I’m Tired Of Waiting

 

Author : Kim RaeMi

Tittle:: I’m Tired Of Waiting

Genre :: Romance , AU

Rating :: T

Length :: Oneshoot

 

Cast ::

Lee Jieun (IU)

Kim Kibum / KEY (SHINee)

Choi Minho (SHINee)

 

 

10 januari 2010

 

“Jieun-ah Saranghae” Dengan lantang seorang pria bertubuh tinggi mengucapkan kalimat tersebut.

“Mwo ?” Jieun tidak mempercayai hal yang terucap dari mulut pria di hadapannya ini.

Namun sang pria dengan cepat meraih tangan Jieun dan menatap bola mata Jieun penuh makna.”Aku serius padamu, aku benar- benar menyukaimu dan menyayangimu”

Jieun membulatkan kedua matanya “Minho oppa ,Kau pasti bercanda kan ?” Jieun masih sulit percaya dengan ucapan pria yang bernama Minho ini.

“Apa kau tidak bisa melihat ketulusan dariku?” Terlihat dari kasat mata Jieun,Sebuah ketulusan tercermin dari bola mata Minho “Aku serius dan berharap kau menjadi kekasihku”

“Minho oppa sebenarnya aku …” Jieun menggantungkan ucapannya membuat Minho penasaran “Aku … Aku pun menyukaimu Minho oppa”

“Jinja?” Minho sedikit terlonjak dengan ucapan Jieun “emm… Jinja”

“Jinja? Kau menerimaku ?” Minho terlihat tidak yakin, Namun dengan cepat Jieun mengangguk mantap. Tanpa ragu Minho memeluk erat tubuh mungil Jieun “Gomawo Chagiya”.

 

****

Februari 2010

“Chagiya siang ini kau tidak ada mata kuliah kan?” Minho yang datang tiba – tiba ke kelasnya membuat Jieun cukup terkaget, Karena Jieun tengah bersenda gurau bersama teman – temannya. Untuk kesekian kalinya hal ini di lakukan Minho, Memasuki kelas Jieun tanpa menghiraukan teman – teman Jieun yang memeperhatikannya.

“eoh oppa, aniyo aku sudah tidak ada mata kuliah , Waeyo?”

“Bagus, Kalau begitu kajja” Tanpa persetujuan Jieun tangannya sudah di tarik Minho “Oppa oddiseo? Aku belum pamit dengan teman-temanku”

Seolah tidak menghiraukan ucapan Jieun ,Minho tetap menggenggam erat tangan Jieun “Tentu saja kita berkencan” Ucapan Minho membuat Jieun tersipu malu.

Tanpa di sadari seseorang menatap dua sejoli ini.

****

Maret  2010

Minho terus menggenggam erat tangan Jieun seolah tak ingin lepas dari genggamannya “Oppa, untuk apa kita ke pusat pembelanjaan gangnam ini ?” Jieun cukup bingung, Karena Minho tidak memberi tahu kemana arah yang di tujunya .

“Nanti kau juga tau chagi” Jieun hanya dapat menurut saja mengikuti gerak langkah kaki Minho.

Minho memasuki sebuah pertokoan pernak – pernik, Hal ini membuat Jieun sedikit kaget dan bingung. Sebenarnya untuk apa Jieun di bawa ke tempat seperti ini ? Batinnya

“ Chagi lihat gelang ini baguskan ?” Ujar Minho yang menunjuk pada dua buah gelang couple di toko tersebut

“Ne, Bagus oppa. Memang untuk siapa gelang itu ?” Tanya Jieun

“Aku sudah mengincar gelang ini sejak lama, Takut kau tidak suka makanya tidak ku beli. Karena kau bilang bagus aku akan membelinya untuk kita berdua” Jieun membulatkan kedua matanya “ Mwo ? Maksudmu kita akan memakai gelang couple ini?”

Minho mengangguk mantap “ Keunde, apa ini tidak berlebihan oppa ?” Ujar Jieun membuat Minho menatapnya “Aniyo, bagiku ini tidak berlebihan dan jangan pernah dengarkan ucapan orang lain” Jieun hanya dapat diam mendapati ucapan Minho.

“Ahjjusi aku mau gelang couple ini ne” Minho yang sibuk memesan gelang tersebut dan langsung memasang gelang itu di tangan Jieun, Sedang Jieun hanya matanya tidak luput dari sosok pria satu ini Minho..

***

April 2010

“Jieun-ah kita naik bianglala itu, Kajja” Tanpa seijin Jieun, Minho sudah menarik tangan Jieun menuju bianglala tersebut.

Ya, untuk kesekiankalinya dua sejoli ini berkencan di Taman bermain ini, Dan bagi mereka tidak ada bosannya untuk menatapaki kaki mereka di tempat ini.

“Otte? Tempat ini tempat favoriteku” Ujar Minho, Jieun sontak menatap Minho dan tersenyum tulus “Nado,Aku pun sangat suka tempat ini oppa”

“Kalau begitu ini tempat favorite kita berdua oke” Jieun mengangguk mantap dengan perkataan Minho “Oppa lihat pemandangannya indah sekali ne”

“Jauh lebih indah apabila melihat wajahmu Jieun-ah” Ucapan Minho membuat Jieun tersipu malu lagi (?) “Oppa, Jangan menggombal”

“Aku tidak menggombal, Itu tulus dari sini” Minho menunjuk pada dadanya yang bidang , Jieun merasakan ketulusan yang di ucapkan Minho “Gomawo” Ujar Jieun yang di sambut senyuman hangat dari Minho.

***

Juni  2010

“Aiissh Kibum babo, Kau salah hitung” Ujar Jieun pada sahabat kecilnya Kim Kibum, Mereka berada di fakultas yang sama dan pria satu ini memang sering belajar bersama Jieun. Terlebih lagi dia pun sering bermain ke rumah Jieun.

“YA! Aku sudah menghitung dengan benar. Lihatlah kau yang salah hitung itu di kalikan bukan di jumlah issshh” Protes Kibum dan benar saja ternyata Jieun yang salah berhitung “ Hehe Mian, Kau benar aku yang salah .. akan ku hitung lagi” Jieun menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan cengengsan tanpa dosa.

“Isshh selalu seperti itu, yang salah siapa yang di salahkan siapa” Gerutu Kibum dengan wajah masamnya “Mianhae chinguya, Kibum kalau sedang marah makin terlihat lucu deh” Jieun berusaha membaiki Kibum dan mencubit pipinya.

“ Aiissh, kau fikir aku anak kecil yang bisa kau baik – baikkan” Kibum melepas cubitan Jieun , Namun Jieun tetap saja mencubiti pipi Kibum dan memainkan wajah Kibum “ HAHAHA” Sesekali Jieun tertawa melihat ekpresi wajah Kibum yang aneh akibat ulahnya sendiri.

Sedang Kibum hanya dapat pasrah mendapati kelakuan temannya ini “ Ehhm ehhmm” Suara deheman membuat Jieun menghentikan aksinya pada Kibum “ Eoh Minho oppa?”

Di sadari oleh jieun dan Kibum yang memang datang ke rumah Jieun adalah Minho.

“Kalian tengah bercanda tidak mengajak – ajak aku ?” Ujar Minho yang duduk di samping Jieun “Kau telat datang oppa, Tidak lihat aku tadi memainkan wajah Kibum itu sangat lucu”

“Kau juga semakin lucu” Cubit Minho pada pipi Jieun membuatnya tersenyum malu “Oh iya Kibum, Boleh aku meminjam sahabatmu ini dulu ?” Sambung Minho

“Tentu saja, Aku hanya sahabatnya dan kau kekasihnya.. Kau ingin mengajaknya berkencan kan ?” Ujar Kibum

“ Tentunya , Aku selalu merindukan yeoja satu ini”Rangkul Minho pada Jieun

“Sudah kuduga, Lagi pula aku juga sudah ingin pulang.. Kalian bisa berkencan sesuka hati” Ujar Kibum dan membersihkan buku – buku miliknya “Jieun-ah, Aku pulang dulu ne? Annyeong” Kibum mengacak kecil rambut Jieun dan meninggalkan kedua orang ini.

“ Ne, Annyeong Kibum-ah”

“Kalau begitu cepat ganti baju, Kita berjalan – jalan mengelilingi kota seoul oke” Jieun mengangguk mantap mendengar ucapan Minho.

****

Agustus 2010

Semilir angin sejuk menerpa lembut pipi Minho, Menikmati angin sejuk dan pemandangan indah di bawah pohon sakura itu sangat membuat seseorang akan tenang.

Tanpa sadar Jieun  yang memang menopang kepala Minho di pangkuannya, Matanya terus tertuju pada Minho . Memperhatikan pria yang di sayanginya tersenyum tulus menikmati pemandangan alam sekitar ini.

Melihat Minho yang tersenyum tulus membuat senyuman mengembang dari bibir manis Jieun “Kenapa menatap dan tersenyum seperti itu padaku ?”Ujar Minho yang baru menyadari hal itu.

“Aniyo, Aku senang melihatmu sangat menikmati suasana seperti ini”  Minho semakin mengembangkan senyumannya “Gheure aku sangat menikmati hal ini, Terlebih lagi tertidur di pangkuanmu”

“Aiissh tapi aku pegal oppa”Ledek Jieun membuat Minho mengerucutkan bibirnya lucu “ Tidak perduli, Aku berharap tetap bisa tidur di pangkuanmu. Karena aku selalu nyaman apabila ada di dekatmu .. Ijinkan aku tetap tertidur di pangkuanmu chagi” Minho mengenggam erat tangan Jieun.

Jieun hanya tersenyum “Baiklah dan tidurlah selama kau suka oppa” Tanpa ragu Minho memejamkan matanya dan Jieun membelai lembut rambut Minho membuatnya semakin nyaman dengan wanita yang di sayanginya ini.

***

Oktober 2010

“Oppa, untuk apa membeli gembok ini?” Jieun terlihat bingung dengan tingkah Minho yang membeli gembok berbentuk love “ Nanti juga kau tahu, Kajja” Selalu seperti ini Minho membuat Jieun penasaran.

“Jadi kita ke gunung namsan ?” Jieun sedikit terkejut ketika mereka sudah berada di bawah tangga menuju gunung namsan “Ne, Kau kuat tidak menaiki tangga ini?”

“Tentu saja aku kuat,Kau meragukanku” Jieun mengerucutkan bibirnya di sambut tawaan Minho “Haha, Aniyo Chagi.. Aku berniat meminjamkan pungungku untuk kau naiki”

“Mwo?” Jieun seolah tidak percaya dengan ucapan Minho “Ckck kau lucu sekali, Sudah cepat naik.. Aku tidak ingin kau lelah” Seolah mengerti Jieun menaiki punggung Minho dan mengalungkan tangannya di leher Minho.

“ Oppa , Tidak lelah kan ?”Ujar Jieun tepat di telinga Minho , Minho hanya mengeleng “Aniyo, Kau tenang saja”

Tidak lama kedua sejoli ini sampai pada tujuan mereka , Jieun semakin di buat kaget ketika Minho menuliskan sesuatu pada kertas yang berada di gembok tersebut dan mengunci gembok itu di antara deretan gembok yang tertata rapi di pagar gunung namsan ini.

“Jadi kau ingin menaruh gembok itu di antara gembok – gembok yang ada disini ?”

“Ne ,Tentunya. Kita memiliki gembok cinta kita sendiri” Mendengar hal itu Jieun langsung membaca tulisan apa yang ada pada gembok itu ‘ I LOVE U JIEUN’ meski hanya tulisan seperti entah kenapa membuat Jieun cukup terharu “Oppa”

“Wae? Apa aku salah menulis seperti itu ?” Jieun mengelengkan kepalanya dan langsung memeluk Minho “ Gomawo oppa”

“Aku berjanji akan menjagamu dan tidak akan meninggalkanmu Jieun-ah” Minho membalas pelukan Jieun dan membelai lembut rambut Jieun.

***

November 2010

Jieun tengah menunggu Minho yang memang menjanjikan untuk dinner.

“Omo penampilanmu beda sekali Jieun” Ujar Kibum yang baru datang dan memperhatikan penampilan Jieun dari atas sampai bawah “Wae? Apa aku terlihat cantik?”

Kibum mengelengkan kepalanya “Aniyo , Kau akan terlihat lebih cantik jika kau berdandan apa adanya tanpa polesan bedak yang tebal” Pria satu ini memang selalu berkata jujur apa adanya namun mengena dan itu sebuah masukan untuk Jieun.

“ Jinja? Tapi malam ini aku ingin terlihat lebih cantik di depan Minho oppa”  Kibum hanya mengerutkan alisnya “Terserah kau saja Jieun yang jelas pulang dari sana jangan lupa bawa makanan untukku hahaha”

“aiissh namja ini memikirkan makan saja” Jieun melemparkan bantal kecil pada wajah Kibum “Hahaha, Tapi kenapa Minho belum juga menjemputmu?”

Jieun baru sadar kalau Minho belum juga menghubunginya padahal sudah pukul 19:30 “ Kau benar Kibum , Biasanya dia tepat waktu”

 

Geudaeman bomyeo seoinneungeollyo

I sarang huhoe nan jal moreugesseoyo

Aju eorin aiga hangsang geureohadeusi

Jigeum isungan ttaseuhi anajullaeyo

 

Akhirnya orang yang di nanti Jieun menghubunginya .

“Yeoboseyo, Minho oppa?”

“Jieun-ah sebelumnya Mianhae , Dinner malam ini di batalkan. Aku lupa ada tugas yang belum ku kerjakan dan besok sudah  menghadap dosen .. Mianhae”

Jieun terdiam , Namun sesaat tersenyum .

“Ghwencana, Kau kerjakan tugas saja dulu”

“Kau tidak apa – apa kan ?”

“Ehhmm ne ghwencana oppa, Dinner bisa kapan saja”

“Gomawo chagiya , Aku ingin mengerjakan tugas lagi annyeong”

Tut Tut Tut

Jieun pun langsung menutup ponselnya , Walau sedikit kecewa namun bagaimana pun juga dirinya harus mengerti keadaan Minho.

“Wae? Wajahmu masam sekali.. Tidak jadi dinner dengan Minho?” Tebak Kibum , Jieun mengangguk lemas  “emm begitulah”

“Aiissh jangan lemah seperti itu, Cepat bersihkan make up mu dan ganti baju.. Lalu kita main ular tangga” Cerocos Kibum mengacak rambut Jieun “ Aiissh seenak jidat saja kau bertindak”

“Bodo, Aku tunggu kau di bawah .. Sudah lama tidak main ular tangga” Kibum berlalu meninggalkan Jieun yang memang ada di kamarnya “Baiklah kau tunggu di bawah”

****

10 Januari 2011

Sudah sebulan lebih Minho di sibukan dengan tugasnya, Membatalkan janji yang di buatnya pada Jieun .. Bahkan pertengkaran kerap terjadi pada dua sejoli ini.

Walau sering bertengkar di antara mereka pasti saling mengkontrol emosi satu sama lain dan malam ini  hari dimana 1 tahun hubungan mereka . Minho meminta untuk bertemu di tower namsan malam ini.

Cukup aneh bagi Jieun karena biasanya Minho menjemput terlebih dahulu , Sekarang justru meminta Jieun yang menemuinya .. Dengan di antar Kibum , Jieun ke Tower Namsan.

“ Mau aku tunggu atau aku pulang?” Ujar Kibum

“Kau pulang saja, Mungkin nanti aku di antar Minho”

“Baiklah, Mungkin dia akan memberi kejutan untukmu. Ini hari 1 tahun hubungan kalian , Ya sudah hati – hati” Jieun mengangguk mantap “ Gomawo Kibum-ah” Tanpa ragu Jieun meninggalkan Kibum .

@ Tower Namsan

 

“Oppa Menunggu lama?” Ujar Jieun ketika mendapati Minho yang duduk di salah satu kursi dekat taman sambil menyeruput coklat hangatnya “Aniyo”

Entah kenapa Jieun merasa Minho sangat dingin terhadapnya , Namun segera di tepisnya mungkin itu hanya perasaannya saja “Omo malam ini sangat dingin sekali ne oppa”

“Emmm” Hanya deheman yang di sambut oleh Minho “ Oppa, Kau ingat sekarang hari apa kan?”

“Emmm” Lagi – lagi deheman yang di berikan Minho “Oppa, Kenapa aku merasa kau berbeda oppa” Minho sontak menatap Jieun  “Berbeda? Bahkan hubungan kita seolah sudah berbeda” Ujar Minho

DEG ~

Entah kenapa Jieun merasakan aura yang tidak enak “ Maksud oppa?”

“ Kau tidak merasakan kalau kita kerap bertengkar? Aku memintamu kesini ingin membicarakan hubungan kita”

“Oppa” Entah kenapa perasaan Jieun semakin tidak enak “ Sudah sebulan lebih kita terus bertengkar, aku memang salah membatalkan janjiku, Tapi kau mengertilah itu karena tugasku yang menumpuk”

“aku mengerti kok oppa”

“Tapi aku lelah bertengkar Jieun-ah, Ku mohon sudahi saja hubungan ini .. Kita introfeksi diri mencari jalan yang terbaik untuk hubungan ini, apabila kita sudah menemukan solusinya mungkin kita akan bersatu lagi”

Jieun bungkam seribu bahasa, Dia tidak tahu harus berkata apa .. Matanya memanas dan gundukan cairan bening mengenang di pelupuk matanya “ Ku harap kau mengerti Jieun-ah, Pahami keinginanku ini”

Kali ini air mata Jieun jatuh begitu saja tanpa sadar “Apa karena kau sudah mempunyai yeoja lain, kau berbicara seenak ini?” Minho menggeleng “ Aniyo, Hanya saja memang kita berdua harus saling mengintrofeksi diri”

Lagi – lagi Jieun tidak bisa berkata apa – apa “Baiklah jika itu keinginanmu, aku mengerti”

“Kalau kita sudah menemukan solusinya mungkin kita akan bersama lagi” Ujar Minho yang siap ingin pergi.

“Kalau tidak menemukan solusinya?” Minho bungkam mendengar ucapan Jieun , Minho terlihat menarik nafas “ Uljima, Aku pergi .. Annyeong Jieun-ah” Minho hanya berkata seperti itu tanpa menjawab ucapan Jieun tadi.

Minho pergi meninggalkan Jieun yang sekarang menangis sejadi – jadinya , Sedari tadi sebenarnya Kibum mengikuti langkah Jieun. Dia pun mendengar percakapan antara Minho dan Jieun.

Sungguh Kibum tidak tega melihat keadaan sahabatnya yang terpuruk dan tanpa ragu Kibum menghampiri Jieun seraya memeluknya erat. Kehadiran Kibum membuat Jieun kaget namun membalas pelukan Kibum.

“Kibum-ah , Kau benar .. Dia memberi kejutan , Kejutan pemutusan hubungan .. Appo Kibum-ah , Appo” Jieun semakin menangis tersedu – sedu, Sedang Kibum semakin mengeratkan pelukannya pada Jieun memberikan sebuah ketenangan tersendiri.

****

 

Mei 2011

Sudah beberapa bulan semenjak kejadian lalu Jieun tidak bisa melupakan Minho, Di kampusnya Jieun menatap Minho dari kejauhan yang memang terlihat sibuk dengan dunianya saat ini.

“Apa tidak ada solusinya? Ini sudah berbulan – bulan aku menunggumu Minho-ah, Tapi kau tidak kunjung menghampiriku” Jieun memejamkan matanya dan air mata itu jatuh lagi , Untuk kesekiankalinya Jieun menangisi seorang Minho .

Namun di rasakan oleh Jieun air matanya di seka oleh seseorang  “Kau masih memikirkannya “ Suara itu sangat di kenal oleh Jieun dan benar saja “ Kibum-ah?”

Ya . Kibum sedari tadi sudah berada di depan Jieun dan menghapus air mata yang jatuh memasahi pipinya tadi.

“Sampai kapan kau seperti ini terus ? Kau masih menunggunya mengatakan untuk kembali bersama lagi ?” Jieun mengangguk lemas  “Ya Lee Jieun .. Come on girl, wake up . Kau benar – benar terlihat buruk dengan keadaan seperti ini”

“Aku menunggu solusi dari Minho, Walau ini terkesan pengharapan yang tidak pasti . Tapi aku akan menunggu” Kibum menghebuskan nafasnya dan menatap Jieun “ Tapi aku tidak ingin melihat sahabatku terus – terusan memasang wajah masam seperti ini , Mana Jieun yang selalu ceria ?”

“Aku masih seperti Jieun yang dulu kok” Kibum menggelengkan kepalanya  “ Aniyo , Kajja” Kibum menarik tangan Jieun tanpa seijinnya “Ya , Oddie?”

“Reflesing otak” Jawab Kibum santai , Untuk kesekian kalinya Jieun di bawa pergi Kibum hanya untuk membuat Jieun kembali normal seperti sedia kala.

Walau setelah berjalan – jalan bersama Kibum membuat Jieun merasa tenang , Tapi entah kenapa Jieun masih saja memikirkan ucapan Minho dulu membuatnya teringat akan kenangan masalalu mereka dulu.

Meski pun begitu selama ini Kibum pun yang selalu ada di dekat Jieun dan menyemangati Jieun, Seperti saat ini Jieun di bawa berkeliling kota dengan motor besar milik Kibum.

***

 

Juli  2011

“Aku berjanji akan menjagamu dan tidak akan meninggalkanmu Jieun-ah”

Kata – kata itu terngiang kembali di telinga Jieun , Dia manatap gembok yang di pasang Minho dulu.

“Mana Janjimu akan menjagaku dan tidak akan meninggalkanku? Sampai sekarang saja kau tidak memberi kabar padaku” Jieun menatap kosong pemandangan di gunung namsan ini.

Memang sampai sekarang tidak ada kabar dari Minho, Bahkan Jieun jarang bertemu dengan Minho. Entah memang tidak bertemu atau mungkin Minho yang menghindari Jieun. Namun fikiran buruk di tepis Jieun.

“Aiissh rupanya kau disini Lee Jieun” Jieun menoleh pada sumber suara yang tidak asing baginya “Kibum”

Pletakk

Satu pukulan mendarat tepat di kepala Jieun “Ya ! Kenapa memukulku “  Protes Jieun

“Aiissh yeoja satu ini,  Aku mengkhawatirkanmu” Jieun cukup terharu dengan ucapan pria satu ini “Kau mengkhawatirkanku?”

“Tentu saja, Aku mencarimu sedari tadi. Aku khawatir kau akan bunuh diri hanya karena seorang Choi Minho dan meninggalkan sahabatnya yang paling tampan ini” Ujar Kibum percaya diri

Saat itu juga Jieun langsung mengerucutkan bibirnya “aiissh namja satu ini terlalu pede”

“HAHAHA dari pada kau hidup di bawa pusing, Memikirkan si namja yang belum tentu memikirkanmu” Jieun menatap tajam Kibum “Kau tidak merasakan apa yang ku rasakan Kibum” Dengan langkah cepat Jieun meninggalkan Kibum seolah marah dan tidak suka dengan ucapan Kibum tadi.

Namun dengan cepat Kibum mengejar Jieun dan langsung merangkulnya “ Ciie sahabatku satu ini bisa marah juga rupanya,  Sebaiknya kalau sedang marah seperti ini makan ice cream. Aku akan mentraktirmu , Kajja”

“Ya ! Kau berniat menyogokku dengan ice cream ? Hah”

“Tentunya, Dan aku tahu apa yang kau suka Lee Jieun”  Kibum selalu saja seperti ini membuat Jieun tidak bisa marah padanya karena tingkahnya yang memang konyol.

****

November  2011

Jieun matanya tidak lepas dari pintu kelas yang memang dulu sering di datanginya. Ya, Tepatnya Jieun tengah berada di depan kelas Minho.

Jieun sudah tidak tahan dengan keadaan ini dan  ingin bertemu Minho, Membicarakan akan hubungan mereka.

Terlihat dari kasat mata Jieun kelas Minho sudah bubar, Banyak para mahasiswa yang sudah berkeliaran keluar dan tepat pria yang ingin di temui Jieun sudah keluar kelas.

Jieun ingin menghampiri Minho dan menyelesaikan masalah di antara mereka “Min…”Belum sempat Jieun memanggil Minho mulutnya sudah di bekap seseorang dan di bawa jauh dari pusat kelas Minho.

Jieun membulatkan matanya ketika mendapati Kibum yang membekap mulutnya dan dengan paksa Jieun melepaskan bekapan tersebut  “Ya! Kenapa membekapku seperti itu ? Kau ingin mengagalkan rencanaku untuk bertanya pada Minho ? Hah”

“Gheure, Aku ingin mengagalkannya” Jawab Kibum santai , Jieun menatap tajamnya “Wae? Kenapa kau berlaku seperti itu ? Apa kau ingin melihatku yang tertekan penasaran karenanya”

“Justru aku yang akan tertekan jika kau di permalukannya di depan umum karenanya” Jieun mengerutkan alisnya “Maksudmu?”

“Babo, Kau ingin mempermalukan dirimu sendiri. Tidak ingat ucapannya waktu itu dia akan datang apabila menemukan solusi, Kalau kau seperti ini sama saja kau akan mempermalukan dirimu sendiri Jieun” Ujar Kibum

“Tapi sampai saat ini solusi itu tidak ada? Aku ingin bertanya pada Minho, Aku butuh kejelasan darinya .. Aku lelah harus menunggu ketidak pastian ini” Ujar Jieun dengan nada yang cukup keras, Kibum membalas tatapan Jieun “ Kalau lelah. Tidak usah menunggunya !” Tekan Kibum

DEG !

Entah kenapa detak jantung Jieun seolah berhenti seketika, Baru kali ini dia melihat Kibum yang terlihat marah padanya.

“Mianhae, Sepertinya kau benar. Tindakanku tadi salah. Gomawo sudah mengingatkanku Kibum-ah” Kibum mengelakan nafasnya dan tanpa berkata apa – apa dia meraih tangan Jieun untuk meninggalkan tempat ini.

 

*****

Februari 2012

Sudah satu tahun lebih Minho tidak memberi kabar pada Jieun , Keseharian Jieun kembali seperti dulu sebelum mengenal Minho .. Jieun selalu berpergian dengan Kibum untuk menghilangkan penat dan mendengar lelucon yang terlontar dari Kibum.

“Ya! Jieun” Ujar Kibum yang sudah bosan dengan aktifitasnya yang memang belajar bersama Jieun “Wae?”

“Aku lapar”

“Kau ambil saja makanan di kulkas”

“Aiissh aku bosan makanan di rumahmu, Kita keluar cari makanan”

“Cari? Kau fikir ada orang yang ingin membuang makanan Kim Kibum?” Ledek Jieun , Kibum menatap kesal Jieun “Lee Jieun, Aku serius. Kajja” Tanpa seijin Jieun tangannya sudah di tarik oleh Kibum dan Jieun hanya bisa pasrah kalau Kibum sudah bertindak seperti ini.

 

@Cafe Dazzling

Sesuai keinginan Kibum tadi akhirnya kedua orang ini memutuskan makan di sebuah café Dazzling . Bahkan mereka sangat menikmati makanan di café ini .

“ Minho, Namja itu benar – benar menghilang bagiku. Tidak memikirkan perasaanku sama sekali yang menunggunya, Ucapannya dulu tidak di tepati” Jieun makan sambil terus bergerutu

Kibum hanya mengelengkan kepalanya saja “Makan saja dulu yang benar, Jangan membicarakan namja itu”

“Wae? Sepertinya kau sangat sensi sekali dengan nama Minho” Cibir Jieun

“Gheure , Karena orang itu sudah nyaris membuat temanku ingin bunuh diri” Kibum balik mencibir Jieun “ Ya ! Aku tidak ingin bunuh diri karenanya”

“Tapi sukses membuatmu frustasi karena orangnya”

“Ya Kim Kibum” Teriak Jieun

“ Ya Lee Jieun makan ini” Dengan gerakan cepat Kibum memasukan roti cukup besar kedalam mulut Jieun membuat Jieun bungkam tidak membalas kata – kata Kibum , Jieun mengunyah roti tersebut dengan kesal namun sukses membuat Kibum tertawa puas.

Waktu makan  sudah selesai mereka berdua berniat ingin pergi dari café ini , Namun anak mata Jieun tanpa sengaja menangkap seseorang yang di kenalnya.

“Itu bukannya Minho” Jieun menunjuk pada salah satu kursi pengunjung café ini , Kibum memperhatikan dengan jelas “Sepertinya bukan, Kau salah kali” Ujar Kibum yang seolah mengelak kalau itu Minho.

“Itu Minho, Aku yakin dia Minho. Tapi..” Jieun menggangtungkan ucapannya dan memperhatikan Minho yang jaraknya tidak cukup jauh , Di meja itu Minho terlihat bersama seorang wanita dan tersenyum sumringah.

DEG !

Entah kenapa Jieun ingin menangis melihat hal ini , Terlebih lagi Minho terlihat mengenggam erat tangan wanita itu . Tanpa sadar air mata Jieun jatuh begitu saja, Namun buru – buru di seka olehnya.

Kibum sebenarnya sudah tahu Minho berada di café ini , Namun dia mengelak kalau itu bukan Minho. Dia tidak ingin Jieun semakin terpuruk , Di lihat olehnya Jieun hanya diam saja.

“ Jadi ini alasannya kenapa dia tidak memberi solusi dan menghampiriku. Kau sudah mempunyai yeoja lain Choi Minho”  Kibum langsung memegang pundak Jieun seolah memberi ketabahan “Kajja Kibum-ah” Jieun langsung menarik tangan Kibum keluar dari café ini .

Reaksi Jieun membuat Kibum kaget “Kalau ingin menangis , menangis saja” Jieun mengelengkan kepalanya “ ani, Aku hanya ingin pulang Kibum-ah” Seolah mengerti Kibum langsung melajukan motornya..

****

Jieun menatap barang – barang yang dulu pernah di berikan Minho padanya, Beberapa deretan foto yang berada di meja rias di raih dan di taruh tepat di kotak berukuran cukup besar.

“Omo apa yang kau lakukan Jieun-ah , Barang – barang ini bukankah pemberian Minho? Mau kau apakan?” Tanya Kibum yang baru saja datang dan memasuki kamarnya.

“Aku ingin membuang semua barang – barang ini” Kibum membulatkan matanya “MWO?”

Jieun mengangguk mantap “ Aku ingin melupakan Minho, Aku ingin membuka lembaran baru” Kibum semakin tercengang dengan ucapan Jieun “Wae? Apa karena kemarin kau melihatnya bersama yeoja lain? Kau cemburu padanya?”

Jieun mengelengkan kepalanya “ Aku sadar Kibum-ah,  Kejadian kemarin membuatku sadar dan sudah menemukan jawabannya. Selama ini Minho tidak memberikan kepastian padaku, Karena dia sudah mempunyai yeoja  lain”

Jieun menarik nafasnya pelan dan menghembuskannya kembali “Selama ini aku menunggu kepastiannya, Menunggu kalau masih ada harapan untuk hubungan kita. Setelah menemukan jawaban ini, Aku rasa cukup bagiku menunggunya. Untuk apa aku menunggunya kalau dia tidak mencintaiku lagi”

Tanpa sadar air mata Jieun jatuh begitu saja, Rasa sesak menyeruak di dalam dirinya. Kibum yang melihat ini langsung meraih tubuh Jieun kedalam pelukannya “Kalau dia sudah mempunyai yeoja lain seharusnya dia katakan padaku, Jangan membuatku menunggu sebuah cinta yang semu, Aku lelah dengan keadaan ini Kibum-ah”

Kibum semakin mengeratkan pelukannya memberikan ketabahan pada Jieun “aku akan melupakannya, tidak ada guna bagiku untuk menunggu orang yang tidak mencintaiku” Kibum membelai lembut rambut Jieun “Uljimayo,Jika itu yang terbaik dan sudah pilihan hatimu lakukanlah. Suatu saat kau akan menemukan cinta sesungguhnya”

Jieun sontak menatap bola mata Kibum yang di rasakannya sangat tulus “Gomawo” Kibum mengangguk dan tersenyum .

***

Beberapa Bulan Kemudian

23 September 2012

Roda kehidupan seolah berjalan cepat , Hari demi hari , Minggu demi Minggu , Bulan demi bulan. Hal itu sudah du lalui Jieun, Dengan seiring berjalannya waktu membuat Jieun secara perlahan melupakan Minho.

Meski awalnya sangat sulit , Namun berkat Kibum yang sering menghiburnya membuat Jieun sedikit lupa akan masa lalunya. Walau dia sadar kalau masa lalu tidak untuk di lupakan melainkan di kenang. Namun pada kenyataan kenangan hanyalah sebuah kenangan , Seperti angin yang berhembus  dengan berjalannya waktu.

Jieun seolah menemukan kehidupan barunya , Hari – harinya di jalani dengan canda tawa. Tidak ada lagi kepedihan karena seorang Minho.

Hari ini adalah dimana hari sahabatnya Kibum tengah ulangtahun , Seharian penuh ini Jieun tidak bertemu dengan Kibum.. Dia memang sengaja menghindar dari Kibum dan belum mengucapkan selamat pada Kibum .

Namun malam ini bersama keluarga Kibum , Jieun menyiapkan sebuah pesta kecil untuk seorang Kibum . Kebetulan Kibum pun belum pulang , Jadi mudah untuk beberapa orang ini menyiapkan pesta kecil bagi Kibum.

“Jieun-ah, Apa kuenya sudah siap ? “ Ujar pria bertubuh kekar dan berwajah tampan “Ne, Jonghyun oppa sudah” Pria ini sepupu Kibum yang berbeda 1 tahun saja dengannya.

“ Bagus, Semua sudah selesai kan?” Jieun menganggukan kepalanya “ Ne oppa sudah  semua”

“Kata siapa sudah semua?” Ujar pria tampan yang menopang tangannya di samping Jieun “ Mwo? Jinki oppa? Memang apa lagi yang kurang?” Dia tidak lain tidak bukan kakaknya Jieun.

“Tentunya kurang , masa iya tidak ada ayam sama sekali di pesta ini (?)” Sontak Jieun dan Jonghyun menatap Jinki “ YA ! KAU FIKIR INI PESTAMU . HAH” Saat itu juga Jieun dan Jonghyun mengejar Jinki yang memang sudah berlari meninggalkan dua orang ini.

###

Waktu sudah menunjukkan pukul 19:00 malam , Semua sudah bersiap untuk memberi kejutan pada Kibum . Walau pestanya kecil , Namun setidaknya kehangatanlah yang akan di berikan keluarga Kibum.

Jieun beserta yang lain sudah berada di depan kue , Jonghyun yang dari arah pintu seolah memastikan seorang Kibum  “ Ya , Ya, Kibum sudah di parkiran . Mana terompetku “ Dengan sedikit tergesa orang di sekitar ini mengambil beberapa terompet.

Tersadar dengan kehadiran Kibum , Mereka langsung meniupkan terompet mereka serempak

TETTTTTTT

“SAENG-IL CHUKAEYO KIM KIBUM-ah” Serentak semuanya membuat Kibum masih terbengong tidak percaya dengan apa yang di lihatnya “ Omo kalian” Kibum seolah kagum menutup mulutnya sendiri

“Ya jangan hanya diam saja ” Jonghyun dan Jinki mendorong tubuh Kibum tepat di hadapan kue serta di samping Jieun  .

“ Saeng-il Chukahamnida
Saeng-il Chukahamnida
Saranghaneun uri Kibum
Saeng-il Chukahamnida “

Serempak mereka menyanyikan lagu untuk Kibum “ Make a wish , Make a wish” Lagi – lagi serempak yang lain menyuruhnya untuk make a wish.

Tanpa ragu saat itu juga Kibum meniup lilin dan make a wish. Entah apa yang di inginkannya saat make a wish ini.

“ YYEEEEAAHHH CHUKAEYO KIBUM-AH” Saat itu satu persatu keluarga Kibum memberi selamat padanya dan beberapa kado . Keadaan semakin ramai ketika Jonghyun memoleskan kue tepat di wajah Kibum, Bukan hanya itu beberapa orang lain pun melakukan hal yang sama.

@Balkon

Jieun menatap lurus langit indah yang ada di balkon rumah Kibum . “Rupanya kau disini Lee Jieun” Tiba – tiba Jieun di kagetkan oleh Kibum yang sudah berdiri di sampingnya “ Wae?”

“ Aku tahu semua ini ulahmu, Seharian tidak memberi kabar padaku dan sama sekali tidak memberi ucapan selamat pada temanmu ini , Jadi kau menyiapkan ini semua ? Hah ” Ujar Kibum yang berpura – pura marah.

Jieun cengengesan dan  menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Hehe Mianhae, Keunde Saeng-il chukaeyo nae chingu Kibum” Jieun langsung memeluk Kibum sebentar dan melepaskannya lagi “Ige untukmu” Jieun menyodorkan sebuah kado pada Kibum.

“Ige Mwoya?”

“Kado untukmu”

“Kado apa? Kau tidak memberikanku yang aneh – aneh kan?” Jieun mengerucutkan bibirnya “ Sudah bagus aku ingat untuk memberimu kado , Kalau tidak mungkin kau akan menangihnya terus padaku”

Kibum langsung tertawa terbahak mendengar ucapan Jieun “ HAHA , Baiklah ku buka saja ne” Jieun mengangguk dan Kibum membuka kado tersebut yang memang berisi sebuah jam tangan “ Jam Tangan?” Kibum memperhatikan kado yang di berikan Jieun itu.

Jieun mengangguk “Ne, Aku membeli jam couple untuk kita .. Lihat ini aku sudah memakainya” Jieun menunjukkan jam yang di kenakannya.

“Aiissh berlebihan sekali kau” Ujar Kibum, Jieun hanya mengeleng  “ Tidak perduli kau harus memakainya,  Jam ini tanda persahabatan kita juga” Jieun memakaikan Jam tangan itu di pergelangan Kibum

“ Baguskan?” Kibum mengangguk puas “Gomawo Jieun-ah”

“ Eoh? Terima kasih untuk apa?” Jieun cukup bingung dengan ucapan Kibum “Untuk semuanya , walau hanya pesta kecil aku sudah sangat senang dan terharu. Semua keluargaku berkumpul”

Jieun hanya tersenyum “Kita itu berteman dan kau sering memberikan kejutan padaku,  Aku hanya ingin melihatmu senang Kibum-ah . Kau senang kan?” Kibum mengangguk mantap dan tersenyum puas.

“Eoh? Make a wish , Kau meminta apa tadi?” Penasaran Jieun , Kibum menatap jieun sebentar  “ Aku meminta agar kau bisa membuka hatimu untuk orang lain”

Jieun membulatkan matanya “ Mwo?” Kibum hanya tersenyum tidak menjawab ucapan Jieun “Ya , Kenapa kau meminta hal itu , Seharusnya kau meminta untuk dirimu sendiri”

“Apa aku salah meminta sesuatu untuk orang yang aku sayang” Ujar Kibum yang menatap bola mata Jieun , Jieun semakin tidak bisa berkata “ Ahh mungkin sudah saatnya aku mengungkapkannya, aku benar – benar tertekan dengan perasaan ini”

Jieun mengerutkan alisnya “ Maksudmu ?”

Kibum menarik nafas dan menghembuskannya lagi  “ Apa kau tidak sadar selama ini kenapa selalu ada di dekatmu? Aku menyayangimu Jieun , Bukan sebagai seorang teman melainkan sebagai yeoja.  Selama 15 tahun kita bersahabat aku baru menyadarimu ketika di bangku sma, Kau yeoja yang ku sayang dan tetap ingin melindungimu , Meski tidak terlihat aku akan tetap di sampingmu dan aku benar – benar menyayangimu Jieun-ah”

DEG

Jieun tidak bisa berkata apa – apa , Dia terhenyak dengan ucapan Kibum  “ Mungkin kau kaget , Namun aku tidak bisa memedamnya lagi itu akan membuatku semakin tertekan. Aku pun tidak memintamu untuk menjawab, setidaknya kau tahu dan ini membuatku sedikit lega .. Aku pun tidak ingin hubungan persahabatan kita hancur hanya karena aku menyatakan perasaan ini padamu. Mianhae Jieun-ah”

Kibum menundukkan kepalanya seolah bersalah, Namun Jieun yang mendengar hal ini hanya tersenyum dan saat itu juga

CHU ~

Jieun mengecup pipi Kibum, Sontak membuat Kibum kaget dan manatap Jieun “Neo?” Kibum memegang pipinya yang tadi di kecup Jieun.

“Aku akan menyesal apabila nanti aku menolakmu dan aku hanya orang bodoh apabila menyia  – nyiakan pria baik sepertimu. Aku terlalu bodoh tidak menyadari ada orang yang menyayangiku sepenuh hatinya  dan aku akan menjadi gila apabila kau pergi dari kehidupanku orang yang sudah merebut hatiku Kim Kibum”

Sekarang Kibum yang di buat bungkam oleh Jieun  “ Jadi kau?” Kibum menghentikan ucapannya

“Bolehkan seorang sahabat  menyayangi sahabatnya itu sebagai seorang pria bukan teman , apakah seorang sahabat bisa menjadi seorang kekasih?” Ujar Jieun seolah memperjelas keinginannya .

Kibum sangat mengerti betul ucapan Jieun “ Tidak ada salahnya sebuah persahabatan menjadi cinta , Saranghae Jieun-ah” Kibum dengan senyum sumringahnya memeluk Jieun dengan erat , Begitu juga dengan Jieun yang membalas pelukan Kibum “ Nado saranghae Kibum-ah”

Saking menikmati pelukan mereka , Jieun sampai tidak sadar sebuah panggilan masuk pada ponselnya yang tertulis jelas pada layar ponsel itu Choi Minho .

FIN ~

 

Mian kalo ffnya gaje ..

FF ini juga terinfirasi dari lagunya Raisa – apalah arti menunggu hehe 

Jangan lupa di komen ya .. oke

10 thoughts on “I’m Tired Of Waiting

  1. wah kibum sabar banget yah, senengnya kalo punya sahabat sebaik kibum ._.
    Btw ceritanya okesip walopun sempet jengkel sam mino yg jadi gak bertanggung jawab gitu, hehehe

  2. aseekaseekaseek akhrnya iu_key i like it hehehehe so sweet bgt ikh key sama iu
    walaupn sempet nyesek karna kelakuan seorng choi minho hohoho

    ceritanya T.O.P bgt loh eonn .
    Oy aku demo akh kapan crtanya me and dad sama marry u keluar . Udah ngidam bgt ni hikshiks hiks . . . Betul2 mengharapkn.ya eonn .jeongmal

  3. Yeaaay , ada FF baru . Gomawo eonni . Jeongmal . Aku suka ceritanyaa . Key sabar banget yaaah . Ga nyangka minho kejam bangeet . T^T Yaaa ! MInho-ya ! -_-
    zzzz , lanjutin FF yang lain juga dong eonni . JEBAL . u,u Mau ya ? mau ya ? CHU~
    kekekekeke~

  4. Huuuuwwwwwwaaaaaaaaaaa sumpah nyesek banget jadi Jieun -_______-

    FF nya hampir mirip sama pengalaman aku,jadi sedih bacanya inget yang dulu #plaaaaakk *marah curhat

    Jadi si Minho itu maksudnya apa bilang janji akan selalu menjaga Jieun tapi tau2nya minta putus juga eerrrggggghhhh jadi emosi #ambilbacokkejarMinho
    Untung banget masih punya Key yg setia banget hehe ada gak ya namja kayak Key?? #eeeaaaaa *di pelototin Erma

    Nice FF chingu,walaupun Minhonya nyakitin disini T________T eeehhmm kalo boleh dilanjut juga gpp,kira2 ngapain itu si Minho pake telp Jieun lagi,penasaran jadinya haha

    Oh yaaa Me and Dad nya kok gak diterusin,aku galau nih sama lanjutannya hehe ditunggu ya lanjutannya😀

  5. Ga nyangka ternyata minho sekejam itu sama jieun, pdhl di awal cerita dia keliatan bener2 sayang bgt sama jieun dan ga rela kalo jieun lepas dr dia, nyatanya.. Ckckck..
    Kibum suka jieun itu udah ketebak thor, yg sukses bikin kaget di endingnya pas ada telpon dr choi minho. Seandainya ada sequelnya-_-
    But overall udah bagus thor, daebak daebak..
    Keep writing and fighting, thanks author^^

  6. ha ?? apa2 an itu minho muncul lagi di akhir ??
    dari kemaren aku bca ff dsini akhirnya salu bikin gregetan😀
    pling seneng ff ini soalnya ada JINKI yeayyy
    susah banget nemu ff yg pairingnya iu sm onew😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s