ucapan Taemin, Jieun mengerutkan alisnya “Maksudmu?” Taemin tidak menjawab, tiba-tiba dia menghentikan lajunya tepat berhenti si sebuah taman penuh dengan bunga berwarna kuning dan sangat indah.

Taemin tersenyum riang mendapati pemandangan indah ini “Ayo kita turun” Ujar Taemin yang membuka pintunya untuk turun, sedang Jieun hanya menurut saja.

“Kajja” Taemin langsung menarik tangan Jieun untuk memasuki kitaran bunga indah di sekelilingnya.. sesaat di tengah hamparan bunga indah ini Taemin menghentikan langkahnya dan merentangkan tangannya “Hirup udara ini , sangat segar sekali Jieun”

Mendapati hal itu Jieun pun menurutinya dan memejamkan matanya menikmati terpaan angin lembut di pipi mulusnya “kau benar Taemin”

Tidak lama mereka menghirup udara segar, mereka pun menuju ujung dari kitaran bunga ini dan  tepat di ujung mereka mendapati pemandangan indah dari pulau jeju ini. Sambil menikmati pemandangan tersebut Jieun dan Taemin terduduk di rerumputan.

Mata mereka terus mengitari alam semesta ini, sungguh elok dan indah di pandang tak bosan mereka melihat hal ini.

“Ya, kau tidak pernah membawaku ke tempat ini?” ujar Jieun yang baru pertama kali ke tempat ini, Taemin hanya tersenyum.

“Waktu itu belum saatnya aku memberitahu kau tempat ini, tadinya juga aku akan mengajakmu kesini besok. Tapi aku tidak kuat untuk melupakan tempat ini, mianhae” Jieun mengelengkan kepalanya.

“Ghwencana, aku senang sekarang kau membawaku kesini. Sungguh tempat yang sangat indah. Gomawo”

“Memang ini memang sangat indah, sama sepertimu Jieun” sedari tadi Taemin memandangi wajah mulus Jieun.

Sedang Jieun yang mendengar hal tersebut mengerucutkan bibirnya “Ya, kau pikir aku masih Jieun yang dulu, Jieun yang polos akan gombalanmu tadi” Jieun mejulurkan lidahnya pada Taemin.

Taemin hanya dapat tersenyum melihat tingkah Jieun yang benar-benar baginya sangat berubah dari Jieun yang dulu. Padahal dirinya memang benar tulus untuk memuji Jieun, tapi dia tidak menghiraukan. Taemin terus memandangi Jieun yang tersenyum puas melihat pemandangan sekitar ini dan beberapa kali senyuman mengembang dari bibir mungil Jieun.

Yeoja ini yeoja yang sangat ingin di temuinya setelah beberapa tahun silam, sungguh Taemin merindukan senyuman manis Jieun. Senyuman yang dulu pernah diberikan untuknya walau tidak banyak kata yang keluar dari mulut Jieun di masalalu.

“Taemin-ah, bagaimana di London? Sudah berapa banyak yeoja yang kau pacari?” ujar Jieun tiba-tiba cukup membuat Taemin kaget dengan pertanyaan tersebut, namun sepertinya ia mengerti arah pembicaraan Jieun.

“Obsseo” Jieun sontak membulatkan matanya mendengar ucapan Taemin ini.

“Obsseo? Jinjayo?”

Taemin mengangguk mantap “Jinja, keunde—“ Taemin menggantungkan keliamatnya membuat Jieun penasaran.

“Wae?”

“Ada banyak yeoja yang menyatakan perasaannya padaku dan memintaku untuk menjadi kekasihnya” ujar Taemin yang sengaja berkata seperti itu, karena ia ingin tahu apa reaksi Jieun ketika dia mengungkapkan kalimat tersebut.

Jieun sontak diam seketika mendengar ucapan Taemin, entah kenapa hatinya tercekat menerima kenyataan kalau namja tampan di sampingnya memang popular di kalangan para yeoja “Sudah ku duga akan seperti itu, lagi pula kau penari terkenal dan wajahmu pun tampan. Tidak jarang para yeoja akan mengangumimu Taemin-ah” ujar Jieun sambil menatap lurus kearah depan.

Mendepati hal itu Taemin hanya tersenyum “Heii, kau sedang menggodaku? Mengatakan aku tampan?” ledek Taemin menyenggol lengan Jieun.

“Aniyo, aku berkata sejujurnya. Kau tampan dan banyak yeoja yang pasti mendekatimu tentunya ingin menjadi kekasihmu” ujar Jieun dengan sirat wajah yang sulit di artikan, tapi Taemin paham betul dengan mimik wajah Jieun saat ini.

“Wae? Apa kau cemburu pada yeoja-yeoja itu?” ledek Taemin membuat Jieun membulatkan matanya.

“Ani” Jieun kembali menatap lurus pemandangan di hadapannya, namun Taemin mengerti benar ucapan ‘ani’ itu seolah tidak sesungguhnya di hati Jieun.

Drrtt drrrttt

Di rasakan oleh Jieun ponselnya bedering dan mendapati satu pesan singkat.

Liburan ini kau kemana Jieun?

Aku tadi ke rumahmu, tapi rumahmu telihat sepi sekali.

Apa kau sedang pergi? Padahal tadinya aku ingin mengajakmu ke lotte world.

-Byun Baekhyun-

Jieun diam seketika memandang pesan singkat tersebut, dia benar-benar heran pada seorang Byun Baekhyun. Ada apa dengan orang ini sebenarnya? Kenapa dia seolah berubah 180 derajat dari apa yang dulu di kenal Jieun. Tanpa ragu Jieun membalas pesan singkat tersebut ingin tahu jawaban apa yang akan di balas Baekhyun.

Sunbaenim, sebenarnya kau ini kenapa?
Belum lama Jieun membalas, ternyata dengan cepat juga balasan dari Baekhyun sudah masuk.
Aku ingin meraihmu Lee Jieun

-Byun Baekhyun-

Balasan yang klise ini membuat Jieun mengerutkan alisnya tidak mengerti, namun sedari tadi Taemin yang memperhatikan Jieun seolah penasaran “Nuguya? Apa kekasihmu yang memberi pesan singkat?”

Jieun mengelengkan kepalanya “Bukan, dia seniorku. Dulu aku dan dia benar tidak akur, karena dia sering meledekku membuat kita sering beradu mulut. Tapi tiba-tiba dia menyatakan perasaannya padaku dan akhir-akhir ini dia memberikan pesan singkat seperti ini padaku”

Entahlah Jieun ingin berkata jujur pada Taemin, dia memberikan ponselnya agar Taemin melihat deretan pesan singkat yang di kirimkan oleh Baekhyun. Sektika itu Jieun merasakan mimik wajah Taemin seolah berubah ketika membaca pesan singkat itu.

“Aku sama sekali tidak mengerti maksud dia, padahal aku sudah menolaknya. Tapi kenapa dia bertindak seperti itu” Ujar Jieun yang memang tidak paham akan tingkah seniornya tersebut.

Disisi lain Taemin hanya tersenyum “Dia benar-benar menyukaimu Jieun-ah, Kenapa menolaknya?” senyuman Taemin sangat kentara sekali seperti senyum memaksakan membuat Jieun mengerutkan alisnya.

“Ani.. karena aku sedang menunggu seseorang” jelas Jieun membuat Taemin menatap yeoja satu ini, entah kenapa dia merasa senang mendengar ucapan Jieun tadi seolah dirinya mengerti maksud ucapan yeoja ini.

Dance moichido Once

heta demo kamawa nai kara ne

You can do your dance

misete yo Once

waraware te mo daijobu

Beautiful Dancer

Terdengar jelas oleh Taemin ponselnya berbunyi dan ia cukup kaget karena ibunya yang menelpon. Dia menekan tombol berwarna hijau secara langsung pun ia loudspeaker agar Jieun pun mendengarnya. Namun ….

“YAK ! KALIAN DIMANA? SEGERA KERUMAH, JANGAN MEMBUAT ORANGTUA KHAWATIR” sepertinya Taemin salah untuk meloudspeaker, karena teriakan menggema membuat keduanya terkaget. Namun sesaat tersenyum satu sama lain dan saat itu juga Taemin menarik tangan Jieun setengah berlari meninggalkan tempat ini.

****

Pagi yang cerah membuat Jieun mengembangkan senyumannya, menatap pemandangan indah jeju di pagi tepat di jendela kamarnya. Di rasakan oleh Jieun ada anak mata yang tengah memandanginya dari arah Pintu.

“Eoh? Taemin” pekik Jieun ketika menyadari kalau seseorang di ambang pintu adalah Taemin.

“sepertinya kau sangat menikmati pagi ini Jieun” ujar Taemin yang menghampiri Jieun

“Tentu saja, aku merindukan tempat ini”

Jieun terus memandang lurus bukit yang terlihat jelas dari jendela kamarnya ini.

“Jieun, hari ini kau mau ikut denganku?” Jieun mengerutkan alisnya mendengar petanyaan Taemin.

“Oddie?”

“Nanti juga kau tahu, bersiap-siaplah. Aku akan menunggumu di bawah oke” tanpa menunggu jawaban Jieun, Taemin sudah meninggalkan kamar ini namun sukses membuat Jieun membulatkan matanya.

“Apa-apaan dia, aku belum menjawab sekarang aku di suruh rapi-rapi” Jieun mengelengkan kepalanya, seraya beranjak untuk mengganti pakaiannya.

#######

Sesuai dengan ucapan Taemin tadi sekarang mereka berdua tengah berada di jalan, entah kemana tujuan yang akan mereka datangi. Karena memang Jieun tidak tahu apa rencana Taemin kali ini.

“Kita mau kemana?”

“Berkeliling jeju, bukankah kau belum tahu banyak tempat-tempat indah di pulau Jeju ini?” mendengar ucapan Taemin, Jieun hanya tersenyum entah kenapa dia merasa senang mendengarnya.

“Sepertinya aku setuju dengan rencanamu kali ini.. Tunjukan aku tempat yang indah di pulau jeju ini” Jieun menyetujui ucapan Taemin tadi.

“Tentunya” sambil tersenyum Taemin mengucapkan kalimat tersebut.

Sambil menikmati perjalanan berkeliling Jeju, Jieun sengaja membuka jendela mobil dan merasakan kesegaran udara di jeju ini.. Tempat yang benar-benar sempurna bagi Jieun adalah pulau Jeju ini, penuh dengan ragam keindahan tersendiri .

Taemin pun sama seperti Jieun, sambil menyetir membuka jendela mobilnya menikmati kesejukan udara pulau Jeju. Tidak lama mereka sampai di sebuah tempat, tempat yang belum pernah di ketahui oleh Jieun.

Tempat seperti lapangan dan membuat Jieun bingung sebuah helicopter tepat di tengah lapangan, dia melirik kearah Taemin yang tersenyum puas melihat hal ini.

“Ya, Jangan bilang kita akan menaiki helicopter itu?” tatap curiga Jieun pada namja di sampingnya ini, namun yang di ajak bicara tidak menjawab ia malah menarik tangan Jieun untuk mendekati helicopter tersebut.

“Tn. Lee Taemin seperti pesananmu. Kami sudah menyediakan helicopter ini. Naiklah” ujar seseorang namja yang seperti pemandu.

Benar saja kan dugaan Jieun, saat itu juga ia menatap Taemin tajam namun Taemin hanya tersenyum saja “Kau tidak takut ketinggian kan? Karena kau akan melihat hal yang indah” Taemin langsung mendorong Jieun untuk memasuki helicopter tersebut.

Tidak lama helicopter ini bergerak untuk mencapai sebuah ketinggian, tapi di sisi lain Jieun masih di buat bingung dengan tindakan Taemin “Ya, kita tidak akan melakukan skydiving kan?” hal tersebut membuat Taemin cukup terpingkal.

“Haha, Jieun-ah bagaimana bisa kau berpikir seperti itu? Tentu saja tidak” masih tertawa Taemin mengucapkan kalimat tersebut, sedang Jieun mengerutkan alisnya saja “Lihat, lihatlah ke luar jendela itu” lanjut Taemin menunjuk kearah luar jendela.

Saat itu juga Jieun hanya menurut saja dan ia tercekat dengan apa yang tengah di lihatnya. Sangat jelas di mata Jieun semua pemandangan pulau Jeju terlihat jelas dari atas ini. Jieun semakin takjub dengan apa yang di lihatnya ini.

“Jinja Taemin ini benar-benar sangat indah” ujar Jieun terus mengucap pujian akan hal yang tengah di lihatnya.

“Sudah kuduga kau akan menyukainya” Taemin pun melihat dari arah yang sama bersama Jieun “Lihat itu gunung halla sangat indah bukan” Taemin menunjuk pada satu gunung yang benar terlihat jelas dari atas ini.

“ne~ sangat indah” keduanya menikmati apa yang mereka lihat, pemandangan indah yang tidak akan pernah mereka lupakan.

Namun Jieun cukup menyadari jarak dirinya dengan Taemin entah kenapa terlalu dekat , posisi Taemin seolah memeluk Jieun dari belakang dan sangat terasa sekali pipi Jieun tersentuh pipi Taemin.

Entahlah hal ini membuat detak jantung Jieun tak beraturan, sedang Taemin yang memang reflek dengan hal itu sontak dirinya sadar . kali ini dari jarak yang sangat dekat Jieun dan Taemin saling bertatapan, seketika itu mereka mengalihkan pandangannya kearah lain membuat keadaan menjadi kikuk.

“Ahh Jieun-ah lihat pemandangan bunga-bunga dari atas ini” Taemin sedikit merenggangkan jaraknya pada Jieun dan mengalihkan pembicaraan agar mereka tidak terlalu kikuk . Jieun cukup mengerti dan berseru

“Ne, Yeoppoda”

Cukup di sadari oleh mereka detak jantung mereka seolah berdetak 2 kali lipat dari biasanya.

####

 Bunjee artapia,kali ini mereka berada di tempat tersebut. Dimana 1.000 tanaman yang tertanam di tempat ini membuat mereka takjub dengan tanaman-tanaman yang ada di sini.

Banyak orang yang menapaki kakinya di tempat ini, sambil menikmati keindahan Bunjee artpia sesekali mereka mengambil gambar tanaman yang ada di sini.

Emmm. Tidak ! mungkin hanya Jieun yang sibuk mengambil gambar tanaman itu, karena dia pun baru pertama kali ke tempat ini. Sedang Taemin secara diam-diam dia mengambil beberapa foto ketika Jieun tengah mengambil gambar tanaman tersebut.

“Ya, apa kita tidak ingin foto bersama Jieun” ujar Taemin yang mencoba mengambil gambar mereka berdua dengan kameranya.

“Ne, hana dul set” ujar Jieun yang sudah berpose dan

Klik

Hasil yang cukup bagus mereka dapat dan belum puas Taemin pun meminta kepada orang untuk menggambil gambar dirinya bersama Jieun. Hasil yang sangat bagus dan mereka menyukai itu.

“Aku akan menyimpan foto ini” ujar Taemin penuh sumringah

“Jangan lupa untuk memberikannya padaku, karena aku pun ingin menyimpannya” ucapan Jieun membuat senyuman mengembang dari bibir mereka dan kembali berjalan berkeliling Bunjee artapia.

#####

Pantai Jungmun kali ini mereka berada di pantai tersebut menikmati semilir ombak yang berhembus lembut. Sayangnya pantai ini sedang ramai pengunjung dan banyak anak kecil yang sibuk bermain bola.

Namun sepertinya itu bukan halangan, mereka berjalan mengelilingi pantai ini. Pantai yang benar terlihat indah akan pasirnya yang berwarna-warni ini.

“Taemin kita kesana, aku ingin membeli topi itu” ujar Jieun menunjuk pada pedangang topi serta accsesoris lainnya, tanpa pikir panjang Jieun menarik tangan Taemin untuk ke tempat tersebut.

Jieun bingung memilih topi yang mana, terlalu banyak topi yang cukup bagus disini namun membuatnya bingung untuk memilih salah satu dari topi –topi ini. Taemin yang menyadari kebingungan Jieun, saat itu dia tertarik dengan satu topi yang terbuat dari jemari berwarna putih.

Taemin meraih topi tersebut dan memakaikannya tepat di kepala Jieun . mendapat perlakukan Taemin yang tiba-tiba membuat Jieun sedikit kaget dan menatapnya “Aku rasa itu cocok untukmu” jelas Taemin membuat Jieun tersenyum setuju.

“Pilihan yang bagus tuan, itu sangat cocok untuk yeojachingumu” ujar yeoja penjual topi serta accesoris tersebut yang membuat mereka kaget dengan penyataannya, terutama Jieun yang mengerutkan alisnya “Kau sangat beruntung namjachingumu pintar memilih yang cocok untukmu, baru kali ini aku melihat namja yang memilihkan topi untuk kekasihnya. Biasanya sepasang kekasih akan berseturu apabila memilih topi, karena namjachingunya tidak memilihkan untuknya”

Mendengar penjelasan ahjjuma tersebut membuat Jieun dan Taemin saling bertatapan mengerutkan alis mereka “Kami tidak berpacaran ahjjuma, kami berteman sejak kecil dan kau tidak akan menyangka kalau kami baru bertemu lagi setelah bertahun-tahun tidak bertemu” ujar Jieun.

Namun ucapan Jieun entah kenapa membuat Taemin merasa tidak suka dan rasa kecewa berkecamuk dalam dirinya. “Jinja? Padahal kalian terlihat cocok sekali. Oiya, beli gelang pasangan ini, mungkin dengan gelang ini kalian akan berjodoh” ujar ahjjuma tersebut menyodorkan gelang cantik pasangan.

Jieun hanya mengerutkan alisnya saja mendapati pernyataan ahjjuma tersebut, tidak dengan Taemin yang tertarik pada gelang tersebut “Kami beli gelang itu juga” seru Taemin sontak Jieun menatap namja satu ini.

“Untuk apa membeli gelang pasangan itu, kitakan bukan pasangan” ujar jieun heran dengan tindakan Taemin.

“Sebagai tanda persahabatan kita” mendengar hal itu entah kenapa Jieun merasa tercekat.

“Persahabatan?”

“Ne, tentu saja” ujar Taemin yang sebenarnya tidak rela mengucapkan kalimat tadi, sedang Jieun hanya diam saja tidak mampu berkata apa-apa. Setelah membayar semunya Taemin cukup menyadari Jieun hanya terdiam saja dari tadi “Kajja, ada tempat yang special untukmu” Taemin meraih tangan Jieun untuk meninggalkan tempat ini.

####

Jieun di buat kaget dengan pemandangan padang rumput yang ada di hadapannya ini, sungguh dia tidak menyangka Taemin membawa dirinya kesebuah bukit yang terdapat padang rumput indah diatas bukit ini.

Terlihat jelas dari bukit padang rumput ini pemandangan yang ada di sekitarnya sangat indah dan sekarang mereka tengah duduk di bawah pohon rindang yang memang adai bukit padang rumput tersebut “Taemin-ah, bagaimana kau menemukan tempat ini?” ujar Jieun takjub

“Eomma dan appa pernah mengajakku kesini, kata mereka tempat ini adalah saksi bisu kisah cinta mereka” jelas Taemin

“Jinjayo?” Taemin mengangkat bahunya seolah tidak tahu.

“Molla, tapi aku rasa ketika mereka menceritakan kisah cinta mereka, aku rasa mereka sangat berlebihan” ujar Taemin membuat Jieun menahan tawa.

“Ya, bagaimanapun mereka orangtuamu. Aku salut mereka mempunyai tempat kenangan cinta mereka”

“Wae? Apa kau pun menginginkan tempat kenangan cintamu?” Ledek Taemin sedikit menggoda dan menyenggol lengan Jieun.

“Semua yeoja di dunia ini ingin mempunyai kenangan manis akan cintanya Lee Taemin” Ujar Jieun penuh penekanan tepat di wajah Taemin yang memang terarah padanya. Mendengar ucapan Jieun, Taemin hanya diam saja mencerna jelas ucapan Jieun saat ini .

Mereka saling bertatapan satu sama lain , mata Taemin berpacu menatap bola mata Jieun membuat Jieun tidak bisa berkutik “Apa kau pun ingin tempat ini menjadi kenangan cintamu Jieun?” Tanya Taemin yang kian mendekat kearah Jieun.

DEG!

Jieun menelan ludahnya dalam-dalam mendapati Taemin yang kian memajukan wajahnya tepat di wajah Jieun, hingga deru nafasnya seolah menyapu tiap inci kulit wajahnya. Di sadari oleh Jieun jarak wajah Taemin hanya beberapa centi dari wajahnya dan

“Ahhh udara disini sangat segar, aku ingin menikmati angin sejuk di tengah padang rumput ini” ujar Jieun yang tiba-tiba beranjak meninggalkan Taemin sendirian di bawah pohon, mendapati hal itu Taemin sedikit berdecak dan kekecewaan seolah merasukinya.

‘Wae Jieun-ah, wae?’ batin Taemin seolah bergerutu dengan tingkah Jieun yang seperti itu.

****

-beberapa hari kemudian-

Sudah beberapa hari Jieun berlibur di rumah Taemin, mereka berdua menikmati liburan bersama dengan berjalan – jalan mengitari Jeju. Entahlah meski tempat tersebut sudah di singgahi mereka, namun tempat-tempat tersebut tidak membuat mereka merasa bosan untuk menapaki kaki mereka di tempat – tempat indah tersebut.

Malam ini di ruang laihan Jieun tengah memperhatikan Taemin yang berlatih menari, hal ini mengingatkannya akan masalalu itu. Masalalu dimana dirinya sering memperhatikan Taemin bernari, mengingat dulu dirinya yang sangat tertutup sampai Taemin yang mencoba medekatinya hingga dirinya terbiasa.

Hal itu membuat Jieun tersenyum, Taemin benar-benar berubah baginya. Berubah jauh lebih baik dari sebelumnya, dia sudah mencapai impiannya menjadi seorang penari terkenal. Jieun sangat bangga pada namja satu ini.

Gerakan tari yang di tunjukkannya ini benar sangat sempurna, Jieun beberapa kali mengembangkan senyumnya memperhatikan Taemin menari..  Namun dia pun teringat akan dulu Taemin yang pernah meminta pada Jieun untuk memanggilnya oppa padahal saat itu mereka umurnya sama.

Saat itu Jieun cekikikan sendirian, Taemin yang memperhatikan Jieun sontak menghentikan tarinya itu dan menatap Jieun. “Ya? Wae? Kenapa kau cekikikan seperti itu?”

Jieun mengelengkan kepalanya dengan pertanyaan Taemin “Aniyo, Taemin —- Oppa” Ledek Jieun membuat Taemin membulatkan matanya, dia pun sadar akan masalalu tersebut.

“Taemin oppa” ledek Jieun sambil tertawa sukses membuat Taemin semakin menatapnya tajam “Oppa, oppa , oppaaaaa” Jieun kembali meledek Taemin.

“Aiissh Lee Jieun neo—“ Taemin tidak melanjutkan kalimatnya karena dia langsung berlari mengejar Jieun yang memang sudah berlari namun masih di ruangan tari.

Terjadilah aksi kejar-kejaran di dalam ruangan menari ini, benar-benar terlihat seperti anak kecil. Namun ini membuat mereka teringat akan masalalu mereka, dimana mereka pun dulu sering melakukan hal ini di ruangan tari.

Jieun terus meledek Taemin dengan embel-embel ‘Oppa’ hal itu membuat Taemin sedikit malu kalau mengingat dirinya pernah meminta Jieun untuk memanggilnya oppa. TAemin mengejar Jieun berusaha mendapatkan Jieun.

Jieun yang berusaha menghindar dari Taemin , dirinya tidak sadar kalau ada handuk di lantai,  baru menyadarinya ketika sekarang dirinya sudah menginjak handuk tersebut “Ya, ya “ Jieun kaget Karena lantai ini sangat licin dan

BRUGGGGG

Jieun cukup sadar dirinya terjatuh, namun entah kenapa tidak ada rasa sakit sedikitpun “Auu” rintih seseorang, Jieun yang memang sedari tadi memejamkan matanya sontak membuka matanya dan betapa kaget dirinya.

Ketika menyadari tubuhnya berada di atas tubuh Taemin. Ya, ketika Jieun ingin terjatuh buru-buru Taemin meraih tubuh Jieun dan alhasil membuat posisi mereka seperti ini.

Taemin pun cukup menyadari posisi Jieun yang berada di atas tubuhnya, Jieun sedikit mengerjap-ngerjapkan matanya. Namun Taemin matanya menatap Jieun penuh makna, ingin kelain arah Jieun tidak bisa memungkiri dirinya pun ingin menatap bola mata Taemin.

Jieun merasakan detak jantung Taemin yang berdetak sangat cepat, begitu juga Taemin yang juga mersakan detak jantung Jieun yang berdetak sangat cepat. Masih posisi yang sama mereka saling bertatapan satu sama lain, sungguh jarak yang sangat dekat sekali bagi mereka.

Mereka benar-benar menyadari posisi mereka yang mungkin kalau di lihat orang lain kurang mengenakan. Saat itu juga Jieun ingin beranjak dari posisi ini, namun dengan cepat Taemin menarik pinggul Jieun membuatnya kembali pada posisi tadi.

Jieun terkejut dengan tindakan Taemin dan ia pun ingin beranjak kembali dari posisi ini, lagi-lagi Taemin menarik pinggul Jieun membuat yeoja satu ini kebingungan. Kembali mereka bertatapan sebuah senyuman ciri khas Taemin mengembang begitu saja “Jieun-ah apa kau masih mengingat tarian yang pernah ku ajarkan di masalalu?” Tanya Taemin

Jieun tersenyum “Ne, tentu saja aku mengingatnya”

“Bisa kita menarikan itu bersama-sama seperti dulu” Jieun menjawab dengan anggukan mantap dan beranjak dari posisi mereka masing-masing.

#####

Di balkon ruangan tari ini alunan musik merdu mengalun dengan lembut, tepat musik mengalun lembut mereka berjalan pelan saling menghadap satu sama lain. Memulai tarian Jieun menggamitkan kedua tanganya di leher Taemin, sedang Taemin mengelus lembut pundak Jieun hingga menaruh tangannya tepat di pinggul Jieun.

Menerima perlakukan ini darah mereka seolah berdesir seketika, namun mereka melanjutkan tarian tersebut dengan menggerakan kaki mereka kekiri dan kekanan membentuk tarian indah. Mereka bergerak sesuai dengan iringan musik.

Gerakan demi gerakan mereka nikmati dengan irama musik, tepat Taemin di belakang Jieun memegang kedua tangan jieun, sesaat Taemin memainkan tangannya di tangan Jieun membuat mereka saling berpandangan , setelah itu Taemin membopoh Jieun dan  memutar tubuh Jieun membentu tarian ini semakin sempurna.

Seketika itu mereka kembali menggerakan tubuh mereka ke kiri dan kekanan, Taemin meriah tangan Jieun mengecup punggung tangannya pelan dan kembali dengan gerakan lain. Taemin kembali berada di belakang Jieun memegang kedua tangan Jieun seraya menggerakan kaki mereka.

Sesaat sambil memegang satu tangan Jieun, Taemin memutar tubuh Jieun dan tarian benar sangat sempurna. Lalu mereka memutar tubuh mereka masing dan langsung berjalan saling berhadapan kembali, seperti di awal tarian mereka.

Tepat di akhir tarian Jieun kembali menggamit leher Taemin, sedang Taemin menggamit pinggul Jieun menghimpit jarak di antara mereka. Tepat alunan musik berakhir mereka saling bertatapan satu sama lain dan melempar senyum satu sama lain.

Masih pada posisi berpelukan, mereka kembali melempar senyum satu sama lain. Namun mereka cukup menyadari posisi mereka saat ini, deru nafas yang berhembus di antara mereka benar-benar sangat terasa sekali.

Menyadari hal ini Jieun ingin melepaskan posisi tersebut, namun Taemin menarik pinggul Jieun kembali menghimpit jarak di antara mereka. Lagi –lagi Jieun di buat bingung dengan tindakan Taemin dan berusaha ingin melepas posisi ini, namun…

CHU~

Tanpa pikir panjang Taemin yang tidak bisa melepas hasratnya langsung mengecup bibir mungil Jieun, mendapati hal ini Jieun tersentak kaget. Namun tidak dapat di pungkiri dirinya pun seolah menginginkan hal ini dan memejamkan matanya seolah mengijinkan Taemin menciumnya.

Mendapati reaksi Jieun, dengan perlahan Taemin memberi isyarat agar Jieun membuka mulutnya dengan memainkan lidahnya di bibir Taemin, mengerti maksud Taemin, Jieun pun memberi celah untuk Taemin dan saat itu Ia langsung menghisap bibir bawah Jieun penuh kelembutan.

Begitu juga dengan Jieun yang menghisap bibir atas Taemin dengan kelembutan, mereka saling melumat satu sama lain menghisap bibir diantara mereka. Tangan kanan Taemin mengelus lembut pipi mulus Jieun dan tangan kananya mengelus punggung Jieun, dengan gerakan seduktif Taemin melumat yeoja yang sudah lama di inginkannya ini.

Jieun pun sama seperti Taemin melumat bibir namja yang selama ini di tunggunya, sambil menggamitkan kedua tangannya di leher Taemin dan sesekali di usapnya lembut oleh Jieun membuat darahnya seolah berdesir seketika.

Mereka masih melumat bibir yang tengah di nikmatinya ini, ciuman ini mengisyaratkan hasrat rindu diantara mereka. Hasrat yang baru dapat di gapai oleh mereka ini, mereka melumat bibir penuh kelembutan meluapkan rasa rindu selama bertahun-tahun.

Perlahan mereka melepaskan ciuman tersebut dan mengatur nafas masing-masing. Mereka sadar dengan apa yang merke lakukan tadi,  wajah Jieun bersemu merah dengan tindakannya tadi bersama Taemin dan menelan ludahnya.

Masih pada posisi seperti tadi Jieun seolah kikuk ingin melepaskan gamitan tangan Taemin di pinggulnya, namun kembali Taemin menariknya dan berbisik tepat di telinga Jieun “Saranghae Lee Jieun”

Dalam sekejap Jieun membulatkan kedua matanya mendengar ucapan Taemin, mata mereka saling beradu satu sama lain “Jinja?” kenapa kata itu yang keluar dari mulut Jieun, entahlan dia belum yakin dengan penyataan yang tadi di lontarkan Taemin.

“Nae—“ Taemin menggantungkan kalimatnya dan menatap bibir jieun

Chu~

Taemin mengecup pelan bibir Jieun, membuat yeoja ini semakin kaget.

“Jeongmal—“

Chu~

“Sarang”

Chu~

“Sarang”

Chu~

“Saranghae”

Chu~

“Lee Jieun-ah”

Chu~

Di kecupan terakhir Taemin sedikit menghisap bibir bawah Jieun penuh kelembutan dan melepaskannya. Mendapati tindakan Taemin, Jieun tidak bisa berkata-kata hatinya seolah ingin meledak seketika.

Dia senang dengan tindakan Taemin yang menunjukan rasa cintanya pada Jieun, Jieun mengembangkan senyumannya dan

“Naega”

Chu~

Jieun mengecup pelan bibir Taemin, mengikuti cara yang di lakukan Taemin tadi.

“Nado”

Chu~

“Sarang”

Chu~

“Sarang”

Chu~

“Saranghae”

Chu~

“Lee Taemin”

Chu~

Jieun tersenyum puas setelah melakukan hal yang sama seperti Taemin tadi “Sudah lama aku menunggu hari ini Taemin-ah” ujar Jieun yang memang menginginkan hal ini terjadi.

Taemin hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya, menyetujui ucapan Jieun ini “Bogoshipoyo Jieun-ah, jeongmal bogoshipo” kalimat yang bertahun-tahun di pendam di hati Taemin terungkapkan juga, dia pun sangat senang ternyata Jieun memiliki perasaan yang sama padanya.

Saat itu juga Taemin kembali melumat bibir Jieun,  begitu juga dengan Jieun yang membalas ciuman mesra ini. Sambil berepelukan mereka terus menghisap bibir atas dan bibir bawah secara bergantian, menikmati tiap inci bibir di antara mereka, sambil berpelukan mereka saling bercumbu mesra meluapkan rasa rindu mereka yang mendalam.

Di sisi lain tanpa di sadari oleh mereka, orangtua mereka melihat adegan ini. Mendapati hal tersebut tiga orang yang menyaksikan adegan ini hanya melempar senyum satu sama lain.

“Sebentar lagi kita akan menjadi keluarga Yong jung-ah” ujar Jisuk ayah Jieun.

“Bukankah kita memang sudah menjadi keluarga Jisuk” mendengar hal tersebut mereka kembali melempar senyum satu sama lain, tidak dapat di pungkiri mereka pun senang akan hal ini.

Fin~

 

Gimana?

Ngebosenin kan?

Kkkkk mianhae chingu

maaf kalo ceritanya mengecewakan

Sebelumnya makasih ya … 

22 thoughts on “Waiting For A Love

  1. chu~
    nya bnyak bgt tsi
    tp bgs kekeke
    aq suka sama adegan kiss nya
    berharap bgt bisa ngeliat adegan kissing IU ma wooyoung
    hahaha
    #dasar otak yadong😄

    pngen bgt pnya otak encer kaya author,
    aq mah udah berulang2 x
    nyoba bikin ff
    tp gatot mulu
    emang aq gak punya bakat x ya
    eh?jd curcol
    lol
    fighting
    and banyakin ff IU nya
    #tetep hehe

  2. arggh aku suka bag akhrnya .happy ending gak cuma cuma nunggu bbrapa taun ya . . Hehehe sungguh luarbiasa .ekh tapitapi kira” kpan ya marry u next part ny . *dtabok author dh hehehe . .

  3. aku baca di ffindo tapi komen disini aja ya😀
    wah ini cerita mereka waktu udah dewasa ya, gak sia-sia deh nunggu bertahun-tahun akhirnya mereka ketemuan lagi
    mana sama-sama jatuh cinta wahh manisnya😀

    paling suka pas ending haha
    taemin pencium (?) yang baik ya, berkali-kali gitu dih jadi pengen😀

  4. hwaaaa kissuna gk nahannnnnn >_<!!!
    taemin jd good kisser nih, hya iu enak banget dah dapat kissu begitu dri taem. mau dong #apaaan sih

    jdi pke tokoh cowoknya si taemin deh. klo masalah karakternya sih cocok, tapi kalo masalah fisik beda bgt deh eon o.o, hehe
    di mv si iu badan tu cowok sumpah cowok banget dah, atletis, tinggi, abs… beda bgt sama taemin, hihi tp gjk masalahkok… tetap daebakkkkkk

    lanjutkannn

  5. Ini ga mengecewakan thor ,, ini bener” keren ,, ah ternyyata happy end ,, ga bikin sequell nya thor ?? Sampe nikah dan punya anak thor ,, heee itu adegan kissing nya berasa nyata loh pas aku baca ,, ahhh taemin main cium-cium aja nih ,,, ga izin dulu ,, keren thor ff ,, gumawo autor

  6. Aduh ya ampun adegan akhirnya bener2 bikin aku iri -..-
    Taemin sudah besar ya, sekarang oppa sudah berani cium cium anak orang kekekekekek~

    Oia kasihan baekhyun, baekhyun mendingan sama aku aja deh, dijamin bakalan nyesel hahaha

  7. loh loh lohh
    baekhyun gmn kabarnya ??
    waaa author masih ngutang sm reader nihh.hehehh. #plas reader kurang ajar
    konfliknya kurang klimaks nih thor, trus masalah baekhyun jga masih gantung jdi harus dibuat sekuel nihh
    tuh kn -.-” author masih punya utang kn
    ayo thor berjuang segera di buat sekuelnya, apa jgn2 udah ada ya ??
    ceritanya so sweet
    kasih jempol dehh🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s