Try again, Smile again



Author :: Kim RaeMi

Tittle :: Try again , Smile again

Ganre ::AU , Angst, Family , Romance ,

Rating : Teenager

Cast ::

Park Jiyeon  ( T-ara )

KEY ( SHINee )

Kim Yumin ( Clinah )

A/N :: Kenapa saya ga kasih length ?? Karena awal ini saya cuma mau buat prolog , tapi pas ngetik kenapa jadi over dosis ..  Jadi saya bingung mau nulis lengthnya itu prolog atau oneshoot .. 

tapi asli ini ff gaje bangat .. haha 

udah gitu saya juga bingung nyari judul ini , bagi yang udah baca kalo ada judul yang pas tolong kasih masukan ya . hehe 

Seorang yeoja berperawakan mungil , Dia tengah berdiri tepat di depan dua buah gundukan tanah , Di tangannya terdapat  dua buket bunga mawar putih ..Di pandanginya gundukan tanah yang ada di hadapannya  , Gundukan tanah yang hanya berisikan manusia – manusia tidak bernyawa  ..

Segores senyuman di  lontarkannya pada sebuah bingkai foto yang terdapat pada gundukan tanah tersebut ..  Senyuman yang mungkin sulit di artikan , Namun hanya dirinya saja yang mengerti arti senyuman tersebut ..

Di taruhnya dua buket mawar putih tersebut tepat di dua gundukan tanah tersebut “ Eomma , Appa bogoshipoyo “ ujar yeoja tersebut sambil mengembangkan sebuah senyuman .

“ Appa , Tidak terasa sudah 10 bulan  lebih kau meninggalkanku .. Keunde , Tahu kah kau keadaan rumah menjadi sangat berbeda dan yeoja itu sekarang lah yang menguasai semuanya “

“ Dalam sekejap saja dia mengubah segalanya , Peraturan – peraturan tidak penting dia terakan di dalam rumah .. Kau tahu kenapa aku tidak pernah menyukai yeoja itu dari dulu ? Karena aku sudah yakin semunya akan berakhir seperti ini “

“ Sudah ku katakan dari dulu JANGAN MENIKAHI YEOJA ITU APPA “ TEriak yeoja tersebut sambil memandangi satu gundukan tanah yang terdapat sebuah foto namja paruh baya ..

_ Flash Back _

Seorang yeoja manis sekiranya berumur 14 tahun tengah menyaksikan sebuah janji suci yang tengah di lontarkan ayahnya pada seorang yeoja di hadapannya , Terlihat semua orang sangat mengebu – gebu dengan janji tersebut ..

Tapi tidak dengan yeoja manis ini , Setiap berjalannya acara ini sedari tadi air matanya tidak kunjung berhenti , Dia menangis dalam diam memandangi dua orang yang tengah di soraki ..

3 tahun yang lalu eomma dari yeoja tersebut meninggal karena kecelakaan , Selang beberapa tahun ini dia mendapat kabar kalau appanya mau menikahi yeoja bermarga Kim  .. Yeoja yang memang seorang janda dan memiliki dua anak ..

“ Dasar yeoja cengeng , Seharusnya kau bahagia melihat hal seperti ini .. Bukan menangis seperti ini “ Cibir seorang yeoja seumuran dengannya yang memang berada di sampingnya , Tapi sayangnya yeoja ini hanya menatap yeoja tersebut .

“ Ya, Park Jiyeon seharusnya kau bersyukur karena eommaku mau dengan appamu iya tidak key oppa “ Ujar yeoja itu lagi sambil menggamit tangan seorang namja yang 2 tahun lebih tua darinya , Namja yang di panggil key itu hanya menatap yeoja itu dan Jiyeon secara bergantian .

“ Yurim-ya perhatikan lah di hadapanmu “ Ujar namja itu sambil menunjuk kearah depan dan menatap datar Jiyeon yang juga tengah menatapnya ..

Ya lebih tepatnya namja dan yeoja ini mereka beradik kakak , Anak dari  yeoja yang di tikahi oleh appa Jiyeon saat ini .. Kim Kibum itu nama asli dari namja yang mempunyai mimic datar namun bermata kucing , Sedangkan yeoja cantik di sampingnya Kim Yumin adik dari namja tersebut ..

“ Key-ah , Yumin-ah .. Kemarilah kita berfoto bersama “ Ajak seorang yeoja yang bergaunkan pengantin sambil tersenyum manis “ Kau juga Jiyeon-ah .. Palli kemarilah “ Sontak Key dan Yumin menatap kearah Jiyeon ..

“ Palli anak – anak , Kita harus berfoto .. Karena sekarang kita sudah satu keluarga “ Ajak Appa Jiyeon , Jiyeon memandang kesal appanya mendengar kata – kata tersebut namun dia tutupi hal tersebut ..

Ketika berfoto bersama Jiyeon mengembangkan sebuah senyuman manis , Namun dapat di pastikan itu hanya kepalsuan dari dirinya ..

******

Sebulan kemudian

Keadaan rumah Jiyeon benar – benar berubah semenjak adanya yeoja yang memang di tikahi appanya sebulan yang lalu .. Kesibukan selalu terjadi di rumah ini , Bahkan pelayan – pelayan banyak yang berlalu lalang di kitaran rumah ..

Jiyeon yang baru saja keluar dari kamarnya , Tanpa sengaja melihat seorang pelayan tengah berjalan dengan terburu – buru “ Ahjjusi , Kenapa kau berjalan dengan terburu – buru seperti itu ?”

“Itu nona , Yumin nona menyuruh membawakan sepatu ke kamarnya “

“ YA PELAYAN , MANA SEPATUKU .. AKU SUDAH TERLAMBAT “TEriak Yumin yang terdengar jelas oleh Jiyeon , Karena memang kamar Jiyeon berdekatan dengannya ..

“ Nona Mianhae , Aku harus kedalam dulu “

Menyaksikan hal tersebut , Jiyeon hanya tersenyum kecut saja .. Hal ini sudah kesekian kalinya dia lihat , Bahkan Yumin sering sekali berteriak – teriak pada pelayan disini membuat kaget para pelayan , Sama seperti Ny. Kim pun sering memerintah yang tidak – tidak pada pelayan ..

Hal itulah yang menjadi kesibukan para pelayan di rumah saat ini , Tapi Jiyeon menanggapinya biasa saja seolah tidak memperdulikan ..

Tanpa sengaja terlihat Key tengah menatapnya tajam , Memperhatikan keadaan rumah ini terutama Jiyeon yang tersenyum kecut tadi .. Seperdetik kemudian Key mengalihkan pandangannya dan berjalan santai melewati Jiyeon tanpa mengeluarkan sepatah katapun .

Namja satu ini memang berbeda dari dua yeoja lainnya , Hanya dia yang menanggapi semua dengan santai bahkan sering kali dia bersikap dingin .. Jarang sekali Key berbicara pada Jiyeon bahkan nyaris tidak pernah berbicara ..

Terkadang hanya tatapan tajam yang sulit di artikan di berikannya pada Jiyeon , Tapi Jiyeon sama sekali tidak memperdulikannya .. Justru lebih baik seperti itu fikirknya ..

****

Beberapa bulan kemudian

Pagi yang cerah ini keluarga Park tengah menikmati makanannya , Jiyeon pun menikmati sarapan tersebut sambil sesekali berceloteh pada appanya ..

“ Appa , Bukankah kau tidak suka selai nanas .. Siapa yang menaruhnya di rotimu ?” Ujar Jiyeon yang menahan appanya untuk makan , Sontak yang berada di meja tersebut memandangi Jiyeon ..

“ ohh tadi aku yang menaruh selai nanas , Memang appa tidak menyukainya ? “ Ujar Yumin santai

“ Sudah beberapa bulan kau tinggal dengan kami , Tapi kau sama sekali tidak mengetahui hal yang di sukai dan tidak di sukai oleh appa “ Jiyeon memandang Yumin dengan dingin “ Ahh Jiyeon-ah kau jangan berbicara seperti itu ,Yumin mungkin tidak tahu .. Ghwencana appa sekali- kali saja memakan selai nanas  “

“ Appa , Memangnya kau mau alergimu kambuh lagi ? Hah “Jiyeon memandang kesal appanya , Semua semakin menatap Jiyeon bahkan yumin menutup mulutnya “ Appa kau mempunyai alergi nanas “

“ Omo Yeobo mianhae , Dari tadi aku sudah katakan pada Yumin agar tidak memberi kau selai nanas , Tapi dasar anak ceroboh dan pelupa ini “ Gerutu Ny.Kim sambil menatap Yumin “ Eomma , Kau kan tidak…” Mulut Yumin langsung di bungkan dengan tangan Ny.Kim

“ Jangan banyak bicara cepat minta maaf pada ayahmu “ Yumin hanya bisa pasrah saja dengan tatapan tajam Ny.Kim “ Appa Mianhae”

“ Aahh Ghwencanayo .. Jiyeon saja yang berlebihan dengan alergiku ini .. Kau tidak salah , Lagi pula kau hanya lupa ucapan eommamu saja “

“ Gomawo appa”

“ Ehhmm.. Cepat makanlah sarapanmu”

Melihat keadaan ini Jiyeon hanya diam saja , Tanpa mengeluarkan sepatah katapun .. Begitu juga dengan Key hanya memperhatikan sikap dari orang – orang di sekitarnya ..

****

1 tahun kemudian

“ Appa , Ini buah segar untukmu “ Ujar Jiyeon yang merecoki pekerjaan appanya , Ini lah kebiasaan Jiyeon yang suka sekali merecoki perkerjaan appanya , Tapi appanya tidak pernah mengkomplain apapun darinya .

“ Omo chagi , Appa sedang menandatangai  berkas – berkas ini dulu “ Jiyeon menahan lengan appanya yang sibuk dengan kertas di hadapannya “ Aniyo , Pokoknya kau harus makan buah segar ini dulu .. Kalau tidak aku akan marah pada appa “

Mendengar ucapan itu appanya langsung menghentikan pekerjaannya dan menatap Jiyeon “ Ahh baiklah , Aku akan menuruti keinginan anakku ini “ Di tariknya hidung Jiyeon dengan lembut namun sukses membuatnya meringis “ Aiissh appa aku sudah 15 tahun , aku sudah besar “

“ arayo , Tapi bagiku kau tetap Jiyeon kecilku “

Tersenyum ~

Jiyeon selalu mengembangkan senyuman terbaiknya pada appanya , Karena appanya memang sangat menyukai ketika Jiyeon tersenyum ..

“ Chagi , Bagaimana sekolahmu .. Lancar ?”

“ Emm, Tentu saja .. Peringkatku semakin naik “

“ Bagus , Ka uterus pertahankan ne .. Kau harus belajar bisnis agar bisa melanjutkan perusahaan appa “

“ Mwo ? Appa aku tidak suka dengan perusahaan appa ,, Aku mempunyai cita – cita sendiri menjadi desaigner “

“ Haha anak ini “

“ APPAAAA” TEriak Yumin dari arah pintu menghampiri Tn. Park “Omo Yumin ada apa ?”

“ Aniyo , Emmm”

Tn. Park dan Jiyeon saling bertatapan tidak mengerti dengan sikap Yumin “ Waeyo Yumin ? Katakan saja , Waeyo ??”

“ Itu yeobo , Masa dia mengatakan padaku ingin mempunyai mobil sendiri untuk ke sekolah “ Ujar Ny.Kim yang sudah ada di depan pintu “ Padahal aku sudah mengatakan padanya jangan meminta yang tidak – tidak padamu .. Memalukan sekali anak ini ternyata dia benar – benar ingin mengatakan padamu “

“Jinjayo kau ingin mobil ?”Yumin menganggukan kepalanya “ Hahaha , Kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi Yumin , Memangnya ada apa tiba – tiba kau meminta mobil sendiri ? Apa kah setiap berangkat bersama Jiyeon , Jiyeon bersikap yang tidak – tidak padamu “ LEdek Tn.Park pada Jiyeon

“ Appa “ Dengus Jiyeon kesal membuat Tn.Park tertawa “ Mana mungkin Jiyeon melakukan yang tidak – tidak pada Yumin , Jiyeon kan anak yang baik .. Ne chagi “ Ujar Ny.Kim sambil membelai lembut rambut Jiyeon dengan lembut namun membuatnya sangat risih .

“ Aniyo , Jiyeon selalu bersikap baik padaku .. Hanya saja yang lain meledekiku dengan mengatakan ‘masa selalu berangkat bersama Jiyeon , apa kau tidak memiliki mobil lagi’ “

“ Hahaha , Benarkah temanmu berkata seperti itu ? Ya sudah besok kau akan menemukan mobil mewahmu di bagasi , Tapi kau harus tetap dengan supir ne “

Mendengar hal tersebut Yumin langsung berlonjak senang “ Jinja .. Appa gomawo” Di pelukknay Tn.Park dengan erat

“ Omo yeobo kau menuruti keinginannya .. Kau memalukan sekali Yumin “ Ny.Kim ingin memukul Yumin namun dengan cepat Tn.Park menahannya “ Ghwencana , Yumin anakku juga” Ny.Kim hanya dapat tersenyum mendengar hal itu ..

“ Jiyeon-ah apa kau menginginkan sesuatu juga” Jiyeon menggelengkan kepalanya “ Aniyo , Aku tidak menginginkan apa – apa “ Tn.Park mengerti betul Jiyeon , Dia bukan tipikal anak yang meminta sesuatu dan harus di turuti ..

“ Key dimana ? apa dia tidak menginginkan sesuatu “ Ujar Tn.Park yang menyadari tidak ada sosok Key disini “ Yeobo , Kalau Key dia anak yang baik .. Dia tidak akan meminta sesuatu meski disuruh juga , Tapi kalau kau ingin memberikan hadiah untuknya berikan saja “

Anak mata Jiyeon menuju pada arah depan pintu , TErlihat Key yang memang sedari tadi mendengar pembicaraan orang – orang ini .. Dia pun menatap Jiyeon dan sesaat kemudian dia berlalu pergi meninggalkan ruangan itu ..

****

Dua tahun sudah berlalu , Jiyeon menjalani kehidupan seperti biasa .. Namun berbeda dengan tiga tahun silam yang biasanya dia hanya makan bersama appanya , Sekarang bertambah 3 anggota keluarga ..

Sampai saat ini Jiyeon memang masih sulit menerima yeoja yang sekarang sudah bernotebane ibunya , Namun baginya ibu tiri tetao saja berbeda , Walau yeoja itu sudah menunjukkan rasa kepeduliaanya pada Jiyeon , Tapi entah kenapa dia merasakan kedustaan pada sikap yeoja tersebut ..

Hal itulah yang membuat dia ragu untuk membalas sikap yang biasa dia berikan padanya , Lagi pula selama ini dia hanya merasakan perhatian tersebut ketika appanya berada di dekatnya saja , Selebihnya semua perhatian yeoja itu hanya di tumpahkan pada anak kandungnya .

“ Jiyeon-ah makan yang banyak chagi “ Ujar Ny.Kim yang memberikan sebuah daging hangat tepat di manggkuk Jiyeon , Hanya senyuman singkat di berikan oleh Jiyeon ..

“ Omo kau sangat memperhatikan Jiyeon ne “ Ujar Tn. Park sambil menggenggam jemari Ny.Kim “ Tentu saja Jiyeon kan anakku juga , Lagi pula ini sudah 3 tahun mana mungkin aku tidak memperhatikan Jiyeon “

“ Kau memang istri yang baik , Gomawo kau sudah merawat Jiyeon dengan baik yeobo “

“ Ghwencanayo , itu sudah kewajibanku “ Tn.Park kali ini memandang Jiyeon yang diam saja dari tadi “ Jiyeon-ya cepat kau berterima kasih pada eommamu”

Medengar hal itu Jiyeon menatap appanya , Tapi mau tidak mau dia harus mengatakan hal tersebut “ Gomawo ahjjuma “

“Jiyeon-ah biasakanlah kau memanggilnya eomma” Pinta Tn.Park namun Ny.Kim dengan lembut menggenggam tangannya “ Ghwencana , Jiyeon memang masih belum terbiasa .. mungkin suatu saat dia akan memanggilku eomma “

Jiyeon memandagni Ny.Kim dan Tn.Park secara bergantian , Wajahnya sangat sulit di artikan .. Memang sedari dulu Jiyeon tidak pernah memanggil Ny.Kim dengan sebutan eomma , Karena baginya eomma hanyalah satu ,yaitu seorang yeoja yang melahirkannya saja ..

Begitu juga dengan Key yang tidak terlalu banyak berbicara , Mungkin apabila berbicara seperlunya saja , Terutama dengan Jiyeon tatapan tajam yang diberikan oleh key memang sangat sulit di artikan , Entah itu tatapan benci atau apalah yang jelas Jiyeon tidak memeperdulikan kakak tirinya tersebut ..

Bahkan Yumin yang satu sekolah dengan Jiyeon , MEreka tidak pernah berbicara satu sama lain di sekolah .. Banyak beberapa teman menanyakan status mereka , Namun Yumin selalu mengatakan ‘kami hanya saudara tiri dan aku tidak dekat dengannya, karena dia terlalu cupu’ hal itu sama sekali tidak di perdulikan Jiyeon ..

*****

Pagi ini Jiyeon baru saja pulang dari sekolah .. Semalaman dia baru saja di lantik menjadi anggota osis membuatnya harus menginap di sekolah selama dua hari lalu .. ,Tapi anehnya di depan rumah banyak sekali mobil – mobil polisi dan ambulance .. bahkan beberapa reporter tengah bertanya – Tanya pada beberapa pelayan di rumah ini ..

Degg !

Detang jantung Jiyeon seakan berhenti berdetak saat itu juga , Perasaannya menjadi tidak enak melihat keadaan rumahnya seperti ini ..

Ketika dia memasuki ruang tengah pun terlihat banyak polisi yang berlalu lalang di rumahnya ini , Bahkan dia melihat Ny.Kim dan Yumin tengah menangis tersedu – sedu di pelukan Key .. Detak jantungnya semakin tak terkendali ..

“ ada apa ini sebenarnya ?” Tanya Jiyeon menatap satu persatu orang di hadapannya , Ny.Kim langsung meraih tubuh Jiyeon “ Jiyeon-ah neo appa “

Deg!

Medengar appanya di sebut saat itu juga matanya memanas entah kenapa perasaan tidak nyaman merasukinya “ Appa , Wae? Waeyo appa ?”

“ semalam ada perampok , Tapi appamu bersikeras menyelamatkan dokumen perusahaan .. Sayangnya perambok itu menusukan 7 tusukan pada perut appamu dan membuatnya tidak bernyawa lagi “

Air mata Jiyeon jatuh begitu saja , Dia melepaskan pelukan Ny.Kim berjalan mundur sambil menggelengkan kepalanya “ Gheotjimal , Gheotjimal “ Jiyeon tidak menerima kenyataan ini “ GHEOTJIMAL “Air matanya semakin mengalir deras

“ Wae? Kenapa tidak ada yang memberitahu ku ? Hah .. Apa kalian sengaja tidak memberitahuku ?HAH “Jiyeon menatap Ny.Kim , Yumin dan Key dengan tajam

“ aku sudah menghubungimu tapi nomormu tidak aktif” Ujar Key menatap tajam Jiyeon , Melihat kebenaran kalau ponsel Jiyeon memang kehabisan baterai membuatnya diam terpaku dan air matanya semakin mengalir deras “ Dimana appa sekarang ?”

“Masih berada di ruangannya , Polisi mungkin akan segera membawanya “ Ujar Ny.Kim , Saat itu juga Jiyeon langsung berlari menuju ruangan appanya , MElihat hal tersebut Ny.Kim pun kaget “ Key kejar dia , Aku yakin dia akan menerobos masuk “

Key menuruti ucapan eommanya tersebut dan mengikuti Jiyeon dari belakang , Sedangkan Jiyeon sudah berada tepat di ruangan appanya .. Langkahnya langsung melemah begitu saja melihat banyak polisi yang tengah memeriksa ruangan tersebut , Ironisnya dia melihat jasad appanya yang tergeletak tak berdaya dengan ceceran darah ..

“ APPA” Teriak Jiyeon ingin menerobos pembatas polisi namun dengan cepat beberapa polisi menahan “ APPA” Jiyeon berusaha menerobos masuk kedalam ruangan tersebut , Lagi – lagi di tahan oleh polisi

“ Hikss , APPA, APPA” Jiyeon beteriak sambil meraung – raung memanggil appanya , Tapi tanpa sadar ada yang menarik tangannya dan sekarang di rasakannya seseorang memeluknya ..

Dia dongakan kepalanya dan betapa kagetnya orang yang tengah memeluknya kali ini adalah Key , Key tidak mengeluarkan sepatah katapun tapi dia hanya mengelus punggung Jiyeon seolah memberikan ketabahan pada Jiyeon ..

“ Appa , Hikkss appa “ Jiyeon menangis di pelukannya membiarkan kemejanya basah akibat air matanya , Sesaat kemudian tanpa sengaja Jiyeon melihat jasad appanya yang ingin di bungkus dan di bawa ke rumah sakit untuk di otopsi .

Tapi dengan cepat Key menarik kepala Jiyeon agar kembali pada dadanya yang bidang “ Kalau tidak kuat jangan di lihat , Tetap seperti ini saja” Ujar Key datar

Sepertinya Key mengerti apa yang di rasakan Jiyeon saat ini , Dia memang tidak kuat melihat appanya yang harus di perlakukan seperti itu .. Dia tidak ingin melihat appanya terbungkus dengan plastic kuning tersebut ..

Sekarang yang bisa dia lakukan hanya menudukan kepalanya dan menangis sejadi – jadinya ..

****

Sebulan berlalu setelah kepergian Tn.Park , Dalam sekejap keadaan rumah mewah ini sangat berubah .. banyak peraturan – peraturan yang tidak jelas di cantumkan dalam peraturan rumah .. Bahkan perusahaan Tn.Park kali ini yang memegang wewenang yaitu Key  .

Sangat tidak di duga karena dengan cepat Ny.Kim bertindak dan menguasai perusahaan tersebut , Tapi dia bilang ‘ ini semua demi Tn.Park dia yakin kalau Tn.Park tidak ingin kalau perusahaanya akan hancur ‘ Maka dari itu dia menurukan Key agar memegang wewenang di perusahaan tersebut , Terlebih lagi Key berkuliah di jurusan bisnis secara otomatis dia menguasai bidang tersebut ..

Tidak dengan Jiyeon yang benar – benar masih berkabung akan kepergian appanya , Bahkan keceriaan Jiyeon seakan memudar begitu saja .. MEmang para perampok tersebut sudah tertanggap , Namun entah kenapa dia masih merasa ganjal dengan kepergiaan appanya ..

Saat di mintai keterangan siapa dalang dari perampokan ini , Mereka bilang tidak ada hanya mereka saja yang memang sudah mengincar rumah Jiyeon .. Tapi entahlah Jiyeon masih merasa ada kejanggalan dalam hal ini ..

Makan malam yang selalu Jiyeon anggap tidak menarik , Karena tidak ada orang yang bisa dia ajak bicara lagi .. Kalau dulu dia pasti berbicara dengan appanya , Sedangkan sekarang kursi yang biasa di duduki oleh appanya sekarang sudah di duduki oleh Ny.Kim ..

“ Key bagaimana hari pertama di kantor barumu ?” Tanya Ny.Kim pada Key yang asik menikmati makanannya .

“ Mereka menerimaku dengan baik , Bahkan ideku di terima oleh mereka “ Entah kenapa Jiyeon merasakan kalau Key terlihat lebih banyak berbicara ketika makan bersama , Walau meski Ny.Kim yang memulainya duluan ..

“ Tentu saja idemu kan bagus- bagus oppa , Aku yakin semua ide cemerlang yang ada di otakmu di terima oleh mereka “ Ujar Yumin dengan wajah sumringahnya

“ Yumin benar kau itu pintar key , Kau harus pertahankan semua ini .. Aku yakin dengan adanya kau di perusahaan , Sahamnya akan semakin menaik “

Brakkk

Jiyeon menggebrakkan meja makannya dan berdiri sambil memandangi tiga orang di hdapannya , Sedangkan ketiga orang ini pun tak kalah menatap heran Jiyeon .. Jiyeon mengehebuskan nafas kesalnya “ Aku tidak berselera makan “

Saat itu juga Jiyeon pergi dari hadapan tiga orang ini , Namun sebelumnya dia membalikkan tubuhnya dan berkata “ Seperti ini kah sikap asli kalian , Baru sebulan appa meninggal .. Sekarang dengan santai kalian membicarakan perusahaan , Manusia macam apa kalian .. Cih !”  Jiyeon kembali berjalan meninggalkan orang – orang tersebut ..

“ YA, PARK JIYEON” TEriak Ny.Kim dengan kesal dan ingin menghampiri Jiyeon , Namun dengan cepat Key menahan eommanya tersebut “ Biarkan saja dia seperti itu , Mungkin dia masih merasa kehilangan appanya .. Kau sendiri istri dari Tn. Park seharusnya  masih merasa kehilangan dia juga kan “ Sindir Key sambil mengunyah makananya ..

Tapi ucapan Key sontak membuat Ny.Kim terdiam dan menatap anaknya itu .

*****

_Dua bulan kemudian _

Berjalannya waktu itu sangat singkat sekali , Jiyeon sekarang menjadi yeoja pemurung .. Dia jarang sekali berbicara , Bahkan dulu Jiyeon sangat aktif apabila dalam urusan sekolah .. sekarang sepulang sekolah dia seperti orang bodoh yang luntang – lantung tanpa arah ..

Di sekolah pun jarang sekali ada yang mendekatinya karena setiap kali berbicara dengannya seolah tidak memperhatikan sama sekali ucapan orang tersebut , Teman – teman Jiyeon pun menganggapnya aneh sangat berbeda dengan Jiyeon yang dulu ..

Mungkin sudah tidak ada lagi yang ingin berteman dengannya ..

Dia pun sangat enggan apabila pulang ke rumah dengan tepat waktu , Lagi pula  tidak ada yang memperdulikannya , Bahkan seisi rumah sibuk dengan urusan mereka masing – masing .. Pelayan lebih banyak melayani Ny.Kim dan Yumin yang sering berteriak tidak jelas ..

Yumin sering membawa teman – temannya kerumah , Bahkan membuat beberapa pesta .. Key di sibukan dengan perusahaan yang tengah dia pegang , Bersama dengan Ny.Kim mereka bahu membahu untuk mengembangkan perusahaan tersebut ..

Kali ini Jiyeon melakukan hal yang biasa , Berjalan – jalan di sekitar Seoul menikmatik hembusan angin sore .. Sekarang dia memutuskan untuk pulang sendiri menggunakan bis di banding harus di antar jemput , Toh tidak ada yang memperdulikannya sama sekali ..

“ Hai, Aggashi “ Ujar Seseorang namun tidak di perdulikan oleh Jiyeon “ YA, AGGASHI KAU TIDAK MENDENGAR ADA YANG MEMANGGILMU “ Jiyeon menghentikan langkahnya dan menatap seorang namja paruh baya itu ..

“ Waeyo ahjjusi “

“ Aiissh , Bocah ini wajahnya sangat tengil sekali .. Tapi sepertinya kau orang berada , apa kau mempunyai uang ?”

“ Wae? Apa kau mau meminta dari anak yang masih berumur 17 tahun dan bersekolah ini ?”

“ Aiissh , Anak sekarang sudah pintar sekali ya membaliki ucapan orang yang lebih tua .. Ya bocah tengik”

Plakk

Tamparan pelan mendarat mulus di pipi Jiyeon , Namun dia hanya tersenyum kecut saja menatap ahjjusi tersebut “ apa kau tidak di ajari orangtuamu cara berbicara yang benar ? Hah” Ahjjusi itu sedikit menepar Jiyeon lagi dengan pelan namun berkali – kali ..

“ aku tidak mempunyai orangtua”

Ahjjusi itu terdiam entah apa yang dia fikirkan , Tapi sepertinya dia merasa bersalah  ..  Sedangkan Jiyeon hanya tersenyum kecut dan belalu dari hadapan ahjjusi itu ..

Tidak lama dia berjalan , Matanya terarah pada sebuah salon .. Tanpa ragu dia memasuki salon tersebut seakan mendapat sebuah ide ..

“ Ahjjuma , Potong rambutku seperti namja “ pinta Jiyeon membuat ahjjuma tersebut terkaget “ Mworago ? Aggashi apa kau tidak salah ingin memotong rambut panjangmu yang indah ini “

“ Ne, Aku hanya tidak ingin terkesan anggun .. aku ingin kau memotong habis rambutku ini “

“ Omo aggashi , Kau ini tidak pantas untuk memangkas habis rambutmu .. Tapi aku punya ide” Medengar ucapan yeoja itu Jiyeon mengerutkan alisnya tidak mengerti dengan ucapan ahjjuma itu .

Beberapa saat kemudian

Jiyeon memandang dirinya di depan kaca , Senyuman mengembang dari bibirnya ketika melihat rambutnya sudah seperti namja “ Wig ini lebih cocok untukmu aggashi .. Kau terlihat keren “

“ Gomawo” Jiyeon bersikap seperti ini , Dia hanya tidak ingin berpenampilan yang anggun .. Entah fikiran dari mana dia bisa mempunyai ide seperti ini ..

*****

_beberapa bulan kemudian_

Sudah beberapa bulan ini sikap Jiyeon semakin berbeda dengan Jiyeon biasanya , Dulu Jiyeon sangat ceria , Periang dan sering tersenyum .. Namun sekarang sangat berbeda dia benar – benar berubah menjadi Jiyeon yang pendiam , Bahkan untuk tersenyum tulus saja sulit baginya ..

Hal ini membuat yang lain kaget , TErlebih lagi dengan rambut yang sudah seperti namja .. Ny.Kim , Key yang melihat perubahan Jiyeon pun mereka sangat kaget , Bukan seperti Jiyeon yang di  kenalnya .. Tidak dengan Yumin yang menganggap Jiyeon hanya mencari perhatian saja , Memang sedari dulu Yumin sangat suka sekali mencibir Jiyeon padahal Jiyeon tidak pernah menggaggap ada masalah apapun dengan Yumin ..

Tepat pukul 19:00 dimana Ny.Kim dan anak- anaknya tengah menikmati makan malam mereka “ Dimana Jiyeon ?” Tanya Ny.Kim pada salah satu pelayan , Pelayan tersebut telihat gugup bingung harus menjawab apa .

“ Apa dia belum pulang lagi ? “ Pelayan tersebut hanya dapat menundukan kepalanya saja seakan membenarkan ucapan Ny.Kim “Apa anak itu tidak tahu peraturan di rumah ini kalau sepulang sekolah harus segera pulang “

“ Mungkin saja nona ada pelajaran tambahan nyonya “ Ujar Pelayan seolah membela Jiyeon ..

“ YA , Eomma di sekolah sama sekali tidak ada pelajaran tambahan .. Kalau pun ada pasti akan di terakan di madding “ Ujar Yumin dengan cibirannya .

Brakkk

“ Anak itu , Semakin hari tingkahnya semakin menyebalkan .. KEnapa dia berlaku seenak jidatnya “

“ Sudahlah eomma , Kalau dia pulang .. Sekali – kali kau memperingatinya “ Ujar Yumin seakan mengompori eommanya .. Sedangkan Key dia hanya diam saja sambil menatapi dua yeoja yang sedari tadi bekeluh tidak jelas ..

****

Jiyeon baru saja pulang dan belum sempat dia menginjak anak tangga suara seseorang mengagetkannya “ Ya , dari mana saja baru pulang jam segini  ?” Jiyeon membalikkan tubuhnya menghadap suara tersebut ..

Terlihat Ny.Kim , Key dan Yumin yang sudah ada di belakangnya itu “ Ohh Kalian “ Jawab Jiyeon santai sambil sedikit tersenyum memaksakan ..

“ Tidak sopan menyapa eommamu dan saudaramu seperti ini “ Sindir Yumin sambil menatap Jiyeon dari atas sampai bawah .

“ Park Jiyeon tidak sadarkah kau sekarang sudah pukul berapa ?”Ujar Ny.Kim , Jiyeon hanya memandang santai “ arayo pukul setengah delapan kan “

“ Apa kau lupa peraturan yang ku buat , Sepulang sekolah harus segera pulang dan sudah berada di rumah tepat pukul 5 “ Ujar Ny.Kim

“ Aku ingat , Tapi aku tidak perduli dengan peraturanmu .. Peraturan itu hanya tertuju untuk anakmu Yumin , Bukan aku “

“ YA , PARK JIYEON .. Kalau sekali dua kali mungkin tidak apa – apa kau pulang jam segini , Tapi ini sudah melebihi batas sewajarnya” Ujar Ny.Kim dengan nada suara yang meninggi , Sedang Jiyeon hanya menatap Ny.Kim dengan santai ..

“ Memangnya kenapa kalau aku pulang jam segini ? Apa kalian memperdulikanku ? Tidak kan !”

“ BABO .. Tidak sadarkah seisi rumah menghwatirkanmu “Ujar Ny.Kim lagi – lagi suaranya meninggi , Jiyeon tersenyum meledek  “ Khawatir ? Apa aku tidak salah dengar kalian menghwatirkanku? “

“ TEntu saja kita satu keluarga “ Mimik wajah Jiyeon langsung berubah mendengar kata – kata itu “ Keluarga ? Tidak ada keluarga yang mementingkan diri sendiri , Mementingkan harta di banding orang terdekat .. Apa kau benar – benar menganggapku anakmu ? Hah “

Justru sekarang mimic wajah Ny.Kim yang terdiam sulit di artikan “ Ny.Kim , Aku tahu selama ini kau sulit kan untuk menerimaku juga ? Sama sepertiku dari dulu sangat sulit menerimamu , Aku tidak yakin kau tulus mencintai appaku “

“ Ya , PARK JIYEON .. Bagaimana kau bisa berkata seperti itu , Aku benar – benar tulus mencintai appamu “ Jiyeon mendekatkan wajahnya tepat di depan Ny.Kim “ Seorang yeoja yang benar – benar mencintai suaminya dan ketika suami tersebut baru saja meninggal , Seharusnya yeoja itu masih berkabung .. Bukan memilih mengurusi perusahaan , Ahhh aku tahu kau mencintai harta appa .. arayo Ny.Kim “

Mendengar ucapan Jiyeon , Ny.Kim mengepalkan kedua tangannya .. Bahkan tangan sebelah kananya siap melayang tepat di pipi Jiyeon , Seakan siap dengan perlakuan Ny.Kim Jiyeon memjamkan kedua matanya  , Key dan Yumin cukup tercengang juga dengan tindakan eommanya yang ingin menampar Jiyeon ..

Tapi tidak satu pun tamparan mendarat di pipi Jiyeon , Karena ketika Jiyeon membuka matanya terlihat Ny.Kim menahan tangannya tepat di samping Jiyeon , TAdinya pun key ingin mencegah Ny.Kim namun tindakannya sudah terkendali oleh Ny.Kim sendiri “ Waeyo ? Kenapa tidak jadi  menampar , Tampar saja aku .. Ghwencana Ny.Kim , Kau kan yang berkuasa disini silahkan tampar saja aku “

Jiyeon menunjuk – nunjuk pada pipinya yang memang siap untuk di tampar “ Apa kau sering bersikap seperti ini pada anak – anakmu ? Sungguh kau sangat menakutkan Ny.Kim , Bahkan aku curiga kalau kematian appa ada sangkut pautnya dengan dirimu “

Mendengar hal itu Ny.Kim membulatkan kedua matanya dan

Plaakkkkk

Satu tamparan hangat mendarat di pipi mulus Jiyeon, Sontak membuat Key dan Yumin sangat kaget begitu juga dengan Ny.Kim yang tidak percaya dirinya bisa melakukan hal tersebut pada Jiyeon “ Ji .. Jiyeon-ah Mianhae , Lagi kenapa kau beranggapan seperti itu .. Mana mungkin eomma melakukan hal tersebut “

Jiyeon sedari tadi hanya diam saja setelah tamparan hangat tadi mendarat di pipi mulusnya , Dirasakannya darah segar sangat terasa di sela – sela bibirnya , Dia pun menyekanya dan cukup membuat Ny.Kim kaget kalau tamparanya membuat luka di bibir Jiyeon “ Ji .. Jiyeon-ah  “

Ny.Kim ingin menyeka darah segar tersebut , Namun dengan cepat Jiyeon mengibaskan kasar lengan Ny.Kim “ Ghwencanayo?” Ujar Key yang memang sangat kaget dengan hal ini ..

Jiyeon menatap satu persatu tiga orang di hadapannya dan tersenyum kecut , Sesaat kemudian dia pergi begitu saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun .. Pipinya terasa sangat sakit , Tapi dia sama sekali tidak mengeluarkan air matanya sedikit pun ..

*****

_End FlashBack _

Semenjak itulah Jiyeon benar – benar berubah , Tidak seperti Jiyeon yang dulu .. Bisa di bilang dia membenci Ny.Kim namun di sisi lain dia masih menghormati karena dia lebih tua .. Semenjak Tindakan yang di lakukan Ny.Kim itu , Jiyeon benar – benar malas untuk berbicara pada Ny.Kim ..

Saat di Tanya oleh Ny.Kim , Jiyeon membalas sekenanya saja .. Bahkan dia semakin sering pulang larut malam . Entah apa yang ada di fikirannya , Bahkan senyuman sama sekali tidak mengembang dari bibirnya atau pun tangisan .. Seolah hatinya sudah beku dengan kehidupannya yang pahit ini ..

Cry Cry Can’t you see the music?

bul kkok cheoreom, tteugeobge You are my boy

Ponselnya pun berbunyi dan tanpa ragu Jiyeon mengangkatnya .

“ Yeoboseyo “

“ Nona , Pewaris tahta perusahaan akan di umumkan  saat ini “

“ Jinjayo ? Baiklah aku akan segera kesana “

Jiyeon mengembangkan senyuman liciknya , Sebenarnya dia tidak tertarik dengan harta warisan ini .. Tapi dia hanya ingin mendengar saja siapa pewaris tahta tersebut , Walau dirinya sudah yakin dan tahu siapa yang akan menjadi pewaris ..

Tapi di balik itu Jiyeon hanya ingin melihat reaski Ny.Kim ketika mendengar siapa pewaris sebenarnya ..

“ Appa , PErmainan akan di mulai “

*****

Saat ini semua keluarga park berkumpul , Bahkan Pengacara Lee Pengacara kepercayaan Tn.Park sudah ada di depan siap mengumumkan siapa pewaris dari semua harta Tn.Park ..

“ semua harta yang ku miliki , Jatuh pada anakku sendiri anak tunggalku yaitu PARK JIYEON “

Mendengar surat Tn. Park yang di bacakan oleh pengacaranya membuat semua tercengang , Bahkan banyak yang bersorak bahagia bagi mereka itu pilihan yang tepat ..

Tapi anak mata Jiyeon menatap Ny.Kim yang memasang wajah muramnya , Dia terlihat terpukul dengan keputusan tersebut “ Chamkanyo .. Apa tidak ada kesalah pada warisan itu ? Apa tidak ada bagian untuk mereka “ Tunjuk Jiyeon pada Ny.Kim

“ Aniya “

“ Tapi Jiyeon kan belum bisa berbisnis “ Ujar Ny.Kim

“ Kami akan mengirim orang professional untuk mengajarinya tentang sebuah perusahaan “

“ Tapi , Dia sama sekali tidak ada bakat dalam bidang itu “ Jiyeon hanya tersenyum melihat Ny.Kim yang terus berceloteh menanyai semua ini seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar ..

“ Key pun di minta untuk mengajari Jiyeon tetang bisnis , Selama pembelajaran Key yang masih menangani perusahaan “

“ Lalu setelah Jiyeon sudah pembelajaran , Key akan di singkirkan begitu saja maksudmu ?” Ujar Ny.Kim dengan sinis

“ aniyo , Aka nada jabatan untuknya “

“ Di bawah Jiyeon “ Pengacara Lee menganggukan kepalanya namun sukses membuat Ny.Kim memegang kepalanya .. Sedangkan Jiyeon semakin tersenyum puas mendapati Ny.Kim yang terlihat frustasi itu ..

“ Kau Park Jiyeon , Aku dengar kau menjadi yeoja brandalan .. Kalau kau ingin menguasai menguasai semua harta appamu ini kau harus berubah menjadi Jiyeon yang dulu , Jiyeon yang anggun dan mengerti dengan dunia perbisnisan”

Jiyeon membulatkan kedua matanya namun masih terlihat santai “ Kalau aku tidak ingin harta itu dan tidak berubah dengan apa yang kau katakan , bagaimana ?”

“ Semua harta warisan appamu akan di serahkan pada panti “

“ MWO ? Tidak ada kekuasaan juga untuk Key oppa ?” Pekik Yumin yang angkat bicara dan Pengacara lee kembali mengaggukan kepalanya , Ny.Kim saat itu juga menatap Jiyeon “ Dia akan berusaha sebisa mungkin dan kami akan membantunya “

Ucapan Ny.Kim membuat semua tercengang , Terutama Jiyeon yang sekarang menatap Ny.Kim “ Ya .. Aku” Belum sempat Jiyeon melanjutkan kata – katanya Ny.Kim sudah memotongnya “ Dia akan berusaha , TEnang  Key pun akan membantunya “

“ Baiklah , Pertemuan sampai disini saja .. Jiyeon , Eommamu sudah berkata seperti itu .. Berarti ini sebuah kesepakatan bersama ne .”Ujar PEngacara Lee pergi dari hadapan keluarga ini dan di ikuti orang – orang penting lainnya yang pergi ..

Jiyeon terlihat geram dengan tindakan Ny.Kim yang semena – mena ini , Ketika keluarga mereka sudah pergi semua sekarang yang ada di ruangan hanya Jiyeon , Ny.Kim , Key dan Yumin ..

Jiyeon mantap tajam Ny.Kim yang sekarang tersenyum puas “ Keputusan sepihak tidak bagus nyonya kim “

“ Kau yang memulai sebuah permaianan denganku Park Jiyeon , Aku tahu kau sengaja menghadiri acara ini hanya ingin melihat reaksiku saja kan .. Otakmu sudah di tebak olehku , Sekarang tingkal kau kalau masih menginginkan semua ini kau harus berusaha “

“ aku tidak menginginkan harta ini “ Ny.Kim menatap Jiyeon tajam “ Munafik kalau manusia tidak butuh harta “

“ Aku benar – benar tidak menginginkannya Ny.Kim “

“Babo , Kau yang memulai permaianan seharusnya kau yang mengakhirnya .. aku hanya mengikuti alur dari permanianmu saja Park Jiyeon .. Apa kau ingin mempermalukan appamu karena kau tidak berusaha mempertahankan perusahaan ini “

“ Kau yang membutuhkanku Ny.Kim , Bukan aku yang membutuhkanmu .. aku tidak membutuhkan harta ini “

Saat itu juga Jiyeon pergi meningalkan mereka bertiga tanpa mendengarkan celoteh yang terlontar dari bibir Ny.Kim .. Bagaimana bisa keadaan berbalik padanya , Sekarang justru dia yang dalam situasi gawat ..

*****

Semburat matahari memancarkan sinarnya di tiap ruang kamar yang ukuran sangat luas , Bahkan udara segar merasuki relung tubuh Jiyeon yang masih terlelap dalam tidurnya ..

Tapi ada yang aneh kenapa dia merasakan jendela kamarnya sudah terbuka “ Errrt “ erangan kecil di lontarkannya dan secara perlahan dia membuka kedua matanya ..

Ketika dia membuka matanya tepat di sebuah kursi kamarnya terlihat seorang namja  tengah  duduk manis sambil memandangi Jiyeon “ Sudah bangun “ Ujar namja tersebut

Namun sukses membuat Jiyeon terlonjat kaget dan terduduk sambil membulatkan kedua matanya menegaskan pandangannya berfikir kalau dia salah lihat , Tapi sayangnya dia tidak salah lihat “ YA , Nugu ?”

Kreekkk

Belum sempat menjawab ucapan Jiyeon , Ny.Kim muncul dari arah pintu dan berkata “ Pagi – pagi sekali pengacara Lee mengirimkan namja ini , Yang katanya adalah orang professional yang akan mengajari kau berbisnis dan sangat mengerti di bidang perusahaan “

Ny.Kim terlihat tersenyum licik pada Jiyeon , Sedangkan Jiyeon menatap kesal Ny.Kim “ Gheure eommamu benar , Jhoneun Cho Kyuhyun imnida .. aku akan mengajarimu masalah perusahaan , Bukan hanya itu aku dengar kau sedikit brandalan suka pulang larut malam , Tapi kau memang terlihat brandalan karena penampilanmu yang seperti namja “

“ Gheure , Kau harus mengubahnya menjadi yeoja yang anggun seperti dulu “ Ujar Ny.Kim sambil menunjuk satu foto Jiyeon dimana dia belum berpenampilan seperti namja dan terkesan anggun ..

“ MWO ? Apa-apaan ini “

Jiyeon benar – benar tidak percaya Ny.Kim bisa berbicara seperti itu , Bahkan dia pun sangat kaget kalau secepat ini pengacara lee membawa orang yang kemarin dia maksud . Cho Kyuhyun nama namja itu , Memang wajahnya terlihat tampan ..

Dia akan mengubah Jiyeon dalam bidang perbisnisan ? Bagaimana caranya ? Sungguh sebenarnya Jiyeon tidak menginginkan harta tersebut ..

****

otthe ? gaje kan ?? hahaha 

asli ga tau ini fikiran lagi kenapa dpet ide cerita kaya gini , ide yang super gaje .

cerita yang berantakan tapi nekat aku post juga .. wkwkwk

judul yang pas apa ya ????

14 thoughts on “Try again, Smile again

  1. Kesian Jiyeon.. T.T

    Ehm si Key suka sm Jiyeon ya? *mulai sok tau
    untung aja harta warisan’a gak buat Kim’s family,haha pasti kocak bgt ngeliat ekspresi’a Ny.Kim..

    Lanjjutt chingu,penasaran sm cara ngajar’a Kyuhyun,apa dia yg bsa ngerubah Jiyeon? Hehe..

    D’tunggu part selanjut’a..

  2. Annyeong,,

    Ğǟ nyangkaaa ternyata critax bgusss Ђέђέђέ«{^⌣^}»ђέђέђέ😀 ,,,,feelx dapet bngettt,,,ĄƘųω ska sma critax,,,key disini berperan sbagai cow tanpa ekspresi ўά lucu jg klo dibnyangin,,o ўά dalang dri pembunuhan appax jiyeon itu siapaa sich ĸ☺ĸ ĄƘųω curiga ma istrinyaa ўά #sok tau# ​♡̬ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ♡̬ , tp ĄƘųω ksian bnget sma jiyeonx dia bner2 ngrasa kehilangan berat,,smpe berubah drastis gitu,,

    Wahh Άϑά kyuhyun oppa seneng dech,,Ђέђέђέ«{^⌣^}»ђέђέђέ😀,,smogaa jiyeon ma kyuppa,,Heee:D«»:DHeee:D«»:DHeeeee…!!
    #ngarep#

    Berkaitan sma judul ĄƘųω cma ♍ªǚ.. Ksh msukan aja ttg judulx “Can you make me smile again” or ” Can I smile again” or “Can I be happy as ever”,,,,cma 3 judul itu jaa mian klo msukanq kurang bgus abiz cma Άϑά 3 itu dipikiranq,,aneh ўά,,, Ђέђέђέ«{^⌣^}»ђέђέђέ😀

    Oke ĄƘųω tunggu kelanjutan ffx ўά,,jngan lama2,,Heee:D«»:DHeee:D«»:DHeeeee…!!

    Gomawoo,,,^o^

  3. aseeeekkkaeseeeekkkk mantppppp banget ff nya eonni tapiiii apakah ada lanjutannya niiii
    huftttt
    eoniii aku reader barumu salam kenal

  4. Eomma y Jiyeon jahat g sih ?? klo mata duitan sih iya sma noh ma anak cwe y
    tp klo jahat ?? wktu nampar jiyeon z kya y dia nyesel n dia belum prnah nyakitin Jiyeon deh
    Key ,, dia dingin tp sdikit prhatian ma Jiyeon n dia jg ska merhatiin Jiyeon diem” ,, pa dia ska ma Jiyeon ??
    nahh luuu , Jiyeon bisa berubah jd Jiyeon yg dulu atau tambah parah ?? secara guru y s evil *nglirik Kyuhhyun* seluruh dunia bahkan akhirat *lebay* tw capa s evil satu ini *dirajang Kyuhyun* -_-
    NEXT NEXT NEXT thor ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s