I Don’t Like Her

Author : Kim RaeMi

Tittle :: I don’t Like Her

Length :: Songfic or Oneshoot

Genre :: Romance

Summary :: Kau bilang kau sudah melupakannya ! Tapi kenyataan tidak . Aku tidak mengenalnya , Namun aku tidak menyukainya ..

BackSound :: IU – I Don’t Like Her

Cast ::

Lee Jieun (IU)

Kim Jongin (KAI) EXO-K

Support cast ::

Yooyoung (Hello Venus)

Seorang yeoja cantik tengah duduk manis di depan cermin , Dia menata rambut panjangnya yang indah itu dan memoles tipis wajahnya dengan bb cream .

Di perhatikan dirinya di cermin , T-Shit putih yang di balut dengan sweater biru bercorak graviti , Jeans biru ketat dan sepatu boot biru ,terlihat cocok di kenakannya .

Tapi . . .

Dia memandang kembali dirinya di cermin .

“Untuk berkencan apa ini cocok”Gumamnya yang masih memandang dirinya sendiri di cermin .

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya untuk berkencan . Tapi tidak tahu kenapa dia merasa sulit dalam hal memilih pakaian ,Terlebih dia memang bukan wanita ribet dalam berdandan .

“Tidak apa-apa dia kan sudah biasa dengan penampilanku” Yakinnya sambil menganggukan kepalanya .

Ting Tong Ting Tong

Suara bel rumahnya berbunyi . . Seulas senyuman di pancarkan ,Sepertinya dia tahu siapa yang datang.

“Jieun . . Kekasihmu menunggumu di bawah “Teriak seseorang dari bawah

“ne eomma” Buru-buru dia meraih tas kecilnya ,sedikit mempercantik penampilannya.

Dia setengah berlari menuju ruang tengah, Tepat di ruang tengah terdapat seorang namja berparas tampan berbicara dengan wanita paruh baya.

“Itu Jieun”Seru yeoja paruh baya itu “Jieun ,Kau membuatnya menunggu lama”lanjutnya

“Mianhae Jongin-ah” Ujar Jieun

“Ghwencana , Jieun tidak lama kok . . Lagi pula kan ada ahjumma yang menemaniku tadi” Ujar namja itu di balas senyuman dari wanita paruh baya di sampingnya.

“Oiia ahjjuma ,Aku dan Jieun pamit dulu ne ” Lanjut namja itu meminta ijin ,Di balas anggukan oleh ibu Jieun .

“ne kalian hati-hati ya”

Kedua remaja ini membalas dengan anggukan kepala dan lambaian tangan .

****

Jieun memandangi namja di sampingnya , Dia menatap jari jemarinya yang di genggam erat .

“wae? Kenapa menatapku seperti itu ?”Jieun menggelengkan kepalanya dan tersenyum .

“Aniya, Kau terlihat tampan Jongin” Namja itu menatap tajam ,Dalam hitungan detik wajah langsung berubah sumringah dan membenarkan rambutnya dengan gaya so cool-nya .

“Tentu saja aku memang tampan , Siapa dulu Kim Jongin “Ucapnya dengan bangga.

Jieun hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya

“arayo namjachinguku ini memang tampan” Jieun menarik hidung mancung Jongin dan sedikit berlari kecil meninggalkannya.

“Ya seenaknya kau menarik hidungku ! Jieun chankaman, Kau harus menerima hal yang sama ” Teriak Jongin mengejarJieun yang memang jaraknya belum jauh darinya . .

Kedua orang ini adalah sepasang kekasih. Meski satu faktor yang membuat mereka berbeda yaitu : umur Jieun terpaut 1 tahun lebih tua dari Jongin .

Kedua remaja ini memang berada di 1 sekolah ,Namun kelas mereka berbeda . Jieun berada di kelas 3-A , Jongin berada di kelas 2-A .

Dulu padahal mereka saling bermusuhan ,Namun tidak ada yang menyangka mereka akan menjadi sepasang kekasih yang saling mencinta.

Bukan hanya mereka yang menyangka hal ini. Anak satu sekolah pun tidak ada yang menyangka hal ini.

Terlebih lagi dengan sikap Jongin yang terkesan dingin, Seolah enggan berbicara dengan yang lain . Tapi entah kenapa dia selalu menanggapi celoteh Jieun saat itu .

Namun semua itu pun berawal dari .

_Flashback_

Jieun yang baru pulang dari sekolah , Tanpa sengaja anak matanya menatap keramaian di sebelah rumahnya. Terlihat ibunya yang tengah mengobrol dengan seorang wanita paruh baya  dan namja paruh baya , Saat itu Jieun tanpa ragu menghampirinya.

“ Annyeong “ Sapa Jieun dengan sopan membuat dua wanita paruh baya dan namja paruh baya itu terarah padanya “ Eoh Jieun kau sudah pulang “ Sapa seorang wanita yang tidak lain adalah ibunya Jieun ..

Jieun mengagnguk “ Ne, Eomma. Nuguya “ Tunjuk Jieun pada wanita di hadapannya

“ Annyeong , Kami tetangga barumu .. Keluarga Kim “Sapa namja dan wanita paruh baya itu

Jieun langsung tersenyum “ Ahh annyeong Lee Jieun imnida .. senang sekali mempunyai tetangga baru

“ Ibumu sudah menceritakan tentangmu pada kami .. Ternyata kau bersekolah di Amigo High School “ Jieun mengerutkan alisnya tidak mengerti dengan ucapan Ny.Kim .

“ Mereka mempunyai anak satu tahun lebih muda darimu .. Anaknya pun sudah di daftarkan di sekolahmu “ Jelas ibu Jieun , Jieun mengangguk tanda mengerti .

“ Ahh dia akan menjadi hoobaeku “ Ujar Jieun sambil cengengesan

“ Ne, Kami pun tidak menyangka kalau anak dari tetangga kami bersekolah di Amigo High School .. Ini benar – benar keberuntungan kami “ Ujar Ny.Kim membuat yang lain tertawa .

“ Oh iya . Kami belum memperkenalkan anak kami .. Itu anak kami , Jongin kemari nak “ Ujar Tn.Kim menyuruh seorang namja yang asik memperhatikan barang – barang rumahnya di angkut ke dalam .

Namja itu menghampiri empat orang ini , Terlihat jelas di mata Jieun seorang namja tampan berperawakan tinggi “ Tampan “ Umpat Jieun tidak terdengar yang lain .

“ Wae? Appa , eomma ?”Ujar Namja itu melepaskan headsetnya ..

“ Ini tetangga baru kita , Kau harus menyapa mereka “ Namja itu tersenyum dan mengangguk “ Annyeong ahjjuma , Kim Jongin imnida  “ Namja itu membungkukan kepalanya .

“ anak manis .. Kau benar – benar terlihat tampan “ Puji Ibu Jieun membuat orangtua dari namja bernama Jongin itu tersenyum .

“ annyeong Lee Jieun imnida” Ujar Jieun dengan tiba – tiba menyodorkan tangannya pada Jongin , Tapi Jongin hanya tersenyum saja tanpa membalas jabatan tangan Jieun dan matanya beralih pada orangtuanya .

“ eomma , appa , Ahjjuma .. aku ke dalam dulu ne .. ingin mengecek barang – barangku , silyehamnida” Ujar Jongin yang berlalu meninggalkan empat orang yang masih diam mematung ..

Sedang Jieun menghempaskan kesal tangannya yang tadi ingin berjabatan dengan Jongin “ Issshh namja itu tampan tapi menyebalkan “ Jieun menatap kesal punggung Jongin yang kian menghilang ..

“Jieun-ah Mianhae .. Jongin memang selalu bersikap seperti itu dengan orang yang baru di kenal “ Ujar Ny.Kim

Jieun hanya tersenyum memaksakan “ Ahh Ghwencana ahjjuma “ Dalam hati Jieun sangat kesal , Karena memang beru pertama kali baginya di perlakukan semena – mena seperti tadi , Terlebih lagi dengan orang yang baru dia kenal .

*****

“Jieun-ah “ Sapa Ny.Kim ketika Jieun baru saja keluar dari gerbang rumahnya .

“ eoh , annyeong ahjjuma, ahjjusi , Jongin” Sapa Jieun sambil membungkuk sopan , Namun dia cukup ragu menyapa namja yang bernama Jongin itu .

“Kau ingin berangkat sekolah kan ?” Ujar Tn.Kim

“ Ne tentu saja ahjjusi , Lihat kan aku sudah berseragam “ Ucapan Jieun membuat Ny.Kim dan Tn.Kim tertawa ..

“arayo Jieun , Sebaiknya kau berangkat bersama Jongin . Kebetulan aku ingin mengantarnya kesekolah di hari pertama “ Ujar Tn.Kim

Jieun membulatkan matanya “ Ne?”

“Jieun kau berangkat dengan Jongin di antar ahjjusi ne ?” Ujar Ny.Kim

Jieun memutar bola matanya sambil menatap pada Jongin yang terlihat kesal “ apa tidak keberatan ?” Dengan ragu Jieun mengucapkan kalimat itu .

“Appa , eomma ! aku tidak ingin berangkat bersama dengannya . Lebih baik aku bawa motorku sendiri “ Ujar Jongin dengan nada sinis , Membuat Jieun menatap kesal Jongin .

“ Jongin jangan berbicara seperti itu . Dia tetangga kita , Lagi pula Jieun lebih tua darimu satu tahun , Kau harus lebih sopan terhadapnya . Di sekolah Jieun pun adalah Sunbaemu , Kalau ada Jieun akan memudahkan kau mencari kelas nanti “Ujar Tn.Kim membuat Jongin terdiam

“ Jieun , Cepat naik . Jangan hiraukan ucapan Jongin “ Mengerti dengan ucapan Tn.Kim , Jieun hanya dapat pasrah naik kedalam mobil bersama namja yang bernama Jongin dan itu sangat membuatnya gerah berada di dekatnya .

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di Amigo High School . Sampai di sekolah banyak yeoja yang mengincar Jongin . Sedang Jieun yang memang di suruh mengantar Jongin ke kelasnya yang berada di kelas 1-C , Mau tidak mau dia menunjukkan pada Jongin ..

“ Gomawo”  Ujar Jongin datar dan melongos masuk kedalam kelasnya .

Jieun hanya dapat mengelus dadanya kesal “ Issh anak itu lama – lama menyebalkan sekali “ Gerutu Jieun sambil mengepal –ngepalkan tangannya.

***

Malam memang moment yang pas  untuk menatap langit , Jieun memang tengah berada di luar balkon sambil mendengarkan music kesukaannya, sambil memainkan laptop kesayangannya .

Krekkkk

Terlihat oleh Jieun pintu balkon di depan rumahnya terbuka , Sosok namja yang tidak asing bagi Jieun tengah merenggangkan otot – ototnya .. Jieun yang baru menyadari hal itu sontak membulatkan matanya ..

“ Jongin “ Pekiknya

“ eoh , Kau “ Ujar Jongin dari arah seberang dan berdiri tepat di pagar balkonnya

“ Kau , Bagaimana bisa berada di situ ?” Ujar Jieun dengan polosnya , Jongin mengerutkan alisnya “ Bodoh , Jelas – jelas ini kamarku “

Jieun membulatkan kedua matanya , Bagaimana bisa kamarnya bersebelahan dengan Jongin “ Kamarmu di situ “ Pekik Jieun tidak percaya

“ Wae? Apa kau tidak suka ?” Jieun mengelengkan kepalanya “ aniyo “ Seolah kehabisan kata Jieun hanya menjawab seperti itu .. Jongin hanya menganggukan kepalanya saja dan duduk di balkon kamarnya sambil merogoh ipodnya siap mendengarkan music .

“ Jongin “ Panggil Jieun tiba – tiba , Jongin menatap datar Jieun” wae?”

“Apa kau selalu bersikap dingin orang yang baru kau kenal ?” Lagi – lagi Jongin menatap datar Jieun “ Bukan urusanmu Lee Jieun “

Jieun mengelengkan kepalanya tidak percaya , Bagaimana bisa Jongin memanggilnya namanya tanpa embel – embel nuna .

“ Heii .. Kau bilang apa ? Lee Jieun ? Kim Jongin , aku lebih tua satu tahun darimu .. Seharusnya kau memanggilku nuna , Tidak sadar kah aku ini seniormu di sekolah “ Ujar Jieun seolah menasihati Jongin ..

Jongin hanya tersenyum kecut “ Nuna ? Tsk .. Nuna , Sepertinya sebutan itu tidak cocok untuk untuk yeoja cerewet sepertimu “ Ujar Jongin tersenyum meledek dan bergegas memasuki kamarnya .

Sedang Jieun menghela nafas kesalnya “ YA ! KAU BILANG APA ? YEOJA CEREWET ? KAU NAMJA MENYEBALKAN “

*****

Tengah semester sudah berlalu Jieun dan Jongin .. Bagi Jieun , Jongin itu sangat menyebalkan .. Karena mereka sering sekali beradu argument dan membuat orangtua mereka bingung dengan argument – argument tidak jelas dua orang ini ..

Bukan hanya di rumah , di sekolah pun sama saja .. ada saja yang mereka ributkan , entah itu masalah kecil karena tatapan sinis mereka beradu mulut .. Memang perubahan untuk Jongin yang memang awal bersikap dingin , Seolah lunak dengan celetukan – celetukan Jieun yang asal dan membuatnya terpengaruh membalas celetukan itu .

Kali ini Jieun berada di kantin dan tengah memesan makanannya .. Tapi satu hal yang tidak  dia lupakan ..

“ Pudding mangganya satu ahjjusi “ Ujar Jieun yang di sambut dengan seseorang dari belakang yang mengucapkan kalimat tersebut bersamaan dengannya , Sontak Jieun menengok kearah belakang “ Cih  namja menyebalkan “  Memang benar adanya di belakang Jieun adalah Jongin .

“ Minggir kau “ Jongin langsung menerobos tempat Jieun , Membuat Jieun kesal “ YA “

Seolah tidakmenghiraukan teriakan Jieun , Jongin yang memang menunggu pudding pesanannya  berdiri tegap di depan kasir . Sedang Jieun menatap kesal Jongin dan berdiri di sampingnya ..

“Chogi , Pudding mangganya tinggal satu “ Ujar namja paruh baya yang menunjukkan pudding mangga itu pada dua orang ini “ MWO ? TINGGAL SATU “ Pekik dua orang ini

Sontak Jieun dan Jongin saling bertatapan satu sama lain , Seperdetik kemudian mereka menatap Pudding mangga itu dan langsung meraihnya “ Aku yang memesan duluan” Secara berbarengan Jieun dan Jongin mengucapkan kalimat tersebut .

Kali ini Jongin dan Jieun bertatapan kesal , Sambil menatap pudding yang memang berada di tangan mereka berdua .

“ Heii , Jongin babo . aku yang memesan duluan “ Jieun merebut Pudding tersebut dari tangan Jongin , Tapi Jongin tidak mau kalah dan merebutnya kembali “ Kata siapa Jieun , Tadi aku yang memesan duluan “

“ YA , aku yang memesan duluan “ Jieun ingin merebut pudding tersebut , Namun di tahan oleh Jongin “ aku yang memesannya duluan Lee Jieun “

Terjadilah perebutan pudding mangga ini beradu mulut untuk mendapatkan sebuah pudding mangga yang hanya tinggal satu itu ..  Teman – teman mereka yang melihat ini pun sudah tidak asing lagi , Mereka hanya dapat mengelengkan kepala menyaksikan perdebatan dua orang ini .

****

 Seiring berjalannya waktu , Perdebatan mereka pun sering terjadi .. Terlebih lagi Jongin , Dia sangat usil pada Jieun .. Selalu saja memulai pertengkaran di antara mereka .. Namun berbedanya kali ini mereka dapat menetralisir keadaan ..

Kamar mereka yang memang berhadapan membuat mereka sering bertemu . Bukan hanya sering , Terkadang keisengan Jongin yang lonjat ke balkon Jieun membuatnya kesal . Memang jarak kamar mereka terlalu dekat membuat mereka dapat dengan mudah melompati pagar balkon yang jaraknya hanya beberapa cm .

Tok tok tok

Terdengar jelas oleh Jieun , Pintu balkonnya seperti ada yang mengetuk “Isssh siapa yang mengetuk pintu balkonku ?” Jieun mengerutkan alisnya “ Lalu bagaimana bisa ada orang ke balkon kamarku ? Jangan – jangan maling ”

Jieun membulatkan matanya , Dia meraih bantal miliknya dan dengan perlahan membuka pintu balkonnya ..

Tepat membuka pintu balkon Jieun langsung berteriak “ KYAAAAAA maling mau apa kau kesini hah …  Pergi sana “ Jieun memukul – mukul orang tersebut dan berteriak tidak jelas “ Dasar maling kau , mau apa kau “

“ Ya , Ya appo … Jieun babo ini aku “ Mendengar suara itu Jieun merasa kenal dan menghentikan pukulannya ..

Betapa kagetnya dia melihat Jongin yang menunduk kesakitan itu “ JOngin , Kau ??” Pekik Jieun tidak percaya .

“IIsssh iya ini aku Jongin .. Makanya jangan asal menuduh saja “ Ujarnya kesal sambil merapikan rambutnya yang tadi memang berantakan akibat pukulan Jieun .

“ Lagi kau kenapa ke balkonku dengan tiba – tiba ?” Jieun menatap curiga pada Jongin

“ Issshhh .. Aku mau pinjam buku bahasa inggirs mu saat kelas 1 semester 2  dulu “ Ujar Jongin

Jieun mengelakan nafas kesalnya “ Tsk .. Jadi kau melompati pagar balkon hanya untuk meminjam buku ?” Jongin menganggukkan kepalanya “ Kenapa kau tidak meminta di pintu depan rumahku saja .. Kenapa di balkonku ?”

Jongin memutarkan bola matanya “ Bagiku ini cara efektif , aku tidak perlu repot – repot kebawah .. Toh kamarku dengan kamarmu berjarak dekat “

Jieun hanya dapat mengelengkan kepalanya saja “ Ya sudah ku ambil dulu “ Tapi tiba – tiba tangan Jieun di tahan oleh Jongin “ aku ikut masuk ya ke kamarmu “

Jieun membulatkan kedua matanya “ eiittss untuk apa ?” Tahan JIeun

“ Aku hanya ingin tahu seperti apa kamar seorang Lee Jieun “ Dengan santainya Jongin memasuki kamar Jieun tanpa persetujuannya .

“ YA , Aku belum mengijinkanmu “ Ujar Jieun setengah berteriak , Tapi sepertinya ucapan Jieun tidak di hiraukan oleh Jongin .. Karena terlihat Jongin seenak jidat tertidur di ranjang Jieun

“ Kamar seorang Jieun rapi juga , Coba kalau seperti ini “ Jongin  memberantakan ranjang Jieun , Hal ini membuat Jieun kesal “ YA ! TURUN DARI RANJANGKU “  Jieun langsung menarik tangan Jongin untuk turun dari ranjangnya ..

“ Jieun ada apa kau berteriak ?” ujar seseorang dari arah luar , Sontak Jieun membulatkan matanya dan menatap tajam Jongin “ Aniyo eomma , Tidak ada apa – apa “ Seolah mengerti tidak ada pertanyaan yang terlontar dari arah luar pada Jieun .

Namun terlihat Jongin menahan tawanya “ ambil ini dan keluar dari kamarku “ Jieun melempar buku itu pada Jongin .

“ Isssh jadi yeoja kasar sekali “ Gerutu Jongin yang turun dari ranjang Jieun

“ Lagi kau menyebalkan .. Bukan kah kau membenciku ? Lalu kenapa kau tiba – tiba bersikap so manis seperti ini ?” Jieun Nampak curiga dengan tingkah Jongin yang lama – kelamaan sedikit berubah jauh lebih baik pada Jieun .. Walau lebih sering membuatnya kesal .

Jongin menatap Jieun “ Kata siapa aku membencimu “ Jieun mengerutkan alisnya “ Kalau kau tidak membenciku , Kenapa kau sering membuatku kesal “

“ Issh , Aku tidak pernah membencimu ! Kau saja orangnya sensian “ Ujar Jongin dengan tawaan , Namun Jieun menatap kesal Jongin “ YA ! Kau bilang apa .. Kalau begitu kau pinjam bukunya dengan senior yang lain “ Jieun meraih buku yang ada di tangan Jongin …

“ Heiii kok gitu sih .. Tidak bisa , Aku malas meminjam dengan yang lain .. Lagi pula kita kan berteman” Jieun membulatkan matanya mendengar ucapan Jongin “ Bodoh .. Sejak kapan kita berteman “

“ Sejak detik ini .. Kita berteman .. Oke Lee Jieun “ Jongin merebut kembali buku yang ada di tangan Jieun dan berlari kecil meninggalkan Jieun , Seraya menutup pintu balkon Jieun .

Tanpa sadar seulas senyuman mengembang dari bibirnya “ Teman , Jongin babo “ entahlah Jieun cukup senang dengan pernyataan Jongin .

****

“ Huwwaaaaa eomma kenapa kau tadi tidak membangunkanku , aku sudah terlambat“ Gerutu Jieun kesal sambil memakan roti bakarnya asal .

“ Tadi eomma sudah membangunkanmu Jieun , Tapi kau sulit di bangunkan “ Ujar ibunya yang memperhatikan anaknya memakan roti asal dan siap bergegas “ Kau tidak menghabiskan makananmu ?”

Jieun mengeleng “ Aniyo , aku sudah sangat terlambat “ Jieun mencium kening ibunya , Seraya berlalu keluar rumah ..

Tepat di depan rumah terlihat Jongin yang  baru saja keluar dari rumahnya dengan motor besar miliknya , Sontak saat itu Jieun menahan laju Jongin “wae?” Tanya Jongin dengan nada ketus .

“aku berangkat denganmu ya ?”Jieun melipat kedua tangannya seolah memohon , Jongin hanya mengerutkan alisnya “ aku sudah terlambat , jebal “ Lanjut Jieun memohon.

Jongin hanya mengelengkan kepalanya “ Shireo .. Kau naik bis saja “ Jieun langsung mengerucutkan bibirnya “ Issh pelit sekali , Jebal Jongin .. Bukan kah kita teman ?”

Mendengar ucapan Jieun, Jongin menahan tawanya “ Kata siapa kita teman , Minggir aku mau lewat “ Jieun menghelakan nafas kesalnya mendengar ucapan Jongin .

Tanpa membalas ucapan Jongin . Jieun berjalan meninggalkan Jongin . Melupakan memohonnya pada Jongin ..

“ Dasar namja babo .. Jelas – jelas semalam dia bilang kita berteman .. Isssh menyebalkan sekali dia “ Gerutu Jieun sangat kesal

Tin Tin Tin

Terdengar jelas oleh JIeun sebuah motor mengikuti langkah berjalannya “Cepat naik “ Jieun melihat kearah motor itu ternyata Jongin , Dia cukup kaget “ Issh kita kan bukan teman “ Ujar Jieun ketus .

“ Jieun babo .. Cepat naik “ Ujar Jongin lagi membuat Jieun menatapnya “ YA ! Aku ini seniormu “  Jongin hanya mengangguk “Sunbae , Cepat naik “

Medengar hal itu Jieun mengerutkan alisnya , ada apa dengan orang ini kenapa tiba – tiba dia menurut ??

“ Kau yakin memberi tumpangan padaku ?” Jongin mengangguk “ Tapi ada syaratnya “

Jieun mengerutkan alisnya “ Syarat ?”

“ ehhmm .. Kau akan ku turunkan , 2 kilometer sebelum sekolah “ Jieun menelan ludahnya dan tersenyum kecut “ Lebih baik aku naik bis “ Jieun bergegas untuk berjalan , Namun tangannya di tahan oleh Jongin.

“ Kau ini mudah sekali di bodohi dan marah .. aku hanya bercanda Jieun , cepat naik “ Terlihat sorot mata JOngin yang tulus membuat Jieun terhipnotis , Akhirnya Jieun menaiki motor Jongin ..

Sampai sekolah memang benar adanya Jongin hanya bercanda , Mereka sampai di sekolah bersama – sam a. Bahkan semua terheran melihat kedua remaja ini terlihat akur , Terlebih lagi berangkat ke sekolah bersama ..

“ Omo bagus kalian sudah akur “

“ Kalian berpacaran ?”

Beberapa pertanyaan terdengar di telinga kedua remaja ini. Medengar petanyaan – pertanyaan itu membuat mereka gerah dan berteriak “ KAMI HANYA TETANGGAAN “

***

Tahun sudah berganti , Seiring berjalannya waktu apapun bisa berubah .. Jongin memang masih sering menjahili Jieun , Bedanya kalau dulu mereka seperti musuh .. Sekarang keadaan seperti terbalik , MEreka memang berteman .

Namun seorang Jongin tidak pernah memanggil Jieun dengan embel – embel nuna ataupun sunbae .. Jongin pun sering meminjam buku pada Jieun , Terlebih lagi kalau tidak ada hal yang dia tidak mengerti . Jongin selalu meminta di ajari  oleh Jieun .

Jongin pun sering keluar masuk kamar Jieun seenak jidat , Padahal Jieun sudah sering memarahinya . Namun tetap saja seorang Jongin hanya seorang Jongin yang suka bertindak seenak jidatnya ..

Tapi kali ini Jieun ingin mencoba trik Jongin yang suka sekali loncat ke balkon kamarnya , Kali ini Jieun bersiap untuk meloncati pagar pembatas balkon kamar Jongin ..

Happp

Yeah .. akhirnya Jieun bisa juga meloncati pagar pembatas itu dan segera mengetuk pintu kamar balkon Jongin .

Tok Tok Tok Tok

Tidak menunggu lama Jongin keluar dan cukup kaget dengan kehadiran Jieun “ Jieun babo .. Kau bagaimana bisa melompati balkon kamarku ?” Jongin cukup terkagum dengan tindakan Jieun .

“ Memangnya kau saja yang bisa melakukan ini , Minggir aku ingin melihat kamarmu “ Jieun segera menerobos kamar Jongin .

“ Kau mengikuti caraku ? melompati balkon  “ Ujar Jongin yang mengikuti Jieun dari belakang

“ Kau sudah sering ke kamarku , sekarang gentian aku yang ingin melihat kamarmu … Cukup rapi untuk ukuran seorang namja “ Ujar Jieun yang memperhatikan seisi kamar Jongin .

“ cukup rapi dari mana ? ini sudah sangat rapi untuk ukuran seorang namja “ Ujar Jongin yang merebahkan tubuhnya di ranjang ..

“ Arayo , Tapi aku ingin melihat – lihat yang lain “ Jieun memperhatikan sela – sela kamar Jongin yang memang sangat rapi , Bahkan lebih rapi dari kamarnya

“ Jangan merusak barang- barnag milikku “ Ujar Jongin santai , Jieun mengerucutkan bibirnya “ aneh , kamarmu tidak boleh terjamahi orang lain .. Tapi kau seenak jidat membuat kamarku berantakan “

Jongin hanya menahan tawa “ Kamar mu memang pantas untuk di berantaki “ Jieun mengerucutkan bibirnya , Dia duduk tepat di meja belajar Jongin .. Dia memperhatikan buku – buku yang berderet rapi di meja belajar itu ..

Di ambilnya salah satu buku cerita dari meja belajarnya , Namun ketika dia membuka buku sesuatu terjatuh dari buku tersebut “ Foto “ Gumam Jieun pelan dan meraih foto yang memang tadi terselip di buku cerita.

Di perhatikan lekat – lekat di foto itu , Foto seorang wanita berparas cantik tengah tersenyum manis , Di lihat  tepat di belakang foto tersebut tertulis ‘Yooyoung first love’ .. Saat itu Jieun langsung memandang kearah Jongin , Tersenyum licik seolah mendapat lotre ..

Tapi entah kenapa di sisi lain , Jieun merasa sakit melihat wanita yang berada di foto ini .. TErlebih lagi dengan tulisan di belakangnya yang menyatakan dia cinta pertama Jongin ‘apa aku cemburu ‘ batin Jieun . Namun segera di tepis olehnya .

Jieun menghampiri Jongin yang masih merebah diri di ranjang , Namun Jongin sadar Jieun menatapnya sangat berbeda “ Wae?”

Jieun hanya tersenyum licik “ Yooyoung first love “ Ujar Jieun membacakan tulisan yang berada di belakang foto tersebut , Sontak Jongin membelalakan matanya  dan terlonjak bangun dari ranjang  . Dia melihat Jieun tengah melambai – labaikan foto tersebut .

“ YA ! Kau berikan padaku “ Ujar JOngin dengan nada ketus , Namun Jieun tidak memberikan , Justru Jieun naik keatas ranjang Jongin dan menjauhkan foto tersebut dengan mengacungkan tangannya  .

“ Jieun cepat berikan tidak lucu sekali kau “ Ujar Jongin ingin meraih foto tersebut , Namun sulit di raih .. Karena Jieun berada di atas ranjang dan Jongin berada di bawah ranjang .

“ Katakan dulu padaku ini siapa ? Pacarmu ya ?” Ledek Jieun  sambil melambai – labaikan foto tersebut .

Tapi Jongin tidak menjawab , Dia justru naik keatas ranjang berusaha meraih foto tersebut , Namun lagi – lagi Jieun berusaha menyembunyikannya “ Katakan saja ini pacarmu kan ?”

“ Jieun tidak lucu sekali , cepat berikan “ Jongin merasa kesal dengan tingkah Jieun ini , Tapi sayangnya Jieun tetap saja berusaha menyembunyikan foto itu di balik tubuhnya ..

Jongin yang sudah merasa kesal , Tersenyum evil di tarik olehnya kedua tangan Jieun dan

Brukkkk

Di hempaskannya tubuh  Jieun di ranjang oleh Jongin , Hal ini membuat Jieun sangat terkaget .. Jieun ingin terbangun namun  dengan cepat Jongin duduk di atas perut Jieun membuatnya menelan ludah dan kedua tangan Jieun  di terkam dengan kedua tangan Jongin.

Jieun benar – benar kaget dengan tindakan Jongin kali ini “ Kau mau apa bodoh “ Jieun tidak berani memandang Jongin ,  Namun terasa sekali wajah Jongin semakin mendekat pada Jieun , Deru nafasnya sangat terasa di pipi Jieun . Jantungnya berdegup dua kali lipat dari biasanya seperti di pompa .

“ Kau yang bodoh , Pasti kau sudah berfikir yang tidak – tidak kan ?” Ujar Jongin menatap lekat bola mata JIeun , Membuatnya menelan ludah dalam – dalam ..

Tetapi Jongin hanya tersenyum mendapati mimik Jieun seakan takut itu , Jongin merebut foto tersebut dari tangan Jieun dan turun dari ranjang membebaskan Jieun dari cengkramannya tadi .

“ Lain kali jangan bertindak seperti itu , Aku akan melakukan lebih dari itu . Kalau kau bertindak seperti tadi “ Ujar Jongin tersenyum evil , Membuat Jieun menelan ludah dalam – dalam “ Mianhae”

Jieun terduduk di ranjang sambil menunduk bersalah , Namun tidak dengan Jongin yang menahan tawanya “ Hahaha bodoh aku hanya bercanda “

“ Tapi sepertinya kau sangat kesal aku mendapatkan foto itu ? “ Jongin hanya tersenyum dan duduk kembali di ranjang .

“Kau ingin mendengar ceritaku ?” Jieun membulatkan matanya , Namun seperdetik kemudian  Jieun menganggukan kepalanya “ Tentu saja kau kan temanku “

“ Yeoja ini  bernama Yooyoung , Dia pacar pertamaku dan cinta pertamaku ! Dia yeoja yang baik , berhati lembut , penyayang , cantik , anggun , pintar masak . Aku sangat menyukainya sampai aku menyatakan perasaanku itu padanya . Awal Hubungan kami berjalan dengan baik dan berlanjut sampai 1 tahun .. Tapi dugaanku salah , Dia tidak sebaik yang aku fikirkan .. Dia menduakanku dengan sahabatku sendiri , Dari situ aku sangat kecewa karena dia sudah mencampakanku .. Namun itu sudah 2 tahun berlalu , aku sangat sulit melupakannya . Sampai akhirnya aku ikut orangtuaku pindah kesini “ Jelas Jongin membuat Jieun terdiam

“ Kau sangat mencintainya ?” Ujar Jieun , Jongin menganggukan kepalanya “ Ehhmm ne “

Damn ~

Kenapa rasanya sangat sesak sekali , Hati Jieun sangat sesak mendengar hal ini .. Namun dia tetap tersenyum seperti biasa .

“ Itu hanyalah masalalu yang sangat sulit bagiku , Namun dia sudah meminta maaf padaku .. Begitu juga dengan sahabatku yang memang mencintai Yooyoung  , Mereka saling mencintai bagaimana mungkin aku harus menghancurkan hubungan mereka .. Lagi pula mereka tetap memintaku untuk berteman”

“ Cinta memang tidak harus memiliki Jongin “ Ujar Jieun sambil memegang pundak Jongin , Jongin menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Jieun .

“ Kau benar Jieun . Awal aku memang sulit melupakannya , Namun berkat seseorang aku bisa melupakannya . “ Ujar Jongin tiba – tiba , Membuat Jieun menatapnya “ Eoh ? Kau melupakannya ? bagaimana bisa melupakan cinta pertama ?”

“ BIsa saja .. Karena orang di hadapanku ini , Benar – benar memberi kehidupan baru untukku “ Jieun memutar bola matanya seolah berfikir mencerna ucapan Jongin .

Jongin menatap lekat Jieun dan meraih tangan Jieun , Membuatnya tersentak kaget “ Jieun babo .. Apa kau tidak mencerna ucapanku tadi ?”

“ Eoh ?” Jieun hanya beroh ria seolah tidak mengerti dengan ucapan Jongin “ Isssh babo .. orang yang memberi kehidpan baru untukku adalah kau Jieun “

Mendengar ucapan itu Jieun membulatkan matanya “ Mwo aku ?” Jieun menunjuk dirinya sendiri

“ Ne , Itu kau ! Kau ini apa benar – benar tidak menyadari perasaanku padamu ? Aku sering berlaku menyebalkan padamu karena aku menyukaimu Jieun babo “ Jelas Jongin

Jieun semakin terbelalak kaget “ Kau menyukaiku ? bagaimana bisa ?”

“ BIsa saja , pegang ini “ Jongin menaruh tangan JIeun tepat di dadanya , Di rasakan oleh Jieun degup jantung Jongin yang sangat kencang “ Kau rasakan debaran ini kan ? Jantungku ingin meledak apabila berada di dekatmu “

Hal ini membuat Jieun tersipu malu , Namun dengan cepat melepaskan tangannya dari dada Jongin dan tersenyum kecut padanya “Jangan membuat lelucon yang tidak – tidak Kim Jongin “

“ aku tidak membuat lelucon Lee Jieun “ Ucapan Jongin penuh penekanan dan bersifat serius , Telihat sorot matanya yang menatap tajam Jieun .

“Aku lebih tua darimu bodoh”

“ aku tetap menyukaimu “

“ apa buktinya ?” Kali ini terlihat Jongin hanya diam saja seakan berfikir keras “Jangan membuat lelucon yang tidak – tidak Jongin “

Jongin mengelengkan kepalanya “ Aku tidak membuat lelucon Lee Jieun “ Kali ini Jongin menatap lekat bola mata Jieun , Semakin lama dirinya semakin mendekat kearah Jieun dan

CHU~

Tepat saat ini Jieun merasakan keningnya tersentuh bibir hangat Jongin , Dia mengecup kening Jieun dengan tulus dan saat itu juga Jongin langsung memeluk erat Jieun “ Aku sungguh – sungguh menyukaimu Jieun“

Tapi entah kenapa Jieun merasa kalau ucapan Jongin sangat tulus , Tidak dapat di pungkiri Jieun memang menyukai Jongin “ Nado , Nan Johahae Jongin “

“ Gomawo “ Jongin tersenyum sumringah dan memeluk erat Jieun .

_end Flasback_

Tidak ada yang menyangka dengan hal tersebut , Ketika mereka baru memulai kehidupan baru dengan masa pacaran . Hal ini membuat yang lain sangat terkejut , Tapi entah kenapa mereka merasa kedua orang ini memang cocok ..

Terlebih lagi hubungan mereka sudah di ketahui orangtua mereka dan hubungan ini sudah berjalan 6 bulan yang lalu . Mereka sering berangkat bersama ke sekolah .

Jieun pun sering membangunkan Jongin dan datang pagi – pagi ke rumah Jongin , Hanya untuk membangunkannya .. Begitu juga dengan Jongin yang asal masuk ke kamar Jieun membangunkan Jieun yang terkadang sulit di bangunkan .

Tapi Jongin selama ini memang dia jarang menunjukkan rasanya pada Jieun , Dia tidak pernah berkata manis pada Jieun ..

Katanya untuk apa aku berkata manis di luar di hati tidak .Lebih baik aku mencintaimu di hati ini di banding aku mencintaimu dengan kata – kata yang ku umbar .

Memang ucapannya ada benarnya juga , Tapi hati Jieun berkata kalau Jongin memang menyayanginya .. Walau yang dia miliki hanya sebuah kepercayaan , Setidaknya kedua remaja ini saling mempercayai satu sama lain .

Walau Jieun jarang mendengar kata – kata cinta dari mulut Jongin , Namun perhatiannya terhadap Jieun tidak hilang dan itu yang membuat Jieun percaya pada Jongin .

Jongin pun sampai saat ini memanggil Jieun tanpa ada embel – embel appaun . Biasanya kalau sepasang kekasih akan saling memanggil chagi, Tapi ini sungguh berbeda . Jongin tetap memanggil dengan nama saja ‘Jieun’Dia seolah tidak perduli Jieun lebih tua satu tahun darinya .

Tapi Jieun merasa nyaman – nyaman saja apabila Jongin hanya memanggil namanya saja . Hal ini memang sudah biasa dia dengar .

Tidak ada kata cinta , Namun kepercayaanlah yang di miliki oleh mereka . Mungkin itu sudah mewakili perasaan mereka satu sam a lain .

****

Is she still so great?

Does your heart drop just by a single phone call?

You even forgot what you were saying and think about something else

My heart is more surprised at your quickly hardened faceI’ve never met her but I really don’t like her



Kali ini Jieun dan Jongin sangat asik menikmati kencan mereka di taman bermain .. berbagai permainan mereka mainkan  , Hal ini pun bukan pertama kali mereka untuk berkencan .. Sudah kesekian kalinya mereka ke taman bermain ini .

Tapi tidak ada perubahan bagi Jieun dalam berkencan , Dia tidak seperti yeoja lainnya yang apabila berkencan mengenakan dress cantik .. Sedang Jieun hanya mengenakan jeans ketat miliknya serta sweater kebesaran .

“ Jieun , apa kau lapar ?” Tanya Jongin ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang , Jieun mengangguk mantap “ Kalau begitu kita makan di sana . Oke “ Seru Jongin yang langsung menarik tangan Jieun ..

Di ajak oleh Jongin tepat restaurant itali yang memang berada di taman bermain itu , Berhubung kali ini bertemakan italia , Jongin dan Jieun memesan spaghetti .

Mereka sangat menikmati hidangan tersebut ,  Jieun ingin menyuapkan spageti miliknya pada Jongin .. Namun tiba – tiba ponselnya berbunyi

Terlihat dari raut wajah Jongin yang berubah menjadi sumringah “ Jieun , Aku angkat telpon dulu ya ?” Ujar Jongin dan tanpa sepertujuan Jieun , dia sudah berlalu meninggalkan Jieun untuk mengangangkat telpon .

Sebenarnya Jieun merasa curiga pada Jongin , Sudah sebulan terakhir ini dia merasakan keganjalan pada Jongin . Bukan dia negative thingking hanya saja sempat dia memberitahu Jieun kalau dia bertemu dengan Yooyoung mantan kekasihnya dulu .

Jongin mengatakan kalau mereka tanpa sengaja saling bertemu di sebuah kafe , Tapi Jongin meyakinkan kalau dia memang sudah tidak memiliki perasaan apapun pada Yooyoung ..

Namun Jieun merasakan perubahan pada Jongin , Dia selalu menerima telpon dengan tiba – tiba dan itu selalu dia angkat di lain tempat . Bukan di tempat dimana dia tengah bersama Jieun , Hal ini cukup Jieun maklumi .

Walau Jieun memakluminya , Tidak dapat di pungkiri ketika dia tahu kalau Jongin bertemu dengan mantan kekasihnya Yooyoung membuatnya sangat sakit .. Telebih lagi Jieun memang tahu kalau Yooyoung dan Jongin sering bertelponan satu sama lain ..

Entah kenapa egonya meluap , Jieun mengikuti Jongin yang tengah menerima telpon dari seseorang .

“ Ne Yooyoung “ Terdengar jelas di telinga Jieun kalau Jongin menyebut nama Yooyoung dalam panggilan tersebut.

“……..”

“ aku di taman bermain “ Jongin terlihat tersenyum riang menerima telpon tersebut

“………….”

“aniyo , kau tidak mengangguku”

“………..”

“emmm , nado bogoshipo “

Damn ~

Sesak rasanya sangat sesak mendengar hal ini , Jongin juga merindukan YooYoung hal yang tidak di duga oleh Jieun .. Jieun memejamkan matanya berusaha bersikap positif thingking dan meninggalkan Jongin yang masih asik menerima telpon tersebut .

“ Kau menunggu lama ?” Tanya Jongin yang sudah kembali di tempat duduknya , Jieun hanya tersenyum “ aniyo .. Telpon dari siapa ? Sepertinya kau sangat senang sekali “ Ujar Jieun seolah tidak mendengar hal tadi .

“ Yooyoung , Dia kan berada di jeju .. Katanya dia merindukanku “ Ujar Jongin , Jieun hanya tersenyum saja mendengar hal itu . Jongin memang seperti ini , Dia selalu berusaha berkata jujur walau menyakitkan bagi Jieun .

“ Jieun , kau tidak apa – apa kan ? “ Tanya Jongin yang melihat mimic wajah Jieun berubah tersenyum namun agak masam .

“ Ghwencana Jongin , Kau pasti merindukannya juga kan ?” Ujar Jieun menatap lekat bola mata Jongin , Jongin hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya  .

****

Jieun dan Jongin mereka tengah menonton sebuah film , Film romantic and comedy sangat pas bagi mereka . Karena mereka lebih suka ada unsur kekonyolan dalam sebuah film ..

Jieun memperhatikan sekitarnya yang memang banyak remaja seumurannya tengah berkencan, Tidak jarang Jieun memperhatikan para remaja itu yang tengah berpelukan ..

Memang kalau mereka berdua menonton film , Tidak ada kemesraan di antara mereka .. Hanya saja  Jongin tetap mengenggam erat tangan Jieun , Lain halnya sekarang Jieun menatap Jongin yang tidak memperhatikan film .

Terlihat Jongin asik dengan ponselnya seperti orang tengah membalas pesan , Terlebih lagi raut wajah Jongin sangat  ceria menerima pesan tersebut , Bukan hanya itu Jongin senyum – senyum sendiri seperti orang bodoh ..

Kali ini tidak ada genggaman erat tangan Jongin pada Jieun , Melihat hal ini Jieun hanya menghelakan nafasnya saja .. Sudah beberapa waktu ini Jongin memang tidak focus kalau di ajak menonton film ..

“ Jieun . aku ke toilet sebentar “ Ujar Jongin yang meninggalkan Jieun sendiri , Jieun mengangguk pelan “ Ne”

Tapi Jieun sadar Jongin meninggalkan ponselnya tepat di dekat tas miliknya , Setengah ragu Jieun ingin meraih ponsel Jongin . Sayangnya egonya terlalu kuat untuk meraih ponsel JOngin.

Di perhatikannya lekat – lekat pesan yang tertera di layar ponsel Jongin .

Yooyoung

Oppa , Aku lusa pulang dari jeju

Bisa kau menjemputku di bandara nanti

Jongin

Akan ku usahakan

Tapi kau tidak lupa membawakan oleh-oleh untukku kan .. kekeke~

Yooyoung

Tentu saja aku tidak pernah lupa itu

Bogoshipo oppa

Jongin

Nado ..

Sampai bertemu lusa

Damn ~

Seperti petir yang menyambar , Hal ini sangat menusuk hati Jieun .. Ingin rasanya dia menangis saat itu juga , Bagaimana bisa Jongin bersikap manis seperti itu pada mantan kekasihnya . Jujur Jieun tidak suka hal ini , Tapi di lain sisi dia harus tetap mempercayai Jongin .

Di sadari Jongin yang  ingin duduk kembali ke tempatnya , Dengan cepat Jieun menaruh kembali ponsel Jongin pada tempatnya ..

“ Menunggu lama ?” Ujar Jongin , Jieun hanya mengelengkan kepalanya saja “ aniyo” Senyuman Jieun benar – benar masam dari biasanya , Namun sepertinya Jongin tidak menyadari hal tersebut …

1 jam kemudian

“ Huwaaa filmnya sangat seru Jongin “ Seru Jieun ketika mereka sudah keluar bioskop .

“ Biasa saja menurutku “ Ujar Jongin yang memang sedari tadi sibuk dengan ponselnya .

Jieun menatap Jongin tajam “ Kau bilang biasa saja . Karena dari tadi kau memang tidak menonton film itu . Kau asik membalas pesan Yooyoung yang ingin kembali ke seoul “

Jongin membulatkan matanya dan menatap tajam Jieun “ Kau membaca pesanku dengan Yooyoung ?” Terlihat raut wajah Jongin yang kesal .

Jieun hanya dapat menghelakan nafas saja “ Ne, aku membaca pesanmu dengan Yooyoung”

Terlihat wajah Jongin sangat marah , rahangnya mengeras seketika mendapati ucapan Jieun .. Dia menatap tajam Jieun “ Kenapa kau bersikap seperti Jieun ? Apa kau tidak percaya padaku ? Aku kan sudah bilang .. Yooyoung hanya mantan kekasih , Walau seperti itu aku dan Yooyoung saling berteman “

“Bukannya dia mencampakanmu “ Ujar Jieun seolah mengungkit masalalu Jongin .

Jongin semakin terlihat kesal “ Tapi kami berteman. Wae? Apa kau cemburu ? “

Jieun pun membalas tatapan Jongin “ Geure , aku memang cemburu .. itu wajar Jongin “

Jongin tersenyum kecut “ Sudah ku bilang jangan cemburu dengannya .. aku dan Yooyoung hanya teman , Terlebih lagi dia sudah ku anggap seperti adikku sendiri, Lagi pula dia sudah mempunyai namjachingu temanku sendiri Sehun  .. Kau tidak percaya padaku Jieun ? “

Jieun terdiam seketika mendengar hal itu “ aniyo jongin , aku percaya padamu” Jongin mengelengkan kepalanya “ Bohong ! aku tahu kau tidak mempercayaiku dari awal kan Lee Jieun? Kau ini benar – benar tidak pengertian sekali “

Jieun semakin tidak bisa berkata  apa – apa , Sangat terlihat jelas raut wajah Jongin yang marah ! “ Mianhae , sungguh aku percaya padamu Jongin”

“Kalau kau percaya padaku , tidak seharusnya kau bersikap seperti itu . sangat berlebihan sekali kau ini Jieun “

Jieun hanya dapat menundukkan kepalanya merasa bersalah , Padahal seharusnya dia yang marah .. Namun keadaan menjadi terbalik , Jongin seolah berbeda dari kepribadiannya apabila membahas tentang hal ini .

“ Mianhae .. Mianhae Jongin “ Terlihat Jongin menyadari rasa bersalah Jieun “ Sudah lebih baik kita pulang .. kajja “ Saat itu seolah tidak terjadi apa – apa Jongin menarik tangan Jieun ,Keluar dari gedung bioskop ini.

****

Why is she calling you when she coldly left you?

It’s frustrating to see you pick up the call too

As I see you go through this, I still stick by you

For that, I’m the bigger fool

I’m the bigger fool for waiting for you

“aku sedang bersama yeojachingu” Ujar Jongin yang tengah menerima telpon dari seseorang , Jieun hanya menatap Jongin seolah bertanya siapa  , Jongin terlihat mengerakan bibirnya memberi tanda ‘Yooyoung’ , Jieun hanya menganggukkan kepala saja .

Ternyata Yooyoung lagi (?) yang menelpon Jongin .. Memang walau Jongin mengatakan Jieun yeojachingunya dan Yooyoung itu sudah di anggap seperti adiknya sendiri .. Namun tetap saja rasa sesak menyelimuti dirinya .

Kali ini memang meraka baru pulang sekolah , Namun menyempatkan diri untuk makan di sebuah kafe yang memang tidak terlalu jauh dari sekolahnya .

“……”

“ Tidak kau tidak menganggu “ Terdengar jelas oleh Jieun ucapan yang terlontar dari bibir Jongin .

“………” Jieun tidak tahu apa yang di bicarakan Yooyoung saat itu .

“ Omo , aku hampir lupa kau kembali hari ini Yooyoung “

“………..”

“Kalau yeojachingku mengijinkan menjemputmu akan ku jemput “ Jieun mengerutkan alisnya mendengar pembicaraan Jongin .

“………….”

“ Baiklah aku  bicara dulu  padanya, nanti ku kabari  “ Jongin mengakhiri telponnya dan  menatap Jieun yang terlihat bingung “ Aku waktu itu sudah janji pada Yooyoung ingin menjemputnya di bandara , Kebetulan Sehun kekasihnya tidak bisa menjemputnya .. Aku tidak tega apabila dia pulang sendirian dari bandara “

Penjelasan Jongin membuat Jieun mengerti dari arti semua itu “ Kau ingin menjemputnya ?” Jongin menganggukkan kepalanya dan memasang puppy eye “ Kalau kau mengijinkan “

Jieun hanya tersenyum “ Pergilah dan jemput dia “ Sontak saat itu raut wajah riang Jongin sangat kentara “ Jinja ? Kau mengijinkanku ?”

“ ehhmm” Jieun menganggukan kepalanya sambil tersenyum cirri khasnya “ Gomawo Jieun .. Aku tidak akan lama , nanti aku akan kembali lagi kesini dan kau harus menunggu . oke “

“ Kau tenang saja aku akan menunggumu di café ini “ Jongin tersenyum puas dengan jawaban Jieun dan berlalu meninggalkan Jieun sendirian di kafe .

1 jam kemudian

Dua gelas jus orange yang di pesan Jieun habis , Tapi Jieun tahu perjalanan menuju bandara memang cukup jauh , Mungkin Jongin baru sampai mengantar Yooyoung .

2 jam kemudian

3 jam kemudian

4 jam kemudian

Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore namun Jongin tak kunjung kembali , Jieun sengaja tidak mengirim pesan pada Jongin. Dia tidak ingin kalau dirinya di sebut tidak percaya pada Jongin , Maka dari itu yang bisa di lakukan Jieun hanya menunggu Jongin di café ini sampai sosok itu datang .

Sudah beberapa gelas minuman yang di habiskan Jieun hanya untuk menunggu seorang Jongin . Dia pun memesan beberapa pudding dan itu sudah habis .

Jieun pun menerawang ke luar jendela kafe ini , Dia berfikir betapa bodoh dirinya .. Entahlah dia merasa hal seperti itu . Dia membiarkan Jongin bertelponan dengan Yooyoung , Itu terjadi di depannya dan Jieun tetap menunggu sampai Jongin mengakhiri bertelponannya dengan Yooyoung.

Hal itu sudah biasa terjadi padanya , Kalau Jieun protes dapat di pastikan Jongin akan mengatakan kalau Jieun tidak mempercayainya .

Sampai saat ini dia merasa orang paling bodoh yang pernah ada di dunia ini .. Jongin menjemput mantan kekasihnya Yooyoung di bandara dan sudah 4 jam berlalu Jieun tetap menunggu kedatangan Jongin kembali .

Sungguh dia merasa orang paling  bodoh ! Membiarkan Jongin terus bersikap seperti itu padanya . PErhatian yang pernah Jongin beri padanya , Seakan memudar begitu saja . Dia benar – benar merasa Jongin sudah berubah .

Drrttt drrrtttt

Terlihat di layar ponsel jieun satu pesan dan tanpa ragu dia membukanya .

Jongin Baby

Jieun mianhae ..

Aku tidak bisa menjemputmu , orangtua Yooyoung menahanku untuk tidak pulang dulu.

Kami memang sudah lama tidak bertemu , mohon kau mengerti Jieun ..

Kau bisa pulang sendiri kan ?

Mianhae ~

Tik

Satu tetes airmatanya jatuh begitu saja , Air mata yang sedari tadi Jieun tahan jatuh begitu saja setelah membaca pesan singkat ini . Bagaimana bisa Jongin bersikap seperti ini setelah dia menunggu Jongin cukup lama di café ini , Tiba – tiba Jongin memberi pesan singkat seperti itu.

“ Kau tidak tega melihatnya pulang sendirian , Tapi kau tega membiarkanku pulang sendirian dan menunggumu seperti orang bodoh disini” Gumam Jieun lirih menatap kaca – kaca gelas yang berada di hadapannya . Tatapannya benar – benar putus asa dan hampa , Kekecewaan mendalam memang di rasakannya .

Namun dia tidak bisa berbuat apa – apa , Saat itu juga Jieun meninggalkan café ini dengan langkah gontai ..

****

How much did you like her to be like this?

How much did you love her to be like this?

What was so great about her?

Why are you like this?

How can you make me be in pain?

Semburat matahari membangunkan Jieun dari tidurnya “ errrrr”erangnya ketika sudah terbangun dari mimpi panjangnya , Seketika dia meraih ponselnya .

Pukul sudah menunjukkan 08:00 pagi , Bukan waktu yang sebenarnya ingin dia lihat . Melainkan ucapan selamat pagi yang biasa di berikan oleh Jongin , Tapi tidak ada satu pesan di ponselnya .

Hal ini sudah kesekian kalinya Jieun rasakan , Jongin sudah jarang memberikan ucapan selamat pagi padanya . Padahal Jieun tidak pernah melupakan hal tersebut .. Jieun langsung mengetik beberapa kata untuk di kirim pada Jongin.

Pagi yang cerah Jongin-ah .

Kau sudah bangunkan chagiya …

Saranghae ^^

 

Pesan singkat itu , Jieun sangat berharap di balas . Namun seperti biasa Jongin sudah jarang membalas pesan Jieun ..

“ Sudahlah mungkin masih tidur . Biar nanti aku ke rumahnya dan membangunkannya, Ini kan hari minggu pasti dia belum bangun ” Gumam Jieun yang selalu berpostif thingking .

####

“ annyeong ahjjuma , ahjjusi “ sapa Jieun ketika berada di rumah Jongin

“ eoh ? Jieun ,Kau rupanya “ Sapa kedua orangtua JOngin menyambut hangat Jieun .

“ Boleh aku ke atas membangunkan Jongin “ Ujar Jieun , Namun keduaorangtua Jongin mengerutkan alisnya dan berpandang – pandangan ..

“ Loh , Jongin kan sudah bangun dari tadi pagi .. Katanya dia ingin jogging dengan Yooyoung , Memang JOngin tidak memberitahumu Jieun ?”

DEG ~

Detak jantung Jieun berhenti seketika mendengar hal itu , Perasaan kesal bekecamuk dalam dirinya .

“ Jongin jonging dengan Yooyoung ?” Jieun masih setengah tidak percaya dengan ucapan orangtua Jongin

“ Ne, Kami fikir dia jonging dengan mu juga .. Ternyata tidak , Omo bagaimana bisa dia tidak mengajak kekasihnya sendiri “ Ujar Tn.Kim

Jieun hanya diam saja sedari tadi mencerna semua ini , Jongin tidak membalas pesannya . Jongin jogging bersama Yooyoung tanpa memberitahu dirinya ..

Melihat Jieun yang terdiam membeku membuat Tn.Kim dan Ny.Kim bertatapan “ Jieun Ghwencana ?”

Sadar dengan ucapan itu cepat – cepat Jieun menjawab “ Ahh Ghwencana .. Ahjjusi , ahjjuma kalau begitu aku permisi dulu ne “ Tn.Kim dan Ny.Kim hanya menganggukan kepalanya , Mereka sepertinya mengerti perasaan JIeun .

Sedang Jieun lagi – lagi mencoba berpositif thingking , Mungkin saja baterai ponsel Jongin low maka dari itu dia tidak membalas .. Tapi kalau di fikir lagi pesannya terkirim , Bagaimana bisa ponselnya low . Hanya saja kenapa dia tidak membalas pesan singkat Jieun ?

Walau Jieun tahu Yooyoung mempunyai namjachingu , Namun tetap saja Yooyoung adalah mantan kekasih Jongin dan pernah ada di hati Jongin .

“ Apa kau masih menyimpan perasaan padanya” Gumam Jieun pelan .

****

Jieun dan Jongin tengah menikmati semilir angin malam di balkon kamar Jieun , Hal ini sudah jarang mereka lakukan . Akhir – akhir ini Jongin memang terkesan sibuk dengan urusannya sendiri .

Jieun bertanya kenapa JOngin tidak memberitahu kalau dirinya berjonging dengan Yooyoung dan tidak membalas pesan dari Jieun .. Jongin beralasan kalau ponselnya tidak di bawa dan Jieun hanya berusaha mempercayai Jongin ..

“ Jieun lucu sekali deh , Saat jonging Yooyoung menghabiskan 4 gelas air mineral “

Sedari tadi Jieun terus mendengar Jongin yang bercerita tentang Yooyoung , Dimana mereka berjoging bersama dan Yooyoung menghabiskan 4 air mineral .. Jongin mengucapkan kalimat itu pun dengan takjubnya dan tertawa geli .

“ Jinja ? menghabiskan 4 gelas ?” Jieun berkata dengan datarnya

“ Ne, aku takjub dengan selera minumnya yang sekuat itu “ Jieun hanya tersenyum ‘aku yang menghabiskan 7 air mineral dan 4 buah jus karena menunggumu , kau tidak takjub sama sekali. Bahkan tidak tahu’batin JIeun

“ Kau tahu tidak saat bermain basket dengannya , Dia memasukan beberapa bola di ring “ Jongin bercerita dengan serunya .

“ apa dia begitu hebat ?” Tanya Jieun menatap tajam Jongin , Sepertinya Jongin tidak mengerti” Eoh ?”

“ apa dia begitu hebat bermain basket ?” JOngin mengangguk mantap “ Ne , Padahal kan aku lebih tinggi darinya , Tapi tetap saja dia bisa memasukan bola pada ring “

Jongin terus bercerita tentang Yooyoung , Hal ini sungguh membuat Jieun jengah dan merasa sakit ..

Jongin kenapa kau menjadi seperti ini ? Kau bercerita tentangnya padaku , sama saja kau membunuhku pelan – pelan karena aku menahan rasa sakitnya di dada ini .  Tidak sedikit saja kau mengerti perasaanku yang mendengar ceritamu ini .. Apa yang begitu hebat tentang dia , Sampai – sampai ka uterus memuji dirinya.

Sedikit saja kau tidak pernah memujiku , Untuk berucap cinta itu tidak pernah di terdengar olehku .. Sekarang aku hanya seorang wanita bodoh yang membiarkan kekasihnya bercerita tentang wanita lain yang penah singgah di hatinya ..  Batin Jieun

Jongin memang sering bercerita tentang Yooyoung pada Jieun , Jongin pun memang jujur pada Jieun kalau dia bertemu dengan Yooyoung beberapa kali  .. Namun tetap saja Jieun hanya wanita biasa , Tidak dapat di pungkiri dirinya sangat terpukul .

Namun mau bagaimana lagi , Jongin selalu mengatakan untuk tetap percaya padanya .. Di sisi lain Jieun terus bergumam dan seolah menyadari kalau Jongin benar – benar masih memiliki rasa pada Yooyoung .

“ Kau masih mencintai Yooyoung “ Ujar Jieun tiba – tiba membuat Jongin menatap tajam Jieun “ Jieun kau ini berbicara apa sih .. Kau tidak ingin memulai pertengkaran denganku hanya karena pertanyaan konyol ini kan ?”

Jieun hanya terdiam mendengar ucapan itu , Sungguh sebenarnya Jieun tidak tahan dengan keadaan ini .. Jika iya Jongin masih mencintai Yooyoung , Saat ini juga Jieun berusaha mengalah .

Di rasakan tangan Jieun di raih oleh Jongin “ Sudah ku bilang jangan berfikir yang macam – macam .. Yooyoung hanya masalaluku , Aku tidak mempunyai perasaan apa – apa lagi pada Yooyoung .. Percaya padaku Jieun “

Mendengar hal itu Jieun berusaha mengerti dan tersenyum saja “ arayo aku percaya padamu “ Jongin tersenyum puas dan kembali bercerita tentang Yooyoung .

Sungguh membuat Jieun jengah ,Di balik itu entah kenapa feelingnya sangat kuat kalau Jongin masih mencintai Yooyoung ..

****

You said you forgot her, that you erased all of her

That it’s all in the past so you don’t even remember

But in reality, are you still embracing her in your heart

And still not being able to let her go?

I’ve never met her but I really don’t like her

“ Jieun , Kau sudah putus dengan Jongin ?” Jieun membulatkan kedua matanya mendengar ucapan salah satu temannya “ Mwo ? Kami tidak putus “Jelas Jieun

“ Tapi minggu kemarin aku melihat Jongin dengan seorang yeoja di taman bermain “

DEG !

Detak jantung Jieun semakin berhenti seketika mendengar hal itu ..

“ Bersama yeoja lain ?” Jieun seolah tidak mengerti namun dia mengerti betul .

“ Ne, Minggu kemarin .. aku tidak sengaja melihatnya dengan yeoja lain , aku fikir dia bersamamu .. tapi ternyata bukan , jadi aku fikir kau sudah putus dengannya dan memiliki kekasih baru”

Jieun tersenyum getir mendengar hal itu , Minggu kemarin Jongin mengatakan kalau dia bermain bersama sehun dan Yooyoung .

“Ahh apa mereka bersama satu namja lagi ?” Terlihat teman Jieun mengerutkan alisnya “ aniyo , aku hanya melihat Jongin dan yeoja itu .. Jongin terlihat sangat bahagia “

Jongin , Jieun baru sadar kalau saat itu Jongin berbohong .. Tapi kenapa Jongin berbohong padanya ? Padahal Jieun sudah berusaha memberi kepercayaan padanya ..

Walau dia hanya mendengar dari seorang teman , Memang seharusnya dia percaya Jongin .. Tapi entah kenapa dia merasa hal itu betul . Karena memang hatinya sudah tidak sanggup dengan keadaan ini ..

Hubungan Jieun dan Jongin sudah sangat hambar .. Bahkan Jieun merasa tidak di anggap , Seolah fosil yang mengerak siap di pecahkan.

“ Jieun Ghwencana ?” Ujar temannya yang sadar Jieun terdiam saja , Jieun hanya tersenyum miris “ Ghwencana”

****

Malam ini langit terlihat hening , karena hanya ada beberapa bintang saja .. Langit malam seolah merasakan kehampaan yang di rasakan Jieun saat ini ..

Jongin yang memang berada di sampingnya dan bercerita tentang Yooyoung ! UCapan itu bagaikan angin yang berhembus begitu saja , Jieun masih memikirkan ucapan temannya akan Jongin ..

Jongin yang sadar kalau ada yang berbeda dari diri Jieun , Karena tidak biasanya Jieun melamun saat Jongin berbicara dengannya .. Sesakit apapun Jieun pasti mendengar cerita Jongin ..

“ Wae? Jieun apa kau ada masalah ?” Tanya Jongin membuat Jieun tersadar dan mengelengkan kepalanya “ aniyo”

“ Jinja ? Kalau kau ingin bercerita – cerita saja padaku” Ujar Jongin sedikit menawarkan .

“ aniyo , Hanya saja .. Minggu lalu kau benar pergi bersama Sehun dan Yooyoung  ?” Jongin mengerutkan alisnya mendengar ucapan Jieun “ Ne, tentu saja , Wae? Kau tidak percaya padaku?”

Jieun tersenyum tipis “ Sehun benar – benar besama kalian ?” Jongin lagi – lagi mengerutkan alisnya dan berdengus “ Jangan memulai pertengkaran dengan pertanyaan yang tidak – tidak Lee Jieun “

“ Kau berbohong Jongin .. ada yang melihatmu bersama seorang yeoja , Kalian hanya berdua tanpa ada satu pria lain “ Jongin membulatkan kedua matanya , Namun dengan cepat dia menukas “ Jadi kau lebih percaya dengan ucapan orang lain , di banding dengan ucapanku ?”

“ aku ingin percaya padamu Jongin , Tapi hatiku berkata lain .. Ini terlalu lelah bagiku , Sebaiknya kau jujur saja dengan semua ini “

Jongin terlihat menghelakan nafas kesalnya “ Baiklah aku jujur .. Yooyoung mengajakku ke taman bermain ,  Kami hanya melepas kepenatan saja .. Wae? “

“ Walau aku tidak pernah bertemu dengan Yooyoung , Jujur aku tidak menyukainya .. aku benar – benar tidak menyukai dia “ Tutur Jieun dengan kejujurannya selama ini .

Jongin membulatkan matanya “ Wae? Jangan bilang kau cemburu , Sudah ku bilang Jieun , Kami hanya berteman dan kau jangan cemburu “

Jieun menatap sendu Jongin “ Hanya wanita bodoh yang tidak cemburu , apabila namjachingunya bersama wanita lain .. Apa aku tidak punya hak untuk cemburu Kim Jongin ? “

Jongin cukup kaget dengan ucapan formal Jieun , Baru kali ini Jongin meliha tatapan sendu penuh serius dari Jieun .

“ Sungguh aku sudah sangat lelah dengan keadaan ini Jongin “ Jongin mengerutkan alisnya mendengar ucapan Jieun “ Selama ini aku bersabar dengan perubahanmu , Kau berubah ketika Yooyoung hadir kembali dalam kehidupanmu .. Bukan kah kau bilang dia hanya masa lalumu ? Kau bilang juga kau sudah melupakannya .. Tapi kenyataannya tidak Jongin , Kau masih memiliki rasa pada Yooyoung “

“ Jangan sok tahu Jieun , aku masih memiliki rasa pada Yooyoung?  Micheo “ Ujar Jongin

jieun tersenyum kecut “memangnya kau fikir aku bodoh Jongin , Melihatmu terus tersenyum ketika Yooyoung menelponmu dan memberi pesan singkat ,kepeduliaanmu terhadapnya dimana kau lebih membiarkan aku pulang sendirian karena orangtuanya menahanmu , ketika kau terus menceritakannya di depanku . Kau fikir aku tidak menyadari hal itu Jongin?”

Jongin diam seribu bahasa , Dia membiarkan Jieun berbicara lebih lanjut .

“Kau tidak pernah memikirkan dan merasakan berada di posisiku Jongin. Dimana orang yang kita cinta menceritakan wanita lain yang  pernah di cintainya , memuji wanita itu penuh riang . padahal dia tidak pernah memuji kekasihnya itu sama sekali , Untuk mengucapkan kalimat cinta pun tidak pernah . Selalu berusaha memberi kepercayaan pada orang itu , Namun tetap di kecewakan “

Jongin hanya dapat menatap Jieun yang benar – benar berbicara sangat serius .

“ Tapi hal inimembuatku sadar Jongin , Umurku memang lebih tua darimu .. Aku hanya seorang nuna bagimu , Aku merasa kau menceritakan tentang Yooyoung padaku karena kau hanya menganggapku seorang nuna .. Walau kau tidak pernah memanggilku nuna , Tapi aku merasa seperti itu .. Dari awal kita berhubungan pun kau tidak pernah mengucapkan kata cinta , yang terngiang di otakku hanya kata menyukai ..  Untuk memanggil chagi saja aku tidak pernah mendengar itu keluar dari mulutmu “

Jongin terlihat kaget dengan ucapan Jieun dan dia mengelengkan kepalanya “ Jieun, aku sama sekali tidak menganggapmu nuna .. Aku menganggap kau sebagai yeojaku “

“ Yeojamu ? Aku hanya wanita yang tidak kau anggap sama sekali Jongin .. Mungkin selama ini kau hanya melampiaskan rasa penatmu karena tidak mempunyai kekasih setelah berpisah dari Yooyoung .. Awal aku percaya kau menyukaiku , Namun setelah Yooyoung kembali . Aku tahu kau masih memendam perasaan yang dulu padanya , Kau masih mencintainya , Kau masih mengharapkannya kembali padamu “

Jongin terdiam sejenak mencerna ucapan Jieun , Memang ada benarnya ucapan Jieun .. Tidak dapat di pungkiri kalau perasaan itu kembali lagi .

“ Cinta yang dulu terkubur , Dapat bersemi kembali Jongin .. Orang yang kau butuhkan Yooyoung , Bukan aku Jongin .. aku hanya seorang nuna bagimu “ Saat itu air mata JIeun mengalir begitu saja , Namun  dengan cepat Jongin menyeka air mata Jieun “ Uljima”

“Aku lelah Jongin , Kau sudah sangat berubah ! Lagi pula kau selama ini hanya menganggapku seorang nuna yang selalu mendengarkan ceritamu tentang Yooyoung . Orang yang kau cinta bukan aku , Melainkan Yooyoung .. Jika kau ingin kembali pada Yooyoung kembalilah , Aku akan membiarkanmu bersamanya “

Jongin membulatkan matanya tidak percaya “ Kau ini berbicara apa Jieun ?” Di pengang olehnya pundak Jieun .

Jieun tersenyum masam dan melepaskan pegangan tangan Jongin di pundaknya “Kembalilah pada Yooyoung dan aku akan mundur “ Mendengar hal itu entah kenapa dada Jongin terasa sesak “ Maksudmu apa berbicara seperti itu ?”

“Kita akhiri hubungan kita dan kau dapat kembali dengan Yooyoung , Menjalin hubungan mu dengan Yooyoung seperti dulu “ Air mata Jieun semakin mengalir deras namun dia tetap berusaha tegar.

Sedang Jongin diam membeku , Ucapan Jieun benar – benar menusuk hatinya . Diraih tangan Jieun “ Kau bercanda kan Jieun , Bagaimana bisa kau ingin mengakhiri hubungan kita yang sudah berjalan 8 bulan ini ?”

“ aku tidak akan melupakan hal itu Jongin “ Jongin menatap lekat Jieun “ Lalu hanya karena Yooyoung hubungan ini berakhir ? Kalau kau tidak menyukai Yooyoung dan menyuruhku untuk menjauhinya .. aku akan melakukan itu “

Jieun mengelengkan kepalanya “ Aniyo .. Kau tidak akan bisa menjauhi Yooyoung “

“ Kata siapa aku tidak bisa ? Kalau kau menyuruhku untuk melupakannya ,aku akan mencoba”

“Terlambat .. Hatimu masih mengharapkan seorang Yooyoung “

Jongin tidak tahu harus berkata apa , Namun benaknya tidak ingin berpisah dari Jieun , Di sisi lain pun memang pada kenyataan dia mengharapkan seorang Yooyoung .

“ Kenapa dulu kau tidak mencegahku untuk bertemu dengan Yooyoung ?” Ujar Jongin yang memang tersadar akan hal itu .

“Karena aku mempercayaimu “ Jongin langsungtertunduk mendengar hal itu seolah menyadari kesalahannya “ kau mempercayaiku , Tapi aku mengabaikan kepercayaanmu”

Jieun mengangguk membenarkan  “ Kita akhir hubungan ini Jongin , Dengan berakhirnya hubungan ini .. Kau bisa bersama Yooyoung lagi”

Jongin mengelengkan kepalanya “ aniyo Jieun, aku menyayangimu”

“ Kau menyayangiku hanya sebagai nuna , Bukan seorang yeoja “ Ujar Jieun membuat Jongin terdiam dan mengelengkan kepalanya “ aniyo Jieun , tidak seperti itu”

“ aku harap kau bisa membahagiakan Yooyoung , Jangan pernah kau mencampakannya .. Sebagaimana kau mencampakanku , Kita akhiri hubungan ini “ Saat itu juga Jieun berlalu meninggalkan Jongin yang diam membeku .

Jieun yang memang sudah memasuki kamarnya dan menutup pintu balkon .. Saat itu dia melorotkan tubuhnya yang berada di balik pintu , Sebenarnya dia tidak ikhlas untuk berbicara seperti itu .. Tapi perasaannya sudah terlalu sakit menerima kenyataan pahit ini , Dia menangis tersedu – sedu sambil memeluk lututnya “ Ini pilihan terbaik Jongin”

Sedang Jongin yang masih diam membeku  di balkon kamar Jieun , Tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja .. Seolah tersadar dengan perlakuannya selama ini pada Jieun , Membuat sebuah penyesalan yang terlambat itu berada di benaknya ..

Telalu bodoh baginya sudah menyia – nyiakan Jieun yang tulus mempercayainya .. Namun semua ini sudah berakhir , Dalam hati Jongin pun tidak rela hal ini terjadi “ Mianhae ,Jieun-ah “

****

Fin~

 

Hadohh bikin FF super gaje ini aku ..

Sad end pula ,, gimana makin gaje kan ini FF ??

Ancur bangat ya ??

Aku bingung di ending gimana , Jadi aku buat kaya gini aja dah … mian kalo kecewa dengan FF buatanku ini .. sebenarnya mau mendeskripsikan saja makna dalam lagu IU- I don’t Like Her emang lagi suka sama ini lagu , Tapi jadinya kaya gini dah .. hahaha

Hanya menyalurkan yang ada di otak aja , terus buat juga rada ngebut ini ..

Tetep ya yang udah buka , membaca terusss komen …

But no bash my cast IU n Kai .. oke ^^

20 thoughts on “I Don’t Like Her

  1. annyeong eonni . Bgus bgt . Entahlah apa yg kurasa . Ku trbwa suasanya tanpa terasa air mata ku mengalir . . . . .bgus bgtbgtbgt . . . . .mianhae ff sblum nya aku ga koment karna da bbrapa alasan . . .kuharap eonni memakluminya . . .ckckckck kpan lanjtan nya dtng lg . . . Aku mengharapkan nya .

  2. annyeong cingu.. Aku udh baca FF ini di FFindo , udh coment juga kok. Cingu mau tanya,”FF ‘marry U part 2’ kapan di post?” udh penasaran bgt nih🙂

  3. Hhuuuwwaaaaaa lagi2 berhasil udah buat air mata aku netes baca ff ini T_T

    Jahat bgt si Kai,Ya Tuhan itu IU udah sabar bgt padahal,tapi kenapa si Kai gak peka2 juga yaaa..hiks mau nangis lagi rasanyaaa hhhuuuwwwwwwwaaaaaaa

    Gak tau deh harus ngomong apa lagi,aku mau lanjutin nangis dulu *lho????

    FF’a keren dah,feel nya dapet bgt hehe

    Di tunggu lanjutan FF yg lainnyaaaaaa🙂

  4. sumpah eon ini sedih bgt,,
    kasian si jieun’a,si jongin jahat bgt padahal si jieun lebih baik dari si yooyoung,,
    lanjut eon😀

  5. Bagus bgt eon ceritanya, tp sedih juga
    Haduhhhhh,,,,,, jongin oppa kenapa jahat bgt yahhcc, nanti nyesel low gk milih jieun
    hehehehehe

    Oh iya eon, aku udah kangen banget nihc cma FF My Dream, My Prince
    Lanjutannya cepetan dong…. penasaran bngt!!!! hehehehe
    D tunggu yaaaaaa

  6. FFnya kern banget. sukses buat nangis..
    X(😥 hdeh nih sampai nangisnya peln2 krna ada orng tua takutnya ditanyain kenapa..
    wkaka thor tolong lanjutin FF Exo Planet part2 dong.. aku penasaran bnget nih… Fighting! Hwaiting! Zia Yo! Semangat! *no tiru /?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s