A Beautiful Memories

yumin copy

 

 

Author :: Kim RaeMi

Tittle :: A Beautiful Memories

Length :: Drabble

Genre :: Romance, AU

Rating :: T

Summary :: Sebuah kenangan dengan secuil janji yang sangat bermakna..

 

Cast ::

Lee Taemin (SHINee)

Lee Jieun / IU

 

 

Jeju 2002

 

Seorang namja paruh baya tengah mengenggam erat seorang yeoja kecil sekiranya 10 tahun , namun tubuhnya sangat mungil tidak terlihat seperti anak 10 tahun. Setelah mereka di jemput dari bandara dan sekarang sudah berada di depan rumah yang sangat di kenal namja paruh baya ini.

Terlihat jelas oleh kasat mata namja paruh baya ini dua orang yang di kenalnya, mereka berdiri sambil tersenyum simpul pada namja paruh baya ini seolah menyambut kedatangannya.

“Lee Jisuk, akhirnya kau datang juga. Aku dan istriku sudah lama menunggumu” ujar seorang namja sambil memeluknya.

“Mian Yong Jung, Seora  membuat kalian lama menunggu, perjalanan cukup jauh Seoul- jeju” ujar namja bernama Lee Jisuk ini.

“Tapi aku senang kau datang menerima tawaran bisnisku” ujar namja bernama Yong Jung

“Aku datang ingin memberikan liburan special untuk Jieun anakku ini, sekalian berbicara mengenai bisnis yang waktu itu kita bicarakan” Ujar Jisuk masih mengenggam erat yeoja kecil di sampingnya.

Mendengar hal itu sontak Yong jung dan Seora pasangan suami – istri ini menatap yeoja kecil yang ada di samping Jisuk .

Namun yeoja kecil ini menatap heran Jisuk yang tidak lain tidak bukan ayahnya sendiri“Jieun-ah, kita akan berlibur disini. Sekaligus appa akan mengembangkan bisnis bersama Lee Yong jung ahjjusi , beri salam pada mereka ya”pinta Jisuk kepada anak semata wayangnya ini.

Seolah menurut yeoja kecil ini hanya menundukkan kepalanya saja memberikan salam hangat pada mereka. Mendapati hal ini Yong jung dan Seora saling bertatapan sontak seketika itu mereka menatap kearah yeoja kecil tersebut dengan tatapan sendu mereka.

“Jieun-ah, apa kau mengingatku? Seora ahjjuma, dulu ketika kau masih berumur 1 tahun aku dan Yong jung ahjjusi pernah bermain ke rumahmu” yeoja kecil yang di panggil Jieun hanya mengerutkan alisnya saja “Kau pasti sudah lupa ya itu sudah beberapa tahun silam, tapi aku masih sangat mengingatmu . kau tumbuh dengan sangat cantik Jieun” puji Seora namun yeoja kecil ini tidak bergeming masih menatap datar Seora.

 

“Sudah kita berbicara di dalam , yeobo kau tunjukkan kamar Jieun ya” ujar Yong Jung membuat Seora menuruti ucapan suaminya itu

“Jieun kajja” Seora meraih tangan Jieun dan meninggalkan dua namja yang asik berbicara ini, sesaat Jieun memandang kearah ayahnya membuat Jisuk memberikan senyuman sambil melambaikan tangannya.

“Mianhae, waktu itu aku tidak bisa datang ke acara pemakaman istrimu, saat itu anakku Taemin tengah sakit membuatku tidak bisa ke Seoul. Mianhae ” ujar Yong jung penuh rasa bersalah membuat senyuman tipis dari bibir Jisuk.

“Ghwencana, aku mengerti jarak kita cukup jauh Yong Jung. Bagaimanapun kesehatan anak jauh lebih penting, keunde… Dimana Taemin anakku? Aku tidak melihatnya”

“Anak itu seperti biasa berada di ruangan tari”

“Taemin suka menari?” mendengar sahabatnya itu Yong jung hanya tersenyum

“Ne, aku sebagai orangtua hanya dapat mendukung hobbinya saja dan memberikan fasilitas untuk mengembangkan bakatnya”

“Kau benar-benar orangtua yang baik Yong Jung-ah” senyuman simpul tergurat dari bibir Yong Jung mendengar ucapan Jisuk.

“Kau pun ayah yang baik memberikan liburan special untuk  Jieun, Tapi kenapa Jieun benar-benar terlihat sangat murung, apa karena—“ Yong Jung menggantungkan kalimatnya dan menatap Jisuk.

Sangat kentara dari kasat mata Yong jung , wajah Jisuk berubah menjadi sendu “Semenjak meninggalknya Istriku Eunyoung, hal ini membuat Jieun terpuruk dan membuat dia tidak banyak bicara dari biasanya. Keceriaannya hilang ketika ibunya meninggal dan ini sudah 6 bulan meninggalnya ibunya, dia tetap seperti itu berdiam diri”

Yong Jung hanya terdiam membiarkan Jisuk kembali bercerita “Semenjak itu di sekolahpun Jieun lebih banyak menyendiri di banding bergabung dengan teman-temannya. Maka dari itu sebulan liburan sekolahnya ini, aku mengajakknya ke Jeju tempatmu ini, agar Jieun sedikit menghilangkan penatnya”

Mendapati hal itu Yong jung benar kagum dengan  sahabatnya ini “Kau benar-benar ayah yang baik, aku berharap Jieun dapat kembali seperti dulu” Jisuk hanya tersenyum dengan kata yang terlontar dari mulut Yong Jung.

“Tapi , apa tidak merepotkan apabila aku berlibur dan menginap di rumahmu ini?”

“Heii, sudah berapa kita saling mengenal Lee Jisuk? Jangan merasa tidak enak, karena aku dan seora sudah menganggapmu seperti saudaraku sendiri” terang Yong jung membuat Jisuk mengembangkan senyuman tulusnya.

“Gomawo”

****

Jisuk dan Jieun menikmati makan malam ini bersama Yong Jung dan Seora istirnya.. Namun berbeda dari pertemuan awal sekarang di samping Yong jung dan Seora terdapat namja kecil sekiranya berumur 10 tahun yang ikut makan bersama.

“Apa ini Taemin? Kau sudah besar rupanya” ujar Jisuk di sela makan malam ini.

“Benar ini putra kebanggaanku” ujar Yong jung sambil mengacak rambut anak semata wayangnya itu.

“Taemin-ah, beri salam pada Jisuk ahjjusi dan anaknya” ujar Seora membuat namja kecil bernama Taemin ini menurut.

“Annyeong ahjjusi , annyeong ” dengan sopan Taemin melontarkan kalimat tersebut dan tersenyum manis pada Jisuk serta Jieun , namun berbeda dengan Jisuk yang membalas senyuman Taemin sedang Jieun menatap datar lalu kembali dengan makanannya.

Mendapati hal itu Jisuk hanya dapat menatap Jieun “Omo Taemin kau benar-benar ceria, oiya kenalkan ini anakku Lee Jieun namanya” Taemin menatap Jieun yang bertubuh mungil itu menikmati makanannya,   semakin jelas Taemin tersenyum kearah Jieun, namun yeoja yang di ajak senyum hanya menatap datar

“Mianhae Jieun memang seperti ini”

“Kau tidak perlu meminta maaf Jisuk” Yong Jung berkata dan memberi isyarat seolah dirinya mengerti dengan keadaan Jieun.

“Taemin-ah, Jieun itu seumuran dengamu 10 tahun” jelas Seora membuat Taemin sedikit membulatkan matanya.

“Jinja? Tubuhnya sangat mungil” ujar Taemin

“Jieun memang memiliki tubuh yang mungil, sama seperti ibunya dulu” ujar Jisuk membuat Jieun menatap ayahnya sendu.

“Aku pikir, dia jauh lebih muda dariku dan aku akan di panggil oppa” Taemin memberikan mimik kecewanya namun membuat yang lain tersenyum.

“Taemin ingin sekali memiliki adik, dia ingin sekali di panggil oppa” Jelas Seora membuat tawaan terjadi di ruangan makan ini.

“Kau lucu sekali Taemin, kau suruh Jieun saja memanggilmu oppa” ujar Jisuk asal membuat tawaan semakin meledak , Taemin hanya tersenyum simpul yang tanpa sengaja menatap kearah Jieun masih dengan tatapan datarnya.

****

 

Taemin tengah asik menari dengan iringan music yang bergema merdu di ruangan besar ini. Lihainya Taemin mengerakkan tubuhnya membantuk tarian indah membuat decak kagum seorang yeoja kecil yang memang tengah memperhatikannya saat ini. Yeoja kecil yang tidak lain tidak bukan adalah Lee Jieun.

“Daebak” gumamnya dalam hati Jieun terus memperhatikan Taemin yang tengah menari, meski dari pintu ruangan tari yang terbuka kecil begitu saja Jieun dapat melihat jelas Taemin.

Masih lihai menggerakan tubuhnya, Taemin ini pun cukup menyadari ada anak mata yang tengah memperhatikannya. Dia menghentikan aktifitasnya sebentar terarah pada Jieun yang masih berdiri di ambang pintu menatap namja satu ini.

Sesaat Taemin yang menyadari hal itu hanya tersenyum dan ingin dia menghampiri Jieun, namun terlihat jelas olehnya Jieun sudah berlari kecil meninggalkan ruangan itu.

“Ada apa dengannya” tatap heran Taemin memandang Jieun yang berlari kecil entah kemana.

“Jieun memang sedikit pemalu, eomma harap kau bisa menjadi teman yang baik untuk Jieun” ujar Seora yang sudah berada di samping Taemin, sontak Taemin menatap ibunya “6 bulan yang lalu dia pun kehilangan ibunya, jadi dia seperti itu memandang orang selalu datar. Keceriaannya sudah tidak ada” tutur ibunya lagi membuat Taemin mengerti kenapa Jieun seperti itu.

***

Beberapa hari kemudian

Taemin yang memang mempunyai hobbi menari, dia terus belatih untuk mengembangkan bakatnya ini dalam menari. Namun sudah beberapa hari ini dia merasakan ada anak mata yang tengah memperhatikannya.

Jieun

Ya yeoja kecil yang dalam beberapa hari ini memperhatikan permaianan indah menari Taemin, sungguh dia pun sangat kagum dengan gerakan indah yang Taemin tarikan.

Sedang Taemin, dia sadar betul siapa yang tengah memperhatikannya setiap dirinya berlatih menari, dia hanya dapat membiarkan Jieun memperhatikannya dari ambang pintu. Karena setiap kali Taemin ingin menghampirinya selalu saja hal sama terjadi, Jieun pergi begitu saja dengan berlari kecil.

Lagi – lagi Taemin yang mendapati hal itu hanya tersenyum kecil.

***

Jieun seperti biasa pergi ke ruangan tari , dia ingin melihat Taemin yang bernari dengan indahnya. Walau dia hanya dapat melihat dari ambang pintu, itu membuat Jieun merasa senang.

Namun.. ketika Jieun sudah berada di depan pintu ruangan latihan tersebut, dia tidak menemukan sosok namja bertubuh janggung di dalam ruangan itu.

Kemana perginya Taemin. Pikirnya dalam hati

Namun ketika Jieun ingin membalikkan tubuhnyaa untuk pergi, saat itu juga dia mendapati seorang namja bertubuh jauh lebih tinggi darinya sudah berada di hadapannya dan membuatnya sangat kaget.

“Apa kau mencariku Jieun-ah?” ujar namja itu yang tidak lain tidak bukan adalah Taemin, saat itu Jieun hanya menunduk malu “Apa kau ingin melihatku bernari dari arah pintu ini lagi?” kembali Taemin melontarkan pertanyaan membuat Jieun diam membeku.

Tanpa mengeluarkan kata Jieun ingin pergi dari hadapan Taemin, sayangnya namja kecil ini menahannya membuatnya menatap Taemin “Chankamanyo, kau jangan melihatku berlatih dari ambang pintu saja, kau boleh masuk kedalam ruangan itu agar jelas melihatku latihan” ujar Taemin menyarankan.

Jieun hanya diam saja tidak menjawab ucapan Taemin “Kajja Jieun-ah” tanpa persetujuan Jieun dirinya sudah di dorong Taemin untuk memasuki ruangan latihan tersebut.

Seketika itu Taemin langsung menyalakan music serta menari dengan lihainya di depan Jieun, mendapati hal tersebut Jieun berdecak kagum dalam hati dan sungguh melihat dari dekat benar-benar membuat Jieun semakin kagum .

***

-Seminggu kemudian-

Jieun tengah menatap sendu sebuah bingkai foto yang tertera yeoja cantik di dalamnya, yeoja cantik yang dulu melahirkannya. Dia mengusap lembut foto tersebut penuh dengan ketulusan “Bogoshipo eomma” ujarnya lirih.

Seketika dirinya tengah memandangi foto ibunya, disadari pantulan cahaya dari arah pintu kamarnya yang sangat jelas memantul pada kaca yang ada di hadapannya dan membuat dirinya menoleh kearah pintu kamarnya. Mendapati seorang Lee Taemin lah yang berada di ambang pintu dan memberikan pantulan cahaya tadi.

“Jieun-ah, kau sedang apa?” ujar Taemin yang terduduk di samping Jieun, namun yang di ajak bicara hanya menatap Taemin saja tidak menjawabnya.

Sesaat Taemin pun menatap satu foto yang di pegang Jieun “Neo eomma?” mendapati pertanyaan Taemin, Jieun hanya menganggukan kepalanya saja “Yeoppo, sama sepertimu” ujar Taemin memberi pujian.

Namun Jieun hanya menatap datar dengan ucapan Taemin, sesungguhnya mereka belum mengerti sebuah kegombalan tapi Taemin berucap seperti tadi memang tulus adanya.

“Jieun-ah, aku ingin berlatih. Apa kau ingin melihatku menari lagi?” ujar  Taemin membuat senyuman simpul dari bibir Jieun, sungguh hal yang jarang di dapat oleh Taemin ketika Jieun tersenyum “ Kajja”

Jieun hanya menganggukan kepalanya membiarkan Taemin menggenggam erat tangannya menuntunnya menuju ruangan tari.

****

Dua minggu sudah berlalu Taemin selalu mengajak Jieun bermain , terlebih lagi dia membiarkan Jieun yang sangat menyukai Taemin yang menari. Meski tidak ada kata yang terlontar dari mulut Jieun, namun setidaknya meliat senyumannya sudah cukup bagi Taemin. Entahlah namja kecil ini ingin berbagi sebuah kebahagiaan pada seorang Jieun.

Kali ini Jieun tengah asik duduk di teras sambil bermain dengan buku kecil yang di pegangnya. Namun di sadarinya Taemin yang sudah berdiri di hadapannya.

“Jieun-ah , ikut aku. Ada yang ingin ku tunjukkan kepadamu” seru Taemin yang langsung menarik tangan Jieun, sedang Jieun hanya dapat menurutinya saja.

Di sebuah ruangan luas , sama seperti ruangan tari. Namun, berbedanya di tengah ruangan tersebut terdapat sebuah piano klasik yang tertata rapi tepat di tengah ruangan ini.

Saat itu juga Taemin menyuruh Jieun untuk duduk di depan piano tersebut dan Taemin terduduk di sampingnya.

“Apa kau bisa memainkan piano?” Tanya Taemin di jawab gelengan kepala oleh Jieun “Aku akan memainkan satu lagu untukmu Jieun”

Saat itu juga Taemin langsung memencet tuts piano satu persatu dan sebuah alunan lagu dari Yiruma terdengar jelas di telinga Jieun.

Jieun hanya dapat terperangah dengan bakat namja satu ini, sungguh bakatnya sangat luar biasa sekali . dentingan piano sangat terdengar jelas di telinga Jieun dan membuat Jieun terhipnotis dengan lagu yang di bawakan Taemin.

Mata Jieun pun tidak luput dari seorang Taemin, entah kenapa dia merasa senang di dekat namja satu ini dan senyuman mengembang di bibirnya. Taemin yang menyadari itu tersenyum pula pada Jieun dan menyelesaikan permainannya.

Tepat di not terakhir Taemin menutup permainan pianonya dengan mulus , kembali senyuman indah dari bibir Jieun “Gomawo Taemin-ah” ujar Jieun membuat Taemin tercengang, baru kali ini dia mendengar seorang Lee Jieun berbicara .

“ne? kau berbicara padaku?” Taemin benar-benar sulit mempercayainya

“Gomawo Taemin-ah” ulang Jieun membuat Taemin percaya dengan ucapan Jieun tadi.

“Panggil aku oppa, Taemin oppa” pinta Taemin membuat Jieun tersenyum simpul dan menganggukan kepalanya.

“Ne, Taemin oppa”

****

“Jieun pakai ini” ujar Taemin memberikan sebuah sepatu berwana coklat

“Ige Mwoya oppa?”

“Sepatu tari untukmu”

Jieun menatap heran “Ne?” satu kata itu yang terlontar dari mulut Jieun.

“Sudah pakai saja, aku akan mengajarimu menari” ujar Taemin yang memakaikan sepatu tari pada Jieun.

Sesaat Taemin langsung mengajari Jieun satu gerakan demi satu gerakan, awal Jieun cukup sulit meniru gerakan yang di berikan Taemin. Namun secara perlahan Taemin membimbingnya untuk terus berlatih .

Perlahan namun pasti Jieun cukup bisa mengikuti gerakan yang di berikan Taemin, di alam bebas mereka bernari seolah menikmati keindahan taman ini.

Jieun terus berlatih sampai dia mampu menguasai gerakan yang di berikan Taemin tadi, dia menggerakan tangannya serta kakinya mengikuti gerakan Taemin. Sesaat kedua tangan mereka saling bertemu, karena tubuh Jieun yang mungil membuat Taemin berlutut menyetarakan tingginya dengan Jieun.

Taemin memutar tubuh Jieun pelan dan di akhir gerakan dimana Jieun ingin memeluk Taemin. “Injak saja kakiku” ujar Taemin

Sesaat Jieun menurut membiarkan kakinya berada di atas kaki Taemin dan memeluk namja ini erat. Namun seketika Jieun tersenyum dengan puasnya, begitu juga dengan Taemin yang memutar Jieun ketika berpelukan membuat tawaan dari diri Jieun.

****

Waktu bergulir dengan cepat tidak terasa Jieun sudah 3 minggu lebih berada di rumah Taemin untuk berlibur. hal ini membuat mereka semakin dekat dan perpisahan pun semakin dekat pada diri mereka, dalam hitungan hari Jieun akan kembali ke Seoul, karena masa liburannya pun sudah habis.

Kali ini seperti biasa Jieun dan Taemin berlatih menari, semakin lama Jieun pun dapat menguasai menarinya berkat Taemin yang mengajarinya..

Sudah lama mereka berlatih, Taemin merebahkan tubuhnya di lantai dan Jieun merebahkan tubuhnya dengan tengkurap di samping Taemin membuat mereka saling berhadapan.

“2 hari lagi kau akan kembali ke Seoul Jieun-ah”

“Ne, Taemin oppa. Aku tidak akan melupakan ini semua” ujar Jieun membuat Taemin menatapnya

“Jinja?” Jieun menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Taemin “Cita-citaku adalah menjadi penari terkenal Jieun-ah, kalau kita sudah besar nanti saat itu aku sudah menjadi penari terkenal , bisa kau menghadiri konser Tariku?” sambung Taemin menerawang langit ruangan tari ini.

“Gapai cita-citamu Taemin oppa” ujar Jieun seolah menyemangati Taemin.

“Ne~ Kita bertemu lagi ketika aku menjadi penari terkenal. Apa kau bisa menungguku Jieun?” mendengar hal itu Jieun hanya tersenyum polos dan menganggukan kepalanya seraya berucap “Ne~”

Ucapan yang sebenarnya sulit di mengerti oleh mereka, namun entah kenapa Taemin ingin mengucapkan kata itu meski di antara mereka masih belum mengerti kata-kata tersebut.

Sesaat Taemin meraih tangan mungil Jieun dan menaruhnya tepat di dadanya seolah memberitahu detak jantungnya ini selalu berdetak dengan cepat ketika bersama Jieun.

***

 

Hari ini adalah hari kembalinya Jieun ke Seoul, dimana dia akan melakukan kesehariannya dalam bersekolah di Seoul. Sebenarnya Jieun cukup sulit untuk meninggalkan Jeju, terlebih lagi matanya tidak luput memandangi rumah yang akan di tinggalkannya saat ini.

Seharian ini Jieun tidak bertemu dengan Taemin, padahal ia tahu kalau Jieun pulang hari ini. Namun kenapa ia tidak keluar untuk memberi salam perpisahan, Jieun pun tidak mengerti kenapa Taemin keluar.

“Jieun-ah kajja kita harus ke bandara” ujar Jisuk ayah Jieun yang sudah memperingatkan anaknya ini, namun Jieun tidak bergeming dari apa yang di lakukannya. Ia menatap lurus kearah pintu rumah Taemin, berharap sosok namja kecil itu keluar untuk memberi salam perpisahan.

“Taemin sepertinya sedang berlatih keras Jieun-ah kajja” ujar Jisuk yang seolah mengerti arti tatapan anaknya ini, begitu juga dengan Yong Jung dan Seora yang tidak tega melihat keadaan Jieun.

“Sepertinya Taemin pun tidak mampu berpisah dengan Jieun, Jisuk-ah” Jelas Yong jung yang cukup mengerti perasaan anaknya, namun Jisuk tidak bisa berkata apa-apa yang dapat di lakukannya membujuk Jieun untuk masuk kedalam mobil.

“Jieun-ah, appamu sudah menunggumu. Aku yakin nanti suatu saat kau akan bertemu lagi dengan Taemin” bujuk Seora sambil mengelus lembut rambut Jieun.

Jieun pun tidak mengeluarkan sepatah katapun, ia membalikkan tubuhnya dan mengenggam erat tangan ayahnya “Appa kajja” dengan tercekat Jieun mengucapkan kalimat tersebut. Jisuk mengangguk mengerti maksud anaknya ini, sedang Yong jung dan Seora menatap miris Jieun.

Jieun siap untuk masuk kedalam mobil namun.

“JIEUN-AH” Teriak seseorang  dan Jieun tahu jelas suara itu, suara yang sangat di harapkan Jieun. Jieun sontak terarah kearah tersebut.

“YA ! JIEUN-AH”

Jieun mengembangkan senyumannya mendapati orang yang meneriakinya itu “Taemin oppa” terlihat jelas olehnya Taemin setengah berlari sambil beteriak.

“JIEUN-AH CHANKAMAN” dengan napas terengah-engah Taemin sudah berdiri di hadapan Jieun  “Jieun-ah, sepatu tari ini kau bawa saja sebagai kenang-kenanganku padamu”  Taemin menyodorkan sepatu yang memang suka di gunakan Jieun ketika menari bersama Taemin.

Mendapati hal ini Jieun tersenyum riang “Gomawo Taemin oppa” Jieun meraih sepatu itu dengan senyuman yang membuat Taemin tenang.

“Pergilah, karena aku tidak akan pernah mengucapkan selamat tinggal padamu Jieun-ah” mendengar ucapan Taemin membuat Jieun mengerutkan alisnya dengan polos.

“Wae? Apa oppa marah padaku?” Tanya Jieun polos membuat Taemin Manahan tawa.

“Aniyo, karena aku yakin kalau kita sudah besar kita akan bertemu lagi. Jadi aku tidak ingin mengucapkan selamat tinggal” ujar Taemin dengan polos dan penuh ketulusan, Jieun yang menerima ucapan tersebut tersenyum riang.

Jisuk, Yong jung dan Seora yang mendengar hal ini mereka tersenyum satu sama lain. Mereka senang mendengar penjelasan Taemin tadi.

“Jieun-ah kajja kita harus pulang” ujar Jisuk

Jieun menatap Taemin sebentar seolah berkata ‘apakah aku boleh pergi oppa’ namun dengan cepat Taemin memberi isyarat anggukan kepalanya mengijinkan Jieun pergi. Dengan langkah berat Jieun memasuk mobil dan sengaja jendela mobilnya di buka agar mudah melihat Taemin. Dalam sekejap mobil tersebut sudah melaju pergi.

Taemin matanya pun tidak luput memadangi mobil tersebut “Jieun-ah ku harap kau bisa menungguku” batin Taemin dan cukup di sadari olehnya orangtuanya memegang erat pundang Taemin. Mereka tahu
Taemin pun berat untuk berpisah dengan Jieun.

 

****

awalnya ini Fanfic mau oneshoot, tapi berhubung aku nanya sama eonni dan dongsaeng aku.. kata mereka kepanjangan, jadi aku post yang drabble dulu baru oneshoot dimana mengisahkan pertemuan mereka kembali.

pertemuan setelah perpisahan masa kecil mereka ini. hehe

 

mau liat reviewnya??

 

“Ya, Jieun. Ada namja yang mencarimu”

“Eoh Jiyeon. Siapa yang mencariku?”

“Senior kita, Byun Baekhyun”

****

“LEE JIEUN-AH SARANGHAEYO”

“Bukankah mereka tidak akur”

“Baekhyun ternyata menyukai Jieun”

****

“Taemin oppa saranghae”

“Aku menyukaimu oppa, saranghaeyo”

****

Walau kau sedang menanti seseorang.

Tapi aku tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu.

Aku Byun Baekhyun

-08xxxxxxxx-

****

“Apa kau tidak berniat menemuiku Jieun”

“Ya, Lee Taemin. Apa kau masih mengingatku?”

“Bagaimana bisa aku melupakanmu Jieun-ya”

***

“Bisa kita menarikan itu bersama-sama seperti dulu”

CHU~

***

Aku rada terinfirasi dari PV IU yg Beautiful Dancer, kalian tau ga partner yang dance bareng IU itu siapa ? kalo ada yang tahu kasih tau ya, soalnya saya penasaran bangat sama dia hihihi ^^ kece sih

Aku juga ngerasa kalo itu namja cocok sama IU, tapi di FF ini aku buat jadi Taemin oke..

maaf ya gaje fanficnya mianhae

22 thoughts on “A Beautiful Memories

  1. halo aku kia ^^ aku dapet link ff ini dari ffindo
    pertama pengen baca yang Waiting For a Love tapi disaranin baca yang ini dulu hehe

    ceritanya menarik nih, jieunnya terkesan dingin&menutup diri gitu ya untungnya taemin bisa bikin dia nyaman
    cerita masa kecil yang manis🙂
    oke aku mau lanjut sama yang Waiting For a Love dulu

  2. Kyyyaaaa taemin so sweet banget ,, padahal masih kecil ,, udah ada perasaan ga rela aja pas jieun pergi ,, semoga one shot nanti nya happy end ya thor ,, gumawo thor lanjutkan karya mu

  3. Penasaran sama oneshootnya .
    Hihihihihihi lebih baik aku lari ke oneshootnya aja ne, karna aku sudah penasaran tingkat akut kekekekekek~

    • hadehh -.-”
      knp komenku kepotong T.T
      ya udahlah sabar aja😦
      cma mau ngomong itu taemin sm jieun masih kecil tp udah so sweet gitu ><
      andai aja couple ini real🙂 #jiwa shipper kumat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s