Keeping Love Again

Author :: Kim raeMi

Tittle :: Keeping Love Again

Length :: Oneshoot

Genre :: G

Summary :: Andai aku di berik kesempatan , Aku akan menjaga cinta kita lagi ..

BackSound :: SHINee – Keeping Love Again , IU – 하루 끝, C-REAL ~ Sorry But I

A/N :: Masih inget kan FF Oneshoot I Don’t Like Her ..  Bisa di bilang ini sekuel dari FF tersebut , Sesuai keinginan reader yang mau sekuel .. pada akhirnya aku buat juga .. hehe

Cast ::

Lee Jieun (IU)

Kim Jongin (KAI) EXO-K

Kim Kibum (KEY) SHINee

 

“ Jongin-ah “

“ Ya Jongin-ah “ Terngiang jelas di telingaku suara tersebut “ Jongin-ah palli ironayo “ Kurasakan ada yang mengoyangkan tubuhku

“ Jongin-ah ironayo “ Suara ini aku benar – benar merindukannya , Tapi apakah benar itu dia “ Jongin-ah palliyo ironayo “

Benar , Ya benar suara itu . Tanpa ragu ku buka kedua mataku dan aku membulatkan

“ Jieun-ah “ Pekikku tidak percaya dan langsung memeluknya erat “ Bogoshipo Jieun-ah , Bogoshipo “ aku benar – benar merindukan orang ini ..

“ Jieun-ah bogoshipo “aku masih memeluk erat tubuhnya , Namun dia merenggangkan pelukannya dan menatapku “ Nado Jongin-ah “Ucapnya lembut

Seketika itu ku sadari secara perlahan dia menghilang begitu saja, bagai  angin yang berhembus dengan lembutnya .

Sosok wanita yang ku rindukan itu menghilang “ Jieun-ah oddiga ? Jieun-ah “ anak mataku mencari – cari sosok itu di sekeliling kamarku , namun tidak muncul juga “ Jieun-ah , Jieun-ah “

SHIT !!!!!!!!

Aku membuka mataku lebar – lebar , Ketika matahari di luar menerobos masuk pada relung jendela kamarku . Ku terduduk di ranjangku menatap seisi kamarku dan menepis cahaya matahari yang menyilaukan sinarnya tepat di kedua mataku .

“ Sial sekali .. Yang tadi hanya sebuah mimpi “ Aku hanya dapat tersenyum kecut mengingat kejadian tadi .

Ya, Kejadian tadi bagai mimpi yang kenyataan untukku .. Sudah lama sekali aku merindukan sosok itu , Namun yang bisa ku temukan hanyalah sebuah mimpi berwujud dirinya ..

“ Sampai kapan aku terus bermimpikan dirimu Jieun “ Ku raih segelas air mineral yang berada di samping ranjangku dan meneguknya  habis.

Ku sadari secarik foto kecil yang berada di dekat ranjangku dan ku raih foto itu . Di foto tersebut teradapat fotoku dan Jieun .. Dimana foto itu kami ambil saat di taman bermain .Sambil mengenggam erat foto itu ,Aku beranjak dari ranjangku dan ke luar balkon kamarku ..

Ku pandangi balkon kamar yang ada di hadapanku saat ini , Seulas senyuman kurasakan tergurat dari bibirku .

“ Jieun apa kau tidak merindukanku sama sekali ? Sungguh aku merindukanmu ” Gumamku masih memandangi balkon kamar yang pintyunya masih tertutup rapat , Seolah tidak ada kehidupan di dalamnya .

2 tahun sudah berlalu ..

Semenjak kejadian di balkon Jieun itu , aku benar – benar menyadari kesalahan fatalku itu .. Sungguh aku merasa benar – benar sangat bodoh saat itu .. Memang awal aku menganggap Jieun sebagai seorang kakak , Walau aku tidak memanggilnya ‘nuna’ hanya saja dia bisa membuatku merasa lebih dewasa dengan kecerewetannya .

Kecerewetannya yang membuatku selalu merindukan dirinya , Maka dari itu kenapa aku selalu mencari gara – gara padanya . Karena aku ingin dekat dengannya , Selama aku terus betengkar dengannya dan mendengar celoteh cerewetnya .. aku suka itu , Entahlah aku pun tidak mengerti .

Sampai kami menjadi sepasang kekasih , Dia pun masih cerewet .Dia cerewet kalau aku susah di bangunkan , Dia sangat cerewet ketika aku makan terlambat , Dia cerewet kalau aku menentang ucapan orangtuaku .. Tapi aku suka dengan kecerewetannya itu , Seolah aku benar – benar di perhatikan olehnya .

Semenjak itu perasaanku benar – benar berbeda , Dia bukanlah seorang kakak yang berbeda 1 tahun lebih tua dariku .. Dia seorang yeoja yang ku cintai tanpa sebab pasti .

Namun ku sadari , aku hanya seorang namja bodoh yang sudah menyia – nyiakan cinta dan kepercayaannya .

Yooyoung ?

Kenapa dia harus kembali di kehidupanku dan membuatku terhanyut akan cinta lama yang sudah ku kubur .. Aku benar – benar bodoh saat itu , Padahal perasaan itu bukanlah perasaan sebenarnya .. Aku hanya terhanyut dengan masa laluku .

Memang Yooyoung sempat mengatakan ingin kembali padaku saat itu , Namun setelah ku sadari kesalahanku dan mengingat semua ucapan Jieun yang mengakibatkan hubungan kita berakhir .. Orang yang ku butuhkan bukan Yooyoung melainkan Jieun .. Saat itu aku mengatakan padanya kalau ‘ sudah ada orang yang ku cintai selain kau dan aku akan mengejar cintanya kembali ‘.

Aku benar – benar menyesal dengan perbuatanku yang tidak ku fikirkan sebelumnya .. Tapi ketika aku menyesali perbuatan itu , untuk bertemu dengan Jieun sangat sulit sekali . Dia seolah menghindariku , Di sekolah aku berusaha menjegatnya .

Aku ingin berbicara dengannya pun , Ingin meminta maaf dan memperbaiki hubungan yang dulu . Itu  sangat sulit , Sampai akhirnya ku putuskan untuk mengirim surat dan ku taruh di meja kelasnya .. Karena percuma mengirim pesan singkat pada ponselnya tidak dib alas ..

Sepertinya dia marah besar padaku .. Beberapa kali aku berteriak seperti orang bodoh ketika melihatnya berjalan , aku selalu berteriak ‘ Mianhae ‘ . Tapi sepertinya tidak ada tanggapan .. Bahkan surat yang ku kirim setiap harinya dan bertulisan ‘Mianhae’. Tidak dia balas sama sekali .

Tapi sepertinya dia tidak ingin bertemu denganku , Sempat aku mencegatnya dan bertanya ‘ kenapa menghindariku ‘ Dia hanya menjawab’ aku tidak menghindarimu, aku sibuk dengan ujianku’

Memang ku sadari dia sudah kelas tiga . Aku memang memperhatikannya yang banyak belajar , Sampai – sampai aku tidak bisa bertemu dengannya . Maka dari itu aku tidak mengirim surat yang berkata maaf , Melainkan kata – kata yang membuatnya akan semangat dalam belajar .

Setelah kelulusannya , Mungkin itu moment yang tepat untuk berbicara dengannya . Karena memang sepertinya dia sudah tidak terlalu sibuk .. Tapi mirisnya aku , ketika ke rumahnya aku baru tahu kalau Jieun pergi ke itali untuk melanjutkan kuliahnya .

Kenapa aku baru tahu hal itu ? benar – benar sangat miris sekali . Menyusul ke bandara pun itu akan sia – sia karena orangtua Jieun mengatakan dia sudah pergi ke itali dari kemarin ..

Penyesalan memang selalu datang belakangan dan aku menyadari hal itu .. Tapi waktu sudah berjalan 2 tahun perasaanku pada Jieun tidak berubah sedikitpun . Justru aku semakin merindukan dirinya ..

Dan hal terbodoh yang ku lakukan , Setiap pagi hari dan malam hari sebelum terlelap aku selalu memandangi balkon kamar Jieun .. Balkon kamar yang mengingatkan akan moment masalalu aku dan dia .

Aku menunggunya setiap hari .. Menunggunya dapat kembali  ke korea , Itu harapan terbesarku . Menunggunya adalah penyiksaaan untukku , Kenapa ? Aku tersiksa dengan kerinduan yang mendalam terhadapnya , Aku hanya bisa memimpikannya saja dan itu hanya sebuah bayangan yang tidak nyata .

Aku yang memang baru saja menginjakkan kaki di bangku universitas , awal aku ingin ke itali dan berkuliah di universitas Jieun .. Sayangnya orangtuaku melarangku untuk kuliah di luar negri , Aku pun teringat dengan ucapan Jieun yang mengatakan ‘ jangan membantah orangtuamu’ .

Mengingat ucapannya membuatku tertahankan .. Dan aku disini hanya bisa menunggu , menunggu , menunggu kehadirannya di sisiku lagi .

Bahkan aku benar – benar sudah gila sering kali  mengirimkannya email padanya , Padahal  tidak ada satu pun email yang di balas olehnya .. Sungguh bodoh tapi nyata dan aku merasakan itu ..

“Aku hanya mengharapkan kau kembali Jieun .. Hanya kau yang ku inginkan .. Jebal dorawa Jieun “ Lirihku sambil menatap lurus pintu balkon kamar Jieun .

Tapi aku bejanji , Kalau kau kembali ke sisiku .. Sungguh aku akan menjaga cinta itu , Aku pun tidak akan menyia – nyiakan kepercayaanmu lagi Jieun.

****

“ Sampai kapan wajahmu akan di tekuk seperti itu Jongin “Ujar namja paruh baya yang asik membaca Koran .

Orangtuaku selalu saja berbicara seperti ini , Padahal aku tidak menekuk wajahku .. Hanya saja batinku tersiksa dengan kerinduanku terhadap Jieun .

“ Yeobo .. Apa sebaiknya kita biarkan saja Jongin kuliah di itali bersama Jieun “ Aku membulatkan mataku mendengar ucapan ibuku yang dengan tiba – tiba , Jujur aku senang mendengarnya bahkan bisa di gambarkan wajahku saat ini sangat sumringah ..

“ Tidak usah !”

Damn ~

Seketika wajah sumringahku mengedur menyiratkan rasa kecewaku “ Wae aboji ?”

“ Ne, Memangnya kenapa yeobo ? Kenapa Jongin tidak di perbolehkan ?” Sepertinya ibuku selalu membelaku, Mata tajam ayahku menatapku dan ibuku secara bergantian.

“ Untuk apa dia ke itali , Kalau Jieun akan kembali ke korea “ Ujarnya

Seketika itu aku mebelalakan kedua mataku , Detak jantungku benar – benar ingin berhenti mendengar hal itu “ Mwo ? Micheseo ? Aboji kau sedang tidak mengada – adakan ?” Entahlah aku masih sulit percaya dengan ucapan ayahku ini.

“Kalau kau tidak percaya . Kau Tanya pada orangtuanya “ Wajah ayahku terlihat serius , Tapi aku benar – benar belum percaya “Baiklah , aku akan bertanya pada ahjjusi dan ahjjuma “ Aku langsung berdiri berniat ke rumah Jieun ..

Sebelumnya aku mendengar orangtuaku berkata “ Dasar anak muda zaman sekarang”

Sampai di rumah Jieun , Aku memang sudah sering ke rumah Jieun .. Sekedar bermain atau bertanya kabar Jieun yang ada di negeri orang saat ini ..

“ ahjjuma , ahjjusi .. kata aboji , Jieun ingin kembali ke korea ?” Terlihat kedua orangtua Jieun hanya tersenyum – senyum melihat ekpresiku yang sangat sulit di artikan

“ Ne, Jieun akan kembali ke korea “

“ Jinja ?”Aku benar  – benar senang mendengar hal ini

“ Tapi ?”

“ Wae?”

“ Jieun hanya ingin berlibur di sini , Kebetulan di sana sedang masa liburan “ Sungguh aku sedikit kecewa mendengar hal itu “ Ghwencana Jongin-ah ?” Mereka sepertinya menyadari rasa kecewaku .

Aku hanya tersenyum “ Ghwencana ahjjuma , ahjjusi .. Walau Jieun hanya berlibur ,yang penting aku bisa melihatnya kembali “ Itu memang kata hatiku , Aku harus mensyukuri .. Setelah menanti 2 tahun dan sangat ingin bertemu dengannya .

Hal ini tidak akan ku sia – siakan sedikit pun , Aku ingin menjadi lebih baik untuk Jieun . Walau hanya liburan , Tapi aku bisa bertemu dengannya hanya beberapa saat .. Itu sudah membuatku senang.

****

Author PoV

Seminggu sudah berlalu , Tapi sampai saat ini Jongin masih saja menunggu Jieun kembali .. Belum ada kabar akan dirinya kembali ke korea , Jongin pun sudah bertanya pada orangtua Jieun namun sama saja .

“ Jongin-ah “Tiba – tiba saja ada suara yang mengagetkannya ,  Jongin yang tengah asik membaca majalahnya sontak terarah pada orang tersebut “ Ahjjuma “ Pekiknya ketika mengetahui Ibunya Jieun berada di hadapannya..

Saat itu juga Jongin langsung terbangun “ Sepertinya aku mengagetkanmu “ Ujar Ibu Jieun

Jongin mengelengkan kepalanya “ aniyo ahjjuma “

“ Ya sudah , aku kesini hanya ingin memberitahu .. Sore ini Jieun akan sampai di korea , Nanti aku dan appa Jieun akan menjemputnya di bandara , Kau mau ikut ?” Ujarnya menawarkan

Jongin membelalakan matanya tidak percaya sekaligus senang mendengarnya “ Jinja ahjjuma ?” Ibu Jieun mengangguk mantap , Wanita paruh baya ini memang sudah sangat dekat dengan Jongin dan sering ke rumah Jongin sekedar mengobrol dengan ibu Jongin ..

“ Gomawo ahjjuma , Tentunya aku akan ikut menjemputnya .. akhirnya hal yang ku tunggu – tunggu “ Jongin berbicara penuh sumringah dan membuat Ibu Jieun terus tersenyum “ Ne , arayo .. aku ingin mengobrol dengan eommamu dulu ne “ Ujarnya yang meninggalkan Jongin sendirian.

“ Dasar suka sekali seorang yeoja merumpi “ Kikik Jongin , Namun banyangannya teringat akan Jieun .. Dia sangat bahagia mendengar kabar tersebut .

****

Sore ini hal yang paling di nantikan Jongin , Kenapa ?

Ya, Sekarang Jongin dan orangtua Jieun sudah berada di bandara .. Mereka menunggu Jieun yang memang pulang hari ini .

Sudah setengah jam yang lalu mereka berada di bandara , Namun sosok yang mereka tunggu belum juga kunjung datang . Jongin entah kenapa merasa gugup , Apa karena sudah dua tahun  ini mereka tidak bertemu membuat darahnya berdesir hebat .

“ Lihat .. Itu Jieun kita kan Yeobo ?” Seru Ibu Jieun sambil menunjuk pada seorang wanita cantik yang terarah pada mereka “ Mana ? ahh sepertinya benar itu Jieun kita yeobo” timpal ayah Jieun

Saat itu Jongin langsung terlonjak kaget mendengar nama Jieun di sebut – sebut sedari tadi , Tanpa ragu Jongin menegaskan pandangannya pada seorang wanita cantik yang kian mendekat .

 

Tapi Jongin sangat kaget dengan penampilan wanita cantik yang kian medekat , Wanita cantik yang mengenakan baju biru lembut ,Rok putih serta high heel yang terbalut cantik di kaki indahnya ..Begitu juga dengan orangtua Jieun yang cukup terpana “ apa benar itu Jieun kita ? Dia tidak biasanya mengenakan rok seperti itu “

“ omo masa kau tidak mengeni anakmu sendiri .. wajahnya lihat saja Jieun kita “ Jongin terus mendengar gerutuan orangtua Jieun , Namun di sisi lain dia hanya tersenyum medengar hal tersebut

“ Eomma , Appa Bogoshipoyo”Ujar wanita itu yang sudah berada di hadapan tiga orang ini , Dia langsung memeluk orangtuanya yang memang sudah sangat lama dia rindukan .

“ Kau benar – benar Jieun kami ?” Ujar Ibunya yang tidak percaya dengan wanita di hadapannya “ Tentu saja aku Jieun . Lee Jieun anak kalian “ Wanita itu benar – benar meyakinkan orangtuanya ..

“ TErnyata kau benar – benar Jieun kami .. Bogoshipoyo chagi” Ujar orangtua Jieun yang benar – benar merindukan anaknya itu .

Jongin yang melihat adegan ini matanya tidak lepas dari wajah cantik Jieun , Dia banyak berubah .. Terutama penampilannya yang membuatnya terlihat feminim .

“Jieun-ah , apa kau tidak merindukanku ?” Ujar Jongin yang tiba – tiba membuat Jieun terarah padanya , Jieun benar – benar kaget melihat Jongin yang berada disini “ Aku sangat merindukanmu Jieun-ah “

“ Ka .. Kau “ Pekik Jieun tidak percaya dengan Jongin yang ada di hadapannya

“ Jongin terus menanyaimu pada kami , Bahkan dia menunggu kembalinya kau ke sini .. Maka dari itu kami mengajaknya untuk menyusulmu di bandara” Jelas orangtua Jieun , Jieun hanya tersenyum ..

Jongin merasakan senyuman Jieun sangat berbeda dari biasanya , Senyuman itu senyuman ketulusan .. Apa Jieun sudah melupakan kalau aku menyakitinya ? Apa aku sudah di maafkan olehnya ? Fikir Jongin dengan seribu pertanyaan di otaknya .

“Ahjjuma , ahjjusi jangan berlebihan “ Ujar Jongin malu , namun kedua orangtua Jieun hanya cekikikan “ Jieun-ah , Boleh aku memelukmu” Jieun terlihat membulatkan kedua matanya , Sesaat dia tersenyum penuh tulus , Dia melebarkan kedua tangannya seolah siap di peluk .

Jongin cukup bingung dengan sikap Jieun yang seolah melupakan kejadian lalu , Tanpa ragu Jongin memeluk erat Jieun “ Jieun-ah , bogoshipo .. nan jeongmal bogoshipo “ Jongin semakin mengeratkan pelukannya dan kali ini bukan mimpi belaka .

“Ini bukan mimpi kan Jieun “ Bisiknya tepat di telinga Jieun , Jieun mengelengkan kepalanya “ Jongin bodoh tentu saja tidak “ Ucapan itu Jongin sangat ingat sekali ..

Jongin merenggangkan pelukannya dan menatap Jieun penuh makna “ Ada yang ingin ku tanyakan padamu “ Jieun mengerutkan alisnya “ Kenapa emailku…..” Belum sempat Jongin melanjutkan ucapannya tiba – tiba saja

“Chagiya , Ini kopermu “Ujar seorang pria sambil menepuk pundak Jieun , Sontak saat itu Jieun membalikkan tubuhnya menatap  pria yang menepuknya tadi , Jieun tersenyum sumringah mendapati pria itu ada di hadapannya “ Ahh ne oppa “

Jongin mengerutkan alisnya mendengar Jieun memanggilnya oppa dan pria itu tadi memanggil Jieun dengan embel – embel ‘chagiya ‘. Dengan cepat Jongin mengelengkan kepalanya dan menatap namja itu tajam “ siapa namja itu sebenarnya” Masih memperhatikan penampilan pria itu dari atas sampai bawah yang terkesan fashionable .

 

Baru kali ini Jongin menemukan seorang pria yang mempunyai selera fashion , Seperti pria yang sedari tadi dia pandangi ..

“ Oppa , Mereka orangtuaku “ Ujar Jieun menunjuk pada kedua oratua Jieun , Pria itu tersenyum sumringah “ Jinja ? Omo ! annyeong  Abonim , eommonim . Kim Kibum imnida , Calon ipar kalian “ TEgas pria itu to the point tanpa ada rasa beban sedikit pun mengucapkan kalimat tersebut  dan membungkuk hormat .

Sedang Orangtua Jieun dan Jongin  membulatkan kedua mata mereka , Tidak dengan Jieun yang memang kaget namun hanya senyuman kecil yang terlontar dari bibirnya .

“ Calon ipar ? Maksudmu ?”Ujar orangtua Jieun yang belum mengerti maksud ucapan pria itu .

“ Tentu saja ipar kalian .. Aku kekasih dari anak kalian Lee Jieun , Mian aku tidak terlalu sopan dengan pernyataanku tadi” Pria itu membungkuk kembali meminta maaf .

Orangtua Jieun cukup kagum dengan tindakan pria yang bernama Kibum ini , Dia tampan dan juga sangat sopan dalam berucap .

“ Ghwencna Kibum , Jadi kau kekasih Jieun “ Ujar orangtua Jieun tersenyum , Namun di sisi lain mereka merlirik kearah Jongin yang sedari tadi hanya diam saja seolah mengerti perasaan pria satu ini.

Ya .. Jongin sangat kaget dengan ucapan Kibum .. Sesak dadanya terasa sangat sesak mendengar hal ini , Pantas saja Jieun seolah tidak terjadi apa – apa pada Jongin , Jadi ini alasannya ‘Kau sudah mempunyai penggantiku Jieun’ batin Jongin benar – benar bekecamuk rasa kecewa dan cemburu.

“ Kalian bagaimana bepacaran ?” Tanya ibu Jieun seolah masih tidak percaya

“ Aku seniornya di kampus , Ketika melihat Jieun aku langsung menyukainya .. anak kalian membuatku sangat nyaman di dekatnya “ Ujar Kibum langsung merangkul Jieun yang berada di sampingnya , Sedang Jieun hanya diam saja, dia menatap Jongin yang memang tengah menatapnya tajam  dan diam saja .

Orangtua Jieun hanya menganggukkan kepala , Mereka benar – benar kagum dengan ucapan Kibum “ Kau orang itali ?” Tanya orangtua Jieun

Kibum mengelengkan kepalanya “ aniyo .. aku berkewarganegaraan korea .. Aku ke korea pun untuk berlibur di kediaman keluargaku dan kebetulan Jieun pun orang korea . Jadi kami memutuskan untuk berlibuar bersama dan kembali ke korea “ Jelasnya , Lagi – lagi orangtua Jieun menganguk – anggukan kepalanya , Sedang Jieun hanya terdiam saja entahlah apa yang ada di fikirannya .

Tapi Kibum yang sedari tadi sadar dengan tatapan Jongin , Dia terarah pada Jongin “ Emmm nugu ? Apa dia adikmu Jieun “ Tanya Kibum sambil menunjuk pada Jongin

Sontak semua kaget dengan ucapan Kibum yang memberikan pernyataan seperti itu “ aniyo , Dia tetanggaku ! Umurnya memang lebih muda dariku dan aku sudah menganggapnya sebagai adikku “ Ujar Jieun tersenyum memaksakan dan tidak berani menatap Jongin.

Medengar hal itu Jongin menatap Jieun tajam , Adik ? Jieun bilang adik ? Dia hanya menganggapku sebagai adik ? Tidak ingatkah dia akan masalalu yang kita lalui dulu ?Batin Jongin … Sungguh ingin rasanya dia berteriak sekeras mungkin dengan pernyataan JIeun yang menyayat hatinya ini .

“ aniyo , Dia mantan kekasih Jieun “ Ujar Ibu JIeun tiba – tiba membuat yang lain menatapnya , Terutama dengan Jieun yang menatap ibunya tajam .

Sedang Kibum mimic wajahnya berubah seketika rahangnya mengeras menatap Jongin , Namun seperdetik kemudian dia tersenyum dan menghampiri Jongin “ Ahhh Kim Kibum imnida , Kekasih Jieun “ Ujar Kibum yang menyodorkan tangannya pada Jongin ..

Tak mau kalah Jongin pun memasang wajah angkuhnya dan membalas jabatan tangan Kibum seraya tersenyum “ Kim Jongin imnida , Mantan kekasih Jieun “ Ujar Jongin penuh kebanggan mengucapkan kalimat tersebut ..

‘Jongin bodoh , apa yang patut kau banggakan dari setatus mantan itu.. ahh pasti dia menertawakanku’batin Jongin

Dan benar saja terlihat Kibum yang sedikit terkekeh mendengar ucapan Jongin , Begitu juga dengan yang lain ingin tertawa namun di tahannya ..

“ Sudah – sudah , lebih baik sekarang kita kembali ke rumah .. Kau Kibum ikut dengan kami kan ?” Ujar ayah Jieun seolah menawarkan .

“ Mian abonim .. Aku sudah di jemput oleh sepupuku , Tapi besok aku akan main ke rumah kalian .. Boleh kan ?” Ujar Kibum dan orangtua Jieun menganggukan kepalanya “ Chagi , aku pergi duluan ya .. Sepupuku sudah menjemput . nanti kau kirimkan saja alamat rumahmu “

Jieun menganggukan kepalanya , Sedang JOngin tersenyum puas seolah benar – benar mengharapkan Kibum tidak ikut satu mobil dengan mereka .

Chu ~

Kibum mengecup kening Jieun , Sesaat dia berpamit pada orangtua Jieun dan berlalu menuju sepupunya yang sudah menjemputnya .

Jongin cukup menganga dengan tindakan Kibum ‘iissshh namja itu bagimana bisa dia mengecup kening Jieun di depan orangtuanya , Aku saja yang belum penah melakukan itu padanya ‘Batin Jongin

Namun sesaat dia tersadar dan meraih koper Jieun “ Kajja kita pulang .. Tentunya kau sudah merindukan rumahkan Jieun nuna “ Ujar Jongin penuh penekanan mengingat tadi Jieun sudah menganggap Jongin sebagai adiknya . Tanpa persetujuan Jieun , Jongin langsung mengenggam erat tangan Jieun .. Jieun yang menerima perlakuan ini hanya mengelengkan kepalanya saja .

Begitu juga dengan orangtua Jieun yang tersenyum saja melihat adegan ini .. “ Sepertinya Jongin sangat cemburu” Mereka mengikuti dua remaja di depan mereka.

***

Malam yang bertabur bintang , Jongin yang berada di balkon kamarnya .. Dia masih saja mengingat kejadian tadi , Jieun sudah mempunyai kekasih .. Itu benar – benar sesak baginya , Tapi yang menjadi pertanytaan bagaimana bisa Jieun melupakan hubungan yang penah di rajut oleh mereka saat dulu ?

Andai ada moment yang pas , Sungguh Jongin ingin menanyakan kenapa emailnya tidak pernah dibalas … Sedari tadi Jongin seperti menunggu Jieun , Dia sangat berharap Jieun dapat keluar kamarnya .

Krekkkkk

Di sadari oleh Jongin , Pintu kamar balkon Jieun terbuka dan benar saja Jieun lah yang keluar dari kamar tersebut … Sekian lama Jongin menunggu Jieun di balkon ini , Pada akhirnya pintu kamar itu terbuka juga .

“ Eoh , Jongin .. Sedang apa kau di situ ?” Jieun cukup terkejut melihat Jongin .

Jongin hanya tersenyum “ Aku menunggumu Jieun-ah “ Jieun mengerutkan alisnya , Saat itu Jongin langsung memanjat pagar pembatas balkon mereka “ Jieun babo , aku menunggu pintu kamar ini terbuka , Selalu berharap kau muncul dari balik kamarmu itu “

Jongin langsung duduk di kursi balkon itu , Jieun cukup kaget dengan ucapan Jongin . Namun seolah menetralisir keadaan Jieun hanya tersenyum dan

Peltaakkk

Satu pukulan mendarat tepat di kepala Jongin “ Tidak sopan sekali kau memanggilku babo ? Seperti ini kah sikapmu menunggu kembalinya nunamu “ Ujar Jieun yang sudah terduduk di samping Jongin .

“ Nuna ?” Pekik Jongin

Jieun menganggukan kepalanya “ Ehhhmm.. Tadi di bandara kau bisa memanggilku dengan embel – embel nuna .. Ingatlah aku jauh lebih tua darimu “

“ Shireo ! Kita hanya berbeda satu tahun “

“ Issh tidak berubah sekali kau dari dulu .. Masih tidak mau memanggilku dengan sebutan nuna “ Jongin menatap dalam Jieun “ Kau masih mengingatku Jieun?  Tapi kenapa emailku tidak pernah kau balas ?”

Saat itu Jieun terdiam dan memutar bola matanya “ Kau fikir aku selalu membuka email ? aku di sibukan dengan tugas yang menumpuk “ Jelas Jieun

“ Tapi setidaknya satu email saja kau balas”

“ Mianhae”

Jongin hanya tersenyum “ Ghwencana .. apa  Kau sudah memaafkanku ? Kejadian di masalalu itu “ Ujar Jongin

Jieun menatap Jongin “ aku tidak ingin ternggelam dalam masalalu , Lagi pula itu bukan sepenuhnya salah kau .. Kau hanya menganggapku seorang kakak dan aku akan menganggapmu seorang adik .. Itu jauh lebih baik “

“ Aniyo Jieun , aku sama sekali tidak menganggapmu…” Ucapan Jongin terpotong begitu saja “ Aku enggan mengungkit masalalu Jongin , Anggap saja semua itu adalah sebuah pelajaran dalam hidup .. tanggapi semua itu dengan kedewasaan “

Jongin terdiam seketika mendengar kalimat tersebut , Seolah mengerti Jongin hanya tersenyum “ Kau banyak berubah Jieun “ Jieun mengerutkan alisnya “ Kau terlihat lebih dewasa dan penampilanmu terlihat sangat cantik “

Jieun mendorong Jongin “ Issh jadi kau fikir dulu aku jelek “ Jieun mengerucutkan bibirnya “ aniyo , hanya saja penampilanmu lebih feminim dari seorang Jieun yang aku kenal dulu” Jieun tidak menjawab , Dia hanya tersenyum saja .

“ Namja itu , apa karenanya kau berubah ?” Jieun mengerutkan alisnya tidak mengerti dengan ucapan Jongin “ Namja itu yang merubahmu menjadi lebih tegar dan mengubahku yang pernah ada di hatimu “Jongin menatap kedua bola mata Jieun berharap Jieun menjawab tidak .

“Mungkin “ Jawaban yang mempersulit keadaan Jongin menjadi kecewa “Kibum oppa , Dia sangat baik dan bersikap dewasa “ Jieun tersenyum sambil memandangi langit

Senyuman ini .. Senyuman yang selalu di harapkan Jongin , Senyuman yang penuh kedalamaian ..

“ Kalian benar – benar sepasang kekasih ?” PErntanyaan konyol keluar dari mulut Jongin

Jieun sedikit terkikik” Kau fikir aku berbohong , Dia memang kekasihku “

Damn ~

Jawaban yang sangat menusuk hati , Rasa sesak sudah terserang pada jantungnya ..

“ Kau mencintainya ?” Jieun seolah terhenyak dengan ucapan Jongin , Jongin menatap penuh arti berharap jawabannya akan merenggangkan hatinya yang sesak “ Ehhmmm “ Jieun menjawab dengan deheman dan anggukan kepalanya seolah benar – benar dia mencintai pria yang bernama kibum itu .

Hening ~

Keadaan seakan berselimut awan hitam menjadi sangat dingin .. Jongin terdiam seketika mencerna anggukan Jieun yang sangat mengecewakan baginya . Sungguh jawaban Jieun benar – benar tidak ingin sekali Jongin mendengarnya .. MEski hanya deheman saja , Setidaknya itu sudah mewakili perasaan Jieun yang sesungguhnya ..

Lantas saja Jieun dapat bersikap seperti itu , Sudah ada pengganti Jongin di hatinya yaitu : Kibum .. Rasa kesal , Cemburu, Kecewa , Seolah menjadi satu .. Ingin rasanya menentang hubungan itu , Namun apa daya Jongin hanya seorang mantan kekasih .

“ Bagaimana kau dengan Yooyoung ?” Sekarang Jongin yang terhenyak dengan ucapan Jieun .

Tapi Jongin hanya tersenyum masam “ Aku sadar … Orang yang ku butuhkan dan aku cintai bukan Yooyoung , Melainkan yeoja lain , sayangnya yeoja itu sudah mempunyai namjachingu dan aku baru tahu saat di bandara menjemputnya  .. Padahal aku menantinya kembali ke korea “

Jieun terdiam mencerna dan menyadari ucapan Jongin .. Dia sadar orang yang di maksud Jongin adalah JIeun .

“ Ahh Jongin sepertinya waktu sudah sangat larut .. Aku ingin masuk kedalam duluan ghwencana ?” ujar Jieun mengalihkan pembicaraan , Seolah mengerti Jongin hanya mengangguk “ Jaljayo , Jieun-ah” Hanya senyuman tulus yang terpancar dari Jieun setelah itu Jieun memasuki kamarnya .

Sedang Jongin hanya diam saja tanpa ada satu kalimat pun yang keluar dari mulutnya , entah apa yang ada di fikirannya.

****

Jieun PoV

Ku tatapi atap dinding kamarku , Mengingat ucapan Jongin tadi saat di balkon .. Sungguh aku tidak menyangka kalau Jongin akan menjemputku di bandara ..

Sudah 2 tahun berlalu namun wajah tampan Jongin tetap terbayangkan olehku , Walau dirinya lebih terlihat tampan dari sebelumnya ..  Saat bertemu dengannya lagi aku bersikap seolah tidak ingat masalalu  , Tidak .. aku sama sekali tidak melupakan kejadian tersebut .

Ketika aku di itali memang aku tidakpernah membalas email yang di kirim dari Jongin , Aku tidak ingin membalas karena aku tidak ingin mengingat dirinya ,Kalau aku membalas emailnya itu akan membunuhku dengan rasa kerinduanku padanya ..

Egois memang .. Tapi tahu kah kalian ? aku tidak pernah menghapus email yang di kirim oleh Jongin , Begitu juga surat – surat kecil Jongin yang dia kirimkan saat sma dulu .. Memberikan semangat padaku .

Namun aku cukup sadar , Ketika seseorang pria datang di kehidupanku .. Dia menyadarkan diriku kalau cinta tidak selamanya memiliki , Ada sebuah pertemuan pasti akan ada akhir dari pertemuan tersebut .

Kibum …
aku sangat ingat pertemuanku dengannya waktu itu , Pertemuan yang sangat tidak di sengaja dan dia memang seorang pria yang baik hati .

_Flashback _

Venice , Itali …

“ ERrrggtt” erangku ketika mataku terbuka, aku  menggeliatkan tubuhku dan ku raih ponselku yang berada di bawah bantal .

Ku lihat tidak ada pesan atau pun missed call, namun aku menatap waktu yang sudah menunjukkan pukul 08.00 “ Baru jam 8” Ku taruh kembali  ponselku di bawah bantal dan terbangun seraya memnum air mineral, Hari ini sedang tidak ada jadwal mata kuliah.

Aku beranjak dari ranjangku, ku pantangi kitaran kita ini dari jendela kamar. Kebetulan kamarku berada di paling atas ,Jadi mudah bagiku untuk melihat keindahan kota Venice ..

###

Suntuk…

Itu yang kurasakan, Seperti biasa aku keluar dari kamar kosan untuk menghilangkan penat. Berjalan sendirian itu hal biasa bagiku, membeli satu buah apel di took hanya untuk kemilan selama berjalan .

Dan pada akhirnya tujuanku berpusat di sebuah danau dan aku neaiki kapal mini jet yang ada di sana .. ku lihat baru beberapa penumpang yang menaiki Mini Jet ini , aku ingin duduk tapi sepertinya di luar lebih terlihat nyaman ..

Ku putuskan untuk keluar menikmati semilir angin yang lembut di danau ini , Beberapa awak kapal yang menawarkan coklat hangat padaku dan aku hanya menerima ..  Beberapa lama ku lihat sudah beberapa orang yang menumpangi kapal Mini Jet ini ..

Ku rasakan kapal ini bergerak siap melaju mengelilingi danau yang indah ini .. Sambil menkmati hembusan angin dan di temani dengan coklat hangat yang nikmat aku memandangi danau indah ini ..

Jongin..

Sedang apa dia ? Sudah setahun lebih aku tidak bertemu dengannya .  Bagaimana kabarnya ? Apakah dia baik – baik saja di Seoul ?

Bodoh … Kenapa di saat seperti ini aku memikirkan seorang Jongin , Padahal belum tentu dia memikirkanku , Ingat Jieun dia hanya menganggapmu seorang kakak bukan wanita yang di cintainya .. Aku harap kau bahagia dengan Yooyoung .

Mengingat kejadian itu membuatku mengalami dejavu , Sungguh aku tidak ingin mengingat hal itu .. Tapi otakku , Tanpa terasa air mataku jatuh begitu saja namun dengan cepat ku seka .. Sebenarnya aku tidak ingin berlarut dalam kesedihan mendalam ini . Aku benar – benar ingin melupakan Jongin .

Aku ingin masuk kedalam kapal , Namun tiba – tiba

Brukkkk

Aku menubruk seseorang dan coklat hangatku tumpah mengenai pakaiannya , Aku langsung membulatkan kedua mataku “ Sorry .. aku tidak sengaja , sorry “buru – buru aku membersihkan pakaian orang itu dengan tisu .

“ Tidak apa – apa , biar aku saja yang membersihkan “ Ujar orang itu dan ketika ku mendongakkan kepalaku terlihat jelas olehku seorang pria tampan dengan fashion yang luar biasa , Aku hanya dapat menelan ludah karena terlihat jelas pakaiannya cukup mahal .

“ Maaf , sudah mengotori pakaianmu .. Maaf “ Aku membungkuk berkali – kali , Telihat beberapa orang yang memang berada di kapal ini melirik kearahku “ Tidak apa – apa “

“ Tapi bajumu kotor “ Pria itu hanya tersenyum , Sungguh senyuman yang sangat manis “ Sudah ku bilang tidak apa – apa , Lebih baik kau perbaiki saja matamu yang sembab itu “

Aku membulatkan kedua mataku medengar ucapannya , Memang kusadari mataku terlihat sembab akibat tadi menangis , Dengan cepat aku menutup kedua mataku dengan kedua tanganku ..

“ Ckck .. Kenapa kau menutupi matamu ?” Ujarnya

“ aku malu “ Jawaban yang bodoh Lee Jieun , Tapi ketika ku membuka mata terlihat pria itu menertawaiku “ Haha , Kau ini lucu sekali .. Mata sembab seperti itu tidak seharusnya kau tutupi karena malu “

Aku cukup heran dengan orang ini , Bagaimana bisa dia menertawakanku .. Padahal beberapa detik tadi aku menumpahkan coklat hangat milikku di pakaiannya “ Itu pakaianmu tidak apa – apa ? aku benar – benar tidak sengaja tadi .. sungguh “ aku memberikan sinyal peace padanya .

Namun lagi – lagi dia hanya tersenyum “ Iya , tidak apa – apa .. Sudah jangan di bahas “

“ Tapi aku merasa bersalah , sepertinya pakaianmu sangat mahal “ aku memang terus memperhatikan pakaiannya yang cukup bagus dan fashionita .

“ Kalau begitu , menebus rasa bersalahmu belikan aku coklat hangat itu “ Aku membulatkan mataku “ Jinja ? Coklat hangat bisa menebus kesalahanku ?”

“ Tadinya aku ingin meminta hal yang lebih mahal , Namun yang ada di sini hanya coklat hangat itu “ Ujarnya sambil terkekeh , aku hanya mengerucutkan bibirku namun memesan coklat hangat untuknya ..

Aku memperhatikan pria itu dengan lekat , Matanya sangat sipit sekali .. Mencirikan kalau orang ini seperti sebangsaku “ Kau orang korea ?” Tanyaku asal

Pria itu yang asik meminum coklat hangatnya terarah padaku “ Kau orang korea juga ?” Dia malah balik bertanya , aku menganggukkan kepalaku “ Ahh aku pun tadi ingin menanyakan itu , wajahmu terlihat seperti sebangsaku korea “

Ucapan itu kenapa sama seperti isi hatiku tadi “ Hehe ternyata kita satu bangsa “ aku sedikit terkekeh , Namun pria itu menjulurkan tangannya “ Kim Kibum Imnida “

Aku cukup kaget dengan tindakannya yang langsung memperkenalkan diri , Tanpa ragu aku menerima jabatan tangan itu “ Lee Jieun imnida “

Namun pria itu seolah memperhatikanku dari atas sampai bawah “ Kau …” Potongnya “ Kau ,  berkuliah di Universitas Firenze ?” Pria itu menunjuk pada pin yang berlambangkan Universitas Firenze yang memang ku pakai “ Aku memang berkuliah disini “ Jawabku

Pria itu seolah menemukan hal yang lucu langsung tertawa , aku seidikit mengerutkan alisku .. Namun aku sadar pria itu pun mengenakan pin yang sama sepertiku “ Jangan bilang kau juga berkualiah di universitas itu ?” Pria itu menganggukan kepalanya .

Sesaat kami bertatapan satu sama lain menahan tawa ,sampai sudah tidak tertahan tawaan kami meledak … Aku cukup kaget dengan hal ini , Bagaimana bisa orang yang ku tumpahkan coklat hangat tidak marah sama sekali , Padahal pakaiannya cukup mahal .

Terlebih lagi aku tidak menyangka dia berkuliah di tempat yang sama , Tapi jurusan kami berbeda aku mengambil jurusan ekonomi & manageman , Sedang dia mengambil  jurusan seni desaigner pantas saja dia terlihat fashionable . berbeda pula dia sudah semester 6 dan aku baru sementer 4 .

Cukup banyak yang di bicarakan oleh pria yang bernama Kibum ini , Dia benar – benar asik di ajak berbicara ..

***

Kali ini aku berada di Pazza Del Duomo menikmati keindahan bangunan kuno nan tua , Banyak merpati yang bertebaran di sekitar ini .. Aku pun tidak menyia – nyiakan moment ini , aku mengambil beberapa gambar dari burung merpati itu .

“ Heii .. Kau disini juga “ Ujar seseorang mengagetkanku yang tengah asik memotret burung – burung disini , aku tersenyum ketika mendapati orang yang di hadapanku adalah orang yang ku kenal “ Kibum “

Ya … Sebulan sudah berlalu , entah kenapa aku dan Kibum sering bertemu tanpa sengaja .. Tapi pada akhirnya pertemuan kami selalu ada saja bahasan yang di bicarakan membuat keadaan tidak  bosan . Bukan hanya Kibum yang bercerita , aku pun bercerita tentang masalalu cintaku padanya .

“ Tidak sopan sekali kau , Sudah sebulan kenal denganku tidak memanggilku oppa ? Ingatlah aku 2 tahun lebih tua darimu “ Aku menelan ludahku ketika Kibum mengucapkan kalimat tersebut , Kata – kata ini biasa ku lontarkan pada Jongin .. Sekarang aku yang di ceramahi dengan kata – kata ini ..

Aku hanya cengengesan saja , Namun dia mengerucutkan bibirnya dan mengacak – acak rambutku “ Mulai sekarang panggil aku oppa “ Pintanya , aku hanya tersenyum dan mengangguk patuh “ Ne , Oppa”

“ Jieun-ah .. Besok aku akan ikut perlombaan Desaigner , apa kau mau jadi model pakaian desain ku ?” aku membulatkan kedua mataku mendengar hal ini “ Kau menyuruhku menjadi modelmu ? Tidak lihat aku kan biasa saja “

“ Kata siapa kau biasa saja ? Kau imut , tubuh kecilmu itu membuatku tertarik membuat gaun untukmu .. Kau harus mau titik” Aku mengerutkan alisku “ Ya ! Kau meminta atau memaksa ?”cibirku

“ Dua – duanya “ Jawabnya santai , Aku mengerucutkan bibirku “ Oke kau harus mau “ Mau tidak mau aku mengiyakan keinginan dia “ Baiklah “ Dia tersenyum sumringah mendapati jawaban dariku .

Kibum , Dia pria yang baik .. Setiap kali bertemu dengannya walau ketidak sengajaan , Dia selalu mentraktiku makan .. Padahal aku tidak menginginkan hal itu , tapi dia selalu memaksa ..

****

Aku cukup kaget dengan polling yang menyatakan Desain pakaian yang ku pakai ini pemenang pertama .. Aku pun tidak percaya kalau aku akan berubah menjadi seperti ini dengan gaun buatan Kibum ..

Untuk merayakan kemenangan Kibum , Sekarang aku bersama teman – teman yang lain di ajak ke apartement kibum .. Dia mengadakan pesta kecil – kecilan di apartementnya dan pesta itu pun dadakan ..

“ Gomawo Jieun-ah “ Ujar Kibum ketika aku asik menikmati keindahan malam di balkon apartementnya .

“ Untuk apa kau berterimakasih padaku ?” Kibum mendekat padaku dan terus tersenyum riang “ Berkat kau , desain milikku menjadi nomor satu “

Aku mengelengkan kepala “ aniyo , ini bukan karenaku . Melainkan usahamu yang sudah membuat gaun ini “ Kibum mengelengkan kepalanya dan meraih tanganku , Sungguh aku sanat kaget dengan hal ini “ aniyo .. ini berkat kau , aku tidak salah memilihmu menjadi modelku .. Kau benar – benar terlihat cantik Jieun “

Aku hanya dapat tersipu malu dengan pujiannya “ Jangan berlebihan seperti  itu oppa “ aku melepaskan genggaman erat Kibum dan kembali menikmati angin malam bersamanya .

“ Jieun-ah , Aku menyayangimu  “ Aku membulatkan kedua mataku mendengar ucapan Kibum yang dengan tiba – tiba itu , aku sontak menatapnya yang memang tengah menatapku .. Lagi – lagi aku di buat kaget dengan genggaman tangannya

“ ini memang terlalu cepat , tapi sebenarnya pertemuan kita bukan tidak di sengaja .. aku yang memang sengaja agar kau menumpahkan coklat hangatmu padaku , Aku sudah menyukaimu sejak lama dan kau tidak tahu itu .. aku menyukaimu saat kau di orientasi … Semenjak pertemuan itu aku jadi ingin terus bertemu denganmu , Dan sekarang aku tidak ingin menunda- nundanya lagi .. aku ingin kau menjadi kekasihku , Itu pun jika kau mengijinkanku memasuki relung hatimu “

DEG!

Kibum , aku benar – benar tercengang dengan ucapannya , Bagaimana bisa ternyata semua itu bukan ketidak sengajaan .. Tapi bagusnya dia berkata jujur , Namun aku harus menjawab apa ?

Jongin .. Nama itu belum bisa ku lupakan dalam benakku , Tapi Kibum dia pria yang baik .. Dia pun menyayangiku ? Tapi Jongin…..

Di saat seperti ini kenapa nama itu yang ku fikirkan , Kim Jongin tidak bisakan sedetik saja aku melupakanmu .

“ Aku tahu kau mempunyai masalalu yang rumit .. Kau harus tahu dalam percintaan ada pertemuan pasti akan ada akhir dari cerita cinta tersebut , Di kala akhir cinta yang rumit membuat dejavu dalam diri .. Namun hal tersebut sebaiknya kau jadikan kenangan , Walau rumit terimalah kenyataan yang ada .. Bukan berarti kau melupakan masalalu tersebut , hanya saja bersikaplah lebih dewasa dan mencoba membuka hatimu untuk orang lain “

Aku makin tercengang dengan perkataannya , Ucapan Kibum memang benar .. Seharusnya aku bersikap dewasa , JOngin hanya menganggapku seorang kakak tidak lebih .. MEmang tidak seharusnya aku berlarut dalam kesedihan masalalu.

“ Aku tidak memaksamu , Aku hanya ingin mengungkapkan isi hatiku selama ini .. Dengan begitu aku tidak tertekan dengan perasaan sayangku padamu “ Aku tidak bisa berkata  apa – apa ucapan Kibum membuatku menyadari kalau aku tidak bersikap dewasa .. Apa lebih baik aku menerimanya dan mencoba membuka hatiku untuknya .

“apa ini terlalu sulit untukmu Jieun ? apa kau tidak menyukaiku ?”Aku menatap Kibum yang memang menatapku dalam “ Bukan begitu oppa , Kau sangat baik padaku dan aku suka itu .. Tapi …” Lagi – lagi fikiranku tertuju pada Jongin .

“ Tapi kenapa ?” aku menghelakan nafas beratku “ Aku ingin mencobanya , Membuka hatiku untukmu dan buatlah agar aku mencintaimu oppa “ Ku sadari airmataku jatuh begitu saja , Mengucapkan kalimat itu sangat sulit bagiku , terutama fikiranku tidak focus dan berpusat pada Kim Jongin .

Kibum tersenyum padaku dan menyeka airmataku “ Aku mengerti itu Jieun , Kau sulit melupakannya .. Tapi aku akan membuatmu mencintaiku “ di peluk erat tubuhku olehnya “ Percayalah kau pasti bisa membuka hatimu untukku “ Dia semakin mengeratkan pelukannya.

***

2 bulan kemudian

Dua bulan sudah berlalu , Hubunganku dengan Kibum sangat lancar .. Kami sering menghabiskan waktu bersama , Bercanda tawa dan berjalan – jalan mengelilingi kota – kota yang ada di itali ini ..

Namun ….

Hanya saja fikiranku , Entah kanapa yang ada di fikiranku hanya seorang JOngin .. Padahal aku bersamanya , Tapi fikiranku tidak bersamanya .. Nappeun , Mungkin kata – kata itu yang cocok untukku .. Tapi aku pun berusaha membuka hatiku untuk Kibum , Tapi …

Sungguh ini hal yang tersulit bagiku , Kibum terlalu baik untukku ..  Aku selalu berfikir untuk melupakan Jongin tapi hati ini tetap saja bagai beku membentuk nama JOngin ..

Kali ini aku tengah bersama Kibum , Kami mengelilingi kota Venance sambil berkerjar – kejaran .. rumah – rumah yang unik berjejeran di kota ini berbagai cat warna – warni membuat keadaan semakin unik , Sungai kecil yang berada di tengah – tengah di antara rumah – rumah menjulang tinggi .

Hal ini sudah sering kami lakukan , MEmang terkesan kekanakan namun membuatku sangat senang .. Taman , Aku dan Kibum memang sering ke taman menghilangkan penat kami ..

Sampai di taman , Aku yang langsung membaringkan tubuh di antara rumput – rumput hijau nan indah ini .. Ku rasakan ada sebuah tangan yang membelai wajahku lembut , Ketika ku membuka mata ternyata Kibum sudah berada di depanku dan tersenyum manis .

“ Irona , Lihat ini “ Kibum menunjukkan dua ice cream yang di pegangnya itu , Sontak saat itu aku tersenyum “ Omo ice cream “ Aku langsung terbangun dan meraih kedua-duanya ice cream itu ..

Kibum cukup kaget melihatku yang langsung meraih kedua ice cream itu “ Heii .. satu lagi punyaku chagi “ Aku mengelengkan kepalaku “ Aniyo , ini milikku oppa “ Tanpa ragu aku memakan ice cream itu secara bergantian .

Tapi sepertinya Kibum tidak terima , Dia ingin meraih ice cream satunya namun dengan cepat aku menghalangi , Aku mebulatkan mataku padanya memberi sinyal agar tidak mengambil ice cream satunya ..

“ Isssh aku kan sengaja membeli dua , untuk makan bersamamu “ Kibum mengerucutkan bibirnya ketika aku bersikap seperti itu , Sungguh aku ingin tertawa “ Haha , kau lucu oppa .. ige “ Aku tidak tega melihatnya seperti dan memberi satu ice cream yang ada di tanganku ..

“ Kau memang pengertian Jieun , kadang – kadang “ Kekehnya meraih ice cream yang ku berikan , Namun aku hanya mengerucutkan bibirku saja mendapati ucapannya itu ..

“ Kau mau ?” Kibum menyodori ice creamnya , Aku mengangguk mantap “ Suapi aku oppa”  Kibum hanya tersenyum .

Aku sudah membuka mulutku , Namun Kibum bukan memasukan ice cream itu ke mulutku .. Dia justru menyentuhkan ice cream di hidungku “ ya !  Oppa “ TEriakku tidak terima

“ Hahahaha hidungmu lucu sekali” Dia selalu saja bersikap seperti ini padaku “ Issh , aku tidak mau .. cepat bersihkan “ rengekku

Dia hanya tersenyum dan menghapus kotoran ice cream yang menempel di hidungku , aku tersenyum puas mendapati hal ini .. Tiba – tiba dia meraih tanganku “ Kajja kita ke tempat lain “ ajaknya

Seperti itu Kibum , dia selalu mengajakku bermain … Tapi bodohnya diriku tidak bisa melupakan Jongin sedetik saja ketika bersama Kibum ..

*****

_End Flashback _

Aku berusaha bersikap dewasa pada Jongin , Bukan berarti aku melupakan masalalu akan dirinya .. Ketika dia bertanya aku mencintai Kibum atau tidak ? Jujur sebenarnya tidak , bodoh sekali sampai saat ini yang ada di fikiranku hanya Jongin .

Tapi bagaimanapun aku harus membuka hatiku untuk Kibum , Dia sudah terlalu baik bagiku .. Lagi pula aku terus teringat kalau Jongin hanya menganggapku sebagai kakak ..

Aku pun masih tidak habis fikir kenapa Jongin tidak melanjutkan hubungannya dengan Yooyoung , Hal yang sangat sulitku percaya ketika mendengar ucapannya tadi .. Kenapa hal ini mempersulit kehidupanku.

****

Jongin PoV

Kim Kibum ..

Nama itu masih saja terngiang – ngiang di kepalaku , anggukan kepala Jieun ketika aku menanyakan apakah dia mencintai pria itu pun masih melekat di otakku ..

Batin ini benar – benar tidak terima keadaan Jieun sudah mempunyai kekasih , BAgaimana bisa dia melupakan kenangan yang pernah kita rajut dulu .. Terlebih lagi di bandara dia mengatakan aku sudah di anggap sebagai adiknya . Memang bodohnya diriku sudah menyia – nyiakannya waktu itu ..

Sekarang aku merasakan kehilangan seorang Jieun , Sudah ada namja lain yang berada di relung hatinya .. Tapi benar – benar apa dia sudah melupakan diriku  ? Entah kenapa batinku berkata lain akan hal tersebut .

Andai saja waktu bisa terulang kembali , Sungguh aku tidak akan melakukan hal yang membuat Jieun kecewa .

“ Kibum , Namja itu “ aku terus terbayang wajah pria itu “ Memang tampan , Tapi aku terlihat jauh lebih tampan darinya “ entah setan mata yang merasuki diriku untuk percaya diri seperti ini , di depan cermin seperti orang bodoh menatap diri sendiri .

“ Memangnya ada yang kurang dari diriku “ Lagi – lagi aku seperti orang bodoh berbicara pada cermin ..

“ Kau tampan anakku “ Suara tersebut mengangetkanku dan terarah padanya “ Eomma “ Ternyata dia sudah berada di ambang pintu dan menghampiriku .

“ Kau tampan Jongin , Hanya saja mungkin namja itu baik pada Jieun .. Maka dari itu dia dapat membuka hatinya untuk namja itu “ aku terhenyak medengar ucapan Ibuku “ aku pun baik pada Jieun , walau aku sering menjahilinya “

“ Bukan hanya itu kau sudah mengecewakannya “

DEG!

Aku hanya dapat diam mendengar ucapan ibuku ini “ Kau sudah mengecewakannya dan apakah kau sudah menunjukkan rasa cintamu pada Jieun selama ini ? Mungkin namja itu bukan hanya baik melainkan memberikan rasa cintanya untuk Jieun .. apa kau pernah memperlakukan Jieun layaknya seorang yeoja ? “

Lagi – lagi aku hanya dapat diam “ Kenapa Yooyoung meninggalkanmu waktu itu , Kau mencintai orang namun kau tidak bisa menunjukkannya . Lantas orang yang kau cintai itu pergi , Bagusnya Jieun dapat bersabar atasmu .. Sampai kau merasakan sendiri kan bagaimana kehilangan orang yang kita cintai “

Aku menyadari hal tersebut “ Yooyoung berselingkuh karena memang aku tidak menunjukkan rasa sayangku padanya .. Sedang Jieun ,Aku sudah mengecewakannya hanya karena cinta di masalalu dan melupakannya dalam sekejap .. Aku memang bodoh menyia – nyiakan yeoja yang sudah bersabar padaku , padahal aku memang tidak pernah menunjukkan rasa cintaku padanya”

Ibuku terlihat tersenyum simpul “ Itulah kesalahanmu Jongin” aku menganggukan kepalaku “ Benar eomma .. Tapi bagiku Jieun berbeda , Dia memang jauh lebih tua dariku .. Tapi aku tidak ingin memanggilnya nuna , Dia yeojaku .. Tapi sekarang tidak dia sudah mempunyai namjachingu , menggantikan posisiku di hatinya.. Dia hanya menganggapku sebagai adiknya sekarang  “

“ Arayo .. Tapi hatimu tidak merelakan hal itu terjadi kan ? Kau tidak rela posisimu tergantikan ?” Aku mengangguk “ Selama janur kuning belum melengkung (?) kau masih bisa merebutnya “ aku mengerutkan alisku tidak mengerti ucapan ibuku

“ Rebut dia , Jika kau mencintainya .. Tunjukkan rasa cintamu padanya , Tunjukan rasamu lebih kuat dari namja yang bernama Kibum itu , Gunakan caramu untuk merebutnya “ Sesaat ibuku keluar seketika berbicara seperti itu ..

Sedang aku mencerna ucapan ibuku tadi , Apakah aku harus merebut Jieun kembali ?

Sepertinya benar ,  aku tidak ingin posisiku tergantikan oleh pria itu .. aku harus merebut kembali hati Jieun dan sepertinya aku tahu caranya .

****

Author PoV

Tuk Tuk Tuk

Terdengar jelas di telinga Jieun sebuah suara dari arah balkon kamarnya , Jieun yang baru saja bangun langsung beranjak .

Tuk Tuk Tuk

Suara itu semakin jelas , Seperti ada yang melemparkan sesuatu kearah jendela kamarnya .. Tanpa ragu Jieun beranjak membuka pintu balkon dan

Tuk

Sebuah kerikil kecil mengenai keningnya “ Upss mianhae , aku tidak sengaja nuna “ suara itu Jieun tahu jelas siapa orangnya dan benar saja pria yang sudah tidak asing lagi baginya berdiri sambil memsang wajah berasalahnya .

“ YA ! Kim Jongin .. Kenapa kau  melemparkan krikil di jendela kamarku, Issh mengenaiku juga lagi  “ Jieun sedikit meringis dan mengusap keningnya .

“ Mianhae , Aku berniat padamu Jieun nuna .. Hanya ingin membangunkanmu “ Cengir Jongin memasang innocentnya ..

Jieun mencibir , Namun dia teringat ucapan Jongin tadi … Jongin memanggilnya dengan embel – embel nuna (?) apa dia tidak salah dengar “ Kau tadi memanggil aku apa ? Nuna ??”

Jongin hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya “ ehmmm Jieun nuna , Sepertinya tugasku membangunkanmu sudah selesai .. aku harus masuk dulu untuk sarapan dan kau juga harus sarapan , oke nuna “ Jongin membalik arahnya ingin memasuki kamarnya kembali .

Jieun mengelengkan kepalanya tidak percaya dengan sikap Jongin yang tiba – tiba memanggilnya nuna “ Kerasukan setan apa dia bisa memanggilku nuna “ Gumam Jieun tidak percaya menatapi pungung Jongin .

“ Jieun-ah , Ada Kibum .. Dia menunggumu di bawah untuk sarapan “ Teriak ibu Jieun di ambang pintu kamar Jieun .. Jieun mengerutkan alisnya seolah berfikir “ Sepagi ini dia datang ke rumahku , Dasar Kibum oppa “ Seulas senyuman dari bibir Jieun dan bergegas ke bawah . Hal ini memang sudah sering di lakukan Kibum saat di itali , Jadi tidak heran bagi Jieun mendapati hal ini .

Sedang Jongin yang tanpa sengaja mendengar hal ini langkahnya langsung terhenti dan wajah innocentnya tadi berubah seakan evil .

####

Keluarga Lee yang tengah sarapan , Namun kali ini berbedanya ada Kibum  yang menemani mereka .. Kibum yang memang sudah berada di rumah Jieun dini hari , Membuatnya di haruskan sarapan bersama mereka .. Sedang Jieun yang baru saja bangun dan sarapan bersama hanya tersenyum riang ..

Terlebih lagi banyak pertanyaan yang di lontarkan oleh ayah Jieun pada Kibum , Membuatnya sedikit gugup dengan pertanyaan yang di lontarkan ayah Jieun itu ..

“ annyeong ahjjusi , ahjjuma “ Sapa seseorang yang memang sudah tidak asing lagi bagi mereka , Sontak yang berada di meja makan ini terarah padanya “ Eoh Jongin-ah , Kau rupanya “ Ujar orangtua Jieun bersamaan ..

Kibum yang melihat Jongin tatapannya langsung berubah ,  Rahangnya terlihat mengeras . Sedang Jieun yang mendengar nama itu langsung tersedak “ Uhukk , uhukk “

“ Omo nuna ghwencanayo “ seru Jongin segera meraih air putih untuk Jieun ,  dengan gerakan cepat Jongin dan Kibum menyodorkan segelas air putih pada Jieun.

“ Ige” Ucap Jongin dan Kibum bersamaan , Tapi Jieun terlihat bingung ingin mengambil air dari siapa “ Ghwencana “ Jieun tidak menerima air dari keduanya , Dia memilih meminum air mineral yang ada di sampingnya “ aku minum punyaku sendiri “ Jieun menunjukan air yang sudah di minumnya itu .

Jongin dan Kibum langsung bertatapan satu sama lain ,  Melihat hal ini Jieun dan orangtuanya merasakan aura tidak enak keluar dalam diri dua orang ini “ Jongin-ah , ada apa tiba – tiba kau kesini ?” Ujar Ibu Jieun seolah mengalihkan pembicaraan.

Jongin yang tadi menatap Kibum sekarang beralih pada orangtua Jieun “ Ahjjuma , ahjjusi .. orangtua ku pergi pagi – pagi sekali entah kemana , Lalu eomma tidak menyiapkan sarapannya untukku “ Jongin memasang wajah innocentnya..

“ Arayo .. Kau duduklah dan sarapan bersama kami “ Ujar Ayah Jieun , Mendengar hal itu wajah JOngin langsung sumringah “ Jinja gomawo ahjjusi “  Saat itu juga Jongin langsung duduk di depan Jieun , Karena tidak mungkin baginya duduk di samping Jieun , Posisi itu sudah di tempati Kibum ..

Jieun hanya dapat mengelengkan kepalanya saja mendapati Jongin yang bersikap seperti itu , Namun dia pun heran bagaimana bisa sikap Jongin berubah seperti itu .. Menjadi Jongin yang manis , Jieun masih menatap tidak percaya pada tingkah Jongin .

Sedang Kibum hanya tersenyum simpul “ Kenkanakan sekali dia “ gumam Kibum tidak terdengar sama sekali oleh yang lain , Dia menatap Jongin yang seru berbicara pada orangtua Jieun .

Di tengah – tengah sarapan Jongin banyak berbicara , Tidak biasanya membuat Jieun menatap aneh padanya .. Sesekali Kibum pun berbicara seolah persaingan menarik perhatian orangtua Jieun .

****

Jieun dan Kibum malam ini duduk berdua ,  Tepat di pekarangan rumah Jieun menikmati indahnya malam dan bersenda gurau layaknya sepasang kekasih biasanya ..

“apa kabar itali ya ?” Gumam Kibum , Jieun mengerutkan alisnya mendapati ucapan Kibum “ Kau rindu itali ?”  Kibum mengangguk .

“ Tapi aku akan lebih merindukanku , kalau aku tidak ke korea dan tetap berada di itali .. Sehari tidak melihatmu saja rasanya aku ingin mati “ Ujar Kibum memadang tulus pada Jieun , Namun Jieun memandang remeh Kibum “ Gombal sekali kau oppa “ Jieun sedikit mendorong tubuh Kibum

“ Heii . . Aku tidak berkata gombal , Ini tulus “ Kibum mengercutkan bibirnya karena ketidakpersayaan Jieun “ Lagi kau berlebihan sekali berkata seperti itu .. BIasanya kalau namja berkata seperti itu , Dia menggombal “

“ Tapi aku tidak seperti itu Lee Jieun “ Di tariknya hidung Jieun oleh Kibum membuatnya sedikit meringis “ Auuu appo , oppa … Aku percaya , aku percaya “ Kibum tersenyum puas dan melepaskan hidung Jieun ..

“ Hahaha kau lucu sekali chagi” DI acaknya rambut Jieun oleh Kibum , Hal ini memang sering di lakukan Kibum , Mengacak rambut Jieun itu kesukaan Kibum .

“ Wuuuaahhhh malam ini terlihat sangat indah ya “ Gumam Seseorang membuat kedua remaja ini membalikkan arah pada suara tersebut dan betapa kagetnya kedua orang ini melihat sosok yang memang meraka kenal berada di ambang pintu pekarangan rumah Jieun “ Jongin , Neo “ Pekik Jieun tidak percaya

“ Hy Nuna , Hy Hyung “ Sapa Jongin yang tersenyum sumringah dan tatapan penuh evilnya sangat kentara di matanya .

Kibum dan Jieun membulatkan kedua matanya tidak percaya dengan ucapan Jongin , Tertutama Kibum yang sangat kaget di panggil hyung oleh Jongin “ Memanggilku Hyung , Sejak kapan aku menjadi kakaknya.”Batinnya

“ Jongin , Kau memanggilnya hyung ? “ Pekik Jieun masih tidak percaya , Jongin tersenyum evil “ Tentu saja aku memangilnya hyung , Toh Kibum hyung lebih tua dariku .. Kau yang bilang sendiri kan kalau harus menghormati yang lebih tua Jieun nuna “ Jongin mengucapkan kalimat tersebut dengan penuh tekanan ..

“ Gwhencana Jieun , Lagi pula memang aku lebih tua darinya dan marga kita pun sama iya kan Jongin saeng “ Kibum tersenyum penuh evil seakan membalas senyuman evil Jongin “ Hahaha tentu saja hyung “ Jongin tetawa di buat – buat dan penuh paksaan ..

“ Eohh , kalian sedang apa berduaan di sini ? Aku boleh ikut mengobrol bersama kan “ Seru Jongin yang langsung terduduk di tengah – tengah mereka , Seolah menghalangi jarak Jieun dan Kibum .

Mendapati hal ini Kibum menatap kecut pada Jongin , Sedang Jieun mengerutkan alisnya mendapati tingkah Jongin yang kian aneh baginya .

“ Jieun nuna , apa kau sudah makan malam ?” Ujar Jongin yang tiba – tiba dan memasang wajah innocentnya , Sungguh wajah malaikat untuk Jieun ini tidak pernah terlupakan baginya , Tapi cepat – cepat Jieun mengelengkan kepalanya “eoh ?  Sudah  Jongin“

“Heii .. Kau hanya bertanya pada kekasihku itu , Apakah kau tidak ingin bertanya pada hyungmu ini yang tidak lain tidak bukan namjachingu Jieun nunamu itu “ Sindir Kibum menusuk , Jongin menarik sebelah bibirnya seakan jijik ..

Namun seperti memiliki kepribadian ganda Jongin tersenyum bagai malaikat “ Oiiaa , Hyung apa kau sudah makan ?” Melihat hal ini Kibum hanya tersenyum acuh tak acuh “ Tentu saja sudah JOngin-ah” Kibum tersenyum memaksakan .

“ huwaa bagus hyung .. bagus “ Jongin menepuk – nepuk punggung  Kibum sangat kencang dan tersenyum di buat – buat , Kibum sadar betul JOngin menepuk punggungnya dengan kasar itu dengan sengaja dan Jieun mendapati hal tersebut hanya tersenyum masam sulit di artikan sama sekali ..

“Jongin-ah ada apa kau malam – malam ke rumahku ?” Tanya Jieun membuat tepukan pungung Kibum terhenti , JOngin bingung harus menjawab apa .. Sebenarnya dia datang kesini hanya berniat untuk mengangguk kedua pasangan ini dan Kibum sudah menyadari itu dia hanya dapat tersenyum saja , Jongin memutar bola matanya “ ahhh itu …” JOngin benar – benar kehabisan akal

“ Eoh , Jongin kau sudah datang “ Tiba – tiba saja suara berat yang tidak asing terdengar jelas oleh mereka , Membuat ucapan Jongin terpotong .. Mereka terarah pada orang itu “ Eoh ? Ahjjusi , Abonim , Appa” Seru Jongin , Kibum dan Jieun berbarengan .

“Rupanya kau datang juga Jongin , aku fikir kau tidak datang “ Ketiga orang ini terlihat bingung dengan ucapan Ayah Jieun , Terutama Jieun yang mengerutkan alisnya penuh Tanya “ Memangnya ada apa dengan Jongin datang kesini appa?”

“ Tadi siang aku menghubunginya untuk ke rumah malam hari , Aku ingin bermain kartu bersamanya .. Iya kan Jongin “ Ujar Ayah Jieun mengedikan sebelah matanya pada JOngin , Seolah mengerti Jongin tersenyum puas “ Ahhh geure , Kami ingin bermain kartu “ Jongin membenarkan ucapan ayah Jieun .

“ Kajja , Ke ruang tengah Jongin-ah “ Ujar Ayah Jieun dan Jongin menganggukan kepalanya “ Ne ahjjusi “ Mendapati hal itu Kibum tersenyum puas , Karena dengan perginya Jongin ke ruang tengah tidak akan ada yang menganggu dia bersama Jieun.

Jongin yang ingin mengikuti  ayah JIeun , Langkahnya tiba – tiba terhenti “ chankaman “ Seru JOngin menahan ayah Jieun , “ Wae? JOngin “ ayah JIeun mengerutkan alisnya tidak mengerti dengan tindakan Jongin .

Jongin menatap Kibum yang juga menatapnya , Aura tidak enak merasuki tubuh Kibum yang di tatap penuh horror oleh JOngin “ Ahjjusi bagaimana kalau Kibum hyung bermain bersama kita .. itu akan semakin menarik kan ? kita bermain bertiga “ Seru Jongin

Seolah mengerti dengan ucapan Jongin , Ayah Jieun tersenyum saja “ Ahhh ide bagus Jongin .. Kibum kita bermain bersama , Kau tidak boleh menolaknya “

Shit !!!

Kibum sudah tahu akan seperti ini dan dia sadar betul ulah Jongin , Kibum hanya dapat tersenyum masam “ Ne, Abonim “ Mau tidak mau Kibum beranjak dari duduknya untuk mengikuti dua orang ini ..

Sedang Jongin tertawa puas dalam hati “ Hahahahaha “ Sepertinya evil yang di milikinya sedang kumat lagi (?) .

Mendapati hal ini Jieun hanya pasrah saja membiarkan orang – orang ini bermain kartu bersama , Namun dia merasa aneh dengan orang – orang ini ..

****

2 minggu kemudian

Dua minggu sudah berlalu , Masa liburan Jieun dan Kibum seolah terganggu dengan tingkah Jongin .. Bagaimana tidak , dimana mereka tengah berduaan tiba – tiba seorang Jongin muncul dan mulai menganggu dengan tingkah konyolnya ..

Bahkan lelucon yang selalu di lontarkan Jongin , Tatapan evilpun tidak luput dari seorang JOngin … Hal ini benar – benar membuat Jieun bingung dengan tingkah Jongin , Sedang Kibum dia sepertinya mengerti kenapa Jongin bersikap seperti itu , Maka dari itu meski dia sebal dengan tingkah Jongin ada saja balasan yang secara tidak langsung di lakukan oleh Kibum .

Kali ini JOngin berjalan riang menuju rumah Jieun , Hal ini biasa di lakukan Jongin . Bahkan sudah jadi rutinitasnya sehari – hari ke rumah Jieun dan sudah jelas dia ingin menganggu kedua pasangan tersebut ..

“ Annyeong ahjjuma “ Sapa Jongin pada ibu Jieun yang memang berada di rumah

“ eoh Jongin , kau rupanya “ Ujar Ibu Jieun yang asik menonton televise , Tapi Jongin menyadari ada hal yang berbeda … Rumah ini terlihat sepi “ ahjjuma dimana Jieun nuna ?” Pertanyaan yang sedari tadi ingin di lontarkan oleh Jongin .

Ibu Jieun melirik kearah Jongin “ Pagi – pagi sekali , Kibum menjemputnya dan mengajaknya ke taman bermain “ Jongin membulatkan kedua matanya medengar hal tersebut  “ MWO ? TAMAN BERMAIN ? BAGAIMANA BISA ?”

“ anak ini tentu saja bisa , Mereka sepasang kekasih .. Wae? Kau masih belum bisa terima ?” Ujar Ibu Jieun , Jongin hanya terdiam batinnya terus begerutu hal ini , Di Tanya tidak terima memang benar adanya , di Tanya cemburu itu pun benar adanya dan hal ini tidak bisa di biarkan oleh Jongin .

“ Ahjjuma , aku pergi dulu ne .. annyeong “ Saat itu juga Jongin berlalu dari hadapan Ibu Jieun , Sedang Ibu Jieun hanya dapat mengelengkan kepalanya saja “ Kalau sudah cinta , terkadang membuat gila “ Lagi – lagi Ibu Jieun mengelengkan kepalanya sambil menatap Jongin yang menutup pintu rumahnya .

***

Bodoh .. Konyol

Itu hal yang di lakukan Jongin saat ini , Kenapa ?

Tentunya setelah mendapat informasi Jieun dan Kibum berada di taman bermain , Jongin langsung beranjak ke taman bermain dan mencari sosok dua orang tersebut .. Sampai ketemu dia saat ini membuntuti kedua orang itu seperti paparazzi yang mencari mangsanya.

Terlihat jelas oleh Jongin dimana Kibum dan Jieun bergandengan tangan seraya tersenyum riang . Jongin yang melihat hal ini seolah teringat kembali masalalunya bersama Jieun .. dimana mereka suka ke taman bermain dan bergandengan tangan tanpa rasa beban ..

“ Aku merindukan moment seperti itu denganmu Jieun “ Jongin memandangi Jieun yang di tarik oleh Kibum untuk menaiki permainan yang berada di taman bermain ini “ apa sudah tidak ada kesempatan lagi untukku , apa benar hatimu sudah menggantikan posisiku olehnya ?”

Kenapa perasaan dejavu merasuki dirinya lagi , Sungguh Jongin tidak ingin posisinya tergantikan oleh pria manapun termasuk Kibum .. Tapi dia sadar betul Kibum sangat baik pada Jieun dan sangat kentara sekali dalam menunjukkan rasa cintanya pada Jieun ..

Tidak sepertinya dulu yang hanya dapat menyakiti seorang JIeun , Namun dia tidak ingin menyerah untuk merebut kembali hati Jieun dari tangan Kibum “ aku pasti bisa mendapatkanmu kembali Jieun “ Yakin Jongin dan kembali mengikuti kedua orang ini menaiki permainan jet coster .

Sungguh dia benar – benar merasa kalau dirinya bodoh melakukan hal seperti ini , Untuk pertama kalinya dia melakukan hal bodoh seperti ini pada seorang wanita . Padahal dulu untuk seorang Yooyoung , Dia tidak pernah melakukan hal ini .. Hanya seorang Jieun yang dapat mengubahnya seperti ini .

Terlihat Jieun dan Kibum memasuki toilet , Alhasil membuat mereka terpisah memasuki toilet masing – masing .. Jongin yang memperhatikan mereka berdua ,Tak lama Jongin melihat Jieun yang keluar lebih dulu dari Toilet ,  Entah kenapa dia tersenyum evil seolah mendapati ide brilian .

Jongin menghampiri Jieun yang menunggu Kibum yang tak kunjung keluar dari toilet “ Omo Jieun nuna “ Jieun yang sadar dengan kehadiran Jongin merasa kaget “ JOngin , kau ? bagaimana bisa berada disini ?”

“ Memangnya kau fikir taman bermain ini hanya milikmu , Ini kan tempat umum “ Jieun hanya mengercutkan bibirnya “ Kalau itu aku sudah tau , Jongin babo “

“ hehehe “ Kekeh Jongin “ eoh nuna apa kau menunggu Kibum hyung  ?” Tanya Jongin

“ Ne , BAgaimana kau tahu ?”

“ Tadi tidak sengaja ,Aku bertemu dengan Kibum hyung .. Katanya dia menunggu di restaurant , Makanya aku disuruh menjemputmu “ Jieun mengerutkan alisnya  seakan curiga pada Jongin “ Jinja ? Kau tidak berbohong kah ? “

Jongin memutar bola matanya “ Tentu saja , Lebih baik kita ke restaurant itu .. kajja” Entah kenapa Jieun menurut saja pada Jongin , Membiarkan Jongin menarik tangannya yang mungil ini . Tapi batin JOngin pun tidak ingin seperti ini ,  Dia merasa kalau dirinya benar – benar licik “ Mian Jieun , Mian Kibum .. aku melakukan ini sungguh tidak ingin menghancurkan hubungan kalian , Hanya saja perasaanku lebih kuat pada Jieun .. Aku ingin memilikinya kembali “ Batin Jongin

Egois itu yang di fikirkan Jongin , Tapi dia berfikir setidaknya kalau Jieun tidak kembali padanya .. Dia ingin masalalu dimana mereka sering ke taman bermain bisa terulang kembali ..

Jongin dan Jieun sampai di sebuah restaurant dimana dulu mereka sering mengunjunginya “ Tempat ini “ Gumam Jieun , Sungguh memorinya saat dulu bersama Jongin teringat kembali “Wae?” Jongin mendengar sedikit ucapan Jieun tadi

“ Aniyo , dimana Kibum ?” Tanya Jieun

“ Tadi dia bilang di restaurant ini “

“ Jinja?”

“ ehmmm , Sambil menunggunya lebih baik memesan makanan dulu … Bukankah kau lapar nuna ?”

Deg !

Jongin benar – benar membuat Jieun dejavu pada masalalunya , Tidak dapat di pungkiri dia pun merindukan moment seperti ini bersama Jongin ..

“ Huwwaa makanan ini sangat enak sekali nuna “ seru Jongin ketika mencicipi makanan yang di pesannya tadi , Jieun tesenyum saja mendapati Jongin tersenyum sumringah seperti itu “ Kau harus mencobanya … buka mulutmu  aaaaaa”

Jieun mengerutkan alisnya mendapati Jongin yang menyodorkan makanan miliknya padanya , Tapi dengan ragu ragu Jieun membuka mulutnya dan menerima makanan dari Jongin “ Otte ? enakkan ?”

Jieun menganggukan kepalanya “ Ehhmm mashita “ Jongin tersenyum puas “ Jinja , Kau makan lagi ini “ Lagi – lagi Jongin menyodorkan makanan tersebut pada Jieun .

Selama makan siang bersama Jongin terus berceloteh dan sesekali menyuapi Jieun , Hal ini seolah mereka tengah berkencan ,Moment ini dulu tidak pernah dia rasakan .. Baru  kali ini Jongin memperlakukannya seperti ini , Menyuapinya dengan makanan miliknya ..

“ Kibum dimana dia ? belum datang juga ?” Jieun baru sadar kalau sosok kekasihnya itu belum kunjung ada , padahal cukup lama Jieun menunggu sampai – sampai makanannya sudah habis  , Jongin yang menyadari hal tersebut buru – buru beranjak “ Nuna , bagaimana kalau kita mencarinya ? “

Jieun mengerutkan alisnya “ Bukankah kau bilang tadi Kibum menungguku disini ?” Jongin menelan ludahnya “ Nuna bisa saja , Tadi aku salah dengar dan dia berada di restaurant lain .. Kita mencarinya “ Ucapan Jongin ada benarnya juga fikir Jieun “ Mungkin saja kau benar Jongin “

Jongin seolah tersenyum puas “ Kalau begitu kajja” Lagi – lagi tanpa persetujuan Jieun tangannya sudah di genggam oleh Jongin .

Jongin batinnya tidak ingin mencari sosok Kibum , Masih mengenggam erat tangan Jieun anak mata mereka mencari sosok Kibum ..  Tapi mata Jongin terarah pada sebuah permainan yang dulu sering di taiki oleh Jongin dan Jieun “ Nuna , Kita naik itu ne .. Dulu kan kita sering menaiki itu “

Jieun menatap Jongin “ Sebentar saja nuna , Jebal “Mau tidak mau Jieun menuruti saja , Membiarkan Jongin menarik tangan Jieun untuk menaiki permainan halilintar ..

“ AAAAAAAAAAA” Teriak Jieun

Ya , Jieun selalu merasa takut menaiki permainan ini . Tapi dari dulu Jongin tetap memaksa untuk menaiki permainan ini dan hal hasil membuat Jieun mengenggam erat tangan Jongin .. Justru hal ini kesempatan Jongin semakin mengeratkan genggamannya .

Merasa tidak puas Jongin malah mengajak menaiki permainan yang lain , Jieun entah kenapa hatinya turut ingin bermain bersama Jongin . Kenangan masalalu itu benar – benar terekam kembali oleh mereka .. Tidak dapat di pungkiri kedua orang ini merindukan masalalu tersebut .

Jieun pun merasa Jongin berubah , Di setiap permainan yang extreme Jongin seolah menjaga Jieun tidak ingin dirinya jauh dari yeoja yang di cintainya ini . Bukan hanya itu Jongin membelikan bando kucing couple agar mereka pakai . memang awalnya Jieun menolak tapi Jongin memaksa dan mau tidak mau dia menerimanya seraya memakai bersama .

Kali ini Jongin dan Jieun berada di bianglala , Menikmati keindahan kota seoul “ Jieun-ah “ Tiba – tiba Jongin memanggil Jieun tanpa embel- embel nuna , Membuat Jieun cukup kaget “ anak ini kenapa dia seperti memiliki kepribadian ganda “batin Jieun menatap Jongin ..

“ Wae Jongin ?” Ujar Jieun

“ aniyo , hanya saja aku teringat masalalu kita .. dulu kita sering ke taman bermain ini dan kau selalu membuatku tersenyum tanpa beban .. Aku benar – benar teringat masalalu kita Jieun “

DEG!
Jieun diam seribu bahasa mendapati ucapan Jongin yang seolah serius ini “ Eoh , Jongin-ah lihat pemandangannya sangat indah sekali” Jieun seolah mengalihkan pembicaraan

“ Aku mengerti kenapa kau mengalihkan pembicaraan , Apa benar hatimu sudah menggantiku dengan Kibum ? Apa benar kau sudah melupakanku ?”  Jieun hanya dapat menelan ludahnya saja , Dia tidak tahu harus menjawab apa namun dia merasa bersalah pada Kibum dengan dirinya yang sekarang ada bersama Jongin , Tapi tidak dapat di pungkiri Jieun merindukan hal ini bersama Jongin ..

“ Jongin-ah sepertinya bianglala ini akan berhenti “ Ujar Jieun yang lagi – lagi mengalihkan pembicaraan dan JOngin mengerti posisi Jieun saat ini .. namun batin Jongin berkata’tidak bisakah kau membicarakan hal ini serius denganku Jieun, sungguh aku merindukannya’

“ Kau benar kajja , kita turun” Menyadari bianglala ini sudah sampai bawah , Jongin menarik tangan Jieun untuk keluar .. Jieun sedikit merasa bersalah karena sedari tadi dia mengalihkan pembicaraanya terhadap Jongin ..

Jongin masih asik saja mengenggam erat tangan Jieun , Sambil berjalan dia terus mengenggamnya seolah tidak ingin lepas sedetik pun .. Namun tiba – tiba

Plettaaakkk

Satu pukulan mendarat tepat di kepala Jongin , Membuatnya cukup kaget dengan pukulan yang tiba – tiba itu” YA MICHE….” Jongin belum melanjutkan ucapannya itu kepada orang yang memukulnya , Ucapan dia terpotong begitu saja Jongin sangat kaget dengan orang yang ada di hadapannya.

Begitu juga dengan Jieun yang melepaskan genggaman dari Jongin “ Kibum oppa “ Pekik Jieun tidak percaya medapati kekasihnya yang memukul kepala Jongin ..

“ Adik macam apa kau , Meculik kekasih dari hyungmu sendiri “ Saat itu Kibum langsung menarik Jieun yang berada di samping Jongin dan di genggamnya erat tangan Jieun .

Jongin hanya tersenyum kecut “ Issh sejak kapan kau menjadi kakakku “

Kibum mengerutkan alisnya “ Heii . tidak ingatkah kau yang memanggilku hyung duluan .. BEnar – benar tidak sopan menculik kekasih dari hyungmu sendiri “ Kibum tersenyum penuh evil , Jongin hanya dapat diam saja mengingat akan dirinya yang memang memanggil Kibum dengan embel – embel hyung.

“ Oppa , bukannya kata Jongin . Kau yang menyuruhku untuk ke restaurant “ Ujar Jieun , Tapi Kibum menatap Jongin yang tengah melihat kelain arah seakan tidak ingin tersalahkan , Kibum hanya tersenyum saja mendapati Jongin yang bertingkah kekanakan .

“ Sudah lebih baik sekarang kau sudah bersamaku .. Kita pergi ke tempat lain dan aku tidak akan membiarkan orang lain menculikmu , Sekaligus orang itu terkesan kekanak – kanakan “ Ujar Kibum melirik kearah Jongin ,Setelah itu Kibum menarik tangan Jieun meninggalkan Jongin sendirian ..

Namun sebelumnya Jieun menatap kearah Jongin sebentar , Sedang Jongin hanya dapat menatap punggung Jieun dan Kibum .. Dia cukup sadar dengan ucapan Kibum yang mengatakan kekanak – kanakan ..

Memang dia sadar kalau dirinya terlalu kekanak – kanakan dengan tingkahnya yang di lakukan ini , Hanya untuk mendekatkan diri lagi terhadap Jieun dia harus menggunakan cara licik ini .. Lantas saja Jieun seolah lebih memilih Kibum di banding dirinya ..

****

Menikmati keindahan malam ,itu sudah biasa untuk Kibum dan Jieun .. Kibum memang sudah sangat sering ke rumah Jieun dan mereka selalu menikmati keindahan malam bersama ..

“ Jieun-ah “ panggil Kibum tiba – tiba , Jieun terarah pada Kibum yang memanggilnya tadi “ Wae oppa ?”

“ Jongin , Apa kau tidak bisa melupakannya ?” Jieun membelakakan matanya mendengar ucapan Kibum “ Oppa kau ini berbicara apa ?”

“ Aniyo , hanya saja melihat tingkah Jongin membuatku merasa kalau dia masih mencintaimu dan mengharapkanmu “ Jieun semakin tercengang denga pernyataan Kibum “ Oppa “ Tidak mungkin bagi Jieun mengatakan sebenarnya pada Kibum , Hal ini akan menyakitkan bagi Kibum .

Tapi ucapan Kibum bagaimana bisa seorang Jongin masih mengharapkannya ? Batin Jieun

“ Sudahlah jangan di bahas .. Tapi bolehkah aku menciummu ?”

DEG!

Pertanyaan ini membuat Jieun terdiam seketika , Kibum meminta ijin padanya untuk menciumnny a? Memang sopan , hanya saja …..

“ Kalau kau tidak mengijinkan aku tidak akan melakukan “  Jieun merasa tidak enak hati dengan ucapan Kibum ini “ Kau jangan merasa tidak enak hati .. aku tahu ini akan menjadi first kiss mu , aku tidak akan melakukan kalau kau tidak mengijinkan “

Kibum , selalu saja bisa menebak hati Jieun .. Seolah bisa membaca fikiran Jieun , selalu saja ucapan yang ada di dalam hati Jieun tepat di ucapkan oleh Kibum .

“ Lakukan saja oppa , aku mengijinkan “ Sungguh Jieun cukup ragu mengucapkan kalimat tersebut , Namun bagaimana pun Kibum itu kekasihnya dan dia punya hak atas itu padanya .

“ Kau serius Jieun ?” Kibum sekarang yang tidak ragu dengan ucapan Jieun , Namun Jieun menganggukan kepalanya dan langsung memejamkan matanya .. Kibum senang mendengar hal ini tapi kenapa dia tidak tega melakukan ini ..

Tapi batin Kibum sungguh ingin melakukannya , Dengan menghela nafas  gugupnya Kibum pun memejamkan matanya siap memberi kecupan untuk Jieun ..

5cm

4cm

3cm

2cm

Dan…..

Kibum merasakan bibirnya bukan menyentuh hal berharga bagi Jieun , Melainkan hal yang berbeda … Sedang Jieun yang memang tidak merasakan bibirnya tersentuh … Kibum dan JIeun membuka mata mereka masing – masing .

Betapa kagetnya Kibum dan Jieun , Ternyata yang di kecup Kibum saat ini adalah tangan Jongin “ Omo tidak baik berciuman di depan anak di bawah umur sepertiku “ Ujar Jongin santai dan melepas tangannya dari kecupan Kibum ..

“ Jongin “ Pekik Jieun tidak percaya

“ Kau “ Ujar Kibum memasang wajah kesalnya pada Jongin , Sungguh sebenarnya Kibum sudah tidak tahan dengan sikap Jongin .. Tangannya sudah terkepal , rahangnya mengeras .. Tapi dia berfikir kembali kalau dia memakai emosi itu akan kekanak – kanakan sekali , Sisi lain dia pun tidak tahan .

“ JONG….” Belum sempat Kibum ingin meneriaki Jongin karena ketidaktahananya dengan tingkah Jongin , Ucapan Kibum sudah terpotong dengan teriakan wanita yang sangat dia kenal

“ YA ! KIM JONGIN NEO “ TEriak Jieun membuat Kibum dan Jongin cukup kaget “ KENAPA KAU SELALU MENGGANGUKU SAAT BERSAMA KIBUM OPPA , WAE? “

Jongin menatap Jieun yang memang tengah menatapnya “ aku melakukan ini demi kau Jieun “ Ujar Jongin

“ Demi ku ?  Tapi sikapmu sungguh kekanak – kanakan Jongin “

“ Memang aku sadar itu , Tapi aku melakukan itu demi kau Jieun .. Demi kau walau itu kekanak – kanakan akan ku lakukan “

“ Wae? Kenapa kau melakukan ini demiku ? HAH “ Ucapan Jieun cukup mengeras , Kibum yang menyaksikan perdebatan ini dan berada di tengah – tengah di antara mereka hanya dapat melihat bergantian kedua orang ini .

“ Babo ! Aku melakukan demi kau , Karena aku masih mencintaimu dan aku masih mengharapkanmu , aku tidak rela kau bersamanya “ Tunjuk Jongin yang mengeraskan bicaranya dan menunjuk kearah Kibum , Kibum hanya dapat diam saja .

Jieun membulatkan kedua matanya “ Mencintaiku ? Mengharapkanku ? Tidak rela aku bersama Kibum oppa ?” Ucapan Jongin seolah di ulang kembali oleh Jieun

“ Gheure , apa kau tidak menyadari hal ini ? aku selalu ada ketika kau bersama dengannya, aku memang berniat menganggu kalian dan itu memang kekanakan .. Tapi ku lakukan karena aku tidak menyukainya , aku tidak menyukainya “ Tunjuk Jongin lagi pada Kibum , Saat itu Kibum ingin marah karena Jongin menunjuk kearahnya , Namun di urungkan niatnya itu untuk tetap bersabar .

“ Wae? Apa kau cemburu melihatku bersama Kibum oppa ??” Jieun menatap tajam Jongin penuh amarah , Jongin pun begitu sama halnya seperti Jieun “ Gheure , Aku memang cemburu dan aku tidak suka kau bersamanya “

Jieun hanya tersenyum kecut mendengar ucapan itu terlontar dari mulut Jongin “ Kim Jongin , Tidak ingat ucapanmu dulu kah ? Kau selalu mengatakan agar aku tidak cemburu pada Yooyoung , Jelas – jelas aku mengatakan juga kalau aku tidak menyukainya .. Kalau saja di saat itu ada Yooyoung aku pun akan mengatakan hal yang sama seperti ini padanya , Aku mengatakan itu pun seolah aku tidak punya hak sebagai kekasihmu , Kau sellau mengatakan ‘Kau jangan cemburu pada Yooyoung ‘ .. Sekarang kau dengan seenak jidat mengatakan cemburu dan tidak menyukai Kibum oppa , Sedangkan kau Jongin tidak memilikki hak apa – apa padaku , Kau bukan kekasihku Jongin .. Bukan , Kau lupa akan hal itu ? Hah “

Air mata Jieun jatuh begitu saja mengingat masalalunya bersama Jongin yang cukup menyakitkan itu , Kibum menatap Jieun penuh iba ingin sekali dia menyeka airmata Jieun , Tapi situasi saat ini sedang tidak baik ..

Sedang Jongin terdiam membeku mendengar ucapan Jieun yang memang benar adanya “ Wae? Apa kau sudah menyadari hal itu Jongin ? Kau fikir hanya aku saja yang merasakan sebuah kecemburuan ? Bukan Jongin , Semua orang dapat merasakan hal tersebut . Termasuk kau , Tapi sayangnya kecemburuanmu itu tidak tepat karena aku bukan kekasihmu “

Damn ~

Ucapan Jieun benar –benar menusuk hatinya , Baru kali ini dia melihat seorang Jieun terlihat sangat marah padanya .. Kalau dulu Setiap kali Jieun mengungkapkan kecemburuannya selalu saja Jongin yang marah duluan .

Kali ini Jongin merasakan apa yang di rasakan Jieun saat di masalalu “ Mianhae , Aku sadar hal itu Jieun .. aku sadar kalau aku memang bukan namja yang baik , Tapi setelah itu aku sadar orang yang kubutuhkan bukan Yooyoung melainkan kau .. aku selalu ingin berbicara padamu tapi kau selalu menghindar , Sampai akhirnya aku tahu kau ke itali untuk melanjutkan studi mu .. Tapi selama dua tahun itu aku menunggumu , Menunggumu kembali ke korea .. Bahkan aku seperti orang bodoh menunggumu di balkon kamarku , Menunggu sampai kau membuka pintu kamarmu … Aku sadar semua itu Jieun , Sungguh aku tidak bisa melupakanmu .. Tapi sepertinya kau sudah melupakanku , Kau sudah bersama namja lain “

Kali ini air mata Jongin yang jatuh begitu saja , Air mata penuh penyesalan “ Aku benar – benar tersiksa dengan perasaanku sendiri padamu Jieun , Fikiranku benar – benar tidak bisa luput dari namamu .. Andai aku tidak menyia – nyiakan kau saat itu mungkin hal tersebut tidak akan terjadi “

Jieun yang mendengar hal itu semakin meneteskan airmatanya “ Kau fikir hanya kau saja yang menderita , aku pun menderita .. Selama di itali aku pun seperti orang bodoh yang hanya dapat luntang – lantung mengelilingi kota vinance , Kenapa kau selalu menganggu fikiranku Jongin ? aku benar – benar muak dengan keadaan itu , Sampai akhirnya ada Kibum oppa .. Bagiku dia penyelamat hidupku yang nyaris rapuh , Dia mencintaiku dengan tulus dan aku mencoba membuka hatiku untuknya hanya untuk melupakanmu “

DEG ~

“Aku tahu itu JIeun , sudah pasti kau ingin melupakan nappeun namja seperti ku ini .. Tapi tahu kah kau di hati ini hanya ada kau .. orang yang ku cinta itu hanya kau Jieun “

Adu argument semakin sengit , Kibum tidak bisa berbuat apa – apa karena ini memang masalah pribadi di antara mereka .

“ Cinta ? Kau bilang cinta ? Micheo ?” Ujar Jieun meremehkan

“ Gheure , Kenapa aku mau menunggumu karena aku mencintaimu , Kenapa aku tidak rela kau bersama Kibum ? Karena aku mencintamu . kenapa aku ingin merebutmu kembali dari tangan Kibum ? Karena aku mencintaimu, Kenapa aku menjadi gila menunggumu kembali ? Karena aku mencintaimu LEE JIEUN .. Kalau saja aku masih mempunyai kesempat seperti dulu , aku ingin sekali menjaga cinta kita lagi JIEUN“

“ Cinta? Sungguh picik bebricara cinta , namun tidak pernah menujukkan rasa cinta tersebut pada orang yang kita cinta .. bahkan sungguh picik membiarkan orang yang sudah mencintai dan memberi kepercayaan tersebut namun di sia – siakan “ Ucap Jieun

Jongin terdiam mendengar ucapan Jieun seolah memojokkannya “ Aku tidak pernah merasakan kasih sayang yang kau berikan padaku Jongin , apa itu yang di sebut cinta ? Kau hanya menganggapku nuna saat itu “

Jongin menatap dalam Jieun yang membicara seperti itu “ Dulu aku hanya di anggap nuna olehmu Jongin , Bukan Yeo….” Ucapan Jieun terpotong begitu saja oleh Jongin yang tiba – tiba sudah membekap mulut Jieun dengan mulutnya ..

Jieun cukup kaget dengan tindakan Jongin , Sangat terasa sekali bibir tebal Jongin tengah menghisap  lembut bibir bawah mungilnya .Bahkan tangan Jongin yang melingkar tepat di pinggan Jieun pun sangat terasa baginya.

Kibum yang melihat adegan ini sontak terkaget , Namun dia semakin menyadari hal yang dari dulu dia duga itu benar adanya .

“ aku benar – benar mencintaimu Jieun , sangat mencintaimu” Ucapan Jongin setelah melepaskan kecupan lembutnya dan menatap bola mata Jieun penuh harap ..  Jieun benar – benar merasakan ketulusan hati Jongin , Itu tersirat jelas dari bola mata Jongin .

Tapi Jieun tersadar kalau ada orang yang juga  mencintainya , Buru – buru dia melepaskan lingkaran tangan Jongin dan menatap Kibum “Kibum oppa “ Jieun benar – benar merasa bersalah dengan tindakan Jongin tadi yang sudah sembarangan mengecupnya .

Kibum yang tadi menatap tajam dua orang ini , Seolah lunak kembali dia hanya tersenyum “ Bodoh , Kalian bodoh “ Ujarnya membuat Jieun dan Jongin mengerutkan alisnya tidak mengerti .

“ Dari awal aku sudah sadar kalau kalian saling mencintai , Aku pun sudah tahu di taman bermain itu hanya akal – akalan Jongin dan aku memang mengikuti kalian sebenarnya .. Tapi aku seperti orang bodoh yang memberikan kesempatan pada namja lain untuk mengenang masalalunya bersama yeojachinguku .. Tapi itu membuatku semakin sadar kalau cinta tak harus memiliki “ Jieun dan Jongin hanya terdiam medengar ucapan Kibum .

“ Jieun . aku pun tahu sebenarnya jika kau bersamaku , tapi fikiranmu itu bersama Jongin “ Medengar hal itu Jieun menundukkan kepalanya “ Mianhae oppa , tapi aku tidak…” Ucapan Jieun terpotong

“ Arayo Jieun .. Kau selalu berusaha membuka hatimu untukku dan berusaha mencintaku ? Tapi kau tidak bisakan ? “ Jieun semakin menundukkan kepalanya “Kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu Jieun , Karena aku sudah senang setiap kau bersamaku . walau kau memikirkan namja lain , Tapi aku suka kau selalu tersenyum tulus seolah kau mencintaiku Jieun “

Kibum mengacak lembut rambut Jieun” Mianhae oppa “ Kibum mengelengkan kelapanya .

Di raihnya tangan Jieun dan tangan Jongin , kedua tangan tersebut di satukan oleh Kibum “ Kalian saling mencintai , aku benar – benar tidak tahan dengan tindakan kalian yang hanya dapat memendam , Terutama kau Jieun , Kau masih sangat mencintai Jongin .. Kau juga Jongin tindakan kekanakan kau itu sangat kentara sekali “ Jieun dan Jongin menatap Kibum .

“ Bersatulah .. Biar aku yang akan mundur , Lagi juga percuma kalau aku tetap memaksakan hati Jieun itu akan membuat Jieun menderita .. Harapanku kali ini hanya ingin melihat orang yang ku cinta meski bersama orang lain .. Jongin , aku percaya kau bisa menjaga Jieun dengan baik “

Kibum sudah menyadari ini dari awal , Maka dia lebih baik befikir dewasa saja .. Karena percuma hati Jieun hanya ada Jongin bukan dirinya.

“ Oppa Mianhae “ Jieun semakin merasa bersalah pada Kibum “ Jangan mengatakan maaf terus , walau kita putus kita akan tetap berteman karena aku orang yang pernah mencintaimu Lee Jieun “

Jieun tidak bisa berkata apa – apa dengan ucapan Kibum “ Yakinlah Jieun , Jongin akan membahagiakanmu “

“ Kibum hyung “ Sekarang Jongin yang merasa tidak enak pada pria tampan satu ini , Dia tersenyum pada Jongin “ Heii bocah .. Kau jaga Jieun dengan baik , Jangan bersikap kenakanakan lagi .. Tunjukkan rasa cintamu padanya , aku ingin melihat kalian bersatu kembali dan satu lagi cium lah dia dengan seijinnya “

Jongin menganggukan kepalanya dan tersenyum puas pada Kibum “ Gomawo hyung “ Kibum hanya tersenyum dan saat itu juga dia berlalu meninggalkan dua orang ini .. Walau batinnya tak rela namun dia harus merelakan , dia yakin akan ada seseorang seperti Jieun suatu saat nanti untuknya ..

Sekarang tinggal mereka berdua Jieun dan Jongin yang saling bertatapan satu sama lain “ Mianhae dengan masalalu yang membuatmu sulit , Tapi aku sangat mencintaimu dan menyesali perbuatanmu .. Bisakan kita seperti dulu lagi ? Aku mencintaimu Jieun “

Jieun merasakan aura ketulusan hati Jongin , Tidak dapat di pungkiri dia pun merasakan hal yang sama seperti Jongin “ Aku pun mencintaimu Jongin , Aku sungguh tersiksa dengan perasaan ini “

Jongin langsung memeluk erat Jieun “ Kau fikir hanya kau saja yang tersiksa , Aku pun tersiksa dengan kerinduanku padamu .. Kita mulai ini dari awal lagi ya ?” Jieun menganggukkan kepalanya dan Jongin merasakan itu “ Aku tidak akan membuat janji padamu , aku akan membuktikan kalau aku akan menjaga cinta kita .. aku tidak akan menyia – nyiakanmu “

“ Itu bukan kata – kata saja kan yang terungkan , kau bisa membuktikannya kan ?” Ujar Jieun yang mendongakkan kepalanya menatap Jongin “ Tentu saja , Tapi boleh aku menciummu ?” Jieun cukup terkikik dengan ucapan Jongin , Rupanya dia mengingat betul ucapan Kibum .

Jieun menjawab dengan anggukan kepalanya dan tanpa ragu Jongin mengecup lembut bibir Jieun , Begitu juga dengan Jieun yang hanya membalas kecupan tersebut ..

****

Epilog

3 tahun kemudian

3 tahun  sudah berlalu , Hubungan kedua orang ini menjadi sangat romantic .. Jongin benar – benar menunjukkan rasa cintanya pada Jieun .. Benar saja ucapan Kibum di pegang erat oleh Jongin  , Dia menjaga Jieun penuh kasih sayang .

Senyuman yang selalu tersebar dari bibir mungil Jieun ,  Kebahagian itu yang di rasakan Jieun saat ini .. Selama Jieun di itali Jongin sering mengunjunginya di itali .. Meski jarak jauh namun sebuah kepercayaan yang tidak akan mereka sia – siakan selalu melekat di hati mereka .

Kibum di kabarkan sudah memiliki dambatan hatinya , Hal itu membuat Jieun dan Jongin lega mendengarnya ..

Umur , bukan penghalang bagi mereka saat ini .. Buktinya sudah 3 tahun berlanjut sampai Jieun sekarang sudah berkerja mereka tetap harmonis . Jongin pun sering memberikan kejutan romantic pada Jieun .

Kali ini Jieun dan Jongin tengah makan siang bersama , Itu hal yang biasa mereka lakukan … Mereka asik mengobrol satu sama lain seolah restaurant itu milik mereka berdua ..

One day, Holiday

A day that I really don’t want to be by myself

One day, Cloudy day

A day where the sky is gray as if it’s about to cry

Terdengar jelas oleh kedua orang ini ponsel Jieun berdering , Jieun sontak melihat layar ponsel tersebut . Dia mengerutkan alisnya medapati orang yang menelponnya .

“ Nuguya ?” Tanya Jongin penuh curiga , Jieun hanya menunjukkan layar ponselnya pada Jieun “ Choi Minho , atasanmu ? yang menyukaimu itu kan ?”

Memang benar atasan Jieun dimana dia bekerja , Secara terang – terangan mengungkapkan isi hatinya pada Jieun .. Namun Jieun menolak karena sudah memiliki Jongin , Tapi seperti tidak perduli dia sering menghubungi Jieun .

“ Berikan padaku , Biar aku yang angkat” Ujar jongin , Jieun hanya menurut saja dan memberikan ponselnya pada Jongin .

Tanpa ragu Jongin mengangkatnya “ Yeoboseyo Jieun “ Ucapan Seorang pria di seberang

“ Ne, wae?” Ujar JOngin dengan nada dingin

“ Jieun, Oddiga ?”

“ Jieun tidak bisa di ganggu , sedang makan siang bersama kekasihnnya Kim Jongin “ Saat itu juga Jongin menutup telpon tersebut dan memberikan ponsel Jieun .. Mendapati hal ini Jieun hanya cekikikan saja , Sekarang yang lebih cemburuan adalah Jongin.

kimi dake wo motto atoniwa hikenaihodo

motto akireruhodo

imi nado nai sa

ikiteiku koto no youni

tada aishi tsuzuketeku

kali ini ponsel Jonginlah yang berdering , Jongin tak kalah samanya dengan Jieun yang mengerutkan alisnya mendapat nama tersebut tertera pada layar ponselnya .

“ Nugu?” Tanya JIeun

“ Yooyoung “

“ Kau ingin mengangkatnya ?”

“ aniyo , kau saja” Jongin sepertinya memang sudah tidak memperdulikan Yooyoung yang memang mengejarnya.

Tanpa ragu JIeun mengangkat telpon tersebut “ Jongin sedang tidak ingin di ganggu ,Dia sedang bersamaku Lee Jieun kekasihnya “

Tutt tutt

Jieun berkata to the point dan langsung mematikan ponsel tersebut , Seraya memberikan kembali pada Jongin ..

Mendapati hal ini Jongin hanya cekikikan pula dan dia meraih tangan Jieun “ Hubungan kita tidak boleh ada yang menghalanginya lagi ne ?” Ujar Jongin yang mengecup punggung tangan Jieun , Jieun tersenyum puas dan mengangggukkan kepalanya penuh bahagia ..

****

FIN ~

Oke mau happy ending kan ?

Tapi Cuma bagian Key doang kasian , Tapi itu bagian Jieun sama Jonginnya udah bahagia ?

Menurut kalian gimana?

Gaje ya ??

 Aduh saya klo buat FF selalu aja gaje si ..

Don’t forget , No bash my cast IU + KAI + KEY … oke

Membuka , Membaca dan Komen ..

24 thoughts on “Keeping Love Again

  1. akhirnya happy end~ \(^°^)/
    kasian Key oppa tercintrong(?) trcmpakkan , tpi akhirny mnmukan ak sbg dmbtan htinya . . >.< #ngarep
    gk bkal ak bash kok cast.nya . krna 2 org it biasqu (red:Key n Kai)🙂

  2. ini kesini punya niatan demo, kenapa me and dad nggak keluar2 itu cerita🙂
    tapi tangan nyasar, baca ff yg main castnya Kai. padahal awalnya nggak suka sama tu orang, tapi habis baca ff ini.. hahah asiklah🙂
    endingnya, udaah bener .. tapi aku udah tenggelam(?) sama pairing Key-IU. emm, tapi aku juga seneng sama pairing ini. hahahah#plin plan
    nggak tau, inget sama IDku ini apa nggak. tapi aku readers setia ME AND DAD. aaah, tapi nggak keluar. aku demo demo demo#ditampol
    okelah, pokoknya aku selalu suka sama ff yg kamu buat. ditunggu yg Me and Dadnya ya? kalau kelamaan ntar takutnya nggak ada feel🙂
    wkwkwk .. mian kalau komennya nggak mutu.

  3. Ahhhhh akhirnya!!!!happyend,,,gwenchana,,,key masih punya kamu raemi kan saeng???hihihihihi,,,pas bacanya ngakak bayangin wajahnya key n wajahnya kai,,,,mereka b2 itu sm2 punya wajah “evil” tp versi cakepnya,,,,kai itu taemin versi “kejam”,,,,tp tp tp,,,tetep di exo aku sukanya kai n DO,,,hohhohohoohoh,,,ckckkckckckc,,,dasar kai gangguin ajaaa,,,,tp emang cinta g bs dpaksain yaaa???tumben bgt itu key umma mau ngalah yaaa!!!biasanya pasti g mau,,,yudahlah key masih punya jjong “plak*!!!keren2,,,,ceritanya seru,,,klo cinta tulus emang g akan lari kmnb!!!!good job,,,daebaklah,,,,baca ff ini sambil bayangin mukanya kai di mv history,,,ini anak penasaran bgt dy ikut variety show,,,aslinya gmn sihhh???tp waktu di LA kmren emang cool bgt,,,cool cool cute gtu dehhh,,,,🙂

  4. yeyeyeyeyyee… Akhirnya FF ini happy ending . Author emang daebak deh.. Mau nurutin apa kata reader (gimana mau nggak nurut buat bikin sequel, yg minta aja bejibun) hahaha.. Takut ditimpukin para reader yah eon? Kekeke ^^
    Keren bgt dah ini sequelnya .. Aku saranin segera bikin novel aja deh cingu . Tapi jangan lupa main castnya Jieun eonnie . Hehehe..
    Okelah, keep writing cingu, fighting . Aku selalu mendukungmu . #sapa elu (^.^”)9

  5. Wwwooowww daebak sama Jongin hehe

    Tadinya sempet kesel sama Jongin gara2 dia gak peka,tapi ternyata disini dia hebat bisa bikin Jieun kembali lagi sama dia haha

    Disini Key yg kesian *huwwaa nangis bareng Key
    Sabar ya Key kan ada Raemi jadi tenang aja😛
    Tapi ada apa namja yg sifatnya kayak Key,sabar n ikhlas gitu??? *mikir

    Waaaahhhh ternyata di akhir2 si Minho naksir sama Jieun juga *sini2 Minho sama aku aja😛

    Pokoknya selamat buat Kai n IU,tenang aja Key udah sama Raemi n Minho sama aku hehee *reader tukang ngarep

    Kalo baca cerita yg ini gak sesedih yg kemaren,tapi tetep Daebak kok hohoho

    Oh yaaaaa jgn lupa ff Me and Dad cepet diterusin yaa,kangen sama Jae Appa yg cerewet itu.. *lho? Ini yg cerewet sebenrnya aku apa Jae yaa hehehe

  6. wah wah wah happy end akhrnya . . .daebak eonni . . . . , ah tpi ada yg kurang ni eonn
    marry u ko macet sich blum da part 3nya . . . . Aku hmpir bolak balik mampir bloq eonni
    sama me n dad aduh masa crtanya ngegantung jga. . Part selanjtnya mana eonni yeoppe . . . Reader sdkit memaksa* jeongmal eonni

  7. Huweeee… eon.. apa ini? Aku memang suka, ternyata eon bikin sequelna. TAPI KENAPA CAST NAMJA YG AGI ATU HARUS MAKEK KEY???#capslock sengaja diinjek# uweeee eon tega bener ama biasna. Dibikin patah hati… tapi seneng juga si Kai balikan lagi sama Jieun.. #reader yg plin plan# TP TETEP AJH KASIAN KEYNA! Tp aku puas kok sama FF ini, walopun si Key patah hati.. tumben panjang bener. Mataku sampek sakit bacana. Abisna mataku min sih. tapi aku ttep 수가!!!!!!! FF ini..

  8. Onnieeeee!!!!!!!!!!!!!!!!! Sekueeeeeelnyaaa lagi ampe dia nikah punya anak dong oooeeeenn!!!! Suka banget sama ff iniiiiiii!!!!! Kyaaaa KIMJONGIN neoooo!!!! *gulinggulinggaje

  9. “ Tentu saja ipar kalian .. Aku kekasih dari anak kalian Lee Jieun —- eh? bukan ipar.. tp menantu.. klo ipar itu lbh ke sodara… klo ortu itu mah mertua sama menantu..

    ffnya seru.. kasian kunci.. pdhl brhrp iu sama key.. hihihi

    btw.. penulisannya diperbaikin ya..
    klo sebelum tanda titik n koma itu jangan dispasi.. tp klo setelahnya baru dispasi.. trus utk dialog.. tanda petik sm dialognya jgn dispasi. contoh:
    Tanpa ragu Jongin mengangkatnya “(jgn dispasi)Yeoboseyo Jieun(jgn dispasi),“ ucap seorang
    pria di seberang.

    yooyoung itu mksdnya wooyoung 2pm ya?

    anyway.. keep writing yooo… fighting…

    • Tanpa ragu Jongin
      mengangkatnya(koma+spasi) “(jgn dispasi)
      Yeoboseyo(koma+spasi) Jieun(jgn dispasi)(koma)“
      ucap seorang
      pria di seberang.

  10. Daebak!!! aaaa suka bgt sama FF ini… padahal awalnya ga gtu suka pairingnya krna aku suhoiu shipper xD tpi trnyata feelnya dapet bgt… duhh campur aduk deh baca ff ini… hihihi keep writing bwt author ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s