Me and Dad Part 2

Author :: Kim RaeMi

Tittle :: Me and Dad

Ganre ::AU , Angst , Family , Romance

Rating : Teenager

Length :: Chaptered

Summary ::  Saranghae Appa ..

BackSound : Park Yoochun – The empty space for u , Kim Jaejoong – II’I Protect u , Kim Junsu –  You are so beautiful ,  SNSD – Dear Mom, F(X) – Sorry ( dear Daddy ), Apple Mango – I Love u , I Want U , I Need U  .

Main Cast ::

  • Kim Jaejoong
  • Kim RaeMi ( YOU )
  • Kim Raeyeon
  • Choi Minho
Other Cast 
  • Kim Junsu
  • Kim Jonghyun
  • Park Yoochun

Udah lama ga post ff , Otthe penasaran ga sama ini cerita ? hehe * ga bangat ya ?? 
Saya ga ada ide buat lanjutin vampire empire chingu , jadi kepikiran ini cerita terus , mianhae . hehe
tapi kalo bisa saya usahain buat lanjutin itu ff .. 
oiia anggap di ff ini cast OCSnya itu kalian , ok jadi anggap ajah itu diri kalian sendiri  ..

“ Ya , Yoochun-ah siapa yang datang ?” Ujar Jaejoong dari dalam dan menghampiri Yoochun yang masih diam terpaku di ambang pintu sambil menatap orang yang ada di depannya “ Ya kenapa tidak men…” Ucapan Jaejoong tertahan ketika dirinya sudah di ambang pintu sama seperti Yoochun, Dia pun terarah pada orang yang berada depan pintu.

“ Annyeong Jaejoong-ah .. Sudah lama kita tidak bertemu “ Ujar seorang namja , Jaejoong menatap horror namja itu tidak percaya akan bertemu namja itu lagi .. Yang ada di fikirannya bagaimana bisa dia tahu apartementnya ? untuk apa dia repot – repot menemui Jaejoong di apartemennya ini ? Segelumit pertanyaan terbesit di otaknya sambil memandangi satu persatu orang – orang yang ada di hadapannya ini ..

******

Jaejoong , Dia terus menatap empat orang yang sekarang berada di hadapannya .. Dia setengah tidak percaya dengan kehadiran orang ini yang memang dia kenal adalah Kim Junsu .. Dia benar – benar heran Junsu datang membawa tiga orang yang tidak dia kenal .

Tapi dia dapat mengira – ngira kalau yeoja yang sudah berumur itu adalah istrinya , Yoochun yang menyiapkan air untuk empat orang ini kembali dengan beberapa cangkir teh hangat dan langsung saja dia taruh di atas meja ruang tamu seraya duduk di samping Jaejoong..

“ Ya , Untuk apa Hyung kesini ?” Tanya Jaejoong , Sambil menatap Junsu tajam ..

“ Sebelumnya , Aku ingin memperkenalkan keluargaku padamu “ Ujarnya membuat Jaejoong dan Yoochun mengerutkan dahinya tidak mengerti “ Yeoja yang di sampingku ini adalah istriku “ Junsu mengeratkan genggamannya pada istrinya “ Namja itu adalah anakku  Kim Jonghyun “ Dia menunjuk pada namja yang duduk samping istrinya “ Dan Gadis itu adalah Kim RaeMi “ Dia menunjuk pada seorang gadis yang duduk di paling ujung dan hanya berdiam diri .

Jaejoong semakin tidak mengerti dengan tingkah Junsu ini “ Jadi, Hyung kesini hanya untuk memperkenalkan keluargamu padaku ?” Jaejoong sedikit tersenyum meledek . Junsu pun hanya membalas dengan senyuman dan berkata “Aku pun kesini hanya untuk menuruti keinginan terakhir Seora “

Mendengar nama Seora sontak Jaejoong membulatkan matanya , Begitu juga dengan Yoochun “ Keinginan terakhir Seora apa maksudmu ?” Jaejoong semakin tidak mengerti dengan ucapan Junsu .

“ Seora adikku , Sudah meninggal 2 minggu yang lalu “ Jaejoong dan Yoochun membulatkan kedua mata mereka benar – benar kaget dengan ucapan Junsu “ MWO ? MENINGGAL ?” Pekik Jaejoong dan Yoochun berbarengan .

“ Micheo , Jangan bergurau Hyung-ah “ Jaejoong benar – benar tidak percaya dengan ucapan Junsu “Aniyo , Aku tidak bergurau.  Seora mengidap penyakit kanker otak Stadium 3 , Ketika di operasi sayangnya operasi itu gagal “ Jelas Junsu sambil menundukan kepalanya , Dia tidak kuat apabila membicarakan Seora adiknya yang sudah tiada.

“ Ja.. Jadi Seora sudah meninggal ?”Tanya Jaejoong dengan terbata  ,  Junsu hanya menganggukan kepalanya saja .. Entah kenapa mendengar hal ini hatinya sesak , Memori tentang Seora ketika mereka bersama sangat terekam jelas di otak Jaejoong .

Bagaimana bisa ?

Bagaimana bisa itu terjadi ? Orang yang dulu pernah dia cintai , Sekarang sudah meninggal ? Beberapa pertanyaan tertanam di otaknya tidak mempercayai ucapan Junsu tadi . Tanpa terasa mata Jaejoong memanas menandakan akan turunnya air mata dari pelupuk matanya , Namun dengan cepat dia menahan air matanya agar tidak jatuh dia tidak mau menunjukkan kesedihannya juga ..

Yoochun pun , Dia tidak menyangka hal ini terjadi .. Seakan memberi ketegaran pada Jaejoong , Dia meremas pelan pundak Jaejoong .

“ Keinginan terakhir Seora menginginkan aku membawa anak ini padamu “ Ujar Junsu sambil menunjuk pada RaeMi , Jaejoong dan Yoochun semakin membulatkan matanya tidak mengerti dengan ucapan Junsu , Mata mereka pun terarah pada RaeMi yang sedari tadi hanya diam dan menunduk .

“ Membawa anak ini padaku ? Maksudmu apa ?” Tanya Jaejoong semakin tidak mengerti , Junsu hanya menghelakan nafasnya dan berkata “ Anak ini , Kim RaeMi anak Seora dan juga anak KAU “

“ MWO ? ANAKKU ?” Teriak Jaejoong tidak percaya dan menunjuk pada dirinya sendiri “ YA , Hyung ! Kau ini berbicara apa ? Kau bilang anak ini  anak Seora dan juga anakku ? MICHESSEYO “ Lanjut Jaejoong setengah berteriak .

“ Aiissh , Ya dia benar – benar anakmu Kim Jaejoong “ Ujar Junsu penuh nada penekanan di akhir kalimat .

Jaejoong mengacak rambutnya , Dia sama sekali tidak mengerti akan semua ini .. Kenapa Junsu mengatakan yeoja itu adalah anaknya ? Benar – benar tidak masuk akal . Fikirnya.

“ Ya , Bukan kah Seora sudah menikah ? Tentunya anak itu anak suaminya , Bukan anakku . Micheo “ Ujar Jaejoong seakan frustasi ..

“ Hyung , Sebenarnya semua ini apa maksudnya ? Setahu kami pun memang Seora sudah menikah , Jadi bagaimana mungkin anak ini adalah anak Jaejoong . Ini terdengar gila “ Timpal Yoochun sambil menatap Kearah RaeMi , Sedari tadi Yoochun pun benar – benar kaget dengan ucapan yang terontar dari mulut Junsu , Lebih tepatnya dia pun tidak mengerti arah dan tujuan ucapan Junsu .

“ 16 tahun yang lalu , Ketika orangtuamu menyuruh Seora mengugurkan kandungannya ! Sebenarnya saat itu tanpa sepengetahuan keluarga kalian  Seora sama sekali tidak mengugurkan kandungannya , Dia tidak ingin membunuh darah dagingnya sendiri ..  Kabar Seora sudah menikah itu hanya untuk menutupi saat dia melahirkan RaeMi yang tanpa seorang ayah , Dia merawat anak selama 16 tahun hanya sendirian tanpa ada suami di sampingnya .. Mencari nafkah untuk anaknya tetap bersekolah , Dia bagaikan eomma sekaligus appa untuk RaeMi .. “Jelas Junsu ..

Jaejoong dan Yoochun terbelalak kaget dengan penjelasan Junsu “Jadi selama ini  Seora sama sekali tidak menggugurkan kandungannya ?” Pekik Jaejoong

“ Ne, Apa kau pernah berfikir bagaimana rasanya merawat seorang anak hanya sendirian ? Disaat kau tengah bersenang – senang di LA , Tapi kau tidak memikirkan bagaimana Seora merawat anaknya seorang diri .. Kau tidak mengerti Jaejoong , Kau tidak faham “ Ujar Junsu dengan tatapan yang sulit di artikan pada JAejoong.

“ Mianhae , Saat itu aku tidak bermaksud untuk tidak bertanggung jawab . Tapi Seora yang mengatakan sendiri kalau akan mengugurkan bayinya “ Ujar Jaejoong yang memang menyesal .

“Sudahlah , Nasi sudah menjadi bubur percuma saja kau menyesalinya .. Sekarang aku kesini hanya menuruti keinginan terakhir Seora yang menginginkan agar aku mengantarkan RaeMi padamu dan di rawat olehmu “ Ujar Junsu yang sepertinya sudah kesal .

Tapi tidak dengan Jaejoong yang semakin kaget dengan ucapan Junsu “ Mwo ? Kau mengantarkan anak ini agar anak ini di rawat olehku ?”

“ Ne, Wae?” Junsu menatap Jaejoong semakin lekat .

“ Apa benar dia anakku ? Bisa saja kau berdusta dengan cerita tadi “ Ujar Jaejoong tak kalah menatap Junsu sambil menunjuk kearah RaeMi .

“ Aiissh , Kau fikir aku pendusta ? Hah “ Junsu dia benar – benar kesal dengan Jaejoong yang seakan tidak percaya dengan ucapannya “Aku belum percaya kalau belum test DNa “ Ujar Jaejoong membuat semua orang yang ada di apartement ini semakin menatap Jaejoong ..

“ Baiklah kalau kau tidak percaya , Sekarang juga kita rumah sakit dan test DNA .. Kalau RaeMi itu benar – benar anakmu , Kau harus merawatnya “ Ujar Junsu semakin menegangkan suasana ,

“ Baiklah , Kajja “ Ujar Jaejoong yang tak kalah kesalnya harus mendengar semua yang baginya omong kosong ..

Keluarga Junsu dan Yoochun saling bertatapan tidak percaya dengan ucapan dua orang ini , Sedangkan RaeMi dia hanya dapat diam dan menundukan kepalanya saja , Tapi dia berfikir kenapa appanya tidak mempercayainya kalau dirinya benar – benar anak Jaejoong ..

*****

Jaejoong , Yoochun dan keluarga Junsu , Sekarang mereka tengah berada di Seoul Hospital .. Sesuai dengan ucapan Jaejoong dan Junsu tadi akhirnya mereka memeriksa darah RaeMi cocok atau tidak dengan Jaejoong ..

Terlebih lagi Jaejoong yang masih sulit mempercayai ucapan Junsu tadi , Dia berfikir  apa benar yeoja itu anaknya ?

Mereka semua berada di luar ruangan Dokter , Menunggu hasil test tadi setelah Raemi dan Jaejoong di ambil darah mereka .

RaeMi sedari tadi hanya bisa meremas – remas tangannya , Dia takut kalau hasil test itu tidak sesuai .. Padahal dia sudah tahu jelas kalau dirinya memang anak dari seorang Jaejoong , Tapi entahlah perasaan takut itu sangat mengganjal dalam benaknya ..

Jonghyun yang menyadari hal yang di lakukan RaeMi , Secara perlahan Jonghyun menggenggam tangan RaeMi membuatnya tersentak kaget akan perlakuan orang yang memang sudah dia anggap seperti oppanya sendiri “ Tenanglah , Tidak usah tegang “ RaeMi menatap Jonghyun yang juga tengah menatapnya .

“ Hajiman , Aku takut hasilnya tidak sesuai oppa “ Ujar RaeMi dengan wajah cemasnya , Jonghyun hanya tersenyum dan mengeratkan genggamannya “ Tenanglah , Aku yakin hasilnya akan sesuai dengan kenyataan “ RaeMi hanya dapat tersenyum tipis pada Jonghyun , Dia pun berharap ucapan Jonghyun itu benar ..

Tak lama seorang dokter  menghampiri orang – orang ini “ Tuan Jaejoong hasil tesnya sudah keluar “ Ujar Dokter tersebut “ Jinja , Hasilnya negative kan ?” Tanya Jaejoong dengan wajah sumringah , Junsu yang melihat mimic wajah JAejoong dia hanya bisa menggelengkan kepalanya saja .

“ Kau lihat sendiri saja tuan “ Ujar Dokter sambil menyodorkan sebuah kertas putih yang dapat di pastikan hasil dari test tadi, Tanpa ragu Jaejoong pun mengambil kertas putih itu dan langsung membaca kertas putih itu.

Betapa terkejut dirinya yang melihat hasil test tersebut yang bertulisan “ POSITIF “ yang menandakan kalau RaeMi memang benar – benar anaknya ..

“ Ige Gheotjimal , Kau pasti salah mentestnya “ Ujar Jaejoong yang tidak percaya dengan hasil semua itu .

“ Aniyo , Itu sangat Real .. Anak ini memang anakmu tuan , Aku mentestnya pun dengan sangat hati – hati “ Jelas dokter tersebut dan langsung berlalu dari hadapan Jaejoong ..

Jaejoong benar – benar tidak percaya dengan hasil semua ini , Beberapa kali dia tarik pelipisnya .. Ternyata RaeMi benar – benar anaknya , Darah dagingnya sendiri .

Sedangkan RaeMi tersenyum lega dengan hasil tersebut , Seakan senang dia terus tersenyum pada Jonghyun , Begitu juga dengan Jonghyun yang mengacak lembut rambut RaeMi .

“ Terimakan saja , Dia benar – benar anakmu “ Ujar Yoochun memegang bahu Jaejoong , Namun Jaejoong hanya menatap Yoochun saja ..

“ Ottokhe ? Semua sudah terlihat jelas kan kalau RaeMi adalah anakmu , Sesuai dengan pembicaraan kita tadi . Kau harus merawat dan menjaga RaeMi “ Ujar Junsu tersenyum puas dengan hasil test tadi ..

Jaejoong hanya dapat menghela nafasnya saja “ Ne, Aku akan merawatnya “ Ujar Jaejoong , Junsu semakin tersenyum puas “ Baiklah , Sekarang RaeMi kuserahkan padamu . Jaga dirinya baik – baik , Kalau sampai kau menyakiti keponakanku ini aku tidak segan – segan akan membunuhmu “ Ucapan Junsu membuat Jaejoong dan Yoochun hanya dapat menelan ludah ..

“Ne” Hanya itu yang dapat Jaejoong katakan pada Junsu , Mau tidak mau dia pun harus merawat RaeMi sudah jelas adanya di hasil test tadi kalau RaeMi memang anaknya .. Namun hal ini pun masih sulit di percaya .

Mata Junsu terarah pada RaeMi “ RaeMi-ah , Mulai sekarang kau tanggung jawab appamu .. Tapi meskipun kau tanggung jawab appamu , Kalau dia tidak merawatmu dengan baik kau bilang padaku “ Ujar Junsu pada RaeMi

“ Ahjjusi , Appa pasti merawatku dengan baik .. Iya kan appa ?” Tanya RaeMi pada Jaejoong , Jaejoong yang baru tersadar di panggil appa membulatkan matanya “ Mwo? Appa?” Sambil bergidik Jaejoong mengucapkan kalimat tersebut merasa sangat jengah dengan sebutan itu.

“ YA , Babo .. Dia anakmu jelas saja dia memanggilmu appa “ Ujar Junsu , Sedangkan Yoochun hanya cekikikan mendengar Jaejoong di panggil appa oleh RaeMi .

“ RaeMi-ah jaga diri baik – baik bersama appamu , Pasti  dia akan merawatmu dengan baik .. Kami juga akan menemui kalau liburan “ Ujar Istri Junsu .

” Ne, Ahjjuma “

“Ya, RaeMi-ah jangan melupakan aku .. Bagaimanapun aku ini oppamu dan kau sudah ku anggap sebagai adik kandungku sendiri , Arayo “ Ujar Jonghyun sambil menepuk pelan kepala RaeMi , RaeMi hanya menganggukan kepalanya “ Tentu saja oppa “

“ Ya, Apa ini acara perpisahan mereka ?” Bisik Jaejoong pada Yoochun , Yoochun melirik pada empat orang yang entah membicarakan appa tapi terdengar jelas seperti memang kata – kata perpisahan “ Emm sepertinya begitu , Jaejoong-ah kehidupan barumu baru dimulai “ Ujar Yoochun tersenyum penuh arti .

Sedangkan Jaejoong yang mendengar ucapan Yoochun seakan menyadari arti dari ucapan Yoochun . Bagaimana tidak , Jaejoong akan tinggal dengan RaeMi yang sekarang bernotebane anaknya itu bagaikan kehidupan baru yang akan di hadapinya .

******

Kali ini Jaejoong dan Yoochun sudah kembali di apartement , Namun di belakang mereka di ikuti seorang yeoja muda yang dari tadi memandangi punggung dua namja di hadapannya ..

“ Nah , RaeMi-ah sekarang apartement ini  adalah apartementmu juga “ Ujar Yoochun membuat Jaejoong mendelik kearahnya “ YA , Apa – apaan kau bilang ? Apartementnya juga ?” Protes Jaejoong yang tidak terima dengan ucapan Yoochun tadi .

“ Issh , Babo .. Dia anakmu , Mulai sekarang kan dia tinggal denganmu otomtis ini apartementnya juga “ Bela Yoochun ..

“ Aku masih tidak yakin kalau dia benar – benar anakku “ Jaejoong menatap tajam RaeMi , Sedangkan Yoochun menghela nafasnya kesal “ YA , Kim Jaejoong lihatlah kertas ini baik – baik , Hasilnya postif dan real dia anakmu “ Dengan nada kesal Yoochun mengibas – ngibaskannya kertas test DNA tadi tepat di wajah Jaejoong ..

“ Hajiman ..” Ucap Jaejoong terpotong , Dia hanya dapat menghela nafasnya karena percuma saja melanjutkan ucapannya tadi akan sia – sia , Kalau pada nyatanya semua test DNA itu benar – benar postif .

“ Appa “ Jaejoong dan Yoochun terbelalak kaget ketika mendengar satu kalimat tersebut dan terarah pada yang mengucapkan kalimat tadi tidak bukan tidak lain adalah RaeMi .

“ Mwo ? Tadi kau bilang apa RaeMi , Coba kau ulangi lagi ?” Tanya Yoochun yang tidak percaya dengan ucapan RaeMi , Begitu juga dengan Jaejoong yang sangat Shock .

“ Appa “ Ulang RaeMi dengan wajah polosnya , Jaejoong langsung membulatkan matanya mendengar kalimat itu .. Namun berbeda dengan Yoochun yang membekap mulutnya seakan menahan sesuatu “ Hahahahahaha , Kau memanggilnya appa “ Dengan tertawa terbahak – bahak Yoochun mengucapkan kalimat itu dan menunjuk – nunjuk pada RaeMi .

“ Hahaha , Jaejoong ! Dia benar – benar memanggilmu appa , Kau seorang appa Jaejoong-ah .. Dia benar – benar anakmu .. Hahaha” Yoochun semakin terpingkal melihat ekpresi wajah Jaejoong yang kesal dengan sebutan appa .

“ Isssh “ Dengus Jaejoong sambil melirik pada Yoochun yang masih tertawa “ Wae Ahjjusi , Memangnya kenapa aku memanggil appa ? Ada yang lucu ya ahjjusi ?” Tanya RaeMi dengan nada polosnya , Namun sukses membuat tawaan yang meledak dari mulut Yoochun berhenti seketika mendengar RaeMi memanggilnya ahjjusi .

Sedangkan Jaejoong yang mendengar kalimat tadi langsung tertawa terpingkal – pingkal “ Hahahaha , Ahjjusi .. Yoochun ahjjusi , Kau di panggil ahjjusi olehnya .. Hahahaha “ Ucap Jaejoong sambil menunjuk pada RaeMi dan masih tertawa terpingkal – pingkal .

“ Ya , Diam kau “ Perotes Yoochun kesal dan sekarang mata Yoochun terarah pada RaeMi yang memang bingung dengan tingkah kedua namja di hadapannya ini “ RaeMi-ah , Kau lihat wajahku kan masih terlihat muda .. Jangan memanggilku Ahjjusi , Oppa panggil aku oppa “ Pinta Yoochun membuat RaeMi mengerutkan alisnya ..

Plettaakk

Pukulan mendarat tepat di kepala Yoochun “ Auu sakit “ Rintih Yoochun mengusap kepalanya sambil terarah pada Jaejoong yang memang tadi memukulnya “ Babo , Jangan panggil dia oppa ! Dia cocok di panggil ahjjusi .. Ckck “ Ujar Jaejoong menahan tawanya , Membuat Yoochun menatap tajam Jaejoong ..

“ Satu lagi , Jangan memanggilku dengan sebutan appa , Arayo “ Tekan JAejoong pada RaeMi ..

“ Waeyo ? Kau kan appaku” Tanya RaeMi , Jaejoong semakin menatap tajam RaeMi “ Aku tidak suka di panggil appa “

“ Waeyo ? Padahal aku ingin memanggilmu appa ?” Ujar RaeMi yang tertunduk , Jaejoong mengigit bibir bawahnya “ Sudah ku bilang aku tidak suka di panggil appa , Aku pun masih tidak yakin kau ini anakku “ Terang Jaejoong membuat RaeMi terdiam dan berlalu meninggalkan kedua orang yang masih terdiam ..

Yoochun yang menyadari RaeMi terdiam “ RaeMi-ah , Ghwencana ? Jangan di dengarkan appamu memang sering bersikap seperti itu apabila dengan orang yang baru dia kenal “ RaeMi hanya tersenyum “ Ghwencana ahjjusi “

“ YA , Jaejoong bagaimana pun juga dia anakmu “ Ujar Yoochun setengah berteriak , Namun tidak di gubris oleh Jaejoong , Dia malah membuka sebuah kamar “ RaeMi ini sekarang kamarmu “ Jaejoong menunjuk pada kamar yang dia buka “ Tunggu apalagi , Yoochun bantu dia membawa kopernya ke kamarnya “ Lanjut Jaejoong yang berlalu entah kemana ..

Raemi dan Yoochun hanya menuruti apa kata Jaejoong “ Issh , Pintar sekali anak itu mengalihkan pembicaraan “ Dengus Yoochun sambil membantu RaeMi membawa kopernya .

*****

RaeMi PoV

Ku perhatikan tiap ruang kamar yang sekarang menjadi milikku , Kamar ini benar – benar terkesan classic dan sangat nyaman .. Secara pelahan ku buka rendetan tirai jendela kamar dan betapa takjubnya diriku melihat pemandangan yang ada di hadapanku ..

Dari jendela kamar ini terlihat jelas pusat kota Seoul yang sangat indah , Appa sepertinya dia pintar sekali memilih apartement yang terkesan mewah ini .

Mengenai appa , Sungguh aku masih tidak percaya kalau diriku sekarang sudah tinggal bersama appa .. Seorang appa yang selalu kutanyakan pada eommaku , Seorang appa yang tidak pernah kulihat selama 16 tahun ini .. Namun baru beberapa jam tadi aku benar – benar betatap wajah dengannya , Perasaan senang menyelimuti diriku .

Aku pun tidak menyangka appaku terlihat sangat tampan dan masih muda , Padahal umurnya terbilang sudah tua .. Ku tatap sebuah kalung yang melingkar tepat di leherku , Kalung emas putih berliontin bintang , Kalung pemberian appa pada eomma ketika mereka masih berpacaran .

“ Eomma , Lihat sekarang kan ? Aku sudah bersama appa “ Dengan mata yang masih menatap lurus luar jendela tanpa terasa air mataku jatuh begitu saja , Kali bukan air mata sedih melain air mata bahagia “ Eomma , Aku pun yakin appa akan menjagaku dengan baik “Tanpa kusadari pun sebuah senyuman tergurat dari bibirku .

“ Ahhh RaeMi babo “ Tiba – tiba aku teringat sesuatu yang harus ku sampaikan pada appa , Dengan cepat aku meraih koperku dan mencari benda yang harus ku beri pada appa ..

Aku tersenyum kecil ketika melihat , Sebuah amplop berwarna putih bermotif bunga lily ..  Sebelum aku pergi ke seoul , Junsu ahjjusi menitipkan sebuah amplop yang katanya sebelum meninggal eommaku memberikan ini juga pada ahjjusi ..

“ Sebenarnya apa isi surat ini ?” Aku terus memandangi sepucuk surat yang sudah ada di tanganku , Walau aku penasaran tapi ini amplop harus ku sampaikan pada appa , Aku pun yakin kalau ini kata – kata terakhir yang eomma berikan untuk appa . Tapi mataku pun  terarah pada sebuah kotak berukuran sedang yang memang harus ku berikan juga pada appa .

Tanpa ragu aku pun keluar untuk menemui appa , Namun ketika aku sudah di ruang tengah tidak ada keberadaan appa “ Appa , Oddiseoyo ?” Aku memberanikan diri memanggil appa , Tapi tidak ada jawaban sama sekali “ Appa , Oddi ??” ..

Aku berjalan terus melewati tiap sudut ruangan apartement ini “ Appa , Ahjjusi “ Sambil memanggil – manggil dua orang tersebut namun tidak ada jawaban “ Appa , Ahjjusi oddiseo ? “

Ketika aku melangkahkan kaki tepat di dekat balkon , Ku lihat dua namja yang ku kenal .. Ya, Siapa lagi kalau bukan Jaejoong appa dan Yoochun ahjjusi yang berada di balkon , Tapi ku lihat mereka tengah berbicara serius .  Apa yang mereka bicarakan ? Emm sepertinya itu bukan urusanku mungkin saja membicarakan orang dewasa !

“ Appa , Kau kemana saja ? Dari tadi aku mencarimu , Aku fikir kau pergi meninggalkanku .. Appa “ Aku terus beceloteh ketika aku sudah ada di depan kedua namja ini , Mereka yang tadi tengah berbicara sontak menatapku “ Appa ,  Aku hanya…” Belum sempat melanjutkan kata – kataku .

“ YA , NEO .. Tidak di ajarkan sopan santun oleh eommamu ? Seenak jidat berceloteh seperti itu .. Tidak lihat aku tengah berbicara dengan Yoochun .. Satu lagi JANGAN MEMANGGILKU APPA “ Teriak Jaejoong appa , Membuatku terdiam membeku tanpa sepatahkata ku ucapkan ..

Untuk pertama kalinya aku di sentak seperti ini , Untuk pertama kali aku melihat tatapan orang benar – benar marah padaku . Hatiku sakit dan sesak mendengar sentakan ini membuat air mataku tidak bisa tertahankan .

Sambil menangis aku terus menatap appa , Kedua orang ini terlihat shock ketika aku menangis “ Mianhae “ Dengan nada bergetar aku mengucapkan kalimat itu dan berlari meninggalkan dua orang itu ..

Kenapa appa bisa seperti itu ? Dia menyentakku dan menatapku garang .. Apa aku salah dengan ucapanku tadi ? Padahal aku hanya ingin memberikan surat ini ..

“ Eomma .. Nae Appo .. Appo  hikss“ Aku terus bergerutu sambil menepuk – nepuk dadaku yang terasa sangat sesak “ Appo …” Disisi lain aku pun teringat ucapan eomma ‘Apapun yang terjadi tetaplah tersenyum  Meski kau bersedih tetaplah tegar dan tersenyum ‘.

 

*****

 

 

 

Jaejoong PoV

Kali ini aku tengah berada di balkon , Dari tadi sebenarnya ada yang ingin kubicarakan dengan Yoochun serius ..

“ Appa , Ahjjusi “ Dari tadi aku mendengar suara memanggil dua sebutan tadi , Aku sudah tahu siapa orang itu ya RaeMi siapa lagi kalau bukan dia yang memanggil – manggil dengan sebutan seperti itu .

“ Sepertinya anakmu mencarimu “ Ujar Yoochun

“ Sudah biarkan saja , Aku terlalu pusing dengan kenyataan ini di tambah dengan teriakan anak itu “ Aku menutup kupingku menandakan aku tidak suka kebisingan ..

“ Ya Sudah , Sebenarnya kau ingin berbicara apa padaku ? Hah !” Tanyanya yang sudah tidak sabar ..

“Aku mohon padamu , Mengenai RaeMi yang pada kenyataanya anakku dan sekarang dia harus tinggal bersamaku  .. Hal ini jangan sampai eomma dan appaku tahu , Kau kan tahu dari dulu appa dan eomma sangat menentang hubunganku dengan Seora .. Kalau sampai semua ini di ketahui eomma dan appaku , Tamat riwayatku “ Jelasku .

Ya , Dari dulu sampai saat ini eomma lah yang paling menentang akan hubunganku dengan Seora .. Kalau saja dulu eommaku tidak menentang  mungkin aku sudah menikah dengan seora dan menjaga anakku dengan baik ..

Tapi pada kenyataanya , Sekarang Seora sudah tiada dan aku harus mengurus anak yang memang jelas saat test DNA adalah anakku . Masih sulit ku percaya , Memang itu sangat sulit untuk ku percaya aku mempunyai anak yang sudah berumur 16 tahun dan itu umur dimana masih pubertas huh..

“ Ya , Sudah lama kita berteman .. Hal sekecil ini kau fikir aku tidak tahu , Aku pun berfikir hal ini Jaejoong .. Aku tahu betul orangtuamu yang menentang hubunganmu dengan Seora , Kalau sampai mereka tahu ini aku yakin kau akan di telan hidup – hidup “ Ujar Yoochun setengah meledek , Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya .

“ Gomawo “ Yoochun hanya menganggukan kepalanya , Yoochun sudah lama aku berteman dengannya ! Dia memang terkadang menyebalkan , Tapi di sisi lain dia sangat peduli pada sahabatnya ini ..

“ Appa , Kau kemana saja ? Dari tadi aku mencarimu , Aku fikir kau pergi meninggalkanku .. Appa “ Celoteh anak itu yang sudah ada di ambang pintu balkon membuat aku dan Yoochun menatapnya “ Appa ,  Aku hanya…”Ucapannya terpotong karena aku sudah menatapnya dan setengah berteriak

“ YA , NEO .. Tidak di ajarkan sopan santun oleh eommamu ? Seenak jidat berceloteh seperti itu .. Tidak lihat aku tengah berbicara dengan Yoochun .. Satu lagi JANGAN MEMANGGILKU APPA “

Sungguh anak ini kenapa harus berceloteh tanpa melihat sikon dulu , Memanggilku dengan sebutan appa ? Jujur aku masih sulit untuk di panggil appa , Aku belum siap menjadi appa ..

Namun saat itu ku lihat dia menatapku penuh pilu , Air matanya pun mengalir deras .. RaeMi menangis ? Kenapa dia harus menangis ? Apa ucapanku terlalu kasar ? “ Mianhae “ Ucapnya yang langsung berlari menuju kamar .

Kurasakan ada seseorang yang menatapku tajam dan ku lihat benar saja Yoochun tengah menatapku tajam “ Babo , Ucapanmu tadi sangat keterlaluan ! Bagaimanapun dia anakmu , Tidak sepantasnya kau menyentaknya seperti itu “ Ujar Yoochun geram , Sedangkan diriku hanya diam saja mencerna tiap kata yang  terlontar dari mulut Yoochun ..

“ Issh , Kau harus menyelesaikan semua ini dan berbicara dengan baik pada RaeMi .. Kau mau kalau dia kembali ke jeju menemui Junsu hanya karena kau menyentaknya tadi , RaeMi amanat untukmu Seora menginginkan kau menjaganya dengan baik , Bukan seperti ini Jaejoong-ah .. Peran kau sekarang adalah seorang appa , Wajar dia memanggilmu appa bersikap lebih dewasa sedikit  .. BIcara baik – baik padanya dan minta maaf , Dengan adanya RaeMi kau bisa menebus kesalahanmu di waktu lalu ketika Seora merawatnya dengan baik dan sekarang giliran kau yang menjaganya “ Dengan mengegebu – gebu Yoochun mengucapkan kalimat itu dan berlalu meninggalkanku yang masih diam terpaku dengan ucapan Yoochun ..

Benar ! Ya, Semua ucapan Yoochun benar adanya .. Sepertinya aku memang keterlaluan dengan menyentaknya tadi , Kalau seperti ini aku jadi terkesan jahat padanya ..

“ Arrggt kenapa masalahnya jadi serunyam ini” Decakku sambil mengacak – acak rambutku frustasi ..

******

Tokk tokk tokk

Ku ketuk pintu kamar RaeMi tapi tidak ada jawaban dari RaeMi .. Ya, Setelah benar – benar mencerna ucapan Yoochun tadi , Aku ingin meminta maaf padanya.

Tokk tokk tokk

Lagi – lagi ku ketukkan pintu kamar RaeMi “ RaeMi-ah , Ini aku Jaejoong ……. Appa” Entahlah aku sangat sulit untuk mengucapkan satu kata itu “ Masuklah “ Terdengar sekali suara RaeMi yang sangat parau .

Tanpa ragu ku buka knop pintu dan memasuki kamarnya , Terlihat RaeMi yang tengah duduk di dekat jendela kamarnya menatap lurus luar jendela entah apa yang dia fikirkan .

“ RaeMi-ah “ Mendengar panggilanku dia menoleh padaku dan betapa terkejutnya diriku melihat keadaanya yang lusuh , Mata sembabnya sangat kentara kalau dari tadi dia menangis .. Kenapa ? Kenapa melihat dirinya seperti ini hatiku sangat pilu .

“ Mianhae “ Kalimat itu terlontar begitu saja dari mulutku , Namun RaeMi menatapku dalam “ Minhae , Mianhae sudah menyentakmu , Mianhae sudah membuatmu bersedih .. Mianhae sudah berkata kasar padamu “ Kali ini hatiku yang mendorong untuk mengucapkan kalimat tersebut , Seakan tulus dari lubuk hatiku ..

Terlihat RaeMi hanya tersenyum “ Ghwencanayo , Tadi aku yang salah karena ketidak sopananku .. Mianhae .. Eomma selalu mengajariku sopan santun .. Tapi sepertinya tadi aku bertindak tidak santun . Mianhae “ Dia menundukan kepalanya padaku , Entah kenapa aku jadi merasa bersalah setelah dia mengucapkan kalimat itu .

“ Arayo , Aku yakin kau pun di ajari sopan santun oleh eommamu .. Orangtua mana yang tidak mengajari sopan santun pada anaknya .. Tadi aku yang berbicara keterlaluan padamu “

“ Ghwencanayo app….” Ucapannya tertahan dengan menutup mulutnya dengan kedua tanganya “ Ghwencana ahjjusi “ Lanjutnya meralat ucapannya tadi .. Aku tahu betul tadi dia ingin memanggilku appa .

Apa aku harus mengijinkannya memanggilku appa ? Kalau aku tidak mengijinkan , Sama saja aku menyiksa anak kecil yang merengek  ingin memanggil appa ..

“ RaeMi-ah , Kau boleh memanggilku appa “ Entah fikiran dari mana aku bisa mengucapkan kalimat tersebut , Sontak saat itu RaeMi semakin menatapku dan senyuman mengembang begitu saja dari bibirnya “ Jinjayo? Jeongmal Jinjayo ? Aku boleh memanggilmu appa ?”Ujarnya sambil terus tersenyum , Namun terlihat air matanya terus mengalir .

“ Ne, Kau boleh memanggilku appa .. Tapi kenapa kau menangis ? Lagi “ Aku menunjuk pada matanya ..

“ Ahhh , Ini air mata bahagia appa .. Gomawo appa “ Seru RaeMi sambil menyeruduk tubuhku dan nyaris membuatku ingin jatuh .. Ya, Lebih tepatnya sekarang RaeMi tengah memelukku “ Gomawo appa , Kau sudah membolehkanku memanggilmu appa ..Gomawo “ RaeMi semakin memelukku erat

“ Ya, Jangan memelukku seperti ini ! Sesak “ Aku sedikit mendorong tubuh RaeMi , RaeMi yang baru tersadar dirinya memelukku terlalu erat langsung cengengesan “ Hehe Mianhae appa , Aku terlalu senang “ Ujarnya sambil menggaruk – garuk rambutnya yang tidak gatal .

Aissh ~ Anak ini kenapa polos sekali , Semakin ku perhatikan wajahnya pun memang mirip dengan Seora . Tanpa sadar segores senyuman mengembang dari bibirku , Entahlah aku pun tidak mengerti .

“ Eoh , Appa . Aku hampir lupa ini untukmu “ Ujar RaeMi yang menyodorkan Sebuah surat dan satu kotak berukuran sedang , Aku mengerutkan alisku ..

“ Ige Mwoya ?” Aku menunjuk pada dua benda yang sudah ku pegang saat ini “ Junsu ahjjusi menyuruhku untuk memberikan ini padamu , Katanya pun itu peninggalan terakhir dari eomma yang harus di berikan padamu “ Jelas RaeMi .

Aku terdiam sejenak ketika mendengar kalau dua benda tersebut pemberian terakhir dari Seora ..  Tanpa sengaja mataku pun terarah pada sebuah liontin emas putih yang tergantung di leher RaeMi , Liontin itu sepertinya aku mengenalnya .

Ya, Aku sangat mengenal sekali dengan kalung itu .. Kalung yang pernah aku berikan pada Seora , Tapi bagaimana bisa terpaut di leher RaeMi .

“ Kalung itu “ Aku menunjuk pada leher RaeMi , Dia yang menyadari langsung terarah pada kalung yang dia kenakan “ Ohh , Eomma meninggalkan kalung ini dan beberapa barang padaku .. Kata ahjjusi kalung ini dari appa , Apa benar?” Tanyanya membuatku terdiam .

“ Ehhm , Ne .. RaeMi-ah aku harus ke kamarku dulu , Sepertinya kau harus istirahat dulu aku tahu kau lelah “ Kataku berusaha mengalihakan pembicaraan .

“ Ne, Baiklah “

****

Aku masih memandangi dua benda yang tadi RaeMi berikan padaku , Sungguh aku tidak berani untuk membukanya .. Namun di sisi lain rasa penasaran menyerlimutiku , Sebenarnya apa isi kotak dan surat itu ..

Tanpa ragu ku raih kotak berwarna ungu itu dan ku buka , Di dalam kotak itu terdapat sebuah album foto tertera jelas di cover depan album itu tertulis ‘ My Baby RaeMi’ .. Secara perlahan ku buka album foto tersebut , Tepat di satu halaman terdapat foto seorang bayi mungil dan kulitnya sangat merah merekah ..

Beberapa halaman sudah ku buka , Sekarang ku lihat anak perumpuan sekiranya berumur 5 tahun dan di sampingnya terdapat yeoja cantik tengah menciumnya , Yeoja yang sangatku kenal . Ya , Seora yang tengah berada dalam foto tersebut .

Kurasakan mataku memanas dan beberapa butiran bening terjatuh tepat di wajah Seora , Foto – foto ini apakah foto RaeMi sejak kecil .. Tapi kenapa dia memberikannya padaku ?

Halaman demi halaman album sudah ku buka dan tepat di akhir terdapat foto yeoja berumur 16 tahun yang tengah tersenyum .. Ya , Dia RaeMi .. Ternyata benar saja kalau ini adalah album foto RaeMi dari bayi sampai sudah meranjak remaja .

Mataku pun teralih pada secarik surat yang tadi di berikan oleh RaeMi , Tanpa ragu aku pun membuka secarik kertas tersebut .

Annyeong Jaejoong-ah ..

Mungkin ketika kau membaca suratku ini aku sudah tidak ada di dunia ini dank au pasti  bertanya – Tanya dengan keadaanmu sekarang ?

Apa kau sudah melihat album foto yang kuberikan itu ? Ya, Tentunya kau sudah melihat sendirikan .. Foto itu sengaja ku buat agar kau bisa melihat perkembangan RaeMi dari kecil hingga remaja saat ini .

Kim RaeMi dia adalah anakmu , Anak kandungmu dan darah dagingmu sendiri ..

Mianhae sebelumnya aku tidak menceritakan dan memberitahu kalau diriku tidak mengugurkan bayi kita .. Aku tidak ingin mengugurkan anak yang tidak bersalah dan tidak berdosa ..

Disisi lain aku pun merasa senang tengah mengandung anakmu , Disisi lainpun aku sangat kesal padamu kenapa kau pergi begitu saja tanpa kabar ? Aku tahu kau di kirim keluar negeri pun tahu dari oppaku , Sungguh saat itu aku sangat membencimu , Kenapa di saat aku membutuhkanmu kau tidak ada ?

Aku sangat mengerti posisimu Jaejoong-ah , Tapi tidak kah kau befikir bagaimana dirimu berada di posisiku ? Aku harus menerima cemooh dari tentanggaku yang hamil tanpa seorang suami dan harus merelakan sekolahku terputus ..

Ingin rasanya aku membalas dendam padamu , Namun aku berfikir percuma saja aku membalas dendam itu semua tidak ada guna ..  Maka dari itu aku memutuskan untuk tetap pada pendirianku tidak mengugurkan anak ini ..

Aku ingin merawatnya sendiri Jaejoong , Meski tanpa kau disisiku saat itu aku berfikir aku bisa menjadi eomma sekaligus appa untuknya .

Aku fikir mengurus anak itu mudah , Ternyata sangat sulit .. Namun aku menjalani semua ini dengan rasa cintaku pada RaeMi yang kian bertambah ..

RaeMi adalah belahan jiwaku , Tanpanya aku tidak bisa hidup .. Ketika dia berumur  7 tahun Sempat aku berfikir untuk mengirimnya padamu , Namun hatiku tidak ikhlas untuk melakukan hal itu ..

Tapi semua itu berubah ketika ku tahu kalau diriku mengidap kanker otak dan umurku sudah tidak lama lagi ..

Jaejoong-ah , Aku membuat surat ini hanya menginginkan agar kau merawat dan menjaga  RaeMi dengan baik .. Awal aku sama sekali tidak ingin menitipkannya padamu , Namun aku rasa sudah saatnya RaeMi mengetahui semua ini ..

Sudah saatnya RaeMi pun tahu appanya yang selalu ku bilang sudah meninggal nyatanya dia masih hidup , Begitu juga kau yang belum mengetahui kenyataanya aku sama sekali tidak mengugurkan bayi kita .

Jaejoong-ah , Ku mohon padamu rawat RaeMi dengan baik , Bagaimanapun dia anakmu juga .. Hanya itu keinganan terakhirku padamu .. Aku pun yakin kau pasti bisa merawat dan menjaga RaeMi dengan baik .

Sejujurnya sampai saat ini aku tidak bisa melupakanmu , Melupakan kenangan yang pernah kita rajut .. Aku tidak pernah menyesal karena mencintaimu atau di tinggal olehmu , Bagaimanapun aku tahu hatimu saat mencintaiku itu sangat tulus .. Berkat kau pun aku memiliki RaeMi , Walau aku mengurusnya sendirian namun aku tidak pernah kesepian karena kehadirannya..

Gomawo , Atas semua kenangan yang pernah kau berikan padaku dulu .. Aku pun sudah memaafkanmu Jaejoong-ah .

Rawat dan Jagalah RaeMi layaknya merawat anakmu ..

Kim Seora ~

Setelah membaca surat ini , Air mata yang dari tadi ku tahan jatuh begitu saja .. Benarkah Seora berkata seperti ini ? Kenapa aku merasa benar – benar bodoh saat itu ..

_Flashback _

“ Seora-ah “ Teriak seorang namja ketika melihat seorang yeoja berada di tepi sungai , Yeoja itu menoleh pada namja itu dan tersenyum riang ..

“ Oppa “ Seru yeoja itu sambil terus mengembangkan sebuah senyuman yang indah ..

Ya, Dua remaja ini adalah Seora dan Jaejoong .. Mereka biasa bertemu tepat di tepi sungai ..

“ Apa sudah lama menungguku ? “ Tanya Jaejoong , Seora mengegelngkan kepalanya “ Aniyo , Emm .. Kenapa tiba – tiba kau menyuruhku untuk ke tepi sungai sore – sore seperti ini oppa ?” Jaejoong hanya tersenyum ..

“ Tadaaaaaaa” Jaejoong menunjukkan sebuah kalung emas putih berliontin bintang tepat di depan wajah Seora “ Oppa , Ige ??”Seora menunjuk pada kalung tersebut .

“ Ne, Kalung ini untukmu chagiya “ Ujar Jaejoong di sambut dengan wajah merekah Seora “ Jinjayo ? Untukku”

“ Ehhmm , Biar ku pakaikan untukmu “ Tanpa ragu Seora mengangkat rambutnya agar dengan mudah Jaejoong memakaikan kalung tersebut ..

“ Ahh Yeoppoda “ Seru Seora ketika Jaejoong sudah selesai memakaikan kalung tersebut , Sedangkan Jaejoong langsung menghadap kearah Seora dan berkata “ Ne, Neomu yeoppo .. Jaga baik – baik kalung itu , Anggap ini tanda cintaku padamu .. Suatu saat aku akan melamarmu dengan cincin yang paling indah “ Seora semakin mengembangkan senyumannya setelah mendengar ucapan Jaejoong ..

“ Ne, Oppa “ Tanpa ragu Jaejoong pun mencium kening Seora dengan hangat , Sekaligus membisikan satu kata “ Saranghae “.

*****

Seorang namja tengah duduk manis sambil menatap piano besar yang ada di hadapannya .. Ya, Siapa lagi kalau bukan Kim Jaejoong . Dia berada di sebuah panggung café dan sudah berada tepat di depan piano besar ..

Hari ini ulangtahun Seora , Saat mereka tengah makan siang di café Jaejoong memiliki ide gila dan langsung naik keatas panggung .. Hal ini membuat Seora dan orang sekitarnya terkejut.

“ Aku akan menyanyikan lagu untuk yeoja yang ku cintai dan lagu ini pun hadiah ulangtahun untuknya “ Hanya teriakan yang di sambut oleh pengunjung di café ini , Seora hanya dapat tersipu malu melihat JaeJoong yang berada di atas panggung ..

nun teugodo neol baraboji mothae

jichin chueoke heuryojin neoui mameul nan chatji mothae

manhi ulgo jichyeo deo isang mothae

saenggakhaedo neoreul bomyeon gwaenchaneul got gata

 

jikyeo jugo sipho neoui jalmotdwin nappeun boreutdeul kkajido

himdeun nal utge mandeuneun geoya

jom himdeulgetjiman neol saranghae rago maldo halgeoya

meonjeo nae phume oneun nal kkaji

 

utji mothae useodo gieok mothae

oneul harudo kkumcheoreom nunteumyeon sarajil got gateun

neol bogodo gyeothae obneun got gata

pyeohyeoni seothureun gabwa neol saranghagien

 

jikyeo jugo sipheo neoui jalmotdwin nappeun beoreutdeul kkajido

himdeun nal utge mandeuneun geoya

jom himdeulgetjiman neol saranghae rago maldo halgeoya

meonjeo nae phume oneun nal kkaji

 

hokshi dareun ongireul chatja

naege tteonaga haengbokhae halgeoni

geuraedo neol bonael su eobseo

baby jukgiboda deo apeultaende

 

naega neol saranghae dareun nugudo ani ne aphe itjanha

naega ni soneul jabgo itjanha

nugungaui pheume julsu obseo aesseo utgo itjanha

bonael su obseo haneun mameul wae

Jaejoong menyanyikan lagu yang berjudul II’I Protect u , Lagu ini benar- benar menyiratkan isi hatinya yang sangat ingin melindungi Seora ..

Setelah dia bernyanyi yang terlontar dari mulutnya “ Saeng-il Chukaeyo Chagiya , Saranghae”

 

*****

“ Kya ~ Oppa boneka beruang sebesar ini untukku ?” Seru Seora saat Jaejoong datang ke tepi sungai sambil menaruh boneka beruang besar tepat di wajah Seora

“ Ne, Tentu saja itu untukmu .. Memangnya untuk siapa lagi “ Ujar Jaejoong

“ Keunde , Apa ini tidak berlebihan oppa .. Terlalu banyak barang – barang yang kau berikan padaku “ Ujar Seora tidak lepas menatap Jaejoong ..

“ Aniyo , Asal kau bahagia akan kuberikan apapun padamu “Seora hanya bisa tersenyum riang ketika mendengar ucapan Jaejoong ..

****

“ Oppa , Ada yang ingin ku bicarakan “ Ujar Seora dengan wajah seriusnya

“ Bicarakan saja chagiya “

“ Oppa , Aku hamil “ Mendengar ucapan Seora mata Jaejoong langsung membulat “ MWO ? HAMIL ?”

“ Ne, Anak ini anakmu oppa .. Kau masih ingat saat sebelum melakukan itu , Kau berjanji padaku apapun yang terjadi kau akan bertanggung jawab , Benarkan oppa ? Kau akan menepati janjimu itu ?” Seora memasang wajah harapnya pada Jaejoong ..

Jaejoong hanya tersenyum “ Aku seorang namja yang gantle , Aku tidak akan lepas dari tanggung jawab .. Aku akan mengatakan pada orangtuaku untuk menikahimu “

“ Jinja “ Jaejoong hanya menganggukan kepalanya ..

*****

“ Eomma , Aku ingin menikahi Seora “ Ujar Jaejoong sambil menggenggam erat tangan Seora .. Ya, Kali ini mereka berdua tengah berada di kediaman Jaejoong , Jaejoong mengajak Seora untuk kerumahnya agar membicarakan semua ini .

“ Mwo ? Menikah ?” Dengan setengah berteriak kedua orangtua Jaejoong mengucapkan kalimat tersebut .

“ Ne, Aku sudah menghamilinya , Aku harus tanggung jawab .. Lagi pula aku sangat mencintainya eomma “ Ujar Jaejoong sambil tersenyum pada Seora ..

“ Ya, Micheoyo .. Kau fikir menikah itu mudah , Jaejoong kau sadar tidak kau baru kelas 3 sma .. Apa kau sudah gila menikah dengan yeoja ini hanya karena dia hamil ?” Ujar orangtua Jaejoong sambil menunjuk pada Seora .

“ Eomma aku yang berbuat , Aku harus bertanggung jawab atas semua ini “ Ujar Jaejoong

“ JAejoong-ah , Kau benar – benar sudah gila .. Ya, Kim Seora apa benar kau hamil anak Jaejoong ?” Tanya Eomma Jaejoong pada Seora yang sekarang tengah membulatkan matanya .

“ Ne, Ahjjuma “

“ Issh , Bisa saja kau berbohong kan ? Katakan kalau itu bukan anak Jaejoong , Bisa saja kau berhungan dengan namja lain selain Jaejoong .” Ucapan eomma Jaejoong sontak membuat Jaejoong dan Seora kaget .

“ Eomma , Kau ini berbicara apa sih ? Sudah jelas – jelas dia mengandung anakku , Eomma “ Ujar Jaejoong dengan kesalnya

“ YA bisa saja dia berhubungan dengan namja lain , Tapi dia mengaku itu anakmu “ Ujar Eomma Seora

“ Aniyo , Ahjjuma .. Aku sangat mencintai Jaejoong , Mana mungkin aku berhubungan dengan namja lain selain JAejoong .. Ini benar –  benar anak Jaejoong “ Ujar Seora sambil terisak dan memegang perutnya yang sudah meranjak 1 bulan , Sedangkan Jaejoong terus menggenggam erat tangan Seora .

“Ya, Aku tidak ingin ada pernikahan di antara kalian .. Jaejoong masih terlalu muda untuk menikah , Kalau benar itu anak JaeJoong lebih baik gugurkan saja bayi itu “ Ujar Eomma Jaejoong semakin menjadi – jadi .

“ Eomma , Bagaimanapun bayi yang ada di dalam kandungan Seora itu adalah cucumu juga “ Seru Jaejoong makin kesal , Sedangkan Seora hanya bisa menangis hatinya terlalu sakit mendengar ucapan yang terlontar dari mulut orang tua Jaejoong .

“ Jaejoong-ah , Umurmu masih muda dan kau harus meneruskan perusahaan appa .. Kalau kau menikah aku yakin masa depanmu tidak akan bagus Jaejoong-ah “ Ujar Appa Jaejoong yang mulai angkat bicara

“ Tapi appa aku seorang namja dan harus betanggung jawab” Sangkal Jaejoong yang tetap ingin menikahi Seora .

“ SUDAH KUBILANG TIDAK YA TIDAK . Ya, KIM SEORA GURUKAN BAYI ITU “TEriak Eomma Jaejoong membuat Seora tersentak kaget , Dia tidak tahu harus berkata apa “ Kau mencintai Jaejoong kan ? Pastinya kau tidak ingin melihat Jaejoong mempunyai masa depan yang buruk hanya karena kehamilanmu itu .. Jebal gugurkan kandunganmu itu “ Ujar Eomma JaeJoong setengah memohon ..

“ Eomma “ Jaejoong dia pun tidak habis fikir eommanya akan berkata seperti itu pada Seora ..

“ Baiklah ahjjuma aku akan mengugurkannya “ Ujar Seora tiba – tiba membuat Jaejoong terbelalak kaget dan tidak percaya akan ucapan Seora “ Seora-ah”

“ Ghwencana oppa , Aku ingin melihatmu bahagia dengan masa depanmu “ Ujar Seora sambil terus terisak ..

“ Pilihan yang bagus Seora “ Ujar Orangtua Jaejoong dengan senyuman yang mengembang di bibir mereka .

Jaejoong , Dia tidak tahu harus melakukan apa .. Kalau sudah seperti ini dia tidak bisa menentang semua ucapan orangtuanya ..

_ End Flashback _

 

Aku meninggalkanmu hanya karena harus menuruti kedua orangtuaku , Tanpa tahu keadaanmu Seora “ Mianhae , Mianhae .. Jeongmal nappeun namja “ Aku meruntuki diriku sendiri yang memang terlalu bodoh saat itu .

“ Kalau , Aku tahu semua itu dari awal .. Mungkin keadaannya tidak seperti ini Seora-ah , Mianhae jeongmal baboya namja , Kau sudah banyak menderita karenaku .. Mianhae “ Air mata ini seakan tidak surut dari mataku , Aku menyesali semua yang sudah ku lakukan pada Seora di masa lalu ..

Aku terlalu bodoh saat itu menjadi namja , Seora mengalah untuk mengugurkan kandungannya hanya karena masa depanku tanpa dia memikirkan masa depannya ..

“ Saat aku keluar negeri bukan aku tidak bermaksud memeritahumu , Tapi eommaku mengurungku di dalam kamar tanpa ada celah untuk menemuimu Seora-ah , Mianhae “ Aku rasa semua ucapan yang ku lontarkan ini akan sia – sia saja , Karena saat ini Seora sudah tiada dan kejadian itu sudah bejalan selama 16 tahun lamanya .

Andai aku bisa mengulang kembali masa itu , Aku ingin tetap mempertahankanmu Seora .. Tapi sekarang kau memberikan seorang anak yang tidak kau gugurkan sama sekali saat itu , Apa itu untuk membalas semua perbuatanku di masalalu ?

Tapi aku berjanji akan merawatnya , Memenuhi keinganan terakhirmu itu padaku Seora “ Aku akan Menjaga dan Merawat RaeMi .. Seora-ah “ Air mataku masih saja tidak bisa surut , Aku akan mencoba menerima RaeMi .. Walau akan kurasakan sangat sulit dengan kehidupan baru ini , Tapi aku akan mencobanya ..

******

Review next chapt ..

“ Ahh aniyo , Apa kau yang membuat sarapan ini RaeMi-ah ?” 

“ Ne,Aku ingin membuat sarapan untukmu appa , Kalau masalah membuat sarapan aku masih bisa appa” 

“ Emmm , Kau memanggangnya terlalu lama jadi terasa pahit roti ini “ 

“ Mwo ? Jinja ? Mendaftarkan aku sekolah ?” 

“ Arayo , Keunde …” 

“ Wae? Apa lagi “ 

“ Kiss” 

“ YAH!  SIAPA YANG MENAGAJARIMU BERSIKAP SEPERTI ITU BOCAH “ 

***** 

“ Kau tinggal dengan Jaejoong-ssi ?” 

 “ Kim Jaejoong , Nae Appa “ 

 “ MWORAGO , NEO APPA ?” 

**** 

“YA , MUNTAHKAN KEMBALI MAKANANNYA “ 

***** 

“ Appa , Benarkah aku bersekolah disini ?” 

“ Emm , Begitulah .. Ya, Berikan ponselmu padaku “ 

“ Ne, Keunde … Eoh , Appa lihat disana ada apa “ 

CHU ~

“ YA BOCAH BERANINYA KAU MEMBODOHIKU , SEKALI LAGI KAU MECIUMKU  JANGAN HARAP KAU AKAN  SELAMAT BOCAH “ 

***** 

Naneun Lee TaeMin imnida 

 “Kalian berpacaran ?” 

“namja pertama Namja yang ingin kesini namanya Lee Jinki “

“Sedangkan namja satu lagi , Dengan wajah sejuta charisma itu namanya Choi Minho”

itu saya kasih bocoran buat part selanjutnya ..

otthe ? mau lanjut ga ini ff?

keputusan ada di tangan kalian reader .. okok 

mian ya cerita ini fanfic makin gaje ajah .. 

23 thoughts on “Me and Dad Part 2

  1. keren😀
    Jaejong appa😉 , chunni Oppa wajib rela ya di panggil ahjjusi. *cute.ahjjusi
    Hehehe………
    flashback.nya aq rasa sedikit agak terburu2 deh cingu, tpi masih keren kok hehehe🙂
    mian cingu gk maksud apa2, ……V
    Di tunggu Next part.ny YA😀

  2. hya jaejoong jahat banget sama raemi, masa anak sendiri ga boleh di panggil appa.
    hahahhaha kayanya lucu banget mukanya yoochun, waktu ga mau di panggil ajjushi ama raemi.
    penasaran banget eonn sama next partnya, lanjuut yaa😀

  3. eonni akhirnya aku comment juga.kekeke..
    tapi aku langsung ngelompat ke part 2nyaa..
    cz aku td ini lihat di fb kamu jadi lngsung dech ke part 2..
    aku wktu baca ff baru eonni yang ini sumpah aku langsung jatuh hati sama ff ini..
    gimana gitu ceritanya. menyenth hati..!
    wahh ntung saja yaa si jj itu menerima tuch anak.. meskipun di part 1 dia itu masih agag percaya..
    tp pas di part 2 wktu dia baca surat dari eomma raemi waahh itu surat sumpah isinya buat aku mewek unniee. unnie ditunngu ya part selanjutnya btw kapan nicy di publish.. sudah gag sabar nungguin publish..

    aku usul eonni gimana nanti klo raemi naksir sama ahjussi tampan PARK YOOCHUN.. pasti lucu itu n membuat si jaejoong pusinkk.. ah tapi klo unnie yang bikin pasti ntar yg bakal jadi pacar si raemi itu si bang KEY. Ahhhahah

    sudah gag sabar nunggu publish againn. FIGHTING unnie buat bikin ff yang bagus lg@

  4. Ping-balik: Me and Dad Part 3 | Kimraemi's Blog

  5. Ping-balik: Me and Dad Part 4 | Kimraemi's Blog

  6. Ping-balik: Me and Dad Part 5 | Kimraemi's Blog

  7. aduh chagi, aku merinding baca surat dari Seora huhuuhu..
    menyedihkan..

    next part kayaknya seru nih..

    lanjut dulu yee~ *wusssshhhh* >> ngacir ke next part

  8. Huwwaaaa pasti nangis deh klo udh baca FF kamu yg begini T.T *nangisdipojokan

    jahat bgt si Jaejong,untung’a udh mau berubah demi Seora ya,hehe

    baca pas Jaejong n Yoochun maen ceng-cengan lucu juga,udh tua kelakuan’a kyk bocah aza..

    Penasaran sm lanjutan’a,lngsung next part deh..

    Always Daebak deh bwt Erma🙂

  9. Ping-balik: Me and Dad Part 6 | Kimraemi's Blog

  10. Ping-balik: Me and Dad Part 7 | Kimraemi's Blog

  11. Ping-balik: Me and Dad Part 8 | Kimraemi's Blog

  12. Ping-balik: Me and Dad Part 9 | Kimraemi's Blog

  13. Aku terharu bacany
    Ckkk..
    Kenapa jaejoong begitu bgt sih!! Nappeun namja.
    Itulah resiko melakukan hubungan suami istri diluar nikah, jd appa diusia muda..
    Daebakkk

  14. nyesek banget pas jaejong ngeraguin raemy anak’y apalagi pas jaejong ngebentak raemy tp syukur deh sekarang jae udah bisa terima raemy,
    next chap^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s