Marry U .. (Part 3)

maary u part 2 new

 

Author :: Kim RaeMi

Tittle ::  Marry U

Length :: Chaptered

Genre :: Romance

Rating :: Teenager

Summary :: marry me? though too late.  I love you!

BackSound :: Aile – Evening Sky , Taetiseo – Baby step, Baek Ah yeon – Daddy Long legs (saya sarankan baca ini sambil dengerin lagu ini.. terutama yang aile sama baek ah yeon)

A/N :: Masih inget kan kisah cinta Jieun yang judulnya Your Eyes , Make Me Your Lady , Memories For You .. 

Part 1Part 2

Cast ::

  • Lee Jieun
  • KEY (SHINee)
  • Choi Minho (SHINee)

 

 

Kali ini Jieun memberanikan diri menatapan Key “ Gheure album itu memang sangat lucu , terkesan kekanak – kanakan dan bodoh .. seharusnya kau membuangnya saja ” Key langsung terdiam mendengar ucapan Jieun sepertinya dia salah berbicara pada Jieun “Mianhae sepertinya aku harus segera pulang , annyeong “ Tanpa babibu Jieun meraih tasnya dan pergi dari hadapan Key …

Jieun benar – benar tidak tahan dengan ucapan Key tadi “ Huhh bagaimana bisa dia berfikir seperti itu ? album itu lucu ? Dia benar – benar tidak berfikir betapa sulitnya aku mendapatkan tiap potretnya .. Gheure album itu sangat lucu dan kekanak – kanakan .. bahkan aku bodoh sudah memotretmu dan lebih bodohnya aku mencintaimu terlalu dalam “ Gerutu Jieun dengan kesal , Namun sesaat kemudian air mata yang sedari tadi dia tahan keluar begitu saja , Tapi dengan cepat Jieun menyekanya “ Lee Jieun kau tidak boleh menangis karena namja itu lagi , bahkan dia saja menganggap album itu lucu dan bodoh .. andhwae kau tidak boleh menangis karenanya lagi “

Sepanjang perjalanan Jieun terus begerutu seolah menyemangati dirinya sendiri , Menghilangkan kekesalannya tadi dengan menghibur dirinya sendiri .. Walau ucapan key tadi sangat menyakitkan baginya tapi dia harus berusaha setegar mungkin menerima kenyataan .

****

 

 

-Key PoV-

 

Ku pandangi album foto yang penuh dengan satu yeoja, satu yeoja yang selama bertahun-tahun tidak bisa ku lepas begitu saja.

Lee Jieun ~

Nama itu sungguh melekat dalam benakku, tidak !

Bukan hanya benak melainkan hatiku, nama itu sudah tertanam lebih dalam pada hati ini. Semua bermula pada satu tingkahnya yang membuatku tersenyum.

Flashback _

Masa orientasi dimana aku di pilih menjadi salah satu panitia penyelenggara orientasi siswa baru Amigo High School. Awal aku menolak akan menjadi kepanitian ini, namun teman- temanku memaksaku untuk tetap menjadi salah satu panitia.

Mengerjai adik kelas~

Sungguh aku segan akan hal ini, aku hanya menonton saja. Tidak seperti teman- temanku yang sibuk mengerjai beberapa siswa baru di sekolah ini.

“Heii, tidak kah kau berniat mengerjai siswa baru itu?” ujar seorang namja yang duduk di sampingku

“Tidak, kau saja Kim Jonghyun. Sudah berapa murid baru yang kau incar?” Aku melirik namja itu yang terlihat menatapku tajam namun hanya sesaat.

“Kau benar, banyak beberapa adik kelas kita yang cantik-cantik. Emmm aku sudah mengincar di antara mereka” mendengar penyataan itu aku hanya tersenyum simpul

“Sudah ku duga, seorang Kim Jonghyun tidak mungkin apabila tidak mengincar para yeoja-yeoja itu” tunjukku pada deretan yeoja siswa baru sekolah ini

“Memang kau tidak mengincar salah satu dari mereka?” aku sedikit mengerutkan alisku mendengar petanyaan namja satu ini

“Tidak untuk apa”

“Melepas masa lajangmu Kim Kibum” aku sedikit berdecak mendengar ucapannya, namun enggan menjawab ucapan Jonghyun

“Jo—Jonghyun sunbae” ujar seorang yang tiba-tiba memanggil nama Jonghyun, hal ini membuatku dan Jonghyun terarah pada orang itu. Seorang yeoja tengah berdiri di hadapan kita dengan menggunakan beberapa perlengkapan orientasi yang di kenakannya.

“Ne?” Ujar Jonghyun mengiyakan

“Aku di suruh Donghae sunbae untuk meminta tanda tanganmu” mendengar hal itu Jonghyun melihat kearah Donghae yang memberikan isyarat kerjai-dia, mendapati isyarat itu aku hanya mengelengkan kepalaku saja namun tidak dengan Jonghyun yang tersenyum evil.

“Kau menginginkan tanda tanganku?” yeoja itu mengangguk polos “Kalau begitu kau nyanyikan lagu Gee sambil bernari” mendengar ucapan Jonghyun yeoja itu membulatkan matanya

“Mwo?”

“Kau kan ingin tanda tanganku bukan? Kalau begitu turuti keinginanku, lagi pula temanku ingin melihatnya juga iya kan Kibum” Jonghyun berucap sambil menatapku memaksa, aku hanya tersenyum agak terpaksa padanya dan yeoja itu menghelakan nafas beratnya

“Baiklah”

Yeoja itu menyanyikan sebuah lagu Gee sambil menari, hal ini sukses membuatku dan Jonghyun menahan tawa. Bagaimana tidak?

Yeoja ini sangat lucu dengan gaya menarinya, walau suaranya dapat terdengar jelas di telingaku sangat indah. Aku terus memperhatikan yeoja ini yang menari dan bernyanyi, tanda sadar aku menarik bibirku membentuk sebuah senyuman.

Yeoja ini benar –benar terlihat sangat lucu, entah kenapa aku semakin lekat memandangnya dan

DEG

-cantik-

Kata itu keluar begitu saja dari lubuk hatiku, omo ada apa ini sebenarnya? Tidak mungkin kan aku menyukai yeoja ini? Tidak , masa iya dalam sekejap sudah bisa menafsirkan perasaan suka? Tidak Kibum. Aku terus mengelengkan kepalaku, menepis rasa itu. Namun benar ku rasakan jantung kenapa berdegup sangat cepat?

“Heii, sadarlah ? “

Klik

Jonghyun menjetikkan jarinya seolah menyadarkanku dari lamunanku tadi, hanya saja “Yeoja itu?” baru ku sadari yeoja itu sudah tidak ada di hadapan kami.

“Ckck kau terus memandanginya sampai-sampai tidak sadar kalau dia sudah pergi, kau tertarik padanya Key?” ujar Jonghyun membuatku mengerutkan alisku “Kau tertarik padanya Kim Kibum, menatapnya sampai tak berkedip seperti tadi. Namanya Lee Jieun ingat itu baik-baik”

Mendengar ucapan Jonghyun entah kenapa aku hanya tersenyum mendapatinya “Lee Jieun? Yeoja itu benar-benar lucu”

****

 

Hari demi hari

Minggu demi minggu

Hingga semua itu menjadi bulan

Semenjak masa orientasi itu, mataku ini tidak pernah lepas untuk memandangi satu yeoja yang terus mengusik pikiranku. Pikiranku seolah penuh dengan nama yeoja itu dan bayangan indah akan dirinya.

Lee Jieun~

Dialah yeoja itu, yeoja yang sudah mengisi relung hatiku. Semenjak kejadian waktu itu aku lebih sering memperhatikan gerak-gerik yang di lakukannya.

Tingkahnya

Senyumannya

Celotehnya

Itu semua aku memperhatikannya, banyak tingkahnya yang membuatku tertawa akan dirinya. Dia bukan hanya lucu, namun kecantikannya yang sederhana membuatku tidak luput dari wajah naturalnya.

Mungkin terlalu cepat menafsirkan sebuah kata suka atau cinta?

Namun pernah kalian mendengar cinta pada pandangan pertama?

Itu yang aku rasakan pada seorang Lee Jieun, aku memang seorang namja yang sulit menyukai seseorang. Namun ketika aku tertarik pada yeoja itu dan saat itu aku juga aku menetapkan hatiku untuk menyukainya. Dapat di ibaratkan kalau suka ya suka, tidak ya tidak.

Sungguh hal ini untuk pertama kalinya ku rasakan pada seorang yeoja, terlebih lagi semenjak itu aku mencari tahu seorang Lee Jieun seperti apa.

Putih, merah dan kuning itu warna kesukaan Jieun, namun aku tahu warna putihlah yang paling dominan Jieun sukai.

Sashimi itu makanan kesukaannya dan lainnya yang cukup aku ketahui perihal tentang seorang Lee Jieun, memang sulit mencari info tersebut. Namun berkat Jonghyun pula yang membantu untuk mencari seorang Lee Jieun.

Mungkin itu terkesan berlebihan, namun entah kenapa seolah kepuasan tersendiri yang kurasakan.

BRUKK

Kurasakan seseorang menubrukku dan ketika ku sadari siapa orang tersebut, aku hanya dapat diam membeku mendapati Jieun lah orang yang menubrukku.

DEG!

Jantung langsung berpacu 2 kali lipat dari biasanya mendapati Jieun berhadapan denganku.

“Mianhae” ucapnya

Namun aku hanya diam saja dan tetap berjalan ke depan, seperti inilah aku pengecut? Mungkin kata itu yang pantas untuk diriku sendiri, bukan aku tidak mau membalas ucapan maaf Jieun hanya saja.

Lidah ini terasa kelu apabila berhadapan dengan seorang Lee Jieun, entahlah aku pun tidak mengerti akan hal tersebut. Hanya saja aku benar-benar merasa bersalah dengan perminta maafan Jieun yang tak ku gubris.

Padahal ketika itu batinku seolah meruntuki diriku sendiri yang tak mampu membalas ucapan Jieun, berhadapan dengan Jieun membuat jantungku berdegup sangat kencang tak mampu mengeluarkan sepatah katapun ‘mianhae Jieun-ah’

***

Pandangan ?

Hal tersebutlah yang selalu ku berikan pada Jieun, aku hanya berani memandanginya dari jarak yang lumayan jauh dari tempat Jieun berpijak.

Mataku seolah tidak ingin lepas pada yeoja satu ini, memandangi setiap tingkah laku yang di lakukannya dan itu semua sukses membuatku tersenyum sendiri memandanginya.

“aiissh setahun sudah berlalu, kau hanya berani memandanginya saja” ujar Jonghyun yang mungkin sudah bosan dengan tingkahku yang seperti ini

“Aku tidak berani berhadapan dengannya Jonghyun”

“Karena kau tidak pernah mencoba untuk menghampirinya, sadar ini sudah setahun. Kau hanya memandanginya dari jarak yang cukup jauh ini”

Aku hanya dapat terdiam mendengar ucapan Jonghhyun, memang sudah setahun lebih aku berlaku seperti ini memandangi Jieun dari jarak yang lumayan. Tapi ketika aku selalu memandanginya entah kenapa aku merasakan kalau Jieun sadar ku pandangi.

Ini bukan pertama kalianya, namun kesekian kalinya aku memandanginya dan dia selalu membalas tatapanku. Aku pun tahu arti tatapan Jieun seolah penuh Tanya padaku, kenapa aku menatapnya?

Tidak sadarkah Jieun, tatapan aku padamu ini sangat bermakna bagiku sendiri. Mungkin kau tidak akan mengetahuinya sampai suatu saat aku akan memberitahumu akan semua perasaan ini. Tapi…

Lidah kelu membuatku frustasi berhadapan denganmu yang tidak bisa berkutik sedikit pun.

“Heii, lihatlah. Dia sadar kau tatap seperti itu” Jonghyun menyenggol lenganku ketika Jieun menatap tatapanku kembali, mata kami saling bertemu satu sama lain dan ini sukses membuat hatiku bergetar dengan balasan pandangannya “Kau membuat orang penasaran dengan tatapanmu ini padanya”

“memang itu yang aku inginkan” Jawabku ringan membuat Jonghyun membulatkan kedua matanya

“Kau ingin membuatnya jatuh cinta padamu hanya dengan cara memandangnya seperti ini?” aku sedikit tersenyum pada Jonghyun

“Ne,aku ingin dia sadar kalau ada orang yang memperhatikannya sudah lama. Bukankah banyak pepatah mengatakan dari mata turun kehati”

“Ini benar-benar terdengar gila, setelah kau membuatnya jatuh cinta padamu. Apa yang akan kau lakukan, menyatakan perasaanmu padanya?” mendengar ucapan Jonghyun aku kembali diam membeku

“Aku berharap dapat mengutarakan isi hatiku ini padanya Jonghyun-ah” seolah mengerti Jonghyun menepuk pundakku memberikan ketegaran hati.

****

“Oppa, jadi kau tidak bisa menjemputku?” terdengar jelas di telingaku Jieun tengah berbicara dengan seseorang di telfon dan aku tahu dia berbicara dengan kakaknya Lee Jinki.

“……….”

“Tsk! Ya sudah aku pulang naik bis saja” terlihat raut wajah Jieun yang kesal membuatku hanya bisa tersenyum mendapatinya yang mengerucutkan bibirnya.

“Tunggu apa lagi antarkan dia pulang” Jonghyun memberikan isyarat agar aku mengantarkannya pulang, namun ingin menghampirinya saja aku tidak berani “Tidak berani?” aku mengelengkan kepalaku

“Aiiissh baru pertama kali aku melihatmu menyukai seorang yeoja dan seperti inikah dirimu sampai tidak berani menghampiri yeoja yang kau suka itu” Jonghyun mengelengkan kepalanya tidak percaya.

“Nyaliku terlalu tipis untuk berhadapan dengannya, tapi aku akan mengantarkannya sampai rumah dengan selamat” sudah mengerti dengan tingkahku Jonghyun kembali mengelengkan kepalanya

“Mengantarnya secara diam-diam lagi? Membuntutinya sampai di depan rumah dan memastikannya masuk ke dalam rumah dengan selamat? Itu yang akan kau lakukan lagi?” aku hanya tersenyum mendengar ucapan Jonghyun dan mengangguk mantap

“Kau bawa motorku ya, aku pergi” sambil melemparkan kunci motorku pada Jonghyun saat itu juga aku mengikuti Jieun dari belakang.

Sekarang aku seperti paparazzi yang tengah mengintai seseorang, aku memakai topi dan kacamata agar Jieun tidak menyadari kalau aku mengikutinya. Ketika Jieun memasuki bis aku pun mengikutinya dan terduduk di belakang Jieun sungguh yeoja ini tidak menyadari kalau ada yang membuntutinya.

Selama perjalanan ku perhatikan Jieun memperhatikan keluar jendela dan sangat kentara Jieun tertidur membuat kepalanya tergerak kekiri-kanan. Aku benar tidak tega melihatnya yang seperti ini, tanpa di sadarinya aku menahan kepala Jieun dengan tanganku, membiarkan tanganku menopang kepala Jieun agar dirinya nyaman.

Banyak kasat mata yang memperhatikanku, namun aku tidak memperdulikannya. Sesaat Jieun terbangun dari tidurnya dengan cepat aku melepaskan tanganku dan saat itu Jieun turun dari bis, aku kembali mengikutinya dari belakang.

Aku memperhatikan langkah Jieun , sungguh untuk kesekian kalinya aku melakukan hal ini. Tapi dia sama sekali tidak menyadari aku yang mengikutinya.

Terlihat jelas olehku Jieun sudah memasuki rumahnya, aku hanya dapat tersenyum dengan semua ini “Tugasku sudah selesai, aku lega kau sampai dengan selamat Jieun-ah” sambil menatap arah kamar Jieun yang memang aku tahu berada di deretan kedua dari kamar kakaknya, dengan hati puas aku meninggalkan rumah Jieun.

****

Waktu bergulir sangat cepat, semakin hari perasaanku kepada Jieun kian bertambah dan nyaliku untuk bertemu dengan Jieun pun semakin tipis. Kenapa tuhan menciptakan diriku dengan sikap tidak berani dalam bertindak untuk mendekati Jieun? Sungguh aku hanya dapat meruntuki diriku sendiri.

Tatapan yang setiap hariku berikan padanya, itupun jika aku bertemu dengannya. Setiap hari aku memang tidak pernah luput mencari sosok seorang Lee Jieun.

Kali ini pun aku kembali memandanginya dan aku sadar betul Jieun menatapku juga membuatku tidak bisa melepas pandangan ini padanya. Meski tatapannya membuat jantungku bergetar hebat, namun mampu membuat hatiku tenang.

Aku pun merasakan tatapan Jieun kian hari kian berbeda, seolah tatapan menginginkan?

“Chukaeyo, kau sudah membuatnya jatuh cinta padamu” ucapan Jonghyun membuatku tersenyum saja, bukan aku bersikap terlalu percaya diri. Namun aku merasakan hal tersebut pada diri Jieun, merasakan tatapan berbeda dari sorot mata Jieun yang terlihat jelas dari mataku.

“Kau merasakannya Jonghyun?”

“Tentu saja tatapannya seolah berbicara menginginkanmu? Kau sudah membuatnya menyukaimu, setelah ini apa kau akan langsung mengutarakan isi hatimu padanya?” aku diam seketika mendengar ucapan Jonghyun dan ini sukses membuat Jonghyun terlihat frustasi “Aku tidak mengerti dengan jalan fikiranmu Key, kau sudah sukses membuatnya jatuh cinta mungkin lebih dari itu. Sampai saat ini kau tetap diam, tidak kah kau bertindak mengenai hal ini?”

Aku menatap Jonghyun penuh arti “Aku ragu, tapi bantu aku untuk mengutarakannya” Jonghyun mengembangkan senyumannya mendengar ucapanku itu.

****

Hari ini sebenarnya aku berniat untuk mengutarakan isi hatiku, sayangnya Jieun yang memang ku cari tidak ku temui.

Namun aku baru mendapat kabar Jieun tidak masuk sekolah karenakan sakit. Hatiku sangat tercekat mendengar hal tersebut, rasa kekhawatiranku menyeruak di dalam relung hatiku.

Tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa, sekarang yang dapat ku lakukan hanya menatapi fotonya. Foto Jieun sebenarnya aku cukup banyak mengumpulkannya dan ini ku ambil secara diam-diam. Hal itu sudah ku lakukan ketika aku pertama kali menyukainya, tumpukan foto Jieun ku taruh dalam album yang memang ku sediakan.

“Oppa seharian ini kau terlihat murung, wae? Apa karena Lee Jieun?” seorang yeoja 3 tahun lebih muda dariku berdiri tepat di hadapanku, Kim Yura dia adikku.

“Ne, Jieun sakit dan aku sangat mengkhawatirkannya. Padahal hari ini aku berniat untuk mengutarakan isi hatiku”

“Kalau begitu jenguk dia dan ungkapkan perasaanmu sekarang juga oppa” aku diam membeku bagaimana bisa Yura berbicara seperti ini

“Yura benar, aku setuju dengan usul Yura. Sebenarnya tidak ada alasan untukmu Key dalam mengutarakan isi hatimu itu. Kau bisa datang ke rumahnya menjenguk Jieun sekaligus mengutarakan isi hatimu” ujar Jonghyun yang baru saja datang ke rumahku ini

Aku semakin tercengang dengan ucapan kedua orang ini.

“Tunggu apalagi? Kau tidak akan menyia-nyiakan hal ini kan Kim Kibum?” Tekan Jonghyun menatapku tajam, namun sepertinya ucapan mereka ada benarnya dan aku hanya tersenyum menyetujui ucapan mereka.

####

Ku pandangi sebuket bunga mawar putih yang ada di tanganku ini dan bingkisan buah yang memang sudah ku beli untuk Jieun.

“Tunggu apalagi, cepat keluar” Jonghyun menyuruhku keluar dari mobil dan aku hanya menurutinya saja.

“Oppa fighting “ Yura mengepalkan tangannya memberiku semangat

Memang kedua orang ini berniat menemaniku, meski mereka hanya akan ada di dalam mobil namun sepertinya itu sudah cukup bagiku. Tapi yang ku pikirkan saat ini haruskan aku mengunggkapkan isi hatiku ini pada Jieun? Pertanyaan yang lebih tepat mampukah aku berkata di depan Jieun?

Aku menarik nafasku dan menghelakannya pelan seolah menetralisir keadaan, namun sepertinya tetap tidak bisa detak jantung berpacu lebih cepat. Bahkan sekarang ketika aku sudah berada di depan rumah Jieun, jantung ini semakin berpacu lebih cepat.

“Omo Key kenapa kau harus seperti ini” runtuk diriku sambil mengelengkan kepalaku “Semangat Kibum semangat”

Ting tong

Dengan ragu aku menekan bel rumah Jieun, sungguh jantungku berpacu lebih cepat dari yang tadi.

Klik

Yeoja paruh baya yang membuka pintu rumah ini dan aku dapat memastikan kalau dia adalah ibunya Jieun.

“Ji.. Ji” aiissh kenapa di saat seperti ini lidahku sangat kelu untuk mengucapkan nama Jieun, terlihat ibunya Jieun hanya tersenyum

“Jieun maksudmu?” aku menganggukkan kepalaku “Kau berniat menjenguk Jieun?” lanjutnya memperhatikanku dengan bingkisan dan bunga mawar putih.

“Ne”

“Ya sudah, masuklah” aku sedikit ragu untuk memasuki rumah ini “Tadi Jiyeon juga kesini bersama Chunji menjenguk Jieun, tapi aku baru pertama kali melihatmu.. apa kau kekasih Jieun?” terlihat jelas ledekan dari ibu Jieun

Aku diam membeku di tempat mendengar hal tersebut, kalau saja bisa aku mengatakan ‘iya, bukan.. aku namja yang sebentar lagi akan menjadi kekasih dari anakmu’ sayangnya kata itu hanya keluar dari hatiku saja, tak berani mengungkapkan langsung pada ibunya.

“Kenapa kau hanya diam di ambang pintu? Cepat masuk” suruh ibunya , namun langkahku sangat berat untuk memasuki rumah ini.

“Ahjjuma, aku titip ini saja untuk Jieun” Aku memberikan sebuket bunga mawar putih itu dan bingkisan buah pada ibunya “Gomawo ahjjuma” dengan langkah cepat aku meninggalkan rumah Jieun, namun aku sadar kalau ibunya Jieun memperhatikan tingkahku dan dua orang yang ada di dalam mobil memasang wajah kecewa mereka seolah tahu apa yang terjadi.

“Aku tidak sanggup” kataku ketika sudah di dalam mobil

“Sudah ku duga akan seperti ini, gagal” Jonghyun dan Yura memasang wajah kecewa mereka, terlebih lagi Jonghyun yang dengan cepat melajukan mobil meninggalkan tempat ini.

Aku hanya dapat meruntuki diriku sendiri, kenapa aku tidak berani dalam hal ini? Wae? Wae? Padahal tinggal selangkah lagi, tapi kenapa begitu sulit Jieun-ah.

****

 

“Kibum-ah lihat, dia Krystal adik kelasmu sekaligus teman rekan bisnis apa yang akan di jodohkan denganmu”

DEG ~

Aku diam membeku mendengar pernyataan yang keluar dari mulut ayahku ini, di jodohkan?

“Mwo? Di jodohkan?”

“Ne wae?”

“Shireoyo”

Dengan lantang aku mengucapkan kalimat tersebut membuat rekan bisnis ayahku begitu juga dengan Krystal membulatkan kedua mata mereka tidak percaya.

“Lancang kau berbicara seperti itu , Kibum ini sudah keputusan orangtua dan kau tidak bisa menolak akan perjodohan ini. Camkan ini Kim Kibum”

Aku tidak tahu harus berkata apa mendengar penyataan ayahku ini, ucapan ayahku memang tidak bisa di tentang.

“Kibum-ah, Krystal yeoja yang baik. Maka dari itu kami menjodohkannya padamu” ibuku menimpali ucapan ayah

“Kibum oppa sudah ada yeoja yang dia cintai” Ujar Yura, aku tercengang mendengar ucapan Yura dan sontak semua manatap kearah Yura.

“Kalian masih kecil, tidak sepantasnya membicarakan cinta.. kau Kim Kibum tidak boleh ada penolakan kau mengenai perjodohan ini” aku enggan berbicara apa-apa, enggan menimpali ucapan ayahku ini dengan kesal aku meninggalkan orang-orang ini.

Namun dari kasat mataku terlihat jelas Kystal menatapku penuh makna.

****

Semenjak itu aku tidak tahu harus berkata apa, orangtuaku sudah menetapkan hari pertunanganku dengan Krystal.

Hari ini adalah pentas seni dan aku tahu kalau Jieun akan bernyanyi. Sungguh aku sangat senang mendengarnya.

Aku memang sudah duduk di deretan paling depan agar aku dapat dengan jelas melihat sosok Lee Jieun dan betapa kagetnya diriku ketika Jieun menyanyikan sebuah lagu dari Wonder Girl- Be my Baby.

Lagu ini benar-benar membuatku tercengang, terlebih lagi dengan Jieun yang menatapku seolah mengisyaratkan kalau lagu itu tertuju padaku.

‘benarkah kau menginginkan aku menjadi kekasihmu Jieun?’ sungguh aku tidak dapat percaya dengan lagu yang di nyanyikan Jieun.

Setelah lagu selesai, sungguh aku sangat senang dan tanpa ragu aku tersenyum pada Jieun. Kalau kau mengerti senyuman ini adalah sinyal Jieun, sinyal kalau aku ingin sekali mengutarakan isi hatiku ini padamu.

Sekarang aku berada di depan gerbang sekolah berniat menunggu Jieun, sungguh hati ini benar tidak kuat untuk mengutarakan perasaanku yang sudah sangat meluap.

“Lagu yang di nyanyikan Jieun tadi benar-benar tertuju padamu. Kau sadar kan lagu itu seolah menyindirmu?” Ujar Jonghyun

“Aku sadar itu Jonghyun”

“dan sekarang kau berniat untuk menemuinya, sekaligus mengutarakan isi hatimu itu kan?”

“inginnya begitu, semoga aku tidak ada rasa ketakutan”

“Aku akan mendoakanmu” Jonghyun menepuk pundakku memberikan kekuatan “Lihat dia sudah keluar gerbang” Jonghyun memberitahu kalau Jieun sudah ada di luar gerbang membuatku salah tingkah.

“Key oppa” Seru seorang yeoja yang sangat aku kenal dan tidak lain dia adalah Krystal “Oppa, antarkan aku pulang ya. Jebal” Krystal langsung menggamit tanganku membuatku menatap Jonghyun

“Oppa jebalyo, appa tidak menjemputku” Krystal memasang agyeonya memohon padaku, namun aku menatap kearah Jieun yang memang terhalangi oleh Jiyeon.

‘jebal Jiyeon terus halangi Jieun seperti itu , agar dirinya tidak melihat adegan ini’ sungguh aku tidak ingin kalau Jieun melihat aku yang di gamit Krystal.

“Oppa” rengeknya Krystal lagi membuatku tidak tega dan Jonghyun yang melihat ini

“sudah antarkan calon tunanganmu itu” Ujar Jonghyun

Ketika aku ingin memakai helm kusadari Jieun menatap kearahku, dia melihat adegan ini. Adegan dimana aku akan mengantar Krystal.

Oh tuhan ..

Kumohon jangan buatnya salah paham akan hal ini, aku sadar betul tatapan sendu Jieun membuat hatiku seolah teriris. Langsung saja aku menstater motorku pergi dari tempat ini, aku tidak sanggup melihat Jieun yang terluka akan hal ini.

****

Perjodohan ?

Ini semua seolah takdir yang harus ku jalani, kenapa?

Kali ini aku sudah melangsungkan sebuah pertunangan dengan Krystal, pertunangan yang membuatku dan Krystal semakin terikat satu sama lain. Ini semakin sulit bagiku untuk mendekatkan diri pada Jieun.

Sungguh aku seperti menghianati Jieun, tapi aku benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa . semua keputusan ini benar tidak bisa di ganggu gugat.

“Oppa ghwencana?” Yura menyadari betul perasaanku kali ini, mungkin hanya dia yang sadar akan perasaanku. Kalau ada Jonghyun pun mungkin dia pun mengerti akan perasaanku ini, sayangnya namja itu memang tidak menghadiri acara pertunanganku ini.

“Ghwencana yura-ah” aku sedikit mengacak lembut rambut Yura dan tersenyum pada tamu orangtuaku.

*****

Waktu berlalu sangat cepat, semua orang mengira aku dan Krystal berpacaran. Terutama Jieun yang benar menganggap kami berpacaran.

Hingga saat ini kelulusanku, aku tidak menyangka Jieun memberi selamat padaku dan memberikan bingkisan padaku.

Di saat itu Krystal datang sambil mengatakan kalau aku bukan kekasihnya melainkan tunangannya. Sungguh aku tercekat melihat wajah Jieun yang benar-benar rapuh.

“Ahhh kalian bertunangan, sungguh kalian pasangan yang cocok. Sangat cocok” ucapan Jieun aku diam membeku mendengarnya “Ne, aku doakan kalian langgeng dan sampai pernikahan, ne”

Aku tahu ucapan Jieun itu tidak dari dasar lubuk hatinya, sungguh kenapa kau menyiksa dirimu sendiri Jieun. Aku tidak ingin kau berucap kalimat tersebut Jieun, ini membuatku seakan goyah seolah kau melepasku begitu saja.

Namun aku tahu ini bukan keinginanmu Jieun, kalau bisa aku berteriak sungguh aku tidak ingin ada perjodohan ini Jieun-ah.

****

Setelah kelulusanku, aku di suruh apa untuk meneruskan perusahaannya yang ada di amerika. Meski begitu aku selalu berusaha mencari kabar tentang Jieun.

Bagaimana kabar dia di seoul?

Apakah dia baik-baik saja?

Terkesan berlebihan namun seperti inilah adanya, sempat aku menerima kabar dirinya sakit. Namun apa yang bisa ku perbuat? Aku sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa, untuk ke seoul pun susah mengingat pekerjaan yang membuat kepalaku pening.

Sampai kelulusan Krystal orangtuaku memintaku untuk menikahi Krystal.. sungguh bukan keinginanku hanya saja aku tercekat mendengar ucapan ayah Krystal mengenai anaknya tersebut

“Kibum-ah, kumhon padamu untuk menikah dengan Krystal” aku cukup bingung kenapa ayah Krystal berbicara seserius ini “Krystal di fonis kanker darah dan waktunya tidak akan lama lagi. Namun dia memiliki keinginan trakhir, dia sangat menyukaimu Kibum dan dia sungguh bercita-cita menikah denganmu serta mempunyai anak darimu Kibum. Jebal Kibum”

Mendengar ucapan ayah Krystal membuatku lemas, terlebih lagi ayah Krystal memohon dengan sangat tulus membuatku benar-benar tidak tega.

Ya tuhan

Haruskah aku mengorbankan hatiku ini? Maafkan aku Jieun-ah

“Baiklah ahjjusi aku akan menikahi Krystal” senyum mengembang terlontar dari ayah Krystal

****

-setahun kemudian-

Setahun sudah berlalu, aku memang sudah menikahi Krystal. Namun hati ini tidak luput dari seorang Lee Jieun, seseorang yang sejak pernikahanku dengan Krystal. Aku tidak mendapat kabar apapun akan Jieun, entahlah apa aku terlalu sibuk dengan pekerjaan.

Setahun pernikahanku dengan Krystal, aku berusaha membahagiakannya. Namun dia seolah sadar hatiku tidak tertuju untuknya, aku merasa bersalah pada Krystal sebenarnya aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja hatiku, hatiku terus tertuju pada satu nama –Jieun-

Entah cobaan apalagi yang di beri tuhan padaku, kehamilan Krystal sudah menginjak 8 bulan dan dokter memfonis kankernya sudah stadium 3.

“Tuan, ini tidak bisa di biarkan. Kanker ny.Krystal sudah stadium 3 dan harus segera di operasi” aku diam membeku mendengar ucapan uisa ini

“Apa dengan melakukan operasi mereka akan selamat?” terlihat uisa itu menundukkan kepalanya

“Aku tidak dapat memastikan operasi ini dua-duanya akan selamat atau tidak, besar kemungkinan hanya satu dari mereka yang akan selamat setelah operasi nanti”

Aku menatap kearah Krystal yang menangis tersedu-sedu, membuatku semakin tidak tega padanya dan mengenggam erat tangan Krystal memberi ketegaran padanya.

“Jika melakukan operasi, apa anak ini akan selamat?” ujar Krystal membuatku dan Yura yang memang ada di ruang inapnya terarah pada Krystal

“Aku akan berusaha semaksimal mungkin”

“Lakukan operasi itu dan selamatkan anak ini.. anak ini tidak salah apa-apa, aku ingin dia terlahir dengan sempurna” aku menatap Krystal dengan kaget

“Soo Jung apa yang kau katakan” aku berbicara sedikit formal padanya

“Oppa, aku ingin anak ini lahir dengan selamat. Aku rela mengorbankan diriku sendiri asal anak ini lahir dengan sempurna”

“Tapi anak itu akan lahir dengan premature”

“Aku mohon selamatkan anak ini, jebal” aku benar-benar tidak kuat melihat keadaan Krystal seperti ini, dia menangis tersedu-sedu dan tanpa ragu akupun memeluknya erat tanpa terasa pun air mata jatuh begitu saja dari pelupuk mataku

“Tidak, aku menginginkan keduanya selamat uisa” aku bersikeras ingin kedua orang yang memang sudah ku sayangi ini selamat.

“Lakukan operasi itu uisa” Aku menatap tajam Krystal

“Tidak, jangan lakukan. Aku ingin mereka selamat uisa” sekarang Krystal yang menatapku penuh memohon

“Lakukan uisa, ini keputusan Krystal anakku dan dia ingin menyelamatkan anak yang di kandungnya itu” ujar ayah Krystal tiba-tiba

“Abonim” aku tidak bisa berkata apa-apa dengan ucapan ayah Krystal tadi

“Kibum-ah, kalau tidak segera di operasi kanker yang di derita Krystal akan semakin parah dan anak yang di kandung Krystal pun akan merasakan hal itu. Sekarang semuanya kita serahkan kepada tuhan, kita berdoa agar keduanya selamat” ayah Krystal meremas pelan pundakku memberikan ketegaran.

****

Aku menatap Krystal yang sudah pucat pasi, aku tahu dia merasakan sakit yang luar biasa saat ini. Namun dia tidak menunjukkannya justru hanya senyum saja yang terlontar dari bibirnya.

“Oppa berjanjilah padaku, jika aku tidak selamat. Kau harus berjanji untuk menjaga anak kita” mendengar ucapan Krystal air mataku jatuh begitu saja

“Aku yakin kau selamat” aku mengenggam erat tangan Krystal

“Berjanjilah padaku oppa” aku mengangguk sambil mengecup tangan Krystal “dan berjanjilah padaku? Kalau kau bertemu kembali dengan Jieun eonni” aku membulatkan kedua mataku mendengar pekataan Krystal

“Mwo?”

“Aku tahu kau sangat mencintai Jieun eonni, sampai kau mengorbankan hatimu dan menikah denganku. Aku tahu semua oppa, tahu appa meminta padamu untuk menikahiku. Kau rela mengorbankan hatimu yang sangat mencintai Jieun eonni untuk perjodohan ini. Aku hanya berharap agar kau cepat mengutarakan isi hatimu padanya oppa, kalian saling mencintai namun terhalang akan pejodohan itu. Aku ingin kau berjanji padaku agar kau mengatakan padanya, kalau kau mencintainya oppa. Aku merasa bersalah dengan semua ini”

Aku memeluk erat Krystal mengusap lembut rambutnya “Kau jangan merasa bersalah Krystal-ah, ini bukan salahmu. Mungkin aku dan Jieun memang tidak berjodoh” berat rasanya aku mengucapkan kalimat tersebut, namun aku sadar akan semua itu. Sadar ketika penikahanku dengan Krystal kalau aku dan Jieun tidak berjodoh.

“Aniyo oppa, kau jangan berkata seperti itu. Berjanjilah untuk menikahinya, jadikan dia ibu dari anak kita. Aku yakin Jieun eonni akan menjaga anak ini dengan baik” sambil mengusap janinnya Krystal berbicara seperti itu “kumohon oppa, jebal” Krystal semakin menangis tersedu-sedu

Aku pun benar-benar tidak kuat akan hal ini, kembali air mataku jatuh begitu saja “katakan padaku sampai saat ini kau masih mencintainya kan?” mengingat Jieun air mataku seolah tidak bisa terhenti “Katakan oppa”

Lee Jieun ~

Bayangan wajah itu semakin terngiang di otakku “Ne, aku sangat mencintainya” dengan nada bergetar aku berucap seperti itu

“Mianhae oppa,mianhae karena aku kalian tidak bisa bersatu. Mianhae, mianhae” sungguh aku sama sekali tidak menyalahkannya akan hal tesebut, bahkan tidak ada di benakku menyalahkan semua itu padanya.

“Krystal-ah, kau jangan berfikiran seperti itu.. aku sama sekali tidak menyalahkanmu, sudah Krystal-ah kau harus memikirkan kesehatanmu saat ini” aku sedikit mengecup kening Krystal, namun dia mantapku penuh sendu

“Ini yang terakhir oppa, berjanji padaku untuk berani mengungkapkan isi hatimu itu dan menikahinya” aku menghelakan nafas dan menganggukkan kepalaku “Yura-ah, kau bisa berjanji padaku kan? Untuk menyatukan mereka berdua?”

Aku cukup tercengang dengan ucapan Krystal, Yura yang melihat ini air matanya pun tak bisa di bendung. Dia mengangguk mantap dengan pertanyaan Krystal tadi “Ne eonni” ujar Yura mengenggam erat tangan Krystal

“Ny.Krystal ini sudah waktunya” ujar seorang perawat yang menghampiri kami, seolah mengerti Krystal menganggukan kepalanya.

Dia menatap kearahku dan Yura tersenyum tanpa beban.. senyuman yang damai terpancar dari wajah Krystal.

“Kau dan anak kita akan selamat” aku mengepalkan kedua tanganku memberi semangat untuk Krsytal , Krystal hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. Tak lama Krystal di bawa masuk ke dalam ruang operasi.

2 jam kemudian –

Aku menatap lurus deretan kursi yang kosong di hadapanku, entahlah pikiranku saat ini tertuju pada Krystal dan anak yang tengah di kandung. Sesungguhnya aku ingin mereka selamat.

Ku dengar orangtuaku dan orangtua Krystal menangis tersedu-sedu, begitu juga dengan Yura yang memang dirinya sangat sedih akan hal ini. Akupun tanpa sadar air mata ini memang tidak bisa berhenti.

Kudapati seorang uisa keluar dari ruang operasi, sontak semua terarah pada uisa itu.

“Bagaimana uisa?” ujar ayah Krystal penuh kekhawatiran, namun uisa hanya diam saja tidak menjawab

“uisa bagaimana? Mereka selamat kan ?” aku benar tidak tahan yang melihat uisa ini hanya diam saja.

“Mianhae, aku hanya bisa menyelamatkan anaknya”

DEG ~

Aku tersentak seketika mendengar perkataan uisa, tidak percaya “Maksudmu Krystal –“ aku tidak bisa melanjutkan kata-kataku

“Mianhae, kami sudah berusaha sebisa kami. Namun tuhan yang mengatur itu semua dan kami hanya dapat menyelamatkan anaknya. Mianhae”

BRUGG

Tubuhku lemas seketika, aku terduduk begitu saja di kursi. Kakiku begetar lemas, aku hanya dapat meremas lututku dengan keras.

Air mataku seolah tak terhenti sulit menerima kenyataan ini, ku sadari orangtuaku dan orangtua Krystal semakin menangis sejadi-jadinya. Yura pun sungguh dia tidak mempercayai hal ini, sambil memelukku dia menangis sejadi-jadinya.

Tidak dapat ku pungkiri aku benar kehilangan seorang Krystal yang sudah mencintaiku sepenuh hatinya.

****

-end flashback-

Semenjak itu aku di sibukan mengurus Daniel, di amerika aku mengurus Daniel sendirian. Meski di bantu orangtuaku dan orangtua Krystal yang memberi perhatian lebih pada Daniel, begitu juga dengan Yura yang membantuku mengurus Daniel .

Hanya saja bagiku itu tidak cukup, karena aku sangat menyayanginya dan aku harus memberikan perhatian lebih padanya. Ketika Daniel sudah berumur 3 tahun aku kembali ke Seoul.

Terlebih lagi aku pun mendapat kabar Kim Jonghyun sahabatku itu, meneruskan perusahaan ayahnya yang berada di jepang. Hal ini membuatku sulit bertemu sahabatku yang memang mendukung akan diriku bersama Jieun.

Hingga saat ini umur Daniel yang sudah menginjak 5 tahun, bertahun-tahun aku terfokus dengan Daniel. Walau setiap malam ketika ku sendirian aku terus menatapi album foto yang berisikan gambar Jieun, aku sungguh merindukan Jieun kala mengingat masalalu itu.

Di seoul aku membeli rumah dengan dekorasi warna putih, kenapa aku memilih warna putih? Warna putih warna kesukaan Jieun, sungguh yeoja itu membuatku tidak bisa melupakannya. Bahkan aku sering menyanyikan lagu be my baby yang dulu di nyanyikan Jieun.

Satu hal yang membuatku tidak menyangka, di pertemukan kembali dengan Jieun. Bertahun-tahun aku tidak medengar kabarnya. Tiba-tiba di pertemukan kembali dengannya tepat di depan rumahku.

Terlebih lagi dia adalah guru yang membuat Daniel berubah 180 derajat, dulu Daniel memang selalu murung. Tapi semenjak ada Jieun, guru yang selalu di ceritakan Daniel dia seolah berubah menjadi Daniel yang ceria.

Aku benar tidak menyangka guru yang di ceritakan Daniel dia adalah Lee Jieun, Jieun yang ku cinta. Sungguh dia sangat berubah dan sangat cantik.

“Kau merindukannya oppa?” ujar seseorang yang kusadari ada di sampingku sambil memegang salah satu foto Jieun

“Ne, Yura-ah. Aku sangat merindukannya”

“Tidak kah kau berniat untuk menemuinya oppa?” aku tesenyum pada Yura

“Aku sudah bertemu dengannya, dia adalah guru baru di sekolah Daniel. Guru yang sering di ceritakannya pada kita adalah Lee Jieun” Yura membulatkan kedua matanya tidak percaya

“Jinjayo? Tapi kau tidak takut seperti dulu kan apabila berhadapan dengannya?”

Ucapan Yura memang ada benarnya, awal aku bertemu dengan Jieun perasaan bergetar itu kembali dan aku merasakan kalau rasa cinta ini tidak hilang. Aku memang terasa kelu apabila berhadapan dengan Jieun, namun entah kenapa aku seolah bisa menetralisir keadaan berbicara cukup banyak dengan Jieun.

“Tidaklah, walau aku merasa jantungku berdegup kencang berhadapan dengannya. Namun aku akan merasa menyesal apabila tidak bicara dengannya” senyuman mengembang dai bibir Yura

“Baguslah, setidaknya kau bisa mengutarakan isi hatimu padanya” aku membulatkan kedua mataku

“Ne?”

“Tidak ingat janji Krystal eonni padamu dulu? Ahh sepertinya aku punya tugas baru saat ini” aku mengingat betul ucapan Krystal dulu.

“Tentu saja aku mengingatnya, namun aku tidak mau teruburu-buru. Itu terlalu cepat, aku ingin memastikan apa Jieun masih mencintaiku”

“Aku yakin dia masih mencintaimu”

“Sok tahu sekali kau, aku saja tidak tahu kalau dia sudah menikah atau belum. Namun aku berharap dia belum menikah”

“Arayo karena kau sangat mencintainya. Emmm bagaimana dia sekarang?”

“Jauh lebih cantik dari yang dulu, dia lebih dewasa dan aku sangat terpukau dengan penampilannya sekarang”

“Jinja? Omo benih-benih cinta semakin bekobar” Ledek Yura membuatku hanya tersenyum

“ Tapi sepertinya dia marah padaku” Yura terlihat mengerutkan alisnya tidak mengerti “Tadi ketika aku mengungkit tentang album buatannya, aku tidak sengaja mengatakan album itu lucu. Sungguh yang aku maksud foto-fotoku yang ada di situ, bukan berniat menyinggung albumnya. Padahal album buatannya aku sangat menyukainya”

Yura mengangguk mengerti “kalau begitu kau jelaskan padanya dan meminta maaf padanya” aku hanya tersenyum mendengar ucapan Yura

Ku raih album yang dulu di berikan Jieun padaku,aku tidak menyangka Jieun akan membuat album ini untukku. Berbagai fose terpampang jelas pada album ini dan beberapa kata yang di tulis Jieun pada fotoku ini.

Andai dia tahu, aku pun menyimpan tumpukkan album fotonya yang ku ambil secara diam-diam ketika di bangku sekolah. Tapi aku teringat tadi dimana aku berusaha berkontak mata dengan Jieun dan menatapnya, namun dia seolah mengalihkan pandangannya dariku. Sebenarnya ada apa? Apa Jieun sudah melupakanku? Apa dia sudah tidak menyukaiku?

Sesak rasanya berpikiran seperti ini membuat hati tidak rela menerimanya.

****

-2hari kemudian-

-Author PoV-

 

Seperti biasa Key menunggu anaknya Daniel di depan sekolah, namun sudah dua hari ini sebenarnya Key mencari batang hidung seorang yeoja yang selama ini di rindukannya. Jieun tentu saja dia, Key berniat ingin meminta maaf mengenai album foto pada Jieun, sayangnya kemarin di kabarkan kalau Jieun tidak masuk. Key berharap kali ini dapat bertemu dengan Jieun.

“Daniel-ah” Key tersadar anak semata wayangnya sudah berjalan terarah padanya, namun Key sedikit mengerutkan alisnya mendapati Daniel yang berjalan menundukkan kepalanya “Kau sudah keluar ?” Key memegang pundak anaknya ini.

“Ne appa” jawab Daniel dengan lemas, Key semakin mengerutkan alisnya ada apa dengan anak ini.

“Chankaman, kau kenapa Daniel-ah?” tahan Key ketika Daniel ingin memasuki mobil , sungguh Key merasakan hal ganjal mendapati Daniel dengan wajah murung.

“Jieun sonsaengnim tidak masuk ke sekolah lagi” Daniel memasang wajah kecewanya dan ini membuat Key teringat akan Jieun yang memang kemarin tidak masuk juga

“Mwo?”

“Kata Tiffany sonsaengnim, Jieun sonsaengnim dua hari ini tidak masuk karena sakit ” mendengar ucapan Daniel entah kenapa membuat Key gelisah menampakkan kekhawatirannya pada Jieun

“Sakit? Sakit apa?” Daniel mengerutkan alisnya mendapati ayahnya berubah menjadi panik

“Molla, aku merindukannya appa. Keunde, kenapa kau terlihat panik appa?” pertanyaan Daniel membuat Key bingung harus menjawab apa.

“Aniyo, mengingat Jieun sonsaengnim mu itu teman appa” Key benar-benar bingung harus menjelaskan apa pada Daniel, namun sepertinya Daniel tidak memikikan hal tesebut justru mengalihkan pembicaraan seolah lupa akan ucapannya yang tadi

“Appa, bagaimana kalau kita menjenguk Jieun sonsaengnim. Tadi aku meminta alamatnya pada Tiffany sonsaengnim” Daniel memberikan secarik kertas pada Key, melihat alamat yang tertera pada kertas itu mengingatkan Key pada masalalunya. Alamat ini sudah tertanam benar di otaknnya dan hingga sekarang alamat tersebut masih melekat “Appa, jebal aku ingin bertemu dengan Jieun sonsaengnim”

Seolah tersadar dari lamunanya, Key tersenyum pada anaknya itu “Baiklah, kajja” Key langsung membantu Daniel memasuki mobil, sesungguhnya Key memang berniat untuk menjenguk Jieun. Hanya saja apa dia berani melakukannya? Apa hal yang dulu pernah di lakukannya akan terulang kembali? Mengingat Daniel yang menginginkan hal ini, seolah menambah kekuatan Key.

*****

Umkyeo jwin maeumi jakku sae eonaga oh;

sumgyeobogo gamchwodo modu heulleonaga oh;

Daheul su eobtneun neoreul bomyeonseo;

nae jageun geurim jado deul kilkka sumeoseo;

Oh (Hey oh…)

nan tteollineun georeumeul (Hey Hey…)

josimhi dagaga bwa; (josimhi dagaga bwa…)

(Ahahh..)

(Ohhh..) Oh nan (Nan…)

deo gakkai galsurog (deo gakkai galsurog…)

(Ohhh..) eotjeonji duryeowo jyeo (Hey Hey… oooh jyeo…)

niga meoreo jilkka;

One, Two nae mami

Three, Four sumgyeori

Five, Six onmomi

 

Dengan lembut Jieun memainkan pianonya dan menyanyikan sebuah lagu dari Taetiseo – Baby Step, lagu ini seolah menceritakan isi hatinya sekarang. Hatinya yang kalut akan sebuah kepedihan cinta, rasa lelah menunggu seseorang itu sangat membuatnya terluka.

Kelelahan yang mendalam membuatnya membutuhkan seseorang untuk menolongnya, menolong hatinya agar tidak memikirkan masalalu Key. Sungguh Jieun tidak kuat akan hal ini, sambil menyanyikan lagu tersebut air mata Jieun jatuh begitu saja.

oneuldo na honja nunmuljinneun georeumeuro neol hyanghae keodko itjiman
ne mame dahneun nal ne pume anajul keu nareul gidaryeo.. I need you hey

Oh nan tteollineun georeumeun joshimhi dagakabwah
(Oh somebody help me oh somebody help me)
Oh nan deo kakkai kalsurok eocheonji duryeowojyeo
Oh nan tteollineun georeumeun deo hanbeon dagakabwah
Oh nan nae sarangi boineun gakkaun georikkaji ijen dagawahjwo

Tepat di bait itu Jieun masih bernyanyi dan menangis tersedu-sedu, namun tetap di lanjutkan bernyanyi. Tapi tiba-tiba permainan Jieun terhenti begitu saja, karena dia merasakan ada tangan yang mengenggam tangannya erat. Jieun yang tadi menutup matanya langsung terarah pada genggaman itu.

“Minho oppa” di sadari Jieun Minho yang sudah ada di sampingnnya dan mengenggam erat tangannya

“Kau benar-benar rapuh Jieun-ah menyanyikan lagu ini, aku tidak kuat mendengarnya” Jieun membulatkan matanya medengar ucapan Minho, memang benar sedari tadi Minho memperhatikan Jieun menyanyikan lagu ini.

Jieun menatap lekat Minho, teringat kembali bayangan Key membuat dirinya tanpa sadar meneteskan air mata “Aku bertemu dengannya lagi oppa, orang yang ingin ku lupakan itu. Aku bertemunya kembali dan yang membuatku sakit hati. Dia mengatakan album pemberianku dulu itu sangat lucu, terlebih lagi dia adalah ayah Daniel anak muridku”

Minho membulatkan matanya kaget dengan pernyataan Jieun, sungguh Jieun makin terlihat rapuh di matanya saat ini. Sambil menjelaskan itu Jieun menangis tersedu-sedu, tanpa ragu Minho langsung meraih tubuh mungil Jieun kedalam pelukannya.

“Apa karena ini? Membuatmu tidak masuk kerja 2 hari,hanya karena namja itu Key” Minho rahangnya mengeras seolah enggan menyebut nama Key

Jieun melepaskan pelukan Minho dan menatapnya “Aku takut oppa, aku takut bertemu dengannya”

“Takut perasaan itu muncul kembali?” Jieun mengangguk membenarkan ucapan Minho “Bukankah kau memang tidak bisa melupakannya? Dan kau masih sangat menyukainya?”

Jieun cukup melemas mendengar ucapan Minho “Kau benar, tapi kenapa di saat aku sedang ingin melupakannya dia muncul kembali? Dan Daniel semakin membuatku teringat akan Key apabila aku melihatnya”

“Kau tahu Daniel anaknya dan jelas dia sudah mempunyai istri. Maka dari itu kau harus sedikit berpikir Key yang sudah mempunyai istri”

“Istrinya sudah meninggal”

DEG~

Minho diam membeku, entah kenapa rasa tidak rela menyeruak di dalam dirinya.

“Aku takut bertemu dengannya, aku takut apabila bertemu Daniel akan membuatku semakin teringat Key”

Minho mengehelakan nafasnya pelan dan memegang pundak Jieun memberikan ketegaran “Ini bukan salah anak itu Jieun, Daniel tidak salah apapun. Hanya saja semua tergantung pada dirimu, kau sudah dewasa dan kau pasti bisa menempatkan dirimu”

Jieun menundukkan kepalanya cukup mencerna ucapan Minho “Arayo Daniel tidak salah, hanya saja aku takut apabila bertemu dengan Key” kembali airmata Jieun turun dari pelupuk matanya

“Apa prinsip dalam hidupmu itu untuk melupakannya?” Jieun menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Minho “Seharusnya kau tanamkan lebih dalam prinsip itu pada dirimu, kalau kau ingin cepat melupakannya. Seharusnya kau tidak tergoyahkan apabila bertemu dengannya, ini ujian untukmu Jieun”

“Tapi sampai kapan tuhan memberi ujian cinta yang rumit padaku ini” Minho mengelengkan kepalanya mendengar ucapan Jieun

“Jangan salahkan tuhan, salahkan dirimu sendiri kenapa tidak bisa melupakannya” Jieun diam membeku mendengar ucapan Minho, dia sadar betul Minho melontarkan kalimat itu membuatnya agar tersadar dalam belengku seorang Key

“Kau berbicara seperti itu karena kau tidak merasakan mencintai seseorang oppa” Uja Jieun membuat Minho menatapnya tajam

“Kata siapa? Aku mencintai seorang yeoja sudah lama, namun yeoja itu tidak sadar keberadaan cintaku padanya. Apa itu tidak cukup?” Minho menatap dalam Jieun memancarkan makna mendalam dalam kata tersebut, sedang Jieun tidak dapat berkata apa-apa mendapati ucapan Minho kenapa dia merasakan mata Minho yang berucap tadi tertuju padanya. Namun dengan cepat Jieun menepisnya

“Mianhae oppa, aku tidak tahu. Tapi ucapanmu membuatku sadar, aku terlalu kalut dalam belenggu Key. Aku ingin terlepas dari hal itu semua” Minho semakin meremas punggung Jieun memberikan ketegaran padanya

“Aku yakin kau pasti bisa Jieun-ah, asal kau tetap pada pinsipmu untuk melupakannya”

“Kau benar oppa, gomawo” Jieun sedikit tersenyum, Minho hanya mengelengkan kepalanya dan menghapus air mata yang membahasi pipi Jieun

“Kau tahu? Kau benar-benar sangat cengeng Lee Jieun” Ledek Minho membuat Jieun mengerucutkan bibirnya

“dan kau sangat menyebalkan selalu meledekiku” Ujar Jieun yang tak kalah meledek Minho , namun hal itu sukses mengundang tawa di antara mereka berdua dan Minho mengacak rambut Jieun.

“Jieun-ah, ada teman lamamu di bawah ingin menjengukkmu” ujar ibu Jieun membuat Jieun dan Minho mengerutkan alisnya

“Nuguya?”

“Molla, tapi sepertinya aku pernah melihatnya. Lagi pula dia mengatakan kalau dia temanmu, cepat kasian dia bersama dengan anaknya” ibunya berlalu meninggalkan Jieun dan Minho

“Heii, kau tidak memberitahu pada Jiyeon akan kegalauanmu ini kan? Sampai dia ingin menjengukmu ke rumah” ledek Minho membuat Jieun mengerucutkan bibirnya.

Hanya saja Jieun sedikit mengerutkan alisnya, kalau Jiyeon yang datang dia akan langsung menerobos naik keatas dan ibunya tidak akan memberitahu seperti ini. Di temani dengan Minho, Jieun berjalan ke bawah untuk menemui orang itu.

Ketika Jieun dan Minho sudah berada di bawah, saat itu juga hati Jieun langsung tercekat seketika dengan pemandangan yang tengah di lihatnya saat ini “Ke.. Key Sunbae”ucap Jieun terbata membuat Minho menatap kearah Jieun

Namun sesaat Minho menatap kearah namja yang memang terduduk di ruang tengah. Mendapati Jieun diam membeku saat itu juga Minho langsung mengenggam erat tangan  Jieun. Hal tersebut pun menyadari Key dengan genggaman Minho pada Jieun

Rasa sesak pun menyelimuti Key, namun dia berusaha menetralisir keadaan. Telebih lagi Daniel yang langsung tersenyum riang mendapati Jieun “Jieun sonsaengnim” Teriak Daniel dan langsung memeluk Jieun

Tidak di pungkiri keterkagetan Jieun pada Daniel yang memeluknya dan membuat Minho melepaskan genggaman eratnya pada Jieun. Hal itu pun membuat Key merasakan kelegaan dengan telepasnya genggaman erat tesebut.

Ibu Jieun yang memang ada di antara mereka, cukup kaget dengan Daniel yang langsung memeluk Jieun “Rupanya anakmu murid Jieun?”

“Ne, ahjjuma” ujar Key membenarkan

“Dunia sangat sempit, kau teman Jieun yang menjadi guru anakmu. Tapi sepertinya aku pernah melihatmu” Ibu Jieun seolah teringat akan masalalu, namun terlihat Key memberi isyarat pada yeoja paruh baya itu dengan menaruh telunjuknya di bibirnya. Seolah mengerti ibu Jieun hanya tersenyum dan meninggalkan orang sekitarnya, bagusnya Jieun tidak tersadar akan interaksi ini.

Sayangnya mata tajam Minho melihat adegan ini membuat dirinya penasaran apa maksud dua orang ini.

“Sonsaengnim, aku meminta appa untuk mengantarku menjengukmu. Aku sangat merindukanmu” ujar Daniel sambil memeluk Jieun yang memang sudah menyetarakan tingginya dengan Daniel. Jieun menatap kearah Key yang tersenyum padanya

“Mianhae, dia memaksaku untuk mengantarkannya” Jieun tidak berani menatap Key lama-lama , dengan hitungan detik dia menatap Minho yang entah apa pikirannya saat ini.

Sesaat Daniel melepaskan pelukannya dan menatap Jieun “Sonsaengnim, kau sakit apa? Sampai dua hari tidak masuk,kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu dan merindukanmu” mendengar hal itu Jieun hanya tersenyum

Mengingat ucapan Minho tadi, dia menatap dua bola mata Daniel yang mengucapkan kata tadi dengan ketulusannya membuatnya sadar benar ‘anak ini tulus, tidak mungkin aku menyalahkannya yang tidak mempunyai salah apapun. Kau pasti bisa Jieun’ batinnya

“Aku hanya tidak enak badan Daniel-ah”

“Jinja? Tapi kenapa matamu terlihat sangat sembab Sonsaengnim? Kau menangis?” mendengar ucapan Daniel membuat Key menatap kearah Jieun dan itu di sadari benar oleh Minho yang menatapnya sengit “Apa kau habis menangis sonsaengnim? Apa ahjjusi itu yang membuatmu menangis lagi?”

Di sadari oleh Minho kalau Daniel menunjuk kearahnya membuat yang lain menatapnya pula, Jieun pun cukup kaget dengan ucapan Daniel .

“Heii untuk apa aku membuat orang yang ku sayang menangis” ujar Minho yang merangkul Jieun dan itu membuat Jieun menatapnya namun Jieun sadar ucapan itu ‘Minho oppa menyayangiku sebagai adiknya’ itu yang ada di benak Jieun saat ini.

Tidak dengan Key, dia seolah muak dengan pemandangan ini. Bukan, tepatnya melihat hal ini dan mendengar hal tersebut membuat hati Key seolah tecekik seketika

“Orang yang membuat Jieun menangis itu—“ Minho menggantungkan ucapannya menatap kearah Key, keduanya melempar tatapan sengit, entah apa yang ada di pikiran dua namja ini.

Menyadari Minho menatap Key, buru-buru Jieun berucap “Aniyo, Minho oppa tidak membuatku menangis. Daniel-ah” hal ini sukses membuat kedua namja ini kembali menatap teduh kearah Jieun

“Jinjayo, aku tidak akan membiarkan namja yang menangisimu sonsaengnim” ujar Daniel seketika Minho menatap kearah Key lagi (?) entahlah tatapan apa yang di berikan Minho pada Keyy saat ini.

“Sonsaengnim bisa kau pejamkan matamu?” pinta Daniel dan Jieun cukup menuruti anak ini, di rasakan oleh Jieun kedua matanya di cium oleh Daniel membuatnya yang merasakan cukup kaget dengan perlakuan anak ini.

Begitu juga dengan Minho dan Key yang menatap kearah dua orang ini, Jieun pun membuka kedua matanya menatap Daniel “Kenapa kau melakukan ini?” Tanya Jieun

“Appa selalu mencium kedua mataku ketika aku habis menangis dan hal itu membuatku tenang Sonsaengnim” mendengar ucapan Daniel, ingin Jieun menatap kearah Key namun itu tidak di lakukannya karena Minho mengenggam erat tangannya memberikan kekuatan pada Jieun.

“Gomawo Daniel-ah”

Mendapati adegan Minho mengenggam erat tangan Jieun rasanya Key ingin cepat-cepat keluar dari rumah ini , sontak Key terbangun dan menghampiri Daniel “ Daniel-ah sudah saatnya kita pulang” ujar Key

“Appa kenapa cepat sekali” Daniel memasang wajah kecewanya

“Yura ahjjuma pasti sudah menunggumu di rumah” alasan yang cukup masuk akal untuk Daniel

“Baiklah, keunde… Jieun sonsaengnim besok kau sudah ke sekolah lagi kan?” Daniel terarah kembali pada Jieun, Jieun hanya menganggukkan kepalanya

“Ne, Daniel” ujar Jieun meyakinkan Daniel membuat senyuman mengembang dari bibirnya dan

CHU~

Daniel tiba-tiba mencium pipi Jieun, membuat dirinya terkaget dengan tindakan Daniel. Hal ini pun di saksikan Key dan Minho , mereka cukup kaget dengan tindakan Daniel

“Aku menyukaimu sonsaengnim” dengan malu Daniel mengucapkan kalimat itu dan langsung menarik tangan Key “appa kajja”

Mendapati hal itu semua hanya terbengong-bengong , terutama Key bagaimana bisa anaknya berucap kalimat tersebut pada Jieun dengan mudahnya. Key meninggalkan rumah ini yang sebelumnya memberi salam pada Jieun dan Minho.

Sebenarnya Key cukup penasaran dengan namja bernama Minho, siapa sebenarnya Minho bagi Jieun? Terlihat jelas dari kasat mata Key kalau Minho memiliki rasa pada Jieun, hal ini membuatnya kalut akan perasaan pada Jieun. Andai saja dia seperti Daniel anaknya yang dengan mudah mengungkapkan kata ‘suka’, mungkin saat itu juga ingin dia mengungkapkannya. Namun itu rasanya berat bagi Key, melihat Minho dengan tatapan suka pada Jieun entahlah membuatnya merasa tidak yakin dan tidak ikhlas.

Sedang Jieun hanya tersenyum dengan tingkah Daniel tadi dan memegang pipinya yang di cium. Minho dia tidak mengeluarkan kata-kata, ini terlalu kilat bagi Minho. Untuk pertama kali baginya bertemu dengan seorang Key.

****

Key seperti biasa menjemput Daniel, namun lebih awal dari biasanya. Dia memasuki sekolah Daniel berniat menunggu di balkon, ketika Key memijaki kakinya kearah balkon. Dia mendapati Jieun yang memang tengah duduk di balkon tersebut.

Mungkin ini kesempatan Key meminta maaf mengenai album yang cukup menyinggung hati Jieun, hal itu sebenarnya ingin di ungkapkannya kemarin sayangnya situasi tidak mendukung membuat Key bungkam.

Key sedikit ragu menghampiri Jieun, namun entah kekuatan dari mana Key dengan berani menghampiri yeoja cantik ini.

“Apa kau tidak mengajar Jieun-ssi” ujar Key yang duduk di samping Jieun, mendapati Key membuatnya kaget dan bingung harus membalas apa.

Jujur di hati Jieun kenapa harus bertemu dengan Key lagi (?) tapi ini adalah takdir hidupnya dan harus di jalaninya serta kuat pada prinsip awal melupakan namja di hadapannya ini. Jieun memberanikan diri tesenyum pada Key.

“Aku sudah selesai mengajar Key sunbae, tinggal menunggu bel pulang saja” Jieun memberikan senyumannya, membuat Key diam membeku dengan senyuman itu.

Hening~

Tidak ada kata yang terucap di antara mereka berdua, mereka seolah bergelut dengan pikiran mereka masing-masing. Key tidak menyadari kalau dirinya menatap lekat Jieun yang memang tengah menatap lurus kearah depan.

Minho ~

Nama itu tiba-tiba terlintas dari benak Key, ingin sekali dirinya bertanya pada Jieun siapa sebenarnya Minho? Dan ada hubungan apa di antara mereka?

“Itu—“ Key memotong ucapannya seolah lidahnya tercekat begitu saja, namun Jieun yang menyadari hal tersebut menatap Key tidak mengerti

“ne?”

“itu—“ Key benar-benar bingung harus bagaimana berbicaranya, hal ini pun sukses membuat Jieun mengerutkan alisnya “Itu—“ Key seperti orang gelisah menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“Kau ingin berbicara apa sunbae?” ujar Jieun yang memang bingung dengan Key

“Minho—“ Key langsung memotong ucapannya , kenapa kata itu keluar begitu saja dari mulutnya sendiri

“Minho oppa, teman Jinki oppa. Dia memang sering bermain ke rumah dan sudah ku anggap seperti kakakku sendiri” jelas Jieun, dia pun bingung kenapa harus menjelaskan semua ini, namun semua kata itupun keluar begitu saja dari lubuk hatinya.

Mendengar hal itu entah kenapa hati Key merasa tenang dan tanpa disadari senyuman mengembang dari bibir tipisnya ini.

“Ahh begitu rupanya, itu mengenai album itu aku tidak bermaksud untuk meledekmu. Hanya saja—“ujar Key mengalihkan pembicaraan, Key bingung harus menjelaskan apa pada Jieun, terlihat jelas dari kasat mata Key kalau Jieun seolah tidak suka membahas akan album itu.

Namun Jieun kembali memasang senyumannya “Album itu aku bukan memberikannya padamu saja sunbae, aku memberikan pada semuanya senior di sekolah” dusta Jieun, sayangnya kebohongan Jieun itu di sadai Key. Key tahu Jieun berbicara tidak sesungguhnya, itu terlihat jelas dari kasat mata Jieun.

“Mianhae, aku tidak bermaksud mengatakan album itu—“ ucapan Key terpotong begitu saja karena Jieun tersenyum kearahnya dan berkata.

“Ghwencana sunbaenim, anggap saja aku tidak penah memberikan album itu dan anggap saja hal dulu tidak pernah terjadi” ujar Jieun

Cetarr

Seperti kilatan petir yang menyambar, hati Key terasa nyeri mendengar ucapan tersebut keluar dari seorang Lee Jieun. Baru tadi Key cukup senang akan Minho yang di anggap sebagai kakak oleh Jieun, sekarang perasaan kecewa menyelimutinya.

Keterpurukan

Kekecewaan

Terpancar jelas dari sorot mata Key, sungguh dia tidak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut Jieun. ‘Jieun katakan yang kau ucapkan tadi itu bohong , jebal Jieun kau berucap yang tidak sesungguhnya kan’ ingin sekali Key mendengar semua yang di ucapkan Jieun tadi itu tidak nyata.

‘bagaimana mungkin aku harus melupakan itu? Menganggap kalau kau tidak memberikan album itu? Jelas-jelas dulu kau memberikan langsung padaku Jieun. Ku mohon ini hanya bohong’ batin Key menatap Jieun penuh makna, namun yang di tatap seolah melihat kearah lain.

“Sunbaenim, aku pergi duluan ya. Minho oppa sudah menjemput” ujar Jieun yang berlalu meninggalkan Key .

DEG !

Mendengar hal itu Key makin diam membeku menatap kepergian Jieun.. Minho? Bukankah kau menganggapnya sebagai kakak? Apa kau sudah melupakanku ? atau lebih tepat kau sudah tidak menyukaiku lagi?

Segelincir pertanyaan dari benak Key saat ini, sungguh dia tidak mempercayai ucapan Jieun tadi dan ketika dia mengatakan Minho sudah menjemputnya. Dada Key semakin sesak mendengar hal tersebut, ucapan yang sederhana namun menusuk hatinya. Di sadari olehnya air matanya jatuh membahasi pipi.

Dari kejauhan tanpa di ketahui Key, Jieun tengah menatapnya dalam dan tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja dari pelupuk matanya.

***

tbc

review belum aku buat masih planning aja oke

“Jieun-ah. aku mencintaimu, mau kah kau menikah denganku?”

“Minho oppa”

“Aku tidak memaksa kau untuk menjawab sekarang, namun sadarilah aku mencintaimu”

***** 

“Jieun-ah. mau kah kau menikah denganku?”

“Key sunbae”

“Daniel membutuhkan seorang ibu dan aku rasa kau cocok menjadi ibu daniel”

“Ne? apa karena Daniel kau melamarku?”

“Tentunya”

Hening ~

***** 

“Minho oppa, bisa kah kau membahagiakanku?”

“Tentunya, karena aku mencintaimu”

**** 

“Oppa ottokhe?”

“Jieun menolakku, Yura-ah”

“………”

“Pantas dia menolakmu, Kau harus tahu oppa yang dia butuhkan pengakuan cintamu”

“Dia sudah tidak mencintaiku lagi”

**** 

“Tsk! Key sunbae”

“Jiyeon-ah”

“Jieun sangat mencintaimu sunbae, apa kau tidak sadar itu? 10 tahun semenjak kejadian itu , dia hanya dapat mengitari seoul dan satu pikirannya terfokus hanya padamu… kau membuat batinnya tertekan…..”

***** 

maaf aku lama bangat postnya, soalnya aku baru dapet ide dan kemaren itu aku ga tau kenapa blank bangat buat lanjutin ini FF. maaf udah buat kecewa maaf ya *bungkukin kepala*

part ini garing yak? maaf juga 

gomawo bagi yang udah baca 

24 thoughts on “Marry U .. (Part 3)

  1. hooray °°°°°° akhir.a stelah sekian lama part 3.a muncul.. seneng bgt , ini yg d tunggu” POV key.. ternyata smua pertanyaan mengenai perasaan key udh terjawab , walau kesan.a agak cepet yaa .. ad yg msh kurang jelas detial kejadiaan d wktu mereka Sma . tpi Keren.. puas sm penuturan key .. hmm apa lg yaa , berharap key bs cepet” meluruskan kesalahpahaman.a sm jieun. mw happy ending buat mereka °°° oh ya , part 4.a soon yaa .. hmm setuju bgt sm backsound.a terutama daddy long leg Baek ah yeon .. sukaaaa bgt. Author Hwaiting . KeyU couple Jjang. di tunggu update.a .. see yaa

  2. alhamdulillah ya allah akhir nya nie ff di lanjut jg
    sujud syukur hehe
    lebay
    daebak thor

    cepet thor dilanjutnya jgn lama2
    ya and mian ku gak bisa ngelike soalnya aku gak punya blog wordpress

  3. Hwaa
    Pnsran,bgs bgt crtnya,pas bagian kristal skt trs minta anak nya yg di slmtin koq aq jd inget film kuch kuchho tahai ya
    LOL
    Tp daebak bgt dech akhirnya disini ketauan perasaan si key nya
    Cpet dilanjut ya thor
    Fighting

  4. yeyeye kasih kiss erma eonni:-*:-* aku senang

    argggh eonni aku mewekk jlebbb bgt si ksahnya jieun-key . . . Saling mencintai v trhalang . Hiks hiksh
    daniel syng bgt sm jieun ya
    v sikey knp g ad nyali bgt
    hehe bgus bgus crtanya . Krng stju tpi xlo sma minho😦
    eonn aku tnggu part slnjtny ya:)

  5. ini nih ff yg kucari2 tapi kerna lupa judul ma wp-nya jd susah ngobokin mbah google yg keinget baju merah ketatnya key ma rambut pitak sebelahnya #reader eror habis suwer yg bikin aku jatuh cintrong ma key tuh ff ni
    dah lanjut chingu-nya gk sabar nih ini aku komeng byar gk lupa lagi ma ff-na
    bai mo bobo dah malem walo besok libur seminggu yess

  6. wahhh…. jadi penasaran nih part selanjutnya…. aku suka banget ma ff ini… tapi knapa kisah cintanya rumit bgt y?? ayo key berjuang!! jangan ampe kehilangan iu,

    thor, next part jangan lama2 ya… penasaran banget!!
    kira2 ji eun nikahnya ma minho atau key??!!! aduh.. I’m so curious, yeah…

  7. Finally part 3nya keluar..gk sabar dng perkembangan kisah ji eun-key,makin hari ini cerita makin bikin penasaran dr part 1-3 selalu bikin hati saya tersayat2 T^T melihat penderitaan ji eun dan di part 3 ini akhrnya terjawab sudah perasaan key terhadap ji eun trnyt dirinya jg menderita krn perjodohan itu dia tdk bs bersama dng orang yg ia cintai. Bagus min ceritanya aku suka b^^.Lanjutkan hingga ending aku menantinya..

  8. Finally part 3nya keluar juga sekian lama menunggu.Dari part 1-3 membuat hati saya tersayat-sayat*abaikan melihat penderitaan ji eun dan di part 3 mengetahui perasaan key yg sama2 menderita krn tdk bs bersama dng orang dia cintai…Aku suka ceritanya min b^^.Lanjutkan part 4 nya ya min jangan kelamaan membuat saya makin penasaran…
    Sukses untuk next storynya.

  9. Aku baru comment disini.. padahal udah sering baca ff nya kim raemi.. wordpressku ngadat terus kalo mau log in makanya baru bisa,haha *curcol*
    Ditunggu Part selanjutnya ya chingu.. aku jadi makin ngefans nih sama authornya *kalo sama artisnya udh daridulu ngefans haha..
    DAEBAKK!….😀

  10. Wah bgs bgt ne thor.tpi k’ gk d lnjuti sih thor.pdahl bgs bgt.aq ja mpek nangis bca’a.jrang2 da karya yg kyak gne thor.please d lnjuti ea..

  11. skian lama nunggu tpi kok lanjutan.a nga kluar2😦
    lanjut dong, crtanya bgus tpi readers pada bngung soal.a crta.a mnggantung kalo nga ada lnjutan.a😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s