Bestfriend Part 2

HEYY saya balik lagi nui

author stress

hihi

di part ini ada adegan nc kekerasan

bukan nc yadong ya .ckck

baca ajah dah

author :: Erma

Genre :: Friendship

Theme Song :: 4 minute _ dream come true, secret – Friend , F. Cuz – Wanna Be Your Love , jiyeon – little by little..

cast ::

Lee HaeRin

Shin HyoRa

Cho HyeBin

Kim Jonghyun ( SHInee )

Choi Minho ( SHInee)

Cho Kyuhyun (SUJU )

other cast ::

Lee Jinki ( SHInee )

Kwon Jiyong a.k.a G.Dragon ( BigBang )

Kim Kibum ( SUJU )

Hye Bin PoV

_Dua hari kemudian _

Aku berjalan  sedikit gontai menelusuri lorong kelas, ya memang semalam aku minum lagi sampai 10 botol ku teguk habis , memang kepalaku sedikit pusing tapi tetap ku paksakan untuk sekolah karena hari ini aku akan ulangan matematika ..aku berjalan sambil mendengarkan alunan music yang biasa ku dengar .. kalian mau tahu apa yang aku dengarkan?? Tunggu !! kalian jangan mengira kalau aku si yeoja brandal ini mendengarkan lagu yang bergenre rock , beat, atau R&B . itu semua salah besar !

Aku memang yeoja brandalan tapi aku tidak terlalu suka mendengarka music yang membuatku bising .. aku selalu mendengarkan music bergaya eropa ,suara orcetra yang lembut serta alunan music yang membuat hatiku tenang , gesekan biola yang mengalun lembut membuatku semakin terbuai dengan nuansa lagu ini .. sekarang aku sedang mendengarkan lagu janinto – europa , lagu ini seakan memberiku ketenangan saja , setiap aku habis mabuk atau ke bar kadang yang membuatku tenang kembali music bergenre classic ini ..

Ingin sekali aku mendengarkan music ini di tengah-tengah pantai bora-bora , tempat impian yang ingin sekali ku kunjungi , terlebih lagi pemandangannya yang indah .. di sana aku ingin sekali membeli satu penginapan yang berjejer rapi di dekat pantai , pasti sangat menyenangkan !!

“emm silyehamnida “ ku dengar ada seseorang yang menyentuh pundak belakangku , membuatku sedikit kesal saja karena tidak ada yang berani langsung menyentuhku begitu saja , terlebih lagi suara itu suara seorang namja , aku melihat kearahnya . ternyata benar seorang namja tampan sudah ada di depanku tapi aku tidak tertarik dengan namja ini ..

“wae ?” kataku , kulihat dia megibas-ngibaskan tangannya karena aroma alcohol di mulutku yang masih menyengat jelas ..

“ aniyo , aku murid baru di sini .. apa kau tahu kelas 3-c dimana? “ Tanya namja itu ,aku sedikit memutar otakku sesekali melihat namja yang ada di depanku ini , ternyata dia akan menjadi sunbaeku .. cihh !! tidak perduli .. terbesit ide jahil di otakku .

“oo 3-C .. dari sini kau kekiri nah nanti di sana ada dua jalur utama , kau pilih jalur yang paling kanan nanti juga di paling ujung itu ada ruangan nah itu 3-c “ aku sedikit terkekeh saat mengucapkan kalimat itu , terlebih lagi namja itu terus mengibaskan tangannya sepertinya dia tidak menyukai bau alcohol ..

“ ne , gomawo “ ujarnya seraya tersenyum dan pergi dari hadapanku ..

“babo !!” aku menahan tawaku ternyata namja itu mudah sekali untuk ku kibuli ..

HyoRa PoV

Hari ini ulangan matematika aku ingin mengalahkan hye bin yang memang selalu mendapatkan nilai seratus .. kali ini aku tidak akan kalah dengannya !! aku yang memang sedang berjalan bersama hae rin menuju kelas .. tapi mataku terarah pada seorang yeoja , tidak lain tidak buka hye bin .

Ku lihat hye bin sedang berdiri di koridor kelas , tapi kulihat tadi dia bersama seorang namja .. siapa namja itu ?? setelah namja itu pergi terlihat hye bin menahan tawanya ..

“kenapa anak itu ?” ujar hae rin yang heran melihat hye bin menahan tawanya .

“molla , lebih baik kita menghampirinya saja “ aku menarik tangan sahabat ku yang memang sudah berteman sejak sd, memang aku sudah mengenal dekat dengan hae rin terlebih lagi di tambah satu sahabat yang awal memang tidak kami sukai dengan sikap brandalannya itu .. tapi setelah kami mengetahui semuanya tentangnya , ternyata hye bin hanya yeoja yang rapuh dan membutuhkan kasih sayang .. terlebih lagi hye bin sudah menolongku saat aku di tampar oleh raemi sunbae , saat di tampar seperti itu benar-benar mengingatkanku pada appa yang selalu memukuliku ..

Kadang aku berpikir kenapa aku memiliki appa sekejam itu ?? selalu berteriak di depanku serta tanpa tanggung-tanggung memukulku dengan keras .. dengan segala cara dia memukuliku sampai banyak bekas luka di tubuhku , membuatku harus kerumah sakit serta meminum obat yang di berikan oleh dokter..

Bukan hanya aku yang terkena pukulan appa , tapi eommapun merasakan itu .. membuatku tidak tega dan terus ingin melindungi eomma .. pada saat raemi sunbae menamparku yang aku ingat appaku , berkat hye bin hal itu tidak terjadi lagi bagiku hye bin my hero !!

“ya kau kenapa menahan tawa seperti itu??” ujar hae rin menepuk bahu hye bin

“ aniyo “ ujar hye bin masih cekikikan .

“ ya !! tadi namja yang bersamamu siapa ?” aku bertanya penuh selidik

“ haha “ hye bin tertawa lepas sampai aku merasakan sesuatu bau yang tidak sedap keluar dari mulutnya “ justru karena

namja tadi aku jadi seperti ini , kalian tau ? namja tadi anak baru dan dia menanyakan kelas 3-c , aku beritahu saja arah jalan menuju gudang .. haha “ sambungnya tertawa lagi membuatku semakin yakin bau ini !! ya bau alcohol yang sangat menyengat .. jujur aku sangat membenci bau alcohol ini , aku tahu hye bin suka meminum – minuman beralkohol . hal yang membuatku teringat appa yang sering mabuk-mabukan !

“jadi kau mengerjainya “ ujar hae rin tidak percaya dan dia tertawa kembali serta menganggukan kepalanya .. lagi-lagi bau yang sangat aku benci ini !!

“hye bin-ah , kau minum lagi?” aku bertanya dengan lantang padanya , hye bin yang tadi tertawa langsung terdiam .. sedangkan hae rin yang baru menyadari hal itu mencium bau hye bin yang memang bau alcohol .

“eemm benar bau alcohol ini menyengat sekali , ahh kau ini selalu saja seperti ini” ujar hae rin menghela nafas..

“ ne , waeyo?” jawabnya jujur

“ aiissh sudah berapa kali kan jangan minum , jebal hye bin minuman itu akan merusak dirimu “

” aku bosan mendengar ceramahmu itu , sudah ku bilang kan aku tidak bisa melepas minuman alcohol itu “ ujar hye bin

“ aku bingung harus melakukan apa padamu .. kau lupa hari ini ulangan , apa kau yakin akan menjawab semua pertanyaan dari hangeng sonsaengnim dengan keadaan kau yang mabuk ini?”

“sudahlah aku bisa kok , tenang aku akan mendapatkan nilai seratus lagi .. mengalahkan kalian , bersiap-siaplah untuk menerima semua permintaanku serta menurutinya .. haha” ujarnya dengan tegas tapi masih tetap sempoyongan .

“ya !! yakin sekali kau Cho Hye Bin “ protes hae rin

“ sudah lebih baik kita masuk kelas “ kataku memotong ucapan hye bin yang memang ingin membalas ucapan hae rin .. kedua temanku ini memang sering beradu mulut membuatku jengah saja , tapi aku yakin mereka berdua saling menyayangi ..

***

Semua lembar soal sudah di bagikan , memang setiap meja soalnya berbeda-beda agar tidak terjadi kecurangan .. hae rin menatapku seraya tersenyum dan menggukan mantap padaku , aku yakin kalau kali ini hae rin akan mendapatkan nilai yang memuaskan , jadi aku tidak sia-sia mengajarinya ..

Kulihat hye bin setengah sadar mengerjakan soal itu , terlebih lagi matanya yang sedikit mengantuk .. aku yakin kalau kepalanya sangat pusing akibat alcohol yang di minumnya ..

Beberapa jam kemudian

Semua anak murid yang berada di kelas ini mengumpulkan kertas jawaban ..  aku merasa degdegan karena takut mendapatkan nilai tidak memuaskan ..

“ ok tiga hari lagi aku bagikan hasil ulangan kalian ini “ ujar hangeng sonsaengnim seraya keluar kelas ..

“aah aku sangat takut sekali kalau nanti nilaiku akan menurun “ ujar hae rin

“ jangan pesimis gitu , yakin kita mendapatkan nilai bagus “ padahal di dalam benakku sama seperti hae rin yang merasa was-was dengan nilai ulangan ini .. tapi sepertinya tidak dengan hye bin yang merasa tenang-tenang saja kulihat dia malah tertidur di mejanya .. benar- benar aku tidak habis fikir apa yang ada di benaknya sampai dia bisa sesantai ini ..

#####

Hae Rin PoV

Aku tengah menunggu oppaku , karena hari ini supir pribadiku sakit jadi tugas menjemputku sekarang adalah oppaku ..

“ ya !! oppamu belum datang?” ujar hyora yang tiba-tiba saja menghampiriku begitu juga dengan hye bin ..

“ ne , lama sekali orang itu “ aku melirik kearah arlojiku .

“tunggulah nanti juga dating “ ujar hyora , ternyata tepat ucapan hyora seorang namja tampan keluar dari mobil yang memang sudah tidak asing lagi bagiku , mobil warna silver ini milik jinki oppa .. kulihat ada dua orang keluar dari mobil itu tidak lain tidak bukan itu jonghyun dan jiyong oppa ..

Mwo?? Jiyong !! omo setiap melihatnya wajahku pasti memerah !

“dongsaeng belum lama menunggukan ?” ujar jinki yang sudah ada di depanku

“ belum lama kok oppa “

“ya sudah kalau begitu kita pergi saja “ ujar jonghyun

“ emm apa kalian mau bareng dengan kami ?” ujar jinki menawari

“aah aniyo aku pulang naik sepeda dan nanti aku akan bekerja di café “ ujar hyora menolak tawaran jinki

“hye bin kau .. “ belum melanjutkan kata-kata jiyong .

“ aku pulang duluan , bye “ ujar hye bin nyelonong  pergi meninggalkan kami semua sambil memakai iphonenya itu ..

“aah oppa mianhae hye bin memang selalu seperti itu “ kataku meminta maaf pada jiyong oppa

“ghwencana , bukan salah kau .. kajja kita pulang” ujar jiyong tersenyum padaku , senyuman itu senyuman yang selalu ingin ku miliki .. entah kenapa kulihat tingkah hye bin semakin menyebalkan di depan jiyong oppa , dia selalu bersikap dingin pada jiyong oppa , memang si dia suka sekali bersikap dingin pada orang tapi ini ku rasa sangat berlebihan ..

Kami pun pulang seraya berpamitan pada hyora .. aku duduk di belakang bersama jonghyun , padahal aku ingin sekali duduk dengan jiyong oppa , kenapa harus bersama jonghyun ?? kulihat jonghyun sedang memainkan pspnya , terbesit ide jahil dari otakku , biasanya dia yang menjahiliku ..

“ aku pinjam “ aku merebut psp yang sedang di mainkannya dari tangannya seraya tersenyum licik .

“ ya !! kau ini seenak jidat mengambil mainanku “ ujar jonghyun kesal dan menatapku

“ biarkan saja sekali-kali aku merebut apa yang kau punya , kau kan selalu merebut makananku oppa “ aku memeletkan lidahku padanya ..

“ aaiissh anak ini menyebalkan sekali , cepat kembalikan pspku “pinta jonghyun sudah mau merebut psp dari tanganku , tapi langsung ku sumpatkan di belakang tubuhku ..

“ tidak akan ku berikan , haha” aku menaruh pspnya di belakang tubuhku dan jonghyun terus berusaha mengambil tapi aku menghalangi “ wee aku tidak akan memberikan ini oppa “ sambungku seraya tertawa .. tapi jonghyun terus berusaha mengambil pspnya .

“ya !! jonghyun sudah mengalah saja , kau ini lebih tua darinya seharusnya jangan bersikap kekanak-kanakan gitu “ ujar jinki oppa yan membelaku seraya cekikikan melihat tingkahku dan jonghyun yang memperebutkan psp ini ..

“tidak akan aku mengalah pada anak kecil ini “ ujar jonghyun terus berusaha mengambil pspnya, tiba-tiba jonghyun memelukku erat seraya tersenyum evil , aku berusaha memberontak tapi tubuh kekarnya terlalu kuat membuatku kesulitan untuk melepaskan pelukannya , sesaat kemudian dia mengambil pspnya yang ada di tangaku “aaahh dapat “ jonghyun tersenyum puas mendapatkan pspnya kembali .

“ ya !! kau curang oppa kenapa kau memelukku erat jelas saja kau bisa mengambilnya tubuhmu terlalu kekar membuatku sulit melepaskanmu “ aku mengerucutkan bibirku kesal tapi jonghyun hanya cekikikan melihat reasksiku begitu juga dengan jinki oppa yang masih menyetir tapi aku tahu kalau dia sedang tertawa ..

“sudahlah jonghyun mengalah saja pada peri kecilku itu “ ujar jiyong oppa ..

Deg !

Apa yang tadi dia katakan ??

Peri kecil?

Apa aku tidak salah dengar , jiyong oppa memanggilku dengan peri kecilnya !!! aaaah rasanya aku ingin menjerit sekeras-kerasnya karena saking senangnya dengan ucapannya tadi .. aku hanya dapat diam saat mendengar ucapan

jiyong .

Begitu juga dengan jonghyun dan jinki yang sepertinya sangat kaget mendengar ucapan jiyong ..

“kau memanggilnya peri kecil?” ujar jonghyun mengulangi ucapan jiyong tadi , aahh jonghyun bagus sekali kau bertanya seperti itu aku pun ingin mendengarnya sekali lagi ..

“ne peri kecilku “ ujar jiyong yang mengarah padaku serta tersenyum , jawaban ini sesuai dengan harapanku ! terlihat jonghyun hanya terdiam entah apa yang dia pikirkan saat ini ..keadaan menjadi sepi ..

“eeehhmm eehhm “ jinki oppa berdehem karena di antara kami bertiga hanya terdiam , sesaat kemudian jonghyun tertawa terbahak-bahak ..

“haha kau bilang peri kecil , berarti kalau kau memanggilnya peri kecil .. aku akan memanggilnya siput kecil , wkwk “ ujar jonghyun tertawa terbahak-bahak , sudah ku duga dia akan meledekiku seperti ini . aku benar-benar kesal dengan sebutannya ‘siput kecil ‘ aahh orang macam apa dia seenak jidat mengatai orang ! jonghyun masih tertawa lebar aku menatapnya geram ..

“ sial kau oppa , aku bukan siput kecil .. seenak jidat saja kau mengataiku “ aku setengah berteriak di depan mukanya ,

“julukan siput kecil cocok untukmu kecil “ timpalnya lagi sambil tertawa , jinki oppa dan jiyong oppa bukan membantuku dia malah ikutan tertawa mendengar ucapan jonghyun . aku mendengus kesal dengan sikap ketiga namja ini menyebalkan !!!

Jonghyun yang masih tertawa terbahak-bahak , aku melirik kearah belakang mobil terdapat satu bantal .. dengan cepat aku membekap wajah jonghyun dengan bantal itu dan menekannya agar dia tidak tertawa lagi ..ku dengar dia mengucapkan sesuatu dan memberontak tapi tetap ku tahan agar dia tidak tertawa ..

“haha ! rasakan ini oppa !” kataku seraya menekan bantal itu di wajahnya , yang lain hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat tingkahku dengan jonghyun .. tapi sesaat kemudian jonghyun terdiam begitu saja dia sama sekali tidak memberontak , ada apa dengan orang ini?? Batinku !

Ku lepas bekapan bantal ini , terlihat jonghyun yang memejamkan matanya ..

Omo orang ini kenapa ? apa dia mati ?? ottokhe ?

“oppa , jonghyun oppa kenapa ? kok dia tidak bangun-bangun “ aku sedikit panic bagamana kalau dia benar-benar mati karena aku membekapnya dengan bantal ini .. jinki dan jiyong melihat kearah jonghyun lalu focus kembali dengan aktivitasnya .

“biarkan saja dia mati seperti itu “ ujar jinki seenak jidat

“mwo? Mati? Berarti aku yang membunuhnya ! ottokhe oppa ? aku tidak ingin di penjara “ aku mulai merasa cemas tapi kedua namja di depanku malah tertawa-tawa ..

“aaiissh hae rin kau ini polos sekali , coba kau periksa nadinya dan hidungnya masih berdenyut serta benafas tidak “ ujar jiyong sedikit terkekeh , aku yang memang panic langsung memegang urat nadinya dan mersakan nafas yang ada di hidungnya .. ternyata masih berdenyut dan nafasnya normal .

“ oppa dia masih hidup “ kedua namja itu hanya menatapku tajam dan tetawa kembali . ada apa sih dengan orang-orang ini membuatku bingung saja jelas-jelas aku masih panic , kalau saja jonghyun mati benaran aku bisa masuk penjara !

“ omo dongsaengku ini benar-benar polos atau babo si , heyy !! dongsaengku yang manis kau tidak perlu khawatir tentang jonghyun “ ujar jinki oppa terkekeh

“mau kau bekap seberapa lamapun dia tidak akan mati , kau dengar dia sedang mendengkurkan “ ujar jiyong menjelaskan , kudengar benar  dia mendengkur ternyata jonghyun malah tertidur ..

“sial orang ini membuatku panic saja “ aku melemparkan bantal asal kewajah jonghyun yang memang tengah tertidur itu ..

“haha kau ini benar-benar lucu dan polos ya peri kecil “ ujar jiyong yang sukses membuat wajahku merona merah entah harus di taruh dimana mukaku ini , aku hanya dapat tersenyum kecil menutupi kesenanganku ini .. apa jiyong oppa juga menyukaiku?

Aahh aniyo !! aniyo !

Kau jangan terlalu kepedean hae rin ! siapa tahu dia hanya meledekiku saja sama seperti manusia di sebelahku  ini .. tapi aku berharap kalau jiyong oppa bisa menyukaiku !!

*****

HyoRa PoV

Aku keluar dari café tempat bekerjaku , karena waktu sudah menunjukan pukul 20.00 memang waktu untuk ku pulang.. sungguh melelahkan bekerja part time , tapi ini kulakukan untuk eommaku yang memang tidak bisa bekerja .. beruntungnya aku mendapat beasiswa jadi tidak harus mengurusi urusan biaya sekolah , tapi aku harus membayar sewa rumah yang sudah menunggak 2 bulan .. bagaimana tidak menunggak uang untuk sewa selalu di ambil appa , padahal uang itu sudah ku sisihkan tapi kenapa dia selalu tahu aku menaruh uang itu ..

Untungnya kali ini aku baru mendapat gaji , mungkin setengah gaji ini akan ku bayarkan uang sewa rumah .. karena ahjumma yang memiliki rumah itu sudah menagih terus membuat ku merasa tidak enak pada ahjumma itu ..

“aku pulang “ sapaku saat sampai rumah , tapi sesaat kemudian aku terbelalak kaget saat sampai di ruang tengah ku lihat appa tengah memegang kerah eomma dan ingin memukulnya .. bahkan ku lihat luka memar di wajahnya sudah ada ..

“ ya !! hentikan “ aku langsung melepaskan tangan appa yang ada di kerah eomma , kulihat mata eomma yang sudah sangat sembab sepertinya dari tadi dia menangis terus “ eomma ghwencana?” aku terus mengelus wajah eomma yang banyak keringat dan ketakutan itu ..

“ghwencana “ ujar eomma sedikit parau

“ ya !! appa kau kenapa memukul eomma? Sudah kubilang jangan pernah menyentuh eomma , kalau kau kesal pukul saja aku jangan eomma “teriakku dengan kesal , kulihat appa yang memang mabuk tersenyum kecut ..

“cihh anak dan eomma sama saja , cepat berikan aku uang “ ujar appa dengan sempoyongan .

“kau tunggu disini , aku akan membawa eomma kekamar .. nanti aku beri uang “ kulihat appa yang tadi geram saat aku berbicara akan memberi uang dia seperti lunak kembali, aku menatap eomma sebentar lalu membantu eomma agar bangun dan merebahkannya di ranjang tidak lupa mengobati lukanya sebentar .. “ eomma kalau nanti di luar teradi apa-apa denganku , aku harap kau jangan keluar dari kamar .. kunci pintu kamar ini eomma “ aku manatap dalam eomma

“hajiman “ pekik eomma

“jebal eomma , aku yakin tidak akan apa-apa .. ingat ucapanku eomma jangan keluar “ eomma langsung menganggukan kepalanya dan aku segera keluar dari kamar ..

“ini uangnya “ kuberikan uang hanya beberapa won , karena uang ini memang untuk membayar sewa rumah ..

“mwo? 5 won ? kau sudah gila ya untuk membeli arak saja kurang .. kau memberiku hanya segini “ teriaknya kesal tepat di wajahku .

“aku hanya ada uang segitu “ kuharap dia percaya dengan ucapanku ini , appa menatapku dalam .

“ya !! aku tahu kau habis gajian , mana mungkin kau tidak ada uang .. cepat beri uang gajimu itu “ bentaknya , omo !! dari mana dia tahu kalau aku gajian hari ini ..

“aniyo appa , aku tidak gajian “ jawabku bohong

“kau bohongkan anak bodoh “ ujar appa yang langsung menjambak rambutku kebelakang

“aaa, aniyo appa aku tidak bohong , aku tidak gajian “ tapi appa sepertinya tidak percaya dia terus menjambakku lebih keras .

“kau berani bohong padaku hah “ teriaknya di telingaku sangat membuatku pening , terlebih lagi jambakan rambut ini sangat sakit .

“aniyo appa “ aku sedikit meneteskan air mata karena jambakan rambut ini sangat sakit ..

Plakkkk

Satu tamparan hangat mendarat di wajahku ,tamparan yang sering aku terima .

“ooo jadi ini mau mu ya .. kau tidak mau memberikan uang itu padaku hah” teriaknya lagi dan terus menamparku sampai beberapa kali .. kali ini appa membuka gesper yang ada di pinggangnnya , dia mendorongku kelantai dan siap mencambuk tubuhku dengan gesper itu ..

Plakkk

Satu sabetan gesper sudah mendarat di tubuhku , sangatlah nyeri ..

Plakkk

Appa terus mencambukku dengan gespernya sampai tubuhku sudah memerah , hal ini pun sudah sering dia berikan padaku ..tapi yang bisa kulakukan hanya diam menerima hal itu terus menerus ..

“kau tidak mau memberi uang itu padaku hah “ teriaknya lagi dan masih mencambukku dengan sangat keras . tanpa teras air mataku jatuh begitu saja menahan sakit ini tapi aku harus kuat dan tetap bertahan walau di pukuli..”ok hyora kalau ini mau mu “ sambungnya dan menarik tangan kiriku , kuliat dia melepaskan rorok yang memang sedang dia hisap , kemudian ujung rokok tersebut dia taruh di tangan kiriku membuatku kesakitan dan kepanasan akibat rokok tersebut ..

“aaaa sakit appa , andhwae!” tapi dia terus menaruh uung rokok itu berkali-kali sampai menimbulkan bekas sundutan rokok di tangaku , rasanya tangan ini seperti melepuh dan panas sekali .. lagi-lagi dia menaruh rokoknya tersebut di tanganku membuatku semakin menjerit kencang dan menangis sejadi-jadinya ..

“andhwae appa !! u.. uu.. uang itu untuk membayar sewa rumah ini “ jawabku jujur dia menyudahi penyiksaan yang ku terima tadi

“lalu kau tidak akan memberikan uang itu padaku “ teriaknya terpat di wajahku membuatku kaget dan kesal .. aku benar-benar geram dengan sikapnya kali ini ..aku mengepalkan kedua tangaku mengumpulkan kekuatanku ,walau tangan kiriku sangat ..

“aniyo , aku tidak akan memberikan uang itu .. apa kau tidak berfikir appa , kalau kita tidak membayar uang sewa itu kita akan tinggal dimana .. kau memang appa yang kejam , seharusnya kau yang memberiku uang , bukan aku yang memberimu uang “ teriakku di depan wajahnya , emosiku mulai meledak air mata terus mengalir deras ..

“ kau mulai berani melawanku hyora ,hah .. anak kurang ajar !”

Plakkk

Tamparan lagi mendarat di pipiku , lalu dia pergi hendal mengambil sesuatu dan kembali lagi dengan sebuah penggaris besar .. penggaris itupun sering dia gunakan untuk memukulku ..

“ terima hukuman ini karena kau sudah melawanku “ teriaknya

Bugggg

Satu pukulan mendarat di punggungku .

“aaaaaa” teriakku menahan sakit

Buggg

Pukulan penggaris itu mendarat tepat di dadaku , sangat sakit dan sesak sekali di dada ini !

“aaa appa sudah sesak sekali” pekikku tidak berdaya  , aku berusaha memberontak agar tidak mendapat pukulan penggaris itu ,tapi appa semakin mengeraskan pukulannya .. air mata ini pun terus mengalir aku benar-benar membutuhkan pertolongan seseorang !!

Buggg

Satu pukulan mendarat di punggungku dan sukses membuatku terbatuk serta mengerluarkan darah , rasanya ini sangat sakit bahkan sakitnya lebih dahsyat dari yang tadi ..

“aaa , andhwae appa !! sesak !! sakit “ rintihku sambil menghapus darah yang ada di mulutku .. tapi appa tidak memperdulikan aku yang sudah merintih kesakitan ini ..

Dorrrr…dooorrr…dorrr..

Terdergar geduran dari arah pintu kamar eomma .

“hyora .. cepat lari , lebih baik kau kabur , palli “ teriak eomma yang masih ada di dalam kamar , aku yakin eomma pun tidak kuat mendengar teriakanku karena di siksa , tapi sesuai dengan keinginanku eomma sama sekali tidak keluar dari kamarnya .. kulihat appa sedang melihat kearah kamar , dengan cepat aku bergerak untuk keluar dari rumah ini .. kebetulan dia sedang lengah ..

Brukk

Gebrukan pintu membuatnya tersadar kalau aku duah kabur dari rumah ..

“ya !! anak bodoh , jangan kabur . mau kemana kau “ teriak appa yang langsung mengejarku , aku berlari sekencang-kencangnya menghindari kejaran appa ..

“jangan kabur kau babo “ teriaknya lagi membuatku semakin berlari kencang , kulihat kebelakang melihat appaku yang mengejarku sambil membawa penggaris besar itu .. aku terus berlari sekencang-kencangnya menelusuri jalan entah mau kemana , tapi appa yang tidak mau menyerah juga tetap mengejarku

Aku benar-benar tidak kuat , dadaku sesak kepalaku pening rasanya ingin jatuh saja karena kepeningan kepalaku ini .. tapi aku terus berusaha menghindari appaku yang masih mengejarku , sesaat ku lihat ada gang yang memang cocok untuk bersembunyi , aku langsung berlari cepat untuk ke gang kecil itu dan mengumpat di balik tong sampah ..

Kulihat appa sudah mendekat dari gang ini , ya tuhan ku mohon jangan sampai dia ke gang ini !!

“aaiishh dimana anak itu “ pekiknya dengan kesal tapi sesaat kemudian dia berlari melewati gang kecil ini ..

Fiiuhhh

Sepertinya aku bisa bernafas lega akhirnya dia tidak ke gang kecil ini. Aku keluar dari gang kecil ini seraya memastikan appa sudah jauh dari jangkauanku dan tepat sekali dia sudah tidak ada .. tapi saat aku memegang kantong jasku , omo amplop gajiku kemana?? Kulihat lagi appa yang berjalan santai dan melambai-lambaikan sebuah amplop kecil , lebih tepatnya amplop berisi gajiku .. sial kenapa harus terjatuh dan dia yang menemukannya .. ahh dari mana lagi aku harus mencari uang untuk membayar sewa rumah .

Aku terus berjalan di antara trotoar ini dan lalu lalang lalu lintas ini , aku ingin kembali kerumah tapi itu tidak mungkin karena appa pasti akan kembali kerumah , tapi aku takut kalau dia memukuli eomma .. aku hanya berharap kalau eomma jangan pernah membuka pintu kamarnya sebelum aku kembali kerumah ..

Kepalaku sangat pening bahkan sekarang lebih pening dari sebelumnya , aku benar-benar tidak kuat lagi ..

“uhukk, uhukk “ aku terbatuk tapi yang membuatku kaget darah segar keluar dari mulutku dan dadaku benar-benar sangat sesak .. kupandangi tubuhku yang banyak luka lebam terlebih lagi tangan kiriku yang terkena luka bakar tangan ini sangat merah dan rasanya sangat sakit ..

Sekarang aku tak tahu harus berbuat apa !!

Aku hanya gadis malang yang penuh luka lebam dan tidak berdaya .

Aku hanya bisa menatap kosong jalanan ini , entah apa yang aku pikirkan dan aku pun tidak tahu harus kemana .. dada ini pun semakin sesak , air mata yang terus mengalir deras di pipiku ini ..

“sekarang aku harus kemana? “ gerutuku tidak jelas sambil menatapi sekeliling jalanan , begitu  pula banyak orang yang memandangiku heran .. apabila aku kerumah hye bin itu tidak mungkin , aku takut dia murka pada appaku .. setiap kali aku bercerita padanya tentang appa wajahnya selalu kesal , maka dari itu setiap aku di pukuli appa aku berusaha menutupi dari hye bin ataupun hae rin ..

Andhwae ! andhwae ! tidak mungkin aku kerumah hye bin ..

Choi ahjussi , ya yang ada di benakku hanya dokter itu choi ahjussi yang selalu mendengarkan ceritaku dan mengobati luka-lukaku ini ..

Tanpa basa-basi lagi aku berlari menuju rumah sakit kwangmin yang berada di jalan chungdam , rumah sakit besar itu miliknya awal akupun tidak percaya kalau dia yang memiliki rumah sakit itu ..

Aku berlari kencang tapi dadaku sangat sesak , kepala ini semakin pening .. aku benar-benar tidak berdaya lagi , sampai aku di rumah sakit semua mata terarah padaku .. tapi mereka sama sekali tidak melarangku untuk memasuki rumah sakit ini , satpam pun sudah tahu aku yang memang sering kerumah sakit ini .. aku berjalan gontai tanpa memperdulikan orang-orang yang menatapku , entah mereka berfikiran apa melihat keadaanku yang bernatakan , baju di penuhi darah yang memang keluar dari mulutku tadi ..

Sesampainya di depan pintu ruangan choi ahjjusi , saat aku ingin membuka pintu ruangan itu terdengar seseorang tengah berbicara ..

“appa kau ini kenapa terlalu baik pada yeoja itu sih “ ujar seorang namja

“ dia pernah menolongku , terlebih lagi aku kasian melihatnya di pukuli terus dengan appanya” degg!! Sepertinya orang di dalam ini tengah membicarakanku , perasaan ini sangatlah kuat , terlebih lagi tadi aku mendengar suara choi ahjjusi ..

“aaiissh appa , kalau yeoja itu hanya memanfaatkanmu untuk mendapatkan obat ini bagaimana , ahh obat sebanyak ini akan kau berikan padanya “ ujar namja itu semakin keras , aku berusaha mengintip perlahan membuka pintu sedikit saja .

“aku yakin anak itu baik “ ku dengar choi ahjjusi membelaku ..

“aaahh sudahlah lagi pula aku tidak ingin menjadi dokter seperti appa “ ujar namja itu aku rasa namja itu anaknya choi ahjjusi ..

“ kau harus tetap menjadi dokter minho “ jadi yang berbicara dengan ahjussi itu bernama minho , memang aku pernah mendengar ceritan tentang keluarganya kalau anaknya sama sekali tidak ingin menjadi dokter .. ku dengar kata demi kata keluar dari mulut mereka tapi kepalaku semakin pening , pandangan buram menyelimuti mataku .. dada sesak ini semakin menjadi-jadi membuatku sedikit sulit bernafas , tubuhku semuanya benar-benar terasa sakit akibat pukulan demi pukulan yang di berikan appa tadi ..

Aku benar-benar tidak bisa menahan kakiku ini , semua tubuhku serasa lemas .. bahkan tubuh ini tidak bisa menopang tubuh ini ..

Buggg

Aku terjatuh tepat di depan pintu ruangan ini serta membuyarkan pembicaraan dua orang yang ada di dalam ruangan ini , aku memang tengah berada di antara ambang pintu yang sudah terbuka ..

“ hyora-ah “ teriak choi ahjussi yang suaranya masih jelas di telingaku , terlihat dia menghampiriku dengan wajah khawatir .. pandanganku masih jelas melihat choi ahjussi dan di sampingnya ada seorang namja tapi aku tidak jelas melihat namja itu .. air mata yang terus mengalir serta melihat kearah choi ahjussi ..

“a, ahjussi , nae appa “ kataku dengan nada parau, tapi tiba-tiba pandanganku gelap dan aku tidak ingat apa-apa lagi ..

###

Minho PoV

Seperti biasa aku habis dari lab yang ada di rumah sakit ini untuk praktek karena materi kuliahku yang menyuruh menyelesaikan penelitian obat .. nama ku choi minho ,kuliah di SM universitas , disana aku mengambil jurusan kedokteran .. jurusan itu bukanlah jurusan yang aku inginkan ,aku ingin mengambil jurusan seni tapi appa melarang dan menyuruhku untuk masuk pada jurusan kedokteran .. dia bilang aku harus menjadi penerus di rumah sakitnya , kalau bukan aku siapa lagi karena aku memang anak satu-satunya yang dia miliki ..

Setiap kali aku menolak appa terus menyuruhku membuatku tidak berdaya , tapi aku tidak mau menjadi seorang dokter ! tapi dia selalu bilang ‘ seorang dokter itu bertugas untuk menyelamatkan orang sakit dan terluka , pekerjaan itu sangat mulia ‘ itulah kata-kata yang selalu ku ingat dari appaku ..

Sebenarnya bukannya aku tidak mau menjadi seorang dolter , hanya saja aku berfikir apakah aku pantas menjadi seorang dokter sama seperti appaku dan meneruskan rumah sakit ini .. hanya itu yang aku fikirkan bukan hal lain , dalam bidang akademi pun aku memang memiliki otak yang mampu mencerna pelajaran ilmu pengetahuan alam , tapi yang masih mengganjal dibenakku pantaskah aku menjadi dokter ? bisa kah aku menjadi dokter seperti appa ??

Sekarang aku tengah berada di ruangan appa yang cukup luas , kulihat dia sedang mengemaskan banyak obat .. untuk apa dia mengemaskan banyak obat itu ..

“appa aku mau pulang “ kataku membuyarkan pekerjaannya itu dan menganngukan kepalanya “kau tidak pulang appa?  Emmm obat sebanyak itu untuk siapa ?” aku memang penasaran ..

“ aniyo , kau pulang duluan saja .. aku akan menemui hyora dan memberi obat ini untuknya “ ujar appa , lagi-lagi yeoja itu entah kenapa semanjak appa bertemu yeoja itu dia lebih perhatian pada yeoja itu di banding aku yang anaknya sendiri , aku tahu yeoja itu sudah menolong appaku tapi kenapa appa sangat baik terhadapnya ..

“appa kau ini kenapa terlalu baik pada yeoja itu sih “ aku benar-benar kesal sikap apppa terlalu baik pada yeoja yang bernama hyora itu ..

“ dia pernah menolongku , terlebih lagi aku kasian melihatnya di pukuli terus dengan appanya” sudah berapa kali bilang seperti ini , ya aku tahu dia sering di pukuli oleh appanya dan itu appa yang menceritakannya sampai aku bosan , tapi apa separah itukah dia di pukuli sampai appaku ini sangat mengkhawatirkannya ..

“aaiissh appa , kalau yeoja itu hanya memanfaatkanmu untuk mendapatkan obat ini bagaimana , ahh obat sebanyak ini akan kau berikan padanya “ entah kenapa aku merasa curiga pada yeoja itu aku hanya takut dia memanfaatkan appaku saja .

“aku yakin anak itu baik “ ujar appa

“aaahh sudahlah lagi pula aku tidak ingin menjadi dokter seperti appa “  ya kata-kata inilah yang selalu aku keluarkan pada appa , padahal aku sudah masuk jurusan kedokteran dan semester 4 cukup lama juga aku mendalami di dunia kedokteran ini .

“ kau harus tetap menjadi dokter minho “ ujar appa yang sudah sering aku dengar .

“wae? Wae? Kenapa aku yang harus menjadi dokter “ ku kencangkan volumeku .

“ sudah ku bilang pekerjaan ini mulia , dengan ketulusan hati kau akan menikmati pekerjaan ini .. terlebih lagi hanya kau anak appa satu-satunya , dan appa tidak mau melihat orang-orang di bawah kita sakit , terlebih lagi disini appa sama sekali tidak mencari uang .. appa hanya ingin melihat orang di sekitar kita sembuh dengan jasa yang kita miliki dan apabila penyakit itu terlalu parah kita hanya bisa menyerahkan itu kepada tuhan .. kau masih belum mengerti juga “ ujar appa yang membuatku diam membisu , segitu cintakah appa dengan perkerjaan ini sampai-sampai dia bilang seperti itu , memang di rumah sakit ini appa selalu memberikan obatan gratis bagi orang yang tidak mampu , entah apa yang harus aku katakan pada appa ..

Buggg

Terdengar sesuatu yang jatuh dan kulihat kearah pintu ,aku hanya terbelalak kaget dengan pemandangan yang kulihat , seorang yeoja terjatuh di ambang pintu ruangan ini , terlihat luka lebam di wajahnya dan percikan darah yang ada di bajunya ..

“hyora-ah “ teriak appa yang tidak percaya dengan yeoja tersebut , hyora ?? gadis yang appa sering ceritakan dan suka di pukuli oleh appanya , apa dia yeoja itu ?

“a, ahjussi , nae appa” katanya dan langsung pingsan begitu saja , terlihat appa sangat panic dengan keadaannya .. aku hanya dapat diam melihat pemandangan ini melihat yeoja yang sudah tidak berdaya dan terkapar ini ..

“ya minho cepat bopoh dia ke tempat tidur “ ujar appa dengan panic

“mwo? Naega?” aku menunjuk diriku sendiri .

“ne , memangnya siapa lagi yang ada di sini .. tidak mungkin aku membopohnya , aku sudah tua seperti ini “ ujarnya membuatku sedikit terkekeh tapi terlihat dari raut wajah appa yang sangat panic dan mengkhawatirkan yeoja ini .. langsung saja aku bopoh yeoja ini ketempat  tidur .

Ku lihat yeoja ini nafasnya tidak teratur sekali , dengan cepat appa memasangkan selang oksigen padanya .

“selang oksigen ? untuk apa ?” kataku tidak percaya yeoja ini harus menggunakan selang oksigen ..

“jangan banyak bertanya cepat infuse dia , aku akan mengecek setiap detak jantungnya “ ujar appa , baru kali ini aku melihat wajah appa yang sangat khawatir dan serius ..

Aku hanya menurut saja ucapan appa , ku pasang selang infuse pada yeoja ini .. saat ku lihat tangan kirinya penih dengan luka bakar .. ya tuhan ! apa yeoja ini di bakar oleh appanya sampai-sampai ada luka bakar di tangannya , tapi tunggu dulu !! ku perhatikan luka bakar ini ternyata seperti sundutan rokok .. separah itukah appanya menyiksanya , akhirnya aku memasang infuse di tangan kanannya , seraya membersihkan luka di tangan kirinya ..

Kenapa perasaanku berbeda saat melihat yeoja ini , aku merasa kasihan padanya !! pantas saja appa sangat mengkhawatirkannya seperti ini ..

“biar aku yang membersihkan lukanya “ujar appa yang langsung menggenggam tangan yeoja itu “aahh dasar orangtua tidak bertanggung jawab kenapa memperlakukan seperti ini pada anak sendiri “ gerutu appa kesal , sesaat appa membuka sebagian tangannya yang tertutup jas almamater sekolahnya , kulihat banyak luka memar di tangannya . aku benar-benar ngeri melihat hal ini ..

“minho siapkan ambulanc , aku akan membawa yeoja ini kerumah “ ujar appa yang membuatku kaget tak percaya .

“kerumah ?”

“ne , dari pada disini dia tidak akan nyaman .. lagi pula nanti eommamu yang menggantikan pakaiannya , ini juga nafas sudah normal “ ujar appa , tanpa basa-basi lagi aku menyuruh ambulanc bersiap-siap , dibawalah yeoja itu kerumahku ..

****

Sampai di rumah segera yeoja itu di bawa ke kamar tamu dan langsung saja eomma menggantikan baju untuknya ..

Aku yang hanya bisa diam di ruang tengah , mengingat luka-luka yang ada di wajah serta tangan  yeoja itu ..

“ kau sudah lihatkan ,seperti apa yeoja itu di siksa oleh appanya .. ini baru satu dari jutaan anak di Negara ini yang memang di siksa oleh orangtua mereka sendiri , apa kau tidak merasa kasihan .. coba kalau kau yang ada di posisi itu minho apa kau akan bertahan begitu saja “ ujar appa “ kau harus tahu kenapa aku terlalu memperhatikan anak itu , karena dulu aku pun seperti itu materi yang sangat kecil di keluargaku sangat membuatku tersiksa , terlebih lagi appaku pun sering memarahiku serta memukulku .. sedangkan eomma yang menjadi wanita penghibur membuatku semakin kalut dalam kehidupan ini .. saat aku di siksa pun tidak ada yang mau menolongku .. dari situ aku bercita-cita untuk menjadi seorang dokter dan menyembuhkan banyak orang .. apa kau sudah mengerti alasanku menjadi dokter .. aku memulai karir ini memang dari nol dan sampai sekarang tidak ada kan yang tahu kalau aku namja miskin menjadi seorang dokter serta terkenal seperti sekarang “ sambung appa membuatku terdiam serta sadar dengan ucapan appa .. ternyata kisah appa lebih sulit dari yang kubayangkan , tapi aku tidak terlalu suka dengan ucapan appa yang terlalu menyombongkan dirinya sendiri ‘seorang dokter yang terkenal ‘ dasar appa ucapannya itu selalu menusuk hati tapi kadang-kadang menyebalkan ..

Hal ini membuatku sedikit berfikir apa aku pantas menjadi seorang dokter ?

Aku jadi memikirkan yeoja tadi , kehidupannya sepertinya sangat keras sekali .. semua tentang yeoja itu aku sudah tahu

karena appa memang sering bercerita tentangnya padaku ..

Apa sebaiknya aku teruskan untuk menjadi dokter !! ya mungkin akan ku pikirkan untuk menjadi dokter seperti appa !

“ne arayo appa , aku akan berusaha menjadi dokter yang baik “ kataku tesungging sebuah senyuman dari bibir appa , sepertinya dia sangat puas dengan jawabanku ini ..

_tbc_

11 thoughts on “Bestfriend Part 2

  1. Akhir’a bs buka jg,gomawo..

    Wah wah..senang’a si Minho kluar jg d’crita ni..hehe

    Ya Tuhan,tega bgt sich Appa’a Hyora,g bs byangin dech kejam’a..

    Minho mw jd dokter? *klepek klepek
    Tpi Hyora jg mw jd dokter khan? Brati sm2 jd dokter donk?

    D’lanjut ya crita’a Erma,tp jgn lama2..

  2. makin ska ma critanya,, aku jg ngebayangin minho ska ma hyora..hyora jga ska ma minho,, tp trnyata haerin jd ska ma minhos tlah tau jiyoung ky gtu…trs mnculkah sosok kyuhyun yg dtang di sisi hyora…trs hyora pura2 ska ka kyuhyun yg notabene ska ma hyora…cz hyora ga mau liat haerin sdih,,minho mau ga mau ngikutin permainan hyora pura2 ska ma haerin…nan hyebin ma jinki!!! kakaka

    *READER MULE NGAYAL*
    author: (sotoy lu!!) kekekeke
    me : aku kan cenayang!!
    author:ZZzzzzzrttttzzzzttt -_-“

  3. Ktrlaluan bngt appa’x hyora tue , , , , ,

    Jujur,q nngis bc ff nie eon, , , , , , ,

    Tnguu capt slnjut’x yax eon, , , , , ,

    Eonnie hwaiting, , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s