Me and Dad Part 5

Author :: Kim RaeMi

Tittle :: Me and Dad

Ganre ::AU , Angst , Family , Romance

Rating : Teenager

Length :: Chaptered

Summary ::  Saranghae Appa ..

BackSound : Park Yoochun – The empty space for u , Kim Jaejoong – II’I Protect u , Kim Junsu –  You are so beautiful ,  A Pink – Hope you like us , Jung Yonghwa  – I Miss U ,Kang Minhyuk – Star  , JYJ – In Heaven ..

Disclaimer :: FF ini hanya fiktif belaka , Semua cast milik pembaca anggap cast ocs itu diri kalian .. Cerita hanya milik saya dan murni dari otak saya .. Kekke~

Main Cast ::

  • Kim Jaejoong
  • Kim RaeMi ( YOU )
  • Kim Raeyeon
  • Choi Minho

Other Cast 

  • Park Yoochun
  • Lee Jinki
  • Lee Taemin
  • Lee Sueun
  • Park Hyeshi

“ YAH !” Tiba – tiba saja terdengar sebuah teriakan dari arah belakang membuatku terdiam ,Omo apa aku ketahuan membuang sampah sembarangan ??

Secara perlahan ku balikan tubuhku kebelakang , Namun betapa kagetnya diriku melihat seorang namja yang wajah dan seragamnya terkena cairan jus yang ku buang tadi , Parahnya orang ini orang yang ku kenal , Aku hanya dapat menelan ludahku dalam – dalam  “ Minho  Sunbae “ ..

****

Author PoV

RaeMi berjalan gontai menelusuri lorong – lorong sekolah, Dengan wajah yang di tekuk RaeMi menuju kelasnya .. Sesekali dia menatap benda yang ada di tangan kanannya sehelai kain yang membuatnya sangat menyesal ..

“ Issshh RaeMi babo , Babo “ RaeMi bergerutu tidak jelas sambil memukul kepalanya sendiri , Bahkan murid – murid lain yang melihat ini mengerutkan alis mereka “ RaeMi babo “ Sampai kelas pun RaeMi terus begerutu membuat Sueun , Hyeshi dan Taemin yang memang ada di kelas menatapnya bingung ..

“ Wae? Kenapa wajahmu kusut seperti itu RaeMi “ Ujar Sueun sambil menunjuk wajah RaeMi , RaeMi hanya menatap Sueun datar lalu membenamkan wajahnya di atas meja seraya mengacak rambutnya “ Arrrrrggtt Naega jeongmal baboya !”

Sueun , Hyeshi dan Taemin semakin tidak mengerti dengan tingkah RaeMi yang aneh , Namun Taemin melihat sebuah seragam yang ada di tangan RaeMi “ Ige .. Seragam siapa ? “ Tanya Taemin , Sontak dua yeoja lainnya terarah pada seragam tersebut ..

RaeMi mendongakkan kepalanya sambil memasang wajah melasnya “ Huhhhff Minho sunbaenim “ Ketiga temannya terbelalak kaget ..

_Flashback _

Minho terus menatap tajam RaeMi tanpa berpaling sedikitpun , Sedangkan yang tengah di tatap justru sebaliknya memalingkan wajahnya tersebut ke lain arah tidak berani menerima tatapan tajam dari Minho ..

“Tsk .. Kau lagi “ Decak Minho kesal , RaeMi hanya berdiam diri tetap pada posisinya tidak berani menatap Minho “ Lihatlah wajahku dan seragamku sekarang seperti apa ?” Lanjut Minho penuh tekanan di setiap kata ..

Diam ~

Lagi – lagi RaeMi hanya berdiam diri tanpa menjawab ucapan Minho “ YA , KENAPA TIDAK MENATAPKU .. AKU TENGAH BERBICARA PADAMU “ Teriak Minho membuat RaeMi terkaget , Sontak saat itu juga dia memberanikan diri menatap Minho ..

Terlihat wajah Minho yang basah akibat  jus yang dia buang tadi , Begitu juga seragamnya yang kotor “ Ige .. Mianhae sunbaenim aku benar – benar tidak tahu ada kau , Jeongmal Mianhae , Mianhae “ Ujar RaeMi yang menyerahkan tissue pada Minho dan membungkuk berkali – kali , Bahkan sekarang dia belum bangkit dari bungkukan badannya ..

Di tepisnya tissue dari tangan RaeMi “ Aku tidak butuh ini “ RaeMi langsung menatap Minho dengan ngeri “ Ini kedua kalinya kau membuat kesalahan padaku “ Tekan Minho , Berkali – kali RaeMi menelan ludah akibat tatapan tajam Minho ..

“ Mianhae sunbaenim , Aku benar – benar tidak sengaja .. Mianhae biar aku bersihkan jus di wajahmu “ Ujar RaeMi yang membersihkan wajah Minho dengan tissue yang dia punya , Sayangnya dengan cepat Minho menepis lengan RaeMi dengan kasar membuat RaeMi terjatuh

“ Auu “ Rintih RaeMi ketika tubuhnya tersungkur di tanah , Minho pun sebenarnya sempat kaget melihat RaeMi yang terjatuh karena namun rasa egonya lebih besar di banding rasa ibanya “ Sunbaenim jeongmal mianhae , Kali ini aku benar – benar menyadari kesalahanku ini Mianhae sunbaenim “ Ujar RaeMi ketika bangkit dan terus membungkukkan badannya berkali – kali ..

Minho lagi – lagi dia melakukan aksi yang pernah dia lakukan ketika di kantin , Membuka seragam sekolahnya tepat di depan wajah RaeMi membuatnya harus menutup mata “ Tsk , Kali ini aku tidak ingin banyak bicara padamu .. Bersihkan seragamku dengan bersih , Harus di cuci dengan tangannmu sendiri tidak membeli seragam baru untukku .. Jangan menjadi pemalas arayo “ Ujar Minho yang meletakan seragamnnya di tangan RaeMi dan berlalu begitu saja dari hadapan RaeMi ..

Diam ~

RaeMi hanya diam tanpa bergeming , Sesaat dia membalikan tubuhnya Terlihat punggung Minho yang melewati lapangan sekolah “ ARRRRGGGGTTTT RaeMi Babo , Arrrrrgggtt” RaeMi mengacak – acak rambutnya frustasi .

“ YA , Nappeun namja haruskah kau berbicara sekasar itu pada seorang yeoja .. Jelas – jelas aku sudah meminta maaf padamu , Ne , ne,  ne aku akan membersihkan seragammu dengan bersih .. Tidak membeli seragam yang baru .. ARAYO ARAYO “ Gerutu RaeMi setengah berteriak dan kesal , Setelah bergerutu tidak jelas seperti ini , Dia seakan tersadar betapa bodoh dirinya harus begerutu sendirian dan terus merasa kesal .. Sedangkan orang yang di teriaki sudah tidak ada sama sekali bahkan punggungnya pun sudah tidak terlihat ..

Dia pun tersadar kenapa hanya berani berbicara seperti itu di belakang saja “ RaeMi babo ,RaeMi pengecut “ Runtuknya pada diri sendiri ..

_End Flashback_

Teman – teman RaeMi cukup tercengang dengan ceritanya , Semua sangat mencerna tiap cerita tersebut “ Omo RaeMi nasibmu sangat miris sekali “ Ucap Hyeshi penuh rasa iba , Dia hanya membalas dengan senyuman mirisnya ..

“ Keunde , Aku mendengar ceritamu .. Minho hyung tidak terlalu banyak bicara dan bersikap kasar seperti itu padamu .. Biasanya dia kalau sudah kesal emosinya meledak – ledak “ Ujar Taemin

“ RaeMi benarkah Minho oppa hanya mengatakan hal seperti itu ?”Tanya Sueun , RaeMi mengerutkan alisnya “ Ne , Wae?”

“ Aniyo benar apa kata Taemin , Biasanya kalau sudah emosi dia akan seperti di kantin tidak mau mengalah .. Aku takut …” Potong Sueun , Sedangkan ketiga orang lainnya semakin menatap Sueun penasaran “ Wae? Takut kenapa “ Tanya RaeMi

“ Aaahh siapa tahu di balik ini dia aka melakukan yang tidak akan kau duga RaeMi-ah , Seperti menaruhmu di gudang dan menguncimu didalam gudang tersebut “ Ujar Taemin bergidik ngeri ..

“ YA , Minho oppa tidak sekejam itu “ Serentak Hyeshi dan Sueun berbarengan membuat Taemin mengerucutkan bibirnya ..

Sedang RaeMi sedikit bergidik ngeri dengan ucapan Taemin “ Benarkah dia akan melakukan itu ?” Ujar RaeMi dengan nada ngerinya

“ Tenang saja Minho oppa tidak akan seperti itu padamu RaeMi , Kau jangan dengar ucapan Taemin dia memang paling suka menakut – nakuti orang lain .. Padahal dirinya sendiri pun penakut “ Bela Sueun membuat RaeMi bernafas lega , Tapi tidak dengan Taemin yang semakin mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil ..

******

Jinki tengah asik mengulum lolipopnya , Namun tiba – tiba matanya terarah pada namja yang sangat dia kenal menuju loker miliknya , Dia sempat bingung karena namja itu tidak mengenakan seragamnya tanpa ragu pun Jinki menghampiri namja itu ..

“ YA , Minho seragammu kemana ? Kenapa bertelanjang dada lagi ? Hah “ Tanya Jinki , Ketika Minho meraih baju olahraganya di dalam lokernya .

“ Tsk , Yeoja babo itu melakukan kesalahannya lagi “ Ujar Minho yang mengenakan baju olahraganya , Jinki mengerutkan alisnya seakan berfikir “ RaeMi melakukan kesalahan lagi padamu ? Jadi seragammu kau berikan lagi padanya ?” Jinki benar – benar yakin yeoja yang di maksud Minho itu adalah RaeMi .

“ Ne, Untuk kedua kalinya dia membuat kesalahan .. Aku tidak akan memaafkannya “ Ujar Minho sambil menutup lokernya kembali , Jinki semakin mengerutkan alisnya “ Kau tidak akan memaafkannya ?” Pekik Jinki

“ Ne, Aaahh lagi pula sudah lama aku tidak bersenang – senang di atas penderitaan orang lain “ Ujar Minho tersenyum licik dan berlalu dari hadapan Jinki , Menyadari senyuman licik Minho penuh arti saat itu juga Jinki mengejar Minho “ Ya Neo , Tidak akan melakukan hal yang tidak – tidak kan pada RaeMi ?” Minho menatap Jinki

“ Molla , BIsa tidak , Bisa iya “ Minho semakin tersenyum licik khasnya, Jinki membulatkan kedua matanya  “ Ya , Dia itu teman adikku dan  teman kekasihku “ Minho menanggapi ucapan Jinki dengan tatapan datarnya ..

Tidak percaya dengan sikap Minho , Jinki manarik nafasnya dalam – dalam dan mengeluarkannya kembali “ YA , CHOI MINHO “ Teriakan Jinki pun seakan angin lalu bagi Minho yang memang tengah berjalan santai …

******

_ Malam Harinya _

Jaejoong PoV

Baru saja aku memasak untuk makan malam , Beberapa makanan sudah ku taruh di meja makan .. Tapi dari tadi aku belum juga melihat RaeMi keluar dari kamarnya .. Bocah ini lama – lama bisa membuat kehidupanku berantakan ..

Terutama sangat sulit bagiku untuk bersenang – senang , Karena ulahnya yang selalu mencoba menghalangiku untuk berpergian .. Aku jadi teringat ucapan Yoochun yang pernah dia katakan padaku ‘ kehidupan barumu akan di mulai ‘.

Ya , Entah kenapa semenjak ada RaeMi . Aku seperti mempunyai kehidupan baru dan benar saja kehidupanku seakan berbeda dari biasanya .

Kebiasaanku yang selalu makan sendiri ataupun di temani makan hanya dengan Yoochun , Kali ini bertambah seorang anak yang menyebalkan , Keadaan apartementku yang biasanya terkesan sepi sekarang sangat berbeda karena teriakan bocah itu yang memanggilku dengan sebutan ‘Appa’ ..

Ocehannya , Tingkahnya membuatku sebal namun di sisi lain entah kenapa aku merasa nyaman dengan tingkah laku RaeMi .. Walau baru 2 mingggu lebih tinggal bersamanya perasaan berbeda benar – benar terasa di hatiku ..

Kesepian yang biasa melandaku , Kehadiran anak itu seakan membuatku tidak merasa sepi .. Tapi terkadang bocah itu memiliki sifat yang menyebalkan , Seenak saja dia menciumku dan sering mengelabuhiku ..

“ YA , BOCAH KELUAR LAH .. MAKANAN SUDAH SIAP “ Teriakku tepat di pintu kamar RaeMi dan sedikit mengetuknya “ NE, Appa nanti aku keluar .. Aku baru selesai mandi “Terdengar suara RaeMi setengah berteriak ..

Aku pun kembali menuju dapur , Namun aku melihat sesuatu di atas mesin cuci .. Sebuah bingkisan berwarna biru tertata rapi di atas mesin cuci .. Ku perhatikan tiap sudut bingkisan ini “ Ckck Pasti ini milik bocah kecil itu “ Gumamku

“ YA , APPA .. ITU MILIKKU “ Teriak RaeMi yang tiba – tiba saja datang dan merebut bingkisan tersebut dari tanganku , Aku membulatkan mataku padanya “ Ini milikku , Kau ingin membuangnya lagi kan ?”

Aku hanya tersenyum kecut “ Aiissh bocah ini .. Ya , Jangan berprasangka buruk dulu padaku .. Aku tidak ingin membuang bingkisan itu “ Memang aku pun sudah tahu itu miliknya , Jadi mana mungkin aku membuangnya .. Tidak seperti saat itu aku tidak tahu kalau bingkisan putih itu miliknya lalu aku membuangnya dan membuatnya marah .

“ Lalu , Kenapa kau memegang bingkisan punya ku kalau kau tidak ingin membuang “ Ujar RaeMi

“ Aku tidak sengaja melihat bingkisan itu , Kau sendiri lagi – lagi harus menaruh barang milikmu sembarangan .. Bagus belum aku buang “ RaeMi membulatkan matanya dan berteriak “ APPA “

“ Lagi pula bingkisan apa lagi itu ? Hah “ RaeMi memandang bingkisan tersebut dengan lemas“ Wae? Apa kau membuat kesalahan pada sunbaemu itu lagi ?” Tanyaku asal , Tapi ku lihat RaeMi menganggukan kepalanya menandakan ucapanku memang benar adanya ..

“ Jinja ? Hahahaha , Kau membuat kesalahan lagi pada sunbaemu itu ? Ckck .. Jangan bilang kau menumpahkan jus lagi ke seragamnya dan mencucinya kembali ?” Dengan polosnya RaeMi menganggukan kepalanya  “ Hahaha , RaeMi-ah kau ini polos sekali mau saja mencuci seragam sunbaemu itu “ RaeMi mengerucutkan bibirnya dan menatapku tajam

“ Appa kau menyebalkan .. Aku tidak akan membiarkan appa membuangnya kembali dan membelikan seragam yang seukuran untuk appa .. Weeeww” Ujar RaeMi sambil menjulurkan lidahnya padaku dan berlalu meninggalkanku menuju meja makan ..

“ Aiish bocah ini “ Gumamku , Tapi jujur membuatku ingin tertawa melihat tingkah RaeMi yang memang polos ..

****

Author PoV

Pagi yang cerah , RaeMi dan Jaejoong sudah siap – siap bergegas melakukan aktifitasnya .. Seperti biasa Jaejoong sudah siap untuk mengantarkan RaeMi ke sekolah ..

“ Cepat masuk ke mobil, Kau mau terlambat ke sekolah  “ Perintah Jaejoong pada RaeMi yang memang dari tadi sangat lelet , Namun ketika RaeMi ingin membuka pintu matanya terarah pada seorang yeoja cantik tengah berjalan “ RAEYEON EONNI “ Teriak RaeMi membuat Jaejoong terarah pada orang itu dan langsung mengerucutkan bibirnya .

Sedangkan yang di teriaki langsung tersenyum “ RaeMi-ah “ Ujarnya yang melambaikan tangannya kearah RaeMi .

“ Eonni apa kau ingin berangkat ke sekolah “ Tanya RaeMi ketika Raeyeon sudah ada di hadapan RaeMi , Raeyeon menatap Jaejoong yang ada di seberang RaeMi dengan tatapan sinisnya , Begitu Jaejoong yang menatap Raeyeon dengan sinis ..

“ Ne , RaeMi .. Kalau begitu aku pergi dulu ne , Annyeong RaeMi-ah “ Ujar RaeYeon yang ingin pergi dari hadapan mereka berdua , Sayangnya tangannya di tahan oleh RaeMi “ Eonni chamkamanyo “ Sontak Raeyeon kembali terarah pada RaeMi..

“ Wae, RaeMi-ah ?” Yeoja cantik menatap Raemi dengan tatapan bingungnya ..

“ Ya , Kim RaeMi jangan memperhambat waktu .. Sudah biarkan saja dia pergi “ Ujar Jaejoong yang angkat bicara dan terus menatap Raeyeon dengan sinis ..

“ Appa , Raeyeon eonni berangkat bersama kita ya . OK “ Ujar RaeMi tiba – tiba membuat Raeyeon dan JAejoong terbelalak kaget ..

“ Mwo ? Berangkat bersama ?” Pekik Raeyeon dan Jaejoong , RaeMi mengangguk kepalanya dengan polos ..

“ YA , BOCAH MICHESSEO “ Teriak Jaejoong kearah RaeMi , RaeMi mengerutkan alisnya “ Wae Appa ? Apa Raeyeon eonni tidak boleh ikut ?”

“ Ne, Andhwae .. ANDHWAE .. Aku tidak ingin berangkat bersama yeoja ceroboh itu “ Tunjuk Jaejoong pada Raeyeon ..

“ YA , AKU TIDAK CEROBOH “ Bela Raeyeon pada dirinya sendiri , Raemi menepuk kepalanya sendiri .. Jangan bilang di pagi yang cerah ini akan terjadi keributan antara kedua orang ini , Membuyarkan suasana saja . Batin Raemi

“ RaeMi-ah aku bisa berangkat sendiri , Aku pun tidak mau berangkat bersama namja egosi seperti DIA “ Tunjuk Raeyeon pada Jaejoong , Jaejoong membulatkan matanya “ MWO ? EGOIS ? YA NEO …” BElum sempat Jaejoong melanjutkan kata – katanya sudah di tahan duluan oleh RaeMi ..

“ YA , BERHENTI .. LIHAT SEKELILING KALIAN “ Teriakan RaeMi membuat kedua orang ini terarah pada sekitarnya , Betapa kagetnya mereka melihat orang – orang tengah berbisik – bisik seakan membicarakan kedua orang ini .. Dengan malunya mereka hanya dapat menggarukan kepala mereka .

“Appa , Raeyeon eonni harus berangkat bersama kita .. Toh kita memang satu arah , Kalau tidak aku akan melaporkan pada Junsu ahjjusi karena appa tidak merawatku dengan baik “ Ancam RaeMi , Jaejoong langsung membulatkan mata mereka “ Omo , Omo bocah ini semena – mena sekali .. Sudah berani mengancamku ? Hah “

“Appa jebal “ Mohon RaeMi dengan tatapan aegyonya , Jaejoong hanya dapat menghelakan nafasnya saja “ Ya sudah cepat naik “ Mau tidak mau jaejoong menuruti apa kata RaeMi ..

“ Eonni kajja “ Seru RaeMi yang mendorong tubuh Raeyeon masuk kedalam mobil , Raeyeon pun hanya bisa menurut saja dia merasa sebal tapi tidak bisa menolak keputusan anak kecil yang kali ini ada di belakangnya ..

*****

Kali ini RaeMi dan Raeyeon sudah sampai di depan sekolah , Selama perjalanan tidak ada yang terlontar dari mulut Raeyeon .. Karena percuma saja mengeluarkan ucapanpun akan di timpali dengan acuhan oleh Jaejoong ..

“ Appa , Aku masuk ke dalam dulu ne “ Ujar RaeMi sambil tersenyum polos

“ Ne” Jawab Jaejoong datar

“ Keunde ..” RaeMi memotong ucapannya dan menatap Jaejoong , Jaejoong menatap RaeMi penuh curiga “ Wae? Mau menciumku kembali ? Tidak bisa RaeMi-ah “ Dengan nada ketusnya Jaejoong mengucapkan kalimat tersebut ..

“ Jinjayo ? “ Jaejoong mengangguk mantap sambil menatap RaeMi yang ada di belakang “ Baiklah kalau begitu aku pergi ke dalam saja “ Ujar RaeMi yang membuka pintu mobil dan keluar dari mobilnya .. Jaejoong tersenyum puas melihat RaeMi yang sudah keluar dari mobil dan kali ini terarah pada Raeyeon yang ada di sampingnya dan ingin keluar “ Neo..” Ucapan Jaejoong tertahan ketika jendela mobilnya di ketuk oleh RaeMi .

Tokk tokk tokk

Jaejoong langsung membukanya dan menatap RaeMi “ Wae? Apa lagi “ Tanya Jaejoong , Tapi RaeMi hanya tersenyum dan

CHU ~

Lagi – lagi RaeMi mencium Jaejoong dengan kilat dan berlari kecil “ YA , BOCAH KAU …” Entah Jaejoong harus berkata apa lagi pada RaeMi yang sering melakukan hal ini padanya

“ KAU TERTIPU LAGI APPA “ Teriak RaeMi sambil melambaikan tangannya dan tersenyum riang ..

Tanpa sadar Jaejoong tersenyum sendiri sambil memegang pipinya , Raeyeon yang masih ada di dalam mengerutkan alisnya dan tersenyum juga “ Ya , Neo kenapa belum keluar dari mobilku ?” Sadar Jaejoong ketika melihat Raeyeon tengah tersenyum memperhatikan Jaejoong ..

“ Ahh ne, aku fikir tadi kau ingin berbicara sesuatu “ Ujar Raeyeon dan langsung membuka pintu mobil “ Chamkamanyo “ Ujar Jaejoong membuat Raeyeon terarah padanya ..

“ Ige modu .. Hanya karena RaeMi , Kau jangan salah paham akan hal ini .. Kalau bukan karena RaeMi , aku tidak ingin berangkat bersamamu .. arayo “ Ujar Jaejoong dengan nada ketusnya

Raeyeon hanya tersenyum dan berkata “ Arayo , Aku pun kalau bukan karena RaeMi tidak ingin berangkat bersamamu “ Saat itu juga Raeyeon langsung keluar dari mobil Jaejoong ..

******

Sedari tadi RaeMi mencari Minho  , Awal dari kantin , Kelas tapi tidak ada dirinya, Bahkan di tamanpun tidak ada dirinya .. Sampai waktu sudah mejelang siang dan waktu pulang RaeMi belum juga menemukan Minho ..

Sebenarnya dia mencari Minho hanya untuk memberikan seragam yang dia sudah cuci ini ..

“ RaeMi-ah , Sepertinya Minho hyung ada di lapangan basket saat ini .. Kau bisa menemuinya karena ku dengar mereka sudah selesai berlatih “ Ujar Taemin memberitahu RaeMi , RaeMi langsung terlonjat “ Jinjayo ? Baiklah aku akan kesana “ Seru RaeMi yang tanpa basa – basi langsung menuju lapangan basket ..

“ YA , Kim RaeMi chamkamanyo .. BIar kami menemanimu juga “ Ujar Sueun yang setengahberteriak dan mengejar RaeMi , Begitu juga dengan Hyeshi dan Taemin yang mengikuti dari belakang ..

Sampai di lapangan basket , Benar saja apa kata Taemin semua sudah selesai latihan basket .. Yeoja yang biasa meneriaki Minho pun sudah tidak ada , Lapangan terlihat sepi ..

Tapi bagusnya mereka melihat Minho dan Jinki yang masih duduk di bangku cadangan merenggangkan otot mereka , Sedikit dari pemain yang lain berpamit pada mereka untuk keluar duluan .

“ OPPA” Teriak Sueun yang menghampiri  Jinki dan Minho  di ikuti tiga orang lain di belakangnya , Sontak mereka terarah pada Sueun “ Sueun-ah” Tanggap Jinki

“ Oppa , Mianhae tadi aku tidak melihat latihanmu “ Ujar Hyeshi yang sudah ada di depan Jinki , Jinki hanya tersenyum “ Ghwencanayo , Kau harus banyak belajar chagi “ Ujar Jinki sambil mengacak rambut Hyeshi ..

Sedangkan yang lain hanya dapat melihat tingkah dua orang ini yang terkesan mesra “ Kita pun bisa chagi “ Ujar Taemin bebisik pada Sueun yang ada di sampingnya , Hanya senyuman saja yang Sueun tanggapi ..

Minho dia asik meminum air mineral , Sampai RaeMi yang menghampirinya “ Sunbaenim , Ige “ Ujar RaeMi yang tanpa ragu menyodorkan bingkisan yang berisi seragam Minho , Minho yang tadi tengah minum langsung terarah pada RaeMi begitu juga yang lainnya menatap RaeMi.

“Eoh ? Mwo ?” Ujar Minho dengan nada dinginnya , RaeMi terus menyodorkan bingkisan tersebut pada Minho “ Ige , Seragammu sudah ku cuci sampai bersih .. Kali ini benar – benar seragammu ,bukan seragam yang ku beli “

“ Jinjayo ?” RaeMi mengangguk mantap , Minho pun mengambil bingkisan tersebut dan mengeluarkan seragamnya .. Namun sesaat kemudian dia memasukan kembali lalu menyodorkannya lagi pada RaeMi “ Buang saja “ Ujar Minho

Raemi membulatkan matanya mendengar ucapan Minho yang menyuruh membuang seragamnya itu , Begitu juga dengan Jinki , Sueun , Hyeshi dan Taemin yang berada di ruangan basket itu “ Mwo ? Buang ?” Pekik RaeMi

“ Ne, Buang saja .. Lagi pula kau fikir persediaan seragamku sedikit , Tumpukan seragam banyak di rumahku “ Ujar Minho dengan angkuh nan sombongnya seraya melemparkan bingkisan itu dengan santai ..

Semua yang ada diruangan itu hanya dapat terbengong – bengong dengan ucapan Minho , Terutama RaeMi dia sangat kesal dengan sifat Minho yang angkuh ini ..

Dia ambil kembali bingkisan tersebut “ Ya sunbaenim , aku sudah membersihkan seragam ini sesuai dengan keinginanmu .. Tapi kenapa kau membuangnya dengan seenak jidatmu “ Ujar RaeMi

“ Wae? Kau kesal ? Cihh , Kau yang salah kenapa harus kau yang kesal .. Seharusnya aku yang kesal babo “ Ujar Minho

Raemi terlihat sangat geram “ Neo …” Raemi memotong ucapannya karena percuma saja kalau dia tanggapi Minho akan percuma saja “ Huhh .. Baiklah berarti kalau begitu kau sudah memaafkanku kan ? Akan ku buang seragam ini tenang saja “ Ujar RaeMi sambil meremas – remas bingkisan yang ada di tangannya ..

“ Ya , Siapa bilang aku memaafkanmu “Ujar Minho membuat RaeMi membulatkan matanya “ MWO ?”

“ Babo , Kau sudah melakukan kesalah yang kedua kalinya padaku “ Ujar Minho  , empat orang yang lain hanya dapat menonton dua orang ini mereka ingin sekali membantu RaeMi tapi sepertinya sangat mustahil karena sifat egois Minho ..

“ Keunde .. Aku sudah membersihkan seragam itu , Kau yang tidak mau menerimanya dan menyuruhku membuangnya “ Ujar RaeMi membela diri ..

“ Ya , Kau bukan melakukan kesalahan padaku saja K-I-M R-A-E-M-I “Ujar Minho penuh tekanan di akhir kalimat , RaeMi mengerutkan alisnya tidak mengerti apa yang dibicarakan Minho “ Tidak sadarkah kau sudah melakukan pelanggaran di sekolah ini “

“ Melanggar peraturan ?” Ujar RaeMi makin tidak mengerti dengan ucapan Minho , Minho hanya tersenyum licik “ Ne, kau membuang sembarangan jusmu itu .. Membuang sampah sembarangan adalah point utama di sekolah ini , kalau aku melaporkan hal ini pada kepala sekolah pointmu akan di kurangi 10 .. bukan hanya itu surat panggilan orangtua pun akan di berikan oleh kepala sekolah padamu , Rahasiamu ada di tanganku kim raemi , Mudah saja aku melaporkan hal ini pada kepala sekolah “ Jelas Minho membuat RaeMi membelalakan matanya benar – benar takut akan ucapan Minho ..

Mendengar ucapan Minho keempat lainnya mengerutkan alis mereka .

“ Sepertinya ucapan Minho  oppa sangat berlebihan “ ujar Hyeshi berbisik pada tiga orang di sampingnya ..

“ RaeMi terlalu polos , Wajar saja Minho berkata berlebihan seperti itu “ Ujar Jinki

“ Oppa , Apa kita harus menyanggah ucapan Minho oppa yang berlebihan itu ?” Ujar Sueun menatap Jinki .

“ Kau ingin membuatnya mengamuk ? hah “ Ujar Jinki , Hyeshi dan Sueun hanya menghela nafas mereka  .. Tidak dengan Taemin yang terus menatap Minho dan RaeMi “ Minho hyung neo…” Ucapan Taemin terpotong ketika Jinki membekap mulut Taemin begitu juga dengan hyeshi dan Sueun yang ikut membekapnya seraya tersenyum memaksakan pada Minho .. Mereka hanya dapat menelan ludah ketika Minho menatap mereka dengan tatapan evilnya yang menandakan Diam-kalian.

“ Sunbaenim , Andhwae .. Jebal andhwae .. jangan kau beritahu pada kepala sekolah “ Mohon RaeMi sambil memegang kedua tangannya “ Kalau aku menerima surat dari kepala sekolah , Aku yakin sekali appa akan kecewa padaku .. Apalagi aku belum lama sekolah disini , Jebal andhwae “ Minho hanya tersenyum licik ..

“ Ehhmm molla aku akan memberitahu atau tidak “ Ujar Minho dengan santai , “ Sekarangpun kalau aku mau , Aku bisa mengatakan hal ini pada kepala sekolah “ Lanjut Minho ..

Raemi semakin ketakutan dan menatap Minho , Kali ini RaeMi meraih tangan Minho “YA , Jangan pegang tanganku seperti ini “Minho langsung melepaskan tangan RaeMi

“ Sunbaenim “ Seakan tidak menghiraukan ucapan Minho , RaeMi meraih kembali tangan Minho dan memasang wajah memelasnya “ Mianhae , Jebal jangan memberitahu pada kepala sekolah .. Jebal “ Mohon RaeMi

“ Ya, Lepaskan tanganku babo” Minho berusaha melepaskan tangan RaeMi sayangnya yeoja ini semakin mengeratkan tangannnya pada Minho  “ Sunbaenim jebal , Apapun yang kau inginkan dariku akan ku kabulkan , Jebal jangan memberitahu pada kepala sekolah “ Ujar RaeMi , Mendengar kata – kata RaeMi sontak Minho terdiam ..

Sedangkan keempat orang lainnya semakin membulatkan mata mereka mendengar kata – kata RaeMi ..

“ Jinjayo , apapun yang ku inginkan kau akan menurutinya ?” Ujar Minho , RaeMi mengangguk mantap “Ok kalau begitu mulai besok dalam seminggu ini  kau harus menjadi budakku “ Ujar Minho membuat semua yang ada di ruangan ini tercengang ..

“MWO ? BUDAKMU SELAMA SEMINGGU ?” Pekik RaeMi tidak percaya , Begitu juga dengan empat orang lainnya yang dari tadi menyaksikan RaeMi dan Minho , Mereka hanya dapat menepuk jidat mereka masing – masing ..

“ Ne, Kau bilang akan menuruti keinginanku .. Aku ingin kau menjadi pesuruhku selama seminggu ini, apapun yang ku katakan kau harus menurutinya  , Wae? Ingin menyangkal ucapanmu tadi ? Janji adalah janji harus di tepati “ Ujar Minho sambil melirik kearah RaeMi , RaeMi hanya dapat menghela nafasnya saja .

“Kalau aku menerima semua ini Kau tidak akan melaporkanku pada kepala sekolahkan” Ujar RaeMi

“ Ne , Tentu saja .. Lagi pula ini hanya berlaku di sekolah “ Ujar Minho membuat RaeMi bernafas lega dengan pernyataan Minho ..

“ Baiklah , Hanya dalam seminggu saja tidak lebih kan ? Sunbaenim” Ujar RaeMi yang semakin membuat empat orang lainnya tercengang dengan penerimaan RaeMi , Sedangngkan Minho menganggukan kepalanya “walau aku akan menuruti keingananmu , kau tidak akan melakukan hal yang macam – macam padaku kan ? “ Ujar RaeMi dengan polosnya sambil menyilangkan kedua tangannya tepat di dadanya  ..

Minho langsung mendorong kepala RaeMi “ Ya , Anak kecil kau fikir  aku otak yadong hah ? Issh mana mau aku melakukan hal yang macam – macam pada  yeoja sepertimu , Seleraku tingkat atas tidak seperti anak kecil sepertimu “ Ujar Minho dengan angkuhnya, RaeMi hanya mengerucutkan bibirnya dan bernafas lega ..

“ Baguslah kalau begitu “ Ujar RaeMi yang benar – benar lega dengan pernyataan Minho

“ Jangan berfikir yang macam – macam , Karena aku tidak akan melakukan hal yadong padamu , Melainkan aku akan menyiksamu habis – habisan “ Ujar Minho dengan tatapan evilnya , RaeMi hanya dapat menelan ludahnya ..

“ Baiklah , Ini kesepakatan kita .. Selama seminggu kau menjadi budakku dan akan ku siksa habis – habisan “ Lanjut  Minho yang mengulurkan tangannya , RaeMi menarik nafasnya dan menghembuskannya kembali seraya membalas uluran tangan Minho “Ne” Hanya itu yang terontar dari mulut RaeMi , Mau tidak mau dia harus menerima semua ini karena dia tidak ingin sampai dapat surat dari kepala sekolah ..  Sebenarnya dia tidak ikhlas untuk menerima hal ini ..

Keempat teman mereka hanya dapat bertatapan satu sama lain , Tidak tahu harus berkata apa .. Toh semua ini sudah keputusan kedua orang itu merkea tidak bisa mengganggu gugat ..

****

 

Chu~

“ KYA ~ BOCAH INI “ Kebiasaan RaeMi mencium Jaejoong sebelum masuk kedalam sekolah selalu RaeMi lakukan .. Meski kesal entah kenapa setelah itu dia tersenyum sendiri seperti orang bodoh ..

Raeyeon , Dia hanya dapat tertawa melihat Jaejoong yang bertingkah seperti itu berteriak pada RaeMi “ Wae? Kenapa menatapku seperti itu ? turun sana “ Perintah Jaejoong .

Ya , Pagi ini pun Raeyeon berangkat bersama dengan RaeMi .. Karena lagi – lagi RaeMi memaksa Raeyeon untuk berangkat bareng mau tidak mau Raeyeon harus pergi bersama RaeMi dan Jaejoong , Sebenarnya dia tidak ingin berangkat bersama tapi dia juga tidak bisa menolak keinginan RaeMi .

Karena Jaejoong selalu mengantar hanya di depan gerbang , Membuat yang lain tidak tahu kalau Raeyeon berangkat bersama RaeMi .. Terlebih lagi RaeMi selalu berjalan duluan menuju sekolah .. Sebenarnya tidak apa – apa kalau yang lain tahu mereka berangkat bersama ..

Saat itu Raeyeon langsung keluar dari mobil Jaejoong namun sebelumnya dia berkata “ Ya, Buang gengsi mu jauh – jauh kalau sebenarnya kau suka dengan perlakuan anakmu itu “ Jaejoong hanya dapat membulatkan matanya saja “ YA , NEO SAMANYA DENGAN BOCAH ITU “ Percuma teriakan Jaejoong hanya angin lalu buat Raeyeon yang sudah belalu dari hadapan Jaejoong.

****

RaeMi berjalan menenelusuri ruang – ruang sekolah , Dia berjalan sambil tersenyum – senyum sendiri teringat tingkahnya yang mencium appanya tanpa ijin orang tersebut .. Dia tersenyum karena teringat mimic wajah Jaejoong yang kesal ..

Tiba – tiba langkah RaeMi terhenti ketika melihat seorang namja yang sangat dia kenal tengah di kerubungi para yeoja , Senyumannya yang kian mengembang sekarang memudar begitu saja melihat namja tersebut ..

Ya, Tidak lain tidak bukan namja tersebut adalah Minho .. Dia pun teringat ucapannya dan Minho kemarin . Mulai hari ini dia harus menjadi budak Minho dan itu selama seminggu , Teringat hal itu membuatnya melemas ..

“ Semoga saja orang itu lupa dengan ucapannya yang kemarin “ Gumam RaeMi yang berjalan dengan berpura – pura tidak melihat Minho dan memalingkan wajah dari Minho , Dia pun berjalan mengedap –edap agar Minho tidak menyadari akan dirinya ..

Belum ada setengah jalan untuk menghindari Minho tiba – tiba teriakan menggema “ RAEMI-AH “ Terlihat Sueun dan Hyeshi yang melambaikan tangannya dan menghampiri RaeMi ,Saat itu dengan perlahan RaeMi membalikkan tubuhnya pada kedua yeoja itu sambil tersenyum memaksakan “ Ah ne , Hyeshi, Sueun “

RaeMi melirik kearah Minho yang ternyata tengah menatapnya dengan tajam , Sebenarnya dari tadi Minho memang melihat RaeMi dan ingin menghampirinya tapi keduluan dua yeoja ini ..

“ RaeMi-ah dari tadi aku meneriaki kenapa kau tidak menyahut ?” Ujar Sueun ketika dia sudah ada di hadapan RaeMi , “ Ahh Mianhae aku tidak mendengarnya “

“ Huhhhf makanya telingamu pasang “ Ledek Hyeshi , RaeMi hanya mengerucutkan bibirnya saja “Ya kalian mau ke kelaskan .. Kajja kita ke kelas  bersama “ Ajak RaeMi dengan cepat dan menarik kedua tangan Hyeshi, Sueun ..  karena terlihat Minho yang masih menatap tajam RaeMi .

Belum sempat RaeMi , Sueun dan Hyeshi melangkahkan kakinya sebuah panggilan seakan menahan diri mereka “ YA , Kim RaeMi “ Sontak ketiga orang ini terarah pada orang tersebut yang ternyata Minho ..

Tanpa memperdulikan gerutuan dari yeoja – yeoja yang memang mengkerubunginya Minho berjalan menghampiri RaeMi “ Neo , Tidak ingat dengan janjimu kemarin ? Hah “ Ujar Minho

“ Eoh ?” RaeMi berpura – pura tidak mengerti dengan ucapan Minho “ Babo jangan berpura – pura seperti itu , Kau ingin lepas dari tanggung jawab .. Janji adalah Janji Kim RaeMi “ Ujar Minho penuh tekanan dan menatap RaeMi tajam ..

Raemi dan kedua temannya hanya dapat menelan ludahnya saja “ Oppa tentu saja RaeMi tidak lupa masalah kemarin , Iyakan RaeMi ?” Ujar Sueun sambil melirik – lirik kearah Minho agar RaeMi cepat – cepat berbicara “Ahh ne , Siapa yang ingin lepas dari tanggung jawab .. Aku akan menepati janji “ Ujar RaeMi dengan terpaksa ..

“Jinjayo ? Tapi sepertinya tadi kau berusaha menghindariku “ Ujar Minho membuatnya membulatkan matanya  “ Aniyo , Tadi aku tidak melihatmu .. Jadi aku berjalan saja , Tidak bermaksud untuk menghindarimu “ RaeMi membela dirinya sendiri ..

“ Jinjayo ? Omo masa wajah setampanku tidak bisa terlihat oleh yeoja polos sepertimu “ Ujar Minho dengan sombongnya , RaeMi menghembuskan nafasnya sampai poninya naik keatas “ Sunbaenim sebenarnya ada apa kau memanggilku tadi ?” Tanya RaeMi yang sebenarnya sudah sangat kesal dengan Minho ..

“ Aniyo , Hanya mengingatkan saja ucapanmu kemarin adalah janji “ Ujar Minho dengan angkuhnya

“ Arayo , Kau tidak perlu mengingatkanku .. Aku akan ingat ,  Lagi pula janji adalah hutang dan harus ku tepati “ Ujar RaeMi ..

“ Ok , Kalau begitu berikan ponselmu padaku ?” RaeMi mengerutkan alisnya , Begitu juga dengan Sueun dan Hyeshi mereka saling bertatap – tatapan .. Bagusnya para yeoja yang tadi mengkrubungi Minho sudah pergi hanya ada beberapa anak yang masih berlalu lalang di sekitar koridor kelas ini “ Untuk apa aku memberi ponselku ?”

“ Sudah berikan saja padaku “ Minho menyodorkan tangannya agar RaeMi cepat – cepat memberi ponselnya pada Minho , Dengan setengah tidak ikhlas RaeMi memberi Ponselnya pada Minho , Terlihat Minho mengetik sesuatu di ponsel RaeMi begitu pun yang mengetik di ponselnya “ Ige , Di ponselmu sudah ku taruh no ponselku , Begitu juga dengan no ponselmu sudah ada di ponselku “ Ujar Minho yang memberikan kembali ponsel RaeMi ..

“ Memangnya untuk apa menaruh no ponsel segala ?” Ujar RaeMi

“ Babo , Mulai sekarang kau ini budakku .. Kalau aku ingin meminta sesuatu aku akan mengirim pesan padamu , Tidak mungkin aku menghampiri ke kelasmu .. Apa kata dunia kalau seorang Minho harus menghampiri seorang anak kecil sepertimu “ Ujar Minho , RaeMi hanya dapat mengerucutkan bibirnya saja mendengar ucapan Minho “ Ya sudah aku mau ke kelas .. Bersiap – siaplah menerima siksaan dariku “ Minho berlalu dari hadapan RaeMi yang tidak bergeming sama sekali ..

‘ bersiap – siapklah menerima siksaan dariku’ kata – kata itu terngiang – ngiang di otak RaeMi “ Kyaaaa~ dia akan menyiksaku “ Gerutu RaeMi frustasi sambil mengacak – acak rambutnya ..

“ RaeMi-ah tenang saja ada kami “ Ujar Hyeshi dan Sueun sambil memegang pundak RaeMi , RaeMi tersenyum riang mendengar hal itu “ Jinja kalian akan membantuku terbebas dari jeratan Minho sunbae ?” Sueun dan Hyeshi saling bertatapan ..

“ Aniyo , Kami akan membantu dengan doa saja .. RaeMi Fighting “ Ujar Hyeshi dan Sueun sambil mengepalkan kedua tangannya seraya melongos pergi dari  hadapan RaeMi , Mendengar penyataan temannya dia hanya bisa melemas .. Hyeshi dan Sueun bukan tidak mau membantu hanya saja kalau menyangkut dengan Minho sepertinya memang tidak bisa ikut campur ..

*****

Raemi dan teman – temannya tengah berjalan menuju kantin , Kebetulan terlihat beberapa meja yang kosong membuat mereka mudah duduk di mana saja ..

Baru sedetik RaeMi duduk di bangkunya getaran ponselnya sangat terasa sekali ..

Drrttt drrrttt

Tanpa ragu RaeMi meraih ponselnya dan 1 message ..

From : Minho Sunbae

Juice orange ..

Aku ingin kebab , Cepat bawakan untukku ..

Aku ada di bangku di paling pojok

Menerima  pesan ini RaeMi langsung mengerucutkan bibirnya , Matanya pun langsung mencari meja paling pojok .. Ketika RaeMi memiringkan kepalanya kea rah kanan terlihat Minho yang menatap tajam dan memonyongkan bibirnya menandakan cepat-belikan-sekarang ..

“ Nugu ?” Ujar Sueun yang menyadari sikap RaeMi yang aneh , RaeMi hanya memberikan ponselnya pada Sueun dan kedua teman lainnya ..

“ Ckck , Sepertinya penyiksaan baru saja di mulai “ Ujar Taemin sambil cengengesan , Namun hanya sesaat karena Sueun dan hyeshi menatapnya tajam menandakan agar dia diam ..

“ Kau benar Taemin-ah .. Sepertinya dia benar – benar ingin menyiksaku ,  Terlebih lagi apa – apaan dia memanggilku Juice orange “ Gerutu RaeMi dengan nada frustasinya ..

“ Karena kau sudah dua kali menumpahkan Juice orange padanya , Kau di ber julukan baru olehnya “ Ujar Hyeshi ingin tertawa tapi di tahan

“ Ya sudah aku belikan kebab dulu untuknya , Ne “ Ujar RaeMi yang berlalu meninggalkan ketiga temannya , Ketiga temannya hanya menganggukan kepalanya saja seraya memberi semangat “ RaeMi Fighting “

Setelah dia memesan kebab , RaeMi berjalan menuju meja Minho .. Terlihat Minho dan Jinki yang duduk manis , Tapi RaeMi menatap mereka dengan aneh karena di sekitar mereka tidak ada para yeoja yang biasa mengkrubungi mereka ..

“ Tumben sekali tidak ada para yeoja yang mengkrubungi meja ini ?” Ujar RaeMi ketika sudah ada di depan Minho ..

Menyadari keberadaan RaeMi , Minho langsung terarah padanya “ Aku mengusir mereka , Menganggu kehidupanku saja .. Mana kebabnya ?” Minho  menyodorkan tangannya menagih keinginannya tadi .

“ Ige “ RaeMi menyodorkan sepiring kebab pada Minho “ Jinki Sunbaenim “ Sapa RAeMi yang menyadari keberadaan Jinki ..

“ Ne, RaeMi-ah .. Kau baik – baik saja kan ?” Ujar Jinki membuat RaeMi mengerutkan alisnya , Tapi Jinki langsung melirik kearah Minho agar RaeMi mengerti dengan ucapan Jinki “ Ahh ne Ghwencana “ Ujar RaeMi setengah tidak ikhlas sambil tersenyum memaksakan ..

Jinki hanya tersenyum menanggapi ucapan RaeMi , Dia tahu betul apa yang di rasakan RaeMi saat ini ..

Apanya yang baik – baik saja , Di suruh oleh namja menyebalkan ini apa di bilang baik – baik saja ? Batin RaeMi .

“ YA , Ige ..” Tunjuk Minho pada kebab yang ada di hadapannya , RaeMi langsung terarah pada Minho “ Wae? Sunbaenim ?”

“ Aku tidak suka dengan mentimun , Kau makan mentimun ini “ Ujar Minho menunjuk – nunjuk pada kebab .

“ Memakan mentimun ? Kenapa tidak kau buang saja sunbaenim “ Ujar RaeMi , Minho menatap tajam RaeMi “ Ya , Aku ingin kau yang memakannya .. Palli “ Perintah Minho

Mau tidak mau RaeMi duduk di sebelah Minho dan memakan mentimun yang ada di dalam kebab tersebut .

“Ige , Sudah ku makan semua mentimunnya .. Kau bisa memakannya sekarang “ Ujar RaeMi menyodorkan kebab tersebut pada Minho , Minho menarik sebelah alisnya “ Ige , Aku pun tidak terlalu menyukai tomat .. Kau mau makan tomatnya “ RaeMi menghebuskan nafas kesalnya “ Palli di makan “ Perintah Minho

Lagi – lagi RaeMi menurut saja ucapan Minho dan memakan tomat tersebut , Sedangkan Jinki hanya menggelangkan kepalanya saja menyaksikan hal ini ..

“Sepertinya aku harus meninggalkan kalian , Aku ingin ke tempat Hyeshi dulu .. Ne “ Ujar Jinki tiba – tiba , MEmbuat kedua orang ini menatapnya “ Sunbaenim kau disini saja “ Ujar RaeMi yang mulutnya penuh dengan tomat ..

“ Ya sudah pergi saja sana “ Ujar Minho sambil menatap RaeMi dengan licik , RaeMi hanya dapat melihat kepergian Jinki berharap dia kembali ke meja ini tapi itu mustahil karena sekarang Minho tengah menatapnya tajam.

Setelah RaeMi menghabiskan tomat dan menyerahkan kembali kebab itu pada Minho “ Aku tidak ingin makan kebab , Kau pesankan aku nasi goreng .. Palli bawakan untukku “ PErintah Minho

“ Ne” RaeMi segera pergi dari hadapan Minho untuk membeli nasi goreng sesuai dengan keinginan Minho ..

Beberapa saat RaeMi kembali dengan nasi goreng pesanan Minho “ Ige “ RaeMi menaruh nasi goreng tersebut di depan Minho .

“ Ya , Aku tidak suka acar .. Kau makan acar ini “ Minho menunjuk – nunjuk pada acar yang ada di pinggir – pinggir nasi goreng ini “ Ne” Hanya kata itu yang terlontar dari mulut RaeMi dan memakan acar tersebut .

“ Ige sudah ku makan acarnya “ RaeMi menyodorkan kembali nasi goreng tersebut pada Minho , Tapi Minho hanya diam saja “ Ahh kenapa aku ingin sekali memakan ketang goreng dengan saus sambal yang banyak , Tapi saus sambalnya di pisah .. RaeMi kau pesankan untukku , Ne?” RaeMi hanya dapat menghela nafas saja ..

“ Ne “ Dengan nada lemas RaeMi beranjak dari duduknya , Tidak lama RaeMi pun kembali dengan kentang goreng tersebut dan menaruhnya di depan Minho ..

“ Omo , Aku tidak suka saus sambal “ Ujar Minho menatap RaeMi , RaeMi menatap garang Minho “ Sunbaenim bukankah kau yang meminta untuk memakai saus sambal “ Ujar RaeMi dengan nada yang penuh tekanan

“ Kau menyalahkanku ? Hah “ Minho justru menatap RaeMi lebih garang lagi membuat RaeMi ciut seketika “ Aniyo sunbaenim .. Keunde ..” Ucapan RaeMi terpotong

“ Palli makan saus sambal itu “ RaeMi langsung membulatkan matanya tidak percaya “ Sunbaenim , Aku pun tidak suka pedas “ Ujar RaeMi dengan polosnya

Tapi Minho semakin menatap RaeMi tajam “ Palli makan , Atau ku laporkan kejadian …” Belum sempat Minho melanjutkan ucapannya Saat itu juga terlihat RaeMi yang memakan saus sambal tersebut .. Minho menatap takjub RaeMi bagaimana bisa dia mau begitu saja memakan saus sambal ini , Tapi hal ini benar – benar membuat Minho terhibur ..

Baru dua suap RaeMi memamkan saus sambal tersebut , Terlihat bibirnya yang sudah memerah “ Omo panas “ Pekik RaeMi ingin bangkit dari tempat duduknya , Namun di tahan oleh Minho “ Cepat habiskan saus itu palli “ Tatap Minho dengan tajamnya

Raemi dia hanya bisa menurut saja dengan ucapan Minho , Ketiga suapan membuat RaeMi tidak kuat “ Sunbaenim panas “ Pekik RaeMi yang berdiri dan berlari mencari air minum ..

Melihat hal ini Minho hanya tertawa – tawa , Seakan puas mengerjai RaeMi .. Sedangkan teman – teman RaeMi menatap Minho dengan tatapan yang sulit di artikan ..

“ Aaahh huhh , huhh sunbaenim aku tidak kuat lagi dengan saus sambal itu” Ujar RaeMi ketika kembali di hadapan Minho , Minho hanya tersenyum licik pada RaeMi “ Sudahlah , Lagi pula aku sedang tidak berselera untuk makan “ Ujar Minho yang berlalu pergi dari hadapan RaeMi ..

Raemi hanya dapat diam terbengong dengan sikap Minho yang semena – mena “ YAH !” Teriak RaeMi dengan nada kesal , Membuat langkah Minho tertahan dan menatap RaeMi “ Wae? Kau ingin marah ?” Tanya Minho dengan nada super evilnya .

Menelan ludah ~

Itu yang di lakukan RaeMi “ Aniyo sunbaenim” Ujar RaeMimenggelengkan kepalanya dan tersenyum memaksakan , Saat itu juga Minho kembali berjalan meninggalkan RaeMi .. Sebenarnya RaeMi ingin marah tapi dia tidak bisa tatapan Minho terlalu menakutkan lagi pula RaeMi bukan tipikal yeoja yang bisa marah begitu saja .

Tiba – tiba RaeMi merasakan perutnya seperti ada yang mengocok “ Omo perutku sakit sekali” Pekik RaeMi yang langsung berlari menuju kamar mandi , Akibat ulah Minho yang menyuruh RaeMi memakan saus sambal membuat RaeMi sakit perut ..

Sueun, Hyeshi , Jinki dan Taemin sedari tadi mereka menonton perilaku kedua makhluk itu .. Mereka ingin tertawa melihat RaeMi yang di kerjai tapi disisi lain mereka pun memandang RaeMi dengan tatapan mirisnya.

*****

Jaejoong menatap RaeMi dengan heran , Karena dari tadi RaeMi bulak – balik ke kamar mandi  yang ada di dapur .. Bahkan ketika mereka makan malam tidak henti – hentinya aktifitas makan RaeMi terbengkalai akibat dirinya yang ke kamar mandi ..

“ YA , BOCAH WAEYO ?” Ujar Jaejoong yang sedikit menggedor – gedor pintu kamar mandi ..

“ Appa , Aku sakit perut .. Jebal belikan obat diare untukku “ Ujar RaeMi di dalam kamar mandi dan setengah berteriak .

“ Ckck , Sakit perut .. Memang kau habis makan apa tadi di sekolah ?” Tanya Jaejoong masih cekikikan mendengar ucapan RaeMi ..

“ Aku di kerjai sunbaeku untuk memakan saus sambal .. Jebal appa belikan “ Mohon RaeMi

“ Dasar babo .. Mau saja di kerjai , YA sudah kau tunggu ne “ Ujar Jaejoong

Ting tong ting tong

Baru saja Jaejoong ingin keluar untuk membeli obat diare pintu bel berbunyi , Sebenarnya dia enggan sekali untuk keluar tapi melihat keadaan RaeMi yang harus ke kamar mandi membuatnya merasa iba juga ..

Ketika Jaejoong membuka pintu , Terlihat Yoochun yang sudah berdiri sambil tersenyum pada Jaejoong .. Tapi tiba – tiba sebuah ide melesat di otaknya ..

“ Omo lama sekali kau membukakan pintu untukku “ Dengus Yoochun dengan kesal dan langung ingin masuk , Sayangnya dengan cepat tangan Jaejoong menahan Yoochun “ Wae? Aku ingin masuk “ Ujar Yoochun menatap Jaejoong dengan kesal .

“ Andhwae , Kau tidak boleh masuk “ Ujar Jaejoong , Yoochun mengerutkan alisnya “ Mwo?”

“ Kau tidak boleh masuk sebelum kau membelikan obat diare untuk RaeMi “ Ujar Jaejoong yang kembali masuk dan menutup kembali pintu apartementnya ..

“ YAH ! KIM JAEJOONG “ Teriak Yoochun dengan kesal dan menghentakan beberapa kali  pintu apartement Jaejoong ..

“ Palli belikan obat diare , RaeMi sangat membutuhkan itu saat ini .. Palli , Palli “ Ujar Jaejoong di balik pintu apartementnya , Sedangkan Yoochun memendam rasa kesalnya pada Jaejoong “ Ne baiklah “

“ Bagus bagus cepat belikan , Ne” Teriak Jaejoong , Sebelum pergi Yoochun pun berkata “ Brengsek kau” Sambil menedang pintu apartement Jaejoong ..

Dasar orang ini bersikap seenak jidat saja .batin Yoochun

Sedangkan Jaejoong tersenyum puas , Kebetulan sekali ada Yoochun yang datang jadi dia tidak perlu repot – repot membelikan obat diare untuk RaeMi ..

*****

_ Dua hari kemudian _

Dua hari sudah berlalu , Tapi bagi RaeMi dua hari bagaikan neraka .. Kenapa ? Ya, Dua hari ini RaeMi selalu di kerjai oleh Minho , Dia selalu di suruh membelikan makan siang untuknya .. Tapi makanan tersebut jarang sekali dia makan melainkan RaeMi yang harus memakan semuanya ..

Sempat di suruh untuk memakan saus sambal kembali , Namun RaeMi teringat ketika dia di suruh Minho memakan saus sambal mengakibatkannya harus bulak – balik ke kamar mandi , RaeMi menolaknya mentah – mentah ..

Alhasil membuat RaeMi semakin kesulitan , Karena dia harus meminum orange Juice yang rasanya sangat asam sekali ..

Pelajaran matematika yang di berikan Jang Sonsaengnim berjalan dengan baik , Terlihat semua siswa memperhatikan tiap penerangan yang di perjelaskan ..

Drrrtt drrrttt

Tiba – tiba saja di rasakan ponsel RaeMi yang memang ada di sakunya bergetar , Ketika dia membuka ponselnya tersebut terdapat 1 message dari orang yang tidak asing lagi ..

From : Minho Sunbae

Orange Juice , Bawakan aku segelas coklat hangat .

Sekarang juga , Aku ada di taman .. Palli

RaeMi langsung membulatkan matanya tidak percaya , BAgaimana bisa sekarang dia tengah belajar tidak mungkin baginya untuk membelikan coklat hangat saat ini juga .. Dia pun langsung membalas pesan singkat dari Minho .

To : Minho Sunbae

Sunbae , Aku sedang belajar .

Bisa nanti saja saat istirahat membelinya .

Beberapa menit balasan ponsel RaeMi bergetar lagi , Menandakan Minho membalas pesannya kembali ..

From : Minho Sunbae

TIDAK PERDULI

AKU MAU SEKARANG JUGA

PALLI..

Raemi hanya dapat menelan ludahnya saja mendapati pesan dari Minho huruf capslock semua , Apa dia harus pergi keluar dari kelas sekarang juga ? Tapi , alasan apa yang harus dia katakan.

“ Wae? Ada masalah ?” Tanya Sueun menatap RaeMi dengan khawatir

“ Minho Sunbae” RaeMi memberitahu deretan pesan dari Minho , Sueun menghembuskan nafasnya saja “ Aiishh Minho oppa , Di saat belajar kenapa dia harus belaku  seperti itu “ Gerutu Sueun dengan kesal .

“ Sepertinya aku harus keluar dari kelas ini “ Ujar RaeMi membuat Sueun membulatkan matanya “ Mwo ?”

“ Aku akan meminta ijin ke toilet “ Ujar RaeMi dan berlalu dari hadapan Sueun menuju Jang sonsaengnim meminta ijin .. Sedangkan Sueun hanya dapat menggelngkan kepalanya saja melihat tingkah RaeMi , Kenapa dia harus sepolos itu menuruti keinginan di namja egois itu .Batin sueun.

*****

Saat ini RaeMi sudah berada di taman , Dengan segelas coklat hangat yang ada di tangannya dia mencari sosok namja yang menyuruhnya tadi .

Gara – gara namja itu , Dia terpaksa berbohong pada gurunya untuk ke toilet .. Untuk pertama kali baginya berbohong pada gurunya , Padahal eommanya tidak pernah mengajarkan hal yang buruk  seperti itu padanya .

Tepat di bawah pohon rindang terlihat seorang namja tengah duduk sambil memejamkan matanya , Namja itu namja yang sedari tadi RaeMi cari lebih tepatnya Minho .. Tanpa ragu RaeMi menghampirinya yang sepertinya tertidur ..

“ Minho sunbae “ Panggil RaeMi , Tapi tidak ada jawaban dari orang itu “ Apa orang ini benar – benar tertidur ?” Gumam RaeMi , Dia putuskan untuk berjongkok berhadapan dengan Minho .

Di tatapnya lekat – lekat namja yang tengah tertidur ini , Tiap lekuk yang ada di wajahnya sangat sempurna .. Kenapa dia baru sadar Minho terlihat sangat tampan ,Tanpa terasa sebuah senyuman tergores dari bibir RaeMi ..

‘Kau ini sangat tampan , Tapi sikapmu yang sangat menyebalkan’Batin RaeMi terus memandangi wajah Minho , Entah kenapa dia tidak merasa tega untuk membangunkan namja ini wajahnya sangat damai sekali ketika tertidur seperti ini ..

Ketika RaeMi masih asik memandangi wajah Minho , Tiba – tiba saja mata Minho terbuka betapa kagetnya dia ketika melihat RaeMi yang sudah ada di hadapannya , Begitu juga dengan RaeMi yang tak kalah kagetnya melihat Minho yang sudah membuka matanya ..

Mata mereka saling bertemu satu sama lain , Bahkan jarak mereka sangat dekat hembusan nafas pun sangat terasa menyapu tiap inci wajah mereka . Mereka yang baru tersadar saling berpandangan sontak saat itu juga mereka memalingkan wajah mereka dengan wajah yang merona merah ..

“ Ya, Kenapa kau bisa berada disini ? Hah “ Ujar Minho yang membuka pembicaraan dan menatap ketus pada RaeMi , Tapi yeoja polos ini hanya tersenyum sambil menyodorkan coklat hangat pada Minho “ Ige , Kau menyuruhku untuk membawakan coklat hangat .. Apa kau lupa sunbaenim ?”

Minho terdiam seakan berfikir dan tersadar betapa bodohnya dia harus bertanya seperti tadi , Padahal sudah jelas – jelas tadi dia yang menyuruh RaeMi “ Tapi kenapa kau tidak membangunkanku ?”

“Saat kau tertidur wajahmu terlihat sangat damai, Mana mungkin aku  tega membangunkanmu sunbaenim ” Ujar RaeMi yang memberikan senyuman khasnya yang polos   , Mendengar ucapan RaeMi saat itu juga Minho terdiam seakan ada yang merasukinya ucapan RaeMi sangat terngiang di benaknya bahkan dia teringat ucapan tersebut mengingatkannya akan seseorang ..

“ Sudah ambil coklat hangat ini , Aku harus segera kembali ke kelas “ RaeMi menaruh coklat hangat itu tepat di samping Minho dan ingin bergegas pergi , Namun sayangnya tangan RaeMi di tahan oleh Minho “ Wae?” RaeMi menatap pegangan tangan Minho sangat keras .

“ Gajima , Temani aku “ Ujar Minho membuat RaeMi membulatkan matanya tidak percaya “ Mwo? Menemanimu ? Sunbaenim aku harus masuk kembali ke kelas , Kau ingin aku di hukum oleh Jang sonsaengnim ?”

Minho tersenyum licik khasnya “ Ne, Itu yang aku inginkan .. Jadi temani aku disini “ RaeMi menatap kesal Minho sambil berseru “ Sunbaenim “ RaeMi memasang wajah kesalnya , Bisa – bisanya Minho berkata seperti itu .

“ Wae? Kau kesal ? Kau itu budakku , Jadi turuti saja ucapanku .. Jangan membantah temani aku duduk disini “ Ujar Minho sambil menepuk  rumput di sebelahnya , Mau tidak mau RaeMi menurut saja ucapan Minho dan duduk di sampingnya “ Jangan terlalu dekat jaga jarak denganku “

RaeMi memandang kesal Minho dan sedikit menjaga jarak “ Nah , Seperti itu .. Aku hanya takut kau terlalu dekat denganku , Nanti kau menyukaiku “ Ujar Minho dengan kesombongannya , RaeMi tidak bisa berkata  apa – apa sikap Minho membuatnya sangat kesal , Apa semua namja bersikap seperti ini ? Pikirnya sambil terus menatap Minho.

Sedangkan Minho setelah berkata seperti itu dia langsung menyeruput coklat hangat yang di bawa RaeMi , Sebuah senyumanpun mengembang dari bibirnya melihat RaeMi yang memasang wajah kesalnya itu..

******

RaeMi berjalan menuju gerbang sekolah , Seperti biasa dia di jemput kadang dengan Jaejoong terkadang dengan Yoochun .. Tapi biasanya yang paling sering menjemput pulang sekolah Yoochun , Jaejoong selalu beralasan rapat ..

RaeMi pun sangat mengerti pekerjaan appanya sangat penting untuk perusahaan yang di kelola JaeJoong saat ini ..

RaeMi tersenyum riang ketika melihat seseorang yang sudah sangat dia kenal berdiri di depan mobilnya , Tanpa ragu RaeMi menghampiri orang tersebut “ Chun ahjjusi , Menunggu lama ?”

Ya , Yang menjemput RaeMi kali ini adalah Yoochun , Untuk kesekian kalianya Yoochun menjemput RaeMi .. Tapi dia tidak pernah keberatan untuk menjemput RaeMi ..

“ Ehhmm , Lumayan “ Ujar Yoochun yang tersenyum kearah RaeMi ..

“ Ahjjusi , Appa tidak menjemput lagi .. Apa dia terlalu sibuk tidak menjemputku ? “ Ujar RaeMi mengerucutkan bibirnya “ Ne, Tadi kebetulan sekali ada rapat direksi , Alhasil aku yang harus menjemputmu lagi “

RaeMi mengembungkan pipinya sebal mengingat appanya yang terkesan sibuk “ RaeMi-ah kajja kita pulang “ Ujar Yoochun yang mengacak lembut rambut RaeMi

“ Ahjjusi aku tidak ingin pulang “ Yoochun membulatkan matanya “ Wae?”

“ Aku ingin ke kantor appa , Aku tidak ingin pulang .. Jebal bawa aku ke kantor appa , Jebal ahjjusi “ Rengek RaeMi sambil menarik – narik tangan Yoochun dan memasang wajah aegyonya , Yoochun hanya dapat menghela nafasnya saja “ Baiklah akan ku bawa kau ke kantor “

“ Jinjayo ?” Seru RaeMi dengan riangnnya , Yoochun menganggukan kepalanya bagaimana dia bisa menolak permintaan anak sepolos RaeMi terlebih lagi dia memasang wajah yang sulit untuk menolak “ Kajja “ Seru RaeMi namun Yoochun menahan tangan RaeMi ..

“ Chamkaman , Biar aku membuka untukmu “ Ujar Yoochun yang langsung membuka pintu mobil untuk RaeMi , RaeMi hanya menatap Yoochun heran “ Omo ahjjusi , Aku berasa seorang putri saja .. Gomawo “

“ Ya, Bocah cepat masuk, Bukankah kau ingin cepat – cepat bertemu appamu “ Ujar Yoochun sambil menarik ujung hidung RaeMi membuatnya merintih kesakitan “ Auu appo , Ne , Ne aku masuk “ Ujar RaeMi sambil memegang hidungnya dan masuk kedalam mobil ..

Sedang Yoochun hanya dapat tersenyum melihat tingkah RaeMi dan menutup pintu mobilnya ..

****

Sueun dan Hyeshi baru saja ingin keluar dari gerbang sekolah , Namun langkahnya tertahan ketika melihat seorang yeoja yang mereka kenal tengah berbicara dengan seorang namja ..

“ Hyeshi-ah bukan kah itu RaeMi ?” Seru Sueun sambil menunjuk kearah RaeMi , Hyeshi memicingkan matanya “ Ne, Dengan siapa  dia ?”

“ Sepertinya namja itu sudah berumur “ Ujar Sueun terus menatap RaeMi yang tengah berbicara dengan seorang namja “ Ne, Tapi tetap terlihat tampan dan baby face “Puji Hyeshi yang juga memandangi kedua orang itu.

Sueun menatap Hyeshi “YA ,Bukan itu yang aku maksud Park Hyeshi “ Hyeshi mengerutkan alisnya dengan ucapan Sueun “ Lihatlah , Aku tahu namja itu taman tapi sangat terlihat jelas sudah berumur .. Apa RaeMi bergaul dengan seorang ahjjusi seperti dia “

Plettaakkk

Pukulan mendarat di kepala Sueun “ Appo “ Rintih Sueun sambil mengusap kepalanya yang sakit , Hyeshi hanya menatap Sueun tajam “ Babo , Maksudmu RaeMi bermain – main dengan seorang om –om demi mendapatkan uang “ Sueun menganggukan kepalanya .

“ Ya , Jangan berfikiran yang macam – macam dulu .. Siapa tahu itu oppanya “ Ujar Hyeshi , Sueun mengerutkan alisnya “ RaeMi tidak punya oppa , Ingat ceritanya ketika pertama kali masuk ke sekolah “ Hyeshi menerawang dan menganggukkan kepalanya ..

“RaeMi hanya tinggal dengan appanya , Tidak mungkin appanya semuda itu .. Sedang RaeMi sudah 16 tahun “ Gumam Sueun , Hyeshi dan sueun samakin bertatapan satu sama lain .

“ Mungkin saja dia ahjjusinya , Lagi pula wajahnya tidak menunjukkan dia terlihat tua kok “ Ujar Hyeshi terus memuji namja itu , Sueun menatap tajam hyeshi “ Omo ka uterus memuji namja itu , Ku laporkan pada Jinki oppa ne “ Ujar Sueun yang meledek dan segera berlari dari hadapan Hyeshi ..

“ YAH .. JANGAN DI ADUKAN , DASAR TUKANG PENGADU “ Teriak Hyeshi yang mengejar Sueun , Tanpa menghiraukan apa yang tadi mereka  lihat .

*****

Yoochun menggenggam tangan RaeMi memasuki gedung yang menjulang tinggi , Terlihat beberapa orang yang memang ada di lobi ini menatap kearah RaeMi dan Yoochun , Beberapa orang yang berpapasan dengan Yoochun membungkukkan badan mereka ..

Tidak banyak juga yang berbisik – bisik sambil terarah pada RaeMi dan Yoochun , Tapi Yoochun hanya tersenyum menanggapi hal tersebut dan menarik RaeMi memasuki Lift ..

“ Ahjjusi kenapa mereka menatap kita seperti itu ?” Tanya RaeMi , Yoochun hanya tersenyum “ Karena ada kau di sampingku “ RaeMi mengerutkan alisnya

“ Karena aku ?” RaeMi menunjuk pada dirinya sendiri , Yoochun menganggukan kepalanya “ Ne , Tidak sadarkah kau masih memakai seragam sekolah “ Yoochun menatap RaeMi dari atas sampai bawah .

Sedangkan RaeMi baru mengerti dan tersenyum polos “ Ne, Aku lupa .. Kau membawa anak sekolah mungkin sangat asing bagi mereka “

“ Great baby , Kau memang pintar .. Tumben sekali cepat tanggap “ Ujar Yoochun , Sedangkan RaeMi menatap Yoochun tajam “ Ya, AHJJUSI “Teriak RaeMi kesal ..

Memang dia sedikit sulit untuk menanggap sesuatu maka dari itu Yoochun berkata seperti ini , Teriakan RaeMi sama sekali tidak di hiraukan oleh Yoochun karena lift sudah terbuka , RaeMi langsung di tarik kembali oleh Yoochun memasuki sebuah ruangan ..

Tepat di tengah – tengah ruangan tersebut terdapat tiga meja besar dan empat orang yeoja di bangkunya masing – masing .. Saat itu juga empat  yeoja yang menyadari kehadiran Yoochun langsung berdiri “ Annyeong sajangnim” Empat  yeoja itu membungkukkan kepala mereka .

“ Ini ruangan apa ahjjusi ?” Tanya RaeMi sambil berbisik pada Yoochun “ Ini ruangan untuk staf penting memang semuanya yang nemepati para yeoja  “ Ujar Yoochun sedikit menjelaskan .

“ Keunde , Sekertaris appa apakah dari salah satu mereka “ Bisik RaeMi lagi , Yoochun hanya tersenyum “ Aniyo sekertaris appamu itu seorang namja “ Medengar ucapan Yoochun, Raemi dapat bernafas lega ..

“ Apa kalian melihat Jaejoong ?” Tanya Yoochun , Keempat yeoja itu serentak menjawab “ Anyo , Sepertinya masih di ruang rapat “ Yoochun hanya menganggukan kepalanya dan ingin berlalu dari hdapan para staf di perusahaan ini .

Namun pertanyaan seseorang membuat Yoochun tertahan “ Sajangnim , Nuguya ?” Ujar Seorang yeoja sambil menunjuk kearah RaeMi “ Keponakanku “ Tanpa basa – basi Yoochun langsung menarik kembali RaeMi ..

Tepat di sebuah ruangan yang sangat luas , Dekorasi ruangannya pun sangat classic dan terkesan indah serta nyaman ..

“ Ige…” Ucapan RaeMi terpotong karena Yoochun cepat berbicara “ Ruangan appamu “ RaeMi mengangguk mengerti ..

“ Kau tunggu disini , Aku akan memanggil Jaejoong .. Jangan kemana – mana arayo “ Ujar Yoochun , RaeMi menganggukan kepalanya dan saat itu juga Yoochun pergi dari ruangan ini ..

*****

Yoochun , Dia tengah berjalan menuju sebuah ruangan yang memang tidak asing lagi baginya .. Dia beriat memberitahu RaeMi berada disini ..

Dia memang tidak memberitahu lewat pesan , Karena dia berniat untuk mengejutkan Jaejoong .. Dia yakin Jaejoong akan memasang wajah kesal ..

Sampai di ruangan tersebut , TErlihat Jaejoong yang menatap layar besar menyaksikan presentasi dari staf direksi lainnya ..

Yoochun hanya tersenyum dan langsung memanggil sekertaris Jaejoong yang memang berada di samping Jaejoong “ Yoseob tolong berikan ini pada sajangnim “ Ujar Yoochun yang memberikan secarik kertas kecil padanya ..

Tanpa ragu si sekertaris tersebut memberikan secarik kertas  itu pada Jaejoong “ Mwo ?” Jaejoong menatap tajam sekertarisnya tersebut “ Ige Yoochun sajangnim yang menyuruhku untuk memberikan ini padamu “ Sambil berbisik – bisik Yoseob berbicara pada JAejoong

“ Omo kenapa tidak dia saja yang berbicara padaku , Tidak perlu memberi secarik kertas ini .. Dia pun seperti mau lepas dari tanggung jawab rapat direksi “ Gumam Jaejoong , Seperdetik kemudian Jaejoong membaca pesan yang ada di kertas tersebut .

RaeMi ada di ruanganmu

Cepat keluarlah

_Yoochun_

Sontak saat itu juga Jaejoong membulatkan matanya “ MWO ? APA-APAAN INI , BOCAH ITU ADA DI SINI “Teriak Jaejoong tanpa menyadari kalau dirinya tengah di tatap oleh orang – orang yang ada di ruangan tersebut , Seakan sadar Jaejoong langsung berkata “ Mianhae , Lanjutkan saja “

Jaejoong menatap Yoochun yang tersenyum kearahnya , Tidak dengan Jaejoong yang menatap kesal pada Yoochun ..

“ BErikan ini padanya “ Ujar Jaejoong yang tadi memang mencatat sesuatu di kertas , Seakan membalas surat Yoochun ..

Babo , Kenapa kau membawanya kesini ..

Ya sudah bawa saja dia makan di restaurant biasa

_Jaejoong_

Yoochun hanya tersenyum mendapat balasan Jaejoong , Saat itu juga Yoochun pergi dari ruangan tersebut ..

Ketika Yoochun ingin kembali ke ruangan Jaejoong , Tepat di ruangan tengah tadi dimana staf penting berada di situ , Terlihat RaeMi yang tengah berteriak tidak jelas ..

****

Menunggu hal yang tidak mengenakan , RaeMi merasa suntuk berada di dalam ruangan yang di katakana kalau ruangan ini adalah ruangan Jaejoong , Tapi entah kenapa dia merasa suntuk ..

Saat itu juga dengan membantah ucapan Yoochun tadi agar dia tidak pergi kemana – mana , Tapi kali RaeMi malah keluar dari ruangan tersebut ..

Dia berniat ingin menelusuri kantor ini , Tapi dia sama sekali tidak tahu seluk – beluk tentang kantor ini , bahkan baru pertama kali baginya dia berada di kantor ini ..

“ Tadi itu keponakan Yoochun sajangnim ? Wajahnya sama sekali tidak mirip ne “ Ujar Seorang yeoja ..

Tepat saat itu juga RaeMi menghentikan langkahnya , TErlihat di ruangan yang memang para empat yeoja tengah berumpi .

“ Ne, Aku fikir dia kekasihnya “

“ Ya, Yuri mana mungkin anak kecil seperti itu kekasihnya Yoochun sajangnim “ Ujar salah satu yeoja

“ Sunny , Kan bisa saja . Lagi pula wajah Yoochun sajangnim terlihat tampan tidak jarang anak kecil seperti itu mau saja berpacaran dengan Yoochun sajangnim “

“ Ya , Kalian berbicara apa sih .. Yoochun sajangnim tidak mungkin tertarik pada anak kecil seperti itu , Paling juga anak kecil itu yang menggodanya “ Mendengar hal itu RaeMi merasa kesal , Tapi untuk apa meladeni hal ini “ dasar kesalahpahaman pun merajai mereka”  Dengus RaeMi ingin pergi ..

“ AAaahh aku tidak perduli , Asal jangan Jaejoong sajangnim saja yang di goda .. Yang boleh menggoda Jaejoong sajangnim hanya diriku “ Lagi – lagi langkah RaeMi terhenti ketika mendengar ucapan para yeoja itu .

“ Babo .. Nanti aku akan mengajak Jaejoong sajangnim untuk dinner bersamaku sebelum kau menggodanya fany “ RaeMi semakin membulatkan matanya .

“ Terserah kalian mau melakukan apa untuk mendapatkan Jaejoong sajangnim , Keunde aku hanya ngefans dengan Yoochun sajangnim “

“ Bagus Yoona karena kita pun tidak mengharapkan ada yang menyukai Jaejoong Sajangnim lagi , Kita pun sangat sulit mendapatkan hatinya “ Ujar salah satu yeoja yang di panggil Yuri ..

Setelah menimang – nimang mendengar ucapan para yeoja ini entah kenapa RaeMi tidak suka “ YAHH ! AHJJUMA” Teriak RaeMi sontak keempat yeoja itu terarah pada RaeMi  “ MWO ? AHJJUMA ?” TEriak keempat yeoja itu .

“ YA JANGAN BERUSAHA MENGGODANYA, ARAYO” Teriak RaeMi lagi membuat ke empat yeoja itu mengerutkan alisnya “ KIM JAEJOONG JANGAN BERUSAHA MENGGODANYA , DIA MILIKKU “ Tekan RaeMi lagi membuat keempat yeoja itu semakin membulatkan mata mereka .

“ Ya , anak kecil maksudmu apa Jaejoong sajangnim milikmu ?” Ujar Salah satu yeoja ..

“ Ne, Dia hanya milikku .. MILIKKU “Tekan RaeMi lagi , Sedangkan keempat yeoja ini saling bertatapan tidak mengerti .

“Memangnya Jaejoong sajangnim siapamu sampai dia hanya milikmu ?” Para yeoja itu tersenyum mendengar celoteh anak kecil seperti RaeMi , Mereka menganggap ucapan RaeMi mengada – ada ..

“ YA , KARENA DIA …..” Ucapan RaeMi terpotong ketika ada tangan yang sukses membekapnya , Ketika dia menengok terlihat Yoochun yang membekap mulut RaeMi dan melototi RaeMi “ Aaahhh Mianhae , Keponakanku ini dia sangat ngefans dengan JAejoong , Jadi dia berkata seperti itu .. Kalian harus memaklumi abg labil “ Ujar Yoochun membuat RaeMi membulatkan matanya pada Yoochun ..

Medengar hal itu empat yeoja hanya tertawa renyah “ Ghwencana , Dari tadi kami pun tidak terlalu menanggapi .. Pantas saja dia berbicara seperti itu , saingan bertambah satu “ Ujar Para yeoja itu dengan nada rendah di akhir kalimat ..

“ Kalau begitu kami permisi dulu ne , Annyeong “ Ujar Yoochun dengan nada memaksakan dan membawa RaeMi pergi dari hadapan empat yeoja itu masih dengan mulutnya yang terbekap.

“ Ne annyeong , jaga baik – baik keponakanmu “ Ujar empat yeoja itu sambil melambaikan tangannya ..

Sampai di lift bekapan RaeMi di lepaskan oleh Yoochun “ YA, AHJJUSI AKU PENGAP KENAPA KAU TEGA SEPERTI PADAKU “ Teriak RaeMi

“ Pelankan suaramu RaeMi-ah .. Aku bersikap seperti itu , Karena di kantor ini tidak ada yang tahu statusmu .. Kalau kau berbicara tadi menagtakan yang sebenarnya kalau dia appamu , Aku tidak tahu apa yang akan mereka fikirkan .. Jadi aku mohon untuk saat ini tutupi dulu jati dirimu kalau berada di kantor dan kau jangan memanggilnya appa melainkan ahjjusi .. Arayo “ Ujar Yoochun menjelaskan

RaeMi tersenyum mengerti pada Yoochun “ Arayo , Mianhae aku tadi berlaku tidak sewajarnya “ Yoochun hanya tersenyum dan mengacak rambut RaeMi .

****

Kali ini RaeMi dan Yoochun tengah makan siang sambil beberapa lelucon yang terlontar dari mulut RaeMi , Tapi dari arah pintu masuk terlihat seorang namja yang sudah sangat mereka kenal menghampiri mereka ..

RaeMi tersenyum pada namja itu “ JAEJOONG AHJJUSI “ Teriak RaeMi sambil melambaikan tangannya kearah namja itu . Ya, Setelah rapat tadi Jaejoong buru – buru untuk ke restaurant menemui RaeMi dan Yoochun .. Ketika mendengar teriakan yang terlontar dari mulut RaeMi , Jaejoong mengerutkan alisnya “ Ahjjusi “

Tanpa pikir panjang kali ini Jaejoong sudah ada duduk di depan RaeMi dan Yoochun metap tajam kedua orang ini “ Ya, Bocah bagaimana kau bisa disini?” Jaejoong menatap RaeMi dengan tatapan evilnya.

Sedangkan RaeMi tersenyum polos khasnya “ Tentu aku ingin bertemu appa , Aku bosan di apartement sendirian , Jadi aku meminta Yoochun ahjjusi untuk membawaku kesini “ Terang RaeMi, Sekarang pandangan Jaejoong terarah pada Yoochun .

“ Babo kenapa membawanya kesini “ Ujar Jaejoong , Yoochun hanya nyengir kuda “ Dia yang menginginkan bagaimana aku bisa menolak “

“ Omo  , Omo jadi sekarang kau lebih menuruti RaeMi ?” Ujar Jaejoong

“ Ya, Dia itu keponakanku tidak ada salahnya apabila dia menginginkan bertemu denganmu , Lagi pula dia…” Yoochun langsung mengecilkan suaranya “ anakmu “ Nyaris suara Yoochun tidak terdengar namun kedua orang yang ada di dekatnya benar – benar jelas mendengar ..

Medengar ucapan Yoochun , RaeMi mengacungkan kedua jempolnya .. Tidak dengan JAejoong yang menatap sinis “ Ya, Tumben sekali kau tadi memanggilku ahjjusi “ Ujar Jaejoong yang teringat teriakan RaeMi ..

“ Chun Ahjjusi bilang , Kalau di kantor aku harus memanggilmu ahjjusi , Appa “ Ujar RaeMi , Jaejoong menatap Yoochun “ Aku sudah menjelaskan semuanya pada RaeMi “ Jaejoong tersenyum puas dengan ucapan Yoochun ..

“ Ahh aku sangat lapar , Aku juga mau pesan “ Seru Jaejoong sambil mengusap – usap perutnya yang sudah keroncongan ..

Mereka pun melangsungkan makan siangnya dengan sangat nikmat , Beberapa segerombolan staf dari kantor Jaejoong yang memang makan siang di restaurant itu hilir mudik menyapa  kedua sajangnim ini ..

“ Annyeong sajangnim “ Ujar Beberapa staf menyapa Jaejoong dan Yoochun

“ Ne, Annyeong “ Balas Mereka ,

“ Yoochun sajangnim , Aku dengar gadis kecil itu keponakanmu , Ne” Ujar Salah satu yeoja yang memang staf kantor ..

“ Ne, Dia keponakanku .. Wae?” Ujar Yoochun

“ Aniyo , Yeoppo .. Tidak heran kau pun tampan sajangnim “ Medengar hal tersebut membuat RaeMi tersipu malu , Tidak dengan Jaejoong yang mengerucutkan bibirnya ..

“ Aggashi , Neo jeongmal yeoppoda “ Puji seorang yeoja lagi membuat RaeMi semakin tersipu malu “ Gomawo” Balas RaeMi dengan malu – malu .

Jaejoong mendengarnya hanya berdecak saja “ Ahhh aku jadi ingin menjodohkanmu dengan keponakanmu aggashi” Sontak Jaejoong , RaeMi dan Yoochun membulatkan mata mereka mendengar ucapan tersebut ..

Terutama Jaejoong yang mendengar hal ini seakan tidak terima “ YA, Bocah ini masih kecil , Masih berumur 16 tahun .. Omo bagaimana kau berfikiran akan menjodohkanmu dengan keponakanmu , Aku rasa orangtua bocah ini akan menolak mentah – mentah “ Ujar Jaejoong dengan rasa kesal .

Sedangkan para setaf itu terbengong – bengong mendengar ucapan Jaejoong yang membuat mereka tidak mengerti” Jaejoong sajangnim kenapa jadi kau yang marah “ Jaejoong semakin menatap staf itu “  Aku hanya memberitahu saja kalau bocah ini belum pantas untuk di jodohkan , Kau lihat saja wajah bocah ini .. Omo tidak ada pantas – pantasnya sekali untuk berpacaran “ Jaejoong menunjuk – nunjuk pada wajah RaeMi yang memang polos ..

Para staf itu semakin mengerutkan alis mereka , Tidak dengan Yoochun yang sudah tahu keadaan Jaejoong “ Jaejoong sajangnim , Lagi pula aku benar – benar tidak berniat untuk menjodohkan keponakanku dengannya , Bagaimana aku bisa menjodohkan seorang anak yang masih berumur 5 tahun dengan yeoja yang 16 tahun .. Aku yakin dia pun tidak mau , Kami permisi dulu sajangnim annyeong “ Ujar Staf itu sambil menunjuk kearah RaeMi dan berlalu dari hadapan mereka .

Medengar hal itu Jaejoong terbengong – bengong seperti orang bodoh , Staf tadi pun yang berpamitan pergi tidak di dengar oleh JAejoong ..

Tidak dengan Yoochun dan RaeMi yang tertawa , Bagaimana tidak Jaejoong sudah marah – marah seperti tadi yang pada nyatanya keponakan yang di maksud itu anak berumur 5 tahun ..

“ Hahahaha , RaeMi-ah sepertinya dia sangat khawatir apabila nanti kau berpacaran “ Ujar Yoochun , RaeMi mengerutkan alisnya tidak mengerti , Jaejoong menatap tajam Yoochun “RaeMi di jodohkan dengan anak yang berumur 5 tahun , Itu hal yang tidak buruk Jaejoong-ah “ Lanjut Yoochun membuat Jaejoong semakin menatap tajam Yoochun ..

“ Diam kau babo “Ujar Jaejoong setengah berteriak dan melemparkan sebuah roti itali yang sukses masuk kedalam mulut Yoochun menghentikan tawanya . Hal ini membuat Jaejoong dan RaeMi tertawa melihat roti yang menancap tepat di mulut Yoochun ..

“Appa , Memangnya aku belum boleh berpacaran ?” Ujar RaeMI tiba – tiba , Sontak Jaejoong dan Yoochun membulatkan mata mereka tidak percaya dengan pertanyaan RaeMi ..

“ YA , BOCAH JANGAN BERFIKIRAN MASALAH ITU DULU .. KAU MASIH KECIL “Teriak Jaejoong tepat di depan wajah RaeMi , Membuat keadaan Restaurant menggema dan terarah pada mereka .

****

_ Keesokan harinya _

Minho masih saja bersikap semena – mena pada RaeMi , Dia menyuruh RaeMi untuk membawakan segelas coklat hangat di taman sekolah dan hal itu ketika pelajaran berlangsung , Membuat RaeMi harus berbohong pada para guru.

Tapi Lagi – lagi RaeMi hanya dapat menuruti keingian Minho saja .. Seakan waktu berjalan dengan cepat kali ini RaeMi berada di kantor Jaejoong ..

Dia meminta pada Yoochun untuk membawanya ke kantor Jaejoong lagi (?) dan hal ini tanpa sepengetahuan Jaejoong , RaeMi seperti biasa merengek pada Yoochun untuk membawanya ke kantor ..

“ Omo sepertinya kau menyukai kantor ini ?” Ujar Yoochun di dalam lift memandangi RaeMi yang tersenyum riang “ Ne, Terlebih lagi aku tahu kalau para staf penting itu suka merayu appaku , Sepertinya aku harus rajin – rajin ke kantor appa “ Mendengar ucapan RaeMi , Yoochun tertawa terpingkal – pingkal .

“ Wae?” Tanya RaeMi melihat Yoochun seperti itu “ Aniyo , Jadi kau mengantisipasi kalau ada yang menggoda appamu ?” Ujar Yoochun dan RaeMi mengangguk polos .

Ketika keluar dari lift , Terlihat Jaejoong tengah berbicara dengan beberapa staf penting di ruangan  tengah .. Saat itu juga RaeMi membulatkan matanya memperhatikan para yeoja yang kemarin dia lihat , Tanpa ragu saat ini juga RaeMi langsung menghampiri Jaejoong ..

“ KYAAAAAAAAA~~~~ AHJJUSI “ Teriak RaeMi sambil memeluk Jaejoong , Mendapat RaeMi yang sudah ada di pelukan Jaejoong membuat semua terarah padanya terutama Jaejoong yang shock berat dengan kedatangan RaeMi “ YAH ! BOCAH BAGAIMANA KAU BISA ADA DISINI ?” Jaejoong berusaha melepaskan pelukan RaeMi sayangnya RaeMi tidak mau melepaskannya melainkan mengeratkannya ..

Tiba – tiba Yoochun muncul begitu saja dan Jaejoong langsung menatap Yoochun tajam “ Fansmu sangat ingin bertemu denganmu , Jadi ku bawa lagi dia kesini “ Ujar Yoochun , Jaejoong sambil merentangkan tangannya dan menatap kesal RaeMi .

“ Ahjjusi , Aku benar – benar mengagumimu .. Sehari tidak bertemu aku sangat merindukanmu ahjjusi , Saranghae “ RaeMi memeluk erat Jaejoong , Terlihat para staf itu menatap kedua orang di depannya . Menyadari hal itu Jaejoong langsung tersenyum memaksakan “ Penganggum rahasiaku “

Kali ini Jaejoong melepaskan pelukan RaeMi “ Ikut aku bocah “ Bisik Jaejoong sambil menarik  tangan RaeMi , Tanpa menghiraukan tatapan yang menyiratkan pertanyaan besar bagi staf itu .

“ Omo anak kecil itu seenaknya saja menggoda Jaejoong sajangnim “ Gerutu para yeoja itu tanpa menyadari Yoochun yang menatap mereka sambil tersenyum dan berlalu begitu saja ..

******

“ Ya , Kenapa kau bisa kesini lagi ?” Ujar Jaejoong ketika sudah berada di ruangannya ..

“ Appa , Aku kan sudah bilang bosan di apartement .. Jadi ijinkan aku menemani appa di kantor ne”Pinta RaeMi memasang puppy eyenya ..

“ Andhwae , Kau harus pulang sekarang .. Palli “ Jaejoong mendorong tubuh RaeMi agar keluar dari ruangannya namun RaeMi menolak “ Shireo , Aku tidak mau pulang “

Jaejoong menatap tajam RaeMi “ BOCAH PULANG SEKARANG “ Lagi – lagi Jaejoong mendorong tubuh RaeMi untuk keluar dan RaeMi tetap bersikeras tidak mau “ SHIREO , Appa Shireo “ Ujar RaeMi yang kali ini berlari ke tempat duduk kekuasaan Jaejoong ..

“ Shireo appa.. Aku mau disini “ RaeMi menduduki bangku Jaejoong membuat Jaejoong mebelalak “ YA, BOCAH JANGAN DUDUKI TEMPAT DUDUKKU “ Teriak Jaejoong yang langsung menarik RaeMi agar tidak duduk di kursinya ..

“ Issh menyebalkan , Tapi aku tidak mau pulang .. Aku akan menemani appa sampai pulang , Jebal “ Rengek RaeMi dan kali ini Jaejoong tidak bisa berkata  apa – apa “ Baiklah , Tapi jangan mengganggu pekerjaanku “

“ Jinjayo ? Appa gomawo “ Seru RaeMi yang ingin memeluk Jaejoong namun keburu menghindar membuat RAeMi mengerucutkan bibirnya “ Disini kau tidak boleh memelukku “ Tegas Jaejoong membenarkan jasnya dan duduk di kursi kebanggaannya ..

“Duduk disana bocah “ Tunjuk Jaejoong pada kursi tamu “ Ne” RaeMi menganggukan kepalanya dan berjalan lemas ke kursi ..

RaeMi terus memperhatikan Jaejoong yang sibuk dengan berkas – berkas di mejanya , Menyadari hal tersebut Jaejoong langsung terarah pada RaeMi “ Kenapa menatap  terus hah ?” RaeMi hanya tersenyum “ aniyo , Aku melihat appa sangat berkonsentrasi sekali “

“ Issh , Aku fikir karena ketampananku kau menatapku terus “ Ujar Jaejoong dengan narsisnya , RaeMi mengerucutkan bibirnya “ Appa kau ini terlalu narsis” Jaejoong hanya tersenyum menerima ucapan RaeMi ..

Tapi hal ini sukses membuat RaeMi shock melihat Jaejoong tersenyum “ Appa ,Kau tersenyum ?” Jaejoong mengerutkan alisnya “ Eoh ?”

“ Appa tadi kau tersenyum kan ? Appa coba sekali lagi , Kau terlihat manis “ Ujar RaeMi yang beranjak dari duduknya dan kearah Jaejoong .

“ aniyo aku tidak tersenyum” Sangkal Jaejoong , Tapi RaeMi hanya tersenyum licik dan menarik pipi Jaejoong “ Appa coba lagi , Tadi kau tersenyum padaku .. Aku mau lihat lagi “ RaeMi semakin menarik pipi Jaejoong ..

“ YA, BOCAH LEPASKAN “ Jaejoong berusaha melepaskan tangan RaeMi yang sedari tadi menarik pipinya , Sayangnya bocah ini tidak bergeming terus memainkan pipi Jaejoong sampai gebrakan pintu terdengar jelas di ruangan tersebut ..

Brakkkk

Terlihat Yoochun lah yang membuka pintu dan menutupnya asal sampai mengeluarkan suara yang keras , Sambil tersenggal sengal dia mengatur nafasnya “ Jaejoong , Eommamu menuju ruanganmu “ Saat itu juga Jaejoong terbelalak kaget “ MWO ? EOMMA ?”

****

 

 

Lagi – lagi aku belum buat part 6’a , tapi ini kemungkinan planning yang aku buat di part 6

Review

“ Kau pilih di antara mereka yang mana kau suka “

“ Eomma berhentilah menjodohkanku”

****

“ Ya, Ada hubungan apa kau dengan Minho oppa “

“aniyo eonni “

“ Jangan mengganggu urusanku ,ara”

***

“ Ya, Gajima “

“ Sunbaenim , Aku harus masuk ke kelas “

“ GAJIMA “

Srekkk Brugg

***

“ Kau sudah makan ?”

“ Bagaimana mau makan , Di lemari es saja tidak ada bahan makanan apapun .. Appa aku lapar “

***

“ RaeMi , oddiseyo ?”

“ Aku bersama orang yang aku cintai , Sudah dulu ne “

***

“ Minho, Kau ini bagaimana bisa rangkuman ini raemi yang menulis “

“ Kalian berdua berpacaran ?”

“ ANIYO “

“ Sekarang kalian berdua bersihkan kamar mandi dekat gudang , arayo “

“ Ne”

 

Itu Cuma planning ajah kedepan , semoga aku bisa nyusun ceritanya ga menyimpang . hihi

Ada yang nanya juga ini sampe berapa part , emm aku juga ga tau mau buat ini ff sampe berapa part .. tapi aku  Cuma mohon sama kalian jangan bosen ya . hehe

Lagi juga konflik di ff ini belum keluar kan ? nanti aku mau buat sedikit kisah cinta yang rumit . hehe

Bener tu apa kata salah satu reader yang bilang sebuah koreksi bisa jadi semangat , ne jeongmal gomawo good reader .. komen kalian adalah semangatku . hihi*lebay modeon*

ada yang tanya juga junsu kenapa ga ada kabar , hehe aku bingung jawabnya ini tapi kemungkinan dia bakal keluar di akhir” chingu atau lebih di via telpon . hihi

Gomawo juga udah setia nunggu ff gajeku ini .. *hug kalian*

11 thoughts on “Me and Dad Part 5

  1. whaaaa hahaha lucu pas raemi meluk jeje di kantor..
    wkwkwk bikin stafnya melongo..
    chihuyyy

    aduh mau komen apa lagi ya?
    aq larut bgt ama ceritanya ampe bingung mau komen apa2 lagi..

    waduh..next part itu minong ama raemi dihukum bareng ya?
    aigoo ga sabar menanti yg selanjutnya..

    chagi, ini cerita DAEBAKK bgt deh..
    keren…

  2. akhirny dari stgh5, jam stgh10 selesai jg bc. Beginilah kl bc sambil kerja. Jdny ngumpet2 ga kelar2. Makin rame critanya, tp bnykin scene dsekolah dong antara minho ma raemi pasti seru bgt??? Jae dsuruh nikah ya dpart 6??

  3. LIKE THIS.

    Tambah Seru cerita’a,ehm komen apa yaa,aku bingung..FF’a udh keren n cast2’a udh pd cocok bgt..jd aku doain supaya Erma semangat aja ngelanjutin ff’a,jgn bosen ya? Karena aku masih nunggu lanjutan’a..hehe

    Fighting!

  4. Ping-balik: Me and Dad Part 6 | Kimraemi's Blog

  5. Ping-balik: Me and Dad Part 7 | Kimraemi's Blog

  6. Ping-balik: Me and Dad Part 8 | Kimraemi's Blog

  7. Ping-balik: Me and Dad Part 9 | Kimraemi's Blog

  8. Makin seru ceritanya.. Wah
    Wah..
    Jaejoong pny penggemar rahasia.. Hihihi
    Anaknya sendiri..
    Wah gawat eomma ny dtng ada raemi lg!!
    Baca selanjutny dlu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s