Study ? Oh No !

study oh no copy

Author:: Kim RaeMi

Tittle:: Study ? Oh No !

Genre :: School, AU

Rating :: T

Length :: Ficlet

Backsound:: Bang Yongguk & Zelo – Never Give Up

A/N:: Ini hanya Fanfic dan cerita hanya fiktif belaka ..

Cast ::

Choi Jun Hong / Zelo (B.A.P)

Kim Jongin/ Kai (EXO-K)

Other Cast ::

Bang Yong Guk (B.A.P)

Kim Him Chan (B.A.P)

Jung Daehyun (B.A.P)

Yoo YoungJae (B.A.P)

Moon Jongup (B.A.P)

Kim Joon Myun (EXO-K)

D.O Kyungsoo (EXO-K)

Park Chanyeol (EXO-K)

Byun Baekhyun (EXO-K)

Oh Sehun (EXO-K)

zelo sc

Seorang namja tengah asik memainkan skeatboardnya, dengan lihai ia memainkan skeatboardnya tersebut. Namun dia melirik arloji yang di kenakannya “Ck jam Delapan” namja ini hanya menarik sebelah bibirnya dan kembali melajukan skeatboardnya ke tempat yang memang wajib ia tuju.

Bunny High School ~

Namja ini kembali menarik sebelah bibirnya , ketika dirinya sudah sadar berada di depan gerbang Bunny High School. Tanpa ragu dia yang memang mengenggam skeatboardnya, berjalan santai ingin memasuki sekolah ini.

Di sadari olehnya kalau gerbang sudah di tutup, namun ketika dirinya berada di depan gerbang ia menatap kearah penjaga sekolah “Ahh kau lagi yang terlambat, masuklah”ujar penjaga sekolah sambil membukakan pintu gerbang.

“Gomawo ahjjusi” dengan langkah santai namja ini memasuki gedung sekolah.

Tepat di koridor sekolah ia masih saja berjalan santai, namun sesaat di sadari olehnya ponselnya bordering dan menerima satu pesan singkat.

Chagi kau tidak terlambat lagi kan nak?

Kalau kau terlambat lagi eomma akan melamporkanmu pada appa. Arayo

Jangan lupa makan ya ..

~eomma

Namja ini hanya memasang wajah yang sulit di artikan “Issshh eomma selalu saja seperti ini, sayangnya kau terlambat eomma. Aku terlambat lagi dan aku sama sekali tidak perduli apabila di laporkan appa” namja ini bergumam sendirian sambil memasukan kembali ponselnya ke dalam saku almamter.

Namja ini kembali berjalan santai, dia menyadari kalau banyak anak mata yang menatap kearahnya meski itu dari dalam kelas. Tetap saja sangat terasa baginya di tatap penuh tidak percaya oleh yang lain.

Tepat saat ini dirinya berada di depan kelas ‘2-B’, dengan santai namja ini memasuki kelas tersebut dan semua mata terarah padanya, terutama guru yang tengah menerangkan berhenti berbicara seketika mendapati namja ini sudah berada di hadapannya.

“Zelo, kau terlambat lagi” Ujar guru tersebut setengah kesal mendapati hal ini untuk kesekian kalinya, namun namja yang di ajak bicara hanya tersenyum innocent

“Annyeong Jung sonsaengnim” sapanya dengan innocent membuat Jung Sonsaengnim menghelakan nafasnya.

“Cepat duduk” dengan sedikit tidak ikhlas Jung Sonsaengnim mengucapkan kalimat tersebut menyuruh namja itu segera duduk di tempatnya.

Tanpa ragu namja ini duduk di kursi sesayangannya, kursi paling pojok dekat jendela dan memang terdapat seorang namja di kursi tersebut. Tidak lain tidak bukan teman sebangkunya, tanpa ragu ia menduduki kursi tersebut.

“ckck terlambat lagi” ujar namja di sampingnya sambil cekikikan

“Daehyun-ah, Zelo terlambat itu sudah biasa” ledek namja yang ada di depannya

“Kau benar Jongup, yang tidak biasa kalau dia tepat waktu ke sekolah kkk” ujar namja yang bernama Daehyun

“Aiissh berisik sekali” seorang namja yang tengah mendengarkan music tiba-tiba melepas headsetnya mendengar celoteh dua orang yang memang dekat denganya “Tidak sadarkah kalau kalian pun suka terlambat” lanjutnya

“Aiissh arayo, Bang Yong Guk. Kami menyadarinya” ujar Jongup dan Daehyun dengan nada yang kesal, namun membuat namja yang tadi di panggil Zelo ini cekikikan.

Choi Junhong nama namja ini dan memang biasa di panggil Zelo, dia adalah anak pemilik dari sekolah Bunny High School ini. Namun namja satu ini sering sekali terlambat dan membuat ulah, walau terlambat dia tetap saja di perbolehkan masuk.

Mengenai tingkahnya tidak ada yang bisa menentang, karena dirinya pun memang sulit di atur membuat para guru yang ada di sini frustasi menghadapinya. Tidak tahu bagaimana caranya menghadapinya.

Terlebih lagi memang dirinya tinggal sendirian di sebuah apartement mewah membuatnya memang terbangun kesiangan dan hal ini membuatnya terus terlambat ke sekolah. Meski pun begitu ia selalu di pantau orangtuanya, sekalipun orangtuanya tengah berada di luar negeri dalam berbisnis namun mengenai anak satu-satunya ini mereka pun berusaha memantaunya.

Memang ia memilih tinggal di sebuah apartment, karena orangtuanya yang memang sering berpergian membuatnya memilih tinggal sendiri. Lagi pula walau tinggal di rumah pun dia tetap sendirian, maka dari itu dia memilih tinggal sendirian saja. Kalau suntuk dia dapat bepergian sesuka hati, tidak di rumahnya yang akan di kawal oleh beberapa bodyguard di rumahnya.

Zelo , selama pelajaran memang jarang memperhatikannya,sekarang sudah jam kedua pelajaran matematika membuatnya pusing dengan rumus yang di jelaskan oleh Song sonsaengnim.

Namun tingkah jail yang di milikinya seolah tidak bisa di hilangkan, Zelo meremas dua kertas dan

BUGGG

Zelo melemparkan kertas tersebut tepat pada sasaran dan namja yang terkena kertas tersebut menatapnya “Aiissh Zelo, kau –“ di balas kembali lemparan kertas oleh namja tersebut kearah Zelo.

Buggg

Tepat lemparan kertas tersebut mengenai kepalanya “Kkkk Himchan dan Youngjae melempar tepat sasaran” ujar Daehyun cekikikan, namun sukses membuat Zelo menatapnya tajam dan

Buggg

Tepat di wajah Daehyun kertas tersebut mengenai wajahnya dan menatap Zelo tajam tidak terima .

Buggg

Bugggg

Sekarang bukan Zelo saja , namun nyaris teman-teman sekelasnya ini melemparkan kertas secara bergantian, namun tidak mengeluarkan suara sama sekali membuat Song Sonsaengnim tidak menyadari hal tersebut.

Bugg

Bugg

“Iya anak-anak apa kalian mengerti dengan rumus ini” ujar Song sonsaengnim , seketika itu semua murid yang tadi asik melemparkan kertas menghentikan aksi mereka. Seolah tidak terjadi apa-apa mereka duduk kembali dan berteriak

“Neeee”

Saat itu juga Song sonsaengnim kembali menulis beberapa rumus dan muridnya pun kembali dengan aksi melempar kertas. Sesekali Song sonsaengnim menyadari gemuruh berisik dari muridnya dan membalikkan dirinya menghadap murid-muridnya. Namun apa yang di lihatnya semua seolah tidak terjadi apa-apa membuatnya kembali menulis rumus yang lain.

Mendapati teman-teman mereka yang masih asik melemparkan kertas, Zelo justru merasa bosan dan langsung berdiri.

“Oddie?” ujar Daehyun

“Bosan, aku ingin keluar” Tanpa berkata-kata lagi Zelo meninggalkan kelasnya, namun teman-teman Zelo yang melihatnya pergi tanpa basa basi pun lima orang namja meninggalkan kelasnya dan mengikuti langkah Zelo, karena mereka pun merasa bosan berada di kelas.

****

“Heii kalian cabut lagi ?” ujar seorang namja ketika menyadari enam namja yang menghampiri segerombolannya dan memang berada tepat di dekat sungai.

“Tentunya, di kelas cukup membosankan. Aiissh kau pun sama sepertiku Kai cabut juga kan?” ujar Zelo yang duduk di samping namja bernama Kai

“Kkkk tentu, ada kala di kelas membosankan” Kai terlihat sibuk dengan iphonenya, namun sekarang tidak dia teralih untuk berbincang dengan Zelo.. memiliki sifat yang sama itu yang ada pada Zelo dan Kai membuat mereka nyambung apabila berbicara. Terlebih lagi kedua orangtua mereka saling bersahabat satu sama lain membuat mereka sangat dekat.

“Hoii. Kyungsoo, Baekhyun, Chanyeol, Sehun. Apa yang kalian mainkan?” Tanya Daehyun yang memang di ikuti Himchan, Youngjae dan Jongup. Mereka penasaran dengan apa yang tengah di mainkan empat namja ini.

“Eoh? Kalian, tentu saja monopoli. Kalian mau ikutan bermain?” ujar Kyungsoo dengan wajah polosnya, namun keempat namja yang tadi penasaran mereka mengerutkan alisnya dan berpandangan satu sama lain.

“Ahhh tentu saja, kami ikut , kami ikut” seru keempat namja ini ikut bergabung dan meraih boneka yang akan di mainkan mereka.

“Hei Suho, aku punya game duet seri terbaru bro” ujar Yongguk , namja yang tadi sibuk dengan gamenya sontak terarah pada Yongguk

“Jinja?” wajah berseri dari sorot mata namja bernama Suho itu “Kalau begitu kita main bersama” lanjutnya membuat anggukan mantap dari Yongguk

“ Tentunya”

*****

Zelo berjalan mengendap, dia ingin keluar sekolah namun menyadari banyak mobil yang  tengah menunggunya di luar. Hal itu tidak mungkin baginya dapat dengan mudah keluar dari sekolah ini, karena dia yakin beberapa mobil dan bodyguard yang memang berada di depan sekolahnya itu adalah utusan ayahnya.

Untuk kesekiankali bagi Zelo menghindari hal tersebut dan memang selalu selamat tidak tertangkap para bodyguard tersebut.

Zelo hanya dapat bersembunyi di balik pintu memastikan kalau bodyguard itu secepatnya meninggalkan sekolah ini.

“Kau tidak pulang Zelo?” Tanya Daehyun yang cukup memperhatikan Zelo, namun Zelo tidak menjawab sepatahkatapun matanya masih memantau para bodyguard tersebut. Namun Daehyun menyadari hal tesebut apa yang tengah di pandangi seorang Zelo “Kkk ~ ayahmu menyuruh para bodyguard itu untuk menjemputmu lagi?”

Mendengar ucapan Daehyun, Zelo hanya menganggukkan kepalanya “Apa appamu tahu, kalau kau terlambat lagi kesekolah dan bolos di tengah pelajaran” Zelo sontak menatap namja itu

“Sepetinya begitu. Yang jelas sekarang kau harus membantuku untuk menghindari para bodyguard itu” ujar Zelo, namun mata Daehyun sadar kalau ada satu bodyguard yang memang ada di belakang Zelo saat ini.

“Sepertinya aku tidak bisa menolongmu, karena —“ Daehyun langsung menunjuk kearah belakang Zelo membuat namja ini mengerutkan alisnya, namun langsung kearah belakang dan

GLEG ~

Zelo menelan ludah dalam-dalam mendapati Bodyguard yang sudah di hadapannya “ Tuan muda. Tuan besar menyuruh kami untuk menjemputmu dan kali ini kau tidak bisa kabur tuan” ujar bodyguard

Mendengar ucapannya Zelo langsung melirik kesegala arah dan memang tidak ada celah baginya untuk kabur. Karena beberapa bodyguard sudah di hadapannya dan kali ini kedua tangan Zelo di gamit untuk memasuki mobil.

“YA DAEHYUN, HELP ME” teriak Zelo ketika dirinya sudah di bawa para bodyguard, namun Daehyun tidak bisa berkata apa-apa, dia justru melambaikan tangannya kearah Daehyun “Aiissh namja itu bukan menolongku malah melambaikan tangan—“ dengus Zelo yang hanya dapat pasrah dengan perlakuan ini.

Padahal biasanya dia selalu lolos dalam hal ini, namun kali ini nasib baik sedang tidak ada di posisinya.

***

Zelo menatap bosan sebuah rumah mewah dan megah yang dulu sering di singgahinya. Ya, kali ini Zelo berada di rumahnya , rumah dimana dulu penah dia singgahi dan tempat orangtuanya tinggal.

Namun Zelo memperhatikan sekitar, mencari celah untuk kabur dari rumah ini. Sayangnya kesempatan tersebut tidak bisa di lakukannya, karena beberapa Bodyguard mengelilinginya seolah tidak akan membiarkan dirinya kabur dengan mudah.

Sampai saat ini dirinya berada di sebuah ruangan keluarga yang memang sudah tidak asing lagi baginya. Saat itu para bodyguard meninggalkannya dan dua orang paruh baya menghampirinya.

“Junhong-ah, eomma merindukanmu nak” seru seorang yeoja paruh baya sambil memeluk anak semata wayangnya ini

“Nado eomma” Zelo membalas peluk erat ibunya, namun tidak dengan ayahnya yang menatap tajam anaknya ini.

Tak lama ibunya melepaskan pelukannya, namun siratan rindu pada anaknya ini sangat kentara sekali.

“Kau tahu kenapa aku menyuruh para Bodyguard menjemputmua?” Zelo mengangkat bahunya seolah tidak tahu apa yang di bicarakan ayahnya ini “Choi Junhong, aku mendapat kabar kalau kau terlambat lagi dan sering bolos di jam pelajaran” Tanya ayahnya to the point dengan apa yang di ingin bicarakannya.

Mendengar hal itu Zelo hanya mengehelakan nafasnya, seolah bosan dengan keadaan seperti ini. Dia sudah tahu kalau dirinya akan di marahi oleh ayahnya ini.

“YA ! jawab kenapa kau bersikap seperti itu di sekolah Junhong? Ini sudah kesekian kalianya ara”

Kembali Zelo mengehelakan nafasnya “Pertama aku memang telat bangun pagi, kedua aku bosan dengan pelajaran terlebih lagi penjelasan yang tidak mengerti” jawab Zelo santai seolah tidak terjadi apa-apa

“Penjelasannya tidak di mengerti? Karena kau tidak pernah memparhatikannya. Mengenai keterlambatanmu ini, kau harus kembali tinggal di rumah ini”

Mendengar ucapan ayahnya Zelo membulatkan kedua matanya

“Mwo? Tinggal di sini lagi? Pekiknya tidak percaya

“Gheure, kalau kau terus-terusan tinggal di apartementmu itu, kau akan selalu terlambat ke sekolah. Kau harus kembali ke rumah ini Choi Junhong” tegas ayahnya, namun dengan cepat namja satu ini menatap geram ayahnya

“SHIREO ! SHIREOYO” teriak Zelo menentang

“Shireo? Selalu seperti itu, Junhong-ah kau ini penerus dari perusahaan aku dan sekolah itupun nantinya akan jatuh ketanganmu. Maka dari itu baik-baiklah di sekolah dalam belajar”

“Tapi aku tidak ingin tinggal di rumah ini, aku hanya ingin tinggal di apartementku itu. Appa aku tidak suka paksaan, kalau appa terus memaksaku untuk meninggalkan apartement itu. Aku akan menentang” tegas Zelo, dia memang selalu bersikap seperti ini pada ayahnya.

Karena dirinya memang anak satu-satunya di keluarga Choi ini, semua keinginannya memang tidak pernah di tentang. Namun sepertinya ayah Zelo cukup bosan mendengar akan anaknya yang sering terlambat dan membolos dalam pelajaran.

“Yeobo, kau tahu sendiri Zelo memang tidak suka di paksa. Biarkan dia tinggal di apartementnya, lagi pula kita masih bisa memantaunya” ujar ibunya membela Zelo membuat senyuman mengembang dari bibir tipis namja ini.

“Aiissh dari kecil kau selalu memanjakannya sih” ujar ayahnya sedikit kesal

“Sudahlah, aku mau ketoilet” Ujar Zelo yang memang sudah muak dengan pernyataan seperti ini setiap kali bertemu dengan orangtuanya, dengan santai Zelo meninggalkan orangtuanya yang masih di ruang keluarga.

Mendapati hal itu ayahnya hanya mengelengkan kepalanya saja “Ya. Kau harus kembali secepatnya keruangan ini. Awas kalau sampai kau kabur Choi JungHon”

Zelo tidak menjawab ucapan ayahnya, dia hanya berjalan santai menuju toilet dan sedikit senyuman evill mengembang dari bibirnya.

30 menit kemudian

Cukup lama orangtua Zelo menunggu anak semata wayangnya itu di ruang keluarga, namun sudah 30 menit berlalu anaknya tidak kembali ke ruangan tersebut.

“Omo anak itu lama sekali ke toilet” gerutu ibunya yang belum mendapati anaknya kembali keruangan ini.

Namun tiba-tiba seorang pelayan berjalan tergesa-gesa menghampiri tuan rumah ini “Tuan, Nyonya.. Tuan muda JunHong kabur” mendengar hal itu kedua orangtua Zelo membulatkan kedua matanya

“MWO? KABUR LAGI?” pekik kedua orangtuanya mendapati hal ini sudah kesekian kalinya

“Sudah kuduga dia akan kabur lagi, dasar anak itu” Ujar ayahnya yang sudah sering mendapati hal ini.

“Yeobo, kau tidak akan bertindak apa-apa kan pada Junhong, dia masih anak-anak wajar kalau sikapnya seperti itu” terlihat dari sorot mata ibunya penuh khawatir, namun suaminya hanya menatap istrinya sambil tersenyum.

“Dia anak satu-satunya dan penerusku. Aku tidak akan melakukan apa-apa padanya, hanya saja—“ suaminya menggantungkan kalimatnya dan menatap pada pengawal yang ada di ruangan itu “Beritahu pada kepala sekolah, apabila dia terlambat lagi jangan membiarkan dia masuk begitu saja”

“Baik tuan” saat itu juga yang di perintahkan pergi dari ruangan tersebut.

Sedang istrinya yang mendengar hal itu membulatkan kedua matanya dan menatap sendu suaminya “Yeobo”

“Ini untuk kebaikan Junhong, yeobo. Kalau JunHong masih belum berubah, aku akan memintanya kembali ke Seoul untuk mengubah anak ini” istrinya hanya tersenyum seolah membenarkan ucapan suaminya tersebut. Istrinya mengerti yang di maksud ‘memintanya’ itu siapa.

****

Pagi hari Zelo selalu di temani skeatboard kesayangannya ini menuju sekolah dan sudah di pastikan kalau dirinya terlambat lagi. Karena terlihat jelas dari kasat matanya waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi.

Saat ini Zelo sudah berada di depan gerbang sekolah dan cukup di sadari oleh dirinya gerbang sudah di gembong “Heii kau lagi yang terlambat, kali ini kau lihat sendiri kan gerbang sudah di gembok kau tidak boleh masuk.Tidak perduli kau anak pemilik sekolah ini. Karena ini sudah perintah kepala sekolah ” ujar seorang penjaga sekolah yang mengisyaratkan Zelo tidak akan bisa masuk ke dalam sekolah.

Namun dirinya mengerutkan alis sebentar seolah berpikir, sesaat dia pun mengerti ini pasti ulah ayahnya dan dia hanya menarik sebelah bibirnya.

“Arayo” dengan santai Zelo pergi begitu saja namun senyuman evil tersirat dari mimik wajahnya,Zelo bukan pergi untuk pulang namun dia berjalan santai ke belakang sekolah. Dimana di belakang sekolah terdapat sebuah pintu yang tidak terurus dan dengan santai Zelo memasuki pintu tersebut.

Kembali dengan santai pula Zelo berjalan di koridor kelas, mendapati banyak siswa menatap kearahnya. Namun hal itu tidak di hiraukannya sama sekali.

Sreekkk

Dengan santai Zelo membuka pintu kelasnya, dari luar kelas sangat terdengar jelas suara rebut teman-teman sekelasnya, namun ketika Zelo masuk kedalam kelas. Entah cukup di sadari olehnya keadaan ruang kelas sepi seketika mendapati seseorang masuk ke dalam kelas ini.

Menyadari seorang Zelo yang memasuki kelas, mimik wajah anak satu kelas ini yang tadi tegang, sontak berubah seketika.

“Aiiissh rupanya kau Zelo, kami pikir Cho Sonsaengnim” Dengan wajah innocentnya Zelo tersenyum, namun dengan cepat

BUGG

BUGGG

Beberapa gumpalan kertas mendarat tepat di dirinya, lemparan kertas tersebut berasa dari teman-teman Zelo “YAK KALIAN” Ketus Zelo mendapati dirinya yang di lempari kertas , saat itu tanpa ragu Zelo melemparkan gumpalan kertas tersebut kearah teman-temannya.

Alhasil semua bergerak saling melepar satu sama lain, perang gumpalan kertas pun terjadi lagi di kelas ini.

“Ya, bukankah kau tidak boleh masuk? Ku dengar kabar kalau kepala sekolah menyuruh semua penjaga sekolah agar kau tidak masuk ke kelas?” ujar Daehyun heran ketika Zelo duduk di sampingnya.

Zelo kembali memasang senyuman innocentnya “Pintu gerbang memang di tutup, tidak sadarkah pintu belakang ketika kita membolos pelajaran” jawab santai Zelo, mendengar hal itu Daehyun hanya tersenyum mengerti.

“Kau beruntung, Cho Sonsaengnim tidak masuk kelas” ujar Yongguk yang menghadap kearah Zelo

“Keberuntungan selalu menyertaiku” Ujar Zelo santai tersenyum penuh kepuasan dan yang lain hanya menganggukan kepala mereka mengerti.

****

-beberapa hari kemudian-

Hari bergulir dengan cepat, namun keadaan tetap sama Zelo hanyalah seorang Zelo. Terlambat kesekolah bukan hal yang masalah untuk namja ini, terlebih lagi kebosannya dalam pelajaran membuatnya sering membolos dalam pelajaran bertemu dengan teman-temannya dari sekolah Ginie high School.

Itu hal sudah biasa di lakukannya bersama teman-temannya, meski gerbang sekolah sudah di tutup namun jalur belakanglah menjadi pusat untuk dirinya memasuki sekolah ini. Seperkian menit namja ini akan pergi menghilangkan rasa penat dengan pelajaran yang cukup membuatnya pusing.

Sungguh para guru sudah tidak tahu harus berbuat apa padanya, di tentang pun itu bukan alasan untuknya agar tidak membolos.

Kali ini sangat kentara sekali dari sorot mata kebosanan dari seorang Zelo, saat ini tidak ada guru yang memasuki kelasnya. Kabarnya ada beberapa guru yang enggan memasuki kelas ini dan ada beberapa guru pun di gantikan.

“Aku bosan” dengus Zelo membuat teman-teman dekatnya ini tersadar

“Wae? Kau ingin menemui Kai?” Tanya Daehyun

“Tentunya” Zelo ingin berdiri namun di tahan Yongguk

“Andhwae” tahan Yongguk membuat Zelo mengerutkan alisnya

“Wae?”

“Aku mendapat kabar dari Suho, kalau Kai sudah ketahuan oleh appanya dan tempat tongkorongan kita akan di pantau dari sekolah kita serta Ginie high school. Terlebih lagi sekarang Kai di pantau oleh beberapa bodyguard utusan appanya” Jelas Yongguk membuat lima namja yang tengah berkumpul dalam kelas ini membulatkan kedua matanya

“Jinja?” pekik Youngjae yang memang tidak mempercayai hal tersebut

“Ne, kalau tidak percaya. Kau tanyakan saja pada Chanyeol atau Baekhyun” mendengar hal itu yang lain mengangguk mengerti, namun tidak dengan Zelo dia bergegas untuk pergi

“Ya oddie?” ujar Himchan

“Aku hanya ingin menghilangkan bosan di dalam kelas” Ujar Zelo berjalan santai ingin keluar

Srrrkkkk

Namun di rasakan oleh anak satu kelas ada yang memasuki ruangan ini, Zelo yang memang baru beberapa ingin menuju pintu sadar hal tersebut, sayangnya dia tetap melanjutkan untuk keluar kelas. Belum dia membuka pintu kelas yang ada di belakang tiba-tiba saja

“YA ! CHOI JUNHONG. BERHENTI DI TEMPAT KAU” terdengar jelas di telinga Zelo suara teriakan yeoja tersebut membuat langkahnya terhenti seketika.Namun Zelo berpikir bagaimana yeoja itu tahu nama aslinya, tapi dia pun seperti penah mendengar suara yeoja tersebut dan ketika Zelo terarah pada orang itu matanya membulat

“Raemi nuna” pekik Zelo tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini, yeoja tersebut hanya tersenyum dan menatap murid di kelas ini.

“Annyeonghaseyo, Kim Raemi imnida. Aku guru matematika baru kalian” ujar yeoja tersebut membuat Zelo semakin tercekat seketika dan

Drrtt drrrttt

Di rasakan olehnya ponselnya berbunyi dan mendapati satu pesan singkat.

Kim Raemi nuna kembali

Dia membuatku tidak bisa berkutik dalam membolos dan terlambat

Aku rasa dia pun akan melakukan hal yang sama padamu Zelo

-Kai-

Zelo menelan ludah dalam-dalam mendapati senyuman evil tersirat dari bibir yeoja tersebut ‘tamat riwayatmu Zelo’ batin Zelo meruntuki nasibnya yang seolah kurang beruntung saat ini. Di sadari olehnya teman-teman Zelo tengah menatapnya, entah tatapan apa yang tersirat. Namun saat ini yang di pikirkan Zelo nasibnya saat ini dan yeoja bernama –Kim Raemi- dia kembali seolah nasib sial akan menimpanya.

****

Fin ~

 

 kkk mian ya aku buat FF gaje lagi 

udah gaje gantung lagi kkk

maap yak 

2 thoughts on “Study ? Oh No !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s